Anda di halaman 1dari 1

3.3.

Prosedur
3.3.1. Pengukuran pH
1. Persiapan sampel ikan segar
2. Pematian sampel ikan segar
3. Penyimpanan di dalam suhu ruang dan suhu rendah (freezer)
4. Pengambilan 5 g daging ikan
5. Penirisan pada sampel ikan
6. Pemberian 5 ml aquades
7. Penghancuran sampel ikan
8. Pengukuran pH menggunakan pH meter pada menit ke- 10’, 20’, 30’, 40’, 50’, 60’
3.3.2. Pengukuran Suhu
1. Persiapan sampel ikan segar
2. Pematian sampel ikan segar
3. Pemasukan thermometer pada mulut ikan
4. Pembacaan suhu pada menit ke- 10’, 20’, 30’, 40’, 50’, 60’
3.3.3. Pengukuran WHC
1. Persiapan sampel ikan segar
2. Pematian sampel ikan segar
3. Pengambilan 10 g daging ikan
4. Pembacaan suhu pada menit ke- 10’, 20’, 30’, 40’, 50’, 60’
3.3.4. Pengamatan kekerasan / organoleptik daging secara subjektif
1. Persiapan sampel ikan segar
2. Pematian sampel ikan segar
3. Penekanan dengan ibu jari / telunjuk pada ikan dan rasakan kekerasannya pada
menit ke- 0, 30, 60
4. Pengamatan sifat sensori yang berupa warna, aroma, tekstur, sisik, lender, mata,
insang dan sisik