Anda di halaman 1dari 10

PROPOSAL PENYULUHAN

Gizi Kurang Pada Balita


Pengembangan Program Kesehatan Reproduksi KIA

Disusun oleh :

Ludya Devi Ariyani


NPM : 141106160494

UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT

2016
A. Latar Belakang

Gizi merupakan faktor penting untuk mewujudkan manusia Indonesia. Berbagai


penelitian mengungkapkan bahwa kekurangan gizi, terutama pada usia dini akan
berdampak pada tumbuh kembang anak. Anak yang kurang gizi akan tumbuh kecil,
kurus, dan pendek. Gizi kurang pada anak usia dini juga berdampak pada rendahnya
kemampuan kognitif dan kecerdasan anak, serta berpengaruh terhadap menurunnya
produktivitas anak ( Depkes RI, 2014).
Masalah gizi pada hakikatnya adalah masalah kesehatan masyarakat, namun
penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan
kesehatan saja. Penyebab timbulnya masalah gizi adalah multifaktor, oleh karena itu
pendekatan penanggulangannya harus melibatkan berbagai sektor terkait. Masalah gizi
muncul akibat masalah ketahanan pangan ditingkat rumah tangga, yaitu kemampuan
rumah tangga memperoleh makanan untuk semua anggotanya (Supariasa et.al 2012)
Anak-anak yang tinggal di pedesaan lebih mungkin menderita kurang gizi
daripada yang tinggal di daerah perkotaan. Kurang gizi pada anak-anak, termasuk
diantaranya gangguan pertumbuhan sejak janin, asupan ASI (Air Susu Ibu) yang kurang
optimal atau tidak cukup, pendek, kurus dan kekurangan vitamin A dan Seng.
Merupakan penyebab utama kematian, diperkirakan 45% dari seluruh kematian pada
anak di bawah umur lima tahun. (WHO, 2014).
Masalah kesehatan masyarakat dianggap serius bila prevalensi gizi buruk-
kurang antara 20,0-29,0%, dan dianggap prevalensi sangat tinggi bila ≥ 30%. Pada
tahun 2013, prevalensi gizi buruk-kurang pada anak balita secara nasional sebesar
19,6%, yang berarti masalah gizi buruk-kurang di Indonesia masih merupakan masalah
kesehatan masyarakat mendekati prevalensi tinggi. Diantara 33 provinsi di
Indonesia,18 provinsi memiliki prevalensi gizi buruk-kurang diatas angka prevalensi
nasional yaitu berkisar antara 21,2% sampai dengan 33,1%. Provinsi yang
prevalensinya sangat tinggi adalah NTT 33,1% diikuti Papua Barat 32%. Sedangkan
Provinsi Aceh merupakan provinsi dengan urutan ke tujuh untuk prevalensi gizi buruk-
kurang sebesar 26,3% (Riskesdas, 2013).
Pada saat ini, Indonesia menghadapi masalah gizi ganda, yaitu masalah gizi
kurang dan masalah gizi lebih. Masalah gizi kurang umumnya disebabkan oleh
kemiskinan; kurangnya persediaan pangan; kurang baiknya kualitas lingkungan
(sanitasi); kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi, menu seimbang dan
kesehatan; dan adanya daerah miskin gizi (iodium). Sebaliknya masalah gizi lebih
disebabkan oleh kemajuan ekonomi pada lapisan masyarakat tertentu disertai dengan
kurangnya pengetahuan tentang gizi, menu seimbang, dan kesehatan (Almatsier, 2004).
Penyebab langsung kurang gizi yaitu asupan makanan tidak seimbang dan
penyakit infeksi. Sedangkan untuk penyebab tidak langsung diantaranya tidak cukup
persediaan pangan, pola asuh anak tidak memadai, sanitasi/pelayanan kesehatan dasar
tidak memadai. Hal ini disebabkan kemiskinan, pendapatan, kurang pendidikan,
pengetahuan dan keterampilan. Sedangkan akar masalah penyebab kurang gizi adalah
krisis ekonomi, politik dan sosial (UNICEF, 1998 dalam Baliwati 2010).
B. Rumusan Masalah

1. Kurangnya pengetahuan Ibu tentang asupan makanan yang baik dan gizi
seimbang bagi balita.
2. Terdapatnya balita dengan gizi kurang di daerah tersebut.

C. Tujuan

1. Tujuan Umum
Setelah selesai mengikuti penyuluhan tentang gizi pada balita selama
1 x 50 menit keluarga (ibu) mengetahui gizi yang baik untuk masa
pertumbuhan anak balita serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan gizi pada balita, maka Ibu mampu
melakukan hal-hal berikut :
a. Ibu dapat menjelaskan tentang gizi seimbang
b. Ibu dapat memahami kebutuhan gizi balita
c. Ibu dapat mengetahui penyakit akibat kekurangan dan kelebihan gizi

D. Manfaat
Memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang gizi
kurang pada balita serta asupan makanan yang baik dan seimbang bagi balita
untuk mencegah gizi kurang tersebut.

E. Sasaran
Sasaran dari kegiatan penyuluhan “Gizi Kurang Pada Balita” adalah:
a. Sasaran primer kegiatan penyuluhan ini adalah ibu-ibu yang mempunyai
anak balita di lingkungan Laladon Gede RW O4 Bogor
b. Sasaran sekunder kegiatan penyuluhan ini adalah kader posyandu yang ada
di wilayah Laladon Gede RW O4 Bogor
c. Sasaran tersier kegiatan penyuluhan ini adalah seluruh ibu-ibu dan
masyarakat yang berada di wilayah Laladon Gede RW O4 Bogor
F. Waktu dan Tempat
Kegiatan penyuluhan gizi dengan tema “Gizi Kurang Pada Balita” ini akan
dilaksanakan pada :
Hari : Senin
Tanggal : 19 Desember 2016
Waktu : Pukul 09.00 WIB
Tempat : Majelis Nurul Ikhwan Desa Laladon Gede RT 02/04 Ciomas,
Bogor.

G. Metode Penyuluhan
Metode yang akan dilakukan dalam penyuluhan “Gizi Kurang Pada Balita”
ini adalah :
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Diskusi

H. MATERI
1. Pengertian gizi seimbang
2. Kebutuhan gizi balita
3. Penyakit akibat kekurang dan kelebihan gizi

I. Media Penyuluhan
Media yang akan digunakan dalam penyuluhan “Gizi Kurang Pada Balita”
ini adalah :
1. LCD (Power Point)
2. Poster

J. Rencana Anggaran
 Terlampir pada lampiran 1
K. Deskripsi Kerja Kegiatan Penyuluhan
 Terlampir pada lampiran 2
L. Setting Tempat dan Pengorganisasian
 Terlampir pada lampiran 3
Lampiran 1

Rencana Anggaran
Pengeluaran :

 Pembuatan proposal : 1 bendel x Rp 10.000 = Rp. 10.000

 Konsumsi peserta : 20 x Rp 4000 = Rp. 80.000

 Konsumsi panitia : 4 x 5000 = Rp. 20.000

 Sewa LCD proyektor : 1 x Rp. 100.000 = Rp. 100.000

 Dokumentasi = Rp. 20.000

 Pembuatan poster : 2 x Rp. 10.000 = Rp. 20.000

 Doorprize : 5 paket x Rp. 10.000 = Rp. 50.000+

Total Rp. Rp. 300.000


Lampiran 2

Deskripsi Kerja Kegiatan Penyuluhan

Target
No Waktu Tahap Materi Penyaji
Sasaran
1 5 menit Pembukaan :  Menyampaikan :  Menjawab salam
a. Salam pembuka salam pembuka,
b. Perkenalan maksud dan tujuan  Memperhatikan
c. Menyampaikan tujuan serta kontrak waktu
d. Kontrak waktu pelaksanaan  Mengikuti
kegiatan kepada penyuluhan
peserta penyuluhan
dengan bahasa yang
sopan dan jelas serta
penggunaan kata
yang efisien.

2 25 menit Kegiatan Inti :  Menyampaikan  Menyimak dan


a. Penyampaian materi materi dengan jelas memperhatikan
dengan metode dan tepat sesuai penyuluhan
ceramah dengan metode yang dengan baik dan
b. Penguraian materi : dipilih antusias.
Gizi Seimbang,
Kebutuhan gizi balita,  Menyampaikan
Kekurangan Energi materi dengan
dan Protein (KEP), efisien mencegah
Obesitas pada balita. kekurangan waktu

 Memanfaatkan
semua media yang
tersedia untuk
menyampaikan
materi dengan baik.
3 5 menit Sesi tanya jawab :  Melalukan dialog  Peserta
a. Membuka pertanyaan interaktif dengan penyuluhan
atau peserta penyuluhan. bertanya dan
b. Memberi pertanyaan berdialog
 Menanyakan tentang materi
beberapa pertanyaan penyuluhan.
singkat kepada
peserta penyuluhan
tentang materi
penyuluhan untuk
mengetahui feed
back.

4 10 menit Diskusi :  Menjelaskan kembali  Menjawab studi


a. Menjawab pertanyaan materi yang kasus dari
peserta penyuluhan berkaitan dengan peserta lain
yang berkaitan pertanyaan
dengan materi yang  Memperhatikan
belum jelas.  Mendiskusikan penjelasan
dengan peserta lain : penyaji/peserta
meminta peserta lain lain
untuk menjawab

6 5 menit Penutup :  Menyampaikan  Bersama penyaji


a. Menyimpulkan materi kesimpulan dengan menyimpulkan
yang didiskusikan singkat dan jelas materi.
b. Mengakhiri kegiatan  Menyampaikan salam
dengan salam penutup dan ucapan  Mengerti dan
terimakasih dengan mempunyai
sopan dan jelas. pengetahuan
baru tentang
materi
penyuluhan

 Menjawab salam
Lampiran 3

Setting Tempat Dan Pengorganisasian


Lokasi : Majelis Nurul Ikhwan Laladon Gede RT 02/04 Ciomas, Bogor.

LCD PROYEKTOR
PENYAJI
MODERATOR
& NOTULIS

PESERTA

ENTRY
& EXIT

Penyaji : Ludya Devi Ariyani

Moderator : Ludya Devi Ariyani

Notulis : Nur Jubaidah Adawiah

Peserta : Ibu yang mempunyai balita di wilayah rw 04, kader posyandu di wilayah
rw 04.
PENUTUP
Demikian proposal ini saya buat dengan harapan semoga acara ini dapat berjalan
dengan lancar dan mendapat ridho Allah SWT. Semoga penyuluhan ini dapat
menyelamatkan generasi baru yang akan dating. Bantuan, kerja sama dan partisipasi
dari semua pihak sangat saya harapakan demi terlaksananya acara ini. Dan semoga
Allah SWT membalas kebaikan kita semua dengan pahala yang berlipat ganda . Amin
Yaa Robbal Alamin.

Bogor, 22 November 2016

Penyusun
Bogor, 22 November 2016

LEMBAR PENGESAHAN

MENGETAHUI MENYETUJUI

PELAKSANA PEMBIMBING

Ludya Devi Ariyani Fenti Dewi Pertiwi S.Kep, Ners, M.K.M


NPM : 141106160494 NIP : 410100461