Anda di halaman 1dari 8

32

3.2 PELAKSANAAN PKL :


GUSTIAN AJI PRATAMA, NPM 14311826
3.2.1 Bidang Kerja
Praktek Kerja Lapangan dilaksanakan pada tanggal 28November 2016
sampai dengan 21Januari 2017 di AJB Bumiputera dan penulis
ditempatkan di bagian Konservasi.
Bagian konservasi adalah bagian yang bertugas mencetak kuitansi dan
mengkonfirmasipembayaran premi kepada nasabah, mencetak dan
mendistribusikan bukti entri pembayaran premikepada supervisor.
3.2.2 Pelaksanaan Kerja
Beberapa kegiatanyang penulis laksanakan pada saat Praktik Kerja
Lapangan(PKL) diAJB Bumiputera adalah sebagai berikut :
1. Melakukanpengentrian nomor polis nasabah yang telah membayar ke
dalam aplikasi web.
Setiap hari penulis akan menerima kuitansi dari nasabah yang telah
membayarkan asuransinya, kuitansi tersebut berisi nomor polis untuk di
inputkan ke dalam sistem serta untuk mencetak kuitansi baru dan sebagai
bukti bahwa nasabah telahmelakukan pembayaran asuransinya secara rutin.
Berikut ini adalah bila digambarkan melalui diagram aktivitas.

Gambar 3.1Diagram aktivitas kegiatan pada kegiatan input saat ini.


33

AJB Bumiputera memiliki sistem yang dapat membantu bagian konservasi


dalam melakukan tugasnya, sistem ini bernama Bumiputera InLine dan
sistem aplikasi ini dijalankan melalui web.
2. Mengkonfirmasi pembayaran pada sistem dengan menghapus status
tagih nasabah untuk kuitansi yang telah di entri.

Gambar 3.3Diagram aktivitas pada kegiatan konfirmasi saat ini.


Untuk setiap kali nomor polis nasabah di entri kedalam sistem, hal tersebut
menyebabkan status tagih nasabah pada periode tersebut telah terbayarkan,
oleh karena itu status tagih nasabah tersebut pada sistem akan di
konfirmasi oleh penulis.
3. Mencetak laporan daftar penerimaan setoran premi & pengeluaran
inkaso kuitansi (pp.07).
Penulis melakukan pencetakan laporan berupa PP.07 yang akan di
distribusikan kepada supervisor, PP.07 berisi data nasabah yang telah
melakukan pembayaran asuransi kegiatan ini dilakukan pada setiap akhir
bulan di tanggal 26-28.
34

Gambar 3.4 diagram aktivitas pencetaka laporan.

Gambar 3.5Tampilan PP.07.


3.2.3 Kendala yang dihadapi
1. Melakukanpengentrian nomor polis nasabah yang telah membayar ke
dalam aplikasi web.

Sebagai bagian yang mengentri nomor nasabah kedalam sistem keliru


menulis nomor polis dalam mengentri harus dihindari, berikut ini adalah
kendala yang dihadapi saat proses entri:

1. apabila seorang nasabah yang ingin membayar asuransi tidak


membawa kuitansi lama atau nomor polis mereka penulis
kesulitan menemukan data nasabah.
35

2. Mengkonfirmasi pembayaran pada sistem dengan menghapus status


tagih nasabah untuk kuitansi yang telah di entri.
Konfirmasi pembayaran nasabah pada sistem setiap hari tidak boleh
dilewatkan,Pada dasarnya proses ini telah berjalan lumayan baik di AJB
Bumiputera.Namunterdapat kendala yang dihadapi penulis dalam
melakukan proses konfirmasi pembayaran, diantaranya adalah sebagai
berikut:
1. Tidak efisiennya kerja basis data, saat melakukan konfirmasi
pembayaran per nasabah, satu prosses dapat menghabiskan waktu
tujuh detik dengan jumlah yang mencapai ratusan nasabah, tentu
hal ini memakan waktu yang tidak sebentar.
3. Mencetak laporan daftar penerimaan setoran premi & pengeluaran
inkaso kuitansi (pp.07).

Laporan pp.07 di cetak untuk di berikan pada supervisor sebagai bukti


pengendalian agen secara bulanan, bahwa agen telah melakukan penagihan
ke nasabahnya, kendala yang dihadapi :

1. Tiap supervisor berhak akan laporan pp.07, tidak adanya bukti


penerimaan pada saat pendistribusian laporan menyebabkan
beberapa supervisor tidak mendapatkannya karena ada yang salah
mengambil.
2. Pencetakan laporan ini masih terbilang konvensional dan boros
kertas.
3.2.4 Cara Mengatasi Kendala
Dari kendala yang dihadapi diatas, maka penulis menjabar setiap
solusi pada setiap masalah sebagai berikut :
1. Melakukanpengentrian nomor polis nasabah yang telah membayar ke
dalam aplikasi web.
1. Menurut Francis Rodrigues, Michael Coles, David Dye (2012:447),A
candidate key is a column, or set of columns, that can be used to
uniquely identify rows in a table.Although a table can have many
candidate keys, you’ll usually identify one of them as the primary
36

key.yang berarti Sebuah candidate key adalah sebuah kolom atau


sekumpulan kolom, yang dapat digunakan secara unik untuk
mengidentifikasi baris dalam sebuah tabel. Meskipun sebuah tabel
bisa memiliki banyak candidate key, anda biasanya mengidentifikasi
satu dari mereka sebagai primary key.

Menurut Gavin powell (2006:77),Candidate key — A candidate key


(potential or permissible key) is a field or combination of
fields that can act as a primary key field for a table. Yang berarti
adalah sebuah candidatekey (potensial atau permissible key) adalah
sebuah field atau kombinasi field yang dapat bertindak sebagai
primary key untuk sebuah tabel.Jadi setelah membaca dua keterangan
diatas, penulis menyimpulkan bahwa candidate key merupakan sebuah
field atau kombinasi field yang dapat bertindak sebagai primary key
yang dapat digunakan secara unik untuk mengidentifikasi baris dalam
sebuah tabel.Untuk mengatasi permasalahan yang di hadapi penulis
saat melakukan praktik kerja lapangan, penulis mengusulkan untuk
menggunakan sebuah candidate keyseperti nomor identitas saat akan
melakukan pencarian data nasabah yang akan di entri apabila nasabah
tidakmembawanomorpolisnya.

Gambar 3.6Diagram aktivitaskegiatan input yang diusulkan.


37

Penulis menyarankan agar pencarian dapat dilakukan menggunakan


nomor identitas karena pada saat mendaftar, calon peserta asuransi
pasti mendatakan nomor identitas tersebut.

2. Mengkonfirmasi pembayaran pada sistem dengan menghapus status


tagih nasabah untuk kuitansi yang telah di entri.
1. Menurut Joel murach’s (2015:446),A trigger is a named block of code
that is execcuted, or fired, automatically when a particular type of sql
statement is executed. Yang berarti adalah Sebuah trigger adalah blok
kode yang di eksekusi atau di tembakkan secara otomatis ketika suatu
statement sql tertentu di eksekusi.Menurut Achmad Solichin
(2010:89),Trigger digunakan
untukmemanggilsatuataubeberapaperintahSQL
secara otomatis sebelum atau sesudah terjadi proses insert, updateatau
delete dari suatu tabel.
Jadi setelah membaca keterangan diatas penulis menyimpulkan bahwa
trigger merupakan Sebuah adalah blok kode yang di eksekusi secara
otomatissesudah terjadi proses insert,updateataudelete dari suatu tabel.
Sehingga penulis mengusulkan bahwasaat input pembayaran melalui
sistem, ada baiknya menggunakan trigger pada basis data, sehingga
saat pembayaran di input data status tagih pada nomor polis tersebut
akan terhapuskan.Dan penulis memberikan usulan dengan
menggunakan trigger untuk mempermudah kerja bagian konservasi
seperti gambar 3.7. dimana trigger akan berjalan bila ada nomor polis
yang di inputkan ke dalam sistem sehingga pegawai bagian konservasi
tidak perlu lagi mengkonfirmasi secara manual.
38

Gambar 3.7 Gambar Diagram aktivitas proses konfirmasi yang


diusulkan.
2. Mencetak laporan daftar penerimaan setoran premi & pengeluaran
inkaso kuitansi (pp.07).
1. Menurut jurnal Heru arranuri dan Erwin gunadhi (2015:2), Access
control adalah salah satu Aspek yang berhubungan dengan
carapengaturanakseskepada informasi. Salah satu cara yang
umumdigunakanuntukmengamankan informasi denganmengatur akses
ke informasi melalui mekanisme“authentication” dan “access
control”.Implementasi dari mekanisme ini antara lain dengan
menggunakan“password”.

Menurut Andrew Schneiter, Harold F. Tipton CISSP, Steven


Hernandez CISSP(2012),Access Control is the process of allowing
only authorized users, programs, or other computer systems (i.e.
networks) to observe, modify, or otherwise take possession of the
resources of a computer system. It is also a mechanism for limiting the
use of some resources to authorized users. Yang berarti access
39

controladalah sebuah proses yang hanya memperbolehkan user,


program, atau sistem komputer yang berwenang untuk melihat,
mengubah, atau mengambil alih sumber daya dari sistem komputer.
Juga sebuah mekanisme untuk membatasi bebeapa sumberdaya untuk
user yang berwenang.

Setelah membaca keterangan diatas penulis menarik kesimpulan,


bahwa access control adalah satu Aspek yang berhubungan dengan
carapengaturanakseskepada informasiyang hanya memperbolehkan
user, program, atau sistem komputer yang berwenang untuk melihat,
mengubah, atau mengambil alih sumber daya dari sistem komputer.
Penulis mengusulkan untuk membuatkan supervisor sebuah hak akses
dalam sistem yang hanya dapat melihat dan mencetak laporan pp.07,

Gambar 3.8 Diagram aktivitas sistem yang diusulkan.

dengan demikian setiap kali supervisor ingin melihat atau menyimpan


laporan pp.07, mereka hanya tinggal login kedalam sistem. Solusi
inidirasa dapat mengatasi kedua kendala yang penulis sebutkan di atas.