Anda di halaman 1dari 1

Kasus Yusniar Jadi Bukti Pasal Karet di UU ITE Bermasalah

A. Kronologi Kejadian
Seorang wanita berusia 35 tahun di Makassar telah ditahan oleh kejaksaan
pada tanggal 24 Oktober 2016. Ia terpaksa ditahan karena dianggap telah melakukan
pencemaran nama baik di internet. Berawal dari sebuah kekisruhan perebutam
warisan yang telah berlangsung lama dan mulai memanas. Lalu disinilah kesalahan
wanita paruh baya tersebut, ia menuliskan sebuah tanggapan di akun sosial media
yang bernama Facebook. Awalnya ia tidak menyangka tulisan yang di muatnya dalam
sosmednya itu membuatnya dikenai tuduhan pencemaran nama baik oleh anggota
DPRD Kabupaten Jeneponto bernama Sudriman Sijaya.
Menurut Damar dari Regional Coordinator Southeast Asia Freedom of
Expression Network (SAFENet) Yusniar yang tidak menyebut siapapun dalam
statusnya di Facebook bisa dijerat dan bahkan kini sedang ditahan 14 hari di tahanan
kejaksaan sambil menunggu sidang kedua. Saat ini kasus tuduhan pencemaran nama
baik yang dilakukan oleh Yusniar masih berjalan. Rencananya, sidang kedua dengan
agenda pembacaan eksepsi akan dilakukan pada 9 November 2016.
Sebagai informasi, kasus tuduhan pencemaran nama baik ini berawal dari
status Yusniar pada 14 Maret 2016 di Facebook. Namun unggahan itu dianggap telah
mencemarkan nama baik Sudirman Sijaya yang kemudian melaporkan Yusniar ke
Polres Tamalate pada 15 Maret 2016. Kasus ini dikenakan pasal 27 ayat 3 UU ITE
pada 24 Oktober 2016 dan ia resmi ditahan di Kejaksaan.
Sumber berita: https://liputan6.com

B. UU ITE
1. Pasal 27 ayat 3 UU ITE No. 11 Tahun 2008
Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau
mentranmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau
Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran
nama baik dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun
dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)