Anda di halaman 1dari 1

Fall off the tree

When I was ten years old, I felt out of my friend’s mango tree. At that time, my friends and I
wanted to eat mango in front of my friend’s house. The tree was very high. We could not
climb it because at that time we were little.

Because no one dared to climb the tree, I braced myself to climb it. I knew that I could not
climb the tall tree. However, I want to show them that I was great. Then I climbed the tree.
Having reached the top, I started looking for fruit which I would take. I saw my friends from
the bottom praised me. “Great, you are awesome!” Said one of my friends. “Fetch the fruit!”
Begged my friend. Then I tried to reach the fruit. However, when I was about to pick it up,
the trunk where I stand broken. I felt from the tree. “Gubraaakk” My body crushed the
ground. I cried in pain. I see blood was coming out of my head.
At that time, I was escorted by my friend to my house. They told my mother that I fell from a
mango tree. Then my mother took care of my injuries. Until now, I do not want to climb the
trees anymore.
Translate indonesia :

Ketika saya berumur 10 tahun, aku pernah terjatuh dari pohon manga milik temanku. Waktu
itu aku dan teman-temanku ingin memakan buah mangga yang ada di pohon di depan rumah
temanku. Pohon itu sangatlah tinggi. Kami tidak bisa menaikinya karena pada waktu itu kami
masih kecil.

Karena tidak ada yang berani menaiki pohon itu, aku pun memberanikan diri untuk
menaikinya. Aku tahu bahwa aku tidak bisa memanjat pohon tinggi itu.Namun aku ingin
menunjukan kepada mereka bahwa aku hebat. Lalu ku panjatlah pohon itu. Setelah sampai di
atas aku mulai mencari buah mana yang akan di petik. Aku melihat teman-temanku memuji
ku dari bawah . “wah hebat sekaili kamu!” Seru salah satu temanku. “ambilkan buah yang
itu!” Pinta temanku. Lalu aku berusaha meraih buah itu. Namun, ketika aku hendak
mengambilnya, batang tempat aku berpijak patah. Akupun jatuh dari pohon itu. “Gubraaakk”
tubuh ku mengahantam tanah. Aku menangis kesakitan. Ku lihat darah keluar dari kepalaku.

Saat itu juga aku diantar oleh temanku pulang kerumah. Mereka memberitahu ibuku bahwa
aku terjatuh dari pohon manga. Lalu luka ku di obati oleh ibuku. Sampai sekarang, aku tidak
mau naik pohon lagi.