Anda di halaman 1dari 23

1

ANALISA PENGARUH PERTUMBUHAN PENJUALAN DAN AKTIVA


LANCAR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN
INDUSTRI BARANG KONSUMSI DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat- Syarat

Guna Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi

Diajukan Oleh:

AGUS SURYADI
NPM.0912.11.0233

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS TRIDINANTI
PALEMBANG
2013
2

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Di era globalisasi pasar modal memiliki peran penting dalam
perkembangan dunia usaha dan kegiatan perekonomian di suatu Negara yang
telah menjadi sumber pendanaan alternative bagi suatu perusahaan sebagai
sumber pembiayaan modern, salah satu keunggulan penting dalam pasar modal
dibandingkan dengan lembaga keuangan (bank) adalah mendapatkan dana tanpa
memberikan agunan (jaminan) melainkan dengan menunjukkan prospek yang
baik pada perusahaan maka sekuritas perusahaan tersebut akan laku dijual di
pasar modal.
Perkembangan pasar modal tidak hanya berkembang di negara maju saja
melainkan di negara berkembangpun sudah sangat pesat perkembangannya.
Karena dari negara maju maupun negara berkembang memiliki kepentingan
yang sama -sama didasari oleh kerjasama saling menguntungkan dimana negara
maju memiliki modal dan teknologi yang canggih, sedangkan negara
berkembang memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia cukup
banyak. Hal tersebut dapat memberikan kerjasama yang saling menguntungkan
karena negara berkembang membutuhkan modal dan teknologi untuk mengelola
sumber daya alam dan sumber daya manusia, sedangkan negara maju
membutuhkan tempat investasi agar modalnya dapat berkembang dengan baik.
Di era globalisasi, tidak hanya di negara industri barat (negara maju)
yang memiliki pasar modal tetapi di negara berkembangpun banyak yang
memiliki pasar modal seperti di Indonesia, kegiatan pasar modal diatur dalam
Undang - Undang Pasar Modal nomor 8 tahun 1995 dan kemudian kegiatan
pasar modal di Indonesia mulai aktif kembali seiring dengan berjalannya era
globalisasi yang diawali oleh perubahan sistem ekonomi komunis ke sistem
ekonomi pasar.
Perkembangan pasar modal Indonesia tidak terlepas dari bursa efek,
terbukti se telah resmi dimulai pada tahun 1977 pada saat perusahaan PT.
3

Semen Cibinong menerbitkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang


sekarang ini dikenal dengan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada awalnya pasar modal di Indonesia sangat lambat, karena sampai
dengan tahun 1988 hanya terdapat 24 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek
Jakarta (BEJ) tetapi dengan berjalannya waktu hingga saat ini jumlah
perusahaan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) semakin meningkat, dengan
berkembangnya pasar modal menimbulkan kebanggaan karena mampu menarik
perusahaan memanfaatkan dananya dari Bursa Efek.
Dengan banyaknya perusahaan yang telah go public dan telah terdaftar
di Bursa Efek Indonesia (BEI) salah satu diantaranya adalah perusahaan
manufaktur (industri barang konsumsi). Alasan obyek penelitian ini pada
perusahaan manufaktur (industri barang konsumsi) karena perusahaan tersebut
hampir tidak terpengaruh oleh fluktuasi perekonomian melainkan perusahan
tersebut akan tetap eksis dan bertahan, disebabkan oleh produk yang
dihasilkannya. Karena permintaan akan produk yang dihasilkan perusahaan
manufaktur akan tetap stabil walaupun ada suatu penurunan tidak berpengaruh
terhadap aktivitas perusahaan dalam menghasilkan laba yang optimal.
Menurut Akhmad Nurcahyadi dalam (www.vivanews.com, 28 maret
2013), mengatakan prospek industri barang - barang konsumsi (consumer
goods) yang masih menjanjikan dapat berdampak positif bagi pergerakan saham
di sektornya, termasuk PT indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang
memiliki sudut pandangan positif terhadap industry consumer goods di
Indonesia karena Indofood mampu membuktikan kinerja yang cukup baik di
tengah kondisi kekhawatiran pelemahan daya beli masyarakat. Hal ini
membuktikan bahwa perusahaan manufaktur (industri barang konsumsi) mampu
memberikan dampak yang positif terhadap pergerakan saham terbukti dengan
semakin banyaknya perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek
Indonesia (BEI).
Dan Indonesia merupakan salah satu target investasi dunia yang
diperlihatkan dengan semakin besarnya aliran dana asing yang masuk. Bahkan
sampai penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat rekor
4

terbaru menembus level psikologis hingga di level 5.026 dan menurut General
Manager Avrist Assurance Chris Bendl, animo di portofolio memperlihatkan
kepercayaan investor pada iklim investasi Indonesia (Media Indonesia, 28
Maret 2013).
Salah satu kegiatan investasi disuatu perusahaan adalah dengan
menerbitkan saham dan memperdagangkannya di pasar modal maka saham
tersebut mempunyai harga. Dimana harga dari suatu produk didasarkan pada
definisi klasik yaitu gambaran titik temu antara sisi penawaran dan sisi
permintaan Pasaribu (2008). Tetapi dalam menentukan harga saham tidak
cukup dilihat dari sisi permintaan dan penawaran melainkan ada beberapa faktor -
faktor yang mempengaruhi terbentuknya harga saham.
Untuk melakukan investasi dalam bentuk saham diperlukan analisis
untuk mengukur nilai saham, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal.
Tujuan analisis fundamental adalah menentukan apakah nilai saham berada pada
posisi undervalue atau overvalue. Saham dikatakan undervalue bilamana harga
saham di pasar saham lebih kecil dari harga wajar atau nilai yang seharusnya,
demikian juga sebaliknya Anastasia (2000).
Penelitian sebelumnya yang menghubungkan antara faktor fundamental
(rasio keuangan) dengan harga saham menunjukkan hasil yang variatif, baik itu
yang berpengaruh signifikan Handojo (2001); Azis (2005); Fakhrurozie
(2007); Pasaribu (2008) atau tidak berpengaruh sama sekali Kesuma (2009).
Dari hasil penelitian yang variatif dan fenomena yang terjadi mendorong untuk
dilakukannya penelitian lanjutan tentang hubungan atau pengaruh faktor - faktor
fundamental (rasio keuangan) dengan harga saham. Walaupun disadari bahwa
faktor - faktor fundamental itu sangat luas cakupannya tidak saja meliputi
kondisi internal perusahaan tetapi juga kondisi fundamental makro ekonomi
yang berada diluar kendali perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini dibatasi
hanya menganalisis faktor - faktor fundamental suatu perusahaan, yaitu meliputi
rasio pertumbuhan penjualan (Growth Sales),dan rasio aktiva lancar. Karena
dengan menganalisis rasio keuangan perusahaan akan dapat diketahui kinerja
dan prospek perusahaan di masa yang akan datang (Syahrir, 1995: 233)
5

dalam Ismiati (2003).


Perbedaan dengan penelitian sebelumnya adalah penambahan pada
proksi faktor fundamental yang tidak hanya terpaku pada profitabilitas tapi juga
pertumbuhan perusahaan, tingkat efisiensi perusahaan dan penambahan periode
penelitian. Dari uraian tersebut tampak bahwa terdapat perbedaan hasil
penelitian antara beberapa peneliti mengenai pengaruh faktor - faktor
fundamental yang mempengaruhi harga saham. Hal tersebut terjadi karena
perbedaan waktu dan objek penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
Berdasarkan kajian teori di atas, jurnal ekonomi dan review penelitian
terdahulu mengenai harga saham maka penelitian ini mengambil judul “
ANALISA PENGARUH PERTUMBUHAN PENJUALAN DAN AKTIVA
LANCAR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN
INDUSTRI BARANG KONSUMSI DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) ”.

1.2 Perumusan Masalah


Dari latar belakang yang telah dijelaskan, terdapat permasalahan yang
timbul adalah sebagai berikut :
a. Apakah pertumbuhan penjualan (Growth Sales), dan aktiva lancar
berpengaruh signifikan secara parsial (individu) terhadap harga
saham pada perusahaan industri barang konsumsi di Bursa Efek
Indonesia (BEI)?
b. Apakah pertumbuhan penjualan (Growth Sales), dan aktiva lancar,
berpengaruh signifikan secara simultan (bersama - sama) terhadap
harga saham pada perusahaan industri barang konsumsi di Bursa
Efek Indonesia (BEI) ?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah tersebut, disusun tujuan penelitian
ini sebagai berikut adalah :
a. Untuk membuktikan secara empiris pengaruh signifikan secara
parsial (individu) pertumbuhan penjualan (Growth Sales), dan aktiva
lancar terhadap harga saham pada perusahaan industri barang
6

konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI).


b. Untuk membuktikan secara empiris pengaruh signifikan secara
simultan (bersama - sama) pertumbuhan penjualan (Growth Sales),
dan aktiva lancar terhadap harga saham pada perusahaan industri
barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat
teoritis dan manfaat praktis adalah sebagai berikut :
a. Manfaat Teoritis
Dilihat secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi
sumbangan pemikiran untuk menambah pengetahuan dan pengalaman
dalam menganalisis laporan keuangan khususnya analisis rasio keuangan.
b. Manfaat Praktis
1) Bagi Investor
Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi para
investor atas informasi keuangan dalam melakukan pengambilan
keputusan untuk berinvestasi di pasar modal, dengan tujuan dapat
memperkecil risiko investor yang mungkin dapat terjadi sebagai akibat
dalam pembelian saham di pasar modal.
2) Bagi Perusahaan
Penelitian ini diharapkan menjadi sumber informasi apabila
perusahaan mengalami kesulitan keuangan dan menjadi alternatif bagi
perusahaan dalam mengambil suatu keputusan.
3) Bagi Penelitian Selanjutnya
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan oleh
pihak lain yang berkepentingan sebagai referensi maupun sebagai
bahan teori.
7

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kajian Teoritis
2.1.1 Pasar Modal
2.1.1.1 Pengertian Pasar Modal
Pasar modal merupakan salah satu sarana efektif untuk mempercepat
pembangunan suatu Negara dan perkembangan pasar modal memberikan
sumber investasi bagi investor (para pemodal) sekaligus memungkinkan upaya
diversifikasi dan membuka kesempatan lebih mengoptimalkan perolehan
penghasilan dari dana yang dimilikinya. Apabila para pemodal relatif terbatas
menanamkan dananya di bank seperti deposito dan instrument simpanan lainnya
yang terdapat di bank, maka dengan perkembangan pasar modal investor dapat
melakukan investasi dalam bentuk saham atau instrumen - instrumen keuangan
lain yang dapat menambah sumber investasinya dalam bentuk saham.
Pasar modal merupakan representasi yang tepat untuk menilai kondisi
perusahaan - perusahaan disuatu negara karena hampir semua industri terwakili
didalamnya. Oleh karena itu, perkembangan perekonomian suatu negara
terkadang diukur dari perkembangan pasar modal di negara tersebut. Pasar
modal dapat dikatakan sebagai pintu pertama untuk melihat industri - industri
yang ada dalam suatu negara.
Menurut Undang – undang Pasar Modal no.8 tahun 1995 dikutip
dari(www.bapepam.go.id) : ”Pasar modal adalah kegiatan yang bersangkutan
dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang
berkaitan dengan efek yang ditebitkannya, serta lembaga dan profesi yang
berkaitan dengan efek tersebut.Pasar modal bertindak sebagai penghubung antara
para investor dengan perusahaan ataupun institusi pemerintah melalui
perdagangan instrumen keuangan jangka panjang”.
Menurut Tandelilin (2001: 26), pasar modal adalah pertemuan antara
pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana
dengan cara memperjual belikan sekuritas. Dengan demikian, pasar modal juga
bisa diartikan sebagai pasar untuk memperjualbelikan sekuritas yang umummya
memiliki umur lebih dari satu tahun, seperti saham dan obligasi.
8

Dari beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa


pasar modal merupakan sarana bertemunya antara permintaan dan penawaran
atas instrumen jangka panjang yang bertujuan untuk memberikan sumber
pendanaan alternative bagi perusahaan selain lembaga keuangan lainnya (bank).

2.1.1.2 Peranan Dan Fungsi Pasar Modal


Pasar modal memiliki beberapa peranan dan fungsi yang sangat penting
bagi penyaluran dana dari pihak yang kelebihan dana dan pihak yang
kekurangan dana.
Menurut Sunariyah (2000: 7), pasar modal memiliki 5 (lima) aspek
peranan dalam suatu negara, yaitu :
a. Sebagai fasilitas melakukan interaksi antara pembeli dan penjual
untuk menentukan harga saham atau surat berharga yang
diperjualbelikan. Ditinjau dari segi lain, pasar modal memberikan
kemudahan dalam melakukan transaksi tanpa melalui tatap muka
(pembeli dan penjual bertemu secara tidak langsung).
b. Pasar modal memberikan kesempatan kepada para investor
memperoleh keuntungan (return) yang diharapkan.Keadaan tersebut
akan mendorong emiten untuk memenuhi keinginan para investor
untuk memperoleh hasil yang diharapkan.
c. Pasar modal memberikan kesempatan kepada investor untuk
menjual kembali saham yang dimilikinya atau surat berharga
lainnya. Dengan beroperasinya pasar modal, para investor dapat
melikuidasi surat berharga yang dimilikinya setiap saat. Apabila
pasar modal tidak ada maka investor terpaksa harus menunggu
pencairan surat berharga yang dimilikinya sampai dengan saat
perusahaan dilikuidasi.
d. Pasar modal menciptakan kesempatan kepada masyarakat untuk
berpartisipasi dalam perkembangan perekonomian. Masyarakat
mempunyai kesempatan untuk mempertimbangkan alternatif cara
penggunaan uang mereka. Selain menabung, juga dapat melakukan
investasi melalui pasar modal, yaitu dengan membeli saham
perusahaan publik.
e. Pasar modal mengurangi biaya informasi dan transaksi surat
berharga.
Bagi para investor, keputusan investasi harus didasarkan pada
tersedianya informasi yang akurat dan dapat dipercaya. Pasar modal dapat
menyediakan kebutuhan akan informasi bagi para investor secara lengkap.
Selain memiliki peranan, pasar modal juga memiliki beberapa fungsi
9

yang membuat lembaga ini memiliki daya tarik tersendiri, tidak saja bagi pihak
yang memerlukan dana (borrowers) dan pihak yang meminjamkan dana
(lenders), tetapi juga bagi pemerintah. Maka 4 (empat ) fungsi pasar modal,
antara lain :
a. Sebagai Sumber Penghimpunan Dana
Pasar modal berfungsi sebagai alternatif sumber penghimpunan dana
selain sistem perbankan yang dikenal sebagai media penghimpunan dana secara
konvensional. Bagi perusahaan yang melakukan perluasan usaha dapat
memperoleh kredit dari bank. Tetapi, bank memiliki keterbatasan dalam
menyalurkan kredit, karena dalam kegiatannya tersebut berkaitan dengan
jumlah uang yang beredar. Oleh karena itu, dalam keadaan tersebut dunia
usaha harus mempunyai alternatif lain dalam meminjam dana bagi
kelangsungan usahanya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka pemerintah perlu membentuk
dan mengaktifkan pasar modal, karena pasar modal menerbitkan surat berharga
(sekuritas), baik surat hutang (obligasi) maupun surat tanda kepemilikan
(saham).
b. Sebagai Alternatif Investasi Para Pemodal
Apabila tidak ada pilihan investasi lain, maka para pemodal hanya
menginvestasikan dananya dalam sistem perbankan atau aktiva tetap (real
assets). Tetapi dengan adanya pasar modal dapat memberikan kesempatan
kepada para pemodal untuk membentuk portofolio investasi (mengkombinasikan
dana ke berbagai kemungkinan investasi) dengan mengharapkan keuntungan
yang lebih dan siap menanggung sejumlah resiko tertentu yang mungkin terjadi.
Karena investasi di pasar modal lebih fleksibel, karena setiap pemodal
dapat melakukan pemindahaan dananya dari satu industri ke industri lainnya
sesuai dengan perkiraan akan keuntungan yang diharapkan seperti dividen dan
capital gain atau juga perkiraan resiko dari saham - saham tersebut.
c. Biaya Penghimpunan Dana Melalui Pasar Modal Relatif Rendah
Dalam melakukan penghimpunan dana, perusahaan membutuhkan biaya
yang relatif kecil jika melalui penjualan saham daripada meminjam ke bank.
10

Karena pasar modal hanya mengeluarkan biaya - biaya dalam melakukan


proses emisi (biaya konsultan keuangan, biaya administrasi di BAPEPAM,
akuntan publik, notaris, konsultan hukum, dan jasa penilai lainnya) yang jumlah
biaya jauh lebih rendah daripada bank yang membebankan beban bunga cukup
tinggi.
d. Bagi Negara, pasar modal akan mendorong perkembangan investasi setiap
perusahaa
Terlebih lagi yang berskala besar dan bersifat strategis, pasti
berkeinginan untuk meningkatkan kapasitas usahanya agar dapat menaikkan
volume penjualan dan pendapatan. Karena. Dengan demikian, pemerintah
terbantu dalam memobilisasi dana masyarakat dan adaya penambahan
penyerapan kerja, kenaikan pendapatan, dan pajak bagi Negara.
Dari beberapa penjelasan peranan dan fungsi pasar modal di atas,
maka dapat disimpulkan bahwa dengan adanya pasar modal, kegiatan
perekonomian di suatu negara menjadi meningkat, karena pasar modal
merupakan alternatif sumber pendanaan bagi perusahaan - perusahaan untuk
dapat meningkatkan pendapatan suatu perusahaan yang pada akhirnya akan
memberikan kemakmuran bagi masyarakat yang lebih luas.

2.1.2 Saham
2.1.2.1 Pengertian Saham
Saham (stock) merupakan salah satu alternatif investasi yang dapat
menghasilkan keuntungan dalam bentuk dividen dan capital gain. Apabila
seorang investor membeli saham, maka menjadi pemilik dan disebut sebagai
pemegang saham (shareholders) perusahaan yang menerbitkan saham tersebut.
Menurut BAPEPAM (2003: 9); dikutip dari (www.bapepam.go.id),
”saham adalah sertifikat yang menunjukkan bukti kepemilikan suatu
perusahaan, dan pemegang saham memiliki hak klaim atas penghasilan dan
aktiva perusahaan”.

Menurut Darmadji dan Fakhrudin (2006: 6); Saham (stock atau


share) adalah tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam
suatu perusahaan atau perseroan terbatas.wujud saham adalah selembar kertas
11

yang menerangakn bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan


yang menerbitkan surat berharga tersebut.

Dari pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa saham


merupakan sertifikat atau tanda bukti kepemilikan yang menunjukkan
kepemilikan suatu perusahaan dan pemiliknya disebut pemegang saham
(shareholders) yang berhak untuk memiliki hak klaim atas penghasilan aktiva
suatu perusahaan. Dengan demikian sebagai pemegang saham pada hakikatnya
adalah merupakan peserta pemilik dari suatu perusahaan yang turut menikmati
hasil keuntungan yang diperoleh perusahaan. Manfaat dan keuntungan bagi
pemilik saham meliputi :
a) Deviden
Bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemilik
saham.
b) Capital gain
Selisih keuntungan dari harga jual dan harga beli yang disebut juga
selisih kenaikan kurs yang lebih tinggi dibandingkan dengan kurs
pada waktu membelinya.
c) Bila perusahaan dilikuidasi dan setelah semua kewajiban
perusahaan dibayar serta masih terdapat saldo, maka jumlah tersebut
akan dibagikan kepada pemegang saham.
Tetapi kerugian yang mungkin bisa diakibatkan dari pemilikan saham
ini adalah :
a) Capital loss
Merupakan kerugian dari hasil jual/beli saham, berupa selisih antara
nilai jual yang lebih rendah dari pada nilai beli saham.
b) Opportunity loss
Kerugian berupa selisih suku bunga deposito dikurangi total hasil
yang diperoleh dari investasi, seandainya terjadi penurunan harga
dan tidak dibaginya deviden.
c) Kerugian karena perusahaan dilikuidasi, namun nilai likuidasi yang
dibagikan lebih rendah dari harga beli saham.
12

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tempat Dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dilakukan di PT. Bursa Efek Indonesia, Jln. Jend. Sudirman.
Kav. 52-53 Jakarta 12190. Hal ini yang mendasari pemilihan PT. Bursa Efek
Indonesia sebagai obyek penelitian yaitu:
a) Data yang dibutuhkan penelitian tersedia di Bursa Efek Indonesia.
b) Dapat memperoleh data dengan mudah dan cepat, yaitu melalui kuasa
perwakilan Bursa Efek Indonesia/Pusat Informasi Pasar Modal
Palembang (PIPM) dengan alamat: PT. BNI Securities. Jln.
Jend.Sudirman. No. 132 Palembang, dan melalui situs www.idx.co.id
yang dapat diakses dengan mudah.
Sedangkan waktu penelitian ini adalah dimulai dari bulan Maret sampai
Agustus 2013.

3.2 Metode Pengumpulan Data


3.2.1 Jenis data Dan Sumber Data
Berdasarkan datanya, penelitian ini merupakan penelitian arsip. Menurut
Indriantoro dan Bambang Soepomo (2002:30), yang dimaksud dengan
penelitian arsip merupakan penelitian terhadap fakta yang tertulis (dokumen) atau
berupa arsip. Penelitian ini menggunakan arsip atau dokumen, dalam hal ini jurnal
yang telah dipublikasikan diperoleh dari penelitian terdahulu. Data arsip atau
dokumen dalam suatu penelitian berfungsi sebagai dasar analisis data sehingga
membantu dalam mengembangkan penelitian yang akan dilakukan.
Menurut Thoha (2001: 32 )ada dua jenis data yang biasa dipakai dalam
suatu penelitian, di antaranya adalah:
a) Data primer
Data primer adalah jenis data yang langsung didapati dari sumbernya.
Seperti hasil data yang langsung dari sampel penelitian dari informan
penelitian (tidak melalui perantara atau media).
b) Data sekunder
Data sekunder merupakan jenis data yang tidak langsung didapat dari
13

sumbernya. Seperti buku-buku, dokumen, internet dan media cetak


serta laporan historis (data dokumenter).

Pada penelitia ini jenis data yang digunakan adalah data sekunder, yaitu
data eksternal berupa Laporan Keuangan Perusahaan sampel yang dapat diperoleh
dari Kuasa Perwakilan Bursa Efek Indonesia/Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM)
Palembang dan melalui situs www.idx.co.id dan www.yahoofinance.com.

3.2.2 Jenis Penelitian


Jenis penelitaian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
deskriptif.
Menurut Indriantoro dan Bambang Soepomo (2002: 26), yang
dimaksud dengan penelitian deskriptif adalah penelitian terhadap masalah-
masalah yang berupa fakta-fakta dari suatu populasi tertentu yang diperoleh
peneliti dari subjek berupa: individu, organisasional, industri atau perspektif yang
lain.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hipotesa atau
menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan subjek yang diteliti dan untuk
menjelaskan aspek-aspek yang relevan dengan fenomena yang diamati. Studi
deskriptif menjelaskan karakteristik suatu fenomena yang digunakan sebagai
analisis diagnosis, maksudnya adalah data yang disajikan berupa data kuantitatif
dan kualitatif.

3.3 Teknik Pengumpulan Data


Dalam penelitian ini peneliti menggunakan data sekunder, yaitu informasi
yang dikumpulkan oleh orang lain selain oleh peneliti yang melakukan penelitian.
Data ini dapat berupa data internal perusahaan yang dapat diakses melalui data –
data yang dipublikasikan, tipe data yang akan digunakan adalah tipe data
eksternal.
Menurut Rowland Bismark Fernando Pasaribu (2008), Teknik
pengumpulan data hanya dapat dilihat penggunaanya melalui:
a. Angket (Questionaire)
Cara penelitian ini ditempuh untuk mencari informasi yang lengkap
mengenai suatu masalah dan responden tanpa merasa khawatir bila
responden memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan kenyataan
14

dalam pengisian daftar pertanyaan.


b. Wawancara (Interview)
Cara penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informsi langsung
dari sumbernya.wawancara ini digunakan bila ingin mengetahui hal-
hal dari responden secara lebih mendalam.
c. Dokumentasi
Cara pengumpulan data dilakukan dengan membuat salinan atau
menggandakan data dari penelitian sebelumnya.dokumen bisa
berbentuk gambar atau karya-karya monumental yang lain dan
memiliki kredibilitas yang tinggi.

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam melakukan penelitian ini


dengan memperoleh data yang jelas dan akurat melalui 3 (tiga) cara yaitu:
a. Penelitian Kepustakaan (Library Reasearch), ditempuh untuk
menentukan teori-teori sebagai landasan peneletian yang didapat dari
buku-buku bacaan, jurnal penelitian, koran dan literatur lainnya yang
mendukung penelitian.
b. Penelitian Lapangan (Field Reasearch), cara penelitian ini dilakukan
dengan observasi langsung ke pojok Bursa Efek Indonesia (BEI) di PT.
BNI Securities Palembang.
c. Dokumentasi, cara pengumpulan data dilakukan dengan membuat
salinan atau menggandakan data dari penelitian sbelumnya.

3.4 Populasi, Sampel Dan Sampling


Populasi menurut data statistika adalah sekumpulan data yang mempunyai
karakteristik yang sama dan menjadi objek inferensi, dikutip dari
(www.wikipedia.co.id). Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan
yang bergerak di bidang industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia.
Adapun kriteria pengambilan data populasi adalah sebagai berikut:
1. Perusahaan industri barang konsumsi yang telah terdaftar di Bursa
Efek Indonesia (BEI).
2. Perusahaan yang melaporkan secara publik laporan keuangan tahunan
dalam tahun fiskal yang berakhir 31 Desember yang telah diaudit
15

untuk masa tahun 2006-2009 (4 tahun).


3. Perusahaan industri barang konsumsi yang menggunakan saldo laba
(retained earnings) yang belum ditentukan penggunaannya dan
memiliki saldo laba (retained earnings) yang positif.
4. Perusahaan yang memiliki data harga saham yang tersedia selama
tahun 2006-2009.
Menurut Sugiyono (2004: 73), sampel adalah bagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel dari penelitian ini adalah data
untuk tahun 2006-2009 (4 tahun) yang berjumlah 12 perusahaan. Adapun alasan
digunakannya data penelitian pada periode 2006-2009 karena data yang tersedia
di PIPM Palembang adalah tahun tersebut, sehingga data yang terbaru tidak bisa
penulis peroleh.
Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode purposive judgement sampling, yaitu pemilihan sampel anggota populasi
yang akan dijadikan sampel penelitian adalah yang memenuhi kriteria - kriteria
sampel tertentu sesuai dengan yang diinginkan peneliti dan dipilih berdasarkan
pertimbangan tertentu disesuaikan dengan tujuan penelitian yang akan dicapai.

3.5 Definisi Operasional Dan Pengukuran Variabel


3.5.1 Definisi Operasional
Menurut Nazar (1992:152) dalam yang dimaksud dengan definisi
operasional variabel adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel
atau konstrak dengan cara memberikan arti atau menspesifikasikan kegiatan,
ataupun memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur konstrak
atau variabel tersebut.
Terdapat dua jenis variabel dalam penelitian ini, yaitu variabel independen
dan variabel dependen.
a. Variabel Independen (X)
adalah variabel yang menjelakan atau mempengaruhi variabel lain.
Dalam penelitian ini akan menguji dua variabel independen yaitu:
1) Pertumbuhan Penjualan (Growth Sales) (X1)
Pertumbuhan penjualan (Growth Sales) adalah perubahan penjualan
16

akibat terjadinya stabilitas peningkatan penjualan dari tahun ke tahun.


2) Aktiva Lancar (Current Assets) (X2)
Aktiva lancar (Current Assets) adalah mengukur seberapa efisien suatu
perusahaan memanfaatkan aktiva lancarnya dalam menghasilkan
penjualan.

b. Variabel Dependen (Y)


Harga saham adalah harga suatu perusahaan yang terdapat di pasar
modal atau bursa efek yang nilainya tersebut ditentukan oleh investor
(pelaku pasar).

3.5.2 Pengukuran Variabel


a. Variabel Independen (X)
1) Pertumbuhan Penjualan (Growth Sales) (X1)
Pertumbuhan penjualan (Growth Sales) diukur dengan
membandingkan antara penjualan tahun sekarang (tn) dikurangi
penjualan tahun lalu (tn - 1) dibagi dengan total penjualan tahun
lalu (tn - 1). Dengan rumus sebagai berikut :

(Sales (tn) – Sales (tn – 1 )


Growth Sales Ratio = X100%
Sales (tn – 1 )

2) Aktiva Lancar (Current Assets) (X2)


Aktiva lancar (Current Assets) diukur dengan membandingkan
antara total penjualan dengan total aktiva lancar. Skala yang
digunakan adalah skala rasio dengan satuan ukur persentase (%).
Dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Sales
Sales to Current Assets Ratio = X100%
Current Assets
17

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian


4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan
Bursa Efek Indonesia sebagai salah satu pasar modal yang ada di
Indonesia adalah salah satu bursa saham yang dapat memberikan peluang
investasi dan sumber pembiayaan dalam upaya mendukung pembangunan
ekonomi nasional. Bursa Efek Indonesia berperan juga dalam upaya
mengembangkan pemodal lokal yang besar dan solid untuk menciptakan pasar
modal Indonesia yang stabil.

4.1.2 Sejarah Singkat PT. Bursa Efek Indonesia


PT. Bursa Efek Indonesia atau Jakarta Stock Exchange didirikan
berdasarkan akta No. 27 tanggal 4 Desember 1991, yang diubah dengan akta No.
254 tanggal 13 dan 21 Desember 1991 serta disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dengan SK No. C2-8145. HT. 01.01. TH. 91 pada tanggal 26
Desember 1991 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
No. 26 tanggal 27 Maret 1992 tambahan No. 1355.
PT. Bursa Efek Indonesia resmi mendapat izin usaha dari Menteri
Keuangan Republik Indonesia berdasarkan SK No. 323/KMK. 010/1992,
kemudian pada Tanggal 19 Maret 1992. PT. Bursa Efek Indonesia diswastakan
sepenuhnya pada tanggal 13 Juli 1992.
Pembentukan Bursa Efek Indonesia merupakan tanggapan atas
permintaan perusahaan, investor dan broker atas perlunya bursa yang dioperasikan
secara swasta, sehingga memungkinkan pendekatan yang lebih fleksibel terhadap
perdagangan efek. Sebelumnya, pengoperasian bursa merupakan tanggung jawab
Badan Pelaksan Pasar Modal (BPPM) yang sekarang beralih fungsi menjadi
Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM).
Secara lebih detail, maksud dan tujuan pendirian perusahaan ini antara
lain sebagai berikut:
18

· Menunjang kebijakan pemerintah dan pengembangan pasar modal sebagai


alternatif sumber pembiayaan untuk mendukung dunia usaha dalam rangka
pembangunan nasional.
· Memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk ikut
memiliki berbagai macam efek, disamping itu juga memberikan kemudahan
bagi dunia usaha untuk menarik dana dengan cara menawarkan efek yang
dikeluarkannya kepada masyarakat melalui pasar modal.
· Menyelenggarakan perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien.
Bursa Efek Indonesia secara aktif melakukan kegiatannya pada tanggal
10 Agustus 1977, dimana operasi perdagangan efek dilakukan secara manual
yaitu mempertemukan order jual dan order beli dengan menggunakan papan
berdasarkan prioritas, harga dan waktu. Perdagangan dengan cara manual ini
mulanya dapat berjalan lancar, mengingat bursa efek yang tercatat di bursa, serta
jumlah pialang yang terlibat dilantai bursa masih sangat terbatas. Dalam
perkembangannya, terutama sejak terjadinya boom pasar modal pada tahun 1989,
jumlah efek dan pialang meningkat pesat. Pada tahun 1988 jumlah emiten di
Bursa Efek Indonesia tercatat 24 emiten, pada akhir Desember 1994 telah
meningkat menjadi 217 emiten dengan sekitar 260 perusahaan pialang yang
menjadi anggota Bursa Efek Indonesia pada akhir Juli 1995. Pada tahun yang
sama PT. Bursa Efek Indonesia melakukan otomatisasi perdagangan efek dibursa
yang disebut Jakarta Automated Trading System (JATS), yang merupakan sistem
perdagangan efek terpadu. JATS merupakan sistem perdagangan efek berbasis
komputer yang dipadukan dengan sistem penyelesaian, sistem depositori terpusat
dan sistem akuntansi broker. Dengan adanya sistem yang baru ini perdagangan
saham dapat dilakukan dengan frekuensi yang lebih besar, lebih fair, serta
transparan.
Berdasarkan pasal 10 ayat 4 PP. RI. No. 45 tanggal 30 Desember 1995,
perusahaan dilarang membagikan deviden kepada pemegang saham. Perusahaan
berdomisili di Jakarta dengan alamat Jakarta Stock Exchange Building, Jl.
Jenderal Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190. Perusahaan mempunyai penyertaan
saham sebesar 90% pada PT. Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI), anak
19

perusahaan yang berdomisili di Jakarta yang bergerak dalam bidang usaha


penyertaan jasa kliring dan penjamin penyelesaian transaksi bursa.
Pada bulan Juli 2000 PT.Bursa Efek Indonesia menerapkan perdagangan
tanpa warkat (Scripless Trading) dengan tujuan untuk meningtkatkan likuiditas
pasar dan menghindari peristiwa hilangnya saham dan pemalsuan saham, serta
untuk mempercepat proses penyelesaian transaksi. Pelaksanaan penjamin
penyelesaian transaksi bursa untuk perdagangan efek tanpa warkat dimulai sejak
transaksi bursa tanggal 24 Juli 2000 berdasarkan surat BAPEPAM No.
1687/PM/2000. Selanjutnya pada tahun 2000 PT.Bursa Efek Indonesia juga mulai
menerapkan perdagangan jarak jauh (Remote Trading), sebagai upaya untuk
meningtkatkan akses pasar, efesiensi pasar, kecepatan dan frekuensi perdagangan.

4.1.3 Visi dan Misi PT. Bursa Efek Indonesia


Dalam menjalankan usahanya sebuah perusahaan merumuskan
strateginya kemudian menetapkan visi dan misi perusahaan agar tujuan yang
diinginkan dapat tercapai. PT. Bursa Efek Indonesia adalah sebuah perusahaan
yang memiliki budaya perusahaan tersendiri juga memiliki visi dan misi
perusahaan yang dapat diuraikan sebagai berikut:
· Visi
Menjadi bursa yang kompetitif dengan kredibelitas tingkat dunia.
· Misi
- Menciptakan Daya Saing Untuk Menarik Investor dan Emiten
- Pemberdayaan Anggota Bursa dan Partisipan
- Penciptaan Nilai Tambah
- Efisiensi Biaya
- Penerapan Good Governance
· Core Values
Team Work, Integrity, Professionalism, Service Execellence.
· Core Competencies
Building Trust, Integrity, Strive For Exellence, Customer Focus.
20

4.1.4 Struktur Organisasi


Adapun struktur organisasi dalam Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu:
Gambar 4.1
PT. BURSA EFEK INDONESIA

DEWAN KOMISARIS PT.BURSA EFEK INDONESIA


21

Periode 2013 – 2016

Felix Johnny I Nyoman Chaeruddin Suwantara


Oentoeng Darmawan Tjager Berlian Gotama
Soebagjo Danusasmita Komisaris Utama Komisaris Komisaris
Komisaris Komisaris

DEWAN DIREKSI PT.BURSA EFEK INDONESIA


Periode 2013 -2016

Andikin Samsul Friderica Ito Uriep Hoesen Hamdi


Basirun Hidayat Widya Sari Warsito Budhi Direktur Hassyarbaini
Direktur Direktur Dewi Direktur Prasetyo Penilaian Direktur
Teknologi & Perdagangan & Direktur Utama Direktur Perusahaan Keuangan &
Manajemen Pengaturan Pengembangan Pengawasan SDM
Resiko Anggota Bursa Transaksi &
Kepatuhan

4.1.5 Proses Go Public dan Pencatatan Saham di BEI


Untuk go public, perusahaan perlu melakukan persiapan internal dan
penyiapan dokumentasi sesuai dengan persyaratan untuk go public atau
penawaran umum, serta memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan
BAPEPAM. Penawaran umum atau go public adalah kegiatan penawaran saham
atau efek lainnya yang dilakukan oleh emiten (perusahaan yang akan go public)
untuk menjual saham atau efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang
diatur oleh UU Pasar Modal dan Peraturan Pelaksanaannya.
22

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Setelah melakukan analisis dan pengujian hipotesis mengenai pengaruh
pertumbuhan penjualan dan aktiva lancar terhadap harga saham pada perusahaan
industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk tahun 2006 –
2009. Berdasarkan Hasil dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut :
1. Secara parsial (individu) pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh
signifikan terhadap harga saham dengan hasil nilai t hitung -0,122 < nilai
t tabel 1,679 dengan tingkat signifikasi sebesar 0,904, dan aktiva lancar
tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan hasil t hitung -
0,222 < nilai t tabel 1,679 dengan tingkat signifikasi sebesar 0.825.
2. Secara simultan (bersama - sama) pertumbuhan penjualan dan aktiva
lancar berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan hasil F hitung

sebesar 0,030 < F tabel sebesar 3,204 dengan tingkat signifikasi sebesar
0,970.
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan dan hasil penelitian di atas, maka saran yang
dapat diberikan untuk perbaikan penelitian selanjutnya, diharapkan:
1. Secara parsial (individu) Pertumbuhan Penjualan dan Aktiva Lancar tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham industri barang
konsumsi. Maka dapat disarankan, bagi peneliti yang berminat melakukan
pemelitian dengan topik dan tema sejenis dapat mengambil sampel data
perusahaan sektor industri pertanian.
2. Secara simultan (bersamaan) berpengaruh signifikan antara Pertumbuhan
Penjualan dan Aktiva Lancar terhadap harga saham industri barang
konsumsi. Maka dapat disarankan sebaiknya peneliti memperhatikan
faktor - faktor eksternal perusahaan seperti: tingkat inflasi, pergerakan
nilai tukar mata uang, tingkat suku bunga, kondisi politik dll.
23

DAFTAR PUSTAKA

Anastasia, Njo, dkk. 2003. “Analisis Faktor Fundamental dan Resiko


Sistematik Terhadap Harga Saham Properti di BEJ”. Jurnal
Akuntansi dan Keuangan. Vol. 5, No. 2, Hal. 123 - 132.

Anoraga, Pandji dan Piji Pakarti. 2006. Pengantar Pasar Modal. Rineka cipta.
Jakarta.

Darmadji, Tjiptono dan Hendy M. Fakhrudin. 2006. Pasar Modal di


Indonesia: Pendekatan Tanya Jawab, Edisi kedua. Salemba Empat.
Jakarta.

Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS,


Edisi keempat. Badan Penerbit Universitas Diponegoro (BPUD).
Semarang.

Indriantoro dan Bambang Soepomo, Metodelogi Penelitian Bisnis Edisi


Pertama, Yayasan BPFE: Yogyakarta.

Ismiati, Yuli. 2003. ”Harga Saham - Analisis Faktor Fundamental Yang


Mempengaruhi Saham Manufaktur di Bursa Efek Jakarta”.
Research from JIPTUMM. Dept. of Economic and Development
Studies.

Kesuma, Ali. 2009. “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal


Serta Pengaruhnya Terhadap Harga Saham Perusahaan Real Estate
yang Go Public di Bursa Efek Indonesia”. Jurnal Manajemen dan
Kewirausahaan. Vol. 11, No. 1, Hal.38 - 45.

Pasaribu, Rowland Bismark Fernando. 2008. ”Pengaruh Variabel Fundamental


Terhadap Harga Saham Perusahaan Go Public Di BEI”. Jurnal
Ekonomi dan Bisnis. Vol. 2, No. 2, Hal 101-103.

Sunariyah. 2004. Pengetahuan Pasar Modal. UPP AMP YKPN, Jakarta.

Singgih, Santoso, 2000, Buku Latihan SPSS Parametik, Penerbit PT. Elex
Media Komputindo: Jakarta.

Tandelilin, Eduardus. 2001. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio.


Edisi pertama.Kanisius (anggota IKAPI). Yogyakarta.

Jakarta Stock Exchange, 2013. http:// www.idx.co.id , “Laporan Keuangan


Tahunan”, [Diakses 10 Maret 2013]