Anda di halaman 1dari 2

Iseng Sebut Warga dengan "PKI" di Facebook,

Seorang Pemuda Diamankan Polisi

Deni Deniz (27 tahun) seorang warga Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, diamankan Satuan
Reskrim Polres Kota Baubau, Sabtu (30/9/2017).

Ia diamankan karena secara sengaja menulis ujaran kebencian dalam akun media sosial
Facebook. Ia mengunggah status diakun Facebook pribadinya dengan kalimat menyebut
warga Baubau semuanya PKI “Orang Baubau Semuanya PKI”. Status itu diunggah Sabtu
dini hari. Postingannya tersebut mendapat reaksi keras dari para nitizen.

“Semalam kami mendapatkan informasi bahwa di salah satu media sosial ada seseorang yang
memosting suatu komentar tentang warga Baubau. Tentunya hal tersebut bisa mengundang
polemik,” kata Kapolres Baubau, AKBP Daniel Widya Mucharam, ketika diwawancarai oleh
tim Kompas.com di Kantornya, Sabtu (30/9/2017).

Anggota polisi yang mendapat informasi kemudian melacak keberadaan Deni Deniz dan
menciduk di rumahnya yang berada di Kelurahan Wangkanapi, Kecamatan Wolio, Kota
Baubau.

Ketika diperiksa polisi Deni Deniz mengaku hanya sebatas iseng menggunggah status
tersebut.

“Kami sangat memberi perhatian dengan pemberitaan akhir-akhir ini tentang ujaran
kebencian dan disitu akan ada potensi-potensi konflik, untuk itu kamu cepat bergerak untuk
kami amankan,” ujar Daniel.
Sementara itu, Deni Deniz yang tidak tamat sekolah dasar ini hanya bisa tertunduk lesu saat
sedang menjalani pemeriksaan penyidik. Tak banyak yang ia ucapkan saat diperiksa penyidik
polisi. “Tidak pak, saya hanya iseng saja. Saya sudah hapus (postingan di media sosial
facebook),” ucapnya.

Saat ini status Deni Deniz masih diamankan. Motifnya mengunggah tulisan itu juga masih
didalami di ruang penyidik Satuan Reskrim Polres Kota Baubau. Polisi juga tetap akan
memproses sesuai hukum yang berlaku. Deni Deniz yang juga warga Baubau tersebut juga
berpotensi dijerat Undang-Undang ITE Undang-Undang Nomer 11 Tahun 2008 tentang
informasi dan transaksi elektronik pasal 28 ayat (2).

Pelanggaran:

1. Undang-Undang Nomer 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik pasal
28 ayat (2) yang berbunyi:

Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk
menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat
tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)