Anda di halaman 1dari 2

Saringan Udara Masuk Kompressor (Air Inlet Filters)

Semua kompresor sensitif terhadap debu dan uap (asap) yang ada pada udara,
yang dapat berupa campuran yang bersifat perekat (adheshive), penggosok
(abrasive) dan pengkarat (corrosive) didalam tabung silinder. Pencemaran ini
(contaminants) terbentuk pada bagian-bagian yang berputar dan dapat
menyebabkan keausan dan ketidak seimbangan mekanis, mengakibatkan
kerusakan kompresor.

Saringan udara pada sistem udara kempa berfungsi untuk:


- menangkap partikel-partikel dari udara
- memisahkan kondensasi air atau minyak dari udara

Saringan ini menangkap abu, debu dan partikel lainnya dari


udara yang masuk ke kompresor. Kompresor adalah peralatan yang toleransinya
ketat dan sedikit partikel kecil pun dapat masuk ke dalam rotor atau silinder
dan mengakibatkan keausan dan kerusakan dini.
Adalah penting memantau penurunan tekanan (pressure drop Δp) pada saringan
untuk mengetahui apakah elemen saringan sudah perlu diganti. Umumnya, bila Δp
telah mencapai 6 ÷10 psi, saringan sudah perlu diganti.

Agar lebih efektif, saringan udara sebaiknya dipasang berpasangan, yaitu saringan
rangkap (dual filters). Kedua saringan ini berfungsi serupa, saringan yang pertama
adalah saringan awal (general-purpose filter) untuk melindungi saringan kedua yang
lebih halus (a high-efficiency filter) dari butiran partikel besar. Penggunaan saringan
rangkap (dual filters) ini akan menjamin udara kempa bermutu baik denga biaya
operasi dan pemeliharaan yang rendah.

Pendingin Udara Kempa (inter-cooler and after-cooler)

Pada sistem udara kempa yang menggunakan kompresor bertingkat (multi-stage


compressor), udara keluaran kompresor tingkat pertama harus didinginkan terlebih
dahulu sebelum dialirkan sebagai udara masukan ke kompresor tingkat kedua.

Demikian seterusnya, udara keluaran suatu tingkat harus didinginkan sebelum


dialirkan ke kompresor tingkat berikutnya. Pendingin udara antar tingkat kompresor
ini disebut “inter-cooler”.
Udara kempa keluaran dari kompresor tingkat terakhir juga harus didinginkan
terlebih dahulu sebelum dialirkan ke peralatan sistem udara kempa yang berikutnya,
seperti pemisah (separator) atau tangki udara. Pendingin udara akhir (udara
keluaran kompresor tingkat terakhir) ini disebut “after-cooler”.

Media pendingin yang umum dipakai untuk mendinginkan udara kempa ini adalah
air (cooling water); bisa juga menggunakan udara sebagai media pendingin (cooled
by air).

Akibat pendinginan, uap air yang dikandung udara keluaran pendingin akan berubah
(berkondensasi) menjadi bintik-bintik air, yang harus dipisahkan dari udara oleh dan
didalam separator. Kemudian air kondensat ini diperangkap dan dikuras (dibuang)
keluar.

Pendingin (cooler) yang umum dipakai adalah berjenis tabung beraliran langsung
(once through) dengan pipa-pipa pendingin (cooling tubes) didalamnya. Tabung
pendingin ini disambungkan langsung ke pipa penyaluran udara; biasanya dengan
sambungan cakram (flanges) pada sisi masuk maupun keluar pendingin.

Pemeriksaan sebelum start dan operasi kompresor


Periksa tenaga listrik dalam panel
Periksa level pelumas di dalam kompresor
Bersihkan heat exchanger / intercooler agar kompresor bekerja baik
Start kompresor dengan penekanan tombol start pada panel
Periksa tekanan pelumas, normalnya 50 + 5 bar
Periksa kebocoran pada setiap tingkat
Setelah start periksa tekan pelumas pada setiap tingkat
Untuk motor listrik, periksa putaran bebas dengan memutar tangan setiap
minggu
Stop kompresor ada 2 cara yaitu nelalui tombol stop dan melalui pressure
start (automatis)
Bila kompresor terlalu panas, pelumas menjadi sangat encer dan terdapat
udara pada pompa pelumas yaitu dengan mengendorkan vent screw hingga
keluar gelombang udara.
Ada kemungkinan air pada pelumas, untuk membuang air pada pelumas,
biarkan kompresor berhenti hingga 6 jam. Bukalah baut drain pelumas,
periksa yang keluar air atau pelumas. Kalau yang keluar pelumas berarti
tidak ada air pada pelumas.