Anda di halaman 1dari 8

KEJUJURAN

َّ ‫َّللاَ َوكُونُوا َم َع ال‬


َ ‫صا ِد ِق‬
‫ين‬ َ ‫َيا أَيُّ َها الَّذ‬
َّ ‫ِين آ َمنُوا اتَّقُوا‬
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah SWT, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang
benar.”
Al-Taubah: 119

Situasi:

1. Anda diamanahkan untuk menjaga 100 ekor lembu. Pada suatu hari, lembu tersebut tinggal 99 ekor. Seekor
tu hilang. Jadi, adakah anda mahu memberitahu tuan lembu bahawa anda gagal menjaga lembunya, atau
anda buat tidak tahu dan bertindak seolah-olah tiada apa-apa berlaku?
2. Anda sedang berada dalam dewan peperiksaan. Kawan sebelah anda sedang khusyuk meniru. Jadi, adakah
anda akan memberitahu pengawas peperiksaan ataupun anda turut sama meniru?
3. Anda diberi masa biji benih untuk disemai selama seminggu. Jika biji benih tersebut tumbuh menjadi anak
pokok, anda tidak akan dipecat dari pekerjaan anda. Namun, selepas seminggu anak benih anda tidak
tumbuh, bahkan biji benih tersebut dimakan semut. Jadi, adakah anda akan memberitahu majikan anda
bahawasanya anda tidak berjaya ataupun anda terus ke nurseri pokok dan membeli anak pokok?

Apakah Itu Kejujuran?

Dalam bahasa Arab, kata jujur sama maknanya dengan “ash-shidqu” atau “shiddiq” yang berarti nyata, benar, atau
berkata benar. Lawan kata ini adalah dusta, atau dalam bahasa Arab ”al-kadzibu”. Secara istilah, jujur atau ash-
shidqu bermakna: (1) kesesuaian antara ucapan dan perbuatan; (2) kesesuaian antara informasi dan kenyataan; (3)
ketegasan dan kemantapan hati.

Jujur dari segi bahasa adalah mengakui, berkata, atau pun memberi suatu informasi yang sesuai dengan apa yang
benar-benar terjadi/kenyataan. Dari segi bahasa, jujur dapat disebut juga sebagai antonim atau pun lawan kata
bohong yang artinya adalah berkata tau pun memberi informasi yang tidak sesuai dengan kebenaran.

Jika diertikan secara lengkap, maka jujur merupakan sikap seseorang ketika berhadapan dengan sesuatu atau pun
fenomena tertentu dan menceritakan kejadian tersebut tanpa ada perubahan/modifikasi sedikit pun atau benar-benar
sesuai dengan realita yang terjadi. Sikap jujur merupakan apa yang keluar dari dalam hati nurani setiap manusia dan
bukan merupakan apa yang keluar dari hasil pemikiran yang melibatkan otak dan hawa nafsu.

Jujur adalah sikap atau sifat seseorang yang menyatakan sesuatu degan sesungguhnya dan apa adanya, tidak di
tambahi ataupun tidak dikurangi. Sifat jujur ini harus dimiliki oleh setiap manusia, karena sifat dan sikap ini
merupakan prinsip dasar dari cerminan akhlak seseorang. Jujur juga dapat menjadi cerminan dari kepribadian
seseorang bahkan kepribadian bangsa. Oleh sebab itulah kejujuran bernilai tinggi dalam kehidupan manusia.

Kejujuran banyak dicontohkan terus oleh Rasulullah. Dapat kita ambil keteladanan dari Rasul kita Nabi Muhammad
saw. Yang memiliki sifat wajib bagi Rasul, salah satunya “amanah” yang berarti dapat dipercaya. Mengapa dapat
dipercaya ? Jawabannya karena kejujuran. Allah menyuruh kita untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak
menerimanya. Amanat berarti kepercayaan. Orang yang dipercaya tidak pantas untuk melakukan kebohongan.
Dalam Agama Islam, setidaknya dikenal lima jenis sifat jujur yang harus dimiliki oleh penganutnya, yaitu :
1. Shidq Al – Qalbi

Shidq Al – Qalbi merupakan sifat jujur yang penerapannya ada pada niat seorang manusia.
2. Shidq Al – Hadits

Shidq Al – Hadits merupakan sifat jujur yang penerapannya ada pada perkataan yang diucapkan oleh
manusia.
3. Shidq Al – Amal

Shidq Al – Amal merupakan sifat jujur yang penerapannya ada pada aktivitas dan perbuatan manusia.
4. Shidq Al – Wa’d

Shidq Al – Wa’d merupakan sifat jujur yang penerapannya ada pada janji yang diucapkan oleh manusia.
5. Shidq Al – Hall

Shidq Al – Hall merupakan sifat jujur yang penerapannya ada pada kenyataan yang terjadi dalam hidup
manusia.

Kejujuran adalah cara bagi kita untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Jika seseorang telah memiliki
kejujuran maka sesuatu yang wajar jika bila orang tersebut dapat dipercaya, diberi amanah, oleh orang ramai. Dan
amanat itu sendiri akan disampaikan kepada yang berhak menerimanya, bukan kepada orang yang tidak berhak
menerimanya. Orang yang jujur jugalah yang akan tenang dalam menjalani hidup di dunia yang fana ini. Betapa
hancurnya dunia akan sangat terasa apabila mayoritas orang-orang yang jujur sangat sedikit.

Jujur memang suatu kegiatan yang mudah, apalagi bagi kita yang memiliki iman dan ketakwaan yang kuat kepada
Allah. Tapi sangat sulit bagi mereka yang makanan sehari-harinya berbohong . Kebohongan hanya akan membawa
malapetaka bagi kehidupan kita di dunia maupun di akhirat kelak. Sekali berbohong ketahuan, maka jangan heran
jka kepercayaan orang akan luntur kepada kita.

Berperilaku jujur, tidak akan merugikan kita. Justeru, banyak hal yang dapat kita ambil dari kejujuran. Kejujuran
membawa manfaat yang begitu banyak, antara lain dapat membuat seseorang menjadi dapat dipercaya, disenangi
orang lain, mudah mendapat lapangan pekerjaan, dan yang paling penting adalah dicintai oleh Allah swt. Kejujuran
dapat memudahkan seseorang dalam mendapatkan pekerjaan karena kejujuran adalah poin penting dari kepribadiaan
seseorang yang dapat dijadikan pedoman dalam menjalankan semua pekerjaannya.

MANFAAT KEJUJURAN

1 . Orang jujur akan dipercaya.

Orang jujur akan dipercaya karena ia memiliki sifat dan sikap suka berterus terang, berbicara atau berbuat apa
adanya , tidak terjadi penambahan ataupun pengurangan kata dalam menyampaikan amanat seseorang.

2 . Orang jujur disayangi rakan.

Hal ini dapat dilihat pada kehidupan kita sehari-hari. Semua orang tidak ada yang suka pada pembohong dan
pendusta. Sebaliknya orang sangat menyukai orang yang memiliki sifat jujur, bicara apa adanya, dan tidak
berbohong. Oleh karena itu orang yang selalu berkata jujur memiliki banyak teman yang sangat sayang kepadanya.
3 . Orang jujur mudah dalam mendapatkan pekerjaan.

Hal ini dapat dimengerti, sebab tidak seorang pun pemimpin suatu syarikat, mau menerima calon pegawai di
syarikatnya, apabila sudah jelas-jelas orang itu pembohong dan pendusta. Jika diterima, berarti sudah merupakan
konsekuensi dari perusahaan yang telah menerima seorang pembohong tersebut dan siap-siap menjadi korban
kebohongan orang tersebut.

4. Kejujuran mendatangkan kebahagiaan

Sangat sulit memang untuk selalu bersikap jujur. Namun, ini adalah jalan terbaik untuk bisa merasakan kebahagiaan.
Akan tetapi, hendaknya kejujuran juga disertai dengan pola pikir yang dewasa agar kejujuran yang kita lakukan
tidak menyinggung perasaan orang lain karena apa yang kita lakukan atau ucapkan.

5. Kejujuran mendatangkan simpati

Ada kisah seorang petugas kebersihan memperoleh hadiah sebuah motosikal karena dia mengembalikan bungkusan
yang ternyata di dalamnya berisi wang ratusan 1 juta. Mungkin ada sebagian dari anda berpikir mengapa
dikembalikan, hadiah motosikal tidak sebanding dengan nominal wang yang ada di dalamnya. Namun, bagi si
petugas tersebut wang bukanlah segala-galanya. Yang dia tahu bahawa wang tersebut bukanlah miliknya dan pasti
orang yang kehilangan sedang mengalami depresi berat. Dari kebaikan dan teladan si petugas akhirnya banyak
orang merasa simpati kepadanya, hingga terdengar sampai ke orang atasan dan akhirnya mengangkat petugas
tersebut menjadi pekerja tetap pada posisi yang lebih baik.

6. Kejujuran mendatangkan ketenangan

Dengan selalu bersikap jujur tidak hanya kebahagiaan yang bisa kita rasakan, tapi juga ketenangan. Hal ini karena
kita tidak perlu merasa takut karena merasa dikejar-kejar sesuatu akibat kebohongan yang kita lakukan. Oleh sebab
itu, berusahalah meninggalkanlah apa yang meragukan menuju ke perkara yang tidak meragukan, sesungguhnya
jujur adalah ketenangan sedangkan dusta adalah keraguan.

7. Kejujuran mendatangkan pahala

Tuhan tidak pernah tinggal diam dan pasti akan membalas kita dengan pahala yang yang berlimpah jika kita bisa
selalu bersikap jujur dalam kehidupan ini.

9. Kejujuran mendatangkan rasa percaya diri

Dengan bersikap jujur kita akan selalu merasa optimis dalam melakukan segala sesuatu meskipun hasil yang
diperoleh mungkin tidak memuaskan. Namun, di balik itu semua kita tidak perlu merasa takut akibat dibayang-
bayangi oleh perasaan bersalah dari perbuatan yang kita lakukan.

10. Kejujuran mendatangkan kedamaian

Dalam beberapa kasus ketidakjujuran sering menjadi sumber utama perselisihan dengan orang lain. Sebagai contoh,
fakta terbaru terungkapnya dugaan kasus kecurangan pada proses pemilihan pegawai daerah beberapa waktu yang
lalu di Kalimantan Tengah diwarnai dengan perkelahian di antara masing-masing kubu pendukung calon kepala
daerah. Hal ini patut disayangkan sekali, padahal bila masing-masing pihak mampu besikap jujur dan tidak
melakukan kecurangan dengan cara menyuap ataupun memanipulasi data, maka perkelahian pasti bisa dihindari
sehingga memungkinkan bagi terciptanya kedamaian.

11. Kejujuran menciptakan keluarga yang bahagia

Dampak bersikap jujur di dalam rumah tangga membuat seluruh anggota keluarga bisa merasakan kenyamanan, hal
ini karena setiap orang tidak perlu merasa harus menyembunyikan sesuatu jika sedang menghadapi permasalahan.

12. Menghindarkan seseorang dari tuduhan-tuduhan yang merugikan

Kita hidup di dunia di mana berbagai macam karakter orang tinggal di dalamnya. Di manapun kita berada hedaknya
segala yang kita lakukan dilandasi dengan kejujuran supaya kita terhindar dari tuduhan-tuduhan palsu yang dapat
merugikan kita.

KEBURUKAN TIDAK JUJUR

Seorang muslim yang baik wajib memiliki sifat jujur, dan diharamkan baginya untuk melakukan kebohongan, baik
itu dalam ucapan maupun perilakunya. Apa itu berbohong? Berbohong adalah menyatakan sesuatu yang tidak sesuai
dengan kenyataan yang terjadi atau apa yang diucapkan hanyalah mengada-ngada. Penyakit berbohong telah
berkembang diberbagai lapisan masyarakat di semua zaman. Meskipun mereka mengetahui adanya berbagai
konsekwensi yang harus ditanggung dari perbuatan tersebut, akan tetapi bagi sebagian kalangan berbohong sudah
menjadi kebiasaan mereka, dan mereka sulit untuk meninggalkan perbuatan tersebut. Apa sajakah akibat dari
seringnya berbohong? Dan bagaimanakah pandangan islam mengenai fenomena tersebut?

Pandangan Islam Tentang Berbohong

Islam sangat mengharamkan perbuatan berbohong atau dusta, karena perbuatan tersebut merupakan penyebab
timbulnya kejelekan serta kerendahan bagi umat manusia. Jadi mereka yang suka berbohong, islam menganggap
bahwa itu adalah perilaku orang yang tidak beriman. Allah SWT berfirman :

    


     
 
Artinya “Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah oran gyang tidak beriman kepada ayat-ayat
Allah, dan mereka itulah pembohong.” (QS. An-Nahl ayat 105)

Dan Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam telah menganggap orang-orang yang suka berbohong sebagai golongan
orang-orang munafik.

َ َ‫ع َد أ َ ْخل‬
َ‫ َو ِإذَا اؤْ تُمِ نَ خَان‬، ‫ف‬ َ ‫ َو ِإذَا َو‬، ‫ب‬
َ َ‫َّث َكذ‬
َ ‫الث ِإذَا َحد‬ ِ ِ‫ _( آيَة ُ ْال ُمنَاف‬: ‫) قال رسول هللا صلى هللا عليه وسلم‬
ٌ َ‫ق ث‬
Artinya “Tanda orang munafik ada tiga: berkata bohong, ingkar janji, mengkhianati amanah.” (HR Bukhari &
Muslim)

Akan tetapi, dalam beberapa kondisi atau situasi, islam membolehkan perbuatan tersebut untuk dilakukan.
Sebagaimana firman Allah SWT berikut :

      


    
    
     
 
Artinya “Barangsiapa kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang
yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), tetapi orang yang
melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan mereka akan mendapat azab yang
besar.” (QS. An Nahl ayat 106)
Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam juga pernah bersabda :

ْ ُ‫ب َو ْال َكذِبُ ِلي‬


َ‫ص ِل َح َبيْن‬ ِ ‫ضيَ َها َو ْال َكذِبُ فِى ْال َح ْر‬
ِ ‫الر ُج ُل ا ْم َرأَتَه ُ ِلي ُْر‬ ٍ َ‫َّللا صلى هللا عليه وسلم « الَ يَحِ ُّل ْال َكذِبُ إِالَّ فِى ثَال‬
ُ ‫ث يُ َحد‬
َّ ‫ِث‬ ُ ‫قَا َل َر‬
ِ َّ ‫سو ُل‬
‫اس‬ِ َّ‫» الن‬

Artinya “Setiap kebohongan itu terlarang bagi anak cucu Adam kecuali : (H.R Tirmizi)

 Dalam peperangan, karena peperangan adalah tipu daya


 Menjadi juru damai di antara dua orang yang sedang bertikai
 Suami berbohong untuk menyenangkan istri.”

Berbagai macam konsekuensi akan muncul akibat perbuatan berbohong yang dilakukan oleh seseorang, baik yang
berasal dari Allah SWT maupun dari sesama manusia sendiri. Adapun masalah yang bisa ditimbulkan akibat orang
yang sering berbohong dengan adanya ciri ciri orang berbohong yang dapat merugikan diri sendiri di antaranya :

1. Hilangnya petunjuk yang diberikan oleh Allah SWT

Islam telah mengharamkan perbuatan berbohong, karena itu termasuk ke dalam dosa besar. Dan Allah SWT tidak
akan memberikan petunjuk-Nya kepada orang-orang seperti itu. Dalam sebuah ayat Al-Quran, Allah SWT
berfirman, yang artinya “Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas, lagi
pendusta.” (QS. Al- Mu’min ayat 28)

2. Allah SWT melaknat orang-orang yang suka berbohong lagi pendusta

Allah SWT berfirman :


َ‫َّللاُ َم َرضًا َولَ ُه ْم َعذَابٌ أ َ ِلي ٌم بِ َما كَانُوا يَ ْك ِذبُون‬ ٌ ‫فِي قُلُوبِ ِه ْم َم َر‬
َّ ‫ض فَزَ ا َد ُه ُم‬

Artinya “dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih,
disebabkan mereka berdusta.” (QS. Al- Baqarah ayat 10)

3. Kebohongan akan menghantarkan pelakunya kepada api neraka

Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

ِ‫َّللا‬ َ ‫الصدْقَ َحتَّى يُ ْكت‬


َّ ‫َب ِع ْن َد‬ ْ َ‫ َو َما يَزَ ا ُل ال َّر ُج ُل ي‬،ِ‫ َوإِ َّن ْالبِ َّر يَ ْهدِي إِلَى ْال َجنَّة‬،‫الصدْقَ يَ ْهدِي إِلَى ْالبِ ِر‬
ِ ‫ص ُد ُق َويَت َ َح َّرى‬ ِ ‫ فَإ ِ َّن‬،‫ق‬ِ ‫الص ْد‬ ِ ِ‫علَ ْي ُك ْم ب‬ َ
َ ‫ِب َحتَّى يُ ْكت‬
‫َب‬ َ ‫ َويَت َ َح َّرى ْال َكذ‬، ُ‫الر ُج ُل يَ ْكذِب‬
َّ ‫ َو َما يَزَ ا ُل‬،‫ار‬ِ َّ ‫ن‬‫ال‬ ‫ى‬َ ‫ل‬‫إ‬
ِ ‫ِي‬‫د‬‫ه‬ْ ‫ي‬
َ ‫ور‬
َ ‫ج‬
ُ ُ ‫ف‬ ْ
‫ال‬ َّ
‫ن‬ ‫إ‬‫و‬ ،
َِ ِ‫ور‬ ‫ج‬
ُ ُ ‫ف‬ ْ
‫ال‬ ‫ى‬َ ‫ل‬‫إ‬
ِ ‫ِي‬ ‫د‬‫ه‬ْ ‫ي‬
َ ‫ِب‬
َ ‫ذ‬‫ك‬َ ْ
‫ال‬ ‫ن‬َّ ِ ‫إ‬َ ‫ف‬ ،‫ِب‬
َ ‫ذ‬‫ك‬َ ْ
‫ال‬‫و‬ ‫م‬‫ك‬ُ
َ ْ َِ ‫َّا‬ ‫ي‬ ‫إ‬‫و‬ ،‫ا‬ ً ‫ق‬‫ِي‬
‫د‬ ‫ص‬ ِ
‫َّللا َكذَّابًا‬
ِ َّ ‫ِع ْن َد‬

Artinya “Sesungguhnya kejujuran akan menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan itu akan menghantarkan
kepada surga. Seseorang yang berbuat jujur oleh Allah akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya
bohong itu akan menunjukkan kepada kelaliman, dan kelaliman itu akan menghantarkan ke arah neraka. Seseorang
yang terus menerus berbuat bohong akan ditulis oleh Allah sebagai pembohong.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Hilangnya kepercayaan dari orang-orang disekitarnya

Ini adalah akibat lain yang bisa ditimbulkan dari perbuatan berbohong, yaitu menghilangnya kepercayaan orang lain
kepada si pelaku kebohongan tersebut. Ingatlah, bahwa kepercayaan itu mahal harganya. Jadi jika kita
menginginkan orang lain mempercayai kita, maka jaga kepercayaan yang telah mereka berikan itu, yaitu dengan
senantiasa berkata dan berbuat jujur dalam keadaan apapun.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Christopher Gleeson, SJ dalam sebuah buku yang berjudul “Menciptakan
Keseimbangan, Mengajarkan Nilai dan Kebenaran” halaman 119. Di sana ia menyatakn bahwa Tidak ada hal lain
yang memerosotkan kepercayaan seperti hal berbohong, dan tanpa kepercayaan jaringan keluarga dan masyarakat
akan segera rontok. Keadaan itu pun boleh jadi menjadi tanda-tanda zaman bahwa anak-anak muda semakin jauh
dari kebenaran dalam situasi disipliner daripada generasi-generasi sebelumnya.

5. Dipulaukan dari masyarakat

Jika kepercayaan orang lain terhadap diri seseorang telah hilang, maka yang terjadi selanjutnya bisa jadi adalah
orang tersebut akan dikucilkan dari pergaulan di lingkungan tempat ia tinggal.

6. Kebohongan dapat berakibat pada timbulnya berbagai penyakit

Ketika seseorang sedang berbohong, pikirannya tidak akan pernah tenang dan akan selalu merasakan kecemasan dan
was-was. Hal ini bisa memicu timbulnya berbagai macam penyakit seperti depresi, obesitas, insomnia, dan berbagai
jenis penyakit lainnya. Dengan berbohong mungkin bisa menyelamatkan seseorang pada kondisi yang terjadi pada
saat itu, akan tetapi itu hanya untuk sementara waktu saja. Sedangkan dampak dari kebohongan itu, nantinya justru
akan dirasakan oleh si pelaku selamanya.
AKIBAT JIKA KITA TIDAK MEMBIASAKAN BERSIKAP JUJUR

1. Tidak Tenang

Yang pertama kali terjadi ketika kita tidak jujur adalah ketidaktenangan,ketidaktenangan akan mendekat ke diri kita
saat kita berbohong.Walaupun orang lain tidak sadar akan kebohongan kita tetapi kita tidak mampu mengaburi hati
sendiri tentang sikap kita.Bener atau bener?

2. Tidak Disenangi Orang Lain

Kehidupan kita sentiasa dikelilingi oleh banyak orang.Seperi: Keluarga,sahabat,tetangga dan lain-lain.Kalau sekali
kita berbohong dengan mereka mungkin merekaakan memaafkan kita.Tetapi kalau berkali-kali mereka kita bohongi
pasti mereka tidak akan sanggup untuk menerima alasan kita,walaupu alasan itu sudah dipikir 7 hari 7 malam.
Mereka akan menjauhkan diri kita,karena hati mereka sudah pernah kita beri rasa kebohongan.

3. Tidak Diberi Pengakuan

Sikap tidak jujur juga menyebabkan prestasi kita buruk.Mereka sudah tidak akan percaya kepada kita apalagi untuk
memberikan pengakuan dalam sesuatu.

4. Jadi Kebiasaan (alah bisa tegal biasa)

Kelakuan pasti akan jadi kebiasaan.Apabila sudah berkali-kali menciptakan sebuah alasan akhirnya kita akan jadi
terbiasa. Setan telah berjaya mempamerkan keberhasilannya dalam menggoda kita. Apabila hati suah diselaputi
titik-titik hitam dan titik itu tidak dibersihkan akhirnya hati kita tertutup dari cahaya-cahaya kebenaran.Akhirnya
tiada ketenangan dalam jiwa dan hidup tidak akan berkah.
Nah sahabat2ku tersayang jika kamu tidak ingin mengalami hal2 seperti itu maka mulai dari sekarang biasakanlah
bersikap jujur

RASULULLAH TIDAK BERBOHONG DALAM BERGURAU

Ahmad meriwayatkan dari Anas bin Malik, “Seorang datang pada Nabi saw. Dan meminta pada beliau untuk
dinaikkan kendaraan, Rasulullah saw. menjawab, ‘Aku akan menaikkan kamu pada anak unta.’ Lelaki itu menukas,
Wahai Rasulullah, apa yang aku perbuat dengan anak unta?’ Rasulullah menjawab, Tidakkah unta hanya melahirkan
anak unta (Maksudnya, bukankah anak unta itu juga unta).’” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi)
At-Tirmidzi mengeluarkan dalam bab Syamail bahwa Hasan berkata, “Seorang nenek-nenek mendatangi Nabi saw.
dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, doakanlah pada Allah agar memasukkan aku ke surga.’ Beliau menjawab, Wahai
Ummu Fulan, sesungguhnya perempuan tua tidak masuk ke dalam surga.’ Maka perempuan tua itu berpaling dan
menangis. Beliau bersabda, ‘Beri tahu ia bahwa ia tidak akan masuk surga dalam keadaan tua. Allah
berfirman, ‘Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan
mereka gadis-gadis perawan.”‘ (al-Waaqi’ah: 35-36)