Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Belajar adalah suatu usaha atau kegiatan, yang bertujuan mengadakan
perubahan di dalam diri seseorang, mencakup perubahan tingkah laku, sikap,
kebiasaan, ilmu pengetahuan serta keterampilan dan sebagainya.[1] Belajar
bukan hanya sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon, tetapi
lebih dari itu belajar melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks. Belajar
merupakan perubahan persepsi dan pemahaman. Perubahan persepsi dan
pemahaman tidak selalu berbentuk perubahan tingkah laku yang bisa diamati.
Perkembangan kognitif menyangkut perkembangan berfikir dan bagaimana
kegiatan berfikir itu bekerja.[2]
Pendidikan dikatakan berkualitas bila proses belajar mengajar dapat
berjalan dengan lancar, efektif, efisien dan ada interaksi antara komponen-
komponen yang terkandung dalam sistem pengajaran yaitu tujuan pendidikan
dan pengajaran, peserta didik, tenaga kependidikan atau pengajar, kurikulum,
strategi pembelajaran, media pengajaran dan evaluasi pengajaran. Dengan
adanya sinergi antara komponen-komponen dalam dunia pendidikan maka
akan tercipta kualitas peserta didik yang sesuai dengan tuntutan era globalisasi
saat ini.[3]
Kurangnya konsentrasi serta minat belajar antara lain disebabkan
karena kurang berminat terhadap mata pelajaran yang dipelajari, terganggu
oleh keadaan lingkungan, pikiran kacau atau masalah-masalah kesehatan
yang terganggu, bosan terhadap pelajaran sekolah dan lain-lain.[4] Selain itu
beberapa faktor yang menyebabkan gangguan konsentrasi belajar yaitu, tidak
adanya motivasi diri, suasana lingkungan belajar yang tidak kondusif, kondisi
kesehatan siswa, serta tingkat kejenuhan menjadi penyebab gangguan
konsentrasi belajar.[5]
Aromaterapi adalah suatu metode perawatan atau penyembuhan
dengan menggunakan bau-bauan yang merupakan perpaduan antara seni dan

1
2

ilmu pengetahuan yang dapat memengaruhi jiwa, raga, dan pikiran sehingga
berdampak menenangkan (relaksasi), meremajakan (rejuvenasi), serta
merevitalisasi tubuh.[6] Menurut Henderson dkk aromaterapi memiliki
beberapa fungsi diantaranya membuat udara dalam ruangan menjadi segar,
menciptakan suasana yang tenang, dapat digunakan sebagai antibiotik, dapat
berguna menjadi antiseptik untuk melakukan perlawanan terhadap virus,
merendam emosi, dapat menjadi alat untuk relaksasi, dan juga meningkatkan
konsentrasi.[7] Beberapa jenis aromaterapi dari minyak atsiri saat ini diunakan
untuk mengurangi kecemasan, stres, serta depresi.[8]
Aromaterapi yang digunakan melalui cara inhalasi atau dihirup akan
masuk ke sistem limbik dimana nantinya aromaterapi ini akan di proses
sehingga dapat mencium baunya. Pada saat menghirup suatu aroma, kompo
nen kimia akan masuk dalam sistim limbik pada otak. Amigdala sebagian dari
sistem limbik bertanggung jawab atas respon emosi kita terhadap aroma.
Hippocampus bertanggung jawab atas memori dan pengenalan terhadap bau
juga tempat dimana bahan kimia pada aromaterapi merangsang gudang-
gudang penyimpanan memori otak kita terhadap pengenalan bau-bauan. Hal
ini akan merangsang memori dan respon emosional[9]. Aromaterapi
memberikan efek yang signifikan pada gelombang otak, hal tersebut dilihat
dari hasil Elektroensefalogram (EEG) yakni rekaman aktivitas kelistrikan
otak. Hasil dari amplitudo serta frekuensi menunjukkan bahwa adanya
aktivitas pada gelombang alpha, betha, serta tetha. Ketika individu sedang
membaca atau pada saat pikiran berkonsentrasi, gelombang betha adalah
gelombang dominan dan alpha dihambat.[10] Dimana gelombang betha
berkaitan dengan kognitif, analitis, logika, aktifitas otak kiri, serta konsentrasi,
gelombang alpha terkait meditasi, akses nurani bawah sadar dan gelombang
tetha yakni keadaan tidur lelap.[11]
Minyak atsiri jeruk dapat digunakan sebagai pengharum ruangan,
bahan parfum, dan mengubah citra rasa makanan menjadi lebih
menarik. Selain itu, minyak atsiri jeruk juga memiliki manfaat kesehatan yang
digunakan sebagai aroma terapi. Aroma jeruk dapat menstabilkan sistem
3

syaraf, menimbulkan perasaan senang dan tenang, meningkatkan nafsu makan,


dan penyembuhan penyakit. Manfaat bagi kesehatan disebabkan adanya
kandungan senyawa penyusun, antara lain ; Limonen, yang berfungsi
melancarkan peredaran darah, meredakan radang tenggorok dan batuk,
menenangkan serta menghambat sel kanker, Linalool, yang bersifat sebagai
penenang (sedatif), Linalilasetat , bersifat sebagai penenang (sedatif),
Terpineol , bersifat sebagai sedatif, dan Sitronela , sebagai penenang dan
pengusir nyamuk.[12] Efek lain dari senyawa kimia yang terkandung dalam
jeruk yaitu dapat meningkatkan semangat, menjernihkan, menstimulasi, serta
menyegarkan.[13]
Kalimantan Barat merupakan daerah penghasil jeruk yang biasa
dikenal dengan jeruk pontianak. Jeruk ini sudah dipasarkan sampai ke pulau
Jawa karena banyak diminati oleh masyarakat karena rasanya yang manis.
Buah jeruk banyak dimanfaatkan dalam industri minuman sedangkan kulit
dari jeruk tersebut tidak dimanfaatkan, sementara didalam kulit tersebut
banyak terkandung minyak atsiri yang dapat dimanfaatkan.[14] Berdasarkan
data dari Pusat data dan informasi pertanian Sekertaris jendral kementrian
pertanian, pada tahun 2014 kalimantan barat menghasilkan buah jeruk
sebanyak 187.015 ton. Dengan jumlah hasil panen rata-rata dari tahun 2010-
2014 sebesar 153.577 ton per tahun.[15] Jeruk Pontianak (citrus nobilis Lour)
merupakan jenis jeruk siam dengan ciri fisik kulitnya tipis dan licin mengkilat.
Jeruk Pontianak mempunyai rasa yang manis dan merupakan salah satu
komoditas unggulan kota Pontianak.[16] Ada sekitar 32 jenis senyawa yang
terkadung dalam kulit jeruk pontianak, kandungan senyawa tertinggi
diantaranya yaitu linalool dan limonen.[17] Minyak atsiri dari kulit jeruk
pontianak (C. nobilis Lour) diperoleh dengan metode destilasi uap dengan
suhu 95°C selama 4 jam.[14]
Penelitian yang dilakukan Thedy dkk dengan judul penelitian
“pengaruh jenis musik dan aromaterapi terhadap kemampuan kognitif
mahasiswa untuk tiap tipe kepri badian” penelitian dilakukan di Universitas
Katolik Parahyangan Jurusan Teknik Industri angkatan 2010, Responden yang
4

dilibatkan dalam penelitian ini berjumlah 50 orang yang terdiri dari 24 orang
responden pria dan 26 orang responden wanita. Hasil eksperimen pada
penelitian ini berupa skor atau jumlah soal yang berhasil dijawab responden
dengan benar untuk masing-masing tes kemampuan kognitif pada setiap
perlakuan. Tes kemampuan kognitif yang diberikan dibagi ke dalam 3 buah
tes yaitu tes kemampuan berhitung, tes kemampuan menghapal dan tes
kemampuan pengambilan keputusan. Hasil yang didapatkan paling signifikan
adalah pemberian intervensi aromaterapi peppermint dan musik rock pada
kemampuan berhitung. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pemberian
perlakuan jenis aromaterapi peppermint dan musik rock memiliki pengaruh
paling baik terhadap kemampuan kognitif berhitung.[18]
Aromaterapi memiliki pengaruh terhadap tingkat kecemasan, depresi,
konsentrasi, serta suasana hati. Berdasarkan fakta tersebut peneliti merasa
perlu dilakukan penelitian dengan tema yang serupa namun memodifikasi
aromaterapi yang diberikan dengan aroma kulit jeruk pontianak, ini
dikarenakan kandungan dari minyak atsiri kulit jeruk pontianak yang
beraroma khas manis dan menyegarkan memengaruhi otak.
Dimana Hipotalamus berperan sebagai relay dan regulator,
memunculkan pesan-pesan ke bagian otak serta bagian tubuh yang lain. Pesan
yang diterima kemudian diubah menjadi tindakan yang berupa pelepasan
senyawa elektrokimia yang menyebabkan euporia, rileks atau sedatif. Sistem
limbik ini terutama digunakan untuk sistem ekspresi emosi.[19]
Berdasarkan data dari dinas pendidikan kota pontianak tahun
2014/2015, dari 71 sekolah yang melaksanakan ujian nasional SMP/MTs se-
kota pontianak diketahui bahwa SMP Muhammadiyah 3 merupakan sekolah
menengah pertama dengan nilai kelulusan siswa terendah. Data yang
diperoleh dari sekolah menunjukkan nilai kelulusan siswa dari tahun 2012
sampai 2014 dengan nilai rata-rata 5,73 ; 5,9 ; 49,23 . Hal ini didukung pula
dengan data studi pendahuluan yang dilakukan di SMP Muhammadiyah 3
pontianak, wawancara yang dilakukan pada guru yang mengajar di sekolah
tersebut diakui bahwa siswa nya terlihat kurang produktif dalam belajar.
5

Dari lima orang siswa kelas VIII yang diwawancarai empat diantaranya
mengatakan terkadang merasa kurang bersemangat, tegang, suasana belajar
kurang menyenangkan, serta kurang berkonsentrasi saat proses belajar
berlangsung.

1.2 Rumusan Masalah


Belajar bukan hanya sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan
respon, tetapi lebih dari itu belajar melibatkan proses berpikir yang sangat
kompleks. Pendidikan dikatakan berkualitas bila proses belajar mengajar dapat
berjalan dengan lancar, efektif, efisien dan ada interaksi antara komponen-
komponen yang terkandung dalam sistem pengajaran. Beberapa faktor yang
menyebabkan gangguan konsentrasi belajar yaitu, tidak adanya motivasi diri,
suasana lingkungan belajar yang tidak kondusif, kondisi kesehatan siswa, serta
tingkat kejenuhan menjadi penyebab gangguan konsentrasi belajar. Beberapa
jenis Aromaterapi dari minyak atsiri saat ini digunakan untuk mengurangi
kecemasan, stres, serta depresi. Efek lain dari senyawa kimia yang terkandung
dalam jeruk yaitu dapat meningkatkan semangat, menjernihkan, menstimulasi,
serta menyegarkan.
Berdasarkan latar belakang tersebut dapat dirumuskan masalah
penelitian yaitu adakah pengaruh pemberian aromaterapi jeruk pontianak (C.
Nobilis lour) terhadap konsentrasi belajar pada siswa kelas VIII SMP
Muhammadiyah 3 pontianak.?

1.3 Tujuan Penelitian


1.3.1 Tujuan Umum
Tujuan umum dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh
pemberian aroma terapi jeruk pontianak (C. Nobilis lour) terhadap
konsentrasi belajar pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 3
pontianak.
6

1.3.2 Tujuan Khusus


a. Mengidentifikasi karakteristik responden, usia dan jenis kelamin,
mengidentifikasi karakteristik tingkat konsentrasi sebelum dan sesudah
diberikan aromaterapi jeruk pontianak.
b. Mengetahui perbedaan tingkat konsentrasi sebelum dan sesudah
dilakukan pemberian aroma terapi jeruk pontianak
c. Mengidentifikasi pengaruh sebelum dan sesudah dilakukan pemberian
aroma terapi jeruk pontianak.

1.4 Manfaat penelitian

1.4.1. Bagi institusi pendidikan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi di


institusi pendidikan yang nantinya dapat digunakan mahasiswa lain sebagai
bahan kajian referensi dan pembanding hasil sebelum dan sesudah diberikan
aromaterapi jeruk pontianak.

1.4.2. Bagi keperawatan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan pada


pelayanan kesehatan khususnya peran perawat sebagai edukator dalam
meningkatkan pengetahuan berkaitan dengan manfaat aromaterapi jeruk
pontianak untuk membantu meningkatkan konsentrasi belajar, serta perawat
sebagai advokat dalam membantu klien dan keluarga menginterpretasikan
berbagai informasi dari pemberi pelayanan kesehatan atau informasi lain
khusunya dalam asuhan keperawatan sebagai salah satu terapi alternatif
pilihan.

1.4.3. Bagi Masyarakat


Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan informasi
yang dapat dimengerti dan mengedukasi masyarakat mengenai manfaat
aromaterapi jeruk pontianak dalam peningkatan konsentasi belajar.
7

1.4.4. Bagi Penelitian Selanjutnya


Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan
menjadi bahan referensi tambahan untuk penelitian selanjutnya terkait
konsentrasi belajar maupun penelitian sejenis.