Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami
pengolahan apapun juga dan kecuali diyatakan lain simplisia merupakan bahan yang
dikeringkan. Simplisia dapat berupa simplisia nabati, simplisia hewani dan simplisia pelikan atau
mineral.
Standarisasi adalah proses dalam penetapan atau merumuskan standar yang dilaksanakan
sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan dilakukan dengan memperhatikan syarat-syarat
kesehatan, keamanan, keselamatan lingkungan, berdasarkan pengalaman, perkembangan masa
kini dan masa yang akan datang untuk memperoleh manfaat.
Tujuan dari standarisasi simplisia antara lain mempertahankan konsistensi kandungan senyawa
aktif yang terkandung dalam simplisia. Parameter yang ditetapkan dalam standarisasi simplisia
antara lain: parameter non spesifik dan parameter spesifik.
Daun jambu biji (Psidium guajava) banyak digunakan sebagai obat-obatan tradisional. Dalam
masyarakat sering digunakan untuk mengatasi sakit perut dan diare. Digunakan dengan cara
merebus daun biji dan kemudian air rebusan tersebut diminum. Oleh karena banyaknya
penggunaan daun jambu biji sebagai obat tradisional maka dari itu perlu dikaji mengenai
kejelasan dan kebenaran bahan dan untuk memenuhi persyaratan yang berlaku. Dalam bentuk
simplisia, perlu dilakukan standarisasi untuk menjaga kualitas dan efikasi bahan obat herbal.

PRINSIP DAN TUJUAN


1.1 Modul I Sampling
Prinsip :
1. Berdasarkan pengambilan sampel yang representatif dan bebas dari cemaran.
2. Berdasarkan pengujian makroskopik dan mikroskopis sampel
3. Berdasarkan kromatografi lapis tipis dan faktor retensi yang dihasilkan
Tujuan :
1. Memahami proses sampling yang baik dan tepat
2. Memahami cara penentuan benda asing
3. Mengetahui cara pengujian sampel secara makroskopik dan mikroskopik
4. Memahami teknik KLT sebagai salah satu cara uji kualitas sampel

1.2 Modul 2 Penetapan Kadar Abu


Prinsip : Berdasarkan jumlah total zat yang tersisa setelah pemijaran yang meliputi abu
fisiologis dan abu non fisiologisnya
Tujuan :
1. Mengetahui kadar abu total dari sampel.
2. Menentukan kadar abu tidak larut asam
3. Menentukan kadar abu larut air

1.3 Modul 3 Pengukuran Indeks Pengembangan


Prinsip : Berdasarkan kemampuan Pengembangan Simplisia setelah dilakukan pengocokan
dengan interval 10 menit selama 1 jam
Tujuan : Mengetahui kemampuan pengembangan simplisia sebagai akibat adanya
polisakarida.

1.4 Modul 4 Pengukuran Indeks Busa


Prinsip : Berdasarkan pembentukan busa dari dekok simplisia yang mengandung saponin
stabil selama 15 menit.
Tujuan : Untuk mengetahui keberadaan saponin dari sampel.

1.5 Modul 5 Penentuan Kadar Sari


Prinsip : Berdasarkan jumlah metabolit sekunder yang tersari oleh air atau etanol
Tujuan :
1. Memahami teknik penyarian metabolit sekunder dengan pelarut air dan etanol
2. Dapat menentukan kadar sari dari simplisia

1.6 Modul 6 Penetapan Kadar Air dan Susut Pengeringan


Prinsip :
1. Berdasarkan pada teknik destilasi azeotropik dengan menggunakan toluene yang
dijenuhkan dengan air
2. Berdasarkan perbandingan bobot sampel dengan dan tanpa pemanasan
Tujuan : Memahami cara penetapan kadar air dan susut pengeringan

1.7 Modul 7 Penetuan Kadar Minyak Atsiri


Prinsip : berdasarkan teknik destilasi untuk memperoleh adanya minyak atsiri
Tujuan : memahami cara penetapan kadar minyak atsiri

1.8 Modul 8 Penentuan Angka Kepahitan


Prinsip : Berdasarkan perbandingan tingkat kepahitan antara sampel dengan kinin
Tujuan : Dapat mengukur angka kepahitan sampel

1.9 Modul 9 Penentuan Kadar Tanin Total Metode MMI


Prinsip : berdasarkan jumlah tanin yang dihitung secara matematis setelah dititrasi dengan
kalium permanganat
Tujuan : Mengetahui kadar tanin dalam simplisia
BAB III

METODOLOGI PERCOBAAN

3.1. Modul I Pengambilan Sampel (Sampling)


3.1.1. Pengambilan Sampel Dari Bahan Ruahan
Sampeldalamkotak
- Diambil 3 buah (atas, tengah, bawah)
- Satukan, aduk rata
Pooled Sampel
- Dibuat tumpukan segiempat
- Dibagi diagonal 4 bagian
- Ambil 2 sisi berlawanan (campur rata)
- Ulangi ad diperoleh jumlah yang dibutuhkan
Average Sampel
- Buat 4 bagian
- Periksa karakteristik
Final Sampel
3.1.2. Penentuan Benda Asing
simplisia
- ditimbang
- Sebar menjadi 1 lapisan tipis
- Pisahkan benda asing dengan tangan atau
ayakan
- Timbang & hitung benda asing per 100 gram
% b/b
Jumlahbendaasing %b/b
3.1.3. Pemeriksaan Makroskopik Dan Mikroskopik
a. Pengujian Visual
simplisia
- Ukur panjang,lebar,tebal pada kertas
milimeter
Hasil
b. Warna
simplisia

- Diperiksa di bawahsinarmatahari/ lampu


- Dibandingkandenganpembanding
Hasil

c. KarakteristikPermukaan, Tekstur&Retakan
simplisia
- diamatipermukaanluar&permukaanpotongand
engankacapembesar
- Disentuhdandirasakan
Hasil
d. Bau
simplisia

- dicium ( jikatidakterciumditekandenganjari)
- Ditentukankekuatanbau,
dibandingkandenganbahan lain
Hasil -

e. Mikrosublimasi
simplisia

- Ditempatkan 0,1 – 0,2 padakacaobjek


- Diletakkancincinkaca, tutupdengankacaobjek
lain
- dipanaskandenganapikecil ad menyublim,
keringkan
Hasil
f. PemeriksaanMikroskopis
simplisia
- Teteskangliserol 2 tetespadakacaobjek
- Basahiujungjarumdenganair,celupkanpadaser
buksimplisia
- Amati dibawahmikroskop
Hasil

3.1.4. Kromatografi Lapis Tipis Jamu

2 gram SerbukJamu
- ektraksi dengan cara panas 30menit dengan 50
ml metanol

Filtrat Residu

- Saring dengan kertas saring


- Uap diatas tangas air
Ekstrakkental

Plat Kltukuran 3 x7 cm

- Beri tanda batas pengembangan bawah =


1cm atas = 0,5 cm
- Totolkan ekstrak pada plat KLT
menggunakan pipa kapiler pada batas
bawah
- Bejana disiapkan, uap pelarut dibiarkan
jenuh 30 menit
- Plat KLT dimasukkan ke bejana
- Elusi, keringkan plat
- Ukur pada lampu UV 254 nm dan 356 nm

Hasil
3.2. Modul II Penentuan Kadar Abu
PenentuanBobotKosong
4 Krus

- Dicucidandiberinama
- Dimasukkankedalam oven
- Dimasukkankedalamdesikator
- Ditimbangmasing-masingkrus

BobotKosong

Penentuan Kadar Abu

2 g Simplisia 2 g Simplisia 2 g Simplisia 2 g Simplisia

- Dimasukkanmasing-masingkedalam 4 krus
yang telahditara
- Diarangkanhinggamenjadiabu
- Dimasukkankedalamtanurbersuhu 500
derajatcelciusselama 1 jam
- Disimpandidalamdesikatorselama 1 jam
- Ditimbang

T0
- Dimasukkankedalamtanurlagiselama1 jam
- Disimpandalamdesikatorselama 1 jam
- Ditimbang
T1

- Dihitung T0-T1

Tetap (T0-T1≤bobottetap) ≠Tetap (T0-T1>bobottetap)

- Dipijarlagiadbobottetap

Tetap (T0-T1≤bobottetap)
4 krusabudenganbobottetap

- Dihitung Kadar Abu total

Kadar Abu Total

Krus 1&2 Krus 3 & 4

- Ditambahkan 25 mL air - Ditambahkan 25 mL


- Dipanaskan 5 HClpekat
menitsetelahmendidih - Dipanaskan 5
- Disaringdengankertassaring menitsetelahmendidih
bebasabu - Disaringdengankertassa
- Dicuciresidudengan air ringbebasabu
panas - Dicuciresidudengan air
- Dipijarkansampaibobotteta panas
p - Dipijarkansampaibobott
- Dihitungkadar abut larut air etap
- Dihitungkadarabutidakl
arutasam

Kadar Abu Kadar Abu


Larut Air tidaklarutasa
m
3.3. Modul III Pengukuran Indeks Pengembangan

3 gramSimplisia

- Ditambahkanaquadest ad 20 mL
dalamgelasukur
- Dikocok vertical dengan interval 10
menitselama 1 jam
- Didiamkanselama 3 jam padasuhukamar
- Diukurvolume yang ditempatisimplisia
- Diselisihkan volume akhirdanawal

IndeksPengembangan

3.4. Modul IV Pengukuran Indeks Busa


Hasil
- masukan dalam 100 ml air, biarkan 30
menit
- ditambahkan air ad 100 ml, saring
- Masukan dalam tabung dalam seri 1 – 10
ml
- tambahkan aquades ad 10 ml tiap tabung,
tutup
- Kocok 15 menit, diambkan 15 menit
- Ukur tinggi busa

Hasil
3.5. Modul V Penentuan Kadar Sari
3.5.1 Kadar Sari Larut Etanol

2,0 gram simlisia (daunjambubiji ) +


etanoldalamlabutakar 100 ml

- Di kocok dengan orbital shaker 24 jam


- Diamkan
- Disaring cepat

Filtrat Residu

- Diuapkan 25 ml filtrat dalam cawan


di atas tangas air
Residu - Panaskan pada oven suhu 105 0C ada bobot tetap

- Dinginkan dalam desikator

- Hitung kadar
Hasil

3.5.2 Kadar Sari Larut Air

2 gramSimplisia
- Dimasukkandalam Erlenmeyer
- Ditambahkan air ad 100 mL, diadukdandibiarkan
1 jam
- Reflukssederhanaselama 1 jam
- Dinginkan
- Ditambahkan air kembalihingga 100 mL
- Diaduk, disaring

Filtrat Residu

- Diambil 25 mL kedalamcawandangkal yang telahditara


- Diuapkandiatastangan air
- Dipanaskanresidudalam oven 105 derajatcelciushinggabobottetap
- Dihitungkadardalampersenterhadapberatsimplisia

%Kadar Sari Larut Air


3.6. Modul VI Penentuan Kadar Air Dan Susut Pengeringan
3.6.1. Penentuan Kadar Air

5 gram simplisia

- Dimasukkankedalamlabutelahdibilasdandikeringkan
- Ditambahkan 200 mL toluene yang telahdijenuhkan
- Dihubungkankealat
- Dipanaskansampai toluene mendidih
- Dilakukanpenyulinganselama 1 jam
- Setelah air dan toluene memisasempurnabaca volume
air di tabungpenerima
- Hitungkadar air dalam %b/v

%Kadar Air

3.6.2 Penentuan Susut Pengeringan

2 g Simplisia

- Dimasukkankedalamcawanporselen yang telahditara


- Ditimbangcawan + simplisia
- Dimasukkankedalam oven 105oC adbobottetap
- Disimpandalamdesikatorhinggadingin
- Ditimbang

Tetap (T0-T1≤bobottetap) Tidaktetap (T0-T1>bobottetap)

- DIhitung - Dimasukkanke oven


%susutpengeringan lagiadbobottetap
- Ditimbang
- Dihitung %susutpengeringan

Hasil
3.7. Modul VII Penentuan Kadar Minyak Atsiri

Pecahanporselen

- Masukandalamlabu,
hubungkanlabudenganpendingindanalatpenampung
- Timbang 10 gram simplisia
- potongandauntidakperludihancurkan
- tambah air 100 ml
- hubungkandenganpendingindanpenampungberskal
a
- didihkanisilabudenganpemanas yang sesuai
- pencatatandilakukandenganpembacaansampai 0,1
ml
- hitungkadarminyakatsiri
Hasil

3.8. Modul VIII Pentuan Angka Kepahitan


3.8.1. Pembuatan Larutan Stok
0,1 gram KininHCl

- Dilarutkan dalam 100 mL air


LarutanKininHCl 0,1 b/v

- diambil 5ml
- diencerkan 500 mL

Larutan Stok Kini (SQ)

Mengandung 0,01 mg/ml

- diencerkan berbagai konsentrasi

0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0


42 44 46 48 50 52 54 56 58
3.8.2. Pembuatan Larutan Uji dan Pengenceran (Sampel Sambiloto dan Simplisia Daun
Jambu Biji)
5 gram Sampel (Sambiloto/Simplisia)

- dilarutkan dalam 100 mL air

Larutan Stok 5% b/v

- Panaskan 1 jam, disaring

Filtrat

- Dibuat seri pengenceran

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
mL mL mL mL mL mL mL mL mL mL
ad ad ad ad ad ad ad ad ad
9 8 7 6 5 4 3m 2 1
mL mL mL mL mL mL l ml ml
M ml
Ml m
3.8.3. Penentuan Angka Kepahitan m9
Panelis 3m
L
- Bilas mulut dengan air
- Masukkan 10 mL larutan uji
(sambiloto/simplisia) ke mulut gerakkan
ke sekitar dasar lidah selama 30 detik
- Lakukan hal sama untuk menguji kinin
HCl (dimulai dari konsentrasi kecil)
- Atau bisa dari konsentrasi 5
- Tentukan nilai ambang pahit

Hasil
3.9. Modul IX Penentuan Kadar Tanin Total
3.9.1 Pembakuan larutan Baku KMnO4 0,1 N

10,0 ml lar. Baku H2C2O4 2H2O

- (+) Asam sulfat 2N 10 ml


- Di titrasi dengan KMnO4 3 tetes,
hangatkan ad suhu 700c
- Dititrasi kembali hingga warna merah
jambu
- Dihitung N KMnO4
Hasil

3.9.2 Penentuan Kadar Tanin Total (Metode MMI/Volumetri)

2,0 g serbuksimplisia
(daunjambubiji) / kontrolpositif
(teh)- Panaskan 50 ml air pada tangas air 30

menit sambil diaduk


- Diamkan, tuang melalui segumpal kapas
ke labu takar 100 ml
- Bilas ampas dengan air mendidih
- Dinginkan, ditambahkan air ad tanda batas
- Dipipet 5 ml ke erlenmeyer
- Ditambahkan asam indigo sulfonat 5 ml
- Tambhakan air ad batas (100 ml)
- Titrasi dengan KMnO4 yang telah
dibakukan dengan kesetaraan 0,004157 g
Tanin
Hasil