Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

“WAQAF”

Disusun Oleh :

FITRYA RAMADHANI
NUR MUJAHIDAH
NUR IZMI PRATIWI
ARDHIEN RANDHIE RAUUF

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami ucapkan kehadirat Allah Swt. berkat rahmat dan ridho- Nya kami
dapat menyelesaikan tugas makalah AIK. Makalah ini diajukan sebagai salah satu syarat
tugas mata kuliah AIK.
Kami menyadari pada saat penulisan makalah ini tidak terlepas dari
bimbingan dan bantuan dari segala pihak. karena itu kami ingin mengucapkan terima
kasih kepada Dosen Pembimbing mata kuliah Program Studi AIK, dan kepada teman-teman
yang telah membantu sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat
kekurangan dan kesalahan untuk itu diharapkan kritikan dan saran yang bersifat membangun
untuk kesempurnaan makalah ini. Demikian kiranya semoga makalah yang telah dibuat ini
dapat memberikan manfaat bagi pengembangan dan peningkatan ilmu pengetahuan.

Makassar, 19 Desember 2017

Kelompok VII
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................................................... i
KATA PENGANTAR................................................................................................. ii
DAFTAR ISI................................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.......................................................................................................... 4
B. Rumusan Masalah..................................................................................................... 5
C. Tujuan Pembelajaran................................................................................................. 5
BAB II PEMBAHASAN
A. PengertianWakaf....................................................................................................... 6
B. Hukum dan RukunWakaf........................................................................................ 7
C. Syarat-syarat Bagi Pewakaf..................................................................................... 9
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................................................................. 14
B. Saran.......................................................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Wakaf ialah mengalihkan hak milik pribadi menjadi milik suatu badan atau
organisasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dengan tujuan untuk mendapatkan
kebaikan dan ridha Allah SWT.
Wakaf hukumnya sunnah dan harta yang di wakafkan terlepas dari pemiliknya untuk
selamanya, lalu menjadi milik Allah SWT semata-mata. Dan wakaf memiliki empat rukun
yaitu, orang yang mewakafkan, Ikrar serahterima wakaf, barang yang diwakafkan dan pihak
yang menerima wakaf. Wakaf memliki syarat-syarat bagi pewakaf, salah satunya yaitu
pewakafboleh menentukan apa saja syarat yang ia inginkan dalam wakafnya
Ke kuasaan atas wakaf dibagi dua: yang bersifat umum dan yangbersifat khusus.
Yang bersifat umum yaitu kekuasaan atas wakaf yang adaditangan Waliul Amr, sedangkan
yang khas yaitu kekuasaan yang diberikan kepada orang yang diserahi wakaf ketika
dilakukan, atau orang yang diangkat oleh hakim syar’i untuk itu.
Wakaf juga mempuyai hikmah dan manfaat, dan apakah bolehmengganti
barang wakaf ?. Untuk itulah materi ini sangat penting untukdipelajari, karena
sangat disayangkan jika umat Islam tidak tahu apa ituwakaf tersebut dan isi pembagian
yang ada didalamnya. Hal inilah yang membuat penulis berkeinginan membahas wakaf.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang dimaksud dengan wakaf ?


2. Apa hukum dan rukun wakaf ?
3. Bagaimana syarat-syarat bagi pewakaf ?
4. Bagaimana kekuasaan atas wakaf ?
5. Apakah boleh mengganti barang wakaf ?
6. Apa hikmah dan manfaat dari wakaf ?

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Untuk mengetahui yang dimaksud dengan wakaf .


2. Untuk mengetahui hukum dan rukun wakaf.
3. Untuk mengetahui syarat-syarat bagi pewakaf..
4. Untuk mengetahui kekuasaan atas wakaf.
5. Untuk mengetahui Apakah boleh mengganti harta wakaf.
6. Untuk mengetahui hikmah dan manfaat dari wakaf .
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Wakaf

Wakaf (bahasa Arab: ‫وق ف‬, [ˈwɑqf]; plural bahasa Arab: ‫أوق اف‬, awqāf; bahasa
Turki: vakıf, bahasa Urdu: ‫ )وق ف‬adalah perbuatan yang dilakukan wakif (pihak yang
melakukan wakaf) untuk menyerahkan sebagian atau keseluruhan harta benda yang
dimilikinya untuk kepentingan ibadah dan kesejahteraan masyarakat untuk selama-lamanya.

Wakaf menurut bahasa,, waqafa berarti menahan atau mencegah, misalnya “ saya
menahan diri dari berjalan”.
Dalam peristilahan syara’, wakaf adalah sejenis pemberian yang pelaksanaannya
dilakukan dengan jalan menahan (pemilikan) asal, lalu menjadikan manfaatnya berlaku
umum. yang dimaksud dengan menahan (pemilikan) asal ialah menahan barang yang
diwakafkan itu agar tidak diwariskan, digunakan dalam bentuk dijual, dihibahkan,
digadaikan, disewakan, dipinjamkan, dan sejenisnya. Sedangkan cara pemanfaatannya
adalah dengan menggunakannya sesuai dengan kehendak pemberi wakaf tanpa imbalan.
Ada beberapa pendapat para ulama mengenai wakaf diantarnyayaitu:

1. Mazhab maliki, berpendapat bahwa, wakaf tidak terwujud kecuali bila orang yang
mewakafkan bermaksud mewakafkan barangnya untuk selama-lamanya dan terus menerus
itu pula sebabnya, maka wakaf disebut shadaqah jariyah.
2. Sebagian ulama Imamiyah mengatakan: pembatasan seperti itu menyebabkan wakaf
tersebut batal, tapi hab-snya 190 sah, sepanjang orang yang melakukannya memaksudkan hal
itu sebagai hasab.Sedangkan bila dia memaksudkannya sebagai wakaf, maka batallah wakaf
dan hasabnya sekaligus.
Hal itu telah membuat Syekh Abu Zahra salah paham dan mengalami kesulitan untuk
membedakan wakaf dari hasab yangberlaku dikalangan Imamiyah. itu sebabnya beliau
menisbatkan pendapat kepada Imamiyah bahwa dikalangan Imamiyah wakaf boleh
dilakukan untuk selamanya dan untuk waktu terbatas. ini jelas tidak benar, sebab dikalangan
Imamiyah wakaf itu berlaku untukselamanya.
Dari beberapa pendapat para ulama dapat disimpulkan bahwapengertian wakaf ialah
mengalihkan hak milik pribadi menjadi milik suatu badan atau organisasi yang memberikan
manfaat bagi masyarakat dengan tujuan untuk mendapatkan kebaikan dan ridha Allah SWT.
Wakaf juga dapat diartikan pemindahan kepemilikan suatu barangyang dapat
bertahan lama untuk diambil manfaatnya bagi masyarakat dengan tujuan ibadah dan mencari
ridhaAllah SWT.

B. Hukum dan Rukun Wakaf

Wakaf hukumnya sunah dan harta yang diwakafkan terlepas dari pemiliknya untuk
selamanya, lalu menjadi milik Allah SWT semata-mata, tidak boleh dijual atau dihibahkan
untuk perseorangan dan sebagainya. Pahalanya akan terus mengalir kepada orang yang
mewakafkan , karena termasuk shadaqah jariyah.
Bagi orang yang telah menyerahkan hak miliknya untuk wakaf hilangkan hak milik
perorangan, dan Allah SWT menggantinya dengan pahala meskipun
orang yang meberikan wakaf (wakif) telah meninggaldunia, selama harta yang diwakafkan
masih digunakan manfaatnya.

Rukun-rukun wakaf diantaranya yaitu :

1. Orang yang mewakafkan (wakif)

Para ulama mazhab sepakat bahwa syarat bagi sahnya melakukan wakaf yaitu
sehat akalnya. Selain itu juga sudah baligh.

2. Pihak yang menerima wakaf (maukuf lahu)

Orang yang menerima wakaf ialah orang yang berhakmemelihara barang yang
diwakafkan dan memanfaatkannya. Orang-orang yang menerima wakaf diantarnya :
a. Hendaknya orang yang diwakafi tersebut ada ketika wakaf terjadi.
b. Hendaknya orang yang menerima wakaf itu mempunyai kelayakan
untuk memiliki.
c. Hendaknya tidak merupakan maksiat kepada Allah SWT.
3. Barang yang diwakafkan (maukuf)

Barang yang diwakafkan itu harus konkrit. artinya dapat dilihat wujudnya dan
dapat diperhitungkan jumlah dan sifatnya. Maka tidak sah mewakafkan barang yang tidak
tampak. Misalnya mewakafkan masjid yang belum dibangun.
Barang yang diwakafkan juga harus bisa bertahan lama.Misalnya bangunan, tanah,
kitab, Al-Qur’an, alat-alat kantor atu rumah tangga seperti : tikar, bangku, meja dan lain-
lain. Dan barang yang tidak bisa diwakafkan dan tidak bisa bertahan lama seperti: beras,
minuman dan sebagainya. Barang-barang yang diwakafkan juga bukan barang yang
terlarang. Sebab wakaf hanya pada hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi
masyarakat banyak.

4. Ikrar serah terima wakaf (lafal/sighat wakaf)

a. Redaksi waqaftu dalam konteks ini kalimatnya “ saya mewakafkan”, seluruh ulama
mazhab sepakat bahwa wakaf terjadi dengan menggunakan redaksi waqaftu tersebut.
b. Sikap menurut Hanafi, Maliki dan Hambali mengatakan : wakaf terjadi cukup
dengan perbuatan, dan barang yangdimaksud berubah menjadi wakaf. tanpa kita harus
melafalkanwaqaftu, habistu (menahan dari dari milik saya).
c. Qabul, dalam wakaf. pendapat kalangan syafi’i yang lebihkuat, yaitu menetapkan
bahwa wakaf untuk orang-orangtertentu diisyaratkannya ada qabul.

C. Syarat-syarat Bagi Pewakaf

Syarat-syarat bagi pewakaf diantara lain yaitu ?

1. Orang yang mewakafkan mempunyai hak untukmelakukan perbuatan tersebut.


2. Atas kehendak sendiri dan tidak ada unsur paksaan.
3. Pihak yang menerima wakaf jelas adanya.
4. Barang yang diwakafkan untuk kepentingan masyarakatbukan untuk
kepentingan pribadi.
5. Barang yang diwakafkan berwujud nyata pada saatdiserahkan.
6. Barang yang diwakafkan dapat bertahan lama.
7. Berlaku untuk selamanya.
8. Orang yang mewakafkan tidak boleh menarik kembali wakafnya.
9. Ikrarnya jelas lebih afdhal jika dibuktikan secara tertulis misalnya, akte notaris, surat
wakaf dari Kantor Urusan Agama.
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari materi yang telah kami buat, dapat kami simpulkan sebagai berikut: Wakaf
dapat diartikan ialah pemindahan kepemilikan suatu barang yang dapat bertahan lama untuk
diambil manfaatnya bagi masyarakat dengan tujuan ibadah dan mencari ridha Allah SWT.
Wakaf hukumnya sunah. Rukun wakaf terdiri dari wakif, maukuflahu, maukuf,
lafal/sighat wakuf. Wakaf memliki syarat-syarat bagi pewakaf. Salah satunya yaitu pewakaf
boleh menentukan apa saja syarat yang ia inginkan dalam wakafnya
Dalam kekuasaan wakaf bahwa wali wakaf adalah harus orang yang berakal
sehat.baligh, pandai menggunakan harta, dan bisa di percaya. Bahkan
mensyaratkan ia harus adil dan mempunyai sifat amanat dan bisa dipercaya. Di tambah
dengan kemampuan mengelola wakaf secarasempurna.
Barang wakaf tidak boleh diberikan, dijual atau dibagikan. Makabarang yang
diwakafkan tidak boleh diganti. Namun persoalannya akan lain jika misalnya barang wakaf
itu tadi sudah tidak bisa dimanfaatkan, kecuali dengan memperhitungkan harga atau nilai jual
setelah barang tersebut dijual. artinya hasil
jualnya dibelikan gantinya. Dalam keadaan seperti inimengganti barang wakaf
diperbolehkan.
Banyak sekali hikmah dan manfaat Dari wakaf, bagi kehidupan orang banyak
yaitu Mendidik manusia untuk bershadaqah dan selalu mengutamakan kepentingan umum
diatas kepentingan pribadi. Membantu, mempercepat perkembangan agama islam, baik
sarana, prasarana umumberbagai perlengkapan yang diperlukan dalam pengembangan agama.
Dapat membantu dan mencerdaskan masyarakat, misalnya Wakaf buku, Al-Qur’an dan lain-
lain.
B. SARAN

Sebagai penyusun, kami merasa masih ada kekurangan dalam pembuatan makalah
ini. Oleh karena itu, kami mohon kritik dan saran dari pembaca. Agar kami dapat
memperbaiki makalah yang selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA

1. Mughniyah, Muhammad Jawad. 2001. Fiqih Lima Mazhab:Ja’fari, Hanafi, Maliki,


Syafi’I, Hambali. Jakarta: PT LenteraBasritama.
2. Matsna, Prof. Dr. H. Moh.2008. Fikih, Semarang. PT. Karya Toha,