Anda di halaman 1dari 16

TINJAUAN TEORI

A. Konsep Dasar Keluarga


1. Definisi Keluarga
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga
dan beberapa orang yang terdiri atas kepala keluarga dn beberapa orang yang
terkumpul dan tinggal disuatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling
ketergantungan (Karwati, 2011).
2. Struktur Keluarga
Menurut Karwati (2011), struktur keluarga terdiri dari bermacam-macam,
diantaranya adalah:
a. Patrilineal
Keluarga sederhana yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam
beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.
b. Matrilineal
Matrilineal adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara
sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur
garis ibu.
c. Matrilokal
Matrilokal adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama kelaurga
sedarah istri
d. Patrilokal
Patrilokal adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga
sedarah suami.
e. Keluarga kawinan
Keluaarga kawinan adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi
pembinaan keluarga, dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian
keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri.
3. Ciri-ciri Keluarga
Menurut Karwati (2011), ciri-ciri keluarga antara lain yaitu:
a. Diikat dalam suatu tali perkawinan
b. Ada hubungan darah
c. Ada ikatan batin
d. Ada tanggung jawab masing-masing anggotanya
e. Ada pengambil keputusan
f. Kerjasama diantara anggota keluarga
g. Komunikasi interaksi antar anggota keluarga
h. Tinggal dalam satu rumah/atap
Menurut Karwati (2011), ciri-ciri keluarga Indonesia antara lain yaitu:
a. Suami sebagai pengambil keputusan
b. Merupakan suatu kesatuan yang utuh
c. Berbentuk monogram
d. Bertanggung jawab
e. Pengambil keputusan
f. Meneruskan nilai-nilai budaya bangsa
g. Ikatan keluarga sangat erat
h. Mempunyai semangat gotong royong
4. Bentuk-bentuk keluarga
Menurut Karwati (2011), bentuk keluarga antara lain:
a. Keluarga inti (nuclear family)
Keluarga inti adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak.
b. Keluarga besar (exstended family)
Keluarga besar adalah keluarga inti ditambah dengan sanak saudara, misalnya:
nenek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi dan sebagainya.
c. Keluarga berantai (serial family)
Keluarga berantai adalah keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang
menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti.
d. Keluarga duda/ janda (single family)
Keluarga duda/janda adalah keluaga yang terjadi karena perceraian atau
kematian.
5. Fungsi-fungsi keluarga
Menurut Suprajitno (2004), fungsi keluarga antara lain:
a. Fungsi afektif adalah fungsi keluarga yang utama untuk mengajarkan segala
sesuatu untuk mempersiapkan anggota keluarga berhubungan dengan orang lain.
Fungsi ini dibutuhkan untuk perkembangan individu dan psikososial anggota
keluarga.
b. Fungsi sosialisasi dan tempat bersosialisasi adalah fungsi mengembangkan dan
tempat melatih anak berkehidupan sosial sebelum meninggalkan rumah untuk
berhubunngan dengan orang lain di luar rumah.
c. Fungsi reproduksi adalah fungsi untuk mempertahankan generasi dan menjaga
kelangsungan keluarga.
d. Fungsi ekonomi yaitu keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan keuarga
secara ekonomi dan tempat untuk mengembangkan kemampuan individu
meningkatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
e. Fungsi perawatan/ pemeliharaan kesehatan yaitu fungsi untuk mempertahankan
keadaan kesehatan anggota keluarga agar tetap memiliki produktivitas tinggi.
6. Tugas Keluarga
Menurut Karwati (2011), tugas keluarga ada delapan tugas pokok sebagai
berikut:
a. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya
b. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga
c. Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan
kedudukannyamasing-masing
d. Sosialisasi antar anggota keluarga
e. Pengaturan jumlah anggota keluarga
f. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga
g. Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyrakat yang lebih luas
h. Membangkitkan dorongan dan semangat para anggota keluarga

B. Konsep Dasar KEK


1. Pengertian KEK pada ibu hamil
Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu amil adalah kekurangan gizi pada
ibu hamil berlangsung lama (beberapa bulan atau tahun) dengan ukuran LILA < 23,5
cm
2. Cara yang digunakan untuk menetahui status gizi ibu hamil
Ada beberapa cara untuk mengetahui status gizi ibu hamil antara lain :
a. Memantau pertambahan berat badan selam hamil
b. Mengukur LILA (Lingkar Lengan)
c. Mengukur kadar Hb

Apabila ukuran ini rendah atau kecil menunjukkan keadaan gizi kurang akibat
kekurangan energi dan protein yang di derita pada waktu pengukuran dilakukan

3. Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam pengukuran LILA

a. Pengukuran dilakukan di bagian tengah antara bahu dan siku lengan kiri.
b. Lengan harus dalam posisi bebas, lengan baju dan otot lengan dalam keadaan tidak
tegang atau kencang.
c. Alat pengukur dalam keadaan baik dalam arti tidak kusut atau sudah dilipat-lipat,
sehingga permukaannya sudah tidak rata

4. Cara pengukuran LILA

a. Tetapkan posisi bahhu dn siku


b. Letakkan metlin antara bahu dan siku
c. Tentukan titik tengah lengan sebelah kiri
d. Letakkan lingkaran metlin pada tengah lengan
e. Metlin jangan terlalu ketat
f. Metlinjangan terlalu longgar
g. Baca skala yang benar

5. Cara pengukuran berat badan


Berat badan merupakan ukuran antropometri yang paling penting dan banyak
digunakan karena parameter ini mudah di mengerti sekalipun oleh mereka yang buta
huruf. Berat badan adalah suatu parameter yang memeberikan gambaran massa tubuh
sangat sensitive terhadap perubahan-perubahan yang mendadak. Misalnya karena
terserang penyakit menurunya nafsu makan atau menurunya jumlah makan yang
dikonsumsi
6. Faktor-faktor yang mempengaruhi kurang energi kronis pada ibu hamil
a. Faktor sosial ekonomi
Faktor yang berperan dalam menentukan status kesehatan seseorang
adalah tingkat sosial ekonomi. Ekonomi seseorang mempengaruhi dalam
pemilihan makanan yang akan dikonsumsinya sehari-harinya. Seseorang
dengan ekkonomi yang tinggal kemudian hamil maka kemungkinan besar
sekali gizi yang dibutuhkan tercukupi ditamba lagi pemeriksaan membuat gizi
hamil semakin terpadu
b. Pendidikan
Faktor pendidikan mempengaruhi pada makan ibu hamil tingkat
pendidikan yang lebih tinggi diharapkan pengetahuan atau informasi tentang
gizi yang dimiliki lebih baik sehingga bisa memenuhi asupan gizinya
c. Pendapatan
Kemampuan keluarga untuk membeli bahan makanan antara lain
tergantung pada besar kecilnya pendapatan keluarga. Pendapatan merupakan
faktor yang paling menentukan kualitas dan kuantitas hidangan/makanan
7. Manifestasi klinis
Ukuran lila < 23,5 cm
8. Dampak KEK pada ibu hamil

a. Beresiko melahirkan BBLR


b. Beresiko melahirkan bayi premature
c. Pertumbuhan janin terhambat
d. Terancam bebbagai penyakit kegemukan, DM, hipertensi

9. Pencegahan dan cara mengatasi KEK

a. Ibu hamil tidak diperbolekan untuk taram makanan


b. Makan-makanan dengan gizi seimbang dengan pola makan yang sehat
c. Mengikuti posyandu untuk mengetahui kenaikan berat badan
d. Perilaku harus diuba menjadi perilaku hidup bersih dan sehat
BAB 3
TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS


KELUARGA BINAAN TN. “S” PADA IBU HAMIL DENGAN KEK
DI DUSUN KARANGRI DESA KARANG JERUK KECAMATAN JATIREJO
KABUPATEN MOJOKERTO

PENGKAJIAN
Tanggal : 11 Januari 2017
Jam : 09.00 WIB
Tempat Pengkajian : Rumah Tn. “S”
Oleh :

SUBJEKTIF
I. A. Identitas Keluarga
Nama Kepala Keluarga (KK) : Tn. “S”
Umur : 50 Tahun
Agama : Islam
Suku Bangsa : Jawa/Indonesia
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Tani

Nama Istri : Ny. “S”


Umur : 37 Tahun
Agama : Islam
Suku Bangsa : Jawa/Indonesia
Pendidikan : SD
Pekerjaan : IRT

Nama Anak Pertama : Alm. “S”


Umur : Meninggal usia 17 tahun
Tanggal Lahir : 28-10-1996
Nama Anak Kedua : An. “D”
Umur : 20 Tahun
Tanggal Lahir : 4-5-2006
B. Komposisi Keluarga
No Hubungan Keadaan
Nama JK Umur Pendidikan Pekerjaan
. Keluarga Kesehatan
1. Tn. “S” L Suami 50 th SD Tani Baik
2. Ny. “S” P Istri 37 th SD IRT KEK
3. Alm. “S” L Anak - SMP - -
4. An. “D” L Kandung 10 th SD Pelajar Baik
5. HAMIL INI

C. Genogram

Keterangan: Laki-laki

: Laki-laki

: Perempuan

: Laki-laki yang sudah meninggal


D. Tipe dan Bentuk Keluarga
Keluarga ini termasuk keluarga sejahtera karena sudah tinggal di rumah sendiri
yang merupakan keluarga inti yang terdiri dari suami, istri, dan 1 orang anak. Saat ini
istri sedang hamil.
E. Latar Belakang Kebudayaan Keluarga
Ibu mengatakan berasal dari keluarga berlatar belakang Jawa sehingga dalam
berkomunikasi, ibu dan keluarga menggunakan bahasa Jawa.
F. Agama
Ibu mengatakan bahwa seluruh anggota keluarganya beragama islam.
G. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Keluarga termasuk golongan menengah ke bawah, karena pekerjaan KK yang
merupakan petani dengan penghasilan yang tidak menentu.
H. Aktivitas Rekreasi Keluarga
Ibu mengatakan jika hari minggu atau hari libur besar tidak pernah kemana-mana,
hanya menghabiskan waktu di rumah.

II. Tahap Perkembangan dan Riwayat Keluarga


a. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Tahap keluarga ini pada tahap dengan anak sekolah dan menanti kelahiran anak
kedua.
b. Jangkauan Pencapaian Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi
Jangkauan pencapaian keluarga ini yang belum terpenuhi yaitu pemenuhan nutrisi
dan kebutuhan biaya.
c. Riwayat Kesehatan Keluarga Inti
1) Bapak
Ibu mengatakan bahwa suaminya tidak pernah menderita penyakit menular
(TBC,Hepatitis), menurun (asma,DM), menahun (jantung). Namun dulu pernah
menderiita sakit paru akibat merokok.
2) Ibu
Ibu mengatakan bahwa ibu tidak pernah menderita penyakit menular
(TBC,Hepatitis), menurun (asma, DM), menahun (jantung). Dan saat ini hamil
anak ketiga.
3) Anak
Ibu mengatakan bahwa anak pertama sudah meninggal ketika berumur 17 tahun
akibat sakit meningitis. Anak kedua tidak pernah menderita penyakit menular
(TBC,hepatitis), menurun (asma,DM), menahun (jantung).
III. Data Lingkungan
a. Denah Rumah

Kamar
Dapur Mandi
Kamar
Tidur
Kamar
Tidur Ruang
Keluarga
Kamar
Tidur

Ruang Tamu

Teras
b. Keadaan Rumah
Jenis Rumah : Permanen
Luas Rumah : 12 x 5 m²
Dinding : Batu-bata
Atap : Genting
Langit-langit : Tanpa langit-langit
Lantai : Tanah pada seluruh ruang/kamar
Penerangan : Ada, sedikit redup
Ventilasi : Ada
Jendela : Ada
Kepemilikan : Milik sendiri
c. Karakteristik Lingkungan Sekitar Rumah
Dapur : Ada
Air Bersih : Sumur
Pembuangan Sampah : Dibakar
Jamban keluarga : Tidak ada jamban, BAB di sungai
Kamar Mandi : Ada, diluar rumah
Pekarangan dan selokan
- Pengaturan : Tergenang
- Kebersihan : Bersih, sampah langsung dibakar
- Air limbah : Terbuka, dibiarkan tergenang di pekarangan
Hewan Ternak
- Jenis : Tidak ada
- Letak Kandang : Tidak ada
d. Mobilitas Geografis Keluarga
Kepala keluarga bekerja sebagai tani dan istrinya hanya sebagai ibu rumah tangga
biasa, keluarga ini merupakan penduduk setempat.
e. Jaringan Dukungan Sosial Keluarga
Dalam keluarga sudah tidak menginginnkan anak lagi, 2 anak cukup.

IV. Struktur Keluarga


a. Pola Komunikasi
Jangkauan komunikasi fungsional/disfungsional
- Komunikasi fungsional keluarga menggunakan bahasa Jawa
b. Struktur Kekuasaan
1) Proses pengambilan keputusan
Dalam keluarga selalu membiasakan untuk membicarakan bersama setiap
permasalahan yang ada/sedang terjadi.
2) Faktor yang mempengaruhi keputusan
Ibu, keluarga, bidan/tenaga kesehatan, lingkungan mempengaruhi kekuasaan,
dalam keluarga yang berhak memutuskan sesuatu dalam keluarga adalah suami.
3) Pengambilan keputusan (yang dominan)
Ibu mengatakan pengambilan keputusan yang paling dominan berada pada suami,
karena suami sebagai kepala keluarga.
c. Struktur Peran
1) Struktur Peran Normal
- Bapak
Ayah sebagai suami dari istri dan bapak dari anak. Berperan sebagai pencari
nafkah, pendidik, pelindung, kepala keluarga dan anggota dari kelompok
masyarakat.
- Ibu
Sebagai istri dan ibu dari anak. Berperan mengurus rumah tangga, pengasuh,
pendidik, pelindung bagi anak dan sebagai anggota masyarakat.
- Anak
Anak melaksanakan peran psikososial sesuai dengan perkembangan.
2) Struktur Peran Informal
Suami dan istri jarang ikut berperan aktif dalam kegiatan desa yang ada, tetapi
ibu rutin mengikuti kelas ibu hamil dan pemeriksaan kehamilan untuk
mengetahui keadaan ibu dan juga kadang-kadang mengikuti muslimatan.
3) Faktor yang Mempengaruhi Struktur Peran
Ibu mengatakan semua anggota keluarga selalu mendukung dan menghormati
setiap peran dari masing-masing anggotakeluarga agar terciptanya kerukunan
antar anggota keluarga.

V. Fungsi-Fungsi Keluarga
a. Fungsi Afektif
Keluarga mengatakan hubungan antara keluarga baik, tidak ada perpisahan dan
jalinan kekerabatan sangat baik.
b. Fungsi Ekonomi
1) Ibu mengatakan kepala keluarga bekerja sebagai tani dengan penghasilan
keluarga tidak menentu.
2) Ibu mengatakan mampu dalam memenuhi kebutuhan keluarga, meskipun
penghasilan yang kadang-kadang tidak menentu setiap bulannya.
3) Keuangan diatur oleh ibu, kepala keluarga menyerahkan penghasilan sesuai
dengan apa yang didapatkan dan ibu membelanjakan sesuai dengan kebutuhan.
c. Fungsi Perawatan Kesehatan
1) Keyakinan dan pengertian tentang kesehatan
Ibu mengatakan jika salah satu anggota keluarga sakit langsung berobat ke bidan
atau ke tenaga kesehatan lainnya.
2) Perilaku kesehatan
- Dalam keluarga tidak mengkonsumsi jamu-jamuan
- Ibu mengatakan dalam keluarga sang suami tidak merokok dan kadang-kadang
minum kopi.
3) Status kesehatan dan kerentanan terhadap sakit yang diketahui oleh keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang sering sakit.
4) Praktik pemenuhan kebutuhan nutrisi
- Bapak
Makan 3x/hari, minum kira-kira 8-9 gelas/ hari, dengan menunasi, lauk-pauk
(tahu,tempe,telur), sayuran dan buah bila ada, minum air putih kadang juga teh
atau kopi.
- Ibu
Makan 3x/hari, minum kira-kira 8-9 gelas/hari dengan menu nasi, lauk-pauk
(tahu,tempe,telur), sayuran dan buah bila ada, minum air putih dan susu ibu
hamil (lactamil).
- Anak
Makan 3x/hari, minum kira-kira 8-9 gelas/hari dengan menu nasi, lauk-pauk
(tahu,tempe,telur), minum air putih, kadang teh.
5) Kebiasaan tidur dan istirahat
- Bapak : Tidur Siang : Tidak tidur siang
Tidur Malam : ± 8 jam (21.00-05.00 WIB)
- Ibu : Tidur Siang : ± 2 jam (13.00-15.00 WIB)
Tidur Malam : ± 9 jam (20.00-05.00 WIB)
- Anak : Tidur Siang : Tidak tidur siang (bermain)
Tidur Malam : ± 9 jam (20.00-05.00 WIB)
6) Kebiasaan latihan olahraga dan rekreasi
Dalam keluarga tidak ada kebiasaan olahraga, rekreasi jarang dilakukan,
rekreasi dilakukan dengan menonton TV di rumah.
7) Kebiasaan penggunaan obat (bebas,resep, atau tradisional)
Keluarga mengatakan tidak selalu membeli obat dari warung
8) Praktik dalam perawatan diri
- Bapak
Mandi : 2x/hari
Gosok gigi : 2x/hari
Keramas : 2 hari sekali
Ganti baju : 2x setelah mandi/ bila basah atau kotor
- Ibu
Mandi : 2x/hari
Gosok gigi : 2x/hari
Keramas : 2 hari sekali
Ganti baju : 2x setelah mandi/ bila basah atau kotor
- Anak
Mandi : 2x/hari
Gosok gigi : 2x/hari
Keramas : 2 hari sekali
Ganti baju : 3x sehari, setelah mandi/bila mau sekolah
9) Pelayanan kesehatan yang biasa diterima oleh tetangga
Ibu mengatakan bisa menerima pelayanan kesehatan dari bidan terdekat.
10) Persepsi keluarga terhadap pelayanan kesehatan
Ibu mengatakan lebih senang berobat ke bidan jika terdapat anggota keluarga
yang sakit.
11) Sumber pembiayaan kebutuhan kesehatan
Ibu mengatakan sumber pembiayaan kebutuhan kesehatan dari suami atau
kepala keluarga.
12) Fungsi reproduksi
- Ibu mengatakan selama hamil masih melakukan hubungan seksual dengan
suami seminggu sekali
- Ibu mengatakan sudah tidak menginginkan anak lagi.

VI. Koping Keluarga


a. Stresor-stresor keluar jangka panjang dan jangka pendek
Ibu mengatakan tidak menjalani rasa khawatir pada saat ini dan pemikiran
kekhawatiran nantinya.
b. Strategi koping dalam menghadapi stress baik intern maupun ekstern
Ibu mengatakan berusaha rileks jika ada masalah dan diselesaikan dengan
musyawarah terlebih dahulu lalu diselesaikan secara bersama-sama.

VII. Keadaan Gizi Keluarga


a. Pemenuhan gizi
Ibu mengatakan setiap hari memasak sendiri untuk keluarga, bahan-bahan untuk
memasak ibu didapatkan dari belanja di warung/tukang sayur keliling. Ibu setiap hari
memasak seadanya sesuai dengan penghasilan yang didapat suami.
b. Upaya-upaya lainnya
Ibu mengatakan selalu memasak makanan yang bervariasi di rumah.
OBJEKTIF
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
BB : 45 kg
TB : 151 cm
TTV: TD : 120/80 mmHg
S : 36,2ºC
N : 80 x/menit
RR : 18 x/menit
LILA : 22 cm
Distansia Spinarum : 23 cm
Distansia Kristarum : 25 cm
Konjugata Eksterna : 20 cm
Lingkar Panggul : 85 cm

a. Muka : Tidak pucat, tidak oedem, tidak terdapat cloasma gravidarum


b. Mata : Konjungtiva berwarna merah muda, sklera putih
c. Hidung : Tidak ada cuping hidung, tidak ada sekret, tidak ada polip
d. Telinga : Bersih, tidak ada serumen, tidak ada gangguan pendengaran
e. Gigi dan mulut: Bibir sedikit kering, tidak ada caries gigi, tidak ada stomatitis
f. Leher : Tidak ada pembengkakan pada vena jugularis, pergerakan kelenjar
tyroid baik, tidak terjadi pembesaran pada kelenjar limfe.
g. Dada : Simetris, bentuk dada normal, tidak ada suara tambahan whizing
maupun ronchi
h. Payudara : Ada hiperpigmentasi areola dan papila, imetris kanan dan kiri, terjadi
pembesaran payudara, puting susu menonjol, tidak terdapat benjolan abnormal,
kolostrum belum keluar
i. Abdomen : Perut membesar sesuai usia kehamilan, terdapat linea nigra, tidak ada
striae gravidarum, tidak ada luka bekas SC
Leopold I : 3 jari diatas pusat
Mc. Donald : 17 cm
DJJ : 134 x/menit
j. Genetalia : Bersih, tidak ada varises, tidak oedem, tidak keputihan, tidak ada
lendir, darah, tidak ada nyeri tekan
k. Anus : Tidak terdapat hemoroid, benjolan, maupun oedem
l. Ekstremitas : Tidak oedem, tidak ada gangguan gerak, kuku merah muda, turgor
kulit < 2 detik

ASSESMENT
Ny. “S” usia 37 tahun G3P1A0 UK 20-21 minggu, tunggal hidup, intrauterine, dengan KEK

PLANNING
Tanggal : 11 Januari 2017
Jam : 09.15 WIB
1. Melakukan pendekatan pada klien dan keluarganya dengan menanyakan identitas,
keluhan yang dirasakan ecara sopan dan ramah, ibu kooperatif dan bersedia menjawab
pertanyaan.
2. Menjelaskan pada ibu tentang KEK yaitu Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu
hamil adalah kekurangan gizi pada ibu hamil berlangsung lama (beberapa bulan atau
tahun) dengan ukuran LILA < 23,5 cm, ibu mengerti penjelasan petugas
3. Menjelaskan bahaya KEK pada ibu hamil yaitu
- Beresiko melahirkan BBLR
- Beresiko melahirkan bayi prematur
- Pertumbuhan janin terhambat
- Terancam berbagai penyakit kegemukan, DM, Hipertensi
Ibu mengerti penjelasan petugas tentang bahaya KEK
4. Melakukan pemeriksaan fisik pada ibu, ibu bersedia diperiksa oleh petugas
5. Menganjurkan pada ibu untuk tidak tarak makanan yaitu tidak makan nasi dengan
kerupuk atau nasi dengan tahu tempe saja. Makan makanan yang bergizi seimbang
yaitu nasi, sayur, lauk-pauk, buah, dan susu, ibu mengerti dan tidak akan tarak makan
serta akan makan makanan yang bergizi seimbang.
6. Menganjurkan pada ibu perilaku hidup bersih dan sehat misalnya cuci tangan yang
bersih, mencuci sayuran dengan air yang mengalir, menjaga personal
hygiene/kebersihan genetalianya, ibu mengerti dan bersedia melakukan yang telah
dianjurkan untuk kesehatan ibu dan bayinya.
7. Menganjurkan ibu rutin kontrol/periksa kehamilan ke bidan/tenaga kesehatan, ibu
mengerti dan mau melakukan rutin periksa kehamilan ke bidan.