Anda di halaman 1dari 6

NAMA :AMALIA AQIDATUL FAUZIA

NIM :30315008

PRODI :D3-FARMASI

1. A

2. C

3. C

4. A

5. A

6. A

7. ESSAY

SOAL

1. Sebut dan jelaskan tahap-tahap dari konseling!


2. Jelaskan yang anda ketahui tentang proses komunikasi!
3. Sebutkan dan jelaskan faktor ketidakpatuhan dalam KIE!
4. Jelaskan perbedaan antara konsultasi dan konseling!
5. Jelaskan yang anda ketahui tentang kendala dalm berkomunikasi!
JAWABAN

1. Tahap-tahap dari konseling


A. Membangun Hubungan.
Tujuan dalam tahap membangun hubungan ini adalah supaya konseling dapat
menjelaskan masalah yang dihadapinya, keprihatinan yang dimiliki, kesusahan-
kesusahannya serta alasanya kenapa konseling itu datang kepada konselor. Sangat
penting dan perlu membangun hubungan yang positif, berlandaskan rasa percaya,
keterbukaan dan kejujuran berekpresi. Konselor harus menunjukkan bahwa dirinya
dapat dipercaya, bahwa ia adalah seorang yang kompetensi dalam membantu
konselingnya. Sasaran selanjutnya adalah untuk menentukan sampai sejauh mana
konseling mengenali kebutuhannya untuk mendapatkan bantuan dan kesediaanya
melakukan komitmen. Konseling tidak ada hasilnya tanpa ada kesediaannya
melakukan komitmen dari konseling
B. Identifikasi dan Penilaian masalah
Dalam tahap ini konselor dan konseling membicarakan dan mendiskusikan apa yang
mereka ingin dapatkan dari proses konseling ini, terutama bila pengungkapan
konseling tentang masalahnya dilakukan secara samar-samar . Didiskusikan sasaran-
sasaran spesifik dan tingkah laku apa yang ingin diubah. Intinya dalam hal konselor
melakukan eksplorasi dan melakukan diagnosis apa masalah dan hasil seperti apa
yang diharapkan dari konseling.
C. Memfasilitasi Perubahan Terapeutis
Dalam tahap ini konselor mencari strategis dan intervensi yang dapat memudahkan
terjadinya perubahan. Sasaran dan strategi terutama ditentukan oleh sifat masalah,
gaya dan pendekatan konseling yang konselor anut, keinginan klien maupun gaya
komunikasinnya. Konselor dalam tahap ini memikirkan alternatif , rencana tindakan.
Hal ini tentunya bekerjasama dengan konseling . Jadi konselor bukan tempat pembuat
alternatif , pembuat keputusan namun lebih kepada memfasilitasi, memberikan
wacana-wacana baru bagi pemecahan masalah konselinnya.
D. Evaluasi dan Terminasi
Dalam tahap ini konselor bersama konselingnya mengevaluasi terhadap hasil
konseling yang telah dilakukan. Indikatornya adalah sampai sejauh mana sasaran
tercapai, apakah proses konseling membantu konseling atau tidak. Tahap ini ditutup
dengan terminasi. Dalam terminasi konselor bersama konseling menyimpulkan semua
kegiatan yang sudah dilalui dalam proses konseling. Selain itu konselor dapat
membuat kemungkinan tindak lanjut terjadinnya proses konseling kembali ataupun
memberikan kemungkinan referal pada pihak lain yang lebih ahli yang berkaitan
dengan masalah konseling
2. Proses dari komunikasi
Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan
kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara
komunikan dengan komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk
menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada
umumnya). Proses komunikasi termasuk juga suatu proses penyampaian informasi
dari satu pihak ke pihak lain dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok,
organisasi dan masyarakat menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung
dengan lingkungan dan orang lain..
Pada umumnya komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat
dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat
dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan
gerak-gerik badan, dan menunjukkan sikap tertentu seperti tersenyum, mengangkat
bahu dan sebagainya. Komunikasi ini disebut komunikasi nonverbal. Proses
komunikasi bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan
tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada
interaksi antar manusia dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif
komunikasi. Melalui komunikasi sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok
orang dapat dipahami oleh pihak lain.
Proses komunikasi terbagi menjadi dua tahap, yakni proses komunikasi secara
primer dan proses komunikasi secara sekunder.
a. Proses komunikasi secara primer
Proses komunikasi secara primer adalah proses komunikasi secara langsung.
b. Proses komunikasi secara sekunder
Proses komunikasi secara sekunder adalah proses komunikasi dengan
perantara (technologi maupun non technologi).
Langkah-langkah proses komunikasi:
1. Komunikator memiliki gagasan atau pesan/informasi yang ingin disampaikan
kepada komunikan.
2. Komunikator membuat/menyusun sandi-sandi (encoding) untuk menyatakan
maksud dalam bentuk kata-kata ataupun lambang.
3. Perkataan dan lambang-lambang (pesan) disalurkan melalui media.
4. Komunikan menguraikan/menafsirkan pesan yang dikirimkan oleh komunikator.
5. Komunikan memberi tanggapan.
3. faktor ketidakpatuhan dalam KIE
A. Faktor penyakit
a. Keparahan atau stadium penyakit
b. Lamanya terapi berlangsung.
B. Faktor terapi
a. Regimen pengobatan yang kompleks (jumlah obat maupun jadwal
penggunaan)
b. Kesulitan dalam penggunaan obat
c. Efek samping yang ditimbulkan
d. Rutinitas sehari – hari yang tidak sesuai dengan jadwal penggunaan obat.
C. Faktor pasien
a. Merasa kurang pemahaman mengenai keseriusan dari penyakit dan hasil yang
didapat jika tidak diobati
b. Menganggap pengobatan yang dilakukan tidak begitu efektif
c. Motivasi ingin sembuh
d. Kepribadian/perilaku
e. Dukungan lingkungan sekitar/keluarga
f. Sosio-demografi pasien: umur, tingkat pendidikan, pekerjaan.
D. Faktor komunikasi
a. Kurang mendapat instruksi yang jelas tentang pengobatannya
b. Kurang mendapatkan cara atau solusi untuk mengubah gaya hidupnya
c. Ketidakpuasan dalam berinteraksi dengan tenaga kesehatan
d. Apoteker tidak melibatkan pasien dalam pengambilan keputusan.
4. Perbedaan antara konsultasi dengan konseling
a. Konsultasi
1) komunikasi yang terstruktur
2) menilai kebutuhan klien
3) memberikan informasi sesuai dengan kebutuhan
b. konseling
1) komunikasi tidak terstruktur
2) Menunjukkan apa yang harus dilakukan
3) Memberikan informasi sebanyak mungkin untuk memberikan
pemahaman yang lebih mendalam
5. Kendala dalam berkomunikasi
a) Mendengar
Biasanya kita mendengar apa yang ingin kita dengar. Banyak hal atau
informasi yang ada di sekeliling kita, namun tidak semua yang kita dengar dan
tanggapi. Informasi yang menarik bagi kita, itulah yang ingin kita dengar.
b) Mengabaikan informasi yang bertentangan dengan apa yang kita ketahui
c) Menilai sumber
Kita cenderung menilai siapa yang memberikan informasi. Jika ada anak kecil
yang memberikan informasi tentang suatu hal, kita cenderung
mengabaikannya.
d) Persepsi yang berbeda
Komunikasi tidak akan berjalan efektif, jika persepsi si pengirim pesan tidak
sama dengan si penerima pesan. Perbedaan ini bahkan bisa menimbulkan
pertengkaran, diantara pengirim dan penerima pesan.
e) Kata yang berarti lain bagi orang yang berbeda
Kita sering mendengar kata yang artinya tidak sesuai dengan pemahaman kita.
Seseorang menyebut akan datang sebentar lagi, mempunyai arti yang berbeda
bagi orang yang menanggapinya. Sebentar lagi bisa berarti satu menit, lima
menit, setengah jam atau satu jam kemudian.
f) Sinyal nonverbal yang tidak konsisten
Gerak-gerik kita ketika berkomunikasi – tidak melihat kepada lawan bicara,
tetap dengan aktivitas kita pada saat ada yang berkomunikasi dengan kita-,
mampengaruhi proses komunikasi yang berlangsung.
g) Pengaruh emosi
Pada keadaan marah, seseorang akan kesulitan untuk menerima informasi.
apapun berita atau informasi yang diberikan, tidak akan diterima dan
ditanggapinya.
h) Gangguan
Gangguan ini bisa berupa suara yang bising pada saat kita berkomunikasi,
jarak yang jauh, dan lain sebagainya

8. D

9. C

10. D

11. C

12. C

13. D

14. B

15. D

16. D