Anda di halaman 1dari 3

DAFTAR PUSTAKA

1. Dalyono, M. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. 2012.


2. Syaodih Mubiar Agustin, Ernawulan. Bimbingan Konseling Untuk Anak
Usia Dini. (Jakarta: Universitas Terbuka, 2011) h.67.
3. Hamalik, O. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. 2010.
4. Slameto. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Cetakan
Kelima. Edisi Revisi. Jakarta : Rineka Cipta. 2010.
5. Nugroho, W. Belajar Mengatasi Hambatan Belajar. Surabaya: Prestasi
Pustaka. 2007.
6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2014
Tentang Pelayanan Kesehatan Spa, kemenkes. 2014. Diperoleh dari :
Http://Tradkom.Depkes.Go.Id/Wp-Content/Uploads/2015/2-
Pmk%20no%208_Tentang%20pelayanan%20kesehatan%20spa.Pdf.
(Diakses Pada 02 Maret 2016, Pukul 19.33 Wib ).
7. Kim, H. S., Cha, J. H., & Kim, M. J. Effect of Aromatherapy on headache
in Middle-aged Women with Recurrent Headaches. 2007.
8. Setzer, W. N. Essential oils and anxiolytic aromatherapy. Natural product
communications, 4(9), 1305-1316. 2009.
9. Dewi, I. P. Aromaterapi Lavender Sebagai Media Relaksasi. Artikel. Bali:
Bagian Farmasi Universitas Kedokteran Udayana. 2011.
10. Hongratanaworakit, T. Physiological effects in
aromatherapy.Songklanakarin J Sci Technol, 26(1), 117-125. 2004.
11. Anxyolitic Arti kata. Diperoleh dari: www.kamuskesehatan.com diakses
pada 17 Maret 2016 pukul 20.10 wib.
12. Minyak Atsiri Jeruk, Manfaat dan Potensi Peningkatan Nilai Ekonomi.
Diperoleh dari:
http://balitbu.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/component/content/arti
cle/16-penelitianpengkajian2/593-minyak-atsiri-jeruk-manfaat-dan-
potensi-peningkatan-nilai-ekonomi-limbah-kulit-jeruk. diakses pada 10
April 2016 pukul 21.17 Wib.
13. Hutasoit,A. Panduan praktis aromaterapi untuk pemula. jakarta:
Gramedia. 2002.
14. Lestari, A. Uji bioaktivitas minyak atsiri kulit buah jeruk pontianak (citrus
nobilis lour) terhadap rayap tanah (coptotermes curvignathus sp). JKK,
2014. vol 3(2), hal. 38-43
15. Pusat data dan sistem informasi pertanian Sekertaris jendral- kementrian
pertanian. Outlook Komoditas Pertanian Subsektor Hortkultura Jeruk.
2015.
16. Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.jeruk pontianak (diakses
pada 01 februari 2016 pukul 21.54).
17. Fischer, A., Schieberle, P. Characterisation of the key aroma compounds
in the peel oil of pontianak oranges (Citrus Nobilis Lour. Var, microcarpa
Hassk.) by aroma reconstitution experiments. Eur Food Res Technol,
2009. 229: 319- 328.

39
40

18. Yogasara, T., Siswanto, D., Fransiscus, H., & Catharina, C. Pengaruh
jenis musik dan aromaterapi terhadap kemampuan kognitif mahasiswa
untuk tiap tipe kepribadian. Research Report-Engineering Science, 2014.
2.
19. Sriningsih, I., & Hartono, R. Pengaruh Pemberian Aromaterapi Terhadap
Tingkat Kecemasan Pasien Sebelum Operasi Dengan Anestesi Spinal Di
Rs Tugu Semarang. Inprosiding Seminar Nasional. 2013.
20. Suparno, P. Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget. Kanisius. 2001.
21. Hakim, T. Belajar secara efektif. Niaga Swadaya. 2005.
22. Olivia, F. Mendampingi Anak Belajar. Elex Media Komputindo. 2010.
23. Purwanto, S., & Nuryana, A. Efektivitas Brain Gym dalam Meningkatkan
Konsentrasi Belajar pada Anak. Indigenous, Jurnal Ilmiah Berkala
Psikologi. 2010. 12(1): 88-99.
24. Djamarah, S. B. Psikologi Pendidikan. Jakarta. Rineka Cipta. 2008.
25. Surya, H. Membuat Anak Cerdas Dan Manusia Unggul. Elex Media
Komputindo. 2010.
26. Jaelani. Aromaterapi, Jakarta: pustaka populer obor. 2009.
27. Dewi, A. P., & Prima, I. G. A. Lavender Aromateraphy As A Relaxant. E-
Jurnal Medika Udayana. 2013. 2(1), 21-53.s.
28. Hadibroto, I. & Alam, S. Seluk Beluk Pengobatan Alternatif &
Komplementer. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer. 2006.
29. Koesmardiyah. Aromaterapi untuk kesehatan, Kebugaran, dan
Kecantikan. Yogyakarta: Lily Publisher. 2009.
30. Rizal, M., Djazuli, M., & Penelitian, W. Strategi pengembangan minyak
atsiri Indonesia. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2006.
28(5), 13-14.
31. Rusilanti. Penumpas Aneka Penyakit. Bandung: Gramedia Pustaka Utama.
h (29). 2013.
32. Rosalina, Deasy. Gaya Hidup Sehat Maksimal. Bandung: Gramedia
Pustaka Utama. h (55- 60). 2013.
33. Butje, A., Repede, E., & Shattell, M. M. Healing scents: an overview of
clinical aromatherapy for emotional distress. Journal of psychosocial
nursing and mental health services. 2008. 46(10), 46-52.
34. Evanjelis, D. Pengaruh Aromaterapi Lemon (Citrus Limon) Terhadap
Waktu Reaksi Sederhana Pria Dewasa. 2015.
35. Nuryana, A., Purwanto, S. Efektivitas Brain Gym Dalam Meningkatkan
Konsentrasi Belajar pada Anak. 2010.
36. Agustini, N dan Hilda Sudhana. Pengaruh Pemberian Aromaterapi
Terhadap Konsentrasi Siswa Kelas V Sekolah Dasar dalam Mengerjakan
Soal Ulangan Umum. 2014.
37. Apriyani, Y. Pengaruh terapi murottal terhadap konsentrasi belajar siswa
kelas v sd muhammadiyah 2 pontianak. 2015. ProNers, 3(1).
38. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta. 2011.
41

39. Dharma, Kusuma Kelana. Metodologi Penelitian Keperawatan : Panduan


Melaksanakan dan Menerapkan Hasil Penelitian.Jakarta, Trans
InfoMedia. 2011.
40. Notoatmodjo, S. Metodologi Riset Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. 2010.
41. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, danR&B. Penerbit AlfaBeta. Bandung. Sumarsan. 2013.
42. Supranto. Teknik Sampling untuk Survei dan Eksperimen. Jakarta: Rineka
Cipta. 2007.
43. Hidayat, A. Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisa Data.
Jakarta: Selemba Medika. 2007
44. Notoatmodjo, S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineke
Cipta. 2012.
45. Charson, J. Army Alpha, Army Brass, and the search for Army
intelligence. 2011.
46. Team Garuda Eduka. Master Book Psikotes Gambar. Jakarta: Cmedia.
2015.
47. Primadiati, R. Aromaterapi perawatan alami untuk sehat dan cantik.
Jakarta: Gramedia pustaka utama. 2007.
48. Dahlan, M. S. Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: Salemba
Medika. 2009.