Anda di halaman 1dari 7

TUGAS METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI

“GEDUNG”

OLEH KELOMPOK 3

FITRIA SARI

ANDI ANUGRAH F.N

ANDI ABDUL RAHMAN

WILYAM SETIAWAN

BONA VANTURA PIETERSON

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS FAJAR

MAKASSAR 2017/2018
TUGAS METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI

PERTANYAAN UNTUK KELOMPOK 3 TENTANG “GEDUNG”

Adapun pertanyaan nya adalah sebagai berikut :

1. Penjelasan struktur bangunan Anti Gempa (oleh saudara Dwi)

a. Prinsip Dasar Kekakuan Struktur

Prinsip kekakuan struktur dimaksudkan untuk menjadikan struktur utama

sebuah bangunan lebih solid terhadap goncangan. Sebagai contoh,

penulangan pada struktur beton bangunan dpat meredam getaran dengan

baik. Kekakuan struktur beton dapat menghindarkan kemungkinan

bangunan akan runtuh saat gempa terjadi.

b. Prinsip Fleksibilitas

Selain pergerakan dari bumi, bangunan itu sendiri sebenarnya

menopang gerakan gerakan pada struktur itu sendiri dalam skala kecil.

Dengan menggunakan prinsip hubungan roll pada tumpuan beban.

Hubungna roll pada bangunan ialah suatu hubungan pembebanan pada

bangunan yang dpat bergerak dalam skala kecil untuk meredam getaran.

2. Contoh kerusakan struktur beserta penanganannya (oleh saudara Gerald)

a. Kerusakan Ringan Non-Struktur


suatu bangunan dikategorikan mengalami kerusakan no-struktur

apabila terjadi hal-hal sebgai berikut :

 Retak halus (lebar celah lebih kecil dari 0,075 cm) pada plesteran

 Serpihan plesteran berjatuhan

 Mencakup luas yang terbatas

Tindakan yang perlu dilakukan adalah perbaikan (repair) secara

arsitektur tanpa mengosongkan bangunan.

b. Kerusakan Ringan Struktur

suatu bangunan dikategorikan mengalami kerusakan struktur ringan

apabila terjadi hal-hal sebagai berikut :

 Retak kecil (lebar celah antara 0,075 hingga 0,6 cm) pada dinding

 P;ester berjatuhan

 Mencakup luas yang besar

 Kerusakan bagian-bagian non struktur seperti cerobong, lisplang,

dsb

 Kemampuan struktur untuk memikul beban tidak banyak berkurang

 Laik fungsi/huni

Tindakan yang perlu dilakukan adalah perbaikan (repair) yang bersifat

arsitektur agar daya tahan bangunan tetap terpelihara. Perbaikan


dengan kerusakan ringan pada struktur dapat dilakukan tanpa

mengosongkan bangunan.

c. Kerusakan Struktur Sedang

Suatu bangunan dikategorikan mengalami kerusakan struktur

sedang apabila terjadi hal-hal sebagai berikut :

 Retak besar (lebar celah lebih besar dari 0,6 cm) pada dinding

 Retak menyebar luas dibanyak tempat, seperti pada dinding

pemikul beban, kolom;cerobong miring; dan runtuh

 Kemampuan struktur untuk memikul beban sudah berkurang

sebagian

 Laik fungsi/huni

Tindakan yang perlu dilakukan adalah :

 Restorasi bagian struktur dan perkuatan (strengthening) untuk

menahan beban gempa.

 Perbikan (repair) secara arsitektur.

 Bangunan dikosongkan dan dapat dihuni kembali setelah proses

restorasi selesai.

d. Kerusakan Struktur Berat


Suatu Bangunn dikatakan mengalami keruskan struktur berat

apabila terjadi hal-hal sebagai berikut :

 Dinding pemikul beban terbelah dan runtuh

 Bangunan terpisah akibat kegagalan unsur-unsur pengikat

 Kira-kira 50% elemen utama mengalami kerusakan

 Tidak laik fungsi/huni

Tindakan yang perlu dilaukan adalah merubuhkan bangunan. Atau

dilkukan restorasi dan perkuatan secara menyeluruh sebelum bangunan

dihuni kembali. Dalam kondisi kerusakan seperti ini, bangunan menjadi

sangat berbahaya sehingga harus dikosongkan.

e. Kerusakan Total

Suatu bangunan dikategorikan sebagai rusak total/roboh apabila

terjadi hal-hal sebagai berikut :

 Bangunan roboh seluruhnya (>65%)

 Sebagian besar komponen utama struktur rusak.

 Tidak lain fungsi/huni

Tindakan yang perlu dilakukan adalah merubuhkan bangunan,

membersihkan lokasi, dan mendirikan bangunan baru.


3. Apakah layak dalam pembuatan gedung tinggi menggunakan Bata Ringan?

(oleh saudara Anshar)

Material hebel atau Bata Ringan sangat cocok dipakai pada bangunan yang

bertingkat banyak (3 lantai ke atas). Mengapa demikian? Karena akumulasi

bobot material pada jumlah lantai yang banyak akan jauh lebih ringan daripada

menggunakan bata biasa sehingga mengurangi beban beban struktur.

4. Jenis Tangga Dalam Struktur Bangunan (oleh saudari Fitri Verawanti)

Tangga merupakan jalur yang mempunyai undak-undak (trap) yang

menghubungkan satu lantai dengn lantai diatasnya dan mempunyai fungsi lain

sebagai jalan darurat, direncanakan dekat dengan pintu keluar, sebagai

antisipasi terhadap bencana kebakaran, gempa keruntuhan, dll.

Bagian stuktur tangga :

 Pondasi tangga

 Ibu tangga

 Anak tangga

 Pagar tangga

 Penggunaan tangga

 Bordes

Standarisasi bentuk tangga serta ukurannya :

 Untuk rumah tinggal, lebar anak tangga 80cm (untuk 1 orang)


 Untuk bangunan umum, lebar anak tangga 120cm s/d 200 cm (untuk 2

orang)

 Untuk tangga darurat, lebar anak tangga bisa 70cm