Anda di halaman 1dari 10

SOLAR WATER HEATER SYSTEM

( Teknik Konversi Energi )

Disusun Oleh :

Subkhan Nur Ikhsan. (2014-013-0157)


Rizal Nazarrudin (2014-013-0168)
Septian Harry Nugroho (2014-013-0164)
Irkham Dwi Yogyantara (2014-013-0174)
Syaifudin Zuhri (2014-013-0173)

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2016
ABSTRAK

Solar collector adalah alat pemanas air yang menggunakan tenaga surya sebagai sumber
pemanas. Solar collector sendiri dibagi ke dalam tiga jenis berdasarkan temperatur kerjanya,
yaitu solar collector temperatur rendah, menengah, dan tinggi. Solar collector temperatur
rendah biasanya bertipe unglazed flat plate collectors (kolektor pelat datar tanpa kaca) dan
memiliki temperatur kerja 50 -300, yang biasa digunakan untuk kolam renang atau keperluan
agrikultur. Solar collector temperatur menengah adalah flat-plate collectors (kolektor pelat
datar) dengan kotak terisolasi dan satu atau dua buah kaca isolasi yang memiliki temperatur
kerja 150 -2000 F diatas temperatur ambient, kolektor tipe ini adalah yang paling umum dan
banyak digunakan untuk memanaskan air skala rumah tangga. Solar collector temperatur tinggi
adalah modifikasi dari solar collector temperatur menengah, dengan berbagai jenis pelat
penyerap panas dan isolasi yang lebih baik, dan dapat ditambahkan berbagai alat yang dapat
meningkatkan kinerja dari solar collector seperti solar tracker.

Jenis-jenis solar collector temperatur tinggi diantaranya adalah evacuated-tube flat plate types
(tipe pelat datar pipa terevakuasi), parabolic dish reflector types (tipe reflektor parabola
terbuka), parabolic trough types (tipe parabola beralur), dan modified parabola types (tipe
parabola modifikasi).

Di laboratorium mesin jurusan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,


terdapat sebuah solar collector bertipe solar ”flat plate active open loop” hot water heating
system (sistem pemanas air tenaga matahari tipe pelat datar siklous aktif terbuka). Pemanas
tersebut digunakan sebagai media praktik. Penelitian ini bertujuan untuk membuat solar
collector baru yang memiliki tingkat effisiensi dan efektivitas yang lebih baik dari yang sudah
ada.

Peningkatan effisiensi tersebut selain dengan cara mengubah bentuk pipa dalam kolektor dari
pipa vertikal menjadi pipa U. Pipa U tersebut terbuat dari tembaga sehingga dapat
memudahkan terjadinya perpindahan panas dari pelat penyerap kalor menuju air didalam pipa.
Solar collector ini akan dilengkapi oleh kontrol temperatur menggunakan mikrokontroler
ADVANTECH USB-4718. Kontrol ini berfungsi untuk memaksimalkan kinerja dari solar
collector yang dibuat. Keywords: pemanas air, solar collector, mikrokontroler.
PENDAHULUAN

Solar collector adalah alat pemanas air yang menggunakan tenaga surya sebagai sumber
pemanas. Solar collector sendiri dibagi ke dalam tiga jenis berdasarkan temperatur kerjanya,
yaitu solar collector temperatur rendah, menengah, dan tinggi. Solar collector temperatur
rendah biasanya bertipe unglazed flat plate collectors (kolektor pelat datar tanpa kaca) dan
memiliki temperatur kerja 50 -300 , yang biasa digunakan untuk kolam renang atau keperluan
agrikultur. Solar collector temperatur menengah adalah flat-plate collectors (kolektor pelat
datar) dengan kotak terisolasi dan satu atau dua buah kaca isolasi yang memiliki temperatur
kerja 150 -2000 F diatas temperatur ambient, kolektor tipe ini adalah yang paling umum dan
banyak digunakan untuk memanaskan air skala rumah tangga. Solar collector temperatur tinggi
adalah modifikasi dari solar collector temperatur menengah, dengan berbagai jenis pelat
penyerap panas dan isolasi yang lebih baik, dan dapat ditambahkan berbagai alat yang dapat
meningkatkan kinerja dari solar collector seperti solar tracker. Jenis-jenis solar collector
temperatur tinggi diantaranya adalah evacuated-tube flat plate types (tipe pelat datar pipa
terevakuasi), parabolic dish reflector types (tipe reflektor parabola terbuka), parabolic trough
types (tipe parabola beralur), dan modified parabola types (tipe parabola modifikasi).

Di laboratorium mesin Jurusan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,


terdapat sebuah solar collector bertipe solar ”flat plate active open loop” hot water heating
system (sistem pemanas air tenaga matahari tipe pelat datar siklous aktif terbuka). Pemanas
tersebut digunakan sebagai media praktik. Penelitian ini bertujuan untuk membuat solar
collector baru yang memiliki tingkat effisiensi dan efektivitas yang lebih baik dari yang sudah
ada.

Pipa U tersebut terbuat dari tembaga sehingga dapat memudahkan terjadinya perpindahan
panas dari pelat penyerap kalor menuju air didalam pipa. Solar collector ini akan dilengkapi
oleh kontrol temperatur menggunakan mikrokontroler ADVANTECH USB-4718. Kontrol ini
berfungsi untuk memaksimalkan kinerja dari solar collector yang dibuat.

Cara kerja dari alat ini adalah dengan cara membandingkan suhu yang keluar dari water storage
(tanki) dengan suhu yang kita inginkan. Suhu masuk tanki dari solar collector berkisar 150 -
2000 F, jika suhu yang akan digunakan untuk keperluan sehari-hari mencukupi maka kontrol
akan langsung mengalirkan air dari tanki menuju sumber penggunaan, tetapi jika suhu air
kurang dari temperatur standar maka kontrol akan otomatis menutup pipa saluran air yang
langsung menuju sumber penggunaan dan mengalihkan air ke pipa yang menuju re-heater
(pemanas ulang) untuk dipanaskan terlebih dahulu.

Penelitian ini bertujuan untuk meredesain solar collector lama dengan sistem yang baru yang
lebih effisien dan efektif dan menambahkan sistem kontrol berbasiskan mikrokontroler
ADVANTECH USB-4718 untuk meningkatkan kinerja solar collector di laboratorium mesin.
Masalah yang akan diangkat dalam laporan Penelitian ini dibatasi pada pembuatan solar
collector dengan ukuran 135x120x10cm tipe solar ”flat plate active open loop” hot water
heating system (sistem pemanas air tenaga matahari tipe pelat datar siklus aktif terbuka) dengan
pipa berbentuk U, dan menggunakan tambahan kontrol menggunakan mikrokontroler
ADVANTECH USB-4718 untuk meningkatkan kinerja dari solar collector yang dibuat.
Pemanas air yang digunakan adalah pemanas air tenaga surya dengan siklus aktif terbuka. Air
dari tanki penyimpanan disalurkan melalui pipa menuju collector (kolektor) yang kemudian
dipanaskan oleh matahari. Sistem ini disebut aktif karena menggunakan sebuah pompa kecil
untuk menyalurkan air dari tanki penyimpanan menuju collector untuk dipanaskan dan air
panas dari collector masuk kembali ke dalam tanki. Pompa ini bekerja secara otomatis
menggunakan thermostat diferensial elektrik. Pompa ini membaca suhu pada collector dan
tanki penyimpanan, pada saat suhu di collector lebih tinggi dari suhu tanki pompa akan secara
otomatis bekerja mengalirkan air.

Sehingga air yang mengalir dapat menangkap energi panas dari matahari. Pemanas air yang
lama memiliki sistem pelat datar (flat plate) dimana pipa vertikal diletakan didalam kolektor
berbentuk kotak kaca, air yang akan dikonduksikan panasnya melewati pipa yang berada di
bawah pelat penyerap kalor (black body), sehingga panas dari pelat akan dikonduksikan
kedalam air yang terdapat didalam pipa. Dengan mengubah bentuk pipa yang mengalir menjadi
bentuk U, sehingga diharapkan fluida akan lebih lama terkena panas matahari dan mendapatkan
pemanasan secara maksimal.

Air dingin yang sudah di panaskan dengan solar collector lalu masuk ke dalam water storage,
di dalam water storage air panas di jaga suhunya agar tidak cepat kehilangan panas. Pada
umumnya air dari water storage langsung di hubungkan ke beban-beban pemakaian, tapi
disini ada sedikit perbedaan yaitu apabila suhu air panas yang keluar dari water storage
dibawah suhu yang kita harapkan (set point), maka air tersebut akan masuk terlebih dahulu ke
electric heater, disini electric heater berfungsi sebagai sebagai pemanas ulang (reheater) agar
suhu air panas dapat mencapai set point-nya, dalam pengaturan katup-katup secara otomatis
untuk menentukan apakah air panas harus masuk ke reheater terlebih dahulu atau langsung ke
beban pemakaian, dan untuk aktivasi electric heater diatur oleh kontrol tersebut.

Diharapkan dengan penambahan kontrol ini penggunaan solar collector akan lebih efektif dan
effisien baik dari segi konsumsi energi listrik untuk reheater maupun penggunaan air panas
sesuai kebutuhan. Kontrol tersebut bekerja otomatis dan membantu memudahkan
penggunaan dari solar collector.
SKEMA ALAT DAN BAHAN

 Solar collector
Untuk menyerap energi panas dari matahari yang berguna untuk memanaskan
air

 Data Akusisi
Untuk membaca temperatur dari berbagai tempat.

 Pyranometer
Untuk membaca radiasi UV Matahari
 Thermometer lingkungan
Untuk mengukur suhu lingkungan sekitar area Riset

 Anemometer
Untuk mengukur kecepatan angin sekitar lingkungan.

 Thermo Reader
Untuk mengukur perpindahan panas secara konveksi, diukur permenit
 Thermo leader
Untuk membaca data suhu dari termokopel

 Tabung
Untuk menampung air

 Flow meter
Untuk mengukur kecepatan laju air
 Thermo Couple
Untuk mengukur suhu pada suatu lokasi

 1 Set Komputer
Untuk memproses data-data yang tercatat darisemua pengamatan dan pengukuran.
SKEMA ALUR SOLAR WATER HEATER SYSTEM

 Skema alur sistem kerja dari “Solar Water Heater”dari awal pemanasan hingga jadi
air hangat, yaitu;

1. Radiasi gelombang infrared yang berasal dari matahari akan tertangkap oleh
solar collector, gelombang panas tersebut yang nantinya akan digunakan untuk
memanaskan air dari tabung dan akan masuk ke sudu-sudu celah dari solar
collector.
2. Setelah suhu mencapai titik didih/hangat maka suhu air yang lebih tinggi akan
otomatis mengalir ke Drum water saver, disana terdapat sebuah tongkat
tabung berongga dari material tembaga yang didalamnya terdapat parafin,
tabung yang berisi parafin ini berguna untuk menyimpan panas air yang telah
di proses pada solar collector dan nantinya panas cadangan pada tongkat
tembaga ini akan memanaskan air ketika cuaca mendung atau sinar mataharinya
talah berkurang.
3. Untuk mencatat suhu yang didapat pada masing-masing komponen dapat
termonitoring dari komputer yang telah terhubung oleh beberapa titik yang
telah terpasang Thermo Couple yang terhubung oleh Thermo Leader yang
langsung terkoneksi dikomputer.
4. Untuk mencatat beberapa besar suhu lingkungan sekitar maka terdapat alat
bernama Thermo surface dimana alat tersebut telah terhubung langsung oleh
Thermo Reader.
5. Untuk mencatat besar Radiasi sinar UV maka digunakan alat Pyranometer.
6. Dan untuk mengetahui besar kecilnya kecepatan aliran udara maka digunakan
alat bernama Anemometer yang telah terkoneksi juga dengan komputer.
7. Setelah air pada drum water saver ini mencapai suhu maksimal (50’C - 60’C)
maka air tersebut sudah dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga seperti
mandi.
Kesimpulan

Dari pengambilan data kemarin mengenai komponen dan sistem kerja dari ”Solar
Water Heater”,

1. Bahwa kemampuan pemanasan dari solar panel system sangat bergantung pada
cuaca, jika cuaca cerah bersih maka hasil energi yang didapat lumayan besar,namun
jika cuaca mendung energi yang didapat sangat minim dan kurang maksimal.
2. Pemakaian Solar water heater sangat ramah lingkungan karena tidak menimbulkan
berbagai macam jenis polusi. Namun harga dari alat tersebut lumayan mahal.
3. Penggunaan alumunium foil pada sisi tabung dapat mengurangi panas yang
terbuang karena konveksi dengan udara lingkungan.