Anda di halaman 1dari 20

A.

Data Dasar

Tanggal Pengkajian : 03 Juni 2010


Tanggal Masuk : 03 Juni 2010

IDENTITAS KLIEN

Nama Klien : Tn. D


Usia : 27 tahun
Status Perkawinan : Menikah
Agama : Islam
Suku : Jawa
Pendidikan : SMP
Bahasa yang digunakan : Bahasa Indonesia
Pekerjaan : Pekerja Lepas
Alamat : Jl. Subadra RT 05/ RW 07 No 12 Tanah Tinggi Johar Baru,
Jakarta Pusat
Sumber Biaya : SKTM
Sumber Informasi : Pasien

1. RIWAYAT KEPERAWATAN
a. Riwayat Kesehatan Sekarang
Klien mengatakan nyeri di perut sampai pinggang, nyeri dirasakan kurang lebih
sudah satu minggu, nyeri muncul kadang-kadang selama 5 menit, nyeri seperti di tusuk-
tusuk, sekala nyeri 5, sakit hebat mulai dirasakan sejak 1 minggu yang lalu tanggal 27
Mei 2010, saat bangun tidur klien kesakitan sekali, kliaen tidak tahu pasti apa
penyebabnya, timbul sakitnya bertahap. Kondisi nyeri ini dirasakan klien sudah sejak
5 bulan yang lalu. Karna hari in sakit yang amat sangat sengginga klien tidak mampu
untuk bergerak, klien memutuskan berobat ke RS. Islam Jakarta. Selama ini kalau
berasa sakit berobat ke dokter praktik dan selalu diberi obat kemudian sembuh.
b. Riwayat Kesehatan Masa lalu
Klien tidak alergi terhadap Sejak 5 bulan klien sering merasakan sakit pinggang
yang hilang timbul dan selalu dapat diatasi setelah berobat ke dokter. Tn. D berumur
27 thn, anak ke 6 dari 6 bersaudara, menikah dengan Ny. I anak ke 4 dari 4 bersaudara,
Ny. I berumur 25thn pekerjaannya adalah ibu rumah tangga. dikaruniai seorang anak
perempuan An. S. Dikelurga Tn. D tidak ada yang menjadi faktor resiko, tapi mertua
Tn. D mempunyai penyakit Hipertensi.

c. Riwayat psikososial dan spiritual

Orang terdekat klien adalah istrinya, intraksi dalam keluarga cukup baik, pola
komunikasi diruamh juga baik, yang mengambil keputusan jika ada masalah Tn. D.
klien mengikuti kegiatan kemasyarakatan dilingkungan rumahnya jika libur.
Dampak penyakit klien terhadap keluarga adalah tidak ada yang mencari nafkah,
karena selama ini yang mencari nafkah adalah Tn. D sendiri. Saat ini tidak ada
masalah yang mempengaruhi klien, jika klien mempunyai masalah klien hanya diam
saja. Hal yang difikirkan klien saat ini adalah ingin cepat pulang, dan berharap klien
tidak sakit-sakit lagi, klien tidak bisa beraktifitas seperti biasa setelah jatuh sakit.
Klien tidak mempunyai nilai-nilai yang bertentangan dengan kesehatan. Klien selalu
menjalankan sholat lima waktu, saat sakit pun klien tetap menjalankan sholat lima
waktu. Adapun kondisi lingkungan rumah klien baik, ventilasi cukup, dan
penerangan cukup.

d. Pola Kebiasaaan

POLA KEBIASAAN
HAL YANG DIKAJI SEBELUM SESUDAH
SAKIT SAKIT
1. Pola nutrisi
a. Frekuensi makan 3x/hari 3x/hari
b. Nafsu makan : Baik/tidak Baik Baik
Alasan : ( muntah, mual, sariawan )
c. Porsi makan yang dihabisakn 1 porsi 1 porsi
d. Makanan yang tidak disukai Tidak ada Tidak ada
e. Makanan yang menbuat alergi Tidak ada Tidak ada
f. Makanan pantangan Tidak ada Tidak ada
g. Makanan diet Tidak ada Tidak ada
h. Penggunaan obat-obatan sebelum
Tidak ada Tidak ada
makan
i. penggunaan alat bantu ( NGT, dll ) Tidak ada Tidak ada

2. Pola Eliminasi
a. BAK
1) Frekuensi 6x/hari 5x/hari
2) Warna Kuning Jernih Kuning Jernih
3) Keluhan Tidak ada Tidak ada
4) Penggunaan alat bantu (kateter,
Tidak ada Tidak ada
dll)
b. BAB
1) Frekuensi 1x/hari 1x/hari
2) Waktu : pagi/siang/malam/tidak
Tidak ada Tidak ada
tentu
3) Warna kuning kuning
4) Konsistensi Padat Padat
5) Keluhan Tidak ada Tidak ada
6) Penggunaan laksatif/pencahar Tidak Tidak

3. Pola Personal Hygiene


a. Mandi
1) Frekuensi 2x/hari 2x/hari
2) Waktu : pagi/sore/malam Pagi & sore Pagi & sore
b. Oral Hygiene
1) Frekuensi 2x/hari 2x/hari
2) Waktu : pagi/siang/setelah makan Pagi & sore Pagi & sore
c. Cuci rambut
1) Frekuensi 3x/minggu 3 hari/1x

4. Pola istirahat tiduk


a. Lama tidur siang Tidak 2-3 jam
b. Lama tidur malam 6-7 jam 6-7 jam
c. Pola kebiasaan tidur Tidak ada Tidak ada

5. Pola aktifitas dan Latihan


a. Waktu bekerja : pagi/siang/malam
b. Olahraga : ( ) ya ( ) tidak Tidak Tidak
c. Jenis olahraga
d. Keluhan dalam beraktifitas : Tidak ada Tidak ada
(pergerakan tubuh/mandi/mengenakan
pakaian/sesak setelah beraktifitas )

6. Pola kebiasaa yang mempengaruhi


Kesehatan Ya Tidak
a. Merokok : ya/tidak 3x/hari
1) Frekuensi 3 batang/hari
2) Jumlah Lupa
3) Lama pemakaian Tidak Tidak
b. Minuman keras/NNAPZA : Ya/Tidak
1) Frekuensi
2) Jumlah
3) Lama pemakaian
2. Pengkajian Fisik
a. Pemeriksaan fisik umum

Dilakukan pengkajian oleh mahasiswa didapatkan data berikut ini : keadaan


umum ringan, BBklien saat masuk rumah sakit 68 kg, sebelum sakit 68 kg, tinggi badan
160 cm, TD = 120/90 mm/Hg, Nadi = 88x/menit, Pernafasa = 18x/menit, Suhu = 36,5o
C, tidak ada prmbesaran kelenjar getah bening.

b. Sistem Penglihatan

Setelah dikaji pada system penglihatan didapatkan data berikut ini, posisi mata
simetris, fungsi penglihatan baik, kelopak mata normal, pergerakan bola mata normal,
konjungtiva merah muda, tidak ada kelainan pada kornea, sclera, pupil, dan otot-otot
mata dan tidak adanya tanda-tanda peradangan.

c. Sistem Pendengaran
Setelah dikaji sampai system pendengaran didapatkan data berikut ini, fungsi
pendengaran baik, daun telinga nomal, tidak ada serumen, tidak ada gangguan
keseimbangan, klien tidak memakai alat bantu.
d. Sistem Wiara

Setelah dikaji pada system wicara didapatkan, bicara normal

e. Sistem Pernapasan
Setelah dikaji pada sistem pernafasan didapatkan dta berikut ini, tidak ada
sumbatan pada jalab nafas, nafas tidak sesak, pernafasan = 18x/menit, irama nafas
teratur, nafas spontan, klien tidak menggunakan otot bantu pernafasan, klien tidak batu,
diaskultasi bunyi nafas vesikuler, klien tidak nyeri saat bernafas.
f. Sistem Kardiovaskuler
Setelah dikaji pada system kardiovaskuler didapatkan data berikut ini, Nadi =
88x/menit, irama teratur, TD = 120/90 mmHg, tidak ada sistensis vena jugularis,
temperature kulit hangat, warna kulit kemerahan, kapilary refill < 3 detik, tidak ada
edema, tidak sakit dada.
g. Sistem Hematologi
Setelah dikaji pada system hematologi didapatkan data berikut ini, tidak ada
pucat, pendarahan ( ptekie, purpura, epitaksis, pendarahan gusi, mimisan, dan
ekimklienis ).
h. Sistem Saraf Pusat
Setelah dikaji pada system saraf pucat didapatkan data berikut ini, GCS=15 E=4
; M=6 ; V=5, tidak ada tanda-tanda, TIK, tidak diare, tidak konstipasi, hepar tak teraba,
dan abdomen tidak ditensi.
i. Sistem Pencernaan
Setelah dikaji pada system pencernaan didapatkan data berikut ini, kedaan
mulut bersih, tidak ada muntah, tidak diare, tidak konstipasi, hepar tak teraba, dan
abdomen tidak ditensi.
j. Sistem Endokrin
Setelah dikaji pada system endokrin didapatkan data berikut ini, tidak ada
pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada luka ganggren
k. Sistem Urogenital
Sebelum sakit pola eliminasi klien tidak ada gangguan, kebiasaan buang air
kecil 5-6x/hari dalam kapasitas normal, berwarna kuning jernih, begitupun selama
dirawat dirumah sakit tidak ada perubahan ataupun gangguan dalam pola buang air
kecil, nyeri pinggang, skala nyeri 5, nyeri seperti ditusuk-tusuk.
l. Sistem Intregumen
Setelah dikaji pada system integument didapatkan data berikut ini, turgor kulit
elastic, suhu 36,5˚C, warna kulit kemerahan, tidak ada luka dikulit, keadaan rambut
baik.

m. Sistem Muskuloskeletal
Setelah dikaji pada system musculoskeletal didapatkan data berikut ini, tidak
ada kesulitan dalam pengerakan, tidak ada fraktur dan kelainan bentuk tulang, tonus
otot baik, kekuatan otot baik,
Kekuatan otot

5555 5555

5555 5555

Data Tambahan ( pemahaman tentang penyakit)

Klien mengatakan dirinya terkena batu ginjal. Hal ini disebabkan karena klien jarang
minum dan sering duduk. Klien berusaha minum banyak berharap batu akan keluar
dengan sendirinya saat berkemih tapi tidak berhasil. Tidak ada butiran pasir/Kristal
pada urine.
3. Data Penunjang (selama perawatan)
a. USG Abdomen tanggal 25 Mei 2010,hasil berobat jalan
1) Ginjal kanan membesar,batas kabur,kalises lebar,tampak batu ukuran 1,8 cm.
2) Ureter kanan proximal lebar
3) Kesan : Hidronefrosis kanan
b. CT-Scan Abdomen tanggal 5 Juni 2010
1) Kesan : Batu pyelum Renal Dextra dengan Hidronefrosis lanjut.
c. Rontgen Thorax tanggal 3 Juni 2010
1) Kesan : Cord an Pulmo baik
d. Pemeriksaan laboratorium , tanggal 4 Juni 2010

Hemoglobin 12,8 g/dl (13,2-17,3)

Hematocrit 41% (40-52)

Leukosit 6,63 ribu/µL (3,80-10,60)

Trombosit 336 ribu/µL (150-440)

1) Hitung jenis
Basophil 0% (0-1)
Eosonofil 2% (2-4)
Neutrophil batang 3% (3-5)
Neutrofil segmen 54% (50-70)
Monklienit 5% (2-8)
Limfosit 36% (25-40)
LED 23 mm (0-10)

2) Hemostasis
Masa perdarahan 1.30 mnt (1-3)
Masa pembekuan 4.00 mnt (4-6)

3) Masa protrombin (PT)


Klien 11,4 dtk (9,8-12,6)
Control 12.0 dtk

4) APTT
Klien 35,8 dtk (31,0-47,0)
Control 36,0
5) Gula Darah Sewaktu 69 mg/dl (70-200)

6) SGOT(AST) 27 u/L (10-34)


SGPT(ALT) 34 g/L (9-43)
Protein total 7,5 g/dl (6,0-8,0)
Albumin 4,1 g/dl ( 4,0-5,2)
Bilirubin total 0,5 mg/dl (<1,0)
Bilirubin Direk 0,2 mg/dl (<0,3)
Bilirubin Indirek 0,3 mg/dl (<0,8)

7) Ureum Darah 21 mg/dl (10-50)


Kreatinin Darah 1,0 mg/dl (<1,4)

Kolesterol total 128 mg/dl (<200)

8) Elektrolit
Natrium 145 mEq/L (135-147)
Kalium 4,4 mEq/L (3,5-5,0)
Klorida 101 mEq/L (94-111)

9) HBsAg(kualitatif) Negatif (Negatif)

4. Penatalaksanaan
a) Terapi
Pre operasi
1) Oral
Terapi oral diberikan tgl 3-7 Juni 2010, tgl 7 Juni post op therapy oral di hentikan ,
diganti therapy injeksi.
Asam mefenamat 3 x 1 : 15.00
Ceitirizin 1 x 1 : 06.00
Post operasi, therapy oral diberikan mulai 7 Juni 2010
2) Injeksi
Ceftriaxone 1 x 2 gr :15.00
Tramadol 3 x 1 amp :12.00,20.00,04.00
Rantin 2 x 1 amp : 22.00,00.00

3) Diet : Nasi tanpa biasa TKTP

Operasi PCNL : TGL 7 Juni 2010 Jam 16.00 WIB.

A. Data Fokus

No Data Subjektif Data Objektif

1. Klien mengatakan nyeri perut sampai pinggang klien tampak meringis, klien
seperti ditusuk tusuk dan nyeri hebat dan hilang tampak lemas, nyeri ketok
timbal, dirasakan sudah 1 minggu yang lalu dipinggang

2. Klien mengatakan nyeri sampai tidak mampu Klien tampak meringis, klien
bergerak tampak lemas, klien tidak bisa
istirahat

3. klien mengatakan saat bangun tidur klien Klien tampak tidak paham
kesakitan sekali, klien tidak tahu pasti dengan kondisi penyakitnya
penyebabnya
Klien bertanya tentang
penyakitnya
B. Analisa Data

No Data Etiologi Masalah

1. Ds: Klien mengatakan nyeri perut Peningkatan tekanan Gangguan rasa


sampai pinggang seperti ditusuk ginjal nyaman nyeri
tusuk dan nyeri hebat dan hilang
timbul, dirasakan sudah 1 minggu
yang lalu

Do: Klien tampak meringis, klien


tampak lemas, nyeri ketok
dipinggang

2. Ds: Klien mengatakan nyeri sampai Gangguan rasa nyaman Intoleransi


tidak mampu bergerak nyeri aktivitas

Do: Klien tampak meringis, klien


tampak lemas, klien tidak bisa
istirahat

3. Ds: Klien mengatakan saat bangun Kurangnya pengetahuan Kurangnya


tidur klien kesakitan sekali, klien informasi
tidak tahu pasti penyebabnya tentang penyakit

Do: Klien tampak tidak paham


dengan kondisi penyakitnya, Klien
bertanya tentang penyakitnya

C. Diagnosa Keperawatan
No Diagnosa Keperawatan Tanggal Tanggal Paraf
Ditemukan Diselesaikan
1. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan
dengan peningktan tekanan di ginjall
ditandai dengan nyeri didaerah pinggang
2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan
nyeri didaerah pinggang ditandai dengan
nyeri sampai tidak mampu bergerak
3. Kurangnya pengetahuan berhubungan
dengan tentang Kurangnya informasi
tentang penyakit ditandai dengan Klien
tampak tidak paham dengan kondisi
penyakitnya

D. Intervensi Keperawatan

Tanggal Dignosa Tujuan & Kriteria Hasil Rencana Tindakan Paraf


Keperawatan
03 Juni Gangguan rasa Tujuan umum : 1. Kaji keluhan nyeri, perhatikan
2010 nyaman nyeri lokasi, intensitas (skala 0-5),
berhubungan Setelah diberikan asuhan frekuensi, dan waktu. Menandai
keperawatan 3 x 24 jam gejala nonverbal misalnya
dengan
gelisah, takikardia, dan
peningkatan diharapkan nyeri pasien dapat
meringis.
tekanan ginjal berkurang/ hilang
ditandai 2. Lakukan tindakan yang
dengan Tujuan khusus : mendukung kenyamanan
(seperti masase ringan/kompres
Setelah diberikan asuhan hangat pada punggung,
keperawatan 1 x 24 jam lingkungan yang tenang
Bantu/dorong pernapasan
diharapkan nyeri pasien dapat
dalam,
berkurang/ hilang
3. Kolaborasi pemberian obat
Kriteria hasil : sesuai program terapi:
 Analgetik
· Pasien menunjukkan  Antispasmodik
ekspresi wajah rileks  Kortikosteroid

· Pasien dapat tidur atau 4. Jelaskan penyebab nyeri dan


pentingnya melaporkan kepada
beristirahat secara adekuat
staf perawatan setiap perubahan
karakteristik nyeri yang terjadi
- Pasien menyatakan
nyerinya berkurang dari
skala 5-3. Pasien tidak
mengeluh kesakitan
03 Juni Intoleransi Tujuan umum : 1. Observasi adanya pembatas
2010 aktivitas klien dalam melakukan
berhubungan Setelah diberikan asuhan aktivitas
dengan keperawatan 3 x 24 jam
2. monitor pola tidur dan
peningkatan diharapkan nyeri pasien lamanya tidur/ istirahat pasien
tekanan ginjal mampu beraktivitas seperti
ditandai biasa
dengan nyeri
3. bantu klien untuk
sampai tidak Tujuan khusus : mengidentifikasi aktivitas yang
mampu mampu dilakukan
bergerak Setelah diberikan asuhan
keperawatan 1 x 24 jam 4. kolaborasi dengan tenaga
nyeri pasien mampu rehabilitasi medik dalam
beraktivitas seperti biasa merencanakan program terapi
yang tepat
Kriteria hasil :

- pasien mampu melakukan


aktivitas secara mandiri.

03 Juni Kurangnya Tujuan umum : 1. kaji tingkat pengetahuan


2010 pengetahuan pasien dan keluarga
berhubungan Setelah diberikan asuhan 2. gambarkan tanda dan gejala
keperawatan 2 x 24 jam yang biasa muncul pada
dengan
penyakit, dengan cara yang
Kurangnya diharapkan pasien sudah
tepat.
informasi paham tentang kondisi 3. gambarkan proses penyakit
tentang penyakitnya dengan cara yang tepat
penyakit 4. sediakan informasi pada pasien
ditandai Tujuan khusus : tentang kondisi, dengan cara
dengan Klien yang tepat.
Setelah diberikan asuhan a) Kolaborasi ke bagian promosi
tampak tidak
kesehatan mengenai informasi
paham dengan keperawatan 1 x 24 jam
punyakit
kondisi pasien sudah paham tentang
penyakitnya kondisi penyakitnya

Kriteria hasil :

o pasien dan keluarga


menyatakan pemahaman
tentang penyakit, kondisi,
prognosis dan program
pengobatan
o pasien dan keluarga mampu
melaksanakan prosedur
yang dijelaskan secara
benar
o pasien dan keluarga mampu
menjelaskan kembali apa
yang dijelaskan perawat /
tim kesehatan lainnya

E. Implementasi Keperawatan
Tanggal Diagnosa Keperawatan Implementasi Keperawatan Paraf

3 Juni 2010 Gangguan rasa nyaman nyeri Mandiri :


berhubungan dengan
o Mengkaji keluhan nyeri, perhatikan
peningkatan tekanan ginjal lokasi, intensitas (skala 0-5),
ditandai dengan frekuensi, dan waktu. Menandai
gejala nonverbal misalnya gelisah,
takikardia, dan meringis.
o Melakukan tindakan yang
mendukung kenyamanan (seperti
masase ringan/kompres hangat pada
punggung, lingkungan yang tenang
Bantu/dorong pernapasan dalam
o Menjelaskann penyebab nyeri dan
pentingnya melaporkan kepada staf
perawatan setiap perubahan
karakteristik nyeri yang terjadi

Kolaborasi :

o Berkolaborasi untuk pemberian obat


sesuai program terapi:
 Analgetik
 Antispasmodik
 Kortikosteroid

3 Juni 2010 Intoleransi aktivitas Mandiri :


berhubungan dengan
o Mengobservasi adanya pembatas klien
peningkatan tekanan ginjal dalam melakukan aktivitas
ditandai dengan nyeri sampai o Memonitor pola tidur dan lamanya
tidur/ istirahat pasien
tidak mampu bergerak
o Membantu klien untuk
mengidentifikasi aktivitas yang
mampu dilakukan

Kolaborasi :

o Berkolaborasi dengan tenaga


rehabilitasi medik dalam
merencanakan program terapi yang
tepat
3 Juni 2010 Kurangnya pengetahuan Mandiri :
berhubungan dengan
o Mengkaji tingkat pengetahuan pasien
Kurangnya informasi tentang
dan keluarga
penyakit ditandai dengan Klien o Menggambarkan tanda dan gejala
yang biasa muncul pada penyakit,
tampak tidak paham dengan
dengan cara yang tepat.
kondisi penyakitnya o Menggambarkan proses penyakit
dengan cara yang tepat
o Mengnformasikan pada pasien
tentang kondisi, dengan cara yang
tepat.

Kolaborasi :

o Kolaborasi ke bagian promosi


kesehatan mengenai informasi
punyakit
F. Evaluasi Keperawatan

Hari Ke-I

Tanggal Diagnosa Keperawatan Evaluasi Keperawatan Paraf

3 Juni Gangguan rasa nyaman nyeri S :


2010 berhubungan dengan
o Klien mengeluh nyeri perut sampai
peningkatan tekanan ginjal
pinggang
ditandai dengan
o Klien mengeluh nyeri seperti ditusuk
O:

o Klien terlihat meringis kesakitan


o Klien terlihat lemas
A : Masalah belum teratasi

P : Intervensi di lanjutkan

3 Juni Intoleransi aktivitas S:


2010 berhubungan dengan
o Klien mengeluh nyeri
peningkatan tekanan ginjal
o Klien mengeluh sulit untuk bergerak
ditandai dengan nyeri sampai
O:
tidak mampu bergerak
o Klien tampak meringis
o Klien tampak lemas
o Klien tidak bisa istirahat
A : Masalah belum teratasi

P : Intervensi dilanjutkan

3 Juni Kurangnya pengetahuan S :


2010 berhubungan dengan Kurangnya
o Klien mengatakan sudah paham
informasi tentang penyakit
tentang penyakitnya
ditandai dengan Klien tampak
tidak paham dengan kondisi O:
penyakitnya
o Klien tampak sudah mengerti saat
perawat menjelaskan tentang
penyakitnya
A : Masalah teratasi

P :-

Hari Ke-II
Tanggal Diagnosa Keperawatan Evaluasi Keperawatan Paraf

4 Juni Gangguan rasa nyaman nyeri S :


2010 berhubungan dengan o Klien mengeluh nyeri perut
peningkatan tekanan ginjal sampai pinggang
ditandai dengan o Klien mengeluh nyeri seperti
ditusuk
O:

oKlien terlihat meringis


kesakitan
o Klien terlihat lemas
A : Masalah belum teratasi

P : Intervensi di lanjutkan

4 Juni Intoleransi aktivitas S:


2010 berhubungan dengan
o Klien mengeluh nyeri
peningkatan tekanan ginjal o Klien mengeluh sulit untuk
ditandai dengan nyeri sampai bergerak
O:
tidak mampu bergerak
o Klien tampak meringis
o Klien tampak lemas
o Klien tidak bisa istirahat
A : Masalah belum teratasi

P : Intervensi dilanjutkan
Hari Ke-III
Tanggal Diagnosa Keperawatan Evaluasi Keperawatan Paraf

4 Juni Gangguan rasa nyaman nyeri S :


2010 berhubungan dengan peningkatan
o Klien mengeluh nyeri perut
tekanan ginjal ditandai dengan
sampai pinggang
o Klien mengeluh nyeri seperti
ditusuk
O:

o Klien terlihat meringis


kesakitan
o Klien terlihat lemas
o Hasil CT-Scan Abdomen ada
batu pyelum dextra dengan
hidronefrosis lanjut
A : Masalah belum teratasi

P :

o Akan dilakukan operasi


PCNL pada tanggal 7 juni
2010
4 Juni Intoleransi aktivitas berhubungan S:
2010 dengan peningkatan tekanan ginjal
o Klien mengatakan rasa nyeri
ditandai dengan nyeri sampai tidak
sudah berkurang
mampu bergerak
O:

o Skala nyeri 3
A : Masalah teratasi

P :-
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Hidronefrosis merupakan salah satu penyakit yang paling sering ditemui oleh
masyarakat dan pada umumnya dialami oleh pria. Penyakit ginjal disebabkan oleh rutinitas
pekerjaan yang membuat pola makan jadi tidak teratur, adanya faktor keturunan yang juga
memiliki peran penting karena jika terdapat keluarga yang memiliki penyakit ginjal resiko
diturunkan penyakit ginjal pada anak ke 6 lebih besar, kurangnya konsumsi air putih, jarang
membuang air kecill dan sering ditahan, banyak mengkonsumsi makanan dan minuman yang
mengandung bahan kimia, dan pola hidup yang terkadang salah.

B. Saran
Semakin kurang seseorang minum air putih makin kurang pula air kemih yang terbentuk.
Pasien dianjurkan untuk meminum 2 liter air perhari. Dan pasien tetap menjaga asupan kalsium
pada batas yang di anjurkan.
DAFTAR PUSTAKA

Nurarid, Amin H. dan Hardhi K.2015. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan

Diagnose Medis dan Nanda Nic-Noc Edisi Revisi Jilid 3.Jogjakarta : Medi Action

http://www.alodokter.com/hidronefrosis