Anda di halaman 1dari 6

Tita R & Krisna Y, Peningkatan Kualitas Pelayanan...

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN


MELALUI RONDE DAN PENDOKUMENTASIAN
Tita Rohita, Krisna Yetti
Program Studi Magister Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas
Indonesia, Jl. Prof. Dr. Bahder Djohan Kampus UI Depok 16424

Email korespondensi : rohitatita@gmail.com

ABSTRAK
Ronde keperawatan dan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan bagian
dari kualitas pelayanan keperawatan di rumah sakit. Tujuan optimalisasi pelaksanaan ronde
keperawatan & dokumentasi asuhan keperawatan yaitu refresing dan menyiapkan perangkat yang
dibutuhkan. Sehingga pengetahuan dan komitmen untuk melakukan perubahan menjadi lebih
baik.Metode yang dilakukan yaitu studi kasus dengan menggunakan pendekatan Plan, Do, Check
and Action (PDCA).Hasil program tersebut, pengetahuan perawat meningkat dengan hasil pre test
68% menjadi 85% ini menunjukan peningkatan yang baik yang dapat menunjukkan bahwa
impelementasi yang dilakukan dinilai efektif untuk meningkatkan pengetahuan perawat.
Peningkatan pelatihan, meningkat-kan strategi pengelolaan sumber daya manusia keperawatan,
evaluasi beban kerja secara berkala, menciptakan lingkungan yang mendukung budaya kerja
kondusif juga sangat berperan penting dalam pengoptimalisasian program.

Kata-kata kunci : kualitas pelayanan, pendokumentasian, ronde.

ABSTRACT
Ronde nursing and completeness of documentation of nursing care is part of the quality of
nursing care in the hospital. Interest-round optimization of the implementation of nursing and
nursing care documentation that is refreshing and prepare the necessary tools. So that the
knowledge and commitment to change for the better. The method to do that is by using a case
study approach of PDC). Result the program , the nurse's knowledge increases with pre-test
results of 68% to 85% shows good improvement that could indicate that the implementation is
carried out is considered effective to increase the knowledge of nurses.. Increased training,
increased technology strategy nursing human resources management, periodic evaluation
workload, create an enabling environment conducive work culture is also very important role in
optimizing the program.

Keywords: documenting, ronde, quality ofcare.

50
Dunia Keperawatan, Volume 5, Nomor 1, Maret 2017: 50-55
PENDAHULUAN dan kolaborasi untuk mengurangi kesalahan
dalam perawatan (4).
Rumah Sakit merupakan suatu Asuhan keperawatan merupakan hal
sarana kesehatan yang menyelenggarakan sangat penting bagi seorang perawat.
kegiatan pelayanan kesehatan. Dalam Kemampuan pemberian pelayanan yang baik
rangka meningkatkan kualitas jasa serta kemudian dapat secara efektif dapat
kesehatan, kualitas pelayanan, dan mengkomunikasikan tentang perawatan
kepuasan pasien menjadi indikator pasien tergantung pada seberapa baik kualitas
keberhasilan penyelenggaraan pelayanan informasi yang diberikan serta dokumentasi
di rumah sakit. Ronde keperawatan dan yang disediakan untuk dimanfaatkan oleh
kelengkapan pendokumentasian asuhan semua profesional kesehatan dan antar
keperawatan merupakan bagian dari bidang pelayanan kesehatan (5). Komunikasi
kualitas pelayanan keperawatan di rumah dapat dilakukan secara verbal maupun non
sakit (1). Ronde keperawatan merupakan verbal, ronde keperawatan bertujuan untuk
suatu metode dalam pelayanan meningkatkan komunikasi secara verbal
keperawatan yang berguna meningkatkan sedangkan dokumentasi merupakan
pelayanan kepada pasien dan komunikasi non verbal/tertulis yang berguna
memberikan masukan kepada perawat untuk perawat dan tim kesehatan lain.
tentang asuhan keperawatan. Salah satu Pendokumentasian merupakan bukti
strategis yang memungkinkan perawat pencatatan dan pelaporan perawat yang
mengembangkan proses dan keterampilan berguna untuk kepentingan perawat,dan tim
untuk memfasilitasi otonomi, kesehatan dalam memberikan pelayanan
pengambilan keputusan, hubungan tim kesehatan dan dasar komunikasi yang akurat
yang efektif serta status professional (2). dan lengkap secara tertulis (6). Dokumentasi
Ronde keperawatan dilakukan harus dilakukan segera setelah selesai
perawat kepada pasien disamping pasien melakukan kegiatan keperawatan untuk
dan diperlukan agar masalah pasien dapat menghindari kealpaan yang tidak
teratasi dengan baik, sehingga semua disengaja.Pendokumentasian berguna bagi
kebutuhan dasar dapat terpenuhi, dan rumah sakit dalam meningkatkan standar
juga dapat meningkatkan otonomi akreditasi, sebagai alat komunikasi antar
perawat sehingga kepuasan kerja perawat profesi, indikator pelayanan mutu, bukti
akan meningkat. Waktu pelaksanaan tanggung jawab, dan tanggung gugat
ronde bermacam-macam tergantung perawat, sumber data dan sebagai sarana
kondisi dan situasi ruangan. Waktu penelitian. Keberadaan dokumentasi baik
pelaksanaan ronde keperawatan adalah berbentuk catatan maupun laporan akan
setiap hari selama kurang lebih satu jam, sangat membantu komunikasi antara sesama
ketika intensitas kegiatan di ruangan perawat maupun disiplin ilmu lain dalam
sudah relative tenang (3). Ronde rencana pengobatan.
keperawatan adalah prosedur dimana 2 Berdasarkan hasil wawancara dengan
orang atau lebih perawat mengunjungi kepala ruangan di RSUD Kota Depok
pasien untuk mendapatkan informasi mengatakan bahwa pelaksanaan
yang akan membantu dalam pendokumentasian asuhan keperawatan dan
merencanakan pelayanan keperawatan ronde keperawatan belum optimal, sedangkan
dan memberikan kesempatan kepada hasil wawancara dengan kepala bidang
pasien untuk mendiskusikan masalah keperawatan, pelaksanaan ronde keperawatan
keperawatannya serta mengevaluasi di ruangan belum berjalan serta kelengkapan
pelayanan keperawatan yang telah pendokumentasian dinilai sekitar 60-70%,
diterima oleh pasien, sehingga dalam sedangkan target capaian 100%. Banyak
ronde keperawatan terjadi komunikasi masalah yang ditemukan diantaranya, yaitu
yang intens antara perawat dan pasien nama yang mendokumentasikan tidak,

51
Tita R & Krisna Y, Peningkatan Kualitas Pelayanan...

terkadang tidak di tanda tangan oleh dalam bentuk Plan of Action (POA) yang
perawat, dan tidak sinkronnya proses dibuat bersama pada saat FGD sehingga
keperawatan yang di dokumentasikan. program tersebut menjadi program kerja
Kepala bidang selalu memotivasi dan bersama yang akan dilakukan dan
mengarahkan perawat untuk diupayakan bersama demi peningkatan
melaksanakan pendokumentasian asuhan kualitas pelayanan keperawatan di RSUD
keperawatan dengan baik dan benar, Kota Depok. Pemecahan masalah
sedangkan hasil observasi didapatkan keperawatan yang diambil menggunakan
perawat masih kebingungan dalam pendekatan Plan, Do, Check, and Action
pengisian catatan perkembangan pasien (PDCA).
terintegrasi (CPPT), terlihat dari
pengisian Subjektif, Objektif, Analisa HASIL DAN PEMBAHASAN
dan Planning (SOAP) yang masih salah,
perawat hanya menulis tanggal tidak Ronde keperawatan dan
menulis jam dilakukan tindakan, pendokumentasian asuhan keperawatan
kemudian nama ditulis tidak jelas. Untuk merupakan bagian dari kualitas pelayanan
Planing hanya fokus ke intervensi keperawatan di RSUD Kota Depok yang
kolaboratif, intervensi keperawatan tidak perlu dioptimalkan. Program pengoptimalan
tampak sesuai dengan standar asuhan peran perawat dalam pelayanan keperawatan
keperawatan. perlu dilakukan secara bertahap, sehingga
dibutuhkan proses perencanaan yang matang
METODE PENELITIAN dan kontinyu, salah satu nya adalah melalui
pelaksanaan ronde keperawatan dan
Metode yang digunakan dalam pendokumentasian asuhan keperawatan
upaya peningkatan kualitas pelayanan secara optimal. Untuk optimalisasi tersebut
keperawatan di RSUD Kota Depok yaitu RSUD kota Depok melakukan bencmark dan
studi kasus dengan pendekatan eksplorasi study literatur, sehingga buku panduan, SOP,
deskriptif untuk mengkaji data mengenai dan pedoman terkait bisa dibuat sebagai
fungsi manajemen dan masalah langkah awal pengoptimalan pelaksanaan
manajemen keperawatan di rumah sakit. ronde dan pendokumentasian.
Pada fase awal dilakukan identifikasi Berdasarkan hasil kuesioner yang
masalah dengan menggunakan teknik diberikan kepada perawat di ruangan
wawancara, observasi dan menggunakan sejumlah 21 orang, diperoleh data bahwa
kuesioner. Kuesioner dibagikan kepada perawat sebagian besar berjenis kelamin
21 perawat sebagai responden. perempuan (85,7%). Perawat memiliki usia
Data yang diperoleh dari hasil rata rata berumur 31 sd 40 tahun dengan latar
wawancara, observasi dan kuesioner belakang pendidikan D3 keperawatan.
dikelompokkan dan dilakukan analisa. Perawat di RSUD Kota Depok sebagian besar
Analisa data menggunakan analisa baru bekerja kurang dari 5 tahun (85,7%).
strengths, weaknesses, opportunities, dan Selain dari data dasar, terkaji juga
threats (SWOT) serta diagram fish bone, pengetahuan perawat tentang pelaksanaan
penentuan masalah manajemen ronde keperawatan dan pendokumentasian
keperawatan dilakukan dengan asuhan keperawatan melalui kuesioner, data
menggunakan metode Fokus Group di peroleh terjadi peningkatan pengetahuan
Discussion (FGD). Disepakati bersama terkait definisi, tujuan, waktu, prosedure
prioritas masalah manajemen pelaksanaan. Dari sebelum 68% menjadi
keperawatan yang akan diselesaikan 85%. Pelaksanaan ronde keperawatan
bersama dengan menggunakan suatu merupakan strategi yang efektif untuk
inovasi perubahan di RSUD Kota Depok. melakukan perubahan dalam melakukan
Program inovasi dibuat secara rinci perawatan kepada pasien (2). Hal ini

52
Dunia Keperawatan, Volume 5, Nomor 1, Maret 2017: 50-55
merupakan peningkatan yang baik yang keperawatan dan kelengkapan
dapat menunjukkan bahwa impelementasi pendokumentasian asuhan keperawatan
yang dilakukan dinilai efektif untuk merupakan bagian dari kualitas pelayanan
meningkatkan pengetahuan perawat, serta keperawatan di rumah sakit (1). Dukungan
menunjukan bahwa kepala ruangan, ketua manajemen, pengaruh rekan, serta interaksi
tim dan perawat menyadari tentang dalam kelompok memiliki dampak terhadap
pentingnya pelaksanaan ronde peningkatan motivasi. Fungsi pengarahan
keperawatan bagi perawat dan pasien di dari kegiatan keperawatan yang dapat
ruangan. meningkatkan kepuasan kerja perawat adalah
Ronde keperawatan akan ronde keperawatan. Dalam ronde terjadi
meningkatkan keterampilan dan proses komunikasi, interaksi yang bias
pengetahuan pada perawat (8) meningkatkan motivasi, produktivitas serta
menyebutkan manfaat ronde keperawatan kepuasan kerja (7).
adalah membantu mengembangkan Pelaksanaan pendokumentasian yang
keterampilan keperawatan. Selain itu juga tidak lengkap dapat dipengaruhi karakteristik
dengan adanya ronde keperawatan akan individu (10). Karakteristik perawat menurut
menguji pengetahuan perawat. Melalui Kane, Shamliyan, Mueller, Duval, dan Wilt
ronde keperawatan, evaluasi kegiatan, (2007) adalah meliputi usia, pengalaman atau
rintangan yang dihadapi oleh perawat
masa kerja dan pendidikan. Berdasarkan data
atau keberhasilan dalam asuhan
dari kuesioner, sebagian besar perawat (85,7%)
keperawatan dapat dinilai. Ronde
keperawatan juga meningkatkan berpendidikan D3 Keperawatan dan memiliki
kepuasan pasien. Penelitian (9) ronde masa kerja kurang dari 5 tahun. Pelatihan
keperawatan meningkatkan kepuasan perawat untuk meningkatkan pengetahuan,
pasien lima kali dibanding tidak keterampilan dan praktek dokumentasi telah
dilakukan ronde keperawatan. menjadi strategi banyak digunakan.
Hal lain yang perlu diperhatikan Lingkungan tempat kerja dapat berkontribusi
adalah target kelengkapan dokumentasi,
dimana RSUD Kota Depok memiliki untuk dokumentasi tidak optimal.beban kerja
target capaian kelengkapan dokumentasi yang berat, bentuk dokumentasi melelahkan,
sebesar 100%, sedangkan yang tercapai bahasa fragmentaris (yaitu bahasa
baru 70%. Hasil wawancara dengan dokumentasi yang tidak dipahami di luar
kepala bidang keperawatan, mengatakan konteks lokal), sumber daya yang tidak
pendokumentasian belum optimal masih memadai, dan budaya rumah sakit semua
ditemukan kesalahan dan kelalaian
dampak kualitas dokumentasi perawat (10).
perawat, terutama dalam pengisian
catatan perkembangan pasien terintegrasi. Untuk mencapai target cakupan
Hal ini didukung juga hasil observasi, pendokumentasian di RSUD Kota Depok
ditemukan catatan yang masih kosong, 100% perlu dilakukan tindak lanjut seperti
penulisan tidak jelas dan pencatatan tidak pelatihan ulang, motivasi (reward) dan
sinkron. monitoring berkala dalam pelaksanaan
Kualitas pelayanan keperawatan pendokumentasian asuhan keperawatan. SPO
merupakan fokus utama kegiatan
dan panduan yang telah dibuat harus
pengelolaan bidang keperawatan,
terwujudnya pelayanan keperawatan yang disosialisasikan kepada seluruh kepala
berkualitas melalui pelaksanaan program ruangan dan ketua tim. Sosialisasi
pengendalian mutu yang dimaksudkan untuk meningkatkan
berkesinambungan, keterlibatan, dan pemahaman dan mengurangi kebingungan
komitmen seluruh staf keperawatan serta bagi perawat dalam pelaksanaan dokumentasi
peran pimpinan sebagai motivator. Ronde asuhan keperawatan. Sosialisasi dapat

53
Tita R & Krisna Y, Peningkatan Kualitas Pelayanan...

memfasilitasi proses komunikasi serta asuhan keperawatan yang telah dirancang


pertukaran informasi, khususnya kepada direktur rumah sakit agar dibuatkan
penggunaan media yang modern surat keputusan, sehingga perangkat yang
memungkinkan perawat mengurangi telah dibuat berupa buku panduan dan SPO
kebingungan dan stress. dapat menjadi instrumen yang legal untuk
dijadikan dasar pelaksanaan ronde
PENUTUP keperawatan dan pendokumentasian asuhan
keperawatan secara seragam di RSUD Kota
Pelaksanaan ronde keperawatan Depok.
dan dokumentasi asuhan keperawatan di
RSUD Kota Depok belum optimal KEPUSTAKAAN
dikarenakan belum ada SOP dan
pedoman pelaksanaannya. Optimalisasi 1. Wang, FWH. Chart audit: strategies to
pelaksanaan ronde keperawatan dan improve quality of nursing
pendokumentasian asuhan keperawatan documentation. Journal for Nurses in
di RS dilaksanakan dengan metode siklus Staff Development; 25: 2, 1-6, 2010.
PDCA. Optimalisasi diperlukan dengan
2. Aitken, L., Burmeister E., Clayton S.,
menyiapkan berbagai perangkat yang Dalais C., and Gardner G. The impact
dibutuhkan, seperti panduan dan SPO. of nursing rounds on the practice
Hal lain yang perlu diupayakan adalah environment & nurse satisfaction in
dukungan dan motivasi dari manajer serta intensive care: pre-test post-test
kesiapan perawat untuk berkomitmen comparative study. International
melakukan perubahan menjadi lebih baik. Journal of Nursing Studies; 48 918-
925, 2010.
Selain itu sosialisasi dan simulasi juga
mampu meningkatkan pengetahuan 3. Kozier, B., Erb & Berman, A.
perawat tentang ronde keperawatan dan Fundamental of Nursing: Concept,
pendokumentasian asuhan keperawatan. process, and practice. Seven third ed.
Peningkatan kualitas pelayanan New Jersey: Pearson prentice hall,
keperawatan merupakan tugas dan 2011.
tanggungjawab semua sehingga suapaya
4. Hayrinen, K., and Saranto, K. The use
optimalisasi pelaksanaan ronde of nursing terminology in electronic
keperawatan dan pendokumentasian documentation.Studies in Health
asuhan keperawatan bisa berjalan dengan Technology & Informatics 146; 342–
baik diperlukan monitoring dan evaluasi 346, 2009.
berkala penilaian terhadap pelaksanaan di
rumah sakit. Peningkatan pelatihan 5. Dinarti, Ariyani. Dokumentasi
keperawatan. Jakarta : Trans Info
meningkatkan strategi pengelolaan
Media, 2009.
sumber daya manusia keperawatan,
evaluasi beban kerja secara berkala, dan 6. Marquis, B.L. and Huston, C.J.
menciptakan lingkungan yang Ledearship role anad fuctions in
mendukung budaya kerja kondusif. Hal nursing : theory and application. (3 ed).
lain yang menjadi penting agar Philadelphia : Lippincott Williams and
mengajukan kebijakan pelaksanaan ronde Wilkins, 2011.
keperawatan dan pendokumentasian

54
Dunia Keperawatan, Volume 5, Nomor 1, Maret 2017: 50-55
7. Clement, I. Management nursing
services and education.Edition 1.
India: Elsevier, 2010.

8. Febriana, N. Pengaruh nursing


round terhadap kepuasan pasien
pada pelayanan keperawatan di
Rumah Sakit MMC Jakarta. Tesis
kekhususan kepemimpinan dan
manajemen keperawatan program
pascasarjana FIK UI : Tidak
dipublikasikan, 2009.

9. Potter, P.A., and Perry, G.A.


Fundamental of nursing (Volume 2,
7th Ed.). ST. Louis: Mosby Year
Book, 2010.

55