Anda di halaman 1dari 6

MINYAK PELUMAS

Aditya Kurniawan1, Azmi Azfar Saeful Nizar2, Fauzia Zulfa3


Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam
Indonesia
Jl. Kaliurang KM. 14.5, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55584,
Indonesia
Email: 15521079@students.uii.ac.id1; 15521030@students.uii.ac.id2 ;
15521067@students.uii.ac.id3

Abstrak
Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian
besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan
kemurniannya. Salah satu produk turunan dari minyak bumi adalah minyak
pelumas. Minyak pelumas adalah zat kimia, yang umumnya cairan, yang diberikan
di antara dua benda bergerak untuk mengurangi gaya gesek. Zat ini merupakan
fraksi hasil destilasi minyak bumi yang memiliki suhu 105-135 derajat celcius.
Pelumas berfungsi sebagai lapisan pelindung yang memisahkan dua permukaan
yang berhubungan. Umumnya pelumas terdiri dari 90% minyak dasar dan 10% zat
tambahan. Salah satu penggunaan pelumas paling utama adalah oli mesin yang
dipakai pada mesin pembakaran dalam
Keywords: hidrokarbon, minyak pelumas, oli, mesin dan minyak bumi

1. PENDAHULUAN jika jasad renik itu mati, kemudian


Berdasarkan teori, minyak bumi membusuk sehingga jumlahnya makin
terbentuk dari proses pelapukan jasad lama makin menumpuk, kemudian
renik (mikroorganisme) yang terkubur tertutup oleh sedimen, endapan dari
di bawah tanah sejak berjuta-juta tahun sungai, atau batuan-batuan yang berasal
yang lalu. Dimana dua ratus juta yang dari pergeseran bumi. Di sini kemudian
lalu bumi lebih panas dibandingkan terjadi pembusukan oleh bakteri
sekarang. Laut yang didiami jasad renik anaerob, dan akibat pada tekanan tinggi
berkulit keras sangat banyak jumlahnya sedimen, maka setelah berjuta-juta
tahun terbentuklah minyak bumi dan menentukan perlakuan selanjutnya bagi
gas alam tersebut. minyak bumi itu sendiri pada
Minyak bumi yang terbentuk pengolahannya dan juga mempengaruhi
kemungkinan sekali terkumpul dalam produk yang dihasilkan dari pengolahan
pori-pori batuan sedimen laut, minyak tersebut.
kemudian minyak bumi itu naik ke atas POLIMERISASI
melalui batuan sedimen. Akhirnya Penggabungan dua atau lebih
sampai pada bagian dasar sedimen yang molekulmolekul kecil untuk
tidak dapat ditembus dan membentuk membentuk kelompok molekul
akumulasi minyak bumi dalam suatu kompleks disebut polimerisasi.Istilah
perangkap yang bisa disebut dengan ini berasal dari kata poly yang berarti
“oil trap”. Gas alam kemungkinan banyak dan meric (meros) yang berarti
sekali terdapat di atas lapisan minyak, bagian. Dengan demikian polimeric
sedangkan air dibawah lapisan minyak. berarti suatu bagian yang berulang-
Karena proses pembentukan minyak ulang. Didalam proses ini sebagai ganti
bumi memerlukan waktu yang lama, dari penambahan molekul-molekul
maka minyak bumi digunakan pada yang berbeda atau sama (suatu molekul
sumber daya alam yag tidak dapat sederhana ditambahkan ke suatu
diperbaharui ( anrenewable ). molekul yang lain). Hidrokarbon
2. DASAR TEORI seperti alkene (olefin) yang mengalami
Minyak bumi, dijuluki juga reaksi penggabungan dirinya sendiri
sebagai emas hitam adalah cairan dinyatakan sebagai reaksi polimerisasi.
kental, coklat gelap, atau kehijauan Sebagai contoh, molekul-molekul
yang mudah terbakar, yang berada di ethylene dapat saling menggabung dan
lapisan atas dari beberapa area di kerak penggabungannya dapat berulang-
bumi. Minyak bumi (Crude Oil) dan gas ulang tergantung pada produk akhir
alam merupakan senyawa hidrokarbon. yang dikehendaki.
Rantai karbon yang menyusun minyak
bumi dan gas alam memiliki jenis yang
beragam dan tentunya dengan sifat dan
karakteristik masing-masing. Sifat dan
karakteristik dasar minyak bumi ini
3. PEMBAHASAN Proses polimerisasi ini dibagi menjadi
3.1 POLIMERISASI 2, yaitu :
Polimerisasi adalah proses a. Polimerisasi Selektif
penggabungan molekul-molekul kecil Polimerisasi Selektif merupakan proses
menjadi molekul besar. Reaksi polimerisasi yang menggunakan umpan
umumnya adalah sebagai berikut : hanya fraksi C4 saja (Propilene –
M CnH2n Cm+nH2(m+n) propilene) atau fraksi C3 saja (Butilene
Contoh polimerisasi yaitu – Butilene) yang berlangsung pada suhu
penggabungan senyawa isobutena yang lebih rendah dibandingkan dengan
dengan senyawa Isobutana polimerisasi tak selektif.
menghasilkan Bensin berkualitas b. Polimerisasi Tak Selektif
tinggi, yaitu Isooktana. Polimerisasi Tek Selektif adalah suatu
Polimerisasi dapat dilakukan dengan 2 proses Polimerisasi yang terjadi pada
cara, yaitu : suhu dan tekanan tinggi dengan umpan
1. Polimerisasi Termis berupa campuran Hidrokarbon C3 dan
Proses polimerisasi termis terdiri dari C4 menggunakan katalis Asam Phosfat.
perengkahan fasa uap senyawa propana Polimerisasi katalis proses UOP adalah
dan butana diikuti dengan proses Polimerisasi tak selektif
memperpanjang waktu reaksi menggunakan katalis Asam Phosfat
polimerisasi pada suhu 950 – 1100 0F, yang dijenuhkan didalam kieselguhr
selanjutnya diikuti dengan reaksi dan berbentuk pelet.
dekomposisi, depolimerisasi dan 3.2 Sifat Fisik dan Kimia Bahan Baku
sebagainya. Polimerisasi termis dan Produk
mengubah C4 dan gas – gas kilang yang 3.2.1 Sifat Fisik dan Kimia Bahan
lebih ringan menjadi produk cair hasil Baku
kondensasi. a. Isobutena
2. Polimerisasi Katalis - Gaya tarik antar molekul lebih
Katalis yang digunakan adalah Asam kecil
Sulfat dan Asam Phosfat dalam - Mudah menguap
berbagai bentuk. Demikian juga dengan - Mempunyai titik didih yang
silika Alumina, Aluminium Khlorida, lebih rendah
Boron Trifluorida dan Bauksit aktif.
b. Isobutana
- Rumus molekul : CH(CH3)3.
- Merupakan isomer dari butana
- Mudah menguap
- Mudah terbakar
3.2.2 Sifat Fisik dan Kimia Produk
a. Gasoline
- Titik didih : 40°C –
3.3.2 Uraian Proses Polimerisasi Tak
220°C
Selektif Proses UOP
- Daya melarutkan : Tinggi
Umpan C3 / C4 masuk menuju tempat
- Daya oksidasi/penguapan :
pencucian Soda bertujuan untuk
Cepat
pemurnian umpan. Kotoran (senyawa
- Masa Penggunaan : 4 kali
Nitrogen asam, seperti : HCN, HOCN,
- Density : 0.68 gr/ml
dll bila dibiarkan dalam sistem akan
berubah menjadi ammonia dan
3.3 Uraian proses
kemudian amonium posfat yang akan
3.3.1 Uraian Proses Polimerisasi
merusak daya rangsang katalisator
Termis Proses Kellog
(menurunkan aktifitas katalis) dan
Umpan cair (Olefin) dengan tekanan
dapat dihilangkan dengan larutan Soda,
1200 – 2000 psig dipompakan kedalam
sedangkan basa, seperti : NH3 dan
dapur dan dipanaskan menjadi 975 –
amina – amina dapat dihilangkan
0
1100 F. Keluaran dari dapur
dengan mencucinya dengan
polimerisasi didinginkan dan di
menggunakan air, Belerang dalam
stabilisasikan didalam Quench
bentuk gas / larutan H2S maupun
Stabilizer, polimer gasoline dipisahkan
merkaptan) yang terdapat didalam
dengan cara fraksionasi. Gas yang
Umpan dipisahkan dengan larutan soda
keluar dari stabilizer dikembalikan ke
dan air karena racun bagi katalis.
pemisah uap atau didalam fraksionatot
Selanjutnya, umpan Hidrokarbon
untuk dipisahkan C3 dan C4 sebagai
(campuran Propilene / Butilene) yang
daur ulang.
sudah dibersihkan dan dipanaskan
secukupnya direaksikan dalam reaktor.
Tipe reaktor UOP ada 2 tipe, yaitu :
Shell and Tube Heat Exchanger dan
Chamber. Reaksi polimerisasi
menggunakan reaksi isotermis sehingga
memerlukan air untuk menyerap panas
yang terjadi dan berfungsi untuk
mengatur suhu reaktor yang
dikendalikan oleh tekanan steam drum. 3.4 Kegunaan Produk
0
Suhu dalam reaktor 430 F, tekanan Bensin berkualitas tinggi, yaitu
operasi 1000 – 1100 psig, kadar Olefin isooktana mempunyai kegunaan
didalam umpan 35 – 45 % dan sebagai berikut :
kecepatan aliran Olefin pada - Bahan bakar motor
permukaan katalis (space velocity) Sebagai bahan bakar motor ada
dirancang0,28 galon umpan/jam per lb beberapa sifat yang diperhatikan untuk
katalis. Dari hasil reaksi campuran menentukan baik atau tidaknya bensin
keluar dari dasar reaktor didinginkan tersebut.
dan tekanannya diturunkan menjadi 300 - Bensin hasil penyulingan dapat
psig sebelum masuk ke tahap dipergunakan sebagai bahan
pemisahannya. Campuran hasil reaksi pengekstrak lemak karena tidak
pertama kali di masukkan kedalam menunjukkan perbedaan yang
menara depropanizer untuk mencolok baik pada titik didih, massa
memisahkan propana dan gas – gas lain penggunaan, capasitas
yang lebih ringan. Sedangkan senyawa ataupun densitynya.
yang lebih berat dari propana akan - Sebagai sumber energi
keluar dari dasar menara dan - Sebagai bahan bakar
selanjutnya dikirim menuju menara penerangan dan pemanasan
Butanizer untuk memisahkan fraksi 4. KESIMPULAN
butana yang lebih ringan. Fraksi yang Pelumas adalah zat kimia yang
lebih berat dari butana adalah polimer umumnya cairan dan diberikan di antara
gasolin dengan RVP 8 psi dan FPB 400 dua benda bergerak untuk mengurangi
– 420 F. 0
gaya gesek. Zat ini merupakan fraksi
hasil destilasi minyak bumi yang
memiliki suhu 105-135 derajat celcius.
Umumnya pelumas terdiri dari 90% DAFTAR PUSTAKA
minyak dasar dan 10% zat tambahan.
Salah satu penggunaan pelumas paling
utama adalah oli mesin yang dipakai
pada mesin pembakaran dalam.
Tugas pokok pelumas adalah mencegah
atau mengurangi keausan sebagai
akibat dari kontak langsung antara
permukaan logam yang satu dengan
permukaan logam lain terus menerus
bergerak, pelumas juga berfungsi
sebagai penghantar panas.
Faktor yang menentukan mutu dan daya
guna suatu pelumas adalah:
1. Bahan dasar ( based oil ).
2. Teknik dan pengolahan bahan dasar
dalam pembuatan pelumas.
3. Bahan bahan additif yang digunakan
atau dicampurkan kedalam bahan dasar
untuk mengembangkan sifat tertentu
guna tujuan tertentu.
Setiap produk pelumas dibuat
dengan bahan dasar tertentu. Bahan
dasar ini sering kali disebut
sebagai Base Oil. Berdasarkan asalnya,
umumnya terdapat dua jenis Base
Oil yang sering digunakan
yaitu Mineral Base Oil dan Synthetic
Base Oil