Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

“ALAT KONTRASEPSI IMPLAN (SUSUK/AKBK)”

Di Susun Oleh :
Desi Indah Wahyuni
14.401.15.023

AKADEMI KESEHATAN RUSTIDA


PRODI DIII KEPERAWATAN
KRIKILAN-GLENMORE-BANYUWANGI
2017

i
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)

Mata Kuliah : Keperawatan Maternitas


Pokok Bahasan : Keluarga Berencana
Sub Pokok Bahasan : Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK)/ Implan
Sasaran : Pasangan Usia Subur
Hari/Tanggal : Kamis, 26 Oktober 2017
Waktu : 09.00 WIB Pertemuan : 1 x 45 menit
Tempat : Aula Akademi Kesehatan Rustida
Penyuluh : Mahasiswa Prodi DIII Keperawatan semester 5

A. Latar Belakang
Keluarga Berencana berarti sepasang suami istri sebagai orang tua
yang menyadari akan kewajibannya, dengan penuh rasa tanggung jawab
membuat rencana tentang jumlah anak yang di inginkan dengan
memperhitungkan akan kemampuannya untuk memberi kasih sayang dan
perhatian secukupnya kepada setiap anak yang dilahirkan. (Irianto, 2012,
hal. 7)
Salah satu upaya yang dilakukan dalam mensukseskan progam
keluarga berencana tersebut adalah dengan memberikan pelayanan yang
bermutu dan sesuai kebutuhan.
B. Tujuan
1. Tujuan Intruksional Umum (TIU)
Setelah diberikan penyuluhan selama 1 x 45 menit diharapkan)
pasangan usia subur di Dusun Krikilan mampu mengetahui tentang
alat kontrasepsi implan dengan baik dan benar.
2. Tujuan Intruksional Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan selama 1x 45 menit diharapkan
pasangan Usia subur di Dusun Krikilan mampu :
a. Mendefinisikan KB implan dengan baik dan benar
b. Menyebutkan jenis-jenis KB implan dengan baik dan benar

1
c. Menyebutkan kelebihan dan kekurangan KB implan dengan
baik dan benar
d. Menyebutkan cara kerja KB implan dengan baik dan benar
e. Menyebutkan indikasi dan Kontraindikasi KB implan dengan
baik dan benar
f. Menyebutkan Efek samping KB implan dengan baik dan
benar
C. Materi Penyuluhan
Materi terlampir :
1. Pengertian KB Implan (susuk/AKBK)
2. Jenis-jenis KB implan (susuk/AKBK)
3. Kelebihan dan Kekurangan KB implan (susuk/AKBK)
4. Cara Kerja KB implan (susuk/AKBK)
5. Indikasi dan Kontraindikasi KB implan (susuk/AKBK)
6. Efek Samping KB implan (susuk/AKBK)
D. Kegiatan Penyuluhan
1. Metode
a. Ceramah
b. Presentasi
c. Tanya Jawab
2. Langkah – Langkah
Kegiatan
No Pertemuan Materi Penyuluh Sasaran
1 Pembukaan Mengucapkan Menjawab
5 menit Salam Dan salam dan salam
Perkenalan memperkenalka
n diri
Kontrak waktu Menjelaskan Mensetujui
waktu yang kontrak waktu
dibutuhkan dan Bersedia
mengikuti
untuk
kegiatan
penyuluhan

2
Tujuan Menjelaskan
penyuluhan Tujuan dari
penyuluhan

Menggali Menanyakan Menjawab


pengetahuan awal seberapa luas sesuai
peserta pengetahuan pengetahuan
sasaran tentang yang dimiliki
Kanker leher
rahim
2 Pembahasan Mendefinisikan Mendengarkan
30 menit Pengertian KB KB impan dan
implan memperhatika
Jenis-Jenis KB Menyebutkan n informasi
implan jenis-jenis KB yang
implan dijelaskan,
Kelebihan dan Menyebutkan Menggali
Kekurangan KB Kelebihan dan Pengetahuan
implan Kekurangan KB yang belum
implan diketahui
Cara Kerja KB Menyebutkan dengan sedikit
implan Cara Kerja KB bertanya
implan
Indikasi dan Menyebutkan
Kontraindikasi Indikasi dan
KB implan Kontraindikasi
KB implan
Efek Samping KB Menyebutkan
implan Efek Samping
KB implan
3 Evaluasi Memberi kan Mengajukan
dan Penutup Kesempatan Pertanyaan
10 menit untuk bertanya tentang

3
pembahasan
Tanya Jawab Menjawab Memperhati
Pertanyaan kan jawaban
dan
menanyakan
ulang bagi
yang belum
dipahami
Kesimpulan Menyimpulkan Mendengarkan
materi Penjelasan
penyuluhan
Salam Memberi Salam Menjawab
salam

3. Alat dan Sarana


a. LCD
b. Laptop
c. PPT dan Leaflet
4. Sumber
a. Gerce, S. (2016). Asuhan Kebidanan Komunitas. Bogor: In
Media.

b. Irianto, K. (2012). Keluarga Berencana untuk Paramedis dan


non medis. Bandung: Yrama Widya.

c. Syafrudin. (2012). Kebidanan Komunitas. Jakarta: EGC.

E. Pengorganisasian dan Penguraian Tugas


1. Protokol / Pembawa Acara
a. Bertanggung jawab atas kelancaran penyuluhan
b. Membuka dan menutup acara
c. Menyeting waktu penyajian sesuai dengan rencana kegiatan
2. Penyuluh / Pengajar
a. Menggali pengetahuan pasangan usia subur tentang kontrasepsi
b. Menyampaikan materi penyuluhan

4
3. Fasilitator
a. Membantu kelancaran acara penyuluhan
b. Menfasilitasi jalannya kegiatan penyuluhan
c. Membagi leaflet pada akhir pelaksanaan kegiatan
4. Observer
a. Mengobservasi jalannya penyuluhan
b. Mencatat jumlah peserta yang hadir
c. Mencatat pertanyaan dari peserta penyuluhan
d. Membuat laporan hasil kegiatan
F. Prosedur Penilaian (Evaluasi)
1. Evaluasi Struktur
a. Peserta hadir ditempat pelaksanaan pada waktu yang
ditentukan
b. Persiapan dilaksanakan satu hari sebelum acara
2. Evaluasi Proses
a. Kegiatan bejalan dengan lancar dan tujuan mahasiswa tercapai
dengan baik
b. Masing-masing mahasiswa bekerja sesuai dengan tugas
c. 60% Peserta antusias mendengarkan materi penyuluhan dari
awal sampai akhir
d. Peserta tidak ada yang meninggalkan tempat selama proses
penyuluhan berlangsung
e. 30% Peserta antusias bertanya sesuai dengan permasalahan
yang mereka hadapi
f. Pelaksanaan penyuluhan berjalan dengan baik
3. Evaluasi Hasil
a. Penyuluhan diikuti oleh 80% Undangan pasangan usia subur di
Dusun Krikilan
b. Setelah penyuluhan diharapkan sekitar 80% peserta
penyuluhan, mampu :
1) Mendefinisikan KB implan dengan baik dan benar

5
2) Menyebutkan jenis-jenis KB implan dengan baik dan
benar
3) Menyebutkan kelebihan dan kekurangan KB implan
dengan baik dan benar
4) Menyebutkan cara kerja KB implan dengan baik dan benar
5) Menyebutkan indikasi dan Kontraindikasi KB implan
dengan baik dan benar
6) Menyebutkan Efek samping KB implan dengan baik dan
benar

6
G. Lampiran Materi

Materi Penyuluhan
Alat Kontrasepsi Bawah Kulit ( Implan/Susuk)

A. Pengertian KB Implan
Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK) yang sering disebut juga
implan adalah salah satu jenis alat kontrasepsi yang berupa susuk yang
terbuat dari sejenis karet silastik yang berisi hormon, dipasang pada lengan
atas. Susuk ini terdiri dari 1 atau 6 kapsul ( sebesar korek api) yang
dimasukan kebawah kulit lengan atas secara perlahan yang melepaskan
hormon progesteron selama 3 atau 5 tahun (Syafrudin, 2012 : 186)
Waktu mulai penggunaan implan, yaitu :
1. Setiap saat selama siklus haid hari ke-2 sampai hari ke-7, tidak
perlu metode kontrasepsi tambahan
2. Insersi dapat dilakukan setiap saat, dengan syarat diyakini tidak
terjadi kehamilan. Apabila insersi setelah 7 hari siklus haid, klien
dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seksual
3. Apabila kontrasepsi sebelumnya adalah kontrsepsi hormonal
(kecuali AKDR) dan klien ingin menggantinya dengan norplant,
inersi dapat dilakukan setiap saat dengan syarat diyakini klien
tidak hamil. Tidak perlu menunggu sampai datangya haid
berikutnya
4. Pasca keguguran, implan dapat segera di inersikan

B. Jenis-Jenis KB Implan
1. Norplant. Terdiri dari 6 batang silastik lembut berongga dengan
panjang 3,4 cm, diameter 3,4 mm, yang diisi dengan 36 mg.
Levonorgestrel dan lama kerjanya 5 tahun.
2. Implanon. Terdiri dari satu batang putih lentur dengan panjang kira-
kira 4 mm, dan diameter 2 mm yang diisi dengan 68 mg 3-keto-
dosegestrel dan lamam kerjanya 3 tahun.

7
3. Jadena dan Indoplan. Terdiri dari 2 batang yang diisi dengan 75 mg
Levonorgestrel dengan lamam kerja 3 tahun. (Irianto, 2012, hal. 39)

C. Kelebihan dan Kekurangan KB Implan


1. Kelebihan menggunakan KB Implan
a. Tidak menekan produksi ASI
b. Praktis, efektif
c. Tidak harus mengingat-ingat
d. Masa pakai jangka panjang
e. Kesuburan cepat kembali setelah pengangkatan
f. Dapat digunakan oleh ibu yang tidak cocok dengan hormon
esterogen (Syafrudin, 2012 : 186)
g. Perdarahan yang terjadi lebih ringan.
h. Tidak menaikkan tekanan darah.
i. Resiko terjadinya kehamilan ektopik (di luar rahim) lebih kecil
jika dibandingkan dengan pemakaian Alat Kontrasepsi Dalam
Rahim (AKDR).
j. Menurut data klinis yang ada dalam waktu satu tahun setelah
pengangkatan,80% sampai 90% wanita dapat hamil kembali. Efek
kontraseptif berakhir apabila implantnya keluar.
k. Tidak memerlukan pemeriksaan dalam.
l. Tidak mengganggu kegiatan senggama.
m. Klien hanya kembali ke klinik apabila ada keluhan
n. Dapat dicabut setiap saat.
o. Mengurangi atau memperbaiki anemia.
2. Kekurangan menggunakan KB Implan
a. Menimbulkan gangguan menstruasi
b. Membutuhan tindakan pembedahan minor untuk inersi atau
pencabutan
c. Susuk KB/implan harus dipasang dan diangkat oleh petugas
kesehatan
d. Dapat mengakibatkan pola haid berubah

8
e. Pemakai tidak dapat memasang sendiri (Syafrudin, 2012 : 186-
187)
D. Cara Kerja KB Implan
1. Mengentalkan lendir mulut rahim sehingga menyulitkan masuknya
cairan sperma ke dalam rahim.
2. Mengganggu proses pembentukan dinding rahim sehingga sulit terjadi
penanaman sel telur yang telah dibuahi.
3. Secara umum bekerja dengan menekan ovulasi,. Efektivitas sangat
efektif 0,2-1 kehamilan per 100 perempuan (Irianto, 2012 : 39).
E. Indikasi dan KontraIndikasi KB Implan
1. Indikasi KB implan
AKBK dapat digunakan pada wanita yang:
a. Ingin menggunakan alat kontrasepsi dalam jangka waktu yang
lama, tetapi tidak bersedia menjalani kontap atau menggunakan
AKDR.
b. Tidak boleh menggunakan pil KB yang mengandung hormon
esterogen.
2. Kontraindikasi KB Implan
Wanita yang tidak diperbolehkan menggunakan AKBK apabila:
a. Hamil atau yang disangka hamil
b. Penderita penyakit hati
c. Kanker payudara
d. Riwayat kehamilan ektopik (di luar rahim)
e. Penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes mellitus
F. Efek Samping KB Implant
Selain memiliki banyak kelebihan, AKBK juga memiliki efek samping
antara lain adalah gangguan pola haid, seperti spotting, perdarahan haid
memanjang atau lebih sering berdarah (metrorrhagia), amenorea; mual-
mual, anoreksi, pening, sakit kepala, kadang-kadang terjadi perubahan
pada libido dan berat badan, timbulnya akne. Oleh karena jumlah
progestin yang dikeluarkan ke dalam darah sangat kecil, maka efek
samping yang terjadi tidak sesering penggunaan pil KB.