Anda di halaman 1dari 3

104

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Pelaksanaan praktik komunitas dilapangan tidak meninggalkan konsep proses

keperawatan yaitu pengkajian, perencanaan, intervensi dan evaluasi kegiatan

yang terstruktur.
2. Diagnosa kesehatan keperawatan komunitas yang spesifik berdasarkan

NANDA:
a. Defisiensi kesehatan komunitas
b. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan lingkungan
c. Ketidakefektifan manajemen terapiutik lansia
d. Risiko defisiensi kesehatan komunitas remaja
e. Kesiapan meningkatkan pemberian ASI
f. Kesiapan peningkatan proses kehamilan dan persalinan
g. Kesiapan meningkatkan manajemen kesehatan balita
h. Kesiapan meningkatkan hubungan
3. Pendidikan kesehatan yang telah diberikan kepada masyarakat untuk

meningkatkan kesehatan komunitas yaitu:


a. Pendidikan kesehatan tentang KB dan kebersihan vagina
b. Pendidikan kesehatan tentang pentingnya lahir di tenaga kesehatan
c. Pendidikan kesehatan tentang antenatal care (ANC)
d. Pendidikan kesehatan tentang tanda bahaya kehamilan
e. Pendidikan kesehatan tentang ASI-Ekslusif
f. Pendidikan kesehatan tentang nutrisi ibu menyusui
g. Pendidikan kesehatan tentang imunisasi
h. Pendidikan kesehatan kesehatan reproduksi remaja
i. Pendidikan kesehatan tentang PHBS (cuci tangan)
j. Pendidikan kesehatan tentang rumah sehat
k. Pendidikan kesehatan tentang tehnik pembuangan sampah
l. Pendidikan kesehatan tentang DBD
4. Kegiatan yang telah dilaksanakan:
a. Pelaksanaan PSN di Dusun Darungan dan Krajan
b. Penempelan stiker tentang DBD
105

c. Sosialisasi pembuangan sampah

B. Saran
Demi kesuksesan dan keberlangsungan praktik lapangan keperawatan komunitas

dan perkembangan keperawatan sendiri maka disarankan:


1. Untuk mengoptimalkan persiapan mahasiswa dengan pembinaan dan

bimbingan yang intensif pra terjun ke lapangan dengan konsep bimbingan

yang telah terstruktur rapi dan baku, baik dari segi mekanisme bimbingan

maupun konsep-konsep keperawatan komunitas dan keluarga sendiri.


2. Untuk memperlebar jangkauan kerjasama dengan berbagai instansi sehingga

mempermudah mahasiswa dalam pelaksanaan praktik lapangan keperawatan

komunitas, maka diharapkan adanya kerjasama antara Prodi Ners

Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jember dengan pihak-pihak terkait

dengan model kontrak kerja atau waktu tentang keberadaan praktik lapangan

keperawatan komunitas diwilayah kerja puskesmas yang telah ditentukan.


3. Diharapkan mahasiskan lebih meningkatkan kemampuan dan menambah

bekal tentang konsep keperawatan komunitas dan keluarga, sehingga terdapat

optimalisasi kinerja dalam melaksanakan praktik lapangan keperawatan

komunitas.
4. Mahasiswa diharapkan mempunyai konsep yang lebih tentang

pengorganisasian masyarakat dengan berbagai alternatif pendekatan, sehingga

akan lebih mempermudah pelaksanaan praktik lapangan dimasyarakat.


5. Sebagai penunjang program kegiatan puskesmas, diharapkan adanya

kerjasama yang baik dan bimbingan secara intensif dari puskesmas untuk

mahasiswa maupun kelompok kerja kesehatan yang ada di masyarakat yang

kami rasakan selama praktek sangat kurang sekali.


106

6. Diharapkan adanya tindak lanjut dari program-program yang telah terbentuk

selama mahasiswa praktek komunitas khususnya di Desa Panti Kecamatan

Panti.