Anda di halaman 1dari 4

Keputusan Produksi Perusahaaan

Keputusan produksi yang diambil oleh perusahaan pada dasarnya sama dengan keputusan
membeli oleh para konsumen , yang dapat dilihat dari tiga tahap :

1. Teknologi produksi
Merupakan alat untuk mengubah input menjadi output. Suatu perusahan dapat
memproduksi suatu tingkat output dengan menggunakan kombinasi input.
2. Keterbatasan biaya
Keterbatasan biaya produksi, bagaimana perusahaan mengeluarkan biaya paling kecil
untuk input produksi yakni tenaga kerja, modal, dan bahan baku.
3. Pilihan input
Peerusahaan memperhitungkan harga setiap komponen input sebelum memutuskan berapa
banyak input yang akan digunakan.

Teori perusahaan merupakan perusahaan mengunakan kombinasi biaya minimal pada


input, memutuskan jumlah output yang akan memaksimalkan keuntungan perusahaan. Sehingga
akan menghasilkan berbagai total biaya dengan tingkat produksi.

Fungsi produksi adalah sebuah formula atas input dan output.

6.1 Teknologi Produksi

Input Produksi Output


(proses pengubahan)
Input berupa faktor produksi seperti tenaga kerja, modal , bahan baku. Input tenaga kerja
termasuk tenaga terampil serta tenaga bukan terampil dan kewirausahaan para manajer
perusahaan.
Fungsi produksi merupakan hubungan antara input produksi, proses, dan produk yang
dihasilkan. Fungsi produksi merupakan output terbesar yang dihasilkan suatu perusahaan untuk
setiap kombinasi input.
𝑄 = 𝑓 (𝐾, 𝐿)

Q output , K faktor produksi modal, L faktor produksi tenaga kerja.


Produksi jangka panjang versus produksi jangka pendek
Jangka pendek ( short run ) mengacu pada jangka waktu yang mana satu atau lebih faktor
produksi tidak dapat diubah. Artinya ada satu faktor yang tidak dapat divariasikan yang disebut
input tetap. Input tetap merupakan faktor produksi yang tidak dapat diubah. Jangka Panjang ( Long
run ) adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk membuat semua input menjadi variabel. Dalam
jangka Panjang, modal adalah komponen input yang tetap, sedangkan tenaga kerja adalah
komponen input yang berubah.

6.2 Produksi Dengan Satu Input Variabel ( Tenaga Kerja )


Dalam memutuskan seberapa banyak input yang harus diibeli, perusahaan melihat manfaat
dan biaya berdasarkan tambahan output yang dihasilkan dari suatu tambahan input. Ketika modal
tetap, tenaga kerja dapat berubah . salah satu cara perusahaan menaikkan produksi adalah dengan
menambah jumlah tenaga kerja.
Produk Rata Rata Dan Produk Marginal
Sumbangan yang diberi oleh tenaga kerja pada proses produksi. Produk rata rata ialah
output per unit dari input tertentu. Produk rata rata tenaga kerja merupakan produktivitas angkatan
kerja perusahaan dalam hal seberapa banyak output setiap pekerja yang dihasilkan berdasarkan
rata rata.
𝑞
𝐴𝑃𝐿 =
𝐿
Produk marginal merupakan tambahan output yang diproduksi sebagai suatu input
dinaikkan sebanyak satu unit. Produk margial tenaga kerja merupakan tambahan output yang
diproduksi karena input tenaga kerja meningkat satu unit.
∆𝑞
𝑀𝑃𝐿 =
∆𝐿
Kemiringan kurva produk

Gambar 6.1 (a) total produk dan (b) produk marginal dan rata rata

Gambar 6.1 a menunjukan bahwa output meningkat mencapai output maksimum sebesar
112, kemudian menurun. Gambar 6.1 b menunjukan bahwa kurva produk rata rata dan marginal.
Unit unit sumbu vertical berubah dari output ke output per unit tenaga kerja. Produk marginal
selalu positif apabila output naik, negative apabila output turun.
Bila produk marginal lebih besar dari produk rata rata, maka produk rata rata meningkat.
Artinya menambah tenaga kerja menyebabkan output rata rata meningkat. Bila produk marginal
lebih kecil dari produk rata rata, maka produk rata rata menurun. Artinya menambah tenaga kerja
menyebabkan output rata rata menurun. Produk marginal hrus sama dengan produk rata rata
apabila produk rata rata mencapai maksimum. Dapat dilihat titik E pada gambar 6.1 (b).
Produk Rata Rata Kurva Tenaga Kerja
Produk rata rata tenaga kerja adalah produk total dibagi dengan jumlah input tenaga kerja.
Produk Marginal Dan Kurva Tenaga Kerja
Produk marginal tenaga kerja adalah perubahan dalam produk total disebabka kenaikan
satu unit tenaga kerja. Gambar 6.1 (a) menunjukan produk marginal dari tenaga kerja mula mula
meningkat, mencapai maksimum pada input 3, kemudian turun bersamaan dengan peningkatan
pada kurva total produk C ke D.
Hubungan antara produk rata rata dan produk marginal
Pada gambar 6.1 (a), titik B terlihat produk marginal tenaga kerja lebih besar dari produk rata rata.
Produk rata rata meningkat dari B ke C. Pada titik C, produk rata rata dan marginal sama. ketika
bergera dari C ke D, produk marginal jatuh dibawah produk rata rata.
The Law Of Diminishing Marginal Return
Merupakan suatu prinsip dimana karena penggunaan input yang meningkat sementara
input lainnya tetap, menghasilkan tambahan output yang akhirnya akan menurun. Jika pekera
terlalu banyak dimana input lain tetap maka beberapa pekerja menjadi tidak prodktif dan produk
marginal jatuh.
Pada gambar 6.2 dibawah, produktivitas tenaga kerja dapat menigkat jika ada perbaikan
dalam alat poduksi, kendati setiap produksi akan memperlihatkan hasil semakin berkurang dari
tenaga kerja. Sementara kita bergerak dari titik A ke B ke C, produktivitas tenaga kerja menigkat.

Gambar 6.2 produksi dengan satu input variabel