Anda di halaman 1dari 43

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Olahraga merupakan salah satu faktor yang membentuk kesegaran

jasmani yang perlu disosialisasikan atau dikenalkan kepada masyarakat luas.

Banyak manfaat yang bisa kita dapat melalui kegiatan olahraga. Melalui

kegiatan olahraga kita dapat mengembangkan diri diantaranya kemampuan

fisik, mental, sosial dan dapat mengembangkan kualitas keterampilan gerak.

Berbagai cabang olahraga banyak tumbuh atau muncul dikalangan

masyarakat Indonesia saat ini diantaranya adalah atletik, beladiri, olahraga air

permainan bola kecil, permainan bola besar, senam dan olahraga rekreasi.

Dianatar olahraga tersebut terdapat olahraga atau permainan tenis meja. Tenis

meja termasuk permainan bola kecil atau permaian net ( net game ).

Tenis meja merupakan salah satu cabang olahraga yang banyak

penggemarnya, tidak terbatas pada tingkat usia remaja, tapi juga anak-anak

dan oarang tua, pria dan wanita cukup besar peminatnya, hal ini disebabkan

karena olahraga yang satu ini tidak terlalu rumit untuk diikuti.

Walaupun tidak semua penggemar tenis meja memiliki ambisi atau

keinginan unutuk menjadi seorang juara, tapi kebanyakan dari mereka

senantiasa berusaha untuk keluar sebagai pemenang dalam setiap

pertandingan, apakah itu pertandingan resmi, latihan-latihan ataupun bermain

tenis meja secara iseng-iseng saja yang biasa dilakukan di halaman rumah.
2

Tenis meja adalah suatu permainan yang menggunakan meja sebagai

lapangan yang di batasi oleh jaring (net) yang menggunakan bola kecil yanng

terbuat dari celluloid dan permainannya menggunakan pemukul atau yang di

sebut bet (Depdiknas, 2003: 3).

Tenis meja merupakan permainan yang sederhana. Aksi yang

dilakukan dalam olahraga ini adalah konsisten memukul, mengarahkan dan

menempatkan bola ke meja lawan sehingga satu saat bola itu tidak dapat

dikembalikan oleh lawan.

Untuk dapat memainkan permaianan tenis meja sebagai olahraga

diperlukan pembelajaran, pemahaman dan pelatihan mengenai berbagai

pukulan (stroke). yang dimana stroke ini dapat membantu keterampilan gerak

servis dan mengembalikan bola tepat ke sasaran, di mana hal ini adalah kunci

dalam permainan tenis meja.

Pukulan secara umum dapat dikelompokkan sebagai pukulan yang

bersifat serangan (offensive) dan pukulan bersifat bertahan (defensive)”.

(Peter Simpson, 2012:25). Membagi pukulan forehand dan backhand

meliputi teknik pukulan drive, push, block, cop , lop, dan servis.

Drive adalah teknik pukulan (stoke) dimulai sikap bet tertutup dan

gerakan dai bawah serong serong ke atas di akhiri di depan dahi. Drive

digunakan sebagai pukulan serangan atau dapat juga kita kontrol sesuai

dengan keinginan. Push adalah adalah teknik pukulan dimulai dari sikap bet

sedikit terbuka dengan gerakan mendorong. Push biasanya digunakan untuk

mengembalikan pukulan push dan cop lawan. Block adalah teknik blocking
3

dengan sikap bet tertutup untuk menghentikan atau membendung serangan

musuh. Block biasanya digunakan untuk mengembalikan bola drive atau bola

melambung dengan putaran atas. Chop adalah teknik pukulan dimulai dari

posisi bet terbuka kemudian digerakkan seperti menebang pohon dengan

kapak. Service adalah adalah teknik pukulan untuk menyajikan bola pertama

dengan terlebih dahulu memantulkan bola tersebut ke meja penyaji, dan bola

harus melewati atas net dan masuk kesasaran meja lawan.

Untuk mendapatkan poin dari lawan kita haus menggunakan salah satu

pukulan atau stroke yang diandalkan dari dua pukulan yang ada, forehand

drive adalah pukulan yangg sering digunakan sebagai andalan seorang

pemaian baik profesional ataupun amatir. Forehand drive adalah teknik

pukulan yang dilakukan dengan gerakan bet dari bawah serong ke atas dan

sikap bet clip, dengan bet berada disebelah kanan depan pemukul. Forehand

sangat penting karena biasa menjadi pukulan utama dalam serangan, dan

merupakan pukulan yang digunakan untuk melakukan smash.

Berdasarkan teori di atas, untuk mendapatkan poin dari lawan dengan

pukulan forehand drive, seorang pemain membutuhkan ketepatan dari

pukulan itu sendiri, dalam permainan tenis meja ketepatan sasaran merupakan

salah satu faktor yang terpenting dalam bermain. Ketepatan sasaran yang

dimaksud adalah ketepatan penepatan bola pukulan forehand dan backhand

pada sasaran yang telah ditetapkan. Karena dalam permainan tenis untuk

mendapatkan skor, maka seorang pemain berusaha menempatkan bola ke


4

tempat sasaran dengan laju bola cepat yang jauh dari jangkauan lawan,

sehingga lawan sulit mengembalikan bolanya.

Berdasarkan pengamatan penulis pada saat PPL di SMP Negeri 5

Samarinda. Pembelajaran tenis meja yang diajarkan pada siswa kelas IX

sesuai dengan KTSP standar isi 2006 Kelas IX mengenai beberapa dasar

permainan tenis meja pada semester satu: pengenalan peralatan permainan

tenis meja meliputi : meja, bet, dan seragam, pengenalan teknik dasar

mengenai memegang bet dan teknik memukulbola (forehand dan backhand).

Mengenai pembelajaran di atas dan pengalaman selama melaksanakan

PPL di SMP Negeri 5 Samarinda, pada saat materi permainan tenis meja,

masih banyak siswa yang melakukan pukulan keluar dari meja lawan (out)

dan menyangkut di net. Jika siswa tidak dapat memukul atau mengembalikan

bola dengan benar maka permaianan akan terkendala atau rusak dan akan

memudahkan lawan mendapatkan poin dengan mudah. Serta penurunan

prestasi dalam permainan tenis meja.

Melihat kenyataan yang ada terdapat beberapa faktor pemhambat

peningkatan prestasi siswa SMP Negeri 5 Samarinda, adalah salah satunya

aspek itu sendiri yaitu teknik memukul untuk mengembalikan bola tepat

sasaran ke meja lawan.

Untuk meningkatkan ketepatan pukulan push forehand, kita perlu

melakukan beberapa bentuk latihan diantaranya adalah latihan skiping dan

push up tepuk tangan. Kedua bentuk latihan ini dapat dengan mudah di
5

pelajari, dipahami dan dilatih namun tersendiri untuk bisa melakukan latihan

ini dengan benar dan tepat.menghadirkan tantangan atau ambisi

Sebelum memulai berlatih kita harus menentukan lebih dahulu target

pukulan. Untuk itu harus memiliki “line of play” (garis yang menyatakan arah

laju bola, lurus atau diagonal), selain itu kita tentukan target jumlah tertentu

yang dapat kita mainkan tanpa melakukan kesalahan. Misalnya saja 10-20

ataupun 50 buah stroke, sebagai catatan porsi latihan ekstra perlu untuk

pemula.

Berdasarkan masalah di atas, maka timbul dugaan bahwa ada pengaruh

yang erat dari cara teknik pukulan seseorang terhadap ketepatan forehand

push tenis meja.

Hal ini yang membuat peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian

dengan judul: “Pengaruh Latihan Skiping dan Push Up Tepuk Tangan

terhadap ketepatan pukulan push forehand dalam permainan tenis meja pada

siswa Ekstrakurikuler SMP Negeri 5 Samarinda”.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah ada pengaruh latihan Skiping terhadap ketepatan pukulan push

forehand dalam permainan tenis meja pada siswa Ekstrakurikuler SMP

Negeri 5 Samarinda ?

2. Apakah ada pengaruh Latihan Push Up Tepuk Tangan terhadap

ketepatan pukulan push forehand dalam permainan tenis meja pada siswa

Ekstrakurikuler SMP Negeri 5 Samarinda ?


6

3. Apakah ada pengaruh latihan skiping dan push up tepuk tangan terhadap

ketepatan pukulan push forehand dalam permainan tenis meja pada siswa

ekstrakurikuler SMP Negeri 5 Samarinda ?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan pemaparan sebelumnya, maka tujuan penelitian ini adalah

sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui pengaruh latihan skiping terhadap ketepatan pukulan

push forehand dalam permainan tenis meja siswa ekstrakurikuler SMP

Negeri 5 Samainda.

2. Untuk mengetahui pengaruh latihan push up tepuk tangan terhadap

ketepatan pukulan push forehand dalam tenis meja siswa ekstrakurikuler

SMP Negeri 5 Samarinda.

3. Untuk mengetahui pengaruh latihan skiping dan push up tepuk tangan

terhadap ketepatan pukulan push forehand dalam permainan tenis meja

siswa ekstrakurikuler SMP Negeri 5 Samarinda.

D. Kegunaan Penelitian

Setelah melakukan serangkaian penelitian sederhana, sudah tentu

penulis mengharapkan penelitian ini berguna secara luas.

Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah :

1. Sebagai bahan infomasi peneliti untuk mengetahui pengaruh latihan

skiping dan push up tepuk tangan terhadap ketepatan pukulan push

forehand dalam permainan tenis meja siswa ekstrakurikuler SMP Negeri 5

Samarinda.
7

2. Sebagai acuan bagi pelatih, guru pendidikan jasmani, pembina olahraga

dan siswa untuk meningkatkan keterampilan pukulan push forehan dalam

permainan tenis meja.

3. Seabagai bahan untuk memperoleh teori - teori praktis tentang tenis meja

dengan segala permasalahannya serta memberikan kemudahan -

kemudahan bagi gurudan siswa untuk memenangkan atau menguasai

permainan tenis meja terutama ketepatan pukulan push forehand.


8

BAB II

DASAR TEORI

A. Kajian Teori

1. Hakikat Permainan Tenis Meja

Olahraga tenis meja mulai dikenal oleh masyarakat pada akhir

abad 19. Permainan ini smeula menggunakan bola karet ketika dimainakn.

Pada tahun 1990 ketika tleh ditemukan bola pengganti yang berasal dari

bahan gabus dan karet tenun, maka permainan tenis meja ini pun menjadi

semakin populer, terutama di Inggris dan Amerika Serikat.

Sangat mungkin jika ada anggapan olehraga tenis meja lahir di

Inggris. Namun seiring bertambahnya waktu, tenis meja tidak menjadi

klaim orang inggris semata. Dengan adanya interaksi antar negara dan

bangsa , tenis meja pun mulai dikenal dan identik dengan begara dan

bangsa lain. Ketika pada bebrapa negara mempunyai kepentingan untuk

menjadi yang terbaik dalam olah raga ini, negara-negara itu meraih sukses

dan prestasi lebih baik dibandingkan negara Inggris.

Setelah tenis meja dikenal diseluruh dunia, satu badan dunia

menangani oleh raga ini pun dibentuk. Badan itu bernama International

Tennis Table Federation (ITTF) atau Federasi Tenis Meja Internasional.

ITTF terbentuk tahun 1926 dari sebuah pertemuan yang diprakarsai oleh

lima negara diselenggarakan di Berlin, Jerman. Seentara itu asosiasi tenis

Amerika Serikat atau The United States Table Tannis Association

(USTTA) berdiri pada tahun 1933. Badan tenis meja nasional Amerika
9

Serikat ini mempunyai program kejuaraan dan kompetisi paling lengkap

untuk semua umur yakni dari usia 10-75 tahun. Dalam perkembangan

selanjutnya olahraga ini menyebar ke seluruh pelosok dunia.

Di Indonesia, badan nasional yang menangani tenis meja adalah

Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI). Badan ini yang

bertanggung jawab terhadap pembinaan dan prestasi olahraga tenis meja

tanah air. Untuk itu PTMSI telah melakukan pembinaan dalam bentuk

penyelenggaraan kejuaraan tenis meja yang diselenggarakan dari

kejuaraan tingkat daerah hingga nasional. Bagi Indonesia olahraga ini

mempunyai nilai penting dalam ajang persaingan prestasi olahraga antara

negara seperti SEA Games atau Asian Games.

Permainan tenis meja atau yang lebih dikenal dengan istilah

"pingpong" merupakan suatu cabang olahraga yang unik dan kreatif.

Pengertian tenis meja adalah suatu permainan yang menggunakan meja

sebagai lapangan yang dibatasi oleh jaring (net) yang menggunakan bola

kecil yang terbuat dari celluloid dan permainannya menggunakan

pemukul atau yang disebut bet (Depdiknas, 2003:3).

Begitu juga dikatakan oleh Larry Hodges, mengatakan bahwa

permainan tenis meja adalah “Suatu permainan dengan menggunakan

fasilitas meja dan perlengkapannya serta raket dan bola sebagai alatnya”.

(Hodges, 2007:25).
10

Sedangkan cara memainkannya dengan menggunakan raket yang

dilapisi karet untuk memukul bola celluloid melewati jaring (Muhajir,

2006:26).

Hal senada dikatakan oleh Tomoliyus bahwa:

Ide dasar permainan tenis meja menyajikan bola pertama


dengan terlebih dahulu memantulkan bola tersebut ke meja
penyaji, dan bola hams melewati atas net dan masuk ke
sasaran meja lawan dan juga mengembalikan bola setelah
memantul di meja dengan menggunakan bet untuk
memukul bola, hasil pukulan bolanya lewat di atas net dan
masuk ke sasaran meja lawan. (Tomoliyus, 2012:14).

Tenis meja merupakan permainan yang sederhana. Aksi yang

dilakukan dalam olahraga ini adalah dengan konsisten memukul,

mengarahkan dan menempatkan bola ke meja lawan sehingga sampai

pada satu saat bola itu tidak dapat dikembalikan lagi oleh lawan. Tidak

ada rahasia lain untuk bisa menjadi sukses kecuali dengan membangun

semangat untuk maju dan selalu berlatih.

Menurut A.M. Bandi Utama, R. Sunardiyanto, dan Soni Nopembri

Mengenai teknik dasar bermain tenis meja adalah ”Pegangan (grips),

sikap atau posisi bermain (stance), jenis-jenis pukulan (stroke), kerja kaki

(footwork)”. (Utama, Sunaardiyanto, Nopembri, 2004: 2).

Berikut uraian dari beberapa teknik dasar bermain tenis meja:

1. Pegangan (Grips)

Grip atau pegangan merupakan faktor yang sangat penting

dalam belajar tenis meja. Jika sejak semula cara memegang bet sudah

salah, maka kesalahan yang terjadi biasanya akan sulit diperbaiki dan
11

kemungkinan pemain tersebut tidak dapat menerima atau menguasai

teknik-teknik selanjutnya.

Menurut Peter Simpson, ada tiga cara memegang bet dalam

bermain tenis meja yaitu “shakehands grip, penholdgrip dan seemiller

grip”. (Simpson, 2012:13). Adapun penjelasan cara memegang bet

tersebut:

a. Shakehands grip

Teknik memegang bet shakehands grip seperti orang

melakukan jabat tangan. Teknik ini sangat digemari oleh atlet-

atlet tenis meja di negara -negara Eropa, karena bersifat multiguna.

Dengan teknik ini, pemain tenis meja dapat menggunakan kedua

sisi bet sehingga mudah memukul bola, baik secara backhand

maupun forehand.

1) Kelebihan teknik shakehands grip :

a) Dapat memukul bola dengan kuat ke sudut meja

b) Paling baik untuk memukul backhand

c) Dapat memukul bola backhand memutar

d) Sangat cocok bermain jauh dari meja

e) Sangat efektif untuk ripe pemain

f) bertahanBersifat multiguna

2) Kelemahan teknik shakehands grip

a) Sulit memukul bola dengan gerakan pergelangan tangan.

b) Sulit untuk memukul bola yang ada ditengah-tengah meja.


12

b. Penhold Grip

Penhold artinya "memegang pena". Cara memegang bet ini

adalah seperti memegang pena. Style ini lebih populer di Asia.

Grip ini hanya menggunakan salah satu sisi dari bet. Kelebihannya

antara lain sangat baik untuk pukulan forehand, pukulan backhand

yang cepat, mudah menggimakan pergelangan tangan pada setiap

pukulan khususnya saat melakukan servis.

1) Cara memegang bet dengan gaya penhold grip adalah :

a) Tangkai bet dipegang dengan posisi ibu jari dan telunjuk

jari bertemu disatu sisi bet, sedangkan jari-jari yang lain

ditekuk disisi bet sebaliknya.

b) Tangkai bet dipegang dengan ketiga jari dirapatkan dan bet

mengarah ke bawah.

Dalam memegang bet dengan teknik penhold grip,

terdapat kelebihan dan kelemahan antara lain :

(1) Kelebihan penhold grip

 Memukul backhand dengan cepat.

 Pada waktu service mudah menggerakkan

pergelangan tangan,

 Tidak ada kelemahan ketika memainkan bola di

tengah lapangan.

 Sangat cocok untuk forehand.


13

(2) Kelemahan penhold grip

 Pukulan bola backhand tersendat dan sangat

terbatas.

 Sulit melakukan pukulan backhand bola yang jauh

dari meja.

 Tidak efektif untuk bertahan’

c. Seemilier

Bentuk pegangan ini merupakan variasi dari shakehands

grip. Dengan cara ini dapat menghadapi semua pukulan dari satu

sisi meja, sehingga sisi yang lainnya kosong. Yang dapat

digunakan sebagai serangan mendadak. Cara ini baik dilakukan

untuk permainan memblok, tapi mempunyai beberapa kelemahan

teknik baik untnk pukulan forehand maupun backhand.

Kelemahan ini biasanya terlihat pada pemain kelas lanjutan. Cara

memegang ini sangat tepat untuk pemain yang mempunyai tangan

yang dapat bergerak cepat dan suka melakukan tipuan.

1) Cara memegang bet dengan gaya Seemiler sebagai berikut :

a) Pegang bet dengan shakehands grip

b) Putar bagian atas bet dari 20 menjadi 90 derajat ke arah

tubuh.

c) Lakukan jari telunjuk di samping sisi bet


14

Dengan gaya ini, bet dipegang dengan dua penahan. Jari

telunjuk dan ibu jari memegang bet itu sendiri dan tiga jari yang

lainnya memegang pegangan bet.

2. Sikap atau posisi bermain (Stance)

Stance pada umumnya dipergunakan untuk semua jenis cabang

olahraga karena setiap cabang olahraga membutuhkan posisi siap atau

sikap sedia. Seperti halnya pada cabang olahraga tenis meja

memerlukan sikap sedia sebelum maupun sementara bermain. Jance

Tulalessy dan Abd. Hamid Tjatjo (I979/180:14) mengatakan bahwa"

Stance adalah sikap sedia pada waktu kita menanti pukulan lawan".

Jadi pada dasarnya bahwa stance merupakan sikap awal saat

memulai suatu permainan tenis meja dan juga saat berlangsungnya

permainan. Karena bukan hanya pada saat menerima bola tapi juga

sikap siap untuk mengembalikan bola.

Terdapat beberapa bentuk stance atau sikap siap sedia dalam

permainan tenis meja seperti yang dikemukakan oleh Achmad Damiri

dan Nurlan Kusmaedi (1992:40) yaitu:

a) Sguare stance, yaitu badan menghadap penuh ke meja.

b) Side stance, yaitu posisi badan menyamping, baik ke samping kiri

maupun ke samping kanan.

c) Open stance, yaitu modifikasi dari side stance yang hanya

digunakan untuk backhand blok, kaki kiri agak terbuka keluar dan

agak ke depan (untuk pemain tangan kanan).


15

Ke tiga bentuk stance tersebut di atas sangat dibutuhkan pada

saat bermain tenis meja, karena stance yang baik akan dapat

menunjang untuk melakukan gerakan-gerakan berikutnya setelah

menerima bola pertama dari lawan. Gerakan yang dimaksud seperti

sikap siap sedia untuk melakukan pukulan top spin, smash, blok dan

sebagainya.

3. Jenis-jenis pukulan (Stroke)

Ada dua dasar stroke dalam tenis meja : driving stroke dan

pushing stroke. Driving stroke digunakan untuk menyerang dan

pushing stroke digunakan untuk pertahanan. Teknik ini untuk

melakukan kontrol bermain dan inenghentikan lawan dari

kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan. Seiring dengan

pesatnya perkembangan permainan tenis meja melalui berbagai event

nasional dan intemasional banyak bermunculan teknik pukulan dasar

lain seperti yang diungkapkan oleh Akhmad Damiri dan Nurlan

Kusnaedi (1991: 59-109), dalam bermain tenis meja terdapat beberapa

teknik pukulan yaitu :

a) Push adalah teknik memukul bola dengan mendorong, dengan

sikap bet terbuka. Push biasanya digunakan untuk mengembalikan

pukulan push itu sendiri.

b) Block adalah teknik memukul bola dengan gerakan menstop bola

atau tindakan membendung bola dengan sikap bet tertutup. Block


16

biasanya digunakan untuk mengembalikan bola drive atau bola

dengan putaran topspin.

c) Chop adalah teknik memukul bola dengan gerakan seperti

menebang pohon dengan kapak atau disebut gerakan membacok.

d) Service adalah teknik memukul untuk menyajikan bola pertama ke

dalam permainan, dengan cara memantulkan terlebih dahulu bola

tersebut ke meja server, kemudian harus melewati atas net dan

akhirnya memantul di meja lawan.

e) Flat hit adalah pukulan yang dilakukan miring dengan gerakan

drive tetapi gerakan bet horizontal.

f) Counter hitting adalah jeda waktu singkat untuk siap kembali

kepukulan berikutnya.

g) Top spin mirip dengan gerakan drive biasa, tetapi pada pukulan

topspin selain dibantun dengan backswing yang lebih, juga

menggunakan pergelangan tangan, sehingga hasil putaran terhadap

bolanya lebih banyak dari drive biasa.

h) Drop shot adalah teknik memukul dengan bet seperti half volley

push atau half volley block seperti kita menaruh sedekat mungkin

dengan jaring di meja lawan.

i) Chopped smash adalah teknik pukulan smash dengan gerakan

chop atau backspin, yang biasanya dibarengi dengan gerakan

kesamping.
17

j) Drive adalah teknik pukulan yang dilakukan dengan gerakan bet

dari bawah serong ke atas dan sikap bet tertutup.

k) Flick digunakan untuk mengembalikan bola yang di tempatkan di

depan net dengan pukulan serangan. Kerja kaki {Footwork)

4. Footwork

Footwork dalam permainan tenis meja atau biasa pula disebut

dengan olali kaki, arah pergerakannya dapat dilakukan kedepan,

kebelakang, kesamping kiri dan kanan atau diagonal kedepan dan

kebelakang. Mengenai footwork ini, menurut Alex Mangundap

(1992:43) dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu:

a) Footwork untuk tunggal:

1) Sikap siap dengan menghadap ke depan

2) Sikap siap dengan menghadap kesamping kanan

3) Sikap siap dengan menghadap kesamping kiri

4) Gerakan kaki kanan satu langkah kesamping belakang kanan

5) Gerakan kaki kiri satu langkah kesamping belakang kiri

b) Footwork untuk ganda:

1) Gerakan kesamping kiri dan kesamping kanan

2) Gerakan dengan pola huruf T

3) Pola gerakan dengan bentuk huruf N atau N terbalik

4) Pola gerakan dengan huruf O

5) Pola gerakan dengan huruf V terbalik.


18

Penggunaan gerakan kaki ini disesuaikan pula dengan jarak yang

harus diantisipasi antara bola yang datang dengan posisi pemain pada saat

itu. Disamping itu, gerakan kaki ini dipengaruhi pula oleh posisi siap

sedia (stance) baik ketika akan menerima bola servis maupun

pengembalian bola dari lawan, dan juga ditentukan pula oleh tipe pemain

tersebut.

A. Alat dan Perlegkapan

l. Meja

Ukuran Meja Pimpong Standar

Gambar l. Meja Pingpong


Sumber : Perputakaan.id.>Olahraga
 Meja dibuat dari kayu dengan cat warna gelap, Biasanya hijau

tua.

 Permukaan meja harus rata.

 Berukuran panjang 274 cm dan lebar 152,5cm.

 Meja di letakan di lantai yang permukaannya datar.

 Unggi meja 76cm di atas permukaan lantai.

 Setiap tepi meja diberi garis putih yang lebarnya 2cm.


19

2. Net

 Net dipasang dengan ketinggian 15,25 cm dari permukaan meja

 Bagian bawah net hams rapat dengan meja

3. Raket (Bet)

Gambar 2: bet dan bola


Sumber : Banner-bet tenis meja.com
 Bet terbuat dari kayu alarmi yang dapat dilapisi dengan bahan

perekat seperti

 fiber, carbon, fiber glass atau bahan yang lainnya.

 Sisi bet yang digunakan untuk memukul hams dilapisi karet

 Jika karet berbmtilLpanjangnya tidak lebih dari 2cm dengan

ketebalan yang tidak melebihi 4mm

4. Perlengkapan Tambahan

 Sepatu

 Karet Bet

 Bola

 Pakaian

 Asessoris
20

2. Latihan Skiping

Latihan adalah jumlah semua rangsangan yang dflaksanakan pada

jarak tertentu dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi. Dalam latihan

itu dimaksud untuk mencapai perubahan atau penyesuaian fungsional dan

morfologis organismenya. Oleh sebab itu latihan tidak hanya menyajikan

pengulangan secara mekanis saja tapi mengulang secara sadar, menunit

kemauan, dan terarahkan.

Latihan adalah segala daya dan upaya untuk meningkatkan secara

menyeluruh kondisi fisik dengan proses yang sistematis dan

berulang-ulang dengan semakin hari semakin bertambah jumlah beban.

Latihan adalah jumlah semua rangsangan yang dilaksanakan pada

jarak tertentu dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi. Dalam latihan

itu dimaksud untuk mencapai perubahan atau penyesuaian fungsional dan

morfologis organismenya. Oleh sebab itu latihan tidak hanya menyajikan

pengulangan secara mekanis saja tapi/mengulang secara sadar, menunit

kemauan, dan terarahkan.

Gejala-gejala yang ditimbulkan karena rangsangan yang diberikan

kepada organisme dalam latihan. Terutama mencakup fungsi jantung,

peredaran darah, paru, otot, sistem saraf, dan khususnya juga terhadap

fungsi pertukaran zat dan kelenjar-kelenjar. Beberapa pengertian yang

dikemukakan sebagai berikut:

a. Latihan merupakan penggunaan rangsangan fungsional secara

sistematis dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan.


21

b. Latihan menyebabkan perubahan penyesuaian

organ terhadap persyaratan kemampuan yang lebih tinggi.

c. Rangsangan latihan haras sedikitnya mencapai 30 sampai 50

persen dari kemampuannya agar dapat menghasilkan prestasi.

d. Pada umumnya karena latihan yang teratur otot-otot menjadi lebih

besar dan lebih kuat.

Latihan harus berpedoman pada teori dan prinsip latihan yang

benar dan sudah diterima secara universal. Tanpa berpedohian pada teori

dan prinsip latihan, latihan sering kali menjurus ke/praktek mala pelatih

(Mal-praktek) dan latihan tidak sistematis-metodis sehingga peningkatan

prestasi tidak tercapai.

Menurut Tohar (2002:4 dalam Skripsi Tun Dexen, 2014)

prinsip-pinsip latihan yang paling penting untuk dijadikan pedoman dalam

meningkatkan prestasi dan performa dalam olahraga adalah:

a. Pemanasan tubuh (Warming Up),

b. Metode latihan,

c. Berfikir positif,

d. Prinsip beban lebih,

e. Intensitas latihan.

Ngurah Nala (1998:12 dalam Skripsi Tun Dexen, 2014)

menambahkan bahwa dasar latihan mengandung 7 buah prinsip, yakni:

a. Prinsip aktif dan bersungguh-sungguh dalam latihan

b. Prinsip pengembangan lateral


22

c. Prinsip spesialisasi

d. Prinsip Individualisasi

e. Prinsip Variasi atau keserbaragaman

f. Prinsip menggunakan model

g. Prinsip peningkatan beban progesif dalam pelatihan.

Prinsip-prinsip latihan olahraga menurut J.C. Radclife dan R.C.

Farentinous (dalam Syamsul Bahri Has, 2014:9) menjelaskan bahwa

prinsip-prinsip olahraga tertentu bisa diterapkan kedalain bentuk-bentuk

latihan yang lain, juga berlaku imtukfisik. Salah satu prinsip yang paling

mendasar dan banyak diterima adalah prinsip beban lebih yang progresif

(Progresif Overload), prinsip spesifikasi (kekhususan) keterlibatan utama

dengan semua olahraga. (M.Furqon dan Muchsin Doewes 2002:8 dalam

Skripsi Syamsul Bahri Has 2014).

Latihan skipping dalam perlaksanaannya hanya memerlukan

ruangan dan alat yang sederhana. Dianjurkan adanya permukaan yang

datar dan rata, sepatu yang ringan dan lentur serta bantalan yang baik

sehingga mengurangi resiko cidera.

Skipping yang dimaksud dalam penelitian ini adalah gerakan

meloncat ditempat dengan kedua kaki bersama-sama dan kedua tangan

memegang ujung tah untuk diputar melewati atas kepala dan telapak kaki.

Menurut Velo (2011:123) abahwa ada tiga alasan untuk berolahraga

menggunakan tah skipping antara lain: biaya lebih murah, tempat latihan
23

bisa dilakukan di dalam maupun diluar lapangan dan latihan lompat tali

merupakan latihan cardio yang baik dan efisien.

Adapun cara melakukan lompatan (Skipping) adalah sebagai berikut:

a. Sesuaikan skipping rope dengan tinggi badan.

Caranya, berdirilah sambil mengimak bagian tengah tah dan tank

ujung- ujungnya di samping badan. Panjang tali sudah pas jika handle

sampai di ketiak.

b. Pegang erat handle tali, posisi lengan atas rapat dengan tubuh dan siku

sejajar pinggang. Berdirilah dengan posisi agak jinjit dan lutut sedikit

ditekuk. Usahakan torso dan kepala tetap tegak namun cukup rileks,

pandangan lurus ke depan.

c. Gerakan pergelangan tangan untuk memutar tah.

d. Tidak perlu melompat tinggi saat tah menyentuh lantai. Tinggi

lompatan maksimal 2,5 cm dari lantai, yang penting tali bisa lewat di

bawah kedua kaki. Pertahankan posisi agak jinjit saat mendarat,

jangan sampai tumit menyentuh lantai.

Gambar 3 : Latihan Skiping


24

Sumber : www.dkimages.com

3. Push Up Telapak Tangan

beberapa macam instrumen pelatihan kekuatan lengan,

diantaranya push up dan latihan beban dengan ala, harus beriatih dulu

dengan gerakan dasar latihan kekuatan lengan yaitu push up. Semakin

lama kualitas latihan dapat terus ditingkatkan, dengan penambahan beban

di setiap fose latihan lanjutannya, sehingga kualitas kekuatan lengan yang

terbentuk semakin terbentuk.

Gambar 4: Push Tepuk Tangan


Sumber : kyokushinpemula.blogspot.com

Push up adalah salah satu bentuk latihan beban yang dapat

dikerjakan dengan pembelaan berat badan, latihan ini efektif dan aman

untuk dilakukan. Dalam melakukan gerakan push up tubuh akan dengan

sikap kekuatan ekstensi, banyak otot lain berkontraksi secara static untuk
25

stabilitasi pergelangan kaki, kaki, panggul, dada, (jhonson, 1986: lut

tegens, 1992)

Push up dilakukan pada lantai yang rata, boleh memakai matras,

Posisi badan tidur telengkup rata lantai bertumpu pada ujung kedua jarak

kaki dan telapak tangan, kedua siku di tekuk dan menempel disamping

dada, pandangan mata normal. Kemudian diluruskan kedua siku keatas

dalam bentuk lurus satu garis. Kemudian turunkan badan sampai dada

menyentuh lantai, kembali ke sikap semula. Gerakan ini di hitung satu

gerakan dan gerakan ini dilakukan berulang-ulang sekuat mungkin.

4. Ketepatan Pukulan Push Forehand

Pengertian Teknik Pukulan Push dalam Tenis Meja Push artinya

mendorong. Seperti namanya, teknik push adalah sebuah teknik dorongan.

Menurut Larry Hodges, teknik pukulan atau forehand push adalah

pukulan backspin pasif yang dilakukan untuk menghadapi backspin.

Pukulan tersebut mampu menjaga agar bole tidak melambung terlalu

tinggi dari net.

Cara Melakukan Pukuian Push dalam Tenis Meja Untuk dapat

melakukan pukuian push dalam menghadapi bacskpin, berikut ini langkah

yang harus diperhatikan:


26

Gambar : Pukulan Push Forehand


Sumber : tabletennisbug.com
1. Persiapkan diri

2. Perhatikan dan pastikan posisi bet sedikit terbuka

3. Tank tangan ke belakang dan sedikit ke atas berputar pada siku

4. Lekukkan pergelangan tangan ke belakang

5. Gerakkan bet ke arah depan dan sedikit ke bawah, bertumpu pada

siku

6. Pastikan bola mengenai bagian tengah bet

7. Pukul bola secara forehand atau backhand

8. Pastikan kontak bola hanya terjadi gesekan, namun tetap kuat agar

dapat menghasilkan bola backspin yang sempurna.

9. Usahakan perkenaan bola di sebelah kiri mendekati bagian tengah

tubuh.
27

Gerakan Forehand Push Gerakan Backhand Push

Gambar 6: Gerakan Forehand


Sumber : Olahragpedia.com
B. Defmisi Konsepsional

Untuk mempermudah pelaksanaan penelitian yang lebih terarah pada

sasaran, maka penulis perlu mengemukakan konsep-konsep yang jelas dan

tegas yang diperlukan dalam penehtian ini. Untuk menghindari salah

penafsiran terhadap konsep-konsep yang terdapat pada judul skripsi, inaka

perlu diberikan penjelasan yang lebih kongkrit.

Definisi konsepsional adalah unsur penehtian yang terpenting dan

merupakan definisi yang dipakai oleh para peneliti untuk menggambarkan

secara abstrak suatu peranan sosial atau fenomena alami, konsep adalah

generalisasi dari sekelompok berbagai fenomena yang sama.

Mengingat pentingnya defenisi konsepsional sebagaimana dijelaskan

dalam pengertian diatas, maka dalam skripsi ini penulis akan memberikan

defenisi konsepsional mengenai beberapa istilah yang berkaitan dengan judul

skripsi, baik yang berhubungan dengan variabel bebas (independent variable)


28

maupun variabel terikat (dependent variable). Dengan demikian dapat

dikemukakan definisi konsepsional skripsi ini adalah sebagai berikut:

1. Latihan Skiping

Jika seseorang dilatih menggunakan latihan skiping maka akan

meningkatkan tepatan untuk melakukan pukulan push forehand dalam

permainan tenis meja, Latihan ini untuk meningkatkan kekuatan otot kaki

dan kelentukan pergelangan tangan. Setelah diberikan latihan skiping

akan meningkatkan pukulan push forehand forehand dalam permainan

tenis meja dan latihan ini pasti akan memberikan dampak yang positif

untuk melakukan pukulan push forehand forehand.

2. Latihan Push Up Telapak Tangan

Jika seseorang dilatih menggunakan latihan push up tepuk tangan

akan meningkatkan ketepatan untuk melakukan pukulan push forehand

dalam permainan tenis meja. Latihan ini untuk memngkatkan kekuatan

otot lengan Setelah diberikan latihan kekuatan otot lengan akan

meningkatkan pukulan push forehand forehand dalam permainan tenis

meja dan latihan ini pasti akan memberikan dampak yang positif untuk

melakukan pukulan push forehand.

3. Ketepatan pukulan push forehand

Jika sesorang telah diberikan latihan maka ia akan mampu

melakukan pukulan push forehand dengan baik dan benar. Kemampuan

push forehand ini pukulan yang cepat, diarahkan kebawah dengan kuat,

dengan kuat dan jam, untuk mengembalikan bola cop yang telah dipukul
29

kedepan , dan pukulan ini sangatlah penting untuk mendapatkan point.

Untuk itu perlu diberikan beberapa latihan.

C. Hipotesis Penelitia

Berdasarkan kerangka berfikir yang dikemukakan di atas, maka dapat

dirumuskan hipotesis penehtian sebagai berikut:

1. Ada pengaruh latihan skiping terhadap ketepatan pukulan push forehand

tenis meja pada siswa Extrakulikuler SMP N 5 Samarinda ?

2. Ada pengaruh latihan push up tepuk tangan ketepatan pukulan push

forehand tenis meja siswa Extrakulikuler SMP N 5 Samarinda ?

3. Ada perbedaan latihan skiping dan push up tepuk tangan terhadap

ketepatan pukulan push forehand siswa Extrakulikuler SMP N 5

Samarinda?
30

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Definisi Oprasional

Dalam suatu penelitian setiap variabel yang akan diteliti harus jelas

batasannya karena setiap masaiah yang akan dijabarkan dalam bentuk

variabel pada umumnya bersifat abstrak, sehingga sangat sulit untuk diteliti,

maka untuk itu variabel yang menjadi masaiah perlu dioperasikan sehingga

mudah diteliti. Dalam suatu penelitian setiap variabel yang akan diteliti harus

jelas batasannya karena setiap masaiah yang akan dijabarkan dalam bentuk

variabel pada umumnya bersifat abstrak, sehingga sangat sulit untuk diteliti,

maka untuk itu variabel yang menjadi masaiah perlu dioperasikan sehingga

mudah diteliti.

Mengenai pengertian metode penelitian, Suharsimi Arikunto

(2002:136) menjelaskan bahwa "Metode penelitian adalah cara yang

digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya". Adapun

metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah Metode

eksperimen. Metode eksperimen dapat memecahkan serta menyelidiki

masaiah yang diteliti dan dapat menggambarkan pengaruh dari suatu

treatment (perlakuan) terhadap suatu objek.

Tujuan digunakannya metode ini adalah untuk memperoleh gambaran

mengenai besarnya pengaruh dari variabel-variabel yang diselidiki.

Variabel-variabel yang diselidiki adalah latihan skipping dan Push Up


31

Telapak Tangan mengenai pengaruhnya dalam melakukan pukulan push

forehanddalam cabang olahraga tenis meja, Adapun pendekatan yang

digunakan adalah pendekatan kuantitatif, maksudnya data-data yang

diperoleh, diolah dan dianalisis dengan memecahkan serta menyelidiki

masalah yang diteliti dan dapat menggambarkan pengaruh dari suatu

treatment (perlakuan) terhadap suatu objek.

Tujuan digunakannya metode ini adalah untuk memperoleh gambaran

mengenai besarnya pengaruh dari variabel-variabel yang diselidiki.

Variabel-variabel yang diselidiki adalah latihan skipping dan puse up telapak

tangan mengenai pengaruhnya dalam melakukan pukulan push forehand

dalam cabang olahraga tenis meja, Adapun pendekatan yang digunakan

adalah pendekatan kuantitatif, maksudnya data-data yang diperoleh, diolah

dan dianalisis dengan menggunakan perhitungan statistik. Sesuai dengan

pengertian variabel diatas dapat penulis simpulkan bahwa dalam definisi

operasional setidaknya terdapat dua variabel yang harus dijelaskan dan

dibahas secara terperinci beserta indikatornya. Dari uraian diatas, maka

petunjuk yang digunakan untuk memperoleh defenisi operasionalnya adalah

sebagai berikut:

Penelitian ini menggunakan dua variabel penelitian, diantaranya

varibel bebas yaitu latihan skipping (X) dan push up tepuk tangan (X)

variabel terikat yaitu pukulan push Forehand (Y) dalam permainan tenis

meja
32

1. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu latihan skipping ( X) dan

push up telapak tangan (X)

2. Variabel dependen yaitu ketepatan pukulan push forehand (Y)

B. Populasi dan Sampel

Menurut Sugiyono, (2013:80) "Populasi adalah wilayah generalisasi

yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik

tertentu yang di tetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian ditarik

kesimpulannya".

1. Populasi

Populasi merupakan suatu kumpulan atau kelompok individu yang

dapat diamati oleh anggota populasi itu sendiri atau bagi orang yang

mempunyai perhatian terhadapnya. Populasi adalah keseluruhan subjek

penelitian (Arikunto, 2013:173). Populasi memberikan batasan (ruang

lingkup) terhadap objek yang akan diteliti. Menurut Sugiyono, (2013:215)

bahwa populasi adalah wilayah generisasi yang terdiri atas: obyek/subyek

yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh

peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka populasi dari

penelitian ini adalah seluruh extrakulikuler kelas SMP Negeri 5

Samarinda yang berjumlah 120 siswa.


33

2. Sampel

Sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil secara

reprensentatif atau mewakili populasi yang bersangkutan atau bagian kecil

yang diamati (Iskandar, 2008:68).

Teknik penelitian sampei jika subyek kurang dari 100 lebih baik

diambil semua dan bila subyeknya besar dapat di ambil antara 10% - 15%,

atau 20% -25% atau lebih.

Teknik Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah

Random Sampling. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pada siswa

kelas"% SMjSfc Negeri 5 Samarinda. Pengambilan sampei dari populasi

120 siswa diambil 25% dari populasi tersebut dengan jumlah siswa kelas

X sebanyak 30 siswa

C. Waktii dan Tempat Penelitian

1. Waktu penelitian

Penelitian ini dilaksanakan setelah ujian proposal

2. Tempat penelitian

Tempat penelitian ini adalah dilingkungan SMANegeri 5 Samarinda.

D. Teknik Pengumpulan Data

Sebagai salah satu prosedur penelitian dan untuk menentukan

bagaimana cara memperoleh data mengenai variable yang di teliti, data yang

diperoleh harus relibel. Untuk itu teknik pengumpulan data harus

dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Bagian ini merupakan prosedur


34

penelitian yang digunakan untuk memperoleh data yang berkenaan dengan

keberadaan veriabel penelitian:

1. Tes kemampuan pukulan push forehand

a. Sumber:

b. Tujuan: Tes ini bertujuan untuk kemafflpnan melakukan pukulan push

forehand

c. Alat dan perlengkapan:

1) Meja (tenis meja).

2) Net.

3) Bola pingpong (tenis meja) 10 buah.

4) Bet pingpong (tenis meja) 2 buah.

5) Alat penghitung.

6) Formulir dan alat tulis.

7) Camera digital.

d. Pengetes

1) Penghitung hasil

2) Pengawas

e. Pelaksanaan:

Mula-mula testee berdiri di belakang meja, yang berlawanan

dengan bagian meja yang telah diberi batas-batas daerah sasaran,

sambil memegang bet dan bola. Kemudian, testee melakukan pukulan

push forehand.
35

Testee diberi kesempatan memukul sebanyak 10 kali. Push

forehand yang sah adalah sesuai dengan aturan forehand dalam

permainan. Untuk daerah sasaran dapat dilihat pada denah gambar

dibawah ini:

NET 60 cm

3 5 30 cm

2 20 cm

X 1 4

Testee

2 20 cm

3 5 30cm

60 cm

Gambar 7: Denah Tes push forehand


Sumber: Nurhasan (2001:168)
36

f. Penilaian

Skor teslee adalah jumlah skor yang diperoleh dari 10 kali

melakukan push forehand, push Forehand yang gagal diberi skor 0

(nol).

2. Materi Latihan

Materi latihan yang dieksperimenkan adalah latihan teknik skiping

untuk kelompok A dan teknik push up tepuk tangan untuk kelompok B

a. Pemanasan

Pemanasan dilakukan selama 10 sampai 15 menit yang

terdiri dari : lari, peregangan dan senam-senam dinamis. Pemanasan

ini bertujuan untuk meningkatkan suhu tubuh, mencegah terjadi

cedera. Memperlancar peredaran darah keseluruh tubuh,

meningkatkan tentang gerak dan mengurangi ketegangan otot dalam

menghadapi latihan ini.

b. tihan inti

Latihan inti diberikan kepada kelompok eksprimen dengan

kelompok A adalah latihan skiping dan kelompok B adalah latihan

push up tepuk tangan

Tiap-tiap kelompok diberi latihan 3 kali seminggu yang

digambarkan pada table 1 berikut ini:

Tabel 1. Jadwal latihan skiping dan push up tepuk tangan

hari jam Kelompok Tampat

Senin 15.30-17.30 Latihan skiping SMP Negeri 5


37

Rabu 15.30-17.30 (A) Samarinda

Jum'at 07.30-09.30

Selasa 15.30-17.30 Latihan push up

Kamis 15.30-17.30 tepuk tangan (B)

Sabtu 15.30-17.30

Untuk lebih jelasnya program latihan yang digunakan pada

penelitian ini, sebagai berikut:

Table 2. Program latihan skiping

Minggu ke Latihan ke Set Repetisi Interval

1 4 10 2menit

I 2 4 10 2menit

3 4 10 2menit

4 5 10 2menit

II 5 5 10 2 menit

6 5 10 2menit

7 6 10 2 menit

III 8 6 10 2 menit

9 6 10 2 menit

10 7 10 2 menit

IV

11 7 10 2 menit
38

12 7 10 2 menit

13 7 10 2menit

V 14 7 10 2 menit

15 7 10 2 menit

16 8 10 2 menit

VI 17 8 10 2 menit

18 8 10 2 menit

19 8 10 2 menit

VII 20 8 10 2 menit

21 8 10 2 menit

22 7 10 2 menit

VIII 23 6 10 2 menit

24 5 10 2 menit

Table 3. Program latihan Push up tepuk tangan

Ming Latin Repe


S et Interval
guke an ke tisi

1 4 10 2 menit

I 2 4 10 2 menit

3 4 10 2 menit

4 5 10 2 menit
II
5 5 10 2 menit
39

6 5 10 2 menit

7 6 10 2 menit

Ill 8 6 10 2 menit

9 6 10 2 menit

10 7 10 2 menit

IV 11 7 10 2 menit

12 7 10 2 menit

13 7 10 2 menit

V 14 7 10 2 menit

15 7 10 2 menit

16 8 10 2 menit

VI 17 8 10 2 menit

18 8 10 2 menit

19 8 10 2 menit

VII 20 8 10 2 menit

21 8 10 2 menit

22 7 10 2 menit

VIII 23 6 10 2 menit

24 5 10 2 menit
40

c. Penutup pendinginan

Dalam latihan ini untuk mengembalikan kondisi tubuh dan

sekaligus sebagai tempat untuk memberikan koreksi-koreksi yang

dianggap perlu.

B. Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan hal yang sangat penting, Karena dengan

analisis data penulis dapat mengambil suatu kesimpulan mengenai diterima

atau ditolaknya hipotesis yang telah diajukan.

Data tentang pengaruh teknik latihan skiping dan kekuatan otot lengan

terhadap kemampuan pukulan push forehand pada siswa ekstrakurikuler SMP

Negeri 5 Samarinda akan penulis analisis dengan menggunakan alat uji

analisis berupa t-test dengan rumus:

a. Statistic deskriptif, memberikan gambaran umum hasil rata-rata standar

deviasi dari variabel dari kedua kelompok.

b. Statistic inferensial, menguji hipotesis penelitian-penelitian dengan

menggunakan uji-t pada taraf signifikan 5%. Uji-t untuk menghitung

perbedaan mean test awal dan test akhir untuk kedua kelompok yang

berbeda dengan rumus:


41

Keterangan:

T : Statistik perbedaan

Md : Mean dari perbedaan pre test dan post test

Ʃxd2 : Jumlah kuadrat deviasi

N : Jumlah sampel (120 siswa diambil 25% = 30

siswa

Perhitungan perbedaan pengaruh kedua

Keterangan:

xA : rata-rata kelompok teknik latihan skiping

xB : rata-rata kelompok teknik latihan push up tepuk

tangan

Sd A : Standard deviasi kelompok teknik latihan skiping

Sd B : Standard deviasi kelompok teknik latihan push up

telapak tangan

n : Jumlah sampel (30 siswa)

langkah-langkah yang ditempuh dalam menggunakan metode

statistik adalah sebagai berikut:

a. Mempergunakan apa yang diperoleh dari lapangan berupa data

penelitian.

b. Mengklasifikasikan data yang diperoleh.


42

c. Memberi nilai dari data yang diperoleh.

d. Menyusun data ke dalam tabel-tabel.

e. Menganalisa data.

f. Menyimpulkan.

Untuk memudahkan ke dalam menganalisa data yang ada maka

data-data yang terkiimpul dari hasil tes kemampuan pukulan push forehand

tenis meja pada siswa exstrakulikuler SMP Negeri 5 Samarinda yang pertama

(tes awal) dan data hasil tes kemampuan pukulan push forehand tenis meja

pada siswa exstrakulikuler SMP Negeri 5 Samarinda yang kedua (tes akhir)

akan penulis masukkan ke dalam tabel-tabel dengan menggunakan computer

program SPSS statistic 20.0.


43

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.


Jakarta: Penerbit. Rineka Cipta.

Duniafitnes.com/wp-content/uploads/2015/01/5E.jpg

Harsono, 1993. Latihan Kondisi Fisik. Jakarta: Penerbit. Komite Olahraga


Nasional Indonesia Pusat, Pendidikan dan Penataran.

M. Sajoto. 1995. Peningkatan dan Pembinaan Kondisi Fisik dalam Olahraga,


Semarang: Penerbit. Dahara Price.

Rhenapuspita49.blogspot.co.id/2013/05/anggota-gerak-atas.

Sukadiyanto. 2011. Pengantar Teori Dan Metodologi Melatih Fisik, Bandung:


Penerbit. Lubuk Agung

Prof. Dr. Sugiyono, 2015. Metode Penelitian. Bandung, Penerbit. Afabeta

Peter Simpson. 2012. Teknik Bermain Ping Pong. Bandung: Penerbit Pioner Jaya

Agus Salim. 2008. Buku Pintar Tenis Meja. Bandung: Penerbit Nuansa

Nur Hasan. 2001. Tes dan Pengukuran Dalam Pendidikan Jasmani:

Apta Mylsidayu, M.Or , Febi Kurniawan, M.Or. 2015. Ilmu Kepelatihan Dasar.
Bandung: Penerbit Alfabeta CV