Anda di halaman 1dari 4

BAB 13

WISHTLEBLOWING SYSTEM DAN GRATIFIKASI

A. Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System) PT TIMAH


(Persero) Tbk
Pelanggaran terhadap prinsip-prinsip GCG, nilai-nilai etika, serta peraturan
perundang-undangan yang berlaku adalah hal-hal yang harus dihindari oleh
seluruh Insan Perusahaan. Oleh karena itu, sebagai wujud komitmen
Perseroan untuk menyediakan sistem bagi penegakan prinsip-prinsip GCG
dalam rangka menciptakan situasi kerja yang bersih dan bertanggung jawab,
Perseroan telah menyusun dan menerapkan Sistem Pelaporan Pelanggaran
dalam rangka memberikan kesempatan kepada segenap Insan Perusahaan dan
pihak eksternal lainnya untuk dapat menyampaikan laporan mengenai dugaan
pelanggaran terhadap prinsip-prinsip GCG serta nilai-nilai etika yang berlaku
kepada Perseroan berdasarkan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan
serta dengan niat baik untuk kepentingan Perseroan.
Hasil Penanganan Pengaduan PT TIMAH (Persero) Tbk
- Pada tahun 2016 tidak terdapat laporan pengaduan yang masuk ke Tim
Whistleblowing.
- Pelaporan Pelanggaran menurut Code of Conduct.

B. Buku Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System)

Untuk mengakomodir internal Perseroan dan pemangku kepentingan lainnya


dalam menyampaikan laporan dugaan pelanggaran terhadap prinsip GCG di
Perusahaan, PT TIMAH (Persero) Tbk telah memiliki sistem pelaporan
pelanggaran atau Whistleblowing System yang juga dibukukan sebagai salah
satu buku soft-structure GCG Perseroan. Buku ini diterbitkan pertama kali
pada Desember 2012, dan belum pernah mengalami revisi. Di dalam buku ini
dimuat pedoman sistem pengaduan yang berlaku di lingkungan Perseroan
sehingga bisa diaplikasikan langsung oleh internal Perseroan dan pemangku
kepentingan lainnya.
C. Kinerja Penanganan Pelanggaran GCG

Dalam menyusun Rencana Kerja Implementasi Program Pengendalian


Gratifikasi, di tahun 2016 PT TIMAH (Persero) Tbk melanjutkan
pelaksanaan serangkaian proses yang dimulai di tahun 2015 dalam
membangun sistem Pengendalian Gratifikasi di internal tubuh Perseroan,
dengan tujuan mengurangi risiko terjadinya kejadian yang mengarah ke
praktik korupsi, kolusi dan nepotisme, serta praktik fraud manajemen lainnya.

D. Kerja Sama Dengan KPK

Dalam melanjutkan komitmen Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan


dalam mewujudkan manusia yang bersih tanpa benturan kepentingan,
Perseroan melanjutkan berkoordinasi dengan Direktorat Pencegahan
Gratifikasi KPK untuk melaksanakan Program Pengendalian Gratifikasi
(PPG) yang telah diperkuat dengan penandatangan komitmen antara Direktur
Utama PT TIMAH (Persero) Tbk dengan Direktur Pencegahan Gratifikasi
KPK Giri Supradiono di Pangkalpinang, pada tanggal, 16 April 2015.

Pada tahun 2016, untuk memperkuat pemahaman atas pentingnya usaha


pencegahan tindakan korupsi, kolusi, nepotisme, suap dan gratifikasi,
Perseroan melalui Sekretaris Perusahaan mengikuti kegiatan Rembuk
Integritas Nasional dan Hari Anti Korupsi Nasional (HAKI) yang
dilaksanakan oleh KPK di Provinsi Riau 7-11 Desember 2016. Dalam
kegiatan ini diselenggarakan konferensi selama tiga hari yang dihadiri oleh
pengurus dan anggota Rembuk Integritas Nasional (RIN) dari berbagai unsur
Kementerian, Lembaga, Organisasi, Pemerintah Daerah dan BUMN (KLOP)
untuk merumuskan sistem integritas nasional.

Bersamaan dengan kegiatan Rembuk Integritas Nasional tersebut, PT TIMAH


(Persero) Tbk juga berpartisipasi dalam pameran HAKI, dimana Perseroan
memberikan sosialisasi kepada pengunjung mengenai apa yang telah
dilakukan selama ini untuk menumbuhkan semangat integritas di Perseroan.
BAB 14
MANAJEMEN RISIKO

Kinerja Manajemen Risiko

PT TIMAH (Persero) Tbk berkomitmen melakukan self assessment secara rutin


untuk mengukur tingkat maturitas pada penerapan ISO 31000:2009. Self
assessment secara rutin diadakan untuk mengetahui dan membandingkan hasil
antar-tahun sehingga kebijakan yang diambil dapat disesuaikan dengan temuan
terbaru. Untuk tahun ini, kami menggunakan pendekatan dengan metode yang
diadopsi dari RIMS (Risk and Insurance Management Society) untuk mengukur
tingkat maturitas penerapan manajemen risiko, dimana penilaian yang dilakukan
berdasarkan tiga dimensi, yaitu kapabilitas, proaktif dan coverage.

Secara umum, skor akhir rata-rata persentase penilaian tingkat maturitas


Perseroan pada tahun 2016 adalah 70 dan untuk metode RIMS adalah 2.66,
mengalami peningkatan, meningkat dibanding tahun 2015, yang mencapai 60.
Hasil itu menunjukkan bahwa kualitas pelaksanaan manajemen risiko Perseroan
pada tahun 2016 lebih baik dibanding periode pelaporan sebelumnya untuk semua
elemen penilaian.

Asesment internal maturity level manajemen risiko PT TIMAH (Persero) Tbk


bertujuan untuk melakukan mapping/ positioning untuk kepentingan internal dan
sebagai bagian dari upaya berkelanjutan pengembangan penerapan manajemen di
lingkungan perusahaan dan mendasarkan pada evidence (data & informasi) yang
tersedia di satuan kerja MRUI.

Hasil Asesment ini telah dikomunikasikan kepada Direktur Perencanaan &


Pengembangan Usaha yang bertanggung jawab atas pelaksanaan penerapan
Manajemen Risiko di perusahaan. Hasil Asesmen ini telah dikomunikasikan
kepada Komite SDM dan Risiko Usaha, sebagai organ di bawah Dewan
Komisaris yang bertanggung jawab atas pengawasan penerapan Manajemen
Risiko di perusahaan.
Adapun langkah dan kebijakan yang diambil PT TIMAH (Persero) Tbk atas
temuan atau hasil asesmen itu adalah sebagai berikut:

- Melengkapi dan memperbaiki Pedoman MR melalui revisi kebijakan dan


formulir register risiko, perbaikan alur komunikasi dan pelaporan.
- Melakukan kajian kebutuhan penggunaan aplikasi manajemen risiko
- Menyusun panduan metode analisis cost benefit dalam merumuskan
penanganan risiko.
- Program sosialisasi berkelanjutan (Risk Awareness)Peningkatan intensitas
evaluasi/monitoring dan fasilitasi proses MR terhadap pemilik risiko dan
pemilik proses.