Anda di halaman 1dari 3

Quota Sampling

Perngertian

Menurut Sugiyono (2001: 60) menyatakan bahwa sampling kuota adalah

teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu

sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Menurut Margono (2004: 127) dalam

teknik ini jumlah populasi tidak diperhitungkan akan tetapi diklasifikasikan dalam

beberapa kelompok. Sampel diambil dengan memberikan jatah atau quorum

tertentu terhadap kelompok. Pengumpulan data dilakukan langsung pada unit

sampling. Setelah jatah terpenuhi, pengumpulan data dihentikan.

Contoh

Akan melakukan penelitian terhadap pegawai golongan II, dan

penelitian dilakukan secara kelompok. Setelah jumlah sampel ditentukan 100, dan

jumlah anggota peneliti berjumlah 5 orang, maka setiap anggota peneliti dapat

memilih sampel secara bebas sesuai dengan karakteristik yang ditentukan

(golongan II) sebanyak 20 orang.

Dalam teknik ini jumlah populasi tidak diperhitungkan, tetapi

diklasifikasikan dalam beberapa kelompok. Sampel diambil dengan memberikan

jatah atau quota tertentu pada setiap kelompok. Pengumpulan data dilakukan

langsung pada setiap unit sampling. Setelah jatah terpenuhi, pengumpulan data

dihentikan. Misalnya, penelitian dilakukan terhadap ibu rumah tangga sebagai

unit sampling untuk mengetahui pendapatnya dalam menghadapi harga pasaran

sesuai dengan pendapat suaminya. Untuk itu, keluarga dikelompokkan menjadi

beberapa subpopulasi, antara lain : keluarga pegawai negeri, keluarga pengusaha,


keluarga buruh, keluarga petani, keluarga nelayan, dan lain-lain. Setelah populasi

itu diberikan jatah tertentu walaupun jumlah masing-masing sebagai populasi

tidak diketahui. Setiap ibu rumah tangga dari subpopulasi itu dihubungi sebagai

sumber data sampai jumlahnya terpenuhi.

Kelemahan

Kelemahan teknik ini ialah para peneliti cenderung akan selalu mencari

kemudahan, menghindari hambatan yang mungkin terjkadi sehingga akan

memilih sampel orang-orang yang mudah dihubungi, menghindari subjek yang

sulit ditemui. Untuk mengantisipasi kelemahan ini dapat dengan menerapkan cara

randomisasi dalam penerikan sampel yang sudah ditetapkan jumlahnya misalnya

dengan cara undian atau yang lain.

Cara tahu bentuk lain dari quota sampling dalah dimensional

sampling. Teknik ini menggunakan dimensi ganda, yakni dengan merinci semua

variable (dimensi) yang menarik perhatian seorang peneliti.

Hal yang penting ialah bahwa setiap kombinasi dari dimensi-dimensi

tersebut paling sedikit terwakili oleh satu kasus sehingga sacara eksplisit:

1) dapat menggambarkan Universe yang ingin digeneralisasikan,

2) dapat lebih memperjelas apa yang tampaknya merupakan dimensi penting

sehingga dapat menyusun suatu tipologi yang mencakup berbagai

kombinasi nilai-nilai dari dimensi tersebut,

3) menggunakan tipologi tersebut sebagai kerangka penarikan sampel untuk

menarik sejumlah kecil sampel yang biasanya menarik satu kasus dari setiap
sel sesuai dengan tipolioginya (Bambang Suwarno, 1987 dalam yatim

Riyanto, 1996).

Teknik ini biasanya digunakan dan didesain untuk penelitian yang

menginginkan sedikit sampel di mana setiap kasus dipelajari secara mendalam.

Bahayanya, jika sampel terlalu sedikit, tidak akan mewakili populasi.