Anda di halaman 1dari 13

1.

ARSITEK

Arsitek adalah seorang ahli di bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun atau
ahli lingkungan binaan.

Istilah arsitek seringkali diartikan secara sempit sebagai seorang perancang


bangunan, adalah orang yang terlibat dalam perencanaan, merancang, dan
mengawasi konstruksi bangunan, yang perannya untuk memandu keputusan yang
memengaruhi aspek bangunan tersebut dalam sisi astetika, budaya, atau masalah
sosial. Definisi tersebut kuranglah tepat karena lingkup pekerjaan seorang arsitek
sangat luas, mulai dari lingkup interior ruangan, lingkup bangunan, lingkup
kompleks bangunan, sampai dengan lingkup kota dan regional. Karenanya, lebih
tepat mendefinisikan arsitek sebagai seorang ahli di bidang ilmu arsitektur, ahli
rancang bangun atau lingkungan binaan.

Arti lebih umum lagi, arsitek adalah sebuah perancang skema atau rencana.

"Arsitek" berasal dari Latin architectus, dan dari bahasa Yunani: architekton
(master pembangun), arkhi (ketua) + tekton (pembangun, tukang kayu).

Dalam penerapan profesi, arsitek berperan sebagai pendamping, atau wakil dari
pemberi tugas (pemilik bangunan). Arsitek harus mengawasi agar pelaksanaan di
lapangan/proyek sesuai dengan bestek dan perjanjian yang telah dibuat. Dalam
proyek yang besar, arsitek berperan sebagai direksi, dan memiliki hak untuk
mengontrol pekerjaan yang dilakukan kontraktor. Bilamana terjadi penyimpangan
di lapangan, arsitek berhak menghentikan, memerintahkan perbaikan atau
membongkar bagian yang tidak memenuhi persyaratan yang disepakati.
2. BIDAN

Bidan (bahasa Inggris: Midwife) adalah


seseorang yang telah mengikuti program
pendidikan bidan yang diakui di
negaranya dan telah lulus dari
pendidikan tersebut, serta memenuhi
kualifikasi untuk didaftarkan (register)
dan atau memiliki izin yang sah (lisensi)
untuk melakukan praktik bidan. Definisi
ini ditetapkan melalui kongres ICM
(International Confederation of Midwives)
ke-27 yang dilaksanakan pada bulan Juli
tahun 2005 di Brisbane Australia.

Sedangkan definisi terbaru dari ICM


(International Confederation of Midwives)
yang dikeluarkan pada Juni 2011, bidan adalah seseorang yang telah
menyelesaikan (lulus) program pendidikan kebidanan yang diakui secara resmi
oleh negaranya serta berdasarkan kompetensi praktik kebidanan dasar yang
dikeluarkan ICM dan kerangka kerja dari standar global ICM untuk pendidikan
kebidanan, telah memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan untuk didaftarkan
(register) dan/atau memiliki izin yang sah (lisensi) untuk melakukan praktik
kebidanan, dan menggunakan gelar/hak sebutan sebagai “bidan”, serta mampu
menunjukkan kompetensinya di dalam praktik kebidanan. Definisi yang terakhir ini
adalah definisi yang berlaku saat ini hingga ditinjau kembali oleh ICM pada Tahun
2017.

Dahulu definisi bidan hanyalah sebagai sebutan bagi orang yang belajar di
sekolah khusus untuk menolong perempuan saat melahirkan. Penyebutan
“menolong perempuan” bukan berarti seorang bidan dapat dipersepsikan layaknya
sebagai seorang pembantu. Penolong di sini dapat diartikan sebagai orang yang
memberikan pertolongan berupa layanan kesehatan yang memadai kepada Ibu
yang sedang melahirkan atau persalinan. Persalinan yang sesungguhnya adalah
menempatkan seorang Ibu sebagai pelaku utama sedangkan orang-orang yang
disekitarnya berstatus sebagai penolong, termasuk di dalamnya adalah bidan dan
dokter spesialis kandungan. Persalinan yang ditolong bidan adalah persalinan
yang normal. Bila ditemui adanya kelainan maka seorang bidan harus merujuk ke
dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan (Dokter Sp.O.G.) untuk
melakukan pertolongan lanjutan dalam mengatasi kelainan tersebut.

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menetapkan bahwa bidan adalah seorang


perempuan yang lulus dari pendidikan bidan yang diakui pemerintah dan
organisasi profesi di wilayah Negara Republik Indonesia serta memiliki kompetensi
dan kualifikasi untuk diregister, sertifikasi dan atau secara sah mendapat lisensi
untuk menjalankan praktik kebidanan.

Menurut Undang-undang No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, bidan


adalah tenaga kesehatan yang dikelompokkan ke dalam tenaga kebidanan,
memiliki kewenangan untuk melakukan pelayanan kesehatan ibu, pelayanan
kesehatan anak, dan pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga
berencana. Di dalam keadaan tertentu yakni suatu kondisi tidak adanya Tenaga
Kesehatan yang memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan pelayanan
kesehatan yang dibutuhkan serta tidak dimungkinkan untuk dirujuk maka
seorang bidan dapat memberikan pelayanan kedokteran dan/atau kefarmasian di
luar kewenangannya dalam batas tertentu.
3. CAMAT

Camat merupakan pemimpin kecamatan sebagai perangkat daerah kabupaten


atau kota. Camat berkedudukan sebagai koordinator penyelenggaraan
pemerintahan di wilayah kecamatan, berada di bawah, dan bertanggung jawab
kepada bupati melalui sekretaris daerah kabupaten atau kota. Camat diangkat
oleh bupati atau wali kota atas usul sekretaris daerah kabupaten atau kota
terhadap Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat.

Menurut Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 1998 tentang Kecamatan, camat


atau sebutan lain adalah pemimpin, dan koordinator penyelenggaraan
pemerintahan di wilayah kerja kecamatan yang dalam pelaksanaan tugasnya
memperoleh pelimpahan kewenangan pemerintahan dari Bupati/Walikota untuk
menangani sebagian urusan otonomi daerah, dan menyelenggarakan tugas umum
pemerintahan.

Camat diangkat oleh bupati/walikota atas usul sekretaris daerah kabupaten/kota


dari pegawai negeri sipil yang menguasai pengetahuan teknis pemerintahan, dan
memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
4. DOKTER

Dokter (dari bahasa Latin yang berarti "guru") adalah seseorang yang karena
keilmuannya berusaha menyembuhkan orang-orang yang sakit. Tidak semua
orang yang menyembuhkan penyakit bisa disebut dokter. Untuk menjadi dokter
biasanya diperlukan pendidikan dan pelatihan khusus dan mempunyai gelar dalam
bidang kedokteran.

5. FOTOGRAFER

Fotografer atau juru foto (bahasa Inggris: photographer) adalah orang-orang


yang membuat gambar dengan cara menangkap cahaya dari subyek gambar
dengan kamera maupun peralatan fotografi lainnya, dan umumnya memikirkan
seni dan teknik untuk menghasilkan foto yang lebih bagus serta berusaha
mengembangkan ilmunya. Banyak fotografer yang menggunakan kamera dan
alatnya sebagai pekerjaan untuk mencari penghasilan, dan gambarnya akan dijual
untuk cover majalah, cover calender, artikel, dll.
6. HAKIM

Hakim (Inggris: Judge;Belanda: Rechter) adalah pejabat yang memimpin


persidangan. Istilah "hakim" sendiri berasal dari kata Arab ‫( حكم‬hakima) yang
berarti "aturan, peraturan, kekuasaan, pemerintah". Ia yang memutuskan hukuman
bagi pihak yang dituntut. Hakim harus dihormati di ruang pengadilan dan
pelanggaran akan hal ini dapat menyebabkan hukuman. Hakim biasanya
mengenakan baju berwarna hitam. Kekuasaannya berbeda-beda di berbagai
negara.

7. INSNYUR

Insinyur adalah orang yang berprofesi dalam bidang keteknikan, dengan kata lain
insinyur adalah orang-orang yang menggunakan pengetahuan ilmiah untuk
menyelesaikan masalah praktis menggunakan teknologi.

Di Indonesia, dahulu istilah ini digunakan sebagai gelar akademik seorang sarjana
di bidang keteknikan yang lulus dari perguruan tinggi (tidak tertutup digunakan
oleh lulusan perguruan tinggi pada bidang pertanian, kehutanan, perikanan,
bahkan kadang digunakan oleh bidang sains terapan, dll). Namun setelah muncul
gelar akademik Sarjana Teknik (S.T.), gelar Insinyur (Ir.) tidak lagi digunakan oleh
perguruan tinggi sebagai gelar akademik melainkan sebagai gelar profesi. Gelar
Insinyur (Ir.) dinaikkan statusnya menjadi gelar profesi sebagaimana gelar profeksi
dokter (dr.), dokter gigi (drg.), bidan (Bd.) ners (Ns.), apoteker (Apt.), dan akuntan
(Akt.). Dengan kata lain, saat ini tidak semua lulusan perguruan tinggi yang
bergelar ST langsung berhak disebut sebagai Insinyur.
8. GURU

Guru (bahasa Sanskerta: गुरू yang berarti guru, tetapi arti secara harfiahnya
adalah "berat") adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia,
guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,
mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi
peserta didik.

9. KOKI

Koki atau juru masak adalah orang yang menyiapkan makanan untuk disantap.
Istilah ini kadang merujuk pada chef, walaupun kedua istilah ini secara profesional
tidak dapat disamakan. Istilah koki pada suatu dapur rumah makan atau restoran
biasanya merujuk pada orang dengan sedikit atau tanpa pengaruh kreatif terhadap
menu dan memiliki sedikit atau tanpa pengaruh apapun terhadap dapur. Mereka
biasanya adalah semua anggota dapur yang berada di bawah chef (kepala koki).

Jenis restoran lain mungkin memiliki menu yang relatif konstan dan hanya memiliki
orang-orang yang dapat menyiapkan makanan secara cepat dan konsisten, serta
tidak terlalu membutuhkan kepala koki. Restoran jenis ini dapat dijalankan
sepenuhnya oleh koki, contohnya pada restoran cepat saji.
10. MASINIS

Masinis adalah orang yang bertanggung jawab untuk menjalankan kereta api.
Kata "masinis" berasal dari bahasa Belanda machinist yang sebenarnya berarti
juru mesin. Disebut masinis karena pada awalnya juru mesinlah yang menjalankan
kereta api.

Masinis bertanggung jawab untuk mempercepat, memperlambat atau


menghentikan kereta api mengikuti/mematuhi sinyal kereta api, semboyan dan
menjamin keselamatan kereta api yang dijalankannya sehingga dapat dikatakan
masinis adalah kepala perjalanan.

11. NELAYAN

Nelayan adalah istilah bagi orang-orang yang sehari-harinya bekerja menangkap


ikan atau biota lainnya yang hidup di dasar, kolom maupun permukaan perairan.
Perairan yang menjadi daerah aktivitas nelayan ini dapat merupakan perairan
tawar, payau maupun laut. Di negara-negara berkembang seperti di Asia
Tenggara atau di Afrika, masih banyak nelayan yang menggunakan peralatan
yang sederhana dalam menangkap ikan. Nelayan di negara-negara maju biasanya
menggunakan peralatan modern dan kapal yang besar yang dilengkapi teknologi
canggih.

Eidman (1991) membagi nelayan ke dalam dua kategori, yaitu nelayan penggarap
dan nelayan pemilik.
12. PEGAWAI NEGERI
Pegawai negeri adalah pegawai yang telah memenuhi syarat yang ditentukan,
diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan
negeri, atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

13. PENGACARA
Pengacara, advokat atau kuasa hukum adalah kata benda, subyek. Dalam
praktik dikenal juga dengan istilah Konsultan Hukum. Dapat berarti seseorang
yang melakukan atau memberikan nasihat (advis) dan pembelaan “mewakili”
bagi orang lain yang berhubungan (klien) dengan penyelesaian suatu kasus
hukum.
14. POLISI

Polisi adalah suatu pranata umum sipil yang mengatur tata tertib (orde) dan
hukum. Kadangkala pranata ini bersifat militaristis, seperti di Indonesia sebelum
Polri dilepas dari ABRI. Polisi dalam lingkungan pengadilan bertugas sebagai
penyidik. Dalam tugasnya dia mencari barang bukti, keterangan-keterangan dari
berbagai sumber, baik keterangan saksi-saksi maupun keterangan saksi ahli.

Oleh karena itu, di Indonesia dikenal pula Polisi Pamong Praja, satuan dikomandoi
seorang Mantri Polisi Pamong Praja (MP PP) setingkat di bawah camat (dulu
disebut Asisten Wedana). MP PP dulu bertanggung-jawab kepada Wedana. Di
Malaysia dan Brunei, polisi dikenal dengan istilah Polis Diraja.

Istilah polisi berasal dari bahasa Belanda politie yang mengambil dari bahasa Latin
politia berasal dari kata Yunani politeia yang berarti warga kota atau pemerintahan
kota. Kata ini pada mulanya dipergunakan untuk menyebut "orang yang menjadi
warga negara dari kota Athena", kemudian pengertian itu berkembang menjadi
"kota" dan dipakai untuk menyebut "semua usaha kota". Oleh karena pada zaman
itu kota merupakan negara yang berdiri sendiri yang disebut dengan istilah polis,
maka politea atau polis diartikan sebagai semua usaha dan kegiatan negara, juga
termasuk kegiatan keagamaan.

15. SUPIR
Sopir atau supir (dari bahasa Perancis: chauffeur) adalah pengemudi profesional
yang dibayar oleh majikan untuk mengemudi kendaraan bermotor. Sopir dibagi
dalam dua kelompok yaitu sopir pribadi yang menjalankan kendaraan pribadi dan
yang kedua adalah sopir perusahaan yang bekerja untuk perusahaan angkutan
penumpang umum seperti taksi, bus, ataupun angkutan barang.
16. SEKRETARIS

Sekretaris adalah sebuah profesi administratif yang bersifat asisten atau


mendukung. Gelar ini merujuk kepada sebuah pekerja kantor yang tugasnya ialah
melaksanakan perkerjaan rutin, tugas-tugas administratif, atau tugas-tugas pribadi
dari atasannya. Pekerja atau karyawan ini biasanya melakukan tugas-tugas
seperti mengetik, penggunaan komputer, dan pengaturan agenda. Mereka
biasanya bekerja di belakang meja. Sebagian besar sekretaris adalah wanita.

Di dunia kerja saat ini ada lagi profesi yang merupakan perkembangan dari
sekretaris yaitu asisten pribadi (PA atau Personal Assistant). Perbedaan dari PA
dan sekretaris adalah PA lebih bertanggung jawab untuk satu orang saja, dalam
hal ini eksekutif atau bos yang mempekerjakan dirinya. Sedangkan sekretaris lebih
bertanggung jawab kepada perusahaan secara umum.

Namun di beberapa perusahaan, tentu saja hampir tidak ada perbedaan di antara
sekretaris dan PA. Seperti contohnya di Indonesia, umumnya sudah menjadi
kebiasaan bila sekretaris kadang juga membantu hal-hal personal dari si bos yang
berhubungan dengan kerja. Lain halnya misalnya di Hongkong contohnya di mana
dunia kerja di sana lebih profesional. Perbedaan antara PA dan sekretaris ini
sangat kentara.

Sekretaris identik pula dengan mode dan gaya dalam berbusana ke kantor. Sudah
menjadi rahasia umum bila sekretaris mempunyai tampilan yang menarik sebagai
citra dari atasan yang diwakilinya
17. PETANI

Petani adalah seseorang yang bergerak di bidang pertanian, utamanya dengan


cara melakukan pengelolaan tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan dan
memelihara tanaman (seperti padi, bunga, buah dan lain lain), dengan harapan
untuk memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk digunakan sendiri ataupun
menjualnya kepada orang lain. Mereka juga dapat menyediakan bahan mentah
bagi industri, seperti serealia untuk minuman beralkohol, buah untuk jus, dan wol
atau kapas untuk penenunan dan pembuatan pakaian.

Setiap orang bisa menjadi petani (asalkan punya sebidang tanah atau lebih),
walau ia sudah punya pekerjaan bukan sebagai petani. Maksud dari kalimat
tersebut bukan berarti pemilik tanah harus mencangkul atau mengolah sendiri
tanah miliknya, tetapi bisa bekerjasama dengan petani tulen untuk bercocok tanam
di tanah pertanian miliknya. Apabila ini diterapkan, berarti pemilik tanah itu telah
memberi pekerjaan kepada orang lain walau hasilnya tidak banyak. Apabila
bermaksud mengolah sendiri, tentu harus benar-benar bisa membagi waktu, tetapi
kemungkinan akan kesulitan kalau tanahnya lebih dari satu petak.
18. USTAD

Ustaz sering juga disalahejakan dengan ustad atau ustadz (Arab:‫ األستاذ‬al-`Ustāż)
adalah kata bahasa Indonesia yang bermakna pendidik. Kata ini diserap dari
bahasa Arab dari kata, pelafalan dan makna yang sama yaitu guru atau pengajar.
Dalam bahasa Indonesia, kata ini lebih merujuk kepada guru, pengajar atau orang
yang dihormati dalam bidang Islam.

19. WARTAWAN

Wartawan atau jurnalis atau pewarta adalah seseorang yang melakukan


kegiatan jurnalistik atau orang yang secara teratur

menuliskan berita (berupa laporan) dan tulisannya dikirimkan/dimuat di media


massa secara teratur. Laporan ini lalu dapat dipublikasi dalam media massa,
seperti koran, televisi, radio, majalah, film dokumentasi, dan internet. Wartawan
mencari sumber mereka untuk ditulis dalam laporannya; dan mereka diharapkan
untuk menulis laporan yang paling objektif dan tidak memiliki pandangan dari
sudut tertentu untuk melayani masyarakat.