Anda di halaman 1dari 155

STANDAR DOKUMEN PENGADAAN TEKNIS

1. SYARAT- 1.1. Persyaratan


SYARAT Sebelum melaksanakan pekerjaan, Penyedia Jasa Konstruksi
TEKNIS UMUM harus mempelajari dengan benar dan berpedoman kepada
ketentuan-ketentuan yang tertulis pada Gambar Kerja dan
Dokumen Pengadaan ini beserta lampirannya.
a. Penyedia Jasa Konstruksi diwajibkan melapor kepada
Konsultan Pengawas setiap akan melakukan kegiatan
pekerjaan di lapangan.
b. Apabila terdapat perbedaan ukuran, kelainan-kelainan antara
Gambar Kerja dan Dokumen PengadaanTeknis serta
kesesuaiannya di lapangan antara gambar arsitek dan struktur,
gambar arsitek dan struktur dengan detail, perbedaan gambar
dengan SDP, dan perbedaan BQ dengan gambar,maka
Penyedia Jasa Konstruksi diharuskan melapor kepada
Konsultan Pengawas untuk segera mendapatkan keputusan
dalam waktu paling lama 1 x 24 jam sejak diinformasikan secara
tertulis dan dibuatkan berita acara oleh Konsultan Pengawas
yang ditandatangani oleh Konsultan Pengawas, Tim Teknis dan
diketahui oleh Konsultan Perencana. Penyedia Jasa Konstruksi
tidak dibenarkan memperbaiki sendiri perbedaan tersebut.
Akibat dari kelalaian Penyedia Jasa Konstruksi dalam hal ini
sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa
Konstruksi.
c. Daerah Kerja (Construction Area) akan diserahkan kepada
Penyedia Jasa Konstruksi selama waktu pelaksanaan pekerjaan
dalam keadaan seperti pada saat penjelasan pekerjaan
(Aanwijzing) dan dianggap bahwa Penyedia Jasa Konstruksi
telah benar-benar mengetahui tentang:
- Letak bangunan yang akan dikerjakan.
- Batas persil/lahan maupun kondisi pada saat itu.
- Keadaan permukaan tanah/kontur tanah eksisting.
d. Penyedia Jasa Konstruksi wajib menyediakan sekurang-
kurangnya 3 (tiga) set lengkap Gambar Kerja dan Dokumen
Pengadaan di tempat pelaksanaan pekerjaan untuk dapat
dipergunakan setiap saat oleh Konsultan Pengawas.

1 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


e. Penyedia Jasa Konstruksi diharuskan membuat gambarShop
Drawing untuk setiap bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan
yang disetujui Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana.

1.2. Penyedia Jasa Konstruksi dalam pelaksanaan pekerjaan, tenaga


kerja harus menggunakan peralatan K3 (safety equipment) dan
seragam/indentitas/atribut perusahaan, agar menjaga keamanan
dalam lingkungan lokasi pekerjaan.

1.3. Peraturan Hak Paten


Penyedia Jasa Konstruksi harus melindungi pemilik (Owner/User)
terhadap semua “claim” atau tuntutan, biaya atau kenaikan harga
karena bencana, dalam hubungan dengan merek dagang atau
nama produksi, hak cipta pada semua material dan peralatan yang
digunakan dalam proyek ini.

1.4. Iklan
Penyedia Jasa Konstruksi tidak diijinkan membuat iklan dalam
bentuk apapun di dalam sempadan (batas) site atau di tanah yang
berdekatan tanpa seijin dari pihak Pemberi Tugas.

1.5. Petunjuk-petunjuk/Instruksi Konsultan Pengawas


a. Semua instruksi dari Konsultan Pengawas harus dilaksanakan
secara baik oleh Penyedia Jasa Konstruksi, jika Penyedia Jasa
Konstruksi keberatan menerima petunjuk/instruksi Konsultan
Pengawas tersebut, maka harus mengajukan secara tertulis
kepada Konsultan Pengawas dalam waktu 2 x 24 jam.
b. Apabila dalam batas waktu tersebut diatas Penyedia Jasa
Konstruksi tidak mengajukan keberatan maka dianggap telah
menyetujui dan menerima petunjuk Konsultan Pengawas untuk
segera dilaksanakan. Penyedia Jasa Konstruksi diharuskan
merekam atau dalam kata lain mencatat setiap
petunjuk/instruksi Konsultan Pengawas dalam buku harian
lapangan/pelaksanaan dan memintakan tanda tangan atau
persetujuan Konsultan Pengawas.

1.6. Hasil Pekerjaan


Untuk menjamin mutu/kualitas hasil pekerjaan dan kelancaran
pelaksanaan pekerjaan, maka Penyedia Jasa

2 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


Konstruksidiharuskan menyediakan:
a. Pelaksana atau tenaga ahli yang mengerti dan berpengalaman
tentang Gambar Kerja dan cara-cara pelaksanaan.
b. Alat bantu kerja, pompa air untuk kerja, alat pemadat tanah, alat
ukur waterpass, penyekat tegak dan alat bantu pekerjaan
lainnya.
c. Bila diperlukan, sesuai dengan kondisi lapangan/situasi tempat
kerja, maka sebelum melakukan pekerjaan pembersihan,
Penyedia Jasa Konstruksi maupun pelaksana pembangunan,
Penyedia Jasa Konstruksi diwajibkan memasang alat-alat
pengaman/pelindung/penyangga seperti jaring/lori/katrol.
d. Semua bahan material import dan material lokal lainnya
Penyedia Jasa Konstruksi wajib memberikan resume data
spesifikasi teknis kepada pemberi tugas dan Konsultan
Pengawas. Data tersebut harus disertakan pada saat
penyerahan As Built Drawing.

1.7. Penetapan Ukuran


a. Penyedia Jasa Konstruksi bertanggung jawab atas tepatnya
pelaksanaan pekerjaan ini dan tidak boleh menambah ukuran
tanpa seijin Konsultan Pengawas. Setiap ada perbedaan
dengan ukuran-ukuran yang ada harus segera memberitahukan
kepada Konsultan Pengawas dan KonsultanPerencana untuk
segera ditetapkan sebagaimana mestinya.
b. Penyedia Jasa Konstruksi diwajibkan senantiasa mencocokkan
ukuran satu dengan yang lain dalam setiap bagian pekerjaan
dan segera melapor kepada Konsultan Pengawas setiap
terdapat selisih/perbedaan ukuran untuk diberikan keputusan
pembetulannya.
c. Kelalaian Penyedia Jasa Konstruksi terhadap hal ini tidak dapat
diterima dan Konsultan Pengawas berhak untuk membongkar
pekerjaan dan memerintahkan untuk menepati ukuran sesuai
ketentuan.
d. Kerugian terhadap kesalahan pengukuran oleh Penyedia Jasa
Konstruksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa
Konstruksi.

3 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


1.8. Laporan-laporan
a. Laporan Harian, Mingguan, dan Bulanan.
1) Penyedia Jasa Konstruksi beserta Konsultan Pengawas
wajib membuat Laporan Harian, Laporan Mingguan, dan
Laporan Bulanan yang memberikan gambaran mengenai:
a) Kegiatan fisik.
b) Catatan dan perintah Konsultan Pengawas yang
disampaikan secara lisan maupun tertulis.
c) Jumlah material masuk, diterima/ditolak.
d) Jumlah tenaga kerja dan keahliannya.
e) Keadaan cuaca.
f) Pekerjaan tambah apabila ada.
g) Prestasi rencana dan yang terpasang.
h) Hambatan-hambatan selama pelaksanaan.
i) Foto-foto progres pekerjaan fisik.
2) Laporan mingguan merupakan ringkasan dari laporan harian
dan setelah ditandatangani oleh Konsultan Pengawas harus
diserahkan kepada Tim Teknis untuk diketahui/ disetujui.

1.9. Kebersihan dan Ketertiban


a. Selama pelaksanaan pekerjaan pembangunan berlangsung,
Penyedia Jasa Konstruksi harus memelihara kebersihan lokasi
pembangunan maupun lingkunganya terutama jalan-jalan
disekitar lokasi kegiatan, direksi keet, gudang, los kerja dan
bagian dalam bangunan yang akan dikerjakan harus bebas dari
bahan bekas, tumpukan tanah dan lain-lain.
b. Untuk kebersihan lingkungan terutama jalan-jalan di sekitar
lokasi kegiatan yang harus dibersihkan adalah kotoran yang
diakibatkan oleh keluar masuknya kendaraan kegiatan.
Kelalaian dalam hal ini dapat membuat Pemberi Tugas memberi
perintah penghentian pekerjaan yang segala akibatnya menjadi
tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi.
c. Penimbunan bahan/material yang ada dalam gudang maupun di
halaman luar gudang harus diatur sedemikian rupa agar tidak
mengganggu kelancaran dan keamanan umum serta untuk
memudahkan penelitian yang dilakukan oleh Konsultan
Pengawas.
d. Pada Penyerahan Pekerjaan Pertama, situasi bangunan serta
halamannya harus bersih dari sisa-sisa kotoran kerja.

4 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


1.10. Kecelakaan dan Kesehatan
a. Kecelakaan yang terjadi selama pelaksanaan pekerjaan dan
menimpa pekerja maupun orang yang terlibat dalam pekerjaan
tersebut menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi.
b. Penyedia Jasa Konstruksi diharuskan untuk menyediakan alat
kesehatan/kotak PPPK yang terisi dengan obat-obatan yang
sesuai dengan kebutuhan, lengkap dengan seorang petugas
yang mengerti dalam soal-soal penyelamatan pertama dan
kesehatan.
c. Sejauh tidak disebutkan dalam Dokumen Pengadaan ini, maka
Penyedia Jasa Konstruksi harus mengikuti semua ketentuan
umum yang berlaku dan dikeluarkan oleh Instansi Pemerintah
terutama tentang Undang-undang Keselamatan Kerja termasuk
segala kelengkapan dan perubahannya.

1.11. Keamanan
a. Penyedia Jasa Konstruksi bertanggung jawab penuh atas
segala sesuatu yang ada dan terjadi didaerah kerjanya terutama
mengenai:
1) Kerusakan-kerusakan yang timbul akibat
kelalaian/kecerobohan baik disengaja ataupun tidak
disengaja.
2) Penggunaan sesuatu bahan yang keliru/salah.
3) Kehilangan-kehilangan bahan, peralatan kerja.
4) Perkelahian antar pekerja maupun dengan pihak lainnya.
b. Terhadap semua kejadian sebagaimana tersebut diatas,
Penyedia Jasa Konstruksi harus melaporkan kepada Konsultan
Pengawas dalam waktu paling lambat 24 jam untuk diusut dan
diselesaikan persoalannya lebih lanjut.
c. Untuk mencegah kejadian-kejadian seperti tersebut diatas,
Penyedia Jasa Konstruksi harus menyediakan pengamanan
antara lain penjagaan, penerangan yang cukup diwaktu malam
hari, pemagaran sementara di lokasi kerja dan lain sebagainya.

1.12. Penyediaan Material/Bahan Bangunan


a. Bila dalam Dokumen ini disebutkan nama dan pabrik pembuat
bahan/material, maka hal ini dimaksudkan menunjukan standar
minimal mutu/kualitas bahan yang digunakan dalam pekerjaan

5 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


ini.
b. Setiap bahan/material yang akan digunakan harus disampaikan
kepada Konsultan Pengawas untuk mendapat persetujuan.
Waktu penyampaian contoh bahan harus sedemikian rupa
sehingga Konsultan Pengawas dapat menilainya.
c. Contoh bahan/material yang akan digunakan harus diadakan
atas tanggungan Penyedia Jasa Konstruksi, setelah disetujui
oleh Konsultan Pengawas maka bahan/material tersebut harus
ditandai dan diadakan untuk dipakai dalam pekerjaan nantinya.
d. Contoh bahan/material tersebut selanjutnya disimpan oleh
Konsultan Pengawas untuk dijadikan dasar penolakan bila
ternyata bahan/material yang dipakai tidak sesuai dengan
contoh.
e. Dalam pengajuan harga penawaran, Penyedia Jasa Konstruksi
harus menyertakan biaya untuk pengujian berbagai
bahan/material. Tanpa mengingat jumlah tersebut, Penyedia
Jasa Konstruksi tetap bertanggung jawab pula atas biaya
pengujian bahan/material yang tidak memenuhi syarat atas
perintah Konsultan Pengawas.
f. Apabila ternyata jenis dan macam bahan/material yang
tercantum dalam Dokumen ini atau melalui contoh yang telah
diberikan ternyata dalam pengadaannya tidak mencukupi dalam
jumlahnya (persediaan terbatas) maka penggantian
bahan/material hanya dapat diberikan dengan ijin dari Konsultan
Pengawas.
g. Apabila Penyedia Jasa Konstruksi dalam penggunaan
bahan/material tidak sesuai dengan ketentuan tanpa
persetujuan Konsultan Pengawas maka Konsultan Pengawas
berhak untuk meminta mengganti/membongkar bagian
pekerjaan yang menggunakan bahan/material tersebut untuk
diganti dengan yang sesuai ketentuan kecuali terdapat alasan
tertentu yang diketahui dan disetujui Konsultan Pengawas.
h. Bahan/Material yang dikirim tidak sesuai spesifikasi harus
dikeluarkan dari lokasi proyek paling lambat 2 x 24 jam.
i. Semua kejadian dari point (a) Sampai dengan (h). Dibuat Berita
Acara dan ditandatangani oleh Penyedia Jasa Konstruksi,
Konsultan Pengawas dan Tim Teknis.

6 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


1.13. Serah Terima Hasil Pekerjaan
Pada akhir pekerjaan menjelang Penyerahan Hasil Pekerjaan
tahap pertama:
a. Semua bangunan sementara harus dibongkar dan dibersihkan
bekas-bekasnya.
b. Tiap bagian pekerjaan harus dalam keadaan baik, bersih, utuh,
tanpa cacat.
c. Penyedia Jasa Konstruksi harus membersihkan dan
membuang sisa-sisa bahan/material, sampah, kotoran bekas
kerja dan barang lain yang tidak berguna akibat pekerjaan.
d. Konsultan Pengawas bersama Penyedia Jasa Konstruksi wajib
melakukan checklist menjelang Serah Terima Hasil Pekerjaan
Pertama atas dasar permintaan checklist/tertulis dari Penyedia
Jasa Konstruksi.
e. Hasil checklist dituangkan dalam berita acara.
f. Penyedia Jasa Konstruksi menyerahkan gambar As Built
Drawing, jaminan anti rayap, jaminan waterproofing, IMB,
retribusi galian C, Jamsostek dan dokumen lain yang dianggap
penting.

Pada akhir masa pemeliharaan menjelang Penyerahan Pekerjaan


Tahap kedua:
a. Semua pekerjaan yang rusak akibat dari ketidak sempurnaan
pekerjaan telah di perbaiki.
b. Konsultan Pengawas bersama Penyedia Jasa Konstruksi wajib
melakukan checklist menjelang Serah Terima Hasil Pekerjaan
Kedua atas dasar permintaan tertulis dari Penyedia Jasa
Konstruksi.
c. Hasil checklist dituangkan dalam Berita Acara.

1.14. Foto Tahapan Pekerjaan


a. Foto kegiatan harus dibuat oleh Penyedia Jasa Konstruksi
sesuai arahan dari Konsultan Pengawas.
b. Foto kegiatan pada setiap tahap tersebut dibuat sebanyak 3
(tiga) set dilampirkan bersama dengan laporan bulanan sesuai
pencapaian bobot pekerjaan dan penagihan angsuran.
c. Pengambilan titik pandang harus diusahakan tetap dari setiap
tahap dan sesuai dengan pengarahan dari Konsultan Pengawas
di lapangan.

7 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


d. Foto setiap tahap ditempelkan pada album/map dengan
keterangan singkat dan penempatan dalam album harus
disetujui Pemberi Tugas serta teknis penempelannya dalam
album ditentukan oleh Konsultan Pengawas.
e. Untuk foto kondisi force majeure diambil sebanyak 3 (tiga) kali
rekaman yang berbeda dengan mencantumkan keterangan
kejadian.
f. Semua hasil rekaman di lampirkan dalam laporan harian atau
mingguan dan/atau akhir.

1.15. Bouwkeet (Bangunan Sementara)


Penyedia Jasa Konstruksi harus menyediakan dan mendirikan
semua bangunan sementara (bouwkeet) untuk digunakan sebagai
gudang penyimpan dan perlindungan bahan bangunan. Setelah
berakhirnya pekerjaan Penyedia Jasa Konstruksi dan wajib
membongkar dan menyingkirkan bangunan sementara tersebut
dari lokasi.

1.16. Pembangkit Tenaga Sementara


Setiap pembangkit tenaga sementara atau penerangan buatan
yang dipergunakan untuk pekerjaan harus disediakan oleh
Penyedia Jasa Konstruksi, termasuk pemasangan sementara
kabel-kabel, meteran, dan sebagainya. Setelah pekerjaan selesai
Penyedia Jasa Konstruksi wajib menyingkirkan semua barang
tersebut dari lokasi pekerjaan, yang semua beban menjadi
tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi.

1.17. Air Kerja


Air untuk keperluan pekerjaan harus diadakan apabila mungkin
didapat dari sumber yang sudah ada di tiap lokasi Kegiatan dan
sebelumnya harus dikoordinasikan kepada user melalui Konsultan
Pengawas secara tertulis.

1.18. Tambah Daya


Semua hal yang terkait dengan pengurusan tambah daya beserta
biaya yang dikeluarkan menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa
Konstruksi sepenuhnya.

8 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


1.19. IMB
Semua hal yang terkait dengan pengurusan IMB beserta biaya
yang dikeluarkan menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa
Konstruksi sepenuhnya.

1.20. Jalan Masuk


Tempat pekerjaan dan jalan sementara/jalan masuk ketempat
pekerjaan harus diadakan oleh Penyedia Jasa Konstruksi bilamana
diperlukan atau di sesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan
lokasi kegiatan tersebut. Selama pekerjaan,Penyedia Jasa
Konstruksi harus memelihara seluruh jalan-jalan sementara dan
sebagainya yang mungkin diperlukan untuk memasuki bagian
pekerjaan dan menyingkirkan/membersihkan kembali pada waktu
selesainya pekerjaan.
Segala kerusakan jalan masuk akibat kegiatan proyek sepenuhnya
menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi.
Penyedia Jasa Konstruksi harus membuat rambu-rambu proyek
pada akses jalan masuk proyek, dan memberi tanda lampu
peringatan.

1.21. Orang-orang yang tidak berkepentingan


Penyedia Jasa Konstruksi harus melarang siapapun yang tidak
berkepentingan memasuki tempat pekerjaan dan dengan tegas
memberikan perintah demikian kepada staf pelaksana yang
bertugas dan para penjaga.

1.22. Perlindungan Terhadap Milik Umum


Penyedia Jasa Konstruksi harus menjaga agar jalan umum, dan
hak memakai jalan, bersih dari alat-alat mesin, bahan-bahan
bangunan dan sebagainya serta memelihara kelancaran lalu lintas,
baik bagi kendaraan umum maupun pejalan kaki, selama kontrak
berlangsung. Penyedia Jasa Konstruksi harus bertanggung jawab
atas gangguan dan pemindahan yang terjadi atas utilitas seperti
saluran air, telepon, listrik dan sebagainya yang disebabkan oleh
kegiatanPenyedia Jasa Konstruksi.

1.23. Perlindungan Terhadap Bangunan yang Ada


Selama masa-masa pelaksanaan kontrak, Penyedia Jasa
Konstruksi harus melindungi bangunan yang ada dari gangguan

9 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


dan kerusakan yang terjadi.

1.24. Penjagaan dan Pemagaran Sementara


Penyedia Jasa Konstruksi bertanggung jawab atas penjagaan,
penerangan dan perlindungan terhadap pekerjaan yang dianggap
penting selama pelaksanaan kontrak, siang malam. Pemberi Tugas
tidak bertanggung jawab kepadaPenyedia Jasa Konstruksi , dan
sub Penyedia Jasa Konstruksi, atas kehilangan dan kerusakan
bahan-bahan bangunan atau peralatan atau pekerjaan yang
sedang dalam pelaksanaan. Penyedia Jasa Konstruksi wajib
mengadakan, mendirikan dan memelihara pagar sementara yang
mungkin diperlukan untuk pengamanan terhadap pekerjaan.

1.25. Penyedia jasa kontruksi harus bertanggung jawab penuh atas


segala kerusakan lingkungan sekitar baik itu jalan, bangunan,
maupun hal lainnya (eksisting), baik karna aktivitas pengerjaan
pelaksanaan pekerjaan atau karena pengerjaan pembongkaran.

1.26. Perlindungan Pekerjaan


Penyedia Jasa Konstruksi bertanggung jawab atas keamanan
seluruh pekerjaan termasuk bahan-bahan bangunan dan
perlengkapan instalasi ditempat pekerjaan, hingga kontrak selesai
dan diterima oleh Pemberi Tugas.

1.27. Gangguan pada Tetangga


Segala pekerjaan yang menurut Pemberi Tugas mungkin akan
menyebabkan gangguan pada penduduk yang berdekatan,
hendaknya dilaksanakan sesuai pengarahan Pemberi Tugas, dan
semua resiko akibat gangguan ini menjadi beban Penyedia Jasa
Konstruksi.

1.28. Pelaksanaan Pekerjaan di Luar Jam Kerja Normal


Penyedia Jasa Konstruksi harus mendapatkan ijin tertulis dari
Konsultan Pengawas untuk melaksanakan pekerjaan yang tertera
dalam kontrak ini diluar jam-jam kerja biasa.

1.29. Pelaksanaan Pekerjaan di Luar Lokasi Pekerjaan


Apabila Penyedia Jasa Konstruksi melaksanakan pekerjaan di luar
lokasi pekerjaan supaya memberitahukan kepada Konsultan

10 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


Pengawas dan Pemberi Tugas untuk diadakan pemeriksaan.

1.30. Standar yang Dipakai


1) Dalam melaksanakan pekerjaan, bila ditentukan lain dalam
Rencana Kerja dan Syarat-syarat, berlaku dan mengikat
ketentuan-ketentuan di bawah ini termasuk segala perubahan
dan tambahannya:
1) Perpres No.54 Tahun 2010 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah, beserta petunjuk teknisnya dan
perubahan-perubahannya.
2) Perpres No.70 Tahun 2012 tentang perubahan kedua atas
Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang
Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah.
3) Peraturan Umum dari Dinas Tenaga Kerja tentang
Keselamatan Kerja.
4) Standar Industri Indonesia (SII) yang berlaku.
5) Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia (PUBI) 1982.
6) SNI 03-1727-1989 - Tata Cara Perencanaan Pembebanan
Untuk Rumah dan Gedung.
7) SNI Nomor: 03 – 1726 – 2002. Tentang: Pedoman
Perencanaan Tahan Gempa untuk Rumah dan Gedung.
8) Peta Hazard Gempa 2010.
9) SNI 03-2847-2002 - Tata Cara Perhitungan Struktur Beton
untuk Bangunan Gedung.
10) SNI 03-1729-2002 - Tata Cara Perencanaan Struktur Baja
Untuk Bangunan Gedung.
11) SNI Nomor: 03 – 1734 – 1989. Tentang: Pedoman
Perencanaan Beton Bertulang dan Struktur Dinding
Bertulang untuk Rumah & Gedung.
12) SNI 15-2049-2004 - Semen Portland.
13) SNI 15-7064-2004 - Semen Portland Komposit (Portland
Composite Cement, PCC).
14) SNI Nomor: 03 – 2834 – 1992. Tentang: Tata cara
pembuatan rencana Campuran Beton Normal.
15) SNI 03-6815-2002 - Tata Cara Mengevaluasi Hasil Uji
Kekuatan Beton.
16) SNI 03-6916-2002 - Tata Cara Pendetailan Penulangan
Beton.
17) SNI 07-2052-2002. Tentang: Baja Tulangan Beton.

11 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


18) SNI Nomor: 03 – 3527 – 1994. Tentang: Mutu kayu
bangunan.
19) SNI Nomor: 03 – 0106 – 1987. Ubin lantai Keramik, Mutu
dan cara uji.
20) SNI Nomor: 03 – 2396 – 1991. Tentang: Tata cara dan
Perancangan penerangan alami siang hari untuk Rumah
dan Gedung.
21) SNI Nomor: 03 – 2407 – 1991. Tentang: Tata cara
pengecatan kayu untuk rumah dan gedung.
22) SNI Nomor: 03 – 2410 – 1994. Tentang: Tata cara
pengecatan dinding tembok dengan cat Emulsion.
23) Keputusan Menteri PU Nomor: 468/KPTS/1998 tanggal 1
Maret 1998 Tentang: Persyaratan Teknis Aksesbilitas pada
Bangunan Umum dan Lingkungan.
24) SNI Nomor: 03 – 1736 – 1989. Tentang: Struktur bangunan
untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan
rumah dan gedung, Petunjuk perencanaan.
25) Persyaratan Umum Instalasi Listrik Indonesia (PUIL) Tahun
2000 dan ketentuan – ketentuan setempat.
26) Peraturan Perburuhan di Indonesia (Tentang penggunaan
Tenaga Kerja harian, Mingguan dan Bulanan/Borongan).
27) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor:
45/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan
Bangunan Gedung Negara.
28) Peraturan Gubernur atau peraturan dan ketentuan lain
daerah yang dikeluarkan oleh Jawatan/Instansi Pemerintah
setempat yang bersangkutan dengan permasalahan
Gedung Pemerintah.
29) American Society of Testing Material (ASTM).

2) Untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan yang tercantum


pada Dokumen ini, berlaku dan mengikat pula:
1) Gambar bestek yang dibuat oleh Konsultan Perencana yang
sudah disahkan oleh Pemberi Tugas serta unsur teknisnya.
2) Gambar-gambar detail pelaksanaan (Shop Drawing) yang
sudah disahkan/disetujui Konsultan Pengawas.
3) Rencana Kerja dan Syarat-syarat.
4) Berita Acara Penjelasan Pekerjaan.
Bilamana dalam Dokumen ini telah ditentukan patokan kualitas

12 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


bahan-bahan bangunan, maka ketentuan yang berasal dari
standar-standar atau peraturan tersebut bersifat melengkapi,
sejauh tidak bertentangan.

1.31. Penggunaan Persyaratan Teknis


a. Persyaratan teknis ini disiapkan untuk menjadi pedoman dalam
pelaksanaan kegiatan. Syarat seluruh bangunan-bangunan
dan pekerjaan-pekerjaan lainnya sebagai kesatuan yang tidak
dapat terpisahkan, kecuali disebutkan lain. Maka setiap pasal
dalam persyaratan ini, disesuaikan dengan yang dinyatakan
dalam gambar kerja. Keterangan-keterangan tambahan tertulis
dan perintah dari Konsultan Pengawas/Konsultan Perencana
ataupun Tim Teknis.
b. Standar-standar yang dipakai terutama adalah standar-standar
yang berlaku, sedangkan untuk pekerjaan-pekerjaan yang
standarnya belum dibuat dan diberlakukan di negara ini,
maka harus digunakan standar-standar internasional yang
berlaku atau setidak-tidaknya standar dari negara-negara
produsen bahan yang menyangkut pekerjaan tersebut.

1.32. Penjelasan Dokumen dan Gambar


a. Penyedia Jasa Konstruksi wajib meneliti semua gambar dan
Dokumen termasuk tambahan dan perubahannya yang
dicantumkan dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan.
b. Bila gambar tidak sesuai dengan Dokumen dan atau tidak ada,
maka Penyedia Jasa Konstruksi segera berkoordinasi dengan
Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana serta Tim
Teknis, sehingga keputusan yang diambil adalah sepakatan
antara pihak-pihak yang terkait.
c. Bila perbedaan-perbedaan ini menimbulkan keragu-raguan
sehingga dalam pelaksanaan akan menimbulkan kesalahan,
Penyedia Jasa Konstruksi wajib menanyakan kepada
Konsultan Pengawas dan atau Konsultan Perencana.

13 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


2. PERSIAPAN 2.1. Lingkup Pekerjaan
TEKNIS Pekerjaan yang dilaksanakan DED PEMBANGUNAN GEDUNG
PELAKSANAAN KONI PRAYA. Secara lengkap jenis pekerjaan tersebut dapat
dilihat pada gambar, dokumen pengadaan dan tercantum pada Bill
Of Quantity (BQ).

2.2. Lokasi Proyek


Lokasi ini terletak di KABUPATEN LOMBOK TENGAH.

2.3. Tenaga dan Sarana Kerja


Untuk memperlancar pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa
Konstruksi harus menyediakan:
a. Tenaga kerja/tenaga ahli yang cukup memadai disesuaikan
dengan jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan.
b. Alat-alat bantu kerja seperti: alat-alat pengangkut, alat
pekerjaan kayu, alat pekerjaan pipa dan peralatan lain untuk
memperlancar pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
c. Bahan-bahan bangunan dalam jumlah yang cukup untuk setiap
pekerjaan yang akan dilaksanakan agar pelaksanaan
pekerjaan dapat selesai tepat pada waktunya.

2.4. Cara Pelaksanaan


Pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh keahlian, sesuai
dengan ketentuan-ketentuan dalam Rencana Kerja dan Syarat-
syarat, Gambar Rencana, Berita Acara Penjelasan serta mengikuti
petunjuk-petunjuk Konsultan Pengawas dan Tim Teknis.

3. PEMERIKSAAN 3.1. Dalam kaitannya dengan harga penawaran, Penyedia Jasa


DAN Konstruksi harus sudah memperhitungkan dan memasukkan
PENGUJIAN segala keperluan biaya-biaya pemeriksaan, pengujian dan lain-lain.

3.2. Apabila pekerjaan yang sudah terpasang diperlukan pemeriksaan


pengujian mutu, maka Penyedia Jasa Konstruksi wajib
melaksanakan pemeriksaan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas
atas biaya Penyedia Jasa Konstruksi sendiri.

3.3. Penyedia Jasa Konstruksi harus menyerahkan kepada Konsultan


Pengawas dalam rangkap 3 (tiga) mengenai pelaporan hasil

14 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


pengujian atau pengetesan, diantaranya sebagai berikut:
1) Hasil pengetesan bahan beton dan rancangan campuran
beton.
2) Hasil pengetesan hasil uji laboratorium mengenai kuat tekan
beton.
3) Hasil pengetesan dimensi kuat leleh dan kuat tarik baja
tulangan.
4) Hasil pengetesan tanah untuk urugan.
5) Hasil pengetesan mesin atau peralatan.
6) Semua pengetesan dan pengukuran yang akan dilaksanakan
harus disaksikan oleh Konsultan Pengawas dan dibuat Berita
Acara.

3.4. Pemeriksaan Rutin dan Khusus


Pemeriksaan rutin atau khusus dalam masa pemeliharaan harus
dilaksanakan oleh Penyedia Jasa Konstruksi secara periodik dan
tidak kurang dari tiap 2 (dua) minggu, atau ditentukan lain oleh
Konsultan Pengawas.

4. BAHAN DAN 4.1. Sebelum mendatangkan bahan-bahan di lapangan Penyedia Jasa


CONTOH Konstruksi terlebih dahulu mengajukan 3 (tiga) contoh
BAHAN bahan/brosur kepada Konsultan Pengawas untuk mendapat
persetujuan Pengguna Jasa yang akan disesuaikan dengan syarat-
syarat teknis.

4.2. Contoh bahan-bahan yang telah disetujui harus selalu ada di


lapangan dalam kantor sementara Konsultan Pengawas. Semua
bahan yang dikirim ke lapangan dan tidak sesuai dengan contoh
bahan-bahan yang disetujui, harus segera dikeluarkan dari
lapangan atas biaya Penyedia Jasa Konstruksi dalam kurun waktu
selambat-lambatnya 2 x 24 jam.

4.3. Apabila Konsultan Pengawas merasa perlu meneliti suatu bahan


lebih lanjut, karena keragu-raguan maka Konsultan Pengawas
berhak mengirimkan bahan tersebut ke Laboratorium
Konstruksi/Bahan Bangunan yang ditunjuk oleh pengguna Jasa
dengan disesuaikan kebutuhan pekerjaan.

15 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


4.4. Konsultan Pengawas berhak menginstruksikan kepada Penyedia
Jasa Konstruksi untuk mengadakan/melengkapi/menambah jumlah
peralatan bila dirasa peralatan yang tersedia kurang memadai
dalam usaha mencapai target prestasi.

4.5. Keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh tidak adanya atau


kekurangan peralatan menjadi tanggungjawab Penyedia Jasa
Konstruksi.

4.6. Semua biaya pengadaan dan pemeliharaan peralatan tersebut


menjadi tanggungjawab Penyedia Jasa Konstruksi dan dianggap
sudah termasuk dalam harga kontrak.

4.7. Jaminan Kualitas


a. Penyedia Jasa Konstruksi menjamin pada Pemberi Tugas dan
Konsultan Pengawas, bahwa semua bahan dan perlengkapan
untuk pekerjaan adalah sama sekali baru, kecuali ditentukan
lain, serta Penyedia Jasa Konstruksi menyetujui bahwa semua
pekerjaan dilaksanakan dengan baik, bebas dari cacat teknis
dan estetis serta sesuai dengan Dokumen Kontrak.
b. Apabila diminta, Penyedia Jasa Konstruksi sanggup
memberikan bukti-bukti mengenai hal-hal tersebut pada butir a.
c. Semua pekerjaan tetap menjadi tanggung jawab Penyedia
Jasa Konstruksi sepenuhnya, sampai mendapat persetujuan
dari Konsultan Pengawas.

4.8. Nama Pabrik/Merk yang Ditentukan


a. Apabila pada Spesifikasi Teknis ini disebutkan beberapa nama
pabrik/merk dari satu jenis bahan/komponen, maka Penyedia
Jasa Konstruksi menawarkan dan memasang sesuai dengan
urutan nama merek yang telah disebutkan. Tidak ada alasan
bagi Penyedia Jasa Konstruksi pada waktu pemasangan
menyatakan barang tersebut sudah tidak terdapat lagi
dipasaran ataupun sukar didapat di pasaran, kecuali Penyedia
Jasa Konstruksi dapat menyertakan bukti tertulis dari
pabrik/merk bahan/komponen mengenai hal tersebut.
b. Untuk barang-barang yang harus diimpor, setelah ditunjuk
sebagai pemenang, Penyedia Jasa Konstruksi harus sesegera
mungkin memesan pada agen/distributornya di Indonesia.

16 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


c. Apabila Penyedia Jasa Konstruksi telah berusaha untuk
memesan namun pada saat pemesanan bahan/merk tersebut
tidak/sukar diperoleh, yang dibuktikan oleh surat dari
distributor/supplier, maka Penyedia Jasa Konstruksi
mengajukan alternatif merek lain dengan spesifikasi minimum
yang sama ke Konsultan Pengawas untuk diberi persetujuan.
Setelah 1 (satu) bulan penunjukkan pemenang, Penyedia Jasa
Konstruksi harus memberikan kepada Pemberi Tugas fotokopi
dari pemesanan material yang diimpor pada agen/distributor
resmi, yang menyatakan bahwa material-material tersebut
telah dipesan (import order) yang dilampiri jadwal kedatangan
di lokasi proyek (on the site).

5. PELAKSANAAN 5.1. Rencana Pelaksanaan


a. Dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak ditandatanganinya Surat
Perintah Kerja (SPK) oleh kedua belah pihak, Penyedia Jasa
Konstruksi harus menyerahkan kepada Konsultan Pengawas
sebuah “Network Planning” dan “Time Schedule” mengenai
seluruh kegiatan yang akan dilakukan serta kaitan/hubungan
antara seluruh kegiatan-kegiatan tesebut.
b. Kegiatan Penyedia Jasa Konstruksi untuk/selama masa
pengadaan/pembelian serta waktu pengiriman/pengangkutan
dari:
1) Bahan, elemen, komponen dari pekerjaan maupun
pekerjaan persiapan/pembantu.
2) Peralatan dan perlengkapan untuk pekerjaan.
c. Kegiatan kegiatan Penyedia Jasa Konstruksi untuk/selama
waktu fabrikasi, pemasangan dan pembangunan.
d. Pembuatan gambar-gambar kerja.
e. Permintaaan persetujuan material atau bahan serta gambar
kerja maupun rencana kerja.
f. Harga borongan dari masing masing kegiatan tersebut.
g. Jadwal untuk seluruh kegiatan tersebut.
h. Konsultan Pengawas akan memeriksa rencana kerja Penyedia
Jasa Konstruksi dan memberikan tanggapan dalam waktu 1
(satu) minggu.
i. Penyedia Jasa Konstruksi harus memasukkan kembali
perbaikan/penyempurnaan atau rencana kerja kepada

17 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


Konsultan Pengawas dan meminta diadakannya
perbaikan/penyempurnaan atau rencana kerja tadi paling
lambat 4 (empat) hari sebelum dimulainya pelaksanaan.
j. Penyedia Jasa Konstruksi tidak dibenarkan memulai suatu
pelaksanaan pekerjaan sebelum adanya persetujuan dari
Konsultan Pengawas atas rencana kerja ini.
k. Jadwal Pelaksanaan
Dalam waktu paling lambat 2 (dua) minggu setelah Penyedia
Jasa Konstruksi dinyatakan sebagai pemenang lelang, atau
dengan lain cara ditunjuk oleh Pemberi Tugas sebagai
pelaksana pembangunan,Penyedia Jasa Konstruksi harus
segera membuat:
1) Site development statement and traffic management
layout.
2) Jadwal Waktu (Time Schedule) pelaksanaan secara rinci
yang digambarkan secara Diagram Balok (Bar Chart) dan
S-Curve.
3) Jadwal Pengadaan Tenaga Kerja.
4) Jadwal Pengadaan Bahan/Material Bangunan.
5) Jadwal Pengadaan Alat.
Bagan/diagram tersebut di atas harus mendapat persetujuan
dari Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas sebagai
dasar/pedoman Penyedia Jasa Konstruksi dalam
melaksanakan pekerjaanya dan Penyedia Jasa Konstruksi
wajib mematuhi dan menepatinya.

5.2. Gambar-gambar Kerja (Shop Drawing)


Yang dimaksud dengan Gambar Kerja adalah gambar yang dibuat
Penyedia Jasa Konstruksi (termasuk gambar perubahan) yang
sudah disyahkan oleh Konsultan Pengawas, Konsultan Perencana
dan Tim Teknis:
- Pekerjaan belum dapat dimulai sebelum Gambar Kerja
mendapat persetujuan.
- Persetujuan terhadap Gambar Kerja bukan berarti
menghilangkan tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi
terhadap pelaksanaan pekerjaan. Keterlambatan atas proses
pembuatan Shop Drawing ini tidak berarti Penyedia Jasa
Konstruksi mendapat perpanjangan waktu pelaksanaan.
- Shop Drawing tersebut harus dibuat rangkap 3 (tiga) berikut

18 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


aslinya dan semua biaya menjadi tanggung jawab Penyedia
Jasa Konstruksi.
a. Perubahan Gambar Kerja hanya dapat dilakukan atas dasar
perintah tertulis Pemberi Tugas berdasar pertimbangan
Konsultan Pengawas, Konsultan Perencana dan Tim Teknis
dengan ketentuan sebagai berikut:
- Perubahan rancangan ini harus digambar oleh Penyedia
Jasa Konstruksi sesuai dengan yang diperintahkan Pemberi
Tugas dengan memperlihatkan perbedaan antara gambar
pelaksanaan dan gambar perubahan rencananya.
- Gambar Perubahan dibuat oleh Penyedia Jasa Konstruksi
atas pengarahan Konsultan Perencana, kemudian
dilampirkan dalam Berita Acara Perubahan Pekerjaan yang
dibuat oleh Konsultan Pengawas.
b. Gambar Sesuai Terlaksana (As Built Drawing), harus dibuat
oleh Penyedia Jasa Konstruksi bersama-sama dengan
Konsultan Pengawas dengan ketentuan sebagai berikut:
- Gambar Sesuai Terlaksana dibuat dan diserahkan pada
akhir pekerjaan harus sesuai dengan hasil pekerjaan
terpasang.
- Gambar Sesuai Terlaksana harus disetujui oleh Konsultan
Pengawas , dan diserahkan dalam rangkap 3 (tiga) berikut
hard copy-nya dengan biaya keseluruhan ditanggung oleh
Penyedia Jasa Konstruksi.
c. Untuk bagian-bagian pekerjaan dimana gambar pelaksanaan
(Construction Drawings) belum cukup memberikan petunjuk
mengenai cara untuk mencapai keadaan terlaksana, Penyedia
Jasa Konstruksi wajib untuk mempersiapkan gambar kerja yang
secara terperinci akan memperlihatkan cara pelaksanaan
tersebut.
d. Format dari gambar kerja harus sesuai dengan petunjuk yang
diberikan oleh Konsultan Pengawas.
e. Pengajuan gambar kerja tersebut paling lambat 14 (empat
belas) hari sebelum pemesanan bahan atau Pelaksanaan
pekerjaan dimulai.

5.3. Ijin Pelaksanaan


Penyedia Jasa Konstruksi diwajibkan untuk mengajukan ijin
pelaksanaan secara tertulis kepada Konsultan Pengawas

19 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


selambatnya 1 (satu) hari sebelum pekerjaan yang akan dikerjakan
dimulai dengan dilampiri gambar kerja yang sudah disetujui dan
dijadikan sebagai gambar As Built Drawing. Ijin pelaksanaan yang
disetujui oleh Konsultan Pengawas sebagai pegangan Penyedia
Jasa Konstruksi untuk melaksanakan pekerjaan pada bagian
tersebut.

5.4. Contoh Pekejaan (Mock Up)


Bila contoh pekerjaan (Mock Up) dikehendaki oleh Konsultan
Pengawas dan/atau Tim Teknis maka Penyedia Jasa Konstruksi
wajib menyediakannya sebelum pekerjaan dimulai.

5.5. Rencana Mingguan dan Bulanan


a. Selambat lambatnya pada setiap hari Sabtu dalam masa
dimana pelaksanaan pekerjaan berlangsung, Penyedia Jasa
Konstruksi wajib untuk menyerahkan kepada Konsultan
Pengawas suatu rencana mingguan yang berisi rencana
pelaksanaan bahan, alat dan tenaga dari berbagai bagian
pekerjaan yang akan dilaksanakan dalam minggu berikutnya.
b. Selambat-lambatnya pada minggu terakhir dari tiap bulan,
Penyedia Jasa Konstruksi wajib menyerahkan kepada
Konsultan Pengawas suatu rencana bulanan yang
menggambarkan dalam garis besarnya, berbagai rencana
pelaksanaan dari berbagai bagian pekerjaan yang direncanakan
untuk dilaksanakan dalam bulan berikutnya.
c. Untuk memulai suatu bagian pekerjaan yang baru, Penyedia
Jasa Konstruksi diwajibkan untuk memberitahu Konsultan
Pengawas mengenai hal tersebut paling sedikit 2 x 24 jam
sebelumnya.

5.6. Kualitas Pekerjaan


Pekerjaan harus dikerjakan dengan kualitas pengerjaan yang
terbaik untuk semua jenis pekerjaan.

5.7. Pengujian Hasil Pekerjaan


a. Kecuali dipersyaratkan lain secara khusus, maka semua
pekerjaan yang diuji dengan cara dan tolok ukur pengujian
yang dipersyaratkan dalam referensi yang ditetapkan dalam
Persyaratan Teknis Umum ini.

20 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


b. Kecuali dipersyaratkan lain secara khusus, maka
Badan/Lembaga yang akan melakukan pengujian dipilih atas
persetujuan Konsultan Pengawas dari Lembaga/Badan Penguji
milik Pemerintah atau yang diakui Pemerintah atau Badan lain
yang oleh Konsultan Pengawas dianggap memiliki obyektifitas
dan Integritas yang meyakinkan.
c. Semua biaya pengujian dalam jumlah seperti yang
dipersyaratkan menjadi beban Penyedia Jasa Konstruksi, yang
tidak bertentangan dengan peraturan-peraturan yang
digunakan.
d. Dalam hal dimana Penyedia Jasa Konstruksi tidak dapat
menyetujui hasil pengujian dari bahan penguji yang ditunjuk
oleh Tim Teknis,Penyedia Jasa Konstruksi berhak
mengadakan pengujian tambahan pada lembaga/Badan lain
yang memenuhi persyaratan Badan Penguji seperti tersebut di
atas dan seluruh pembiayaannya ditanggung oleh Penyedia
Jasa Konstruksi.
e. Apabila ternyata bahwa kedua hasil pengujian dari kedua
Badan tersebut memberikan kesimpulan yang berbeda, maka
dapat dipilih untuk:
1) Memilih Badan/Lembaga Penguji ketiga atau kesepakatan
bersama.
2) Melakukan pengujian ulang pada bahan/lembaga Penguji
pertama atau kedua dengan ketentuan tambahan sebagai
berikut:
a) Pelaksanaan pengujian ulang harus disaksikan oleh
Konsultan Pengawas dan Penyedia Jasa Konstruksi
maupun wakil-wakilnya.
b) Pada pengujian ulang harus dikonfirmasikan
penerapan dari alat penguji kepada Konsultan
Pengawas dan Penyedia Jasa Konstruksi.
c) Hasil dari pengujian ulang harus dianggap final, kecuali
bilamana kedua belah pihak tidak sepakat untuk
menganggapnya demikian.
d) Apabila hasil pengujian ulang mengkonfirmasikan
kesimpulan dari hasil pengujian yang pertama, maka
semua akibat langsung maupun tidak langsung dari
adanya semua pengulangan pengujian menjadi
tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi.

21 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


e) Apabila hasil pengujian ulang menunjukan
ketidaktepatan kesimpulan dari hasil pengujian yang
kedua, maka:
- 2 (dua) dari 3 (tiga) penguji yang bersangkutan,
atas pilihan Penyedia Jasa Konstruksiakan
diperlakukan sebagai pekerjaan tambah.
f) Atas segala penundaan pekerjaan akibat adanya
penambahan/pengulangan pengujian akan diberikan
tambahan waktu pelaksanaan pada bagian pekerjaan
bersangkutan dan bagian bagian lain yang terkena
akibatnya, penambahan mana besarnya adalah sesuai
dengan penundaan yang terjadi.

5.8. Penutupan Hasil Pelaksanaan Pekerjaan


a. Sebelum menutup suatu bagian pekerjaan dangan bagian
pekerjaan yang lain, yang secara visual menghalangi
Konsultan Pengawas untuk memeriksa bagian pekerjaan yang
terdahulu, Penyedia Jasa Konstruksi wajib melaporkan secara
tertulis kepada Konsultan Pengawas mengenai rencananya
untuk melaksanakan bagian pekerjaan yang akan menutupi
bagian pekerjaan tersebut, sedemikian rupa sehingga
Konsultan Pengawas berkesempatan secara wajar melakukan
pemeriksaan pada bagian yang bersangkutan untuk dapat
disetujui kelanjutan pengerjaannya.
b. Kelalaian Penyedia Jasa Konstruksi untuk menyampaikan
laporan di atas, memberikan hak kepada Konsultan Pengawas
untuk dibelakang hari menuntut pembongkaran yang menutupi
tersebut, guna memeriksa hasil pekerjaan yang terdahulu yang
akibatnya sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia Jasa
Konstruksi.
c. Dalam hal laporan telah disampaikan pada Konsultan
Pengawas, apabila Konsultan Pengawas tidak mengambil
langkah-langkah untuk menyelesaikan pemeriksaan yang
dimaksudkan di atas, maka setelah lewat 2 (dua) hari sejak
laporan disampaikan, Penyedia Jasa Konstruksi berhak
melanjutkan pelaksanaan pekerjaan dan menganggap bahwa
Konsultan Pengawas telah menyetujui bagian pekerjaan yang
ditutup tersebut.
d. Pemeriksaan dan Persetujuan oleh Konsultan Pengawas atas

22 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


suatu pekerjaan tidak melepaskan Penyedia Jasa Konstruksi
dari kewajiban nya untuk melaksanakan pekerjaan sesuai
dengan Surat Perjanjian Penyedia Jasa Konstruksi (SPP).
e. Walaupun telah diperiksa dan disetujui oleh Konsultan
Pengawas, Penyedia Jasa Konstruksi masih dapat
diperintahkan oleh PPK untuk membongkar bagian pekerjaan
yang menutupi bagian pekerjaan lain guna pemeriksaan
bagian pekerjaan yang ditutupi.

5.9. Kebersihan dan Keamanan


Penyedia Jasa Konstruksi bertanggung jawab untuk menjaga agar
area kerja senantiasa berada dalam keadaan rapi dan bersih.
Penyedia Jasa Konstruksi bertanggung jawab atas keamanan
diarea kerja, termasuk apabila diperlukan tenaga, peralatan, atau
tanda-tanda khusus.

6. PENYELESAIAN 6.1. Dokumen Terlaksana (As Built Documents)


DAN a. Pada penyelesaian dari setiap pekerjaan Penyedia Jasa
PENYERAHAN Konstruksi wajib menyusun Dokumen Terlaksana yang terdiri
dari:
1) Gambar-gambar terlaksana (As Built Drawing).
2) Persyaratan teknis terlaksana dari pekerjaan, sebagaimana
yang telah dilaksanakan.
b. Dikecualikan dari kewajiban di atas adalah Penyedia Jasa
Konstruksi untuk pekerjaan:
1) Pekerjaan Persiapan.
2) Supply bahan, perlengkapan/peralatan kerja.
c. Dokumen terlaksana bisa diukur dari:
1) Dokumen pelaksanaan.
2) Gambar-gambar perubahan.
3) Perubahan Persyaratan Teknis.
4) Brosur teknis yang diberi tanda pengenal khusus berupa cap
sesuai petunjuk Konsultan Pengawas.
d. Dokumen terlaksana ini harus diperiksa dan disetujui oleh
Konsultan Pengawas.
e. Khusus untuk pekerjaan kunci, sarana komunikasi bersaluran
banyak, utilitas dan pekerjaan-pekerjaan lain dengan sistem
jaringan bersaluran banyak secara operasional membutuhkan

23 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


identifikasi yang bersifat lokatif, dokumen terlaksana ini harus
dilengkapi dengan daftar
pesawat/instalasi/peralatan/perlengkapan yang mengidentifikasi
lokasi dari masing-masing barang tersebut.
f. Kecuali dengan ijin khusus dari Konsultan Pengawas dan
Pemberi Tugas, Penyedia Jasa Konstruksi harus membuat
dokumen terlaksana hanya untuk diserahkan kepada Pemberi
Tugas. Penyedia Jasa Konstruksi tidak dibenarkan
membuat/menyimpan salinan ataupun copy dari dokumen
terlaksana tanpa ijin khusus tersebut.

6.2. Penyerahan.
Pada waktu penyerahan pekerjaan, Penyedia Jasa Konstruksi
wajib menyerahkan kepada Pemberi Tugas:
a. 3 (tiga) dokumen terlaksana (As Built Documents).
b. Dokumen-dokumen resmi (seperti surat ijin, tanda pembayaran
cukai, surat fiskal pajak, dan lain-lain).
c. Bahan finishing cat minimal 3 (tiga) kaleng, masing-masing 2
(dua) kg (semua jenis cat).
2..
d. BahanHomogenius Tile 5 (lima)m
e. Segalamacam surat jaminan berupa Guarantee/Warranty
sesuai yang dipersyaratkan.
f. Surat pernyataan pelunasan sesuai petunjuk Konsultan
Pengawas.

7. KEAMANAN 7.1. Untuk keamanan Penyedia Jasa Konstruksi diwajibkan melakukan


DAN penjagaan, tidak hanya terhadap pekerjaannya, tetapi juga
KESELAMATAN bertanggung jawab atas keamanan, kebersihan bangunan-
KERJA bangunan, jalan-jalan, pagar, pohon-pohon dan taman-taman yang
telah ada. Menginventarisir, mengelompokkan, menghitung jumlah
serta mendokumentasikannya, kemudian dibuat berita acara serah
terima kepada pihak Pemberi Tugas dari Penyedia Jasa Konstruksi
kepada Konsultan Pengawas.

7.2. Penyedia Jasa Konstruksi berkewajiban menyelamatkan bangunan


yang telah ada, apabila kerusakan terjadi pada bangunan yang
telah ada akibat pekerjaan ini, maka Penyedia Jasa Konstruksi
berkewajiban untuk memperbaiki/membetulkan sebagaimana

24 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


mestinya.

7.3. Penyedia Jasa Konstruksi harus menyediakan penerangan yang


cukup di lapangan, terutama pada waktu lembur, jika Penyedia
Jasa Konstruksi menggunakan aliran listrik dari
bangunan/komplek, diwajibkan bagi Penyedia Jasa Konstruksi
untuk memasang meter sendiri untuk menetapkan sewa listrik yang
dipakai.

7.4. Penyedia Jasa Konstruksi harus berusaha menanggulangi kotoran-


kotoran debu agar tidak mengganggu kebersihan dan keindahan
bangunan-bangunan yang sudah ada.

7.5. Penyedia Jasa Konstruksi harus menyediakan rambu-rambu


proyek untuk menjamin keselamatan kerja dalam masa Konstruksi,
rambu-rambu tersebut dibuat dari bahan yang kuat sehingga
bertahan sampai dengan berakhirnya masa konstruksi. Biaya dari
rambu-rambu tersebut termasuk dalam penawaran.

7.6. Segala operasi yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan


untuk Pembangunan pekerjaan sementara sesuai dengan
ketentuan kontrak harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga
tidak menimbulkan gangguan terhadap ketentraman penduduk
atau jalan-jalan yang harus digunakan baik jalan perorangan atau
umum, milik pemberi tugas atau milik pihak lain. Penyedia Jasa
Konstruksi harus membebaskan Pemberi Tugas dari segala
tuntutan ganti rugi sehubungan dengan hal tersebut di atas.

7.7. Penyedia Jasa Konstruksi harus bertanggung jawab atas


kerusakan-kerusakan yang berada di sekitar lokasi proyek dan
pada jalan raya atau jembatan yang menghubungkan proyek
sebagai akibat dari lalu lintas peralatan ataupun kendaraan yang
dipergunakan untuk mengangkut bahan bahan/material guna
keperluan proyek.

7.8. Apabila Penyedia Jasa Konstruksi memindahkan alat-alat


pelaksanaan, mesin-mesin berat atau unit-unit alat berat lainnya
dari bagian pekerjaan, melalui jalan raya atau jembatan yang
mungkin akan mengakibatkan kerusakan dan seandainya
Penyedia Jasa Konstruksi akan membuat perkuatan-perkuatan di

25 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


atasnya, maka hal tersebut harus diberitahukan terlebih dahulu
kepada Pemberi Tugas dan Instansi yang berwenang. Biaya untuk
perkuatan tersebut menjadi tanggungan Penyedia Jasa Konstruksi.

8. URAIAN 8.1. Tenaga dan Sarana Kerja


PEKERJAAN a. Tenaga kerja/Tenaga ahli yang memadai disesuaikan dengan
jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan.
b. Alat-alat bantu kerja dan lampu kerja lembur, dan alat lainnya
yang disebutkan dalam SDP ini.
c. Bahan bahan bangunan dalam jumlah yang cukup untuk setiap
pekerjaan yang akan dilaksanakan agar pelaksanaan pekerjaan
dapat selesai pada waktunya.

8.2. Cara Pelaksanaan


a. Pelaksanaan harus dilaksanakan dengan penuh keahlian,
sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan Dokumen Pengadaan
Penyedia Jasa Konstruksi Konstruksi, Gambar Rencana, Berita
Acara Penjelasan (BAP) Serta mengikuti petunjuk Konsultan
Pengawas.
b. Pada akhir kerja Penyedia Jasa Konstruksi diharuskan
membersihkan area kegiatan dari segala kotoran akibat
kegiatan pelaksanaan pembangunan termasuk sisa material
bangunan.

8.3. Uraian Pekerjaaan


Pekerjaan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:
1. PEKERJAAN PERSIAPAN
2. PEKERJAAN PEMBONGKARAN
3. PEKERJAAN GALIAN, URUGAN DAN PEMADATAN
4. PEKERJAAN ANTI RAYAP
5. PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN
6. PEKERJAAN BETON STRUKTUR
7. PEKERJAAN BETON PRAKTIS
8. PEKERJAAN KERAMIK, LANTAI DAN DINDING
9. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA
10. PEKERJAAN PLAFON
11. PEKERJAAN GRC
12. PEKERJAAN RAILLING

26 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


13. PEKERJAAN PENGECATAN
14. PEKERJAAN ATAP
15. PEKERJAAN ELEKTRIKAL
16. PEKERJAAN MEKANIKAL
17. PEKERJAAN LETTER
18. PEKERJAAN PASANGAN PAVING
19. PEKERJAAN LIGHTNING PROTECTION SYSTEM (Sistem
Proteksi Bahaya Petir)

9. PEKERJAAN 9.1. Lingkup Pekerjaan.


PERSIAPAN Lingkup pekerjaan persiapan ini meliputi pekerjaan: papan nama
proyek, pembersihan lahan, penebangan pohon eksisting,
pembersihan awal dan akhir, air dan listrik kerja, direksi keet/kantor
sementara 9x3 m (sewa), gudang alat dan bahan 4x3 m (sewa),
mobil crane, pemagaran proyek (sewa), uji material, rambu-rambu
proyek,uitzet dan bouwplank.

9.2. Pelaksanaan Pekerjaan.


Dalam melaksanakan pekerjaan persiapan hal-hal yang harus
diperhatikan oleh Penyedia Jasa Konstruksi adalah sebagai
berikut :
Sebelum melaksanakan persipan Penyedia Jasa Konstruksi harus
berkoordinasi dengan Konsultan Pengawas, mengenai.
a. Papan nama proyek
Papan nama proyek memuat segala informasi proyek dari mulai
judul pekerjaan, nilai kontrak, nama prusahaan baik Konsultan
Perencana, Konsultan Pengawas, dan Penyedia Jasa
Konstruksi, serta hal-hal lainnya yang dianggap perlu.Dan untuk
tulisan informasi tersebut harus jelas dapat terbaca.
Bahan-bahan lainnya yang diperlukan diantaranya: kayu,
multiplek, serta dudukan tiang papan nama.
Ukuran papan nama proyek minimal 100x60 cm menggunakan
multiplek tebal 9 (Sembilan) mm dan diberi rangka papan nama
menggunakan kayu usuk ukuran 5/7 cm menggunakan kayu
bengkirai mutu B.
b. Air dan listrik kerja
Air dan listrik kerja selama pelaksanaan pekerjaan jika

27 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


menggunakan milik pemberi pekerjaan maka harus dengan
seijin pemberi pekerjaan, Penyedia Jasa Konstruksi
menyediakan perlengkapan untuk penyambungan instalasi air
maupun listrik.
c. Pagar pengaman proyek
Penyedia Jasa Konstruksi diwajibkan membuat pagar halaman
di sekeliling site untuk menjaga keamanan dan ketenangan
kegiatan pelaksanaan.
1) Pagar dari seng gelombang dengan tebal 3 (tiga) mm
dipasang tegak setinggi kira-kira 180 (seratus delapan
puluh) cm dicat dengan warna ditentukan kemudian.
2) Rangka kayu sekualitas kayu mutu B, dengan penguat
mendatar 3 baris (atas, tengah dan bawah) dan penguat
tegak jarak maksimum 250 (dua ratus lima puluh) cm.
d. Uji Material
Beberapa yang harus dilakukan uji material:
1) Pengujian Beton.
2) Pengujian Besi.
3) Pengujian Baja.
4) Pengujian beban dan ketahanan pada elektrikal.
e. Fasilitas-fasilitas lapangan
1) Listrik penerangan dan kebutuhan pelaksanaan pekerjaan
serta air kerja menggunakan milik pemberi pekerjaan, seijin
pemberi pekerjaan, untuk biaya pemakaian dengan
sepenuhnya menjadi tanggungjawab Penyedia Jasa
Konstruksi.
2) Kamar mandi dan WC untuk para pekerja lapangan.
3) Air minum atau air bersih yang dapat diminum, untuk
kebutuhan pelaksanaan pekerjaan dan semua petugas-
petugas yang ada di Proyek.
4) Alat-alat pemadam kebakaran ringan.
5) Alat-alat PPPK.
6) Direksi keet dan gudang.
a) Penyedia Jasa Konstruksi diwajibkan membuat bangunan
sementara guna kepentingan Penyedia Jasa Konstruksi
sendiri (sebagai kantor Proyek lengkap dengan
perabotnya, dan los/barak Pekerja), yang lokasinya akan
ditunjukkan oleh Konsultan Pengawas.
b) Bentuk dan ukuran Kantor Proyek, Gudang dan Los

28 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


Pekerjaan disesuaikan dengan kebutuhannya, dilengkapi
ruang toilet dan tidak mengabaikan keamanan dan
kebersihan dan bahaya kebakaran, serta memperhatikan
lokasi yang tersedia sehingga tidak mengganggu
kelancaran.
c) Selesai proyek, seluruh bangunan sementara (bangunan
saja) menjadi milik Penyedia Jasa Konstruksi, dan
Penyedia Jasa Konstruksi wajib membongkar serta
memindahkan bongkaran bangunan sementara tersebut
setelah mendapat instruksi dari Konsultan Pengawas.
d) Penyedia Jasa Konstruksi diwajibkan merawat peralatan
seperti Pompa dan lain sebagainya milik Owner/User (bila
ada) serta menanggung biaya perawatan peralatan
selama berlangsungnya pekerjaan.
e) Penyedia Jasa Konstruksi wajib membuat gudang
sementara tempat penimbunan material seperti pasir,
koral, besi beton dan lain-lain. Material harus terlindung
dengan baik. Gudangdilengkapi dengan pintu serta kunci
secukupnya. Gudang semen, lantainya dibuat bebas dari
kelembaban udara minimal 30 (tiga puluh) cm diatas
permukaan lantai plesteran. Gudang dibongkar setelah
mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas.
f) Penyedia Jasa Konstruksi diwajibkan untuk
menempatkan barang-barang dan material pelaksanaan
baik diluar (terbuka) ataupun didalam gudang sesuai
dengan sifat-sifat barang dan material tersebut dengan
persetujuan Konsultan Pengawas, sehingga akan
menjamin keamanannya dan terhindar dari kerusakan-
kerusakan yang diakibatkan oleh cara penyimpanan yang
salah.
g) Barang-barang dan material yang tidak akan digunakan
untuk kebutuhan langsung pada pekerjaan yang
bersangkutan tidak diperkenankan untuk disimpan
didalam site.
7) Penyedia Jasa Konstruksi harus memperbaiki jalan eksisting
atau lingkungan yang rusak akibat aktifitas kontruksi
pekerjaan bangunan.
8) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Penyedia Jasa Konstruksi harus memperhatikan

29 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


keselamatan saat berlangsungnya pekerjaan, diantaranya
menyediakan:
a) Pemasangan rambu-rambu K3 (rambu peringatan, rambu
informasi, rambu anjuran, rambu khusus pemadaman api,
dan rambu larangan)
b) APD (Alat Pelindung Diri), seperti:
1. Helm pelindung (standar ANSI Z89.1-1986).
2. Pelindung mata (standar ANSI Z87.1-2003).
3. Pelindung telinga.
- Tutup telinga (standar EN352-1 Ear Muffs)
digunakan untuk tingkat kebisingan > 85 dB.
- Sumbat telinga (standar ANSI S12.6-1997 Ear
Plugs).
c) Masker Pernafasan.
d) Rompi.
e) Sabuk Pengaman dan harness (standar EN361).
f) Sarung Tangan (SNI 06-0652-2005).
g) Sepatu (SNI 12-1848-2006).

10. PEKERJAAN 10.1. Lingkup Pekerjaan


PEMBONGKARAN Lingkup pekerjaan ini meliputi pekerjaan pembongkaran gedung
utama dan mushola, terdiri dari:
- Pembongkaran atap
- Pembongkaran plafon
- Pembongkaran dinding
- Pembongkaran kusen
- Pembongkaran lantai

10.2. Pelaksanaan Pekerjaan


a. Sebelum melaksanakan pekerjaan pembongkaran Penyedia
Jasa Konstruksi harus berkoordinasi dengan Konsultan
Pengawas.
b. Pekerjaan pembongkaran harus dilaksanakan dengan hati-hati,
jangan sampai merusak bagian elemen lain yang tidak di
bongkar.
c. Bagian-bagian elemen yang rusak sebagai akibat
pembongkaran maka menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa
Konstruksi untuk mengembalikannya seperti semula.

30 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


d. Pekerjaan pembongkaran meliputi juga pekerjaan pembuangan
pembongkaran.

11. PEKERJAAN 11.1. Lingkup Pekerjaan


GALIAN, Pekerjaan ini meliputi antara lain:
URUGAN DAN - Lingkup pekerjaan ini untuk diantaranya galian, pondasi foot plat,
PEMADATAN urugan pasir, dan urugan sirtu peninggian peil.
- Menyediakan peralatan dan perlengkapan yang memadai, bahan-
bahan, tenaga kerja yang cukup untuk menyelesaikan semua
pekerjaan.
- Penggalian, pengurugan kembali, peninggian peil dan pemadatan
semua pekerjaan yang membutuhkan galian dan/atau urugan
kembali seperti pondasi dan lainnya.
- Membuang semua bahan-bahan galian yang tidak memenuhi
persyaratan ke suatu tempat pembuangan yang telah ditentukan.
- Penggalian dan pengangkutan bahan timbunan dari suatu tempat
galian.
- Melengkapi pekerjaan seperti ditentukan dalam Spesifikasi Teknis
ini.

11.2. Standar/Rujukan
a. American Association of State Highwayand Transportation Officials
(AASHTO)
b. American Society for Testing and Materials (ASTM)
c. Semua peraturan dan standar lokal yang berlaku

11.3. ProsedurUmum
a. Penggalian
1) Lebar galian harus dibuat cukup lebar untuk memberikan ruang
gerak dalam melaksanakan pekerjaan.
2) Setiap kalipekerjaan galian selesai, Penyedia Jasa Konstruksi
wajib melaporkannya kepada Konsultan Pengawas untuk
diperiksa sebelum melaksanakan pekerjaan selanjutnya.
3) Semua lapisan keras atau permukaan keras lainnya yang digali
harus bebasdari bahan lepas, bersih dan dipotong mendatar
atau miring sesuai petunjuk Konsultan Pengawas sebelum
menempatkan bahan urugan.
4) Bila bahan yang tidak sesuai terlihat pada elevasi penggalian

31 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


rencana, Penyedia Jasa Konstruksi harus melakukan
penggalian tambahan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas,
sampai kedalaman dimana daya dukung yang sesuai tercapai.
5) Untuk lapisan lunak, permukaan akhir galian tidak boleh
diselesaikan sebelum pekerjaan berikutnya siap dilaksanakan,
sehingga air hujan atau air permukaan lainnya tidak merusak
permukaan galian.
Untuk menggali tanahl unak, Penyedia Jasa Konstruksi harus
memasang dinding penahan tanah sementara untuk mencegah
longsornya tanah ke dalam lubang galian.
Penyedia Jasa Konstruksi harus melindungi galian dari
genangan air atau air hujan dengan menyediakan saluran
pengeringan sementara atau pompa.
6) Galian di bawah elevasi rencana karena kesalahan dan
kelalaian Penyedia Jasa Konstruksiharus diperbaiki sesuai
petunjuk Konsultan Pengawastanpa tambahan biaya dari
owner/user.
Diasumsikan bahwapenggalian pada lokasi kerja dapat
dilakukan dengan peralatan standar seperti mini backhoe.Bila
ditemukan batu-batuan, Penyedia Jasa Konstruksiharus
memberitahukannya kepada Konsultan Pengawas yang akan
mengambil keputusan, sebelum penggalian dilanjutkan.
Sesudah setiap pekerjaan penggalian selesai, Penyedia Jasa
Konstruksiharus memberitahu Konsultan Pengawas,dan
pekerjaan dapat dilanjutkan kembali setelah Konsultan
Pengawas menyetujui kedalaman penggalian dan sifat lapisan
tanah pada dasar penggalian tersebut.
b. Urugan dan Timbunan
1) Pekerjaan urugan atau timbunan hanya dapat dimulai bilabahan
urugan dan lokasi pengerjaan urugan/timbunan telah disetujui
Konsultan Pengawas.
2) Penyedia Jasa Konstruksi tidak diijinkan melanjutkan pekerjaan
pengurugan sebelum pekerjaan terdahulu disetujui Konsultan
Pengawas.
3) Bahan galian yang sesuai untuk bahan urugan dan timbunan
dapat disimpan oleh Penyedia Jasa Konstruksi di tempat
penumpukan pada lokasi yang memudahkan pengangkutan
selama pekerjaan pengurugan dan penimbunan berlangsung.
Lokasi penumpukan harus disetujui Konsultan Pengawas.

32 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


4) Pengurugan pekerjaan beton hanya dapat dilakukan ketika
umur beton minimal 14 hari, dan ketika pekerjaan pasangan
berumur minimal 7 hari, atau setelah mendapat persetujuan
dari Konsultan Pengawas.
c. Pemadatan
1) Penyedia Jasa Konstruksi harus menyediakan peralatan
pemadatan yang memadai untuk memadatkan urugan maupun
daerah galian. Untuk pemadatan tanah kohesif digunakan
stamper untuk memadatkan bahan urugan berbutir. Pemadatan
dengan menyiramdan menyemprot tidak diijinkan.
2) Bila tingkat pemadatan tidak memenuhi, perbaikan harus
dilakukan sampai tercapai nilai pemadatan yang disyaratkan.
Nilai kepadatan maksimum CBR 90%.
3) Bahan yang ditempatkan di atas lapisan yang tidak dipadatkan
dengan baik,harus disingkirkan dan harus dipadatkan kembali
sesuai petunjuk Konsultan Pengawas.

11.4. Spesifikasi Bahan


a. Pasir Urug, dan Sirtu. Khusus untuk tanah urug tidak
menggunakan tanah lempung.
b. Bahan urugan harus bebas dari bahan organik, gumpalan besar,
kayu, bahan-bahanlainyang mengganggu dan butiran batu lebih
besar dari 100 mm dan memiliki gradasi sedemikian rupa agar
pemadatan berjalan lancar.
c. Bila menurut pendapat Konsultan Pengawas, suatu bahan tidak
dapat diperoleh, penggunaan batu-batuan atau kerikil yang
dicampur dengan tanah dapat diijinkan, dalam hal ini, bahan yang
lebih besar dari 150 mm dan lebih kecil dari 50 mm tidak diijinkan
digunakan, dan persentase pasir harus berjumlah cukup untuk
mengisi celah dan membentuk kepadatan tanah yang seragam
dengan nilai kepadatan yangsesuai.
d. Semua bahan galian kecuali tanah tidak dijinkan digunakan
sebagai bahan urugan kecuali disetujui oleh Konsultan
Pengawas.
e. Bahan urugan yang disimpan didekat tempat kerja untuk waktu
lebih dari12 jam harus dilindungi dengan lembaran plastic agar
tidak terjadi penyimpangan pada bahan urugan yang telah
disetujui tersebut.
f. Setiap lapisan bahan urugan, bila kering, harus dibasahi merata

33 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


sampai tercapai kadar air tertentu untuk mendapatkan kepadatan
yang disyaratkan.

11.5. PelaksanaanPekerjaan
a. Galian
1) Pekerjaan galian dapat dianggap selesai bila dasar galian telah
mencapai elevasi yang ditentukan atau telah disetujui
Konsultan Pengawas.
2) Semua bahan galian harus dikumpulkan dan/atau ditumpuk
pada tempat tertentu sesuai petunjuk Konsultan Pengawas.
Bila disetujui Konsultan Pengawas, bahan galian tersebut dapat
digunakan untuk bahan urugan atau dibuang dari lokasi proyek.
3) Bila terjadi kelebihan penggalian di luar garis batas dan elevasi
yang ditentukan atau petunjuk Konsultan Pengawas, yang
disebabkan karena kesalahan Penyedia Jasa Konstruksi,
kelebihan penggalian tersebut tidak dapat dibayar dan Penyedia
Jasa Konstruksi harus memperbaiki daerah tersebut atas biaya
Penyedia Jasa Konstruksi.
4) Penggalian harus dilakukan dengan cara sedemikian rupa agar
tidak merusak patok-patok pengukuran atau pekerjaan lain
yang telah selesai. Semua kerusakan yang disebabkan
karena pekerjaan penggalian menjadi tanggung- jawab
Penyedia Jasa Konstruksidan harus diperbaiki oleh Penyedia
Jasa Konstruksitanpa biaya tambahan atauwaktu.
5) Penyedia Jasa Konstruksiharus menyingkirkan setiap batuan
yang ditemukan pada daerah elevasi akhir pada kedalaman
minimal 150 mm dibawah elevasi akhir rencana. Batuan dapat
berupa batu atau serpihan keras dalam batuan dasar asli, dan

batu besar dengan volume lebih dari 0, 5cm 3 atau berukuran


lebih besar dari 100 cm, yang harus disingkirkan dengan alat
khusus dan/atau diledakkan.
b. Urugan
1) Persiapan
Sebelum penempatan bahanurugan, pekerjaan-pekerjaan
berikutharussudah dikerjakansebelumnya :
a) Penyedia Jasa Konstruksiharus memberitahu Konsultan
Pengawas sebelum memulai penempatan bahan urugan
dan Konsultan Pengawasakan memeriksa kondisi lokasi
yang telah disiapkan untuk maksud tersebut.

34 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


b) Lokasi yang akan diberi bahan urugan/timbunan harus
dikeringkan dahulu dari genangan air menggunakan pompa
atau alat lainy ang disetujui Konsultan Pengawas.
2) Penempatan Bahan Urugan
a) Bahan urugan tidak boleh dihampar atau dipadatkan pada
waktu hujan.
b) Bahan urugan didalam atau diluar lokasi timbunan harus
ditempatkan lapis demi lapis dengan ketebalan maksimal
200 mm( keadaan lepas) dan harus dipadatkan dengan
baik.
c) Untuk timbunan diluar lokasi timbunan urugan harus
dipadatkan sampai kepadatan yang sebanding dengan
daerah sekitarnya.
d) Untuk timbunan didalam lokasi timbunan, urugan harus
dipadatkan sesuai nilai kepadatan yang ditentukan.
e) Kecuali ditentukan syarat khusus, alat pemadat tangan
tidak diijinkan sebagai pengganti alat pemadat mekanis.
f) Penyedia Jasa Konstruksi tidak boleh menempatkan lapisan
baru bahan urugan sebelum pemadatan lapisan terdahulu
disetujui Konsultan Pengawas.
g) Pengurugan tidak boleh dikerjakan tanpa persetujuan dari
Konsultan Pengawas.
c. Pemadatan
1) Umum
a) Jika diperlukan, setiap lapisan sebelum dipadatkan harus
memiliki kadar air yang sesuai dengan ketentuan agar
dihasilkan pemadatan dengan nilai kepadatan yang sesuai.
Bahan harus memiliki kadar air yang seragam pada seluruh
lapisan bahan yang akan dipadatkan.
Setiap lapisan harus dipadatkan dengan merata
menggunakan stamper atau alat pemadatan lain yang
disetujui.
b) Pemadatan harus dilakukan pada arah memanjang
sepanjang timbunan dan biasanya dimulai dari sisi terluar
dan menuju ke arah tengah dengan cara sedemikian rupa
agar setiap bagian menerima tingkat pemadatan yang
sama.
c) Peralatan harus dioperasikan pada seluruh lebar setiap
lapisan sedemikian rupa agar efisien.

35 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


2) Kepadatan Kering Maksimal dan Kadar Air Optimal
Kepadatan kering maksimal dan kadar air optimal harus
ditentukan berdasarkan metoda ASTM D1557 (AASHTOT180)
yang umum dikenal sebagai Modified ProctorTest.
3) Pengawasan Kelembaban
Pada saat pemadatan yang membutuhkan nilai kepadatan
tinggi, bahan urugan dan permukaan yang akan menerima
bahan urugan harus memiliki kadar air yang disyaratkan.
Penyedia Jasa Konstruksi tidak diijinkan melakukan pemadatan
sampai dicapai kadar air sesuai dengan yang disyaratkan.
Penyedia Jasa Konstruksi harus melembabkan bahan urugan
atau permukaan yang akan diurug bila kondisinya terlalu
kering. Bahan urugan yang terlalu basah
harusdikeringkansampaidicapai kadar air yang sesuai, bila
perlu dengan bantuan peralatan mekanis.
4) Pemadatan
a) Penyedia Jasa Konstruksiharus melakukan pekerjaan
pemadatandaerah yang dikupas ataudipotong
sesuaipetunjuk Tim Teknis,untukmemastikan adanya
tanahlunakyangadadilokasitersebut.Penyedia Jasa
Konstruksiharusmenggunakantruk bermuatan, mesin
pemadatatau peralatan pemadatan lainnya yang disetujui.
JenisukurandanberatperalatanharussesuaipetunjukKonsulta
n Pengawas.
b) Penyedia Jasa Konstruksi harus menempatkan dan
memadatkan bahan urugan pada tempat rendah. Bila
ditemui tempat basah, Penyedia Jasa Konstruksi harus
memberitahukannya kepada Konsultan Pengawas agar
dapat ditentukan perbaikannya. Lokasi yang mendukung
struktur/konstruksi harus diawasi selama pelaksanaan
pemadatandan harus disetujui Tim Teknis sebelum
pekerjaan dilanjutkan.
5) Kepadatan Tanah Kohesif
Untuk tanah yang mengandung 30% atau lebih berat partikel
yang melalui saringan No.200, yang membutuhkan pemadatan
relatif, seperti ditentukan ASTM D1557 (AASHTO T180), dan
dinyatakan dalam persentase kepadatan kering maksimal dan
kadar air, pada saat pemadatan harus memenuhi ketentuan
berikut:

36 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


KEPADATAN KADAR
DAERAHPEMADATAN RELATIVE AIR
% %
Pemadatan Umum 90 -3W o+3
JalanUtamadanDaerahParkir
95 -4W o+2
KendaraanBerat
JalanPenghubungdanDaerah
95 -4W o+3
ParkirKendaraanRingan
PemadatanSaluran(kecualidit
90 -3W o+3
entukanlain)
*W o=KadarAirOptimal

6) Kepadatan Tanah Tidak Kohesif


Tanah yang mengandung kurang dari 30% berat partikel yang
melalui saringan No.200, yang membutuhkan pemadatan
relatif, seperti ditentukan ASTMD 1557 (AASHTOT180), dan
dinyatakan dalam persentase kepadatan kering maksimal dan
kadar air, pada saat pemadatan harus memenuhi ketentuan
berikut:

DAERAHPEMADATAN KEPADATANRELATIF (%)


Timbunan dibawah Tidak ada persyaratan khusus.
lapisan drainase Cukup digilas dengan mini
backhoe
Timbunan pengisi 95
dibawah pelat lantai Bisa juga diperiksa dengan
beberapa kali lintasanroller
sesuai petunjuk Konsultan
Pengawas
Pemadatansaluran 92
Saluran Tidak ada persyaratan khusus

d. Pembuangan Bahan Galian


Semua bahan galian yang memenuhi persyaratan harus digunakan
untuk urugan. Bahan yang tidak sesuai untuk pengurugan harus
dibuang pada tempat yang ditentukan.

12. PEKERJAAN 12.1. Lingkup Pekerjaan


ANTI RAYAP Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan dan alat, serta
pelaksanaan pekerjaan anti rayap. Pekerjaaninidilaksanakan pada:
a. Dasar galian pondasi foot platedan pondasi batu kali beserta
dinding dengan ukuran sesuai Gambar Kerja.
b. Urugan peninggian peil
c. Bahn-bahan yang terbuat dari kayu

37 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


12.2. Standar/Rujukan
a. StandarNasionalIndonesia(SNI):
1) SNI 03-2404-2000 - Tata Cara Pencegahan Serangan Rayap
pada Bangunan RumahdanGedung.
2) SNI03-2405-1991-
TataCaraPenanggulanganRayappadaBangunanRumahdanGe
dungdenganTermisida.
3) SNI 03-3233-1992 - Panduan Pengawetan Kayu dengan
Cara Pemulasan, PencelupandanPerendaman.
b. Peraturansetempatyangdiberlakukan

12.3. ProsedurUmum
a. DataTeknis
1) Penyedia Jasa Konstruksi harus menyerahkan detail data
teknis bahan-bahan daripabrik pembuat berikut petunjuk
pelaksanaannya.
2) Setelah penyelesaian pekerjaan, Penyedia Jasa Konstruksi
harus menyerahkan sertifikat pelaksana pekerjaan yang
menyatakan bahwa pekerjaan telah dilaksanakan sesuai
dengan petunjuk dari pabrik pembuat dan ketentuan
spesifikasi yang ditetapkan.
b. Kualitas Pekerjaan
1) Pekerjaan harus dilaksanakan oleh Penyedia Jasa Konstruksi
yang berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan bidang
ini secara memuaskan, untuk tipe dan skala/besaran yang
sama, (pekerjaan dilaksanakan oleh subkontraktor yang
berpengalaman dalam bidangnya).
2) Hanya pekerja yang berpengalaman dan yang benar-benar
terbiasa dengan peryaratan yang ditentukan yang boleh
dipekerjakan. Penyedia Jasa Konstruksiharus menyediakan
Konsultan Pengawas yang cakap/ahli yang akan selalu
berada di lapangan selama pekerjaan ini berlangsung.
3) Data dan kualifikasi perusahaan harus sebagai berikut:
a) Data perusahaan yang berlaku dan resmi.
b) Ijin pemerintah yang berlaku untuk pelaksanaanpekerjaan
pengendalian rayap.
c) Daftar referensi pengaplikasian anti rayap yang
dikeluarkan oleh Departemen Kesehatandan Komisi
Pestisida.

38 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


d) Ijin yang berlaku untuk penggunaan obat anti rayap
tertentu yangd ikeluarkan oleh Departemen
Kesehatandan Komisi Pestisida.
e) Referensi kemampuan pelaksanaan pengendalian
rayapdan pengalaman lapangan.
f) Daftar referensi pendukung dari konsultan resmi
pengendalian rayap.
g) Nomor pajak perusahaan
Perusahaan pelaksana pengendalian rayap yang terpilih
harus disetujui Konsultan Pengawas.
4) Perusahaan tersebut harus mampu menunjukkan rancangan
berikut proposal pengaplikasian dan biaya pengendalian
rayap pada bangunan.
5) Tanah bangunan yang akan diberi anti rayap harus berada
minimal 800 (delapan ratus) cm dari sumberair bersih yang
akan digunakan.
c. KondisiLingkungan
1) Tidak diijinkan memberikan racun tanah bila terdapatair
permukaan.
2) Bila tanah terganggu setelah pengaplikasian, perbaiki bagian
yang rusak tersebut.
3) Lakukan tindakan pencegahan untuk melindungi orang-orang
yang berada di lokasi dari bahaya bahan-bahan beracun.

12.4. Spesifikasi Bahan


a. Bahan Anti Rayap
1) Bahan anti rayap yang digunakan sekualitas :
a) PrevailEC100
b) Premise200SL,
c) Wazary10FL,
2) Setiap bahan anti rayap memiliki kemampuan dan
karakteristik masing-masing, tingkat keracunandan harga.
Bahan anti rayap yang terpilih untuk pekerjaan ini harus
berada dalam kemasan asli, dan dapat diperiksa.
b. Peralatan
Persyaratan minimal untuk peralatan pengendalian rayap terdiri
dari:
1) Penyemprot bertenaga, termasuk wadah air dan aksesori.
2) Penyemprot dan alat penyuntik.

39 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


3) Kompresor termasuk wadah dan aksesori.
4) Peralatan keselamatan kerja untuk setiap pekerja.
5) KotakP3K

12.5. PelaksanaanPekerjaan
a. PeraturanPemerintah
Dalam proses aplikasi, peraturan/regulasi pemerintah harus
ditaati, sesuai dengan tersebutberikut:
1) Peraturan keselamatankerja pekerja yang diterbitkan oleh
Departemen Tenaga Kerja.
2) Peraturan transportasi dan penggunaan pestisidadan
pembuangan wadah kosong bekas pestisida,
yangditerbitkanDepartemenPertanian.
3) Peraturan perlindungan lingkungan dari polusi, dikeluarkan
oleh Departemen Lingkungan Hidup.
b. PengolahanTanah
1) Selama persiapan, langkah-langkah berikut harus diambil:
a) Bersihkan tanah dari akar-akar dan kayu-kayu yang tidak
terpakai.
b) Tanah landai harus dikerjakan dengan cara yang berbeda
agar limpahan cairan antirayap tidak jatuh kedalamt
anah.
2) Pengaplikasian tidak diijinkan bila:
a) Tanah tergenangair yang mengalir.
b) Hujan lebat akan turun.
c) Tanah sekitar tertutup untuk rencana sumur air atau bak
penyimpan air, atau sumur air dari bangunansebelah-
menyebelah.
d) Tanah mudah pecah/retak selama musim kering.
3) Persiapan pemberian anti rayap, antara lain harus sebagai
berikut:
a) Wadah cairan anti rayap harus siap dan bersih, setelah
penggunaan regular.
b) Air bersih harus diisikan kedalam wadah dan dicampur
dengan cairan anti rayap yang dibutuhkan dalam
perbandingan jumlah yang sesuai dengan
petunjukpenggunaan.
c. Sebelum melaksanakan pekerjaan Penyedia Barang/Jasa
berkoordinasi dengan Konsultan Pengawas.

40 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


d. Area yang akan dilaksanakan pekerjaan anti rayap harus
dilokalisir dan teridentifikasi dengan jelas.
e. Pekerjaan anti rayap harus dilakukan oleh sub Penyedia Jasa
Konstruksi.
f. Subkon penyedia pekerjaan anti rayap harus menyerahkan surat
garansi untuk pekerjaan anti rayap.
g. Metoda Kimiawi-Mekanis
Metoda ini diaplikasikan pada bangunan yang memiliki balok
beton bertulang dan lantai beton di atas struktur pondasi.
Perlakuan terdiri sebagai berikut:
1) TanahPondasi
a) Setelah rongga sepanjang dua sisi pondasi telah diisi
dengan tanah, tanah pengisi tersebut diberi cairan anti
rayap sebanyak 5 (lima) liter/meter dan dengan
kedalaman 300 (tiga ratus) mm .
b) Tempat-tempat atau titik-titik yang mudah ditembus rayap
harus diolah dengan cairan yang sama sebanyak 4-7,5
liter per meter persegi, tergantung pada kepadatan dan
kondisi masing-masing tempat atau titik.
c) Perlakuan yang sama harus dilakukan pada lubang
masuk pipa dan kabel ke dalam bangunan.
d) Banyaknya jumlah titik yang harus disuntik/inject per
m2 pada kedalaman 300 (tiga ratus) mm adalah 2
(dua) titik, apabila ditemukan kedalaman tanah yang
lebih besar maka Penyedia Jasa Konstruksi harus
menggunakan alat bantu untuk memenuhi persyaratan
untuk kondisi kedalaman 300 (tiga ratus) mm.
e) Untuk kondisi kedalaman tanah dua kali atau lebih
besar, dengan kelipatan kedalaman 300 mm.
Dilakukan metode berlapis, jadi alat suntik/inject
dilakukan tiap 300 (tiga ratus) mm, kemudian alat
suntik tersebut dilakukan yang sama untuk kedalaman
setelahnya pada lapis tanah di atasnya.
2) Tanah Lantai
a) Sebelum penebaran lapisan pasir pada pemasangan ubin
untuk lantai, tanah lantai harus disemprot secara merata
dengan cairan anti rayap dalam jumlah sebanyak 5
liter/m².
b) Padajarak 100 (seratus) cm dari bagian luar dinding

41 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


sekeliling bangunan, perlakuan yang sama harus
dilakukan.
c) Waktu pelaksanaan harus disiapkan dan direncanakan
dan dijadwalkan sesuai dengan pelaksanaan konstruksi.
h. Metode anti rayap untuk galian (pada dasar dan dinding galian)
menggunakan metode spray, sedangkan pada tanah urug
menggunakan metode inject atau suntik.
i. Perlakuan Tanah Pertamanan
Walaupun tanah pertamanan tidak termasuk dalamp erlakuan
struktur bangunan, bila penempatan tanah berdekatan/bersisian
dengan bangunan, perlakuan yang sama harus dilaksanakan de
ngan cara yang sama dengan prosedur perlakuan tana hlantai.
Bagian lain tidak perlu diolah dengan anti rayapk khusus.
j. Perlakuan Kayu
Struktur kayu harus secara kimiawi diperlakukan sesuai dengan
SNI.03-3233-1992. Metoda lain adalah aplikasi cairan anti rayap
dengan penyemprot bertenaga ke struktur kayu sesuai petunjuk
pelaksanaan dari pabrik pembuat sebelum kayu dicat.

13. PEKERJAAN 13.1. Lingkup Pekerjaan


PASANGAN Lingkup pekerjaan pasangan diantaranya adalah sebagai berikut
DAN pekerjaan pasangan pondasi batu kali, pasangan rollag, screeding,
PLESTERAN pasangan batu bata, plesteran dan acian.

13.2. Spesifikasi Bahan


a. Batu kali
Batu kali harus memiliki sisi terpanjang maksimal 150 (seratus
lima puluh) cm, dan memiliki minimal 3 (tiga) bidang kotak, batu
kali bulat tidak boleh digunakan untuk pasangan. Batu kali harus
keras, bersifat kekal dan tidak boleh mengandung bahan yang
dapat merusak.
b. Pasir
Pasir untuk pekerjaan beton harus memenuhi syarat-syarat
yang ditentukan dalam PBI-1971/NI-3 diantaranya yang paling
penting:
1) Butir-butir harus tajam, keras tidak dapat dihancurkan
dengan jari dan pengaruh cuaca.
2) Kadar lumpur tidak boleh lebih dari 5%.

42 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


3) Pasir harus terdiri dari butiran-butiran yang beraneka ragam
besarnya, apabila diayak dengan ayakan 150 (seratus lima
puluh), maka sisa butiran di atas 4 (empat) mm, minimal 2%
dari berat sisa butiran-butiran di atas ayakan 1 (satu) mm
minimal 10% dari berat sisa butiran-butiran di atas ayakan
0,25 mm, berkisar antara 80% sampai 90% dari berat.
4) Pasir laut tidak boleh digunakan.
5) Syarat-syarat tersebut harus dibuktikan dengan pengujian di
laboratorium.
6) Kadar warna zat organik tidak lebih dari grid 3 (diuji dengan
NaOH 7%)
c. Semen
Semen yang digunakan adalah Portland Composite Cement
(PCC)
a. Semen tersebut merupakan hasil produksi dalam negeri
satu merk (tidak diperkenankan menggunakan
bermacam-macam jenis/merk). Semen harus disimpan
sedemikian rupa hingga mencegah terjadinya
keruInterliten bahan atau pengotoran oleh bahan lain.
Penyimpanan semen harus dilakukan di dalam gudang
tertutup, sedemikian rupa sehingga semen terhindar
dari basah atau kemungkinan lembab, terjamin tidak
tercampur dengan bahan lain.
d. Batu bata
Bahan batu harus memenuhi syarat-syarat:

1) Bermutu, matang, keras, ukuran-ukuran sama rata,


seragam dan saling tegak lurus, tidak retak-retak tidak
mengandung batu dan tidak berlubang-lubang.
2) Ukuran :
panjang : 22 cm - atau disesuaikan dengan ukuran di
Kabupaten Lombok Tengah.
lebar : 11 cm - atau disesuaikan dengan ukuran di
Kabupaten Lombok Tengah.
tebal : 5 cm - atau disesuaikan dengan ukuran di
Kabupaten Lombok Tengah.
3) Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan sample bata
yang akan dipakai untuk mendapatkan persetujuan dari
Konsultan Pengawas. Batu bata yang ternyata tidak

43 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


memenuhi syarat harus segera dikeluarkan dari site. (jika
sudah didatangkan ke lokasi proyek).
4) Bata bata merah yang digunakan mempunyai toleransi
ukuran sesuai dengan tabel 27-1 dan 27-2 PUBI tahun 1982
dan tabel 27-3 PUBI tahun 1982 (tentang kuat tekan)
sedang bagian yang pecah tidak boleh lebih dari 10%.

13.3. Proporsi Campuran Spesi


Perbandingan Campuran

NO URAIAN PEKERJAAN PCC PASIR KET


1 Pasangan pondasi batu kali 1 6
2 Pasangan dinding ½ bata 1 6
3 Pasangan dinding trasram ½ 1 3
4 bata 1 6
5 Plesteran dinding 1 3
6 Plesteran dinding 1 3
7 Plesteran dan acian beton 1 3
8 Plesteran tali air 1 2
9 Plesteran skoning 1
10 Compound plat kanopi 1
11 Acian dinding
12 Ban-banan
13 Pasangan rollag 1 6
14 Screeding

Adukan yang tumpah kebawah pada waktu pemasangan bata


bekas dan yang sudah ditinggalkan lebih dari 2 (dua) jam tidak
boleh dipakai atau dicampurkan dengan yang baru.

13.4. Pelaksanaan Pekerjaan


a. Penyedia Jasa Konstruksi harus memastikan bahwa
pelaksanaan pekerjaan ban-banan adalah cor kosong yang
kemudian difinishing dengan plesteran aci.
b. Pelaksanaan pekerjaan pasangan pondasi batu kali
Pelaksanaan pasangan pondasi batu kali sebagai berikut:

1) Sebelum dipasang semua batu harus dibersihkan secara


menyeluruh dan dibasahi sebelum dipasang.

44 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


2) Batu-batu harus diletakkan dengan bagian terpanjang
menghadap kearah horizontal dengan adukan penuh, dan
sambungan-sambungan harus ditutup dengan adukan,
atau antar batu tidak bersinggungan.
3) Adukan harus dilaksanakan dengan molen, adukan yang
mulai mengeras tidak boleh digunakan lagi.
4) Selama konstruksi, batu kali harus diperlakukan
sedemikian rupa agar tidak mengganggu atau merusak
batu kali yang telah terpasang.
5) Ukuran dan dimensi sesuai dengan gambar kerja.
c. Pekerjaan pasangan dinding ½ batu bata
Pelaksanaan dari pasangan dinding adalah sebagai berikut:

1) Sebelum digunakan, batu bata harus disiram dengan air.


2) Setelah terpasang dengan adukan, naad/siar-siar harus
dikerok sedalam 1 (satu) cm dan dibersihkan dengan sapu
lidi, dan kemudian disiram air.
3) Pemasangan batu bata dilakukan bertahap, setiap tahap
terdiri dari (maksimal) 20 (dua puluh) lapis setiap hari tinggi
≤ 1 m, diikuti cor kolom praktis.
4) Adukan harus dilaksanakan dengan molen adukan yang
mulai mengeras tidak boleh digunakan lagi.
5) Bidang dinding yang luasnya lebih dari 9 (sembilan) m² dan
maksimal jarak vertikal maupun horizontal 3 (tiga) m harus
ditambahkan kolom dan balok penguat (kolom dan ring
praktis)
6) Bagian pasangan bata yang berhubungan dengan setiap
bagian pekerjaan beton (kolom) harus diberi penguat stek
besi beton diameter 10 (sepuluh) mm, jarak 40 (empat
puluh) cm yang terlebih dahulu ditanam dengan baik pada
bagian beton dan bagian yang ditanam pada bata
sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) cm.
7) Tidak diperkenankan memasang bata yang patah dua
melebihi 50%.
8) Pasangan bata merah untuk dinding ½ batu harus
menghasilkan dinding finish setebal 15 (lima belas) cm.
Pelaksanaan pasangan harus cermat, rapi dan benar-
benar tegak lurus.
d. Plesteran dilaksanakan sebagai berikut:

45 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


1) Pembuatan campuran plesteran harus menggunakan
mesin pengaduk (molen) dan peralatan yang memadai.
Membuat campuran plesteran tanpa mesin pengaduk
hanya dapat dilaksanakan bila ada ijin dari Konsultan
Pengawas.
2) Pada permukaan dinding yang akan diplester, siar-siar
sebelumnya harus dikerok sedalam 1(satu) cm untuk
memberikan pegangan pada plesteran.
3) Seluruh permukaan untuk plesteran harus cukup basah,
namun tidak sampai jenuh. Plesteran dapat dilakukan
apabila permukaan air yang terlihat sudah lenyap/kering
kembali, barulah plesteran lapis pertama dapat dikerjakan.
4) Plesteran lapis ke dua berupa acian semen.
5) Untuk bidang yang kedap air dan pasangan dinding batu
bata yang dimungkinkan terkena air hujan dan daerah
basah lainnya.
6) Untuk mendapatkan permukaan yang rata dan ketebalan
sesuai dengan yang disyaratkan, maka dalam memulai
pekerjaan plesteran harus dibuat „kepala plesteran‟.
7) Jika plesteran menunjukkan hasil yang tidak memuaskan
seperti tidak rata, tidak tegak lurus atau bergelombang,
adanya pecah atau retak, keropos, maka bagian tersebut
harus dibongkar kembali untuk diperbaiki atas biaya
Penyedia Barang/Jasa.
8) Pelaksanaan plesteran dilaksanakan minimal setelah
pasangan dinding/beton berumur 2 (dua) minggu.
9) Penyedia Barang/Jasa harus memperlihatkan serta
menjaga pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan
lain, jika terjadi keruInterliten akibat kelalaiannya, maka
Penyedia Barang/Jasa harus mengganti tanpa biaya
tambahan.

14. PEKERJAAN 14.1. Ketentuan Umum


BETON a. Persyaratan-persyaratan konstruksi beton, istilah teknik dan
STRUKTUR atau syarat-syarat pelaksanaan pekerjaan beton secara umum
menjadi satu kesatuan dalam persyaratan teknis ini. Di dalam
segala hal yang menyangkut pekerjaan beton dan struktur
beton harus sesuai dengan standar-standar yang sesuai

46 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


SYARAT - SYARAT TEKNIK UMUM di atas.
b. Penyedia Jasa Konstruksi wajib melaksanakan pekerjaan ini
dengan ketepatan dan presisi tinggi, sebagaimana tercantum
di dalam persyaratan teknis ini, gambar-gambar rencana, dan
atau instruksi-instruksi yang dikeluarkan oleh Konsultan
Pengawas.
c. Semua material yang digunakan di dalam pekerjaan ini harus
merupakan material yang kualitasnya teruji dan atau dapat
dibuktikan memenuhi ketentuan yang disyaratkan.
d. Penyedia Jasa Konstruksi wajib melakukan pengujian beton
yang akan digunakan di dalam pekerjaan ini. Termasuk dalam
hal ini membuat (Mix Design/Trial Mix), sampel beton dan
slump. Mix design yang pernah dilakukan pada proyek
sebelumnya yang mutunya sesuai mutu pekerjaan proyek ini
dapat dilampirkan/dimasukkan dalam brosur usulan
penawaran dokumen teknis.
e. Seluruh material yang oleh Konsultan Pengawas dinyatakan
tidak memenuhi syarat harus segera dikeluarkan dari lokasi
kegiatan dan tidak diperkenankan untuk digunakan kembali.
f. Jika tidak dijelaskan dalam gambar kerja (termasuk standar
detail tulangan), maka Gambar Kerja (Shop Drawing) untuk
detail penulangan, pembengkokan, dan pemasangan
penulangan beton harus sesuai SNI 03-6916-2002 dan atau
ACI 315 "Manual of Standard Practice for Detailing Reinforced
Concrete Structures" memperlihatkan bar schedule, jarak
sengkang, diagram pembengkokan batang tulangan, dan
pengaturan penulanganbeton. Termasuk penulangan khusus
yang diperlukan untuk lubang pada struktur beton.
g. Sambungan tulangan tidak diijinkan berada pada daerah (SNI
03-2847-2002, 23.3.2.3 dan 23.4.3.2) :
1. Pada daerah hubungan balok-kolom
2. Pada daerah hingga jarak dua kali tinggi balok dari muka
kolom, dan
3. Pada daerah tumpuan kolom
h. Test Batang Tulangan dan Beton: Ditunjuk agen/laboratorium
pengujian yang independen dan disetujui oleh Konsultan
Pengawas, untuk melakukan test evaluasi bahan dan untuk
merencanakan campuran beton.
i. Bahan dan pekerjaan yang dilaksanakan dapat membutuhkan

47 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


test dan test ulang setiap saat selama pelaksanaan pekerjaan.
Test, termasuk test ulang atas bahan yang ditolak yang telah
terpasang dilakukan atas biaya Penyedia Jasa Konstruksi.

14.2. Lingkup Pekerjaan


Lingkup pekerjaan yang diatur di dalam persyaratan teknis ini
meliputi seluruh pekerjaan beton/struktur beton yang sesuai
dengan gambar rencana (Terdiri dari: pondasi siklup, pondasi foot
plate, balok, sloof, kolom)
a. Pekerjaan beton/struktur beton yang sesuai dengan gambar
rencana, termasuk di dalamnya pengadaan bahan, upah,
pengujian dan peralatan-bantu yang berhubungan dengan
pekerjaan tersebut.
b. Pengadaan, detail, fabrikasi dan pemasangan semua
penulangan (reinforcement) dan bagian-bagian dari pekerjaan
lain yang tertanam di dalam beton.
c. Perancangan, pelaksanaan dan pembongkaran bekisting
beton, penyelesaian dan perawatan beton dan semua jenis
pekerjaan lain yang menunjang pekerjaan beton.

14.3. Spesifikasi Bahan


a. Batu kali
Batu kali harus memiliki sisi terpanjang maksimal 150 cm, dan
memiliki minimal 3 bidang kotak, batu kali bulat tidak boleh
digunakan untuk pasangan. Batu kali harus keras, bersifat
kekal dan tidak boleh mengandung bahan yang dapat
merusak.

b. Semen
Semen yang digunakan dibagi menjadi 2 (dua) bagian:
1) Struktur atas
Semen yang digunakan adalah Semen Portland Komposit
(Portland Composite Cement, PCC), sesuai SNI 15-7064-
3
2004 dengan jumlah semen minimum adalah 325 kg/m .

2) Beton struktur harus menggunakan beton Ready Mix.


3) Semen yang digunakan merupakan hasil produksi dalam
negeri satu merk (tidak diperkenankan menggunakan
bermacam-macam jenis/merk). Semen harus disimpan
sedemikian rupa hingga mencegah terjadinya kerusakan
48 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
bahan atau pengotoran oleh bahan lain. Penyimpanan
semen harus dilakukan di dalam gudang tertutup,
sedemikian rupa sehingga semen terhindar dari basah
atau kemungkinan lembab, terjamin tidak tercampur
dengan bahan lain. Urutan penggunaan semen harus
sesuai dengan kedatangan semen tersebut di lokasi
pekerjaan. Semen yang akan digunakan harus disertakan
brosurnya.
c. Agregat Kasar (split/batu pecah)
Agregat untuk beton harus memenuhi seluruh ketentuan
berikut ini:
Agregat beton harus memenuhi ketentuan dan persyaratan
dari SII 0052-80 tentang “Mutu dan Cara Uji Agregat Beton”.
Bila tidak tercakup di dalam SII 0052-80, maka agregat
tersebut harus memenuhi ketentuan ASTM C33 “Specification
for Concrete Aggregates”.
Agregat kasar yang digunakan untuk beton struktur adalah
batu pecah dengan persyaratan sebagai berikut:
1) Batu pecah adalah butiran mineral hasil pecahan batu alam
yang dapat melalui ayakan berlubang persegi 25 (dua
puluh lima)mm dan tertinggal di atas ayakan berlubang
persegi 2 (dua) mm.
2) Kerikil dan batu pecah harus keras, bersih serta besar
butirannya dan gradasinya tergantung pada
penggunaannya.
3) Kerikil dan batu pecah tidak boleh mengandung lumpur
lebih dari 1%.
4) Agregatkasaruntukkonstruksiharusterdiridaribatubutiran,batu
pecahatau
bahanlainnyayangdisetujuiyangmemilikikarakteristikserupaya
ngkeras,tahan lamadanbebasdaribahan-
bahanyangtidakdiinginkan. Agregat kasar harus bebas dari
bahan-bahan yang merusak dan
harusmemenuhiketentuanberikut:

METODE UJI BERAT %


BAHAN
AASHTO MAKSIMAL
Gumpalantanahliat T112 0,25 %
Bahanlolossaringanno. 200 T11 1%
Bahan tipis panjang lebih dari
- 10 %
5x ketebalan maksimal

49 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


Bahan-bahanlainyangmerusak
harustidaklebihdaribataspersentaseyang
ditentukandalamSpesifikasiTeknisinidan/ataudisetujuiKonsult
an Pengawas.
5) KetentuangradasibatuankasarharusmemenuhiketentuanAST
MA33:

UKURAN PRESENTASE BERAT LOLOS SARINGAN %


MAKSIMAL UKURAN SARINGAN
BATU
No. No. No.
PECAH (cm) 5,08 2,54 1,905 1,27 0,952
4 8 16
95 – 10 – 0–
3,81 - - - - -
100 30 5
90 – 20 – 0– 0–
1,905 - 100 - -
100 55 10 5
85 – 10 - 0-
0,952 - - - 100 0-5
100 30 10

6) Agregat kasar dariukuran yang berbeda harus digabung


dengan ukuran laindenganperbandinganberat
atauvolumeuntukmenghasilkanbatuanyang
memenuhipersyaratangradasiyangditentukan.
d. Agregat Halus
Pasir untuk pekerjaan beton harus memenuhi syarat-syarat
yang ditentukan dalam PBI-1971/NI-3 diantaranya yang paling
penting:
1) Butir-butir harus tajam, keras tidak dapat dihancurkan
dengan jari dan pengaruh cuaca.
2) Kadar lumpur tidak boleh lebih dari 5%.
3) Pasir harus terdiri dari butiran-butiran yang beraneka
ragam besarnya, apabila diayak dengan ayakan 150
(seratuslima puluh), maka sisa butiran di atas 4 (empat)
mm, minimal 2% dari berat sisa butiran-butiran di atas
ayakan 1 (satu) mm minimal 10% dari berat sisa butiran-
butiran di atas ayakan 0,25 mm, berkisar antara 80%
sampai 90% dari berat.
4) Pasir laut tidak boleh digunakan.
5) Syarat-syarat tersebut harus dibuktikan dengan pengujian
di laboratorium.
6) Kadar warna zat organik tidak lebih dari grid 3 (diuji
dengan NaOH 3%).
7) Agregat halus untuk beton harus terdiri dari pasir keras
dan harus disetujui Konsultan Pengawas. Agregat halus
harus memenuhi ketentuan berikut :

50 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


METODE UJI BERAT %
JENISBAHAN
AASHTO MAKSIMAL
Gumpalan tanah liat T 112 0,5 %
Bahan lolos saringan no. T11 3%
200

8) Agregathalustidakbolehmengandungbahan-
bahananorganik,asam,alkalidan bahanlainyangmerusak.
Agregathalusharusmeratadigradasidanharusmemenuhi
ketentuangradasi berikut:
% BERAT YANG LOLOS
UKURAN SARINGAN
(AASHTO T27)
3/8” (9,5 mm) 100
No. 4 (4,75 mm) 95 – 100
No. 16 (1,18 mm) 45- 80
No. 50 (0,300 mm) 10 – 30
No. 100 (0,150 mm) 2 – 10

e. Air
Air yang digunakan untuk campuran beton harus memenuhi
ketentuan-ketentuan berikut ini:
1) Harus bersih, tidak mengandung lumpur, minyak dan
benda terapung lainnya yang dapat dilihat secara visual.
2) Tidak mengandung garam-garam yang dapat larut dan
dapat merusak beton (asam-asam, zat organic, dan
sebagainya) lebih dari 15 (lima belas) gram/liter.
Kandungan clorida (Cl) tidak lebih dari 500 ppm dan
senyawa sulfat (sebagai SO3) tidak lebih dari 100 ppm.
3) Air untuk campuran, perawatan atau aplikasi lainnya harus
bersih dan bebas dari unsur-unsur yang merusak seperti
alkali, asam, garam dan bahan anorganik lainnya.
Air dari kualitas yang dikenal dan untuk konsumsi manusia
tidak perlu diuji. Bagaimanapun, bila hal ini terjadi, semua
air kecuali yang telah disebutkan di atas, harus diuji dan
memenuhi ketentuan AASHTOT 26 dan/atau disetujui
Konsultan Pengawas.
f. Baja Tulangan
Baja tulangan yang digunakan harus memenuhi ketentuan-
ketentuan berikut ini:
1) Sesuai dengan SNI 07-2052-2002, mengenai baja
tulangan beton.
2) Baja batangan untuk keperluan umum (BjKU) tidak
diijinkan digunakan untuk keperluan penulangan konstruksi
51 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
beton (SNI 7614-2010).
3) Tidak boleh mengandung serpih-serpih, lipatan-lipatan,
retak-retak, gelombang-gelombang, cerna-cerna yang
dalam, atau berlapis-lapis.
4) Permukaan batang baja tulangan beton deform harus
bersirip teratur.
5) Sirip-sirip melintang sepanjang batang baja tulangan beton
deform harus terletak pada jarak yang teratur.
6) Untuk tulangan utama harus digunakan baja tulangan
deform (BJTS), dengan jarak antara dua sirip melintang
tidak boleh lebih dari 70% diameter nominalnya, dan tinggi
siripnya tidak boleh kurang dari 5 % diameter nominalnya.
7) Tulangan ulir menggunakan BJTS 40 dan tulangan polos
menggunakan BJTP 24.
8) Kualitas dan diameter nominal dari baja tulangan yang
digunakan harus dibuktikan dengan sertifikat pengujian
laboratorium, yang pada prinsipnya menyatakan nilai kuat
leleh, berat per meter panjang, diameter, dan regangan
dari bahan tulangan dimaksud. Penyedia Jasa
KonstruksiPenyedia Jasa Konstruksi harus mengajukan
brosur dan hasil tes tulangan pada proyek sebelumnya
yang memenuhi syarat dan dapat digunakan pada
pekerjaan ini dan dimasukkan dalam usulan penawaran
data teknis.
9) Kuat leleh aktual berdasarkan pengujian di pabrik tidak
melampaui kuat leleh yang ditentukan sebesar lebih dari
120 MPa (uji ulang tidak boleh memberikan hasil yang
melampaui harga ini sebesar lebih dari 30 MPa) (SNI 03-
2847-2002, pasal 23.2.5).
10) Rasio kuat tarik aktual terhadap kuat leleh aktual (batas
ulur) tidak kurang dari 1,25 (SNI 03-2847-2002, pasal
23.2.5).
11) Diameter nominal baja tulangan (baik deform/BJTS) yang
digunakan harus ditentukan dari sertifikat pengujian
tersebut dan harus ditentukan dari rumus:
atau
Dimana :
d = diameter nominal dalam mm
B = berat baja tulangan (N/mm)

52 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


G = berat baja tulangan (kg/m)

12) Toleransi Ukuran Diameter adalah sebagai berikut:

DIAMETER TOLERANSI
TULANGAN DIAMETER
BAJA TULANGAN YANG DIIJINKAN
Ø 6 mm ± 0.3 mm
Ø 8 < d < D 14 mm ± 0.4 mm
D 16 < d <D 25 mm ± 0.5 mm
D 28 < d <D 34 mm ± 0.6 mm
d <D 35 ± 0.8 mm
(Sumber : SNI 07 – 2052 – 2002 tabel 3)

13) Toleransi berat batang contoh yang diijinkan di dalam


pasal ini sebagai berikut :

DIAMETER TULANGAN TOLERANSI BERAT


BAJA TULANGAN YANG DIIJINKAN
Ø 6 < d < Ø 8 mm ±7%
Ø 10 < d <D16 mm ±6%
D 16 < d <D 28 mm ±5%
Ø >D 28 mm ±4%
(Sumber : SNI 07 – 2052 – 2002 tabel 4)

14) Toleransi Tarik mínimum dan regangan mínimum sebagai


berikut :
BATAS
KUAT TARIK REGANGAN
ULUR
SIMBOL MINIMUM MINIMUM
MINIMUM 2
2 (kg/mm ) (%)
(kg/mm )
BJTP 24 24 39 20
BJTP 30 30 45 18
BJTD 30 30 45 18
BJTD 35 35 50 18
BJTD 40 40 57 16
BJTD 50 50 63 12
(Sumber : SNI 07 – 2052 – 2002 tabel sifat mekanis)

15) Sebelum pengiriman baja tulangan dilakukan, Penyedia


Jasa Konstruksi harus menunjukan sample, hasil Uji Tarik,
berat dan diameter yang akan digunakan. Hal ini akan
mempermudah dan dapat menjaga kualitas. Dilokasi
proyek Penyedia Jasa Konstruksi harus menyediakan alat
sket mat untuk mengukur diameter tulangan polos, dan
timbangan harus disediakan untuk menimbang berat
tulangan ulir.
16) Tulangan yang sudah berada di lokasi proyek tetap

53 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


dilakukan pengujian di Laboratorium bahan dan pekerjaan
pembesian belum bisa dilaksanakan sebelum hasil
pengujian memenuhi persyaratan.
17) Pengambilan dan pengiriman sampel uji kelaboratorium di
lakukan oleh Penyedia Jasa Konstruksi dan Konsultan
Pengawas.
18) Baja tulangan yang didatangkan harus dalam bentuk
lonjoran /tidak boleh ditekuk, kecuali untuk baja tulangan
polos dibawah Ø 12 mm.
19) Sebagai akibat dari baja tulangan polos yang ditekuk pada
pasal sebelumnya, maka tulangan sepanjang 500 mm
didaerah tekukan tidak boleh digunakan.
20) Ujung bawah tulangan pokok yang bertemu pondasi
ditekuk kerah dalam sepanjang lebar kolom ditambahkan
30 cm.
g. Penggunaan bahan tambah pada campuran beton
(admixtures) harus seijin Konsultan Pengawas.
h. Bekisting
Bekisting menggunakan balok kayu kalimantan mutu B,
multiplek tebal minimal 12 mm (untuk beton struktur), paku dan
lain-lain. Semua bahan harus disetujui oleh Konsultan
Pengawas.
Jika tidak ditetapkan lain, waktu pembongkaran bekisting
adalah sesuai SNI 03-2847-2002 & S-2002 (ACI 347-04).
Tanggung jawab pembongkaran bekisting tersebut
sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa
Konstruksi.
 Kolom : 12 jam
 Sisi samping balok induk & balok anak : 12 jam
 Pelat : ketika kuat tekan beton mencapai min
75 % f‟c pada 7 hari, jika di-curing dalam suhu
o o
maksimum 32 C (90 F).
i. Perancah
Untuk perancah/steakwerk harus menggunakan scafolding.

14.4. Evaluasi dan Pengujian Beton


a. Frekuensi pengambilan sample beton :
1) Pengujian kekuatan minimum masing-masing mutu beton
yang dicor setiap harinya adalah:

54 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


- satu pasang benda uji per hari
3
- satu pasang benda uji untuk setiap 120 m beton
2
- satu pasang benda uji untuk setiap 500 m luasan
permukaan lantai atau dinding
2) Pada suatu pekerjaan pengecoran, jika volume total
adalah sedemikian hingga frekuensi pengujian yang
disyaratkan SNI 03 – 2847 – 2002 hanya akan
menghasilkan jumlah uji kekuatan beton kurang dari 5
untuk suatu mutu beton, maka satu pasang benda uji
harus diambil dari paling sedikit 5 adukan yang dipilih
secara acak atau dari masing-masing adukan bilamana
jumlah adukan yang digunakan adalah kurang dari lima.
3) Jika volume total dari suatu mutu beton yang digunakan
3
kurang dari 40 m , maka pengujian kuat tekan tidak perlu
dilakukan bila bukti terpenuhinya kuat tekan diserahkan
dan disetujui oleh Konsultan Pengawas.
4) Suatu uji kuat tekan harus merupakan nilai kuat tekan rata-
rata dari dua contoh (satu pasang) uji silinder yang berasal
dari adukan beton yang sama dan diuji pada umur beton
28 hari atau pada umur uji yang ditetapkan.
(sumber : SNI 03 – 2847 – 2002 : pasal 7.6.2).
5) Jumlah benda uji boleh ditambahkan sesuai kebutuhan
Konsultan Pengawas yang telah disetujui oleh Tim Teknis.
6) Benda uji tidak diperkenankan terkena sinar matahari
langsung.
7) Pengujian kuat tekan beton sesuai SNI 03-1974-1990,
Metode Pengujian Kuat Tekan Beton.
3
b. Untuk kekentalan adukan, setiap 5 m adukan beton harus
dibuat pengujian slump, dengan ketentuan sebagai berikut :

BAGIAN KONSTRUKSI NILAI SLUMP (MM)


a. Plat Lantai 100 ± 20
b. Balok 100 ± 20
c. Kolom 100 ± 20
d. Pondasi 100 ± 20

Benda Uji Beton harus teridentifikasi, dan dikelompokan


berdasar waktu pemakaian saat penuangan mortar pada
Formwork/Bekisting. Untuk pekerjaan ini dilokasi proyek
Penyedia Jasa Konstruksi harus menyediakan alat slump test
minimal 5 unit untuk uji workability.

55 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


c. Uji slump harus dilakukan pada setiap truck ready mix dan
pembuatan sampel uji beton. Metoda harus memenuhi standar
ASTM C 143 dan SNI 03-1972-1990, Metode Pengujian Slump
Beton.
d. Apabila ada hal-hal yang belum tercakup di dalam persyaratan
teknis ini, Pelaksana harus mengacu pada seluruh ketentuan
yang tercakup di dalam Bab 5, Tata Cara Pembuatan Rencana
Campuran Beton Normal (SNI 03 – 2834 – 1993).
e. Campuaran beton yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah
sebagai berikut:
f.

BAGIAN KONSTRUKSI CAMPURAN BETON


a. Cor rabat 1PCC : 3Pasir : 5Split
b. Cor plat meja beton 1PCC : 2Pasir : 3Split

g. Mutu beton yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah kuat


tekan pada umur 28 (dua puluh delapan) hari sebagai berikut:

BAGIAN KONSTRUKSI MUTU BETON (f’C)


a. Plat Lantai 20 MPa
b. Balok 20 MPa
c. Kolom 20 MPa
e. Tangga 20 MPa

h. Selimut beton sesuai gambar kerja, jika tidak disebutkan dalam


gambar kerja, maka selimut beton yang digunakan adalah:
TEBAL SELIMUT BETON
ITEM
(mm)
Pondasi 75
Pelat 20
Balok 40
Kolom 40
Tangga 20

i. Benda uji kuat tekan beton adalah silinder diameter 150


(seratus lima puluh) mm dengan tinggi 300 (tiga ratus) mm.
j. Instansi penguji kuat tekan beton ditentukan oleh Konsultan
Pengawas dimana instansi yang dipilih adalah instansi yang
terakreditasi.
k. Kuat tekan suatu mutu beton dapat dikategorikan memenuhi
syarat apabila :
1) Setiap nilai rata-rata dari tiga uji kuat tekan yang berurutan
mempunyai nilai yang sama atau lebih besar dari f‟c.

56 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


2) Tidak ada nilai uji kuat tekan yang dihitung sebagai nilai
rata-rata dari dua hasil uji contoh silider mempunyai nilai
dibawah f‟c melebihi dari 3.5 MPa (f‟c – 3,5 MPa)
(sumber : SNI 03 – 2847 – 2002 : pasal 7.6.3).(3))
l. Apabila hasil pengujian silinder beton memberikan hasil
dibawah persyaratan, maka harus ditindaklanjuti uji langsung
dilapangan.

14.5. Pelaksanaan Pekerjaan


a. Pekerjaan Pembesian
1) Kaitdan Pembengkokkan
a) Penulangan harus dilengkapi dengan kait/bengkokan
minimal sesuai ketentuanSNI03-6816-2002,atau sesuai
petunjuk Konsultan Pengawas.
b) Batang tulangan tidak boleh dibengkok atau
diluruskan dengan cara-cara yang merusak
tulangan itu.
c) Batang tulangan yang diprofilkan, setelah
dibengkok dan diluruskan kembali tidak boleh
dibengkok lagi dalam jarak 60 (enam puluh) cm dari
bengkokan sebelumnya.
d) Batang tulangan yang tertanam sebagian didalam
beton tidak boleh dibengkokkan atau diluruskan
dilapangan, kecuali apabila ditentukan di dalam
gambar-gambar rencana atau disetujui oleh
Konsultan Perencana.
e) Membengkokkan dan meluruskan batang tulangan
harus dilakukan dalam keadaan dingin.
f) Apabila pemanasan diijinkan, batang tulangan dari
baja lunak (polos atau diprofilkan) dapat
dipanaskan sampai kelihatan merah padam tetapi
tidak boleh mencapai suhu lebih dari 850˚C.
g) Apabila batang tulangan dari baja lunak yang
mengalami pengerjaan dingin dalam pelaksanaan
ternyata mengalami pemanasan diatas 100˚C yang
bukan pada waktu las, maka dalam perhitungan-
perhitungan sebagai kekuatan baja hams diambil
kekuatan baja tersebut yang tidak mengalami
pengerjaan dingin.

57 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


h) Batang tulangan dari baja keras tidak boleh
dipanaskan, kecuali diijinkan oleh perencana.
i) Batang tulangan yang dibengkok dengan
pemanasan tidak boleh didinginkan dengan jalan
disiram dengan air.
2) Pemotongan
Panjang baja tulangan beton yang melebihi ketentuan
(kecuali lewatan) harus dipotong dengan alat pemotong
besi atau alat pemotong yang disetujui Konsultan
Pengawas.
Padabagian yang membutuhkan bukaan untuk dudukan
mesin, peralatan dan alat utilitas lainnya, tulangan beton
harus dipotong sesuai dengan besar atau ukuran bukaan.
3) Pasak Besi/Dowel
Pasak besi harus digunakan untuk meningkatkan kekuatan
sambungan. Untuk lantai beton dengan tebal sampai
dengan 130 (seratus tiga puluh) mm digunakan pasak besi
diameter 12 (dua belas) mm panjang600 (enam ratus) mm
setiap jarak 250 (dua ratus lima puluh) mm.
Untuk lantai beton tebal 150 (seratus lima puluh) mm
sampai 200 (dua ratus) mmdigunakanpasakbesi diameter12
(dua belas) mm panjang 800 (delapan ratus) mm setiap
jarak 200 (dua ratus) mm.
4) Penempatan dan Pengencangan
a) Sebelum pemasangan, tulangan beton harus bebas dari
debu, karat, kerak lepas, oli, cat dan bahan asing
lainnya.
b) Semua tulangan beton harus dipasang dengan baik,
sesuai dengan mutu, dimensi danlokasi.Penahan
jarakdengan bentuk balokpersegiataugelang- gelang
harus dipasang pada setiap m² atau sesuai petunjuk
Konsultan Pengawas dan User. Batu, bata atau kayu
tidak diijinkan digunakan sebagai penahan jarak atau
sisipan.
Semua penahan jarak atau sisipan harus diikat dengan
kawat no.AWG16 (φ1,62 mm) atau yang setara. Las titik
dapat dilakukan pada baja lunak pada tempat-tempat
yang disetujui Konsultan Pengawas.
b. Cetakan Beton

58 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


Acuan yang dibuat dari kayu balok dan multiplek tebal
minimum 12 (dua belas) mm dan harus memenuhi syarat-
syarat kekuatan, daya tahan dan mempunyai permukaan yang
baik untuk pekerjaan finishing. Penyedia Jasa Konstruksi harus
memberikan contoh (sample) bahan yang akan dipergunakan
sabagai acuan untuk disetujui Konsultan Pengawas, cetakan
beton (bekisting) harus benar-benar kuat dan kokoh sehingga
tidak terjadi kegagalan pada bekisting yang dapat mengubah
baik bentuk maupun ukuran elemen struktur.
c. Pengadukan dan Alat Aduk
1) Dalam pekerjaan ini Penyedia Jasa Konstruksi beton yang
digunakan harus menggunakan beton ready mix dengan
mutu beton sesuai yang dijelasakan dalam SDP ini di atas.
Perusahaan yang sudah direkomendasikan, Penyedia
Jasa Konstruksi harus membuat surat pernyataan
kerjasama dengan sub Penyedia Jasa Konstruksireadymix.
Sub Penyedia Jasa Konstruksi sebelum pembuatan beton
harus menyampaikan rancangan campuran beton dengan
mutu beton seperti yang sudah disebutkan pada bagian
lain pada dokumen ini. Surat kerja sama dan rancangan
campuran di lampirkan dalam penawaran dokumen teknis.
2) Pengaturan pengangkutan dan cara penakaran yang
dilakukan, harus mendapatkan persetujuan Konsultan
Pengawas Seluruh operasi harus dikontrol/diawasi secara
kontinyu oleh Konsultan Pengawas.
d. Pengangkutan Adukan
1) Pengangkutan beton dari tempat pengadukan ke tempat
penyimpanan akhir (sebelum di tuang), harus sedemikian
hingga tercegah terjadinya pemisahan (segregasi) atau
kehilangan material.
2) Alat angkut yang digunakan harus mampu menyediakan
beton di tempat penyimpanan akhir dengan lancar, tanpa
mengakibatkan pemisahan bahan yang telah dicampur dan
tanpa hambatan yang dapat mengakibatkan hilangnya
plastisitas beton antara pengangkutan yang berurutan.
3) Pengangkutan beton dari readymix kelokasi proyek
menggunakan truk molen dengan jumlah yang cukup.
e. Penggunakan bahan aditif harus seijin Konsultan Pengawas
f. Penuangan Beton

59 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


1) Beton yang akan dituang harus sedekat mungkin ke
cetakan akhir (maksimum 1 meter) untuk mencegah
terjadinya segregasi karena penuangan kembali atau
pengaliran adukan.
2) Pelaksanaan penuangan beton harus dilaksanakan
dengan suatu kecepatan penuangan sedemikian hingga
beton selalu dalam keadaan plastis dan dapat mengalir
dengan mudah ke dalam rongga di antara tulangan.
3) Beton yang telah mengeras sebagian dan atau telah
dikotori oleh material asing, tidak boleh dituang ke dalam
cetakan.
4) Beton setengah mengeras yang ditambah air atau beton
yang diaduk kembali setelah mengalami pengerasan tidak
boleh dipergunakan kembali.
5) Waktu antara pengadukan dan pengecoran tidak boleh
lebih dari 1 jam. Pengecoran harus dilakukan sedemikian
rupa untuk menghindari terjadinya pemisahan material dan
perubahan letak tulangan.
6) Pengangkutan/pengecoran pada plat lantai dan balok
harus menggunakan concrete pump. Penyedia Jasa
Konstruksiharus menyediakan alat concrete pump
kerjasama dengan readymix.
7) Pelaksana harus memberitahukan Konsultan Pengawas
selambat-lambatnya 2 (dua) hari sebelum pengecoran
beton dilaksanakan.
8) Untuk setiap pelaksanaan pengecoran harus mendapat ijin
dari Konsultan Pengawas.
9) Campuran beton yang sudah ditakar termasuk beton
readymix yang dikirim ke lokasi proyek tidak
diperkenankan ditambah air diluar proporsi campurannya.
g. Pemadatan Beton
1) Pemadatan beton harus dilakukan dengan penggetar
mekanis/mechanical vibrator dan tidak diperkenankan
melakukan penggetaran dengan maksud untuk
mengalirkan beton.
2) Pemadatan ini harus dilakukan sedemikian rupa hingga
beton yang dihasilkan merupakan massa yang utuh, bebas
dari lubang-lubang, segregasi atau keropos.
3) Pada daerah penulangan yang rapat, penggetaran

60 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


dilakukan dengan alat penggetar yang mempunyai
frekuensi tinggi untuk menjamin pengisian beton dan
pemadatan yang baik.
4) Alat penggetar tidak boleh disentuhkan pada tulangan
terutama pada tulangan yang telah masuk pada beton
yang telah mulai mengeras.
h. Perawatan Beton
Beton yang sudah dicor terutama plat, lantai dan luifel harus
dijaga agar tidak terlalu cepat kehilangan kelembaban (curing)
minimum 14 (empat belas hari) hari dengan cara:
1) Pembasahan terus-menerus dilakukan dengan cara
merendam air.
2) Cara-cara perawatan lainnya harus senantiasa diketahui
dan disetujui Konsultan Pengawas.
i. Pengerjaan Akhir
1) Permukaan (Pengerjaan Akhir Biasa)
a) Terkecuali diperintahkan lain, permukaan beton harus
dikerjakan segera setelah pembongkaran acuan.
Seluruh perangkat kawat atau logam yang telah
digunakan untuk memegang cetakan, dan cetakan
yang melewati badan beton, harus dibuang dan
dipotong kembali paling sedikit 2,5 cm di bawah
permukaan beton. Tonjolan mortar dan ketidakrataan
lainnya yang disebabkan oleh sambungan cetakan
harus dibersihkan.
b) Konsultan Pengawas harus memeriksa permukaan
beton segera setelah pembongkaran acuan dan dapat
memerintahkan penambalan atas kekurang
sempurnaan minor yang tidak akan mempengaruhi
struktur atau fungsi lain dari pekerjaan beton.
Penambalan harus meliputi pengisian lubang-lubang
kecil dan lekukan dengan adukan semen. Sedang
untuk keropos yang masuk dan dilewati yang merusak
struktur harus di grouting. Mutu grouting harus memiliki
kuat tekan 2 (dua) kali kuat tekan beton struktur.
c) Bilamana Konsultan Pengawas menyetujui pengisian
lubang besar akibat keropos, pekerjaan harus dipahat
sampai ke bagian yang utuh, membentuk permukaan
yang tegak lurus terhadap permukaan beton. Lubang

61 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


harus dibasahi dengan air dan adukan semen acian
(semen dan air, tanpa pasir) harus dioleskan pada
permukaan lubang. Lubang harus selanjutnya diisi dan
ditumbuk dengan adukan yang kental yang terdiri dari
satu bagian semen dan dua bagian pasir, yang harus
dibuat menyusut sebelumnya dengan mencampurnya
kira-kira 30 (tiga puluh) menit sebelum dipakai.
2) Permukaan (Pekerjaan Akhir Khusus)
Permukaan yang terekspos harus diselesaikan dengan
pekerjaan akhir berikut ini, atau seperti yang diperintahkan
oleh Konsultan Pengawas:
a) Bagian atas pelat, dan permukaan horizontal lainnya
sebagaimana yang diperintahkan Konsultan
Pengawas, harus digaruk dengan mistar bersudut
untuk memberikan bentuk serta ketinggian yang
diperlukan segera setelah pengecoran beton dan
harus diselesaikan secara manual sampai halus dan
rata dengan menggerakkan perata kayu secara
memanjang dan melintang, atau oleh cara lain yang
cocok, sebelum beton mulai mengeras.
b) Perataan permukaan horizontal tidak boleh menjadi
licin misalnya pada RAM, harus sedikit kasar tetapi
merata dengan penyapuan, atau cara lain
sebagaimana yang diperintahkan Konsultan
Pengawas, sebelum beton mulai mengeras.
c) Permukaan bukan horizontal yang nampak, yang telah
ditambal atau yang masih belum rata harus digosok
dengan batu gurinda yang agak kasar (medium),
dengan menempatkan sedikit adukan semen pada
permukaannya. Adukan harus terdiri dari semen dan
pasir halus yang dicampur dengan proporsi yang
digunakan untuk pengerjaan akhir beton.
Penggosokan harus dilaksanakan sampai seluruh
tanda bekas acuan, ketidakrataan, tonjolan hilang, dan
seluruh rongga terisi, serta diperoleh permukaan yang
rata. Pasta yang dihasilkan dari penggosokan ini harus
dibiarkan tertinggal di tempat.
j. Perbaikan Beton
1) Penyedia Jasa Konstruksi harus meminta Konsultan

62 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


Pengawas untuk memeriksa permukaan beton segera
setelah pembongkaran acuan.
2) Penyedia Barang/Jasa, atas biayanya harus mengganti
beton yang tidak sesuai dengan garis, detail atau elevasi
yang telah ditentukan atau yang rusaknya berlebihan.
(Jangan menambal, mengisi, memulas, memperbaiki atau
mengganti beton ekspos kecuali atas petunjuk Konsultan
Pengawas).
3) Keropos, lubang atau sambungan dingin harus diperbaiki
segera setelah pembongkaran bekisting. Bahan tambalan
harus kohesif, tidak berkerut dan melebihi kekuatan beton.
Beton keropos tidak boleh ditambal manual, menambalan
harus digrouting dengan mesin tekanan hydrolis.
4) Singkirkan cacat, karat, noda atau beton ekspos yang
luntur warnanya atau beton yang akan dicat dengan :
a) Semprotan pasir ringan
b) Pembersihan dengan larutan lembut sabun deterjen
dan air yang diaplikasikan dengan menggosok secara
keras dengan sikat lembut, kemudian disiram dengan
air.
c) Hilangkan noda karat dengan mengaplikasikan pasta
asam oksalid, biarkan sejenak, dan sikat dengan kikir
yang disetujui.
d) Hilangkan asam. Lindungi bahan metal atau lainnya
yang dapat rusak karena asam.
e) Tambalan semen.
f) Mengikir dan menggerinda.

15. PEKERJAAN 15.1. Lingkup Pekerjaan


BETON Lingkup pekerjaan ini meliputi pekerjaan kolom praktis, balok
PRAKTIS praktis, dan sloof praktis.

15.2. Persyaratan Bahan


Bahan-bahan/material yang digunakan berupa agregat kasar,
agregat halus, PC, dan sebagainya sesuai dengan yang dipakai
pada beton konstruksi. Demikian juga mengenai cara
penyimpanan.
Perbandingan campuran untuk beton praktis adalah 1Pcc : 2 Pasir

63 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


: 3 Split
Semua bahan baja tulangan pada beton praktis sesuai lingkup
pekerjaan diatas menggunakan besi diameter sesuai dengan
gambar kerja.

15.3. Pelaksanaan Pekerjaan


a. Seluruh material harus mendapatkan persetujuan dari
Konsultan Pengawas.
b. Bentuk serta ukuran harus sesuai dengan gambar kerja, atau
dengan ukuranlain disesuaikan dengan lapangan dan disetujui
oleh Konsultan Pengawas beserta Penyedia Jasa Konstruksi.

16. PEKERJAAN 16.1. Lingkup Pekerjaan


KERAMIK, LANTAI Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan dan alat serta
DAN DINDING pemasangan keramik lantai, keramik dinding.

16.2. Spesifikasi Bahan


a. Semen
Semen yang digunakan sesuai dengan spesifikasi didalam SDP
ini yang disebutkan pada bagian lain.
b. Lem
Lem yang digunakan untuk koneksi plint keramik terhadap
partisi menggunkan lem sekualitas Fox.
c. Pengisi nat keramik
Adukan pengisi celah harus merupakan produk campuran
semen siap pakai.
d. Pasir
Pasir yang digunakan harus berbutir tajam 64organic warna
kehitaman, bersih dari campuran kotoran kadar lumpur
maksimum 5% diambil dari sungai, pasir harus tidak
mengandung zat-zat organic dan angka kehalusan lolos ayakan
0,3 mm sehingga dapat memenuhi persyaratan PUBI 1982.
e. Keramik
Keramik pada pekerjaan ini menggunakan:

KETERANGAN TEMPAT DIMENSI SEKUALITAS

64 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


Mulia, KIA,
1. Keramik lantai 400 x 400 mm
Hercules

Mulia, KIA,
2. Keramik teras 400 x 400 mm
Hercules
Mulia, KIA,
3. Stepnoising teras 80 x 400 mm
Hercules
4. Keramik plint lantai Mulia, KIA,
100 x 400 mm
Hercules
5. Keramik lantai km/wc Mulia, KIA,
200 x 200 mm
Hercules
6. Keramik dinding km/wc Mulia, KIA,
200 x 250 mm
Hercules
Produk ukuran disesuaikan dengan gambar rencana dan
warnaharussesuaidenganskemawarnayangditentukankemudian.

16.3. Pelaksanaan Pekerjaan


a. Penyedia Jasa Konstruksi harus memastikan pilihan warna dan
jenis keramik berdasarkan persetujuan user.
b. Pekerjaan Keramik
1) Persiapan
a) Pekerjaan pemasangan keramik baru boleh dilakukan
setelah pekerjaan lainnya benar-benar selesai.
b) Pemasangan keramik harus menunggu sampai semua
pekerjaan pemipaan air bersih/air kotor atau pekerjaan
lainnya yang terletak dibelakang atau dibawah pasangan
ubin ini telah diselesaikan terlebih dahulu
2) Pemasangan
a) Sebelum pemasangan keramik pada lantai maupun
dinding dimulai, plesteran harus dalam keadaan kering,
padat, rat dan bersih. Adukan untuk pasangan keramik
pada lantai, dinding luar dan bagian lain yang harus
kedap air harus terdiri dari campuran 1 semen, 3 pasir
dan sejumlah bahan tambahan, kecuali bila ditentukan
lain dalam Gambar Kerja.
b) Adukan untuk pasangan keramik pada tempat-tempat
lainnya menggunakan campuran 1 semen dan 6 pasir.
Tebal adukan untuk semua pasangan tidak kurang dari 25
mm, kecuali bila ditentukan lain dalam Gambar Kerja.
c) Adukan untuk pasangan keramik pada dinding harus
diberikan pada permukaan plesteran dan permukaan
belakang keramik kemudian diletakkan pada tempat yang
sesuai dengan yang direncanakan atau sesuai petunjuk
65 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
Gambar Kerja.
d) Adukan untuk pasangan keramik pada lantai harus
ditempatkan diatas lapisan pasir dengan ketebalan sesuai
Gambar Kerja.
e) Keramik harus kokoh menempel pada alasnya dan tidak
boleh berongga. Harus dilakukan pemeriksaan untuk
menjaga agar bidang keramik yang terpasang tetap lurus
dan rat. keramik yang salah letaknya, cacat atau pecah
harus dibongkar dan diganti.
f) Keramik mulai dipasang dari salah satu sisi agar pola
simetris yang dikehendaki dapat terbentuk dengan baik.
g) Sambungan atau celah-celah antar keramik harus lurus,
rat dan seragam, saling tegak lurus. Lebar celah tidak
boleh lebih dari 1,6 mm, kecuali bila ditentukan lain.
Adukan harus rapi, tidak keluar dari celah sambungan.
h) Pemotongan keramik harus dikerjakan dengan keahlian
dan dilakukan hanya pada satu sisi, bila tidak
terhindarkan. Pada pemasangan khusus seperti pada
sudut-sudut pertemuan, pengakhiran dan bentuk-bentuk
yang lainnya harus dikerjakan serapi dan sesempuna
mungkin.
i) Siar antar keramik dicor dengan semen pengisi/grout
yang berwarna sama dengan warna keramiknya dan
disetujui Konsultan Pengawas. Pengecoran dilakukan
sedemikian rupa sehingga mengisi penuh garis-garis siar.
Setelah semen mengisi cukup mengeras, bekas-bekas
pengecoran segera dibersihkan dengan kain lunak yang
baru dan bersih.
2
j) Setiap pemasangan keramik seluas 8m harus diberi
celah mulai yang terdiri dari penutup celah yang ditumpu
dengan batang penyangga berupa polystyrene atau
polyethylene. Lebar celah mulai harus sesuai petunjuk
dalam Gambar Kerja atau sesuai pengarahan dari
Konsultan Pengawas. Bahan berikut cara pemasangan
penutup celah dan penyangganya harus sesuai ketentuan
Spesifikasi Teknis dan gambar kerja.
3) Pembersihan dan Perlindungan
Setelahpemasanganselesai,permukaankeramikharusbenar-
benarbersih,tidakadayang cacat,biladianggap

66 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


perlupermukaan keramikharusdiberiperlindungan
misalnyadengan
sabunantikaratataucaralainyangdiperbolehkan,tanpamerusakp
ermukaankeramik. Hal ini dengan sepengetahuan dan seijin
Konsultan Pengawas.
c. Pengerjaan plint keramik harus dilengkapi dengan pengerjaan
pekerjaan tali air diatas plint keramik dan diatas dinding keramik.

16.4. Khusus pengerjaan lantai keramik pada kamar mandi dibuat


kemiringan min 2%.

17. PEKERJAAN PINTU17.1. Pekerjaan Kusen


DAN JENDELA a. Lingkup Pekerjaan
1) Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-
bahan, biaya, peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan
dalam pelaksanaan pekerjaan ini, sehingga dapat tercapai
hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.
2) Pekerjaan ini meliputi seluruh pekerjaan pintu dan jendela,
seperti yang dinyatakan/ ditunjukkan dalam gambar kerja.
3) Pekerjaan ini dilakukan secara terpadu dengan pekerjaan
kusen, pintu dan jendela, pekerjaan kaca dan daun pintu
jendela.

b. Persyaratan Bahan
1) Terbuat dari bahan alumunium dengan spesifikasi sebagai
berikut:
- Ukuran kusen alumunium 3” dan 4” Coklat
- Tebal plat kusen alumunium 1 mm
- Tebal profil minimal 1,3 mm, seperti SekualitasAlexindo.
- Dimensi profil dapat berubah tergantung jenis profil yang
nanti disetujui.
- Tebal lapisan clear anodized 10 micron yang diberi
lapisan warna akhir di pabrik pembuatan dalam warna
sesuai ketentuan skema warna.
2) Bentuk profil sesuai yang ditunjukkan dalam gambar,
dengan terlebih dahulu dibuatkan gambar detail rinci dalam
Shop Drawing yang disetujui Konsultan Pengawas dan
Perencana.

67 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


3) Bahan yang akan melalui proses fabrikasi harus diseleksi
terlebih dahulu dengan seksama sesuai dengan bentuk
toleransi, ukuran, ketebalan, kesikuan, kelengkungan,
pewarnaan, yang disyaratkan Konsultan Pengawas .
4) Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi
Rencana Kerja dan Syarat-syarat dari pekerjaan aluminium
serta memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang
bersangkutan.
5) Konstruksi kusen yang dikerjakan seperti yang ditunjukkan
dalam detail gambar termasuk bentuk dan ukurannya

c. Syarat-syarat Pelaksanaan
1) Sebelum memulai pelaksanaan Penyedia Jasa Konstruksi
diwajibkan meneliti gambar-gambar dan kondisi di
lapangan, terutama ukuran dan peil lubang bukaan dinding.
Penyedia Jasa Konstruksi diwajibkan membuat contoh jadi
(mock-up) untuk semua detail sambungan dan profil yang
berhubungan dengan sistem konstruksi bahan lain dan
dimintakan persetujuan dari Konsultan Pengawas dan
Perencana.
2) Proses fabrikasi harus sudah berjalan dan siap lebih dulu
sebelum pekerjaan lapangan dimulai. Proses ini sudah
didahului dengan pembuatan Shop Drawing atas petunjuk
Perencana, meliputi gambar denah, lokasi, merk, kualitas,
bentuk, ukuran. Penyedia Jasa Konstruksi juga diwajibkan
untuk membuat perhitungan-perhitungan yang mendasari
sistem dan dimensi profil aluminium terpasang, sehingga
memenuhi persyaratan yang diminta/berlaku. Penyedia
Jasa Konstruksi bertanggung jawab penuh atas kehandalan
pekerjaan ini.
3) Semua frame/kusen baik untuk jendela, pintu dan dinding
partisi, dikerjakan secara fabrikasi dengan teliti sesuai
dengan ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat
dipertanggungjawabkan.
4) Akhir bagian kusen harus disambung dengan kuat dan teliti
dengan sekrup, rivet, stap dan harus cocok.
5) Penyekrupan harus dipasang tidak terlihat dari luar dengan
sekrup anti karat, sedemikian rupa sehingga hair line dari
tiap sambungan harus kedap air dan memenuhi syarat

68 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


2
kekuatan terhadap air sebesar 1.000 kg/cm . Celah antara
kaca dan sistem kusen aluminium harus ditutup oleh
sealant.
6) Untuk fitting hardware dan reinforcing materials yang mana
kusen aluminium akan bertemu dengan besi, tembaga atau
lainnya maka permukaan metal yang bersangkutan harus
diberi lapisan chromium untuk menghindari timbulnya
korosi.
7) Engsel untuk jendela yang bisa dibuka diletakkan sejarak
jangkauan tangan

17.2. Pekerjaan Daun Pintu Dan Jendela


a. Lingkup Pekerjaan
1) Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-
bahan, biaya, peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk
pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil
pekerjaan yang baik dan sempurna.
2) Pekerjaan pembuatan daun jendela dan pintu kaca
dipasang diseluruh detail yang dinyatakan / ditunjukkan
dalam gambar.
3) Pekerjaan ini dilakukan secara terpadu dengan (Pekerjaan
alat penggantung dan kunci) serta (pekerjaan kaca).
b. Persyaratan bahan
Bahan yang digunakan adalah sebagai berikut :

NO URAIAN SEKUALITAS TYPE


1 Kaca rayban tebal 5 Sekualitas rayban,
mm, 60% Asahimas, Miralux,
Mulia
2 Handle pintu Sekualitas Solid, HRE
Dekson, Alco 61.41
3 Engsel pintu Sekualitas Solid, EK17
Dekson, Alco
4 Espanolet/flush bolt Sekualitas Solid, 644
12” Dekson, Alco
5 Door closer pintu SekualiatasSolid, DC 20
Dekson, Alco SLD
6 Casement 8” , 20” SekualitasSolid, 701
Dekson, Alco
7 Rambuncis Sekualitas
SolidDekson, Alco
8 Kunci tanam Sekualitas Solid, LC 121
Dekson, Alco WL-40

c. Syarat-syarat pelaksanaan

69 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


1) Sebelum melaksanakan pekerjaan, Penyedia Jasa
Konstruksi diwajibkan untuk meneliti gambar-gambar yang
ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan lubang-lubang),
termasuk mempelajari bentuk, pola, lay-out/penempatan,
cara pemasangan/mekanisme dan detail-detail sesuai
gambar.
2) Sebelum pekerjaan dimulai. Penyedia Jasa Konstruksi wajib
mengajukan contoh dari semua bahan yang digunakan
dalam pekerjaan ini kepada Konsultan Pengawas.
3) Penyedia Jasa Konstruksi wajib membuat Shop Drawing
yang mencantumkan semua data produk, ukuran dan cara
pemasangan dari pekerjaan tersebut. Gambar Shop Drawing
sebelum dilaksanakan harus disetujui dahulu oleh Konsultan
Pengawas .
4) Penimbunan bahan-bahan pintu di lokasi pekerjaan harus
ditempatkan pada ruang/tempat dengan sirkulasi udara yang
baik, tidak terkena cuaca langsung dan terlindungi dari
kerusakan dan kelembaban.
5) Harus diperhatikan semua sambungan siku untuk rangka
pintu/jendela dan penguat lain serta pemasangan kaca, agar
tetap terjamin kekuatannya dengan memperhatikan/menjaga
kerapihan, tidak boleh terjadi noda-noda atau cacat bekas
penyetelan.
6) Bentuk/pola dan ukuran harus sesuai gambar dan
merupakan ukuran jadi.

17.3. Untuk daun pintu/jendela kaca setelah dipasang harus rata, tidak
bergelombang, tidak melincang dan semua peralatan dapat
berfungsi dengan baik.

18. PEKERJAAN 18.1. Lingkup Pekerjaan


PLAFON a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan,
peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam
pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan
yang bermutu baik dan sempurna.
b. Pekerjaan pemasangan plafond gypsum dan kalsiboard, dan list
plafond gypsum sesuai dengan yang disebutkan/ditunjukkan
dalam gambar dan sesuai dengan petunjuk Konsultan

70 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


Pengawas

18.2. Spesifikasi Bahan


a. Bahan Rangka
Sebagai rangka langit – langit gypsum digunakan rangka metal
furing dengan tebal 0,35 mm dan dengan modul rangka
600x1200 mm sekualitas Dino Frame.
b. Bahan yang digunakan untuk hanger menggunakan hanger
metal furing penggantung plafon dengan spesifakasi sesuai
bahan rangka.
c. Penutup langit-langit
Digunakan gypsum board yang bermutu baik produk sekualitas
Indal, tebal = 9 mm dan kalsiboard tebal 6 mm yang disetujui
dalam arti ketebalan, mutu, jenis dan produk dari bahan
tersebut.
d. List penutup langit-langit
Digunakan gypsum list yang bermutu baik dengan tipe list profil
C7, dari produk yang sama dengan plafond dan yang telah
disetujui oleh Konsultan Pengawas dalam arti ketebalan, mutu,
jenis dan produk dari bahan tersebut. Khusus pada tritisan tidak
diberi list profil.
e. Bahan finishing penutup plafond
1) Finishing penutup langit-langit yang digunakan cat dari
bahan dasar cat yang bermutu baik produk sekualitas
Decolithyang telah disetujui Konsultan pengawas. Sebelum
pengecatan semua sambungan / pertemuan harus rata dan
halus (ditreatment). Plafond dan list plafond gypsum ini
difinish dengan cat emulsi.
2) Warna dan corak sesuai gambar / ditentukan kemudian

18.3. Pelaksanaan Pekerjaan


a. Pekerjaan ini dilaksanakan oleh aplikator yang resmi dan
berpengalaman.
b. Sebelum melaksanakan pekerjaan, Penyedia Jasa Konstruksi
diwajibkan untuk membuat shop drawing dan meneliti gambar-
gambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan peil),
termasuk mempelajari bentuk, pola lay-out / penempatan, cara
pemasangan, mekanisme dan detail-detail sesuai gambar.
c. Rangka langit-langit dipasang sisi bagian bawah diratakan,

71 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


pemasangan sesuai dengan pola yang ditunjukkan / disebutkan
dalam gambar dengan memperhatikan modul pemasangan
penutup langit-langit yang dipasangnya.
d. Bidang pemasangan bagian rangka langit-langit harus rata,
tidak cembung, kaku dan kuat, kecuali bila dinyatakan lain,
misal : permukaan merupakan bidang miring/ tegak sesuai yang
ditunjukkan dalam gambar.
e. Setelah seluruh rangka langit terpasang, seluruh permukaan
rangka harus rata, lurus dan waterpas, tidak ada bagian yang
bergelombang, dan batang-batang rangka harus saling tegak
lurus.
f. Bahan penutup langit-langit adalah gypsum dengan mutu bahan
seperti yang telah dipersyaratkan dengan pola pemasangan
sesuai yang ditunjukkan dalam gambar.
g. Pertemuan antara bidang langit-langit dan dinding, digunakan
bahan seperti yang ditunjukkan dalam gambar.
h. Hasil pemasangan penutup langit-langit harus rata tidak
melendut.
i. Seluruh pertemuan antara permukaan langit-langit dan dinding
dipasang list profil dari gypsum dengan bentuk dan ukuran
sesuai dengan gambar.
j. Gypsum board yang dipasang adalah gypsum board yang telah
dipilih dengan baik, bentuk dan ukuran masing-masing unit
sama, tidak ada bagian yang retak, gompal atau cacat-cacat
lainnya dan telah mendapat persetujuan dari Konsultan
pengawas.
k. Gypsum board dipasang dengan cara pemasangan sesuai
dengan gambar untuk itu dan setelah gypsum board terpasang,
bidang permukaan langit-langit harus rata, lurus, waterpass dan
tidak bergelombang, dan sambungan antar unit-unit gypsum
board tidak terlihat.

17.4. Pada beberapa tempat tertentu harus dibuat manhole /


access panel di langit-langit yang bisa dibuka, tanpa
merusak gypsum board di sekelilingnya, untuk keperluan
pemeriksaan / pemeliharaan M  E.

72 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


19. PEKERJAAN GRC 19.1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi pemasangan, pengadaan tenaga kerja,
bahan-bahan, dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam
pelaksanaan pekerjaan GRC. Beberapa area pekerjaan GRC,
diantaranya: ornament dan fasad.

19.2. Spesifikasi Bahan


Material yang digunakan GRC dengan tebal dan ukuran sesuai
dengan Gambar Kerja.

19.3. Pelaksanaan Pekerjaan


a. Seluruh material harus mendapatkan persetujuan dari
Konsultan Pengawas dan Tim Teknis.
b. Pekerjaan ini harus dilaksanakan oleh tenaga kerja yang resmi,
bersertifikat, dan berpengalaman.
c. Pemasangan harus mengikuti aturan/ketentuan/ persyaratan
dan mengikuti ketentuan Gambar Kerja.
d. Bentuk, detail, desain dan ukuran harus sesuai Gambar Kerja.

20. PEKERJAAN 20.1. Lingkup Pekerjaan


RAILLING Meliputi bahan, peralatan, tenaga kerja untuk melaksanakan
pekerjaan pemasangan railling.
20.2. Spesifikasi Bahan
a. Spesifikasi railling pipa BS untuk area ramp depan;
menggunakan :
1) Pipa BS Ø 1” dan Ø 2” tebal 1.8 mm.
2) Pipa BS difinishing cat zink chromate sekualitas Meiji.
Selanjutnya dilanjutkan cat besi sekualitas EMCO.
3) Antar sambungan pipa BS dilas dengan mutu las adalah
E70XXdan diameter sesuai gambar (minimum 3,2 mm).
4) Perkuatan pipa BS terhadap plat beton di screw.
b. Spesifikasi bahan pipastainless untuk railing tangga belakang:
1) Pipa Stainless steel Ø 2”, tebal 1,2 mm
2) Antar sambungan pipa stainless dilas dengan mutu las
adalah E70XXdan diameter sesuai gambar (minimum 3,2
mm)
3) Perkuatan pipa stainless terhadap plat beton di screw

73 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


20.3. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Sebelum melaksanakan pekerjaan Penyedia Jasa Konstruksi
harus berkoordinasi dengan Konsultan Pengawas.
b. Semua material yang dikerjakan harus mengacu pada
spesifikasi teknis yang tertulis dalam dokumen ini.
c. Pekerjaan ini harus dilaksanakan oleh aplikator yang resmi dan
disubkonkan dibuat surat kerja sama.
d. Desain railing dan dimensi harus disesuaikan dengan gambar
kerja.

21. PEKERJAAN 21.1. Lingkup Pekerjaan


PENGECATAN Lingkup pekerjaan ini mencakup pengangkutan dan pengadaan
semua peralatan, tenaga kerja dan bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan pengecatan selengkapnya, sesuai
dengan Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis ini, kecuali
ditentukan lain, semua permukaan eksterior dan interior harus dicat
dengan standar pengecatan minimal 1 (satu) kali cat dasar dan 2
(dua) kali cat akhir.

21.2. Standar / Rujukan


a. Steel Structures Painting Council (SSPC).
b. Swedish Standard Institution (SIS).
c. British Standard (BS).
d. Petunjuk pelaksanaan dari pabrik pembuat.

21.3. Prosedur Umum


a. Data Teknis dan Kartu Warna
Penyedia Jasa Konstruksi harus menyerahkan data
teknis/brosur dan kartu warna dari cat yang akan digunakan,
untuk disetujui terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas.
Semua warna ditentukan oleh Konsultan Pengawas dan akan
diterbitkan secara terpisah dalam suatu Skema Warna.
b. Contoh dan Pengujian
1) Cat yang telah disetujui untuk digunakan harus disimpan di
lokasi proyek dalam kemasan tertutup, bertanda merek
dagang dan mencantumkan identitas cat yang ada
didalamnya, serta harus diserahkan tidak kurang 2 (dua)

74 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


bulan sebelum pekerjaan pengecatan, sehingga cukup dini
untuk memungkinkan waktu pengujian selama 30 (tiga
puluh) hari.
2) Pada saat bahan cat tiba di lokasi, Penyedia Jasa
Konstruksi dan Konsultan Pengawas mengambil 1 liter
contoh dari setiap takaran yang ada dan diambil secara
acak dari kaleng/kemasan yang masih tertutup. Isi dari
kaleng/kemasan contoh harus diaduk dengan sempurna
untuk memperoleh contoh yang benar-benar dapat
mewakili.
3) Untuk pengujian, Penyedia Jasa Konstruksi harus
membuat contoh warna dari cat-cat tersebut di atas 2 (dua)
potongan kayu lapis atau panel semen berserat berukuran
300 mm x 300 mm untuk masing-masing warna. 1 (satu)
contoh disimpan Penyedia Jasa Konstruksi dan 1 (satu)
contoh lagi disimpan Konsultan Pengawasguna
memberikan kemungkinan untuk pengujian di masa
mendatang bila bahan tersebut ternyata tidak memenuhi
syarat setelah dikerjakan.
4) Biaya pengadaan contoh bahan dan pembuatan contoh
warna menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi

21.4. Spesifikasi Bahan


a. Umum
1) Cat harus dalam kaleng/kemasan yang masih tertutup
patri/segel, dan masih jelas menunjukkan nama/merek
dagang, nomor formula atau Spesifikasi cat, nomor takaran
pabrik, warna, tanggal pembuatan pabrik petunjuk dari
pabrik dan nama pabrik pembuat, yang semuanya harus
masih absah pada saat pemakaiannya. Semua bahan harus
sesuai dengan Spesifikasi yang disyaratkan pada daftar cat.
2) Cat dasar yang dipakai dalam pekerjaan ini harus berasal
dari satu pabrik/merek dagang dengan cat akhir yang akan
digunakan. Untuk menetapkan suatu standar kualitas,
disyaratkan bahwa semua cat yang dipakai harus
berdasarkan/mengambil acuan pada cat-cat hasil produksi
dalam negeri.
3) Cat yang digunakan:

75 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


URAIAN SEKUALITAS
Cat Dinding Luar SekualitasJotun
type Jotashield Extreme
Cat Dinding Dalam SekualitasJotun
type Jotaplast Acrylic Emultion
Paint
Cat Melamin Sekualitas Propan
Cat zink chromate Sekualitas Jotun
Cat Besi Sekualitas EMCO

21.5. Pelaksanaan Pekerjaan


a. Pembersihan, Persiapan dan Perawatan Awal Permukaan
1) Umum
a) Semua peralatan gantung dan kunci serta perlengkapan
lainnya, permukaan polesan mesin, pelat, instalasi
lampu dan benda-benda sejenisnya yang berhubungan
langsung dengan permukaan yang akan dicat, harus
dilepas, ditutupi atau dilindungi, sebelum persiapan
permukaan dan pengecatan dimulai.
b) Pekerjaan harus dilakukan oleh orang-orang yang
memang ahli dalam bidang tersebut.
c) Permukaan yang akan dicat harus bersih sebelum
dilakukan persiapan permukaan atau pelaksanaan
pengecatan. Minyak dan lemak harus dihilangkan
dengan memakai kain bersih dan zat pelarut/pembersih
yang berkadar racun rendah dan mempunyai titik nyala
diatas 38°C.
d) Pekerjaan pembersihan dan pengecatan harus diatur
sedemikian rupa sehingga debu dan pecemar lain yang
berasal dari proses pembersihan tersebut tidak jauh
diatas permukaan cat yang baru dan basah.
2) Permukaan Pelesteran dan Beton
Permukaan pelesteran umumnya hanya boleh dicat
sesudah sedikitnya selang waktu 4 (empat) minggu untuk
mengering di udara terbuka atau kadar air maksimum
15%.Semua pekerjaan pelesteran atau semen yang cacat
harus dipotong dengan tepi-tepinya dan ditambal dengan
pelesteran baru hingga tepi-tepinya bersambung menjadi
rata dengan pelesteran sekelilingnya.
Permukaan pelesteran yang akan dicat harus dipersiapkan
dengan menghilangkan bunga garam kering, bubuk besi,
76 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
kapur, debu, lumpur, lemak, minyak, aspal, adukan yang
berlebihan dan tetesan-tetesan adukan.
Sesaat sebelum pelapisan cat dasar dilakukan, permukaan
plesteran dibasahi secara menyeluruh dan seragam dengan
tidak meninggalkan genangan air.Hal ini dapat dicapai
dengan menyemprotkan air dalam bentuk kabut dengan
memberikan selang waktu dari saat penyemprotan hingga
air dapat diserap.
3) Permukaan Barang Besi /Baja
a) Besi/baja baru
Permukaan besi/baja yang terkena karat lepas dan
benda-benda asing lainnya harus dibersihkan secara
mekanis dengan sikat kawat.
Semua debu, kotoran, minyak, gemuk dan sebagainya
harus dibersihkan dengan zat pelarut yang sesuai dan
kemudian dilap dengan kain bersih.
Sesudah pembersihan selesai, pelpisan cat dasar pada
semua permukaan barang besi/baja dapat dilakukan
sampai mencapai ketebalan yang disyaratkan.
b) Besi/baja dilapis dasar di pabrik/bengkel
Bahan dasar yang diaplikasikan di pabrik/bengkel harus
dari merek yang sama dengan cat akhir yang akan
diaplikasikan dilokasi proyek dan memenuhi ketentuan
dalam Spesifikasi Teknis dan gambar kerja.
Barang besi/baja yang telah dilapis dasar di
pabrik/bengkel harus dilindungi terhadap karat, baik
sebelum atau sesudah pemasangan dengan cara
segera merawat permukaan karat yang terdeteksi.
Permukaan harus dibersihkan dengan zat pelarut untuk
menghilangkan debu, kotoran, minyak, gemuk.
Bagian-bagian yang tergores atau berkarat harus
dibersihkan dengan sikat kawat sampai bersih, dan
kemudian dicat kembali (touch-up) dengan bahan cat
yang sama dengan yang telah disetujui, sampai
mencapai ketebalan yang disyaratkan.

b. Selang Waktu Antara Persiapan Permukaan dan Pengecatan


Permukaan yang sudah dibersihkan, dirawat dan/atau disiapkan
untuk dicat harus mendapatkan lapisan pertama atau cat dasar

77 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


seperti yang disyaratkan, secepat mungkin setelah persiapan-
persiapan di atas selesai.Harus diperhatikan bahwa hal ini
harus dilakukan sebelum terjadi kerusakan pada permukaan
yang sudah disiapkan di atas.
Sebelum melakukan pengecaan permukaan dinding yang akan
dicat harus dilakukan uji kelembaban, nilai dari uji kelembaban
harus memenuhi persyaratan nilai kelembaban yang
disyaratkan yaitu maksimal 18% dengan kadar keasaman pH=8.

c. Pelaksanaan Pengecatan
1) Umum
a) Permukaan yang sudah dirapikan harus bebas dari
aliran punggung cat, tetesan cat, penonjolan,
pelombang, bekas olesan kuas, perbedaan warna dan
tekstur.
b) Usaha untuk menutupi semua kekurangan tersebut
harus sudah sempurna dan semua lapisan harus
diusahakan membentuk lapisan dengan ketebalan yang
sama.
c) Perhatian khusus harus diberikan pada keseluruhan
permukaan, termasuk bagian tepi, sudut dan
ceruk/lekukan, agar bisa memperoleh ketebalan lapisan
yang sama dengan permukaan-permukaan di
sekitarnya.
d) Permukaan besi/baja atau kayu yang terletak
bersebelahan dengan permukaan yang akan menerima
cat dengan bahan dasar air, harus telah diberi lapisan
cat dasar terlebih dahulu

2) Proses Pengecatan
a) Harus diberi selang waktu yang cukup di antara
pengecatan berikutnya untuk memberikan kesempatan
pengeringan yang sempurna, disesuaikan dengan
kedaan cuaca dan ketentuan dari pabrik pembuat cat
dimaksud.
Penyimpanan, Pencampuran dan Pengenceran.
b) Pada saat pengerjaan, cat tidak boleh menunjukkan
tanda-tanda mengeras, membentuk selaput yang
berlebihan dan tanda-tanda kerusakan lainnya.

78 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


c) Cat harus diaduk, disaring secara menyeluruh dan juga
agar seragam konsistensinya selama pengecatan.
d) Bila disyaratkan oleh kedaan permukaan, suhu, cuaca
dan metoda pengecatan, maka cat boleh diencerkan
sesaat sebelum dilakukan pengecatan dengan mentaati
petunjuk yang diberikan pembuat cat dan tidak melebihi
jumlah 0,5 liter zat pengencer yang baik untuk 4 liter
cat.
e) Pemakaian zat pengencer tidak berarti lepasnya
tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi untuk
memperoleh daya tahan cat yang tinggi (mampu
menutup warna lapis di bawahnya).

3) Metode Pengecatan
a) Cat dasar untuk permukaan beton, pelesteran, panel
kalsium silikat diberikan dengan kuas dan lapisan
berikutnya boleh dengan kuas atau rol.
b) Cat dasar untuk permukaan papan gipsum diberikan
dengan kuas dan dan lapisan berikutnya boleh dengan
kuas atau rol.
c) Cat dasar untuk permukaan kayu harus diaplikasikan
dengan kuas dan lapisan berikutnya boleh dengan
kuas, rol atau semprotan.
d) Cat dasar untuk permukaan besi/baja diberikan dengan
kuas atau disemprotkan dan lapisan berikutnya boleh
menggunakan semprotan.
e) Cat dasar melamin untuk permukaan kayu
menggunakan scrap/plat baja, untuk lapis terluarnya
menggunakan semprot.

4) Pemasangan Kembali Barang-barang yang dilepas


Sesudah selesainya pekerjaan pengecatan, maka barang-
barang yang dilepas harus dipasang kembali oleh pekerja
yang ahli dalam bidangnya.

5) Pelaksanaan Pekerjaan Pengecatan Khusus Dinding


1. Pelaksanaan pengecatan dinding luar menggunakan
sekualitas Jotun type Jotashield Extreme, berikut
persiapan pengerjaannya :

79 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


a. Persiapan permukaan :
Permukaan harus kering, bersih, bebas dari debu,
minyak, serbuk acian dan lain-lain. Semua kotoran
harus dibersihkan. Untuk permukaan yang berkapur
dan berdebu, bersihkan dengan sikat kasar.
b. Sistem pengecatan yang direkomendasikan tembok
baru :
- 1 x Cito Primer 09
- 2 x Jotashield Extreme
c. Sistem pengecatan yang direkomendasikan yang
sudah ada, permukaan lama :
- 1 x Jotashield Primer 07
- 2 x Jotashield Extreme
d. Daya sebar teoritis (meter per segi/ liter) :
2
- 10 -13 m /liter
e. Waktu kering sentuh :
- Minimal 2 jam
f. Waktu untuk lapisan berikutnya :
- 2 – 3 jam
2. Pelaksanaan pengecatan dinding dalam menggunakan
sekualitas Jotun type Jotaplast Acrylic Emulsion Paint,
berikut persiapan pengerjaannya :
a. Persiapan permukaan :
Permukaan harus kering, bersih, bebas dari debu,
minyak, gemuk, pengelupasan, kapur, dan kotoran
lain.
b. Aplikasi :
Kuas, Roll, maupun Spray Gun.
c. Untuk hasil terbaik :
- Satu kali lapisan dengan Jotashield Primer 07 dan
dilanjutkan dengan dua kali pengecatan dengan
Jotaplast.
d. Pengenceran :
- Jotaplast tidak membutuhkan pengenceran lagi.
Jika diperlukan, encerkan dengan air (maks 5%).
e. Daya sebar :
2
Kurang lebih 9 – 12 m /liter untuk satu lapis
pengecatan.
f. Kering sentuh : 30 menit

80 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


g. Selang waktu untuk pengecatan kembali : minimal 2
jam
h. Pembersihan setelah pemakaian : bilas kuas dan
alat-alat lainnya dengan air segera setelah selesai
penggunaan.

22. PEKERJAAN 22.1. Pekerjaan Konstruksi Rangka Atap


ATAP a. Lingkup Pekerjaan
Yang dimaksud pekerjaan konstruksi rangka baja adalah semua
pekerjaan konstruksi rangka baja untuk pekerjaan atap:
1) Pekerjaan ini meliputi pengadaan dari semua, tenaga,
peralatan, perlengkapan serta pemasangan dari semua
pekerjaan baja dan logam termasuk alat-alat atau benda-
benda/material pendukung lainnya.
2) Pipa rangka atap yang digunakan harus diuji laboratorium
untuk mengetahui tegangan leleh dan kuat tarik bahan.
3) Baut mutu tinggi harus diuji laboratorium untuk mengetahui
kuat tarik bahan.
4) Pekerjaan baja dan logam harus dilaksanakan sesuai dengan
keterangan-keterangan yang tertera pada gambar
rencana/detail, lengkap dengan penyangganya, alat untuk
memasang dan menyambungnya, pelat-pelat baja/profil siku
dan lain sebagainya.
5) Semua bagian harus mempunyai ukuran yang tepat,
sehingga dalam pemasangannya tidak memerlukan pengisi,
kecuali kalau gambar detail menunjuk hal tersebut.
6) Semua detail dan hubungan harus dibuat dengan teliti dan
diselesaikan dengan rapi, dan dalam pelaksanaannya tidak
hanya dari gambar-gambar kerja untuk memasang pada
tempatnya tetapi dimungkinkan untuk mengambil ukuran-
ukuran sesungguhnya di tempat pekerjaan terutama bagian-
bagian yang terhalang oleh benda lain.
7) Pekerjaan harus bermutu kelas satu dalam segala hal, setiap
bagian pekerjaan yang buruk akan ditolak dan harus diganti
apabila perlu. Pekerjaan yang selesai harus bebas dari
puntiran-puntiran, bengkokan-bengkokan dan sambungan-
sambungan yang mengganggu.
8) Referensi

81 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


- SNI 03-1729-2002 - Tata Cara Perencanaan Struktur Baja
Untuk Bangunan Gedung.
- J.I.S dan AISC
- SDP dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan
9) Perancangan
a) Penawaran baja dalam berat (kg), sudah termasuk
“wastage” akibat pemotongan dan lain-lain dan
diperhitungkan pada analisa harga satuan.
b) Standar
Penyedia Jasa Konstruksi bertanggung jawab untuk
menjamin perancang baja untuk pengerjaannya agar
sesuai dengan persyaratan-persyaratan ini sepenuhnya .
Penyedia Jasa Konstruksi supaya menyiapkan salinan
usulan standar yang akan dipakai, sebagai pedoman bagi
Konsultan Pengawas paling lambat 21 (dua puluh
satu)hari sebelum fabrikasi.
10) Perencanaan dan Pengawasan
a) Gambar Kerja
Sebelum pekerjaan di pabrik dimulai, Penyedia Jasa
Konstruksi harus menyiapkan gambar-gambar kerja
(Shop Drawing) yang menunjukkan detail-detail lengkap
dari semua komponen, panjang serta ukuran las, jumlah,
ukuran serta tempat baut-baut serta detail-detail lain yang
lazimnya diperlukan untuk fabrikasi.
b) Ukuran-Ukuran
Penyedia Jasa Konstruksi wajib meneliti kebenaran dan
bertanggung jawab terhadap semua ukuran yang
tercantum pada gambar kerja.
c) Pemeriksaan dan lain-lain
Seluruh pekerjaan di pabrik harus merupakan pekerjaan
yang berkualitas tinggi, seluruh pekerjaan harus dilakukan
ketepatan sedemikian rupa sehingga semua komponen
dapat dipasang dengan tepat di lapangan.
Direksi mempunyai hak untuk memeriksa pekerjaan di
pabrik pada saat yang dikehendaki, dan tidak ada
pekerjaan yang boleh dikirim ke lapangan sebelum
diperiksa dan disetujui Direksi/Pengawas. Setiap
pekerjaan yang kurang baik atau tidak sesuai dengan
gambar atau spesifikasi ini akan ditolak dan bila terjadi

82 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


demikian, harus diprbaiki dengan segera.

b. Spesifikasi Bahan
1) Bahan-bahan yang dipakai untuk pekerjaan-pekerjaan baja
harus sudah disetujui oleh Pengawas, tidak berkarat, bagian-
bagiannya tidak bengkok dan cacat. Potongan-potongan
(profil) mempunyai ukuran yang tepat sesuai dengan dimensi
yang tertera dalam gambar rencana baik bentuknya, tebal
ukuran berat.
2) Bahan baja yang digunakan/dipasang harus sesuai gambar
kerja.
3) Pengaku antar kuda-kuda, menggunakan :
a) Plat plendes 15 (lima belas) mm
b) Plat dudukan gording 8 (delapan) mm
c) Angkur sekualitas HILTI HAS-E (5.8) M20 + HIT-RE 500
d) Talang BJLS 30 rangka siku 50.50.5 m
4) Sambungan dilas penuh keliling dengan mutu las adalah
E70XXdan diameter sesuai gambar (minimum 3,2 mm).
5) Bawah plat plendes digrouting 50 mm, menggunakan cairan
Master Flow 810 sekualitas BASF.
6) Toleransi luas penampang bahan baja ditetapkan maksimum
5% dari luas untuk rangka batang atau maksimum 5% dari
momen inersia (I).
7) Pada konstruksi atap bangunan, sambungan gording
merupakan sambungan las penuh keliling.

c. Tata Cara Pelaksanaan Dan Sistem Pemasangan


1) Fabrikasi
a) Rangka struktur atap harus difabrikasi dan dirakit di
bengkel Penyedia Jasa Konstruksi atau di lokasi yang
disetujui Pengawas Lapangan/Konsultam Pengawas.
b) Sebelum memulai dengan pemotongan,
penyambungan, dan pemasangan Penyedia Jasa
Konstruksi harus memberitahukan secara tertulis
tentang tempat, sistem pengerjaan dan pemasangan
kepada Konsultan Pengawas untuk mendapat
persetujuannya.
c) Penyedia Jasa Konstruksi harus terlebih dahulu
menunjukkan kualitas pengelasan dan penghalusan

83 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


untuk dijadikan standar dalam pekerjaan tersebut.
d) Pekerjaan pengelasan konstruksi baja harus sesuai
dengan gambar rencana dan harus mengikuti prosedur
yang berlaku seperti AWS atau instansi resmi yang lain.
e) Pengelasan harus dilaksanakan oleh yang ahli las yang
ditetapkan dalam AWS D1.1 edisi terakhir. Catatan hasil
pengujian dan sertifikat ahli las harus diberikan kepada
Pengawas Lapangan/Konsultan Pengawas atas
permintaannya.
f) Kecuali ditunjuk sistem lain maka, dalam hal
menghubungkan profil-profil, plat-plat pengaku
digunakan las listrik dengan alat pembakar yang standar
dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
1. Batang las (bahan untuk las) harus dibuat dari bahan
yang campurannya sama dengan bahan yang akan
disambung.
2. Kekuatan sambungan dengan las (hasil pengelasan)
harus minimal sama kuat dengan batang yang
disambung.
3. Pemeriksaan kekuatan las harus dilakukan dengan
persetujuan pengawas bila dianggap perlu dan dapat
dilakukan di laboratorium.
4. Kedudukan konstruksi baja yang segera akan di las
harus menjamin situasi yang paling aman bagi
pengelas dan kualitas hasil pengelasan yang
dilakukan.
5. Pada pekerjaan las, maka sebelum mengadakan las
ulangan, baik bekas lapisan pertama, maupun
bidang-bidang benda kerja harus dibersihkan dari
keras (slag) dan kotoran lainnya.
6. Pada pekerjaan, dimana akan terjadi banyak lapisan
las, maka lapisan yang terdahulu harus dibersihkan
dari keras (slag) dan percikan-percikan logam
sebelum memulai dengan lapisan las yang baru.
7. Lapisan las yang berpori-pori, rusak atau retak harus
dibuang sama sekali.
8. Tempat pengelasan dan juga bidang konstruksi yang
di las, harus terlindung dari hujan/angin kencang.
9. Permukaan las terakhir harus digerinda sampai rata

84 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


dan halus.
g) Kesalahan pemotongan maupun lubang yang terlalu
besar tidak diperkenankan ditutup dengan las, karena itu
batang yang bersangkutan harus diganti dengan yang
baru.
h) Sambungan
Untuk sambungan komponen konstruksi baja yang tidak
dapat dihindarkan berlaku ketentuan sebagai berikut :
1. Hanya diperkenankan satu sambungan
2. Semua penyambung profil baja harus dilaksanakan
dengan las tumpul/full penetration butt weld
i) Pemasangan percobaan/Trial Erection
Bila dipandang perlu oleh Direksi/Konsultan Pengawas,
Penyedia Jasa Konstruksi wajib melaksanakan
pemasangan percobaan dari sebagian atau seluruh
pekerjaan konstruksi. Komponen yang tidak cocok atau
yang tidak sesuai dengan gambar dan spesifikasi dapat
ditolak oleh Konsultan Pengawas dan pemasangan
percobaan tidak boleh dibongkar tanpa persetujuan
Direksi/Konsultan Pengawas.
2) Pemasangan/Erection
Baja dipasangkan, kecuali ditentukan lain oleh Konsultan
Pengawas 2 hari setelah pengecoran .
a) Penguat Sementara
- Baja harus dipasang mati setelah sebagian besar
struktur baja terpasang dan disejui ketepatan garis,
vertikal dan horizontal
- Penyedia Jasa Konstruksi supaya menyediakan
penunjang-penunjang sementara (pembautan-
pembautan) bilamana diperlukan sampai
pemasangan mati sesuai keputusan
Direksi/Konsultan Pengawas.
b) Adukan Pengisi (Grouting)
Penyedia Jasa Konstruksi supaya memasang adukan
pengisi di bawah plat-plat kolom dll tepat sesuai dengan
gambar-gambar. Mutu (kuat tekan) grouting minimum
adalah dua kali kuat tekan beton struktur.
3) Pengecatan
a) Semua bahan Konstruksi baja harus di cat.

85 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


b) Cat dasar adalah cat zink chromate Untuk lubang baut
kekuatan tinggi / high strength bold permukaan baja tidak
boleh di cat.
c) Setelah selesai dicat zink chromate sekualitas Meiji,
dilanjutkanpengecatancat besi sekualitas EMCO.
d) Pengecatan dilakukan 2 (dua) kali di lapangan, kecuali
bila dinyatakan lain dalam gambar atau spesifikasi
arsitektur.
4) Syarat-syarat Pengamanan Pekerjaan
a) Bahan-bahan baja profil dihindarkan/dilindungi dari
hujan dan lain-lain.
b) Baja profil harus diuji laboratorium untuk mengetahui
kuat leleh dan kuat tarik.
c) Baja yang sudah terpasang dilindungi darikemungkinan
cacat /rusak yang diakibatkan oleh pekerjaan-pekerjaan
lain.
d) Bila terjadi kerusakan, Penyedia Jasa Konstruksi
diwajibkan untuk memperbaikinya dengan tidak
mengurangi mutu pekerjaan. Seluruh biaya perbaikan
menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa Konstruksi.
e) Penempatan pipa dan batang baja di work shop maupun
di lapangan tidak boleh langsung di atas tanah atau
lantai, tetapi harus di atas balok-balok kayu yang
berjarak maksimum 2 (dua) m.
f) Tanah atau lantai tersebut harus datar, padat merata
dan bebas dari genangan air.
5) Pemasangan Akhir/Final Erection
a) Alat-alat untuk pemasangan harus sesuai untuk
pekerjaannya dan harus dalam keadaan baik. Bila
dijumpai bagian-bagian konstruksi yang tidak dapat
dipasang atau ditempatkan sebagaimana mestinya
sebagai akibat dari kesalahan pabrikasi atau perubahan
bentuk yang disebabkan penanganan, maka keadaan
itu harus segera dilaporkan kepada Konsultan
Pengawas disertai usulan cara perbaikannya.
b) Cara perbaikan tersebut harus mendapat persetujuan
dari Konsultan Pengawas sebelum dimulainya pekerjaan
perbaikan tersebut adalah menjadi tanggungan
Penyedia Jasa Konstruksi .

86 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


c) Meluruskan pipa BS, plat, dan besi siku atau bentuk
lainnya harus dilaksanakan dengan persetujuan user,
Konsultan Pengawas, dan Penyedia Jasa Konstruksi.
d) Setiap komponen diberi kode/marking sesuai dengan
gambar pemasangan, sedemikian rupa sehingga
memudahkan pemasangan.
e) Bagian profil baja harus diangkat dengan baik dan
ikatan-ikatan sementara harus digunakan untuk
mencegah tegangan-tegangan yang melewati tegangan
ijin. Ikatan-ikatan itu dibiarkan sampai konstruksi selesai.
f) Sambungan-sambungan sementara dari baut harus
diberikan kepada bagian konstruksi untuk menahan
beban mati, angin, dan tegangan-tegangan selama
pembangunan.
g) Baut-baut, baut angkur, baut hitam, baut kekuatan tinggi
dan lain-lain harus disediakan dan harus dipasang
sebagaimana mestinya sesuai dengan gambar detail.
Baut kekuatan tinggi harus dikencangkan dengan kunci
momen (torque wrench).
h) Plat dasar kolom untuk kolom penunjang dan plat
perletakan untuk balok, balok penunjang dan sejenis
harus dipasang dengan luas perletakan penuh setelah
bagian pendukung di tempatkan secara baik dan tegak.
i) Daerah di bawah plat harus diberi adukan lembab/kering
yang tidak susut dan disetujui Konsultan Pengawas.
j) Penyimpangan kolom dari sumbu vertikal tidak boleh
lebih dari 1/1500 dari tinggi vertikal kolom.

22.2. Pekerjaan Penutup Atap


a. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan atap keramik adalah pekerjaan pemasangan atap
yang berbahan dasar keramik.
Pekerjaan pemasangan atap keramik meliputi pemasangan
penutup atap

b. Persyaratan Pelaksanaan
1) Sebelum memulai pekerjaan pemborong harus menyerahkan
contoh material kepada Konsultan Pengawas untuk
mendapatkan persetujuan.

87 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


2) Semua bahan yang akan dipergunakan dalam pekerjaan ini
harus tiba di lapangan dalam keadaan utuh, tanpa cacat,
noda-noda yang dapat merusak bahan maupun
penampilannya dan harus disetujui Konsultan Pengawas.
3) Pemasangan penutup atap harus hati-hati dan rata.
4) Persyaratan Pelaksanaan
a) Pemasangan atap dilakukan setelah konstruksi baja
selesai.
b) Sebelum pemasangan, harus diperiksa dulu
pemasangan baja, yang harus sesuai dengan gambar
rencana, berjarak teratur, dan rapi (elevasi sesuai).
c) Semua detail dan konektor harus dipasang sesuai
dengan gambar kerja.
d) Pihak kontraktor harus menyiapkan semua bentuk
material atap sesuai dengan desain sistem rangka atap
dan sesuai dengan gambar perencana.
e) Pihak kontraktor harus menyiapkan semua bentuk
material atap sesuai dengan desain sistem rangka atap
dan sesuai dengan gambar perencana.

23. PEKERJAAN 23.1. Lingkup Pekerjaan


ELEKTRIKAL Lingkup pekerjaan meliputi:
a. Pekerjaan Distribusi Rendah
Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, peralatan dan
bahan serta pemasangan berikut penyerahan sistem elektrikal
dalam keadaan baik dan siap untuk dipergunakan. Pekerjaan ini
mencakup seluruh pekerjaan sistem elektrikal dan tidak terbatas
pada hal-hal berikut:
1) Panel-panel pada tempat-tempat seperti ditunjukkan dalam
Gambar Kerja.
2) Jaringan kabel feeder dari sumber daya yang ada ke panel-
panel seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja.

Standar/Rujukan:
1) Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL – 2006).
2) Peraturan Umum Instalasi Penangkal Petir (PUIPP – 1983).
3) International Electrotechnical Commision (IEC).
4) Verband Deutscher Electrotechniker (VDE).

88 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


5) Japanese Industrial Standar (JIS).
6) Standar Nasional Indonesia (SNI).
7) British Standars (BS).
8) Spesifikasi Teknis 02315 – Galian, Urukan Kembali dan
Pemadatan.

Prosedur Umum:
1) Contoh Bahan, Data Teknis dan Daftar Bahan
 Sebelum diadakan ke lapangan, contoh dan/atau
brosur/data teknis bahan/peralatan untuk pekerjaan
sistem elektrikal tersebut harus diajukan dahulu kepada
Konsultan MK untuk disetujui.
 Penyedia Jasa Konstruksi harus membuat daftar
bahan/peralatan yang akan digunakan dan
menyerahkannya kepada Konsultan Pengawas untuk
disetujui.
2) Gambar Detail Pelaksanaan
 Sebelum pelaksanaan pekerjaan sistem elektrikal dimulai,
Penyedia Jasa Konstruksi harus membuat dahulu
Gambar Detail Pelaksanaan (Shop Drawing) dan diajukan
kepada Konsultan Pengawas (Manajemen Konstruksi)
untuk mendapatkan persetujuan.
 Dalam membuat Gambar Detail Pelaksanaan dan dalam
pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa Konstruksi harus
bekerja sama dengan Penyedia Jasa Konstruksi lain yang
mungkin bekerja pada lokasi yang sama agar seluruh
pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan
waktu yang ditetapkan.
 Penyedia Jasa Konstruksi harus membuat Gambar Kerja
yang diperlukan untuk mendapatkan ijin dari PLN
setempat.
 Gambar Kerja Elektrikal hanya menunjukkan secara garis
besar letak dari peralatan, instalasi, jalur kabel, titik
penomoran pada sambungan-sambungan.
Pemasanganharus dilaksanakan dengan memperhatikan
kondisi setempat lapangan.
3) Pengiriman dan Penyimpanan
 Semua bahan dan peralatan yang didatangkan dan akan
dipasang harus dalam keadaan baru, tidak rusak, bukan

89 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


barang bekas dan tidak bercacat dan harus dilengkapi
dengan data teknis yang jelas yang menyebutkan bahwa
bahan-bahan tersebut sesuai dengan yang telah disetujui.
 Semua bahan dan peralatan harus disimpan dalam
kemasannya pada tempat yang aman dan terlindung dari
kerusakan.
4) Ketidaksesuaian
 Bila bahan-bahan yang didatangkan ternyata
menyimpang atau tidak sesuai dengan yang telah
disetujui, maka Kontraktor wajib menggantinya dengan
bahan yang sesuai dan yang disetujui Pengawas
Lapangan.
 Biaya yang ditimbulkan karena hal di atas menjadi
tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya dan tanpa
tambahan waktu.
5) Persyaratan Lainnya
 Pekerjaan sistem elektrikal harus dilaksanakan oleh
Kontraktor yang terdaftar di PLN dan memliki surat ijin
dari PLN yang masih berlaku, minimal pas PLN kelas C,
dan sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan
dilaksanakan.
 Kontraktor diwajibkan untuk mendidik petugas-petugas
dari Pemilik Proyek sehingga memahami seluruh sistem
elektrikal ini dan dapat menjalankannya dengan baik.
 Dalam hal ada perbedaan antara satu pernyataan dengan
pernyataan lain atau antara Gambar Kerja dan Spesifikasi
Teknis ini, maka Kontraktor harus menginformasikan
masalah tersebut kepada Pengawas Lapangan untuk
pemecahannya.

b. Pekerjaan Penerangan
Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, peralatan dan
bahan serta pemasangan berikut penyerahan seluruh system
penerangan dalam keadaan baik dan siap untuk dipergunakan
pada tempat-tempat seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja.

Standar/Rujukan:
1) Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL – 2000).
2) International Electrotechnical Commision (IEC)

90 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


3) Standar Nasional Indonesia (SNI)
4) Spesifikasi Teknis :
 09910 – Cat
 16400 – Distribusi Tegangan Rendah

Prosedur Umum:
1) Contoh Bahan, Data Teknis dan Daftar Bahan
 Sebelum diadakan ke lapangan, contoh dan/atau
brosur/data teknis bahan/peralatan untuk pekerjaan ini
harus diajukan dahulu kepada Pengawas
Lapangan/Manajemen Konstruksi untuk disetujui.
 Kontraktor harus membuat daftar bahan/peralatan yang
akan digunakan dan menyerahkannya kepada Pengawas
Lapangan/Manajemen Konstruksi untuk disetujui.
2) Gambar Detail Pelaksanaan
 Kontraktor harus membuat dan menyerahkan Gambar
Detail Pelaksanaan kepada Pengawas
Lapangan/Manajemen Konstruksi untuk disetujui.
Gambar Detail Pelaksanaan harus diserahkan sebelum
pengadaan bahan sehingga diperoleh cukup waktu untuk
memeriksa dan tidak ada tambahan waktu bagi
Kontraktor bila mengabaikan hal ini.
Gambar Detail Pelaksanaan harus lengkap dan berisi tata
letak dan detail-detail yang diperlukan.
 Bila ada perbedaan antara Gambar Kerja yang satu
dengan Gambar Kerja yang lain atau antara Gambar
Kerja dengan Spesifikasi Teknis, Kontraktor harus
menyampaikannya kepada Pengawas Lapangan untuk
dicarikan jalan keluarnya.
 Gambar Kerja Elektrikal hanya menunjukkan tata letak
bahan dan peralatan, jalur kabel dan sambungan-
sambungan.
Gambar Kerja ini harus diikuti dengan se-seksama
mungkin.
Dalam mempersiapkan Gambar Detail Pelaksanaan,
dimensi dan ruang gerak yang digambarkan dalam
Gambar Kerja Arsitektur, Struktur dan Gambar Kerja
lainnya yang berkaitan, harus diperiksa.
 Kontraktor harus dengan teliti memeriksa kebutuhan

91 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


ruangan dengan Kontraktor lain yang mungkin bekerja
pada lokasi yang sama untuk memastikan bahwa semua
bahan dapat dipasang pada tempat yang telah
ditentukan.
3) Pengiriman dan Penyimpanan
 Semua bahan dan peralatan yang didatangkan dan harus
dalam keadaan baik, baru, bebas dari segala cacat, dan
dilengkapi dengan label, data teknis dan data lain yang
diperlukan.
 Semua bahan dan peralatan harus disimpan dalam
kemasannya pada tempat yang aman dan terlindung dari
kerusakan.
4) Ketidaksesuaian
 Pengawas Lapangan/Manajemen Konstruksi berhak
menolak setiap bahan yang didatangkan atau dipasang
yang tidak memenuhi ketentuan Gambar Kerja dan/atau
Spesifikasi Teknis.
Kontraktor harus segera memperbaiki dan/atau
mengganti setiap pekerjaan yang dinilai tidak sesuai,
tanpa tambahan biaya dari Pemilik Proyek.
 Bila bahan-bahan yang didatangkan ternyata
menyimpang atau berbeda dari yang ditentukan,
Kontraktor harus membuat pernyataan tertulis yang
menjelaskan usulan penggantian berikut alasan
penggantian, dengan maksud bila diterima, akan segera
diadakan penyesuaian. Bila Kontraktor mengabaikan hal
diatas, Kontraktor bertanggung jawab melaksanakan
pekerjaan sesuai dengan Gambar Kerja.

c. Pekerjaan Sistem Komunikasi


Pekerjaan ini meliputi penyediaan dan pemasangan semua
peralatan serta bekerjanya semua system komunikasi di seluruh
bangunan pada tempat-tempat seperti ditunjukkan dalam
Gambar Kerja atau Spesifikasi Teknis ini.
Tercakup dalam lingkup pekerjaan system telekomunkasi ini
meliputi tetapi tidak terbatas pada :
 PABX. (Interkoneksi Peralatan Existing)
 Kotak distribusi utama dan kotak terminal
 Kabel telepon, kabel data dan konduit

92 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


 Out Let telepon dan data
 Pesawat telepon
 Pengujian seluruh sistem komunikasi

Standar/Rujukan:
1) Standar PT Telkom
2) Standar Industri Indonesia (SII)/Standar Nasional Indonesia
(SNI).
3) Verband Deutscheur Electrochniker (VDE)
4) Spesifikasi Teknis :
 02315 – Galian, Ukuran Kembali dan Pemadatan.
 09910 – Cat
 16400 – Distribusi Tegangan Rendah

Prosedur Umum :
1) Contoh Bahan, Data Teknis dan Daftar Bahan
 Contoh bahan berikut brosur/data teknis semua bahan
sistem telekomunikasi dan perlengkapannya harus
diserahkan kepada Konsultan MK untuk diperiksa dan
disetujui.
 Kontraktor wajib menyerahkan daftar bahan yang akan
digunakan, seperti disebutkan dalam Spesifikasi Teknis
ini, kepada Konsultan MK untuk diperiksa dan disetujui.
Daftar bahan meliputi tipe, model, nama pabrik pembuat,
jumlah, ukuran dan data lain yang diperlukan
2) Gambar Detail Pelaksanaan
 Kontraktor harus membuat dan menyerahkan Gambar
Detail Pelaksanaan Sistem Elektrikal kepada Pengawas
Lapangan/Manajemen Konstruksi untuk disetujui.
Gambar Detail Pelaksanaan harus disediakan sebelum
pengadaan bahan sehingga diperoleh cukup waktu untuk
memeriksa dan tidak ada tambahan waktu bagi
Kontraktor bila mengabaikan ini.
Gambar Detail Pelaksanaan harus lengkap dan berisis
detail-detail yang diperlukan.
 Bila ada perbedaan antara Gambar Kerja yang satu
dengan Gambar Kerja yang lain atau antara Gambar
Kerja dengan Spesifikasi Teknis, Kontraktor harus
menyampaikannya kepada Pengawas Lapangan untuk

93 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


dicarikan jalan keluarnya.
 Gambar Kerja Elektrikal hanya menunjukkan tata letak
bahan dan peralatan, jalur kabel dan sambungan-
sambungan.
Gambar Kerja ini harus diikuti dengan se-seksama
mungkin. Dalam mempersiapkan Gambar Detail
Pelaksanaan, dimensi dan ruang gerak yang
digambarkan dalam Gambar Kerja Arsitektur, Struktur
dan Gambar Kerja lainnya yang berkaitan, harus
diperiksa.
 Kontraktor harus dengan teliti memeriksa kebutuhan
ruangan dengan Kontraktor lain yang mungkin bekerja
pada lokasi yang sama untuk memastikan bahwa semua
peralatan dapat dipasang pada tempat yang telah
ditentukan.
3) Pengiriman dan Penyimpanan
 Semua bahan dan peralatan yang didatangkan dan harus
dalam keadaan baik, baru, bebas dari segala cacat, dan
dilengkapi dengan label, data teknis dan data lain yang
diperlukan.
 Semua bahan dan peralatan harus disimpan dalam
kemasannya pada tempat yang aman dan terlindung dari
kerusakan.
4) Ketidaksesuaian
 Pengawas Lapangan/Manajemen Konstruksi berhak
menolak setiap bahan yang didatangkan atau dipasang
yang tidak memenuhi ketentuan Gambar Kerja dan/atau
Spesifikasi Teknis.
Kontraktor harus segera memperbaiki dan/atau
mengganti setiap pekerjaan yang dinilai tidak sesuai,
tanpa tambahan biaya dari Pemilik Proyek.
 Bila bahan-bahan yang didatangkan ternyata
menyimpang atau berbeda dari yang ditentukan,
Kontraktor harus membuat pernyataan tertulis yang
menjelaskan usulan penggantian berikut alasan
penggantian, dengan maksud bila diterima, akan segera
diadakan penyesuaian. Bila Kontraktor mengabaikan hal
diatas, Kontraktor bertanggung jawab melaksanakan
pekerjaan sesuai dengan Gambar Kerja.

94 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


d. Pekerjaan Tata Udara
1) Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Unit AC split jenis
Variable Refrigerant Volume (VRV) inverter R410a dengan
sistem indoor Duct, Cassette, Type, beserta seluruh
peralatan bantunya (separation tube, system control) secara
lengkap, sehingga sistem berjalan dengan baik.
2) Pekerjaan Pemipaan Refrijeran dari Indoor Unit ke
Condensing Unit/Outdoor Unit menggunakan pipa jenis
ASTMB 280 untuk Refrigerant R410a (ramah lingkungan).
3) Pekerjaan pemipaan Kondensat dari Indoor Unit sampai ke
saluran drainase yang disediakan oleh Plumbing.
4) Pekerjaan Exhaust Fan beserta peralatan bantunya secara
lengkap.
5) Instalasi Daya,

e. Pekerjaan Tata Suara


Pekerjaan ini meliputi pemasangan, pengadaan bahan-bahan,
dan alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan
pekerjaantata suara.

23.2. Spesifikasi Bahan


Spesifikasi bahan dalam pekerjaan ini meliputi:
a. Pekerjaan Distribusi Rendah
1) Panel
 Panel harus dari tipe pemasangan sesuai petunjuk
Gambar Kerja, terdiri dari unit tertutup yang dilengkapi
dengan pintu depan dan bagian belakang panel yang
dapat dibuka.
 Kecuali ditentukan lain, badan dan pintu panel harus
dibuat dari baja pelat tebal minimal 2mm, bak untuk panel
daya maupun panel penerangan dan lainnya dengan
dimensi sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja.
Panel harus dibuat pada rangka yang kuat dengan
pengaku dan penumpu yang dibutuhkan.
 Setiap panel harus menggunakan cat bakar dalam warna
sesuai Skema Warna yang akan diterbitkan terpisah.
 Pintu panel dipasang ke badan panel menggunakan
engsel sebanyak 2 buah, dan pintu panel harus

95 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


dilengkapi dengan kunci tipe lock handle, yang semuanya
harus berasal dari kualitas terbaik.
 Sekeliling bidang bukaan/pintu panel harus dilengkapi
dengan gasket untuk mencegah masuknya debu dan air.
 Tipe dan besaran komponen panel yang akan dipasang
harus sesuai dengan ketentuan dalam Gambar Kerja atau
disesuaikan dengan tipe peralatan yang digunakan.
 Komponen-komponen pengaman yang dipakai harus dari
tipe mini circuit breaker, moulded case circuit breaker dan
air circuit breaker, kecuali bila ditentukan lain dalam
Gambar Kerja.
 Setiap pintu panel harus dilengkapi dengan lampu
indicator pentunjuk fasa serta lampu pijar yang
ditempatkan di dalam panel yang semuanya harus
berasal dari kualitas terbaik. Kabel untuk lampu-lampu
tersebut harus dari jenis yang tahan terhadap hubung
singkat.

2) Kabel
 Kabel-kabel feeder untuk penanaman langsung pada
600V/1kV atau lebih rendah, harus dari Jenis NYFGbY
(SNI 04-2700-1992), dengan ukuran yang sesuai
ketentuan Gambar Kerja.
 Kecuali ditentukan lain dalam Gambar Kerja, kabel daya
dan penerangan yang dipasang di dalam conduit untuk
tegangan kerja 600V/1kV atau lebih rendah, harus dari
tipe NYY (SNI 04-2701-1992) atau NYM (SNI 04-2699-
1992).
 Kecuali ditentukan lain, standar warna kabel yang
digunakan adalah sebagai berikut :
Netral : Biru
Ground : Hijau – Kuning
Fasa : Merah, Hitam, Kuning
 Alat penyambung kabel/mof harus dari merek atau 3M
yang dikenal atau dari jenis yang sesuai dengan tipe
kabel yang akan disambung.

3) Konduit
 Konduit untuk kabel-kabel yang menuju stop kontak,

96 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


sklar, titik lampu dan peralatan harus terbuat dari pipa
high impact uPVC tipe high impact yang memenuhi
standar BS 6099, dengan diameter sesuai petunjuk
Gambar Kerja.
 Kabel yang ditanam dalam tanah, dibawah atau
melintang jalan dan perkerasan harus ditempatkan dalam
konduit yang terbuat dari pipa baja lapis galvanis kelas
medium standar SNI 07-0039-1987 atau pipa PVC kelas
2
8kg/cm yang memenuhi standar SNI 06-0084-1987,
dengan diameter sesuai Gambar Kerja.
 Konduit fleksibel harus terbuat dari pipa lentur uPVC yang
memenuhi standar BS 4607, digunakan pada tempat-
tempat tertentu sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja.
Konduit fleksibel ini harus tahan cuaca, panas, tidak
mudah pecah, serta kedap air dan debu.
4) Rak Kabel
 Rak kabel harus terbuat dari baja lembaran berlubang
lapis seng/galvanis, dengan tipe lengkap tutup, bentuk
dan dimensi sesuai Gambar Kerja.
5) Soket dan Saklar
 Stop kontak, baik tipe tunggal maupun ganda, dengan
kontak pembumian disisi-sisinya, harus dari tipe
pemasangan terbenam (lengkap dengan kotak) dan
harus memenuhi standar CEE7.
Kapasitas minimal stop kontak adalah 250V 16A, tipe
tunggal dan ganda.
Stop kontak yang dipasang pada ketinggian sesuai
petunjuk dalam Gambar Kerja.
 Saklar, baik tipe tunggal, rangkap maupun hotel, harus
dari tipe pemasangan terbenam (lengkap dengan kotak),
dengan kapasitas minimal 10A dam harus memenuhi
standar BS3676.
Saklar dipasang 120 cm di atas permukaan lantai,
kecuali ditentukan lain dalam Gambar Kerja.
 Stop kontak dan tusuk kontak untuk peralatan harus
sesuai dengan rekomendasi dari pabrik pembuat
peralatan.Stop kontak dipasang 30cm untuk diluar ruang
kerja dan 90 cm untuk didalam ruang kerja diatas
permukaan lantai,kecuali ditentukan lain dalam gambar.

97 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


 Kecuali ditentukan lain, semua stop kontak, sklar dan
sklar grid harus berwarna putih / Ivori.

b. Pekerjaan Penerangan
1) Umum
Semua bahan penerangan harus berasal dari produk
pabrikan yang dikenal luas serta dalam keadaan baru, bebas
dari segala cacat dan disetujui Pengawas
Lapangan/Manajemen Konstruksi.
2) Penerangan
a) Lampu
Untuk memastikan kemampuan distribusi cahaya, semua
supplier produk harus menyertakan perhitungan
pencahayaan dengan sampling area untuk menunjukkan
kontur isoline dari penyebaran distribusi cahaya, kurva
fotometrik termasuk Light Output Ratio – LOR, DLOR,
ULOR & TLOR.
Untuk produk indoor, kesilauan diindikasikan dengan
UGR - Unified Glare Rating (mengacu kepada standar
dan rumus CIE) harus disertakan untuk setiap armature
indoor untuk menunjukkan pengukuran terhadap
gangguan yang diakibatkan oleh kesilaun dengan skala
penilaian dari 10(unnoticeable) to 30 (unbearable).
Semua armature lampu harus dibuat oleh satu pabrikan
dengan kualitas yang sesuai dengan Standar IEC.
b) Lampu TL‟D
Lampu TL‟D standar warna putih (white/84) memiliki
indeks colour rendering (C.R.I>80) yang dilengkapi
dengan komponen seperti ballast, kapasitor yang
menghasilkan factor daya 0,85 dan starter, semuanya
buatan Philips atau setara.
c) Lampu TL‟E
Lampu TL‟E standar warna putih (white.84) buatan
Philips, Osram atau setara yang dilengkapi dengan balas
dan kapasitor yang menghasilkan factor daya 0,85,
digunakan untuk armature Tipe Baret, dengan bentuk
armature dan kapasitas lampu sesuai ketentuan dalam
Gambar Kerja.
d) Lampu Compact Integrated Fluorecent

98 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


Lampu Compact Integrated Fluorecent tipe PLC warna
kuning (warm white/827) atau warna putih (cool
daylight/865) buatan Philips, atau setara dengan
kapasitas lampu sesuai ketentuan.
3) Armature
a) Armature Lampu Recessed Mounted
 Armatur lampu harus terbuat dari baja pelat tebal
0,7mm dengan penyelesaian cat bakar, dengan
kapasitas lampu sesuai ketentuan dalam Gambar
Kerja.
 Housing end plates, socket bridges, reflector,
saluran kabel and penutup ballast: terbuat dari baja
cold rolled (tebal minimum 0.7 mm yang tebal
minimum) kecuali jika ditetapkan cara lainnya.
 Pegangan lampu: putih berat/lebat dengan batas
pengunci dan disepuh perak untuk umur dan
operasi lampu yang sesuai; pegangan lampu
outdoor, neoprene gasketed dan jenis tekan; stop
kontak dengan voltase sirkuit terbuka, safety type
dan didesain untuk membuka sirkuit pada
penggantian lampu.
 Cover depan harus berbentuk cermin double
parabolic (C6 or M6) dengan teknologi Omni
Directional Luminance Control untuk mengurangi
kesilauan dan harus menyertakan data UGR (lihat
bagian Kemampuan Armature Pencahayaan),
diffuser prismatic satau seperti yang ditunjukkan
pada gambar.
 Armature dibuat sedemikian rupa hingga ballast
dapat diperbaiki atau diganti tanpa melepas housing
armature tersebut.
b) Armature Lampu Balk TL‟D
 Armatur lampu harus terbuat dari baja pelat dengan
penyelesaian cat bubuk warna putih, dengan
kapasitas lampu sesuai ketentuan dalam Gambar
Kerja.
 Housing, sesuai dengan klasifikasi proteksi (IP 20)
dan mengacu kepada standar Internasional IEC 598
 Pegangan lampu: Terbuat dari plastik tahan panas

99 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design


hingga suhu 105OC, berwarna biru transparent.
 Armature dapat dilengkapi dengan aksesoris berupa
reflektor GMS 012 R berwarna putih dan cover
acrylic PMMA berwarna putih susu.
 Instalasi armature pada ceiling harus mudah
dilakukan
c) Armature Lampu Downlight
 Rangka armatur lampu menggunakan lampu PL-C
buatan Philips atau yang setara dan harus terbuat
dari alumunium die cast dan Housing gear terbuat
dari stainless steel.
 Permukaan reflektor: Satin finishes dan dilapisi
dengan baked-on lacquer bening untuk memelihara
permukaan, di mana aluminum dengan suatu proses
anodic, pernis lacquer bersih yang melapisi mungkin
dapat dihilangkan.
 Memiliki klip metal yang mudah dibuka untuk
instalasi pada ceiling board.
4) Spesifikasi untuk lampu diantaranya:
a) Lampu pada lantai 1, menggunakan :
1. Lampu Balk Prermium TLD 36 Watt/ 830;
menggunakan Lampu sekualitas: Philips, dan
Armatur sekualitas: SAKA
2. Lampu DL-SK-EH-125 G-PLC – 11 Watt/ 830/ 840;
menggunakan Lampu sekualitas: Philips, dan
Armatur sekualitas: SAKA
3. Lampu DL-SK-EH-160 G-PLC 13 Watt/ 830/840;
menggunakan Lampu sekualitas: Philips, dan
Armatur sekualitas: SAKA
4. Lampu DL-SK-601-PLC-18 Watt/ 830/840;
menggunakan Lampu sekualitas: Philips, dan
Armatur sekualitas: SAKA
5. Lampu DLH-SK-7600-2XPLC-18 Watt/ 830;
menggunakan Lampu sekualitas: Philips, dan
Armatur sekualitas: SAKA
6. Lampu Surface DL-SK-3400-Ess 18 Watt/ Warm
White; menggunakan Lampu sekualitas: Philips, dan
Armatur sekualitas: SAKA
7. Lampu RMI-Premium-tld 2x18 Watt/ 830;

100 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
menggunakan Lampu sekualitas: Philips, dan
Armatur sekualitas: SAKA

b) Lampu pada lantai 2, menggunakan :


1. Lampu Balk Premium TLD 36 Watt/ 830;
menggunakan Lampu sekualitas: Philips, dan
Armatur sekualitas: SAKA
2. Lampu DL-SK-EH-125 G-PLC 11 Watt/ 830/840;
menggunakan Lampu sekualitas: Philips, dan
Armatur sekualitas: SAKA
3. Lampu DL-SK-EH-160 G-PLC 13 Watt/ 830/840;
menggunakan Lampu sekualitas: Philips, dan
Armatur sekualitas: SAKA
4. Lampu DL-SK-601-PLC-18 Watt/ 830/840;
menggunakan Lampu sekualitas: Philips, dan
Armatur sekualitas: SAKA
5. Lampu DLH-SK-7600-2XPLC-18 Watt/ 830;
menggunakan Lampu sekualitas: Philips, dan
Armatur sekualitas: SAKA
6. Lampu DLMH-072-B-AK-CDM-T 70 Watt/ 930;
menggunakan Lampu sekualitas: Philips, dan
Armatur sekualitas: SAKA
5) Bahan Elektrikal
Bahan-bahan elektrikal seperti kabel daya, conduit, saklar,
soket dan lainnya harus memenuhi ketentuan Spesifikasi
Teknis 16400.
6) Penumpu/Penopang
Semua penumpu/penopang yang dibutuhkan peralatan
dalam Spesifikasi Teknis ini harus disediakan.
Penumpu/penopang dapat terdiri dari rangka baja, pelat, rak
dan bentuk lain dengan ukuran yang memadai, dan harus
dipasang dengan baut, sekrup atau las. Semua
penumpang/penopang baja dan/atau metal harus memenuhi
ketentuan Gambar Kerja.

c. Pekerjaan Sistem Komunikasi


1) Umum
Semua bahan yang didatangkan dan akan dipasang harus
baru, bebas dari segala cacat/kerusakan, kualitas terbaik

101 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
dari produk yang dikenal dan sesuai untuk daerah tropis.
2) PABX. (Tidak Masuk Pekerjaan/Interkoneksi PABXExisting)
Unit PABX harus memiliki kapasitas sambungan langsung
dan sambungan perluasan sesuai petunjuk dalam Gambar
Kerja. Tampilan minimal yang dibutuhkan adalah :
 Alternate routing
 Call Back
 All call
 Call forwarding (busy line, no answer, override)
 Call hold
 Call Pick-up (group)
 Call Transfer
 Call waiting
 Direct ini termination/special dial
 Direct outward dialing
 Music on hold
 Outward dial block
 Every hand set record (bill monitoring)
3) Sistem Baterai. (Tidak Masuk Skop Pekerjaan)
Sistem baterai harus terdiri dari :
a) Baterai yang memiliki karakteristik sebagai berikut :
 Tegangan : 48V DC
 Tipe : Ni CD
 Daya Tahan : 8 jam (sekitar 600AH)
 Rak Baterai : Metal dilapis/dicat anti karat
b) Pengisi baterai otomatis yang mampu mengisi baterai
dari keadaan kosong menjadi penuh dalam waktu 60jam.
Peralatan ini harus dilengkapi dengan proteksi arus
berlebih.
c) Rectifier yang mempu mengkonversi 220V AC ke 48V DC
dengan kapasitas minimal 100A.
d) Unit proteksi gejolak arus dengan karakteristik sebagai
berikut :
 Peak pulse current : 60KA
 Maximum line rated voltage : 275VAC
 Maximum DC Voltage : 369V
 Inductor : air core, nonsatturrable
 Arrestor
- Strike Voltage : 90V

102 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
- Arc Voltage : Kurang dari 20V
- Peak Current : 20KA
e) Stabilizer yang memiliki karakteristik sebagai berikut :
 Kapasitas : 5000W
 Tegangan : 220V
 Frekuensi : 50Hz
 Variasi tegangan : ±15%
 Arrestor
4) Pesawat Telepon
Pesawat telepon harus dari tipe desk top multifungsi dengan
tombol tekan dan sesuai dengan tipe PABX yang dipilih,
seperti buatan Panasonic, Philips,Alcatel.
Setiap unit harus dilengkapi dengan kabel sepanjang
10meter.
5) Stop Kontak./ Out Let
Stop kontak / Out Let telepon harus dari tipe rata permukaan
(flush mounted) dengan warna netral Ivori atau sesuai
arahan dari Arsitek dan lengkap dengan symbol telepon.
6) Kabel
a) Kabel Telepon
 Kabel yang keluar dari kotak telepon sampai ke
pesawat harus dari jenis kabel berisolasi PVC dengan
pita pelindung statis, seperti tipe R-V (Pe) V, yang
memenuhi ketentuan SNI 04-2077-1990, produksi
Kabelindo, Supreme, Kabelmetal, Tranka ( 4 besar )
dengan ukuran kabel sesuai ketentuan Gambar Kerja.
 Kabel tanah harus dari tipe isolasi PE dan berlapis
aluminium berisi jeli seperti T-EJ (Pem) E, harus
memenuhi ketentuan STEL-K-007 dan SNI 042069-
1990, produksi Kabelindo,Supreme, Kabelmetal,
Tranka , dengan ukuran kabel sesuai petunjuk dalam
Gambar Kerja.
b) Kabel Data
Kabel data pada system jaringan komputer harus dari tipe
UTP cable 4 pairs category 5 buatan Yuri,Belden, Clipsal
Datacomms atau yang setara, dan harus memiliki
karakteristik minimal sebagai berikut :
 Diameter 0,6mm
 Berisi 4 pasang UTP untuk setiap data.

103 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
 Atenuasi maksimal (dB yang hilang per 100m :
1MHz : 1.8dB
4MHz : 3.2dB
10MHz : 5dB
16MHz : 6.2dB
20MHz : 7dB
31.25MHz : 8.8dB
62.5MHz : 12.5dB
100MHz : 16dB
 Near end crosstalk loss minimal (dB yang hilang per
100m) :
1MHz : 65dB
4MHz : 55dB
10MHz : 50dB
16MHz : 47dB
20MHz : 45dB
31.25MHz : 42dB
62.5MHz : 38dB
100MHz : 35dB
7) Kotak Distribusi Utama (Main Distribution Frame – MDF).
Kotak distribusi utama harus dari tipe pemasangan di luar
dengan kapasitas sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja, dan
harus memiliki karakteristik minimal sebagai berikut:
 Rumah dibuat dari reinforced polyester
 Dilengkapi dengan pintu yang dapat dilepas untuk
terminasi kabel
 Dilengkapi dengan ventilasi pada bagian atas dan bawah
untuk sirkulasi udara dan mencegah kelembaban.
8) Kotak Terminal
Kotak terminal dengan tipe dan kapasitas sesuai petunjuk
dalam Gambar Kerja, harus memiliki karakteristik minimal
sebagai berikut :
 Dapat dipasang di tiang atau di dinding,
 Mudah di pasang,
 Ringan dan Kuat,
 Kotak dibuat dari resin daur ulang,
 Bagian metal dibuat dari bahan baja anti karat AISI 304,
 Dapat dibuka sampai 90°,
 Tahan terhadap UV dengan proteksi indeks IP 53/54,

104 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
 Dapat dikunsi,
 Disetujui oleh Telkom,
9) Konduit
Pipa conduit untuk kabel telepon harus sesuai ketentuan
Spesifikasi Teknis 16400.
Diameter pipa conduit harus sesuai dengan ketentuan dalam
Gambar Kerja atau disesuaikan dengan jumlah kabel yang
akan ditempatkan didalamnya.

d. Pekerjaan Sistem Pengindra Kebakaran


1) Umum
 Detector, Manual Alarm Station, dan Alarm Bell harus
berasal dari merek yang dikenal luas seperti merek
NOTIFIER, APRON, NITTAN, SIMPLEX, NATIONAL atau
yang setara.
 Sistem harus sesuai untuk daerah dengan temperatur
sekeliling maksimal 40 C.

e. Pekerjaan Sistem Televisi


1) Umum
 Semua peralatan dan bahan-bahan harus berasal dari
pabrik pembuat/produk yang telah dikenal luas dan dari
kualitas terbaik seperti disebutkan dalam Spesifikasi
Teknis ini.
 Semua peralatan yang terpilih untuk digunakan harus
sesuai untuk daerah tropis dengan temperatur dan
keadaan sekitarnya yang dapat mencapai 40°C dengan
tingkat kelembaban mencaai 100%.
2) Perangkat Sistem Televisi
 Semua perangkat sistem televisi harus dalam keadaan
baru, dilengkapi sertifikat lulus uji pabrik dan petunjuk
pemasangan serta penggunaan dari pabrik pembuatnya,
dari fagor atau Panasonic.
 Semua perangkat sistem televisi harus dilengkapi dengan
data-data berikut :
- Merek dan nama pabrik,
- Tipe/model,
- Frekuensi,
- Konsumsi Daya

105 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
- Impedansi,
- Tanggapan Frekuensi,
- Dimensi
- Dan data lain yang diperlukan.
 Perangkat sistem televisi harus terdiri dari serangkaian
perangkat, minimal sebagai berikut :
- TV modulator,
- Control Unit,
- Head end amplifier dan active combiner,
- Power Supply Unit,
- Splitters,
- Directional Coupler,
- Pemutar Compact Disc
- Rak Standar,
- Panel Kipas
- Dan lainnya seperti ditunjukkan dalam Gambar
Kerja.
 Perangkat diatas harus memiliki karakteristik sesuai
standar dari pabrik pembuatnya dan sesuai dengan
kebutuhan yang ditentukan dalam Gambar Kerja.
3) Kabel
 Kabel harus dari jenis koaksial yang memiliki karakteristik
sebagai berikut :
- Atenuasi rendah,
- Untuk penanaman di bawah tanah,
- Nominal Impedansi 75ohm ± 2%,
- Capacitance 53PF/m,
 Seperti tipe 7c dan RG 11 buatan Bieffe atau yang setara
yang disetujui.
4) Soket TV
Semua soket TV harus sesuai untuk kabel koaksial tipe
75ohm dan dilengkapi dengan tutup muka yang dapat
dilepas.
5) Konduit
Konduit untuk kabel-kabel dari pipa uPVC tipe high impact
yang memenuhi standar BS 6099, seperti Ega, Clipsal atau
yang setara, sesuai ketentuan dalam Spesifikasi teknis
16400, dengan diameter sesuai petunjuk Gambar Kerja.

106 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
f. Pekerjaan Tata Udara
No Matrial Merk
1. Unit Air Conditioning VRV Fujitsu, Toshiba, Sanyo
2. Sistem Kembla,Denji,Trust,Crane
3. Pipa Refrigerant Wavin,Paralon,Banlon
4. Pipa Pengembunan Armafalex,Thermaflex
5. (PVC) TD Duct, MG Duct,First
Isolasi Pipa Duct
Refrijran,Pengembunan
PolyUrethan

g. Pekerjaan Tata Suara


Bahan yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah :
1) Mixing Console 32 Ch, type : ONYX 32.4 sekualitas TOA
2) Digital Processor, type : DP-0206 sekualitas TOA
3) CD Recorder, type : LG sekualitas TOA
4) Multichannel Power Amplifier 4x550W, type : DA-550F
sekualitas TOA
5) Dual Power Amplifier, type : ZA-D500 sekualitas TOA
6) Line Array Speaker, type : SR-C8L sekualitas TOA
7) Line Array Speaker, type : SR-C8S sekualitas TOA
8) Subwoofer, type : SR-C15B sekualitas TOA
9) Rigging frame, type : SR-RF8 sekualitas TOA
10) Stage Speaker System, type : ZS-HS150B sekualitas TOA
11) Headphone, type : AKG sekualitas TOA
12) Cabinet Rack w/Acc, type : CR-392P sekualitas TOA
13) Speaker System 15” (Side Field), type : ZS-HS 1500B
sekualitas TOA
14) Sub-woofer Speaker (Side Field), type : Z-120BFB sekualitas
TOA
15) Handheld Wireless Mic w/Receiver, type : WM-4200
sekualitas TOA
16) Lavalier Wireless Mic w/Receiver, type : WM-5320 sekualitas
TOA
17) Wireless Antenna Distributor w/Wireless Antenna, type : WD-
4800 sekualitas TOA
18) Dynamic Microphone, type : DM-1300 sekualitas TOA
19) Condenser Microphone, type : E-914 sekualitas TOA
20) Snake Cable 16CH dengan Multipin, sekualitas TOA

107 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
21) Patch 16 CH dengan Multipin, sekualitas TOA
22) Floor Stand Mic, sekualitas TOA
23) Deck Stand Mic, sekualitas TOA
24) Reverb, type : MX-400XL sekualitas TOA
25) Power Sequencer, sekualitas TOA

h. Pekerjaan Giant Screen (Videotron)


Bahan yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah :
1) Video sekualitas ASIA LED DISPLAY
2) Video type : P10 Full Color Indoor
3) Led Screen Cost
- Epistar Chip, Standard IP54 Cabinet, Indoor P10 SMD
3528
- Power Adaptor : CL
4) Support Product
a. System Control
- Data Standing Card – Nova Star
b. Video Processor LV605
c. Industrial PC, Monitor, DDR 2GB, Proc i-3, Vga card :
Radeon HD 6570 1 GB DDR3
d. Electrical (Distribution Panel Box, Cabling, Accesories)
e. Stabiliser – Single Phase, Input 160 – 240V 50 Hz /
Output 220V 50 Hz / Mdi 15
f. Frame & Structure, 4 x 9, added Alkubon, Wall Mounted
g. Shipping – CIF Jakarta (+Assurance), Costom, Burning
Test
h. Installation LED Display, Testing and Commisioning

23.3. Pelaksanaan Pekerjaan


Pelaksanaan pekerjaan ini meliputi :
a. Pekerjaan Distribusi Rendah
1) Umum
a) Prinsip Suplai Listrik
Suplai daya untuk penerangan dan lainnya akan
ditentukan kemudian dan harus terdiri dari 4 (empat)
kawat, 3 fasa, 380/220/50 Hz.
b) Prinsip Distribusi
 Distribusi secara radial dari panel distribusi utama ke
panel-panel.

108 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
 Distribusi daya untuk penerangan, dipisahkan dari
distribusi daya untuk peralatan lainnya.
c) Prinsip Proteksi
 Sistem listrik harus dilengkapi dengan proteksi
terhadap hubung singkat di panel penerangan,
proteksi terhadap beban berlebih dan hubung
singkat untuk panel distribusi utama dan panel daya,
kecuali bila ditentukan lain dalam Gambar Kerja.
 Semua bagian metal dari peralatan listrik harus
dihubungkan ke kabel PE seperti ditunjukkan dalam
Gambar Kerja.
 Termasuk dalam hal ini adlaah, tetapi tidak terbatas
pada kolom bangunan, konduit, peralatan elektrikal,
rangka motor dan lainnya.
 Sistem pembumian sesuai Peraturan Umum
Instalasi Penangkal Petir (PUIPP – 1983).
2) Panel dan Komponen
a) Sebelum fabrikasi dan pengadaan panel, Kontraktor
harus menyerahkan Gambar Detail Pelaksanaan
kepada Konsultan Manajemen Konstruksi untuk
disetujui.
b) Panel-panel harus difabrikasi dan dipasang sesuai
notasi dalam Gambar Kerja.
c) Semua komponen panel harus dipasang sesuai notasi
dalam Gambar Kerja atau sesuai instruksi Konsultan
Manajemen Konstruksi.
d) Seluruh panel kontrol panel daya, pemutus daya (CB),
saklar pengaman dan peralatan elektrikal lainnya, harus
dubuatkan papan nama untuk identifikasi dan petunjuk
penggunaan alat tersebut.
e) Papan nama (direktori) harus dibuat dari pelat logam
dengan huruf timbul. Keseluruhan papan nama harus
berukuran 1,5” (3,81cm) tinggi dengan lebar seperlunya.
Tinggi huruf 1,0” (2,54cm).
Ketebalan pelat minimal 3mm
Papan nama harus menempel dengan kokoh dengan
cara dibaut atau dirivet.
f) Setiap daun pintu dari masing-masing panel
disambungkan/dipasangkan kawat pembumian ke

109 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
badan panel.
g) Setiap panel harus diketanahkan (grounded) dengan
harga tahanan pembumian maksimum 2ohm. Sistem
pembumian adalah PNP.
h) Lubang penarik pada panel harus berukuran sesuai
dengan ukuran dan jumlah konduit, penghantar dan
konfigurasi penghantar.
i) Pada semua jalur masuk ke panel, lubang penarik atau
lubang ke luar tanpa leher berulir, konduit harus diikat
pada tempatnya dengan mur pengunci di luar kotak dan
dengan mur pengikat dan bantalan pada bagian dalam
kotak. Bantalan harus dari jenis penyekat.
j) Setiap panel harus dilengkapi dengan diagram
pengkabelan/bagan aliran arus dan kartu direktori yang
ditempatkan di bagian dalam pintu panel.
Kartu direktori harus diisi lengkap oleh Kontraktor
dengan mencantumkan semua beban terhubung.
3) Pemasangan Kabel
a) Luar Bangunan
 Pemasangan kabel didalam tanah harus dilakukan
dengan cara sedemikian rupa sehingga kabel itu
cukup terlindung terhadap kerusakan mekanis dan
kimiawi yang mungkin timbul pada tempat kabel
tersebut dipasang.
 Kabel ditanam minimal 800mm dari permukaan
tanah dan harus diletakkan di dalam pasir, diatas
galian tanah yang stabil, kuat, rata dan bebas dari
batu-batuan dengan ketentuan tebal lapisan pasir
tidak kurang dari 10cm. Sebagai timbunan
perlindungan, diatas urukan pasie harus dipasang
beton atau batu bata pelindung.
 Kabel-kabel yang ditanam melintang jalan harus
ditempatkan dalam konduit pipa baja lapis galbani
atau PVC, seperti ditentukan dalam Spesifikasi
Teknis ini, dengan diameter sesuai Gambar Kerja.
 Pemasangan dan jenis konduit yang dipilih sesuai
petunjuk dalam Gambar Kerja.
 Pekerjaan galian, urukan kembali dan pemadatan
yang dibutuhkan untuk penanaman kabel harus

110 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
dilaksanakan sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis
02315.
 Letak penanaman kabel harus ditandai dengan
patok tanda kabel yang kuat dan jelas.
 Setiap tarikan kabel feeder yang memerlukan
sambungan harus dilengkapi dengan alat
penyambung kabel.
b) Dalam Bangunan
 Pembengkokan dan pengukuran harus seragam dan
simetris tanpa memipihkan atau merusak permukaan
konduit. Pembengkokan harus dibuat dengan alat
dan perlengkapan standar yang dibuat khusus untuk
maksud tersebut. Jari-jari pembengkokan konduit
minimal 15 (lima belas) kali diameter konduit.
 Sistem konduit harus diadakan dan dipasang sesuai
ketentuan Gambar kerja. Sistem ini harus
menghubungkan semua kotak keluaran (termasuk
soket dan saklar), kotak penghubung, perlengkapan
penerangan, panel dan lainnya seperti ditunjukkan
dalam Gambar Kerja.
Konduit harus memenuhi ketentuan butir 4.3 dari
Spesifikasi Teknis ini.
 Jalur konduit harus terpasang sesuai ketentuan
dalam Gambar Kerja. Konduit harus vertikal,
horisontal atau sejajar dengan garis struktur.
Semua konduit horisontal harus diarahkan ke arah
konduit vertikal untuk dihubungkan.
 Semua konduit yang dipasang di bawah lantai harus
terdiri dari pipa PVC seperti ditunjukkan dalam
Gambar Kerja. Tipe pipa PVC harus memenuhi
ketentuan butir 4.3 dari Spesifikasi Teknis ini.
Konduit yang dipasang di bawah lantai harus
memiliki penutup minimal 50mm.
 Penyambungan kabel harus diusahakan se-minimal
mungkin. Semua sambungan harus dibuat dengan
junctionbox atau kotak terminal yang disetujui.
 Hubungan kabel pada terminal busbar panel harus
menggunakan sepatu kabel.
4) Pengujian dan Commissioning/testing

111 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
a) Kontraktor harus melakukan semua pengujian dan
pengukuran yang dianggap perlu oleh Pengawas
Lapangan untuk memastikan bahwa seluruh instalasi
dapat berfungsi dengan baik dan memenuhi semua
persayaratan.
b) Peralatan, fasilitas pengujian, pengawasan pengujian
dan pemeliharaan peralatan agar tetap dalam kondisi
baik, harus diadakan oleh Kontraktor.
c) Catatan pengujian harus dibuat oleh Kontraktor dan
diserahkan secara resmi kepada Pengawas Lapangan
sebelum serah terima pekerjaan.
d) Pengujian dan uji pengoperasian akan ditentukan oleh
Pengawas Lapangan.
e) Seluruh peralatan harus lulus uji fungsional.
f) Kabel-kabel feeder sebelum dan sesudah dipasang
harus lulus uji tahanan isolasi. Tahanan isolasi dari
semua bagian yang tidak diketanahkan baik anatara
hantaran maupun antara hantaran dan tanah, sekurang-
kurangnya 1000ohm untuk setiap satu volt tegangan
nominal.
g) Kabel-kabel feeder sebelum dan sesudah dipasang
harus lulus uji kontiunitas.
h) Dalam masa pemeliharaan pekerjaan sistem elektrikal
ini, kontraktor wajib mengatasi segala kerusakan dan
kekurangan.
i) Kontraktor bertanggung-jawab mengganti setiap
peralatan/perlengkapan yang rusak sampai pada saat
pemeriksaan terakhir dan penyerahan kepada
Pengawas Lapangan.
j) Kontraktor harus menyerahkan kepada Pengawas
Lapangan semua buku asli petunjuk/manual
pemeliharaan dan cara pengoperasiannya dalam
bahasan Inggris dan Indonesia, yang selanjutnya akan
diteruskan kepada Pemilik Proyek.

b. Pekerjaan Penerangan
1) Pemasangan Penerangan
 Kontraktor harus melengkapi semua armature,

112 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
perlengkapan penerangan, komponen, tenaga kerja dan
bahan pemasangan yang diperlukan agar system
penerangan terpasang dengan lengkap seperti
ditunjukkan dalam Gambar Kerja.
 Semua armatur dan peralatan penerangan harus
dipasang lengkap dengan aksesori penggantung, rumah
lampu, soket, pemegang, reflektor, penyebar cahaya,
balas, kapasitor dan komponen lain yang diperlukan
serta seluruh pengkabelan yang dibutuhkan.
Armatur dan lampu untuk daerah berbahaya harus dari
jenis yang sesuai untuk tujuan tersebut.
 Perlengkapan penerangan yang tidak sesuai dengan
ketentuan tidak diijinkan dipasang.
 Jika Kontraktor bermaksud menggunakan perlengkapan
penerangan selain dari yang telah ditentukan,
perlengkapan pengganti berikut data fotometrik harus
diserahkan kepada Pengawas Lapangan untuk disetujui
dengan mengacu pada ketentuan dalam Spesifikasi
Teknis ini.
Informasi tambahan seperti cara menggantung,
penyelesaian dan/atau contoh bahan perlengkapan
harus diserahkan atas permintaan.
2) Pengujian dan commissioning/Testing
 Setelah selesainya pekerjaan dan sebelum penyerahan,
Kontraktor harus melakukan pengujian lengkap dan
pengukuran yang dianggap perlu dengan dihadiri
Pengawas Lapangan. Semua sistem dan peralatan
harus dioperasikan agar berfungsi sesuai ketentuan
Spesifikasi Teknis.
 Peralatan, fasilitas pengujian, pengawasan pengujian
dan pemeliharaan peralatan agar tetap dalam kondisi
baik, harus diadakan oleh Kontraktor.
 Catatan pengujian harus dibuat Kontraktor dan
diserahkan secara resmi kepada Pengawas Lapangan
sebelum serah terima pekerjaan.
 Pengujian dan uji pengoperasian harus ditentukan oleh
Pengawas Lapangan.
 Semua peralatan harus lulus uji fungsional.
 Kontraktor bertanggung jawab untuk mengganti setiap

113 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
peralatan/perlengkapan yang rusak, termasuk kaca,
plastik atau penyebar cahaya sampai pada saat
pemeriksaan terakhir dan penyerahan kepada
Pengawas Lapangan.
3) Pembersihan
Kontraktor dari waktu ke waktu harus menjaga agar tempat
kerja dan sekitarnya bersih dari segala bahan-bahan
terbuang atau kotoran yang diakibatkan oleh pekerjaan.
Pada akhir pekerjaan, Kontraktor harus menyingkirkan
semua kotoran, alat-alat, perancah dan bahan sisa dari
lokasi pekerjaan, sehingga pekerjaan terlihat bersih dan
siap untuk digunakan.
4) Lapisan Pelindung
Kecuali ditentukan lain, semua bahan metal yang terlihat,
seperti penopang/penumpu, conduit dan lainnya, harus
diberi lapisan pelindung cat anti karet dalam warna sesuai
Skema Warna.
Bahan cat dan cara pengecatan harus memenuhi
ketentuan dalam Spesifikasi Teknis 09910.

c. Pekerjaan Sistem Komunikasi


1) Umum
 Kontraktor harus memeriksa kebutuhan ruang dengan
Kontraktor lain untuk memastikan semua peralatan dan
perlengkapannya dapat dipasang pada tempat yang
telah ditentukan.
 Kontraktor harus segera memperbaiki setiap pekerjaan
yang dinilai tidak sesuai oleh Pengawas Lapangan.
 Kontraktor secara teratus harus membuang kotoran dan
bahan tak terpakai agar dapat bekerja dengan aman.
 Kontraktor harus menyediakan semua alat kerja,
peralatan pemasangan, peralatan pengujian dan
melaksanakan pengujian serta mencatatnya.
2) Pemasangan
 Unit kotak distribusi utama (MDF) unit harus dipasang
pada ruang PABX seperti ditunjukkan dalam Gambar
Kerja.
 Setiap kotak terminal harus memiliki cadangan
sekurang-kurangnya 20%.

114 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
 Kabel yang akan ditanam di dalam bagian bangunan (di
lantai atau di dinding) harus ditempatkan di dalam
konduit tahan karat seperti disebutkan dalam Spesifikasi
Teknis 16400.
 Untuk ruangan tanpa langit-langit, kabel harus
ditempatkan di dalam konduit atau rak kabel ( Kabel
Try) dan diklem ke beton pelat pada setiap jarak 100cm.
 Seluruh kabel harus diberi tanda dengan tanda kabel.
 Soket telepon dan data harus ditempatkan pada lokasi
yang ditunjukkan dalam Gambar Kerja atau sesuai
petunjuk dari Pengawas Lapangan.
 Kabel dengan 5 (lima) warna yang berbeda (misalnya
kuning/putih, putih/hitam, putih/hijau, putih/merah,
putih/biru) atau disesuaikan dengan kabel terpasang
pada peralatan utama ( Existing )harus digunakan untuk
kode warna pekerjaan marshalling.
 UTP Category 5 harus digunakan dan dipasang pada
tempat-tempat seperti ditunjukkan dalam gambar Kerja,
dengan tetap memperhatikan batasan jarak yang
diisyaratkan. Total panjang satu segmen dibatasi
sampai 90meter.
 Kontraktor harus menyiapkan diagram pemasangan
kotak terminal.
 Semua kabel komunikasi harus ditempatkan di dalam
konduit.
 Tinggi maksimal pemasangan kotak terminal sambung
± 90 cm dan tinggi minimal ± 30 cm.
3) Pemasangan kabel Tanah
 Kabel tanah harus ditanam pada kedalaman minimal
80cm dan diberi penutup lapisan pasir halus (bebas
batuan) tebal minimal 20 cm, dan diatasnya ditutup
dengan batu bata.
 Kabel-kabel yang ditanam melintang jalan harus
ditempatkan dalam konduit.
 Inti kabel harus disambung dengan cara las.
 Semua penyambungan kabel tanah harus dilakukan
dengan alat penyambung yang disetujui seperti 3M,
Raychem atau yang setara, dengan tipe dan ukuran
yang sesuai dengan jenis kabel yang akan disambung.

115 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
 Kontraktor harus membuat diagram jalur kabel.
 Setiap jalur kabel harus diberi tanda kabel yang jelas,
sedang untuk setiap sambungan harus diberi tanda
khusus.
 Pekerjaan galian dan urukan untuk penanaman kabel
harus dilaksanakan sesuai Spesifikasi Teknis 02315
 Sebelum dan setelah peletakan kabel, Kontraktor haru
smengukur data kualitas kabel yakni isolasi antar kawat,
kawat pembumian, tahanan/loop, atenuasi apda 800Hz,
hubungan menerus dan tahanan pelindung kabel.
4) Lapisan Pelindung
 Semua bahan yang dipasang harus sudah memiliki
lapisan pelindung.
 Konduit kabel telepon harus diberi cat dalam warna
sesuai Skema Warna yang akan diberikan kemudian.
Bahan cat dan cara pengerjaannya harus sesuai
ketentuan Spesifikasi Teknis 09910.
5) Pengujian dan Uji Penampilan
 Kontraktor harus melakukan semua pengujian dan
pengukuran yang dianggap perlu oleh Pengawas
Lapangan untuk memeriksa bahwa seluruh instalasi
dapat berfungsi dengan baik dan memenuhi semu
persyaratan.
 Kontraktor harus menyediakan peralatan dan tenaga
kerja untuk pengujian dan perawatan peralatan
pengujian dan perlengkapannya agar tetap dalam
kondisi baik selama waktu pengujian.
 Hasil pengujian harus dicatat oleh Kontraktor dan
diserahkan secara resmi kepada Pengawas Lapangan
sebelum serah terima pekerjaan.
 Waktu pelaksanaan pengujian dan uji penampilan akan
ditentukan oleh Pengawas Lapangan.

d. Pekerjaan Sistem Pengindra Kebakaran


1) Umum
 Semua bahan dan perlengkapan yang akan dipasang
harus dalam keadaan baru, tidak rusak, bukan barang
bekas dan tidak bercacat, serta telah diuji di pabrik
pembuatnya.

116 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
 Fire Alarm Control Panel, Detector, Manual Alarm
Station, dan Alarm Bell harus dipasang sesuai petunjuk
dari pabrik pembuat dengan tetap memperhatikan
ketentuan dalam Gambar Kerja.
2) Pengujian dan Uji Penampilan
 Kontraktor harus melakukan semua pengujian dan
pengukuran yang dianggap perlu oleh Pengawas
Lapangan untuk memeriksa bahwa seluruh instalasi
dapat berfungsi dengan baik dan memenuhi semua
persyaratan dan seluruh peralatan harus lulus uji
fungsional.
 Kontraktor harus menyediakan peralatan dan fasilitas
untuk pengukuran, pengujian dan uji penampilan.
 Waktu pelaksanaan pengujian dan uji penampilan akan
ditentukan oleh Pengawas Lapangan.
 Kabel-kabel feeder sebelum dan sesudah diinstalasikan
harus lulus uji kesinambungan.
 Kontraktor harus menyerahkan kepada pemilik Proyek
melalui Konsultan MK, buku asli
pengoperasian/pemeliharaan peralatan berikut
salinannya dalam jumlah tertentu, sesuai persyaratan
kontrak.
 Kontraktor harus menyerahkan kepada pemilik Proyek
melalui Konsultan MK, Surat Jaminan (Warranty) atas
produk sistem pengindera kebakaran, dengan jangka
waktu masa garansi sesuai standar dari pabrik
pembuat.
3) Uji Penerimaan
 Setelah pemasangan selesai, Kontraktor harus
mengadakan uji penerimaan/acceptance test, dengan
prosedur pengujian yang disetujui, untuk menunjukkan
bahwa semua perangkat bekerja dan beroperasi
dengan baik sesuai ketentuan.
 Uji penerimaan akan meliputi simulasi bahaya
kebakaran di setiap ruang dimana suatu detektor
terpasang sesuai dengan jenis detektor yang dipasang.
Juga dilakukan pengujian terhadap semua fasilitas yang
dimiliki oleh unit panel pusat kontrol (FACP).
4) Training (Pelatihan)

117 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
Kontraktor diwajibkan mengadakan Training atau Pelatihan
kepada bagian operasional Gedung atau yang ditunjuk
Pemilik sampai mampu mengoperasikan peralatan Fire
Alarm sistem.
5) Pemeliharaan dan Pengoperasian Peralatan
Masa pemeliharaan pekerjaan sistem tata suara sesuai
persyaratan dalam kontrak diwajibkan untuk mengatasi
segala kerusakan serta kekurangan-kekurangan.

e. Pekerjaan Sistem Televisi


1) Umum
 Sistem harus didesain untuk beroperasi pada
220V±6%/50Hz, satu fasa, suplai daya AC.
 Semua pekerjaan elektrikal harus dilaksanakan sesuai
ketentuan Spesifikasi Teknis 16400.
 Semua kabel harus dipasang di dalam konduit.
 Semua perangkat sistem televisi harus dipasang sesuai
dengan petunjuk pemasangan dari pabrik pembuatnya.
2) Pemasangan
 Semua pekerjaan pengkabelan dan kelengkapannya
harus dilaksanakan sesuai standar dan ketentuan yang
ditetapkan dalam Spesifikasi Teknis 16400.
 Semua perangkat yang dipasang harus dibumikan
dengan baik.
3) Pengujian dan Commissioning
 Kontraktor harus menyusun pengujian dan
commissioning dengan menggunakan cara yang sesuai
dengan petunjuk dari pabrik pembuat dan petunjuk dari
Pengawas Lapangan. Rencana pengujian dan
commisioning harus disetujui Pengawas Lapangan
sebelum pelaksanaan. Kontraktor harus
memberitahukan hal ini 15 hari sebelum melakukan
pengujian. Pelaksanaan pengujian dan comissioning
harus dihadiri Pengawas Lapangan atau wakilnya yang
ditunjuk.
 Masalah, kesalahan-kesalan, atau cacat yang
ditemukan selama pengujian harus segera diperbaiki
oleh Kontraktor dan kemudian pengujian dilakukan
kembali, bersama dengan elemen pekerjaan atau

118 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
komponen uji sebelumnya, beroperasi sesuai ketentuan
untuk setiap tahap pengujian.
4) Manual Pemasangan dan Pemeliharaan
Kontraktor harus menyerahkan Manual Pemasangan dan
Pemeliharaan sejumlah 3 salinan termasuk aslinya untuk
setiap bangunan pada saat penyelesaian semua
pekerjaan. Manual harus dijilid dengan rapi.

f. Pekerjaan Tata Udara


Persyaratan Pemasangan
1) Ketentuan Umum
 Pada saat peralatan/unit mesin yang dipesan oleh
Kontraktor tiba ditapak, segera harus dilakukan
pembongkaran peti pembungkus atau container dengan
disaksikan secara bersama oleh DIREKSI, wakil
Pemberi Tugas, Petugas dari perusahaan jasa
pengiriman (carrier/transporter agencies) dan dilakukan
pemeriksaan visual terhadap kondisi peralatan.
 Kontraktor bertugas membuat dan mengisi check-list
untuk pemeriksaan dan diserahkan kepada DIREKSI.
Ketentuan lebih detail tentang hal ini diatur oleh
DIREKSI.
 Apabila dalam pemeriksaan visual diatas ditemukan
kerusakan fisik terhadap peralatan, maka segala
penggantian/perbaikan dan lain-lainnya diatur oleh
DIREKSI.
 Khusus untuk kerusakan pada lapisan cat, Kontraktor
harus melakukan perbaikan dengan melakukan cat
ulang dengan kualitas pengecatan yang paling tidak
harus sama, dimana sebelumnya harus dilakukan
pembersihan yang sempurna ( dengan sikat kawat,
degreasing liquid dan sebagainya).
 Segala sesuatu yang timbul sebagai akibat dari uraian
diatas menjadi tanggungan dan atas beban biaya
Kontraktor yang bersangkutan.
2) Pemasangan Unit Mesin
Penyambungan instalasi kabel daya, kabel kontrol dan
pemipaan harus disesuaikan dengan persyaratan pabrik, bila
terjadi ketidak sesuaian dengan Dokumen Kontrak, sehingga

119 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
dapat mengakibatkan terganggunya operasi, pemborong
harus mengajukan gambar kerja (shop drawing) untuk
disetujui oleh Direksi.

Persyaratan Pengujian
1) Ketentuan Umum
a) Pengujian harus disaksikan oleh Direksi, Perencana serta
wakil Pemberi Tugas.
b) Pengujian operasi sistem baru boleh dilaksanakan
setelah sistem bekerja dengan baik selama 3 x 24 jam.
c) Selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sebelum
dilakukan, Kontraktor harus mengajukan prosedur
pengujian kepada Direksi.
d) Start-up Unit Mesin Air Conditioning hanya boleh
dilakukan oleh Akhli dari Perwakilan merk tersebut di
Indonesia.
2) Penyediaan Peralatan Pengukur dan Penguji
a) Alat-alat dan segala keperluan untuk pengujian harus
disediakan oleh dan atas biaya Kontraktor.
b) Alat-alat khusus untuk pengujian sistem Air Conditioning
yang sedikitnya harusdisediakan Kontraktor untuk
pengujian adalah :
 Thermo Hygrograph : 3 (tiga) buah.
 Sling Psikrometer : 2 (dua) buah.
 Portable Measuring Station : 1 (satu) buah.
 Portable Hotwire Anemometer : 1 (satu) buah.
 Peralatan ukur lainnya yang harus dipasang pada
sistem pemipaan, saluran udara dan tempat lainnya
sesuai dengan rencana pengujian yang diajukan oleh
Kontraktor dan telah disetujui.
3) Pengujian Sistem Pemipaan
a) Dilakukan dengan metoda Hidrostatik Test sesuai dengan
ketentuan pada Bab Persyaratan Teknis ME.
b) Tekanan pengujian adalah 400Psi dengan menggunakan
N2 (Nitrogen).
c) Bila selama 24 jam tidak terjadi penurunan tekanan,
maka pengujian dinyatakan selesai.
d) Bila terjadi penurunan, Kontraktor harus memperbaiki
kerusakan tersebut dan pengujian harus diulangi dari

120 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
awal.
4) Pengaturan Distribusi Aliran Udara Ke Ruangan
a) Dilakukan setelah semua unit dihubungkan dengan
sistem saluran udara dan seluruh komponen dalam
saluran telah selesai dipasang.
b) Pekerjaan yang harus dilakukan :
 Mengatur jumlah aliran udara yang dibutuhkan oleh
setiap ruangan sesuai dengan yang tertera pada
gambar.
 Mengatur splitter damper dan volume damper
sehingga jumlah udara yang mengalir ke setiap
ruangan sesuai dengan kebutuhan ruangan tersebut.
c) Balancing dinyatakan selesai bila aliran air telah sesuai
dengan kebutuhan mesin Air Conditioning dengan
ketelitian pengaturan +10% atau - 5%
5) Pengujian Kriteria Kebisingan (Noise Criteria)
a) Pengukuran dilakukan terhadap Tingkat Tekanan Suara
dalam satuan ukuran atau skala 'weighing' decible (dB
CA) pada berbagai pita frekuensi sehingga dapat dibuat
kurva Noise Criteria.
b) Hasil pengukuran harus dilaporkan dalam bentuk hasil
pengukuran dan diplot pada NC chart.
c) Apabila NC melebihi angka-angka perancangan seperti
pada pasal terdahulu, maka Kontraktor harus
menambahkan beberapa peredam suara pada saluran
udara, misalnya duct acoustic lining.
6) Penyetelan Dan Pengujian Operasi Sistem Kontrol
a) Setelah sistem dioperasikan, dengan disaksikan
DIREKSI, Kontraktor harus memeriksa seluruh wiring
hook-up dari seluruh peralatan kontrol dan melakukan
dummy test untuk memeriksa gerakan-gerakan,
response dan kehalusan kerja sistem tersebut.
b) Hal-hal yang harus diset dan dilakukan pengaturan (set
and adjustment) adalah set point dan throttling range dari
setiap peralatan sehingga tidak terjadi kegagalan
operasi/kerja akibat perbedaan throttling range antara
setiap peralatan.
7) Pengujian Operasi Sistem
a) Pengujian ini dilakukan setelah seluruh peralatan atau

121 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
sistem diuji dan dibersihkan, dan telah menjalani 'trial-
run' selama 3x24 jam.
b) Pengujian ini dimaksudkan untuk sekaligus menguji
kemampuan sistem dengan dioperasikan secara terus
menerus selama 3x24 jam.
c) Pada saat pengujian ini Kontraktor harus melakukan
bersama Direksi dan atas petunjuk Direksi, hal-hal
berikut :
 Mengamati seluruh sistem pemipaan.
 Mengamati seluruh sistem saluran udara.
 Mengamati kerja sistem kontrol.
 Mengamati kerja peralatan Indoor dan Outdoor Unit
dalam sistem Air Conditioning.
 Memperbaiki segala hal yang masih belum beroperasi
dengan semestinya dan bila terdapat getaran atau
noise yang berlebihan
8) Laporan Pengujian
a) Menggunakan formulir-formulir yang dicantumkan dalam
buku 'SMACNA, Testing and Balancing of Air
Conditioning System' dan/atau buku 'NEBB', National
Engineering Balancing Bureau.
b) Segala kebutuhan untuk hal tersebut diatas menjadi
tanggung jawab Kontraktor yang bersangkutan baik
dalam segi pengadaan buku asli, hasil fotokopi formulir
dan pengisiannya sehingga merupakan hasil pengujian
yang baik.
9) Pemberian Tanda-Tanda Penyetelan (Marking)
Setelah seluruh sistem bekerja dengan baik, lancar dan
sesuai dengan fungsinya Kontraktor harus memberi tanda-
tanda pada pressure gauge, thermometer, valve opening,
flow meter, splitter damper, volume damper dan peralatan
pengatur serta pengukur lainnya dengan cara-cara yang
disetujui Direksi.

Persyaratan Teknis Pelaksanaan :


1) Lingkup Pekerjaan
 Kondisi Dan Operasi Sistem
 Pekerjaan Pemipaan Refrijeran Dan Kondensat
 Pekerjaan Isolasi Thermal Dan Akustik & Pemipaan

122 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
 Pekerjaan Saluran Udara
 Persyaratan Bahan
 Saluran persegi empat
 Bahan polyurethane
Digunakan untuk saluran udara supply, return dan
exhaust dari ruangan yang tidak menghasilkan udara
mengandung asam maupun lemak.
 Daftar penggunaan bahan untuk saluran dengan
kecepatan udara tidak lebih besar dari 2000 fpm dan
tekanan statik tidak lebih besar dari 2 inWG,
menggunakan bahan yang sesuai dengan tabel di bawah
ini :
lapisan
Sisi tebal
Ukuran BjLS seng
terpanjang pelat
(SII Standard) galvanis
Saluran (inch) (mm) 2
(g/M )
s/d 12" 0,60 BjLS. 60-K 305
13" - 18" 0,70 BjLS. 70-K 305
19" - 30" 0,80 BjLS. 80-K 305
31" - 40" 0,90 BjLS. 90-K 305
40" ke atas 1,00 BjLS.100-K 305

Standard mutu bahan adalah SII.0137-80


2) Lubang Pengujian
 Harus disediakan lubang-lubang pengujian sesuai
dengan tempat – tempat yang diberi notasi pada gambar
dan tempat-tempat lainnya yang dipandang perlu sesuai
dengan kondisi di lapangan.
 Lubang pengujian harus ditempatkan pada daerah
dengan aliran turbulen yan sekecil mungkin.
 Lubang pengujian dibuat dengan melubangi saluran
udara pada sisi – sisinya dengan diameter 50 mm,
mengelilingi saluran udara pada setiap jarak seperti yang
ditentukan oleh SMACNA.
 Luban tersebut diberi tutup dari bahan karet penutup
sehingga kedap udara dan dapat dibuka dengan mudah
bila diperlukan.
3) Plenum dan lining akustik
a) Plenum
 Dibuat dari bahan dengan persyaratan dan ketentuan

123 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
seperti pada pembuatan saluran udara.
 Dilengkapi dengan access door dan thermometer
pengukur suhu udara.
 Harus dipasang lining akustik, pada sisi dalam
plenum.
b) Lining akustik
 Harus dipasang pada sisi dalam saluran udara supply
sepanjang seperti notasi pada gambar.
 Bahan yang digunakan adalah Rubber sheet dari
bahan Cell elastimeric Insulation.
 Tujuan pemasangan lining akustik ialah untuk
mendapatkan 'Noise Criteria' berkisar sebagai berikut :
- Ruang Operasi dan R.Recovery : NC range : 30 -
45,
- Ruang Koridor antara :NC range : 30 - 35,
- Ruang Peralihan : NC range : 25 - 30,
- Ruang Tunggu : NC range : 40 - 50,
 Apabila mesin yang dipasang oleh Kontraktor dapat
menyebabkan atau menyebabkan Noise-Criteria diluar
batas yang ditentukan diatas maka Kontraktor harus
menyesuaikan panjang lining akustik yang dipasang
dengan kebutuhan berdasarkan hasil
perhitungan/pemeriksaan tersebut.
 Ukuran saluran udara pada bagian yang dipasang
lining akustik harus diperbesar dengan ditambahkan
tebal lapisan lining akustik, terhadap ukuran pelat
baja saluran yang tercantum pada gambar
perancangan.
c) Intake Fresh-air/Outdoor-air dan Exhaust
 Selama tak dinyatakan lain, Intake-air dan Exhaustair
Chambers/Louvers harus disiapkan dan dipasang oleh
Kontraktor.
 Louvers harus dari aluminium-louvers dilengkapi
dengan birds-screen terbuat dari bahan yang sama
dengan bahan louvers.
 Effective Face-area louvers aluminium,
- Tidak boleh lebih kecil dari 80 % total area
- Sama dengan luas saluran udara yang
disambungkan ke louver tersebut

124 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
 Sisi-sisi ujung louvers yang dipasang pada dinding
luar harus dilengkapi dengan penahan air hujan
sehingga tidak akan terjadi percikan air hujan yang
masuk / mengalir ke dalam saluran udara.
 Air chamber dibuat dari bahan yang sama dengan
louver dan dicat dengan anti corrosive paint.
d) Air supply-return terminal
 Diffusers, grilles dan registers,
- Ukuran harus sesuai dengan ukuran yang
dinyatakan dalam gambar.
- Dari bahan aluminium powder coated finish
dengan warna standard yang ditentukan
kemudian oleh DIREKSI
 Circular, Square, Rectangular Diffuser
- Untuk penggunaan ceiling air supply-terminal
- Pattern distribusi selama tidak ditentukan lain
harus dari jenis 4-way.
- Dilengkapi dengan volume - damper yang dapat
diatur dari dalam ruangan tanpa harus melepas
langit-langit.
- Cone harus dapat dilepas tanpa menggunakan
alat khusus untuk access ke dalam saluran
udara.
 Register
- Harus dari bahan aluminium, dilengkapi dengan
sponge rubber gaskets untuk mencegah
kebocoran.
- Supply registers harus dari jenis adjustable
double deflection.
- Dilengkapi dengan air volume damper dari jenis
group operated, opposed blade, adjustable type
yang diatur dengan kunci melalui sisi muka
register.
- Exhaust dan return register harus dibuat sama
dengan supply register dengan kekecualian dari
jenis single deflection
 Grilles
Harus memenuhi ketentuan yang sama dengan
register dengan kekecualian tanpa volume damper.

125 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
e) Damper
 Volume damper
- Volume damper harus dari jenis louvers volume
dampers kecuali bila dinyatakan secara jelas di
dalam gambar sebagai splitter dampers.
- Splitter dampers dipasang pada setiap
percabangan untuk saluran udara
supply/return/exhaust.
- Louvers volume dampers dipasang pada
percabangan saluran udara utama,
percabangan pada plenum atau lainnya sesuai
dengan indikasi pada gambar.
- Kelengkapan dampers, harus dilengkapi casing,
blades dari baja galvanis tebal min. 1,2 mm,
worm gear, extension rod assy dan kelengkapan
lainnya untuk pengoperasian.
- Louvers dampers harus factory fabricated
- Splitter dampers harus dibuat ditapak dari BjLS
100-K dengan self locking operating assy
(threaded swivel assy on threaded steel rod)
dengan universal joint untuk sambungan antara
batang dengan pelat.
 Backdraft dampers
- Material Blade harus dari jenis yang material
yang ringan ( Alumunium sheet )
- Dari jenis shop/factory fabricated backdraft
damper.
- Blades harus balans secara statis sehingga
dapat terbuka/ tertutup dengan sendirinya akibat
adanya aliran udara dan akan menutup secara
gravitasi bila aliran terhenti.
f) Noise Silencer
 Jenis : Prefabricated sound attenuators
 Infill : Eurolon atau sejenis dengan
- flame spread rating kelas 1 pada BS.476.
- toxic gases/smoke nigligible.
 Casing Galvanized mild steel sheet dengan tebal
minimum 1.4 mm, dicat dengan bahan cat anti
corrosive paint dan cat finish.

126 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
 Ujung akhir: flange, dengan lubang mur-baut, diberi
perapat dari jenis neoprene rubber gasket.
 Jaminan, harus disertai dengan sertifikat/jaminan
pabrik terhadap hasil pengujian yang menunjukkan
- Dynamic insertion loss daam satuan dB,
- Static isertion loss dalam satuan dB,
- Self generated noise dalam satuan dB,
- Pressure loss dengan metoda pengujian sesuai
BS.4718.
 Insertion loss minimum yang harus dipenuhi oleh
silencer pada setiap band frequencies harus
memenuhi ketentuan berikut :
- pada 500 Hz : IL = 32 dB
- pada 1000 Hz : IL = 42 dB
- pada 2000 Hz : IL = 38 dB
 Kecepatan aliran udara maksimum adalah 2000 fpm
pada NC 25
g) Lain-lain
Access door untuk saluran udara:
 Harus dipasang pada sisi hulu dan hilir setiap filter,
coil, damper, dan peralatan lainnya sesuai dengan
indikasi pada gambar untuk keperluan
pengaturan,pemerik saan dan pembersihan.
 Dibuat dengan ukuran 46x46cm atau sebesar
mungkin sesuai dengan ukuran ducting kecuali
dinyatakan lain
 Panel pintu harus dari baja tebal 1.4 mm, 2(dua) lapis
dengan lapisan isolasi di tengahnya dengan engsel
dan bukaan pintu dari bahan baja galvanis dengan
rubber gasket pada tepi-tepi pintu
 Dilengkapi dengan jendela (observation windows)
dengan double glass
4) Persyaratan Pemasangan
a) Pemasangan saluran udara
 Segala yang tercantum pada gambar adalah gambar
perancangan dan bukan merupakan gambar untuk
pelaksanaan seperti definisi gambar yang dijelaskan
di depan.
 Kontraktor harus memperhitungkan adanya jalur-jalur

127 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
instalasi lain pada daerah jalur saluran udara terutama
jalur pemipaan dan fixture penerangan.
 Seluruh saluran udara harus dibuat dari pelat BjLS
yang baru dan bersih/bebas dari karat atau cacat-
cacat lainnya dan berasal dari tempat penyimpanan
yang dilindungi atap dan dinding.
 Dimensi yang ditulis / disebut dalam gambar maupun
buku spesifikasi adalah ukuran bersih sisi dalam
saluran, dengan demikian untuk saluran dengan infill
lining harus diberikan koreksi terhadap dimensi
saluran baja tersebut.
 Dinding saluran udara harus bebas dari gelombang
maupun gelembung-gelembung setempat, untuk itu
pemotongan dan penekukan/lipatan pelat harus dibuat
dengan mesin (mesin potong pelat atau mesin tekuk).
 Perubahan ukuran dan belokan.
 Pembersihan saluran udara,
- Pembersihan saluran udara harus dilakukan
sebelum outlet terminal dipasang dan sebelum
ceiling dan carpet pada Pekerjaan Finishing
dipasang.
- Sebelum fan dijalankan, saluran udara harus
dibersihkan dari segala kotoran yang melekat,
debu, lemak, bekas-bekas pengerjaan dan
segala jenis kotoran lainnya.
- Selama pekerjaan berlangsung, saluran yang
telah selesai dikerjakan harus ditutup dengan
rapat menggunakan pelat baja untuk
menghindarkan kotoran masuk ke dalam
saluran.
- Bila ditemukan kotoran yang cukup mengganggu
maka saluran udara harus dibongkar untuk
dibersihkan dan kemudian bila masih
memungkinkan dapat dipasang kembali.
 Perapat untuk saluran udara
Seluruh sambungan pada saluran udara harus diberi
perapat dari jenis fire resistant duct sealer untuk
mendapatkan saluran udara yang kedap terhadap
kebocoran. Sealant tersebut harus dioleskan pada

128 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
saat fabrikasi
 Sambungan dan detail sambungan
- Saluran udara harus dibuat dengan konstruksi
mengikuti ketentuan yang dikeluarkan oleh
SMACNA 'Sheet Metal and Air-Conditioning
National Association' dengan detail konstruk-si
seperti yang dicantumkan pada buku SMACNA
'Low Velocity Duct Construction Standard'.
- Pemasangan semua peralatan di dalam saluran
udara harus mengikuti ketentuan yang diberikan
oleh SMACNA.
- Sambungan saluran udara dengan outlet-
terminals harus benar-benar kedap udara,
dengan bantuan sealant atau neoprene sponge
rubber gasket pada sambungan tersebut.
- Semua slip-joint harus dibuat dengan arah yang
sama terhadap arah aliran udara sehingga tidak
menyebabkan turbulensi pada aliran udara.
 Konstruksi saluran udara segi empat
- Sambungan pelipit (seams), Groove, Pittsburgh
lock seams dan Slip joints harus digunakan pada
seluruh sambungan saluran udara, kecuali
dinyatakan lain dalam buku ini maupun dalam
gambar.
- Khusus untuk kitchen exhaust duct dan bath
room exhaust duct, sambungan dibuat dengan
solder atau dapat juga dengan sealing packing
seams.
- Sambungan (connection) antara saluran.
- Sambungan antara saluran harus dengan
sambungan flange, dari bahan besi siku yang
diikat dengan paku keling terhadap saluran
udara, dan diberi sealing packing untuk menjamin
kedap udara.

 Baja siku yang digunakan harus mengikuti ketentuan

129 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
seperti tabel berikut :
Ukuran Flange paku keling Sambungan
Sisi terpanjang Baja
Saluran saluran Siku Jarak dia. Pitch dia. Pitch
(inch) (mm)
s/d 12" 25x25x3 1800 4.5 65 8.0 100
13" - 18" 30x30x3 1800 4.5 65 8.0 100
19" - 30" 40x40x3 1800 4.5 65 8.0 100
31" - 42" 40x40x3 1800 4.5 65 8.0 100

42" keatas 40x40x5 1800 4.5 65 8.0 100

 Penguatan saluran udara


Baja siku atau pelipit yang digunakan untuk
perkuatan saluran udara harus mengikuti
ketentuan seperti pada tabel berikut ini.
Perkuatan melebar (Width Reinforcement)
standard seam
ukuran sisi
reinforced air duct
terpanjang
tinggi jarak
saluran (INCH)
seam maks.
s/d 12" 25 1200
13" - 18" 25 900

angle steel seam


Ukuran sisi
reinforced air duct (mm)
terpanjang
tinggi jarak
saluran (INCH)
seam maks.
19" - 30" 30 x 30 x 3 900
31" - 42" 40 x 40 x 5 900

42" ke atas 40 x 40 x 5 900

 Perkuatan arah memanjang (Longitudinal


reinforcement

130 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
Ukuran sisi
Dimensi siku Standing seam
terpanjang
(mm) (mm)
saluran (INCH)
1(satu) buah
70" - 88" 40x40x5 perkuatan di
tengah
2(dua ) buah
88" ke atas 40x40x5 perkuatan di
tengah

 Penumpu/Penggantung saluran udara


Baja siku penggantung harus mengikuti
ketentuan seperti pada tabel di bawah ini:
Fitting
Ukuran sisi
penggantung fitting Jarak
Terpanjang
(mm) Maks
saluran Baja
baja penumpu .
(inch) siku
rod )
(mm)

s/d 12" 25x25x3 9 25x25x3 2700

25x25x3 9 25x25x3 2700

13" - 18" 25x25x3 9 25x25x3 2700

25x25x3 9 25x25x3 2700


19" - 30" 30x30x3 9 30x30x3 2700
30x30x3 9 40x40x3 2700

31" - 42" 40x40x3 9 40x40x3 2700

40x40x5 12 50x50x6 2700

42" ke atas 50x50x6 12 50x50x6 2700

50x50x6 12 60x60x6 2700

 Pemasangan Inside Duct Linier


- Pemasangan duct liner harus mengikuti
persyaratan yang tercantum dalam buku SMACNA,
Duct Liner Application Standard.
- Duct liner dipasang pada tempat-tempat yang
sesuai dengan indikasi dalam gambar.
- Seluruh bagian dalam saluran udara termasuk
sambungan melintang maupun membujur harus
tertutup seluruhnya dengan lining material, tidak

131 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
diperkenankan adanya celah atau lining yang
terputus.
- Lining material dilekatkan kepada dinding saluran
dengan menggunakan bahan adhesive dengan
adhesive – coverage = 100 % demikian juga untuk
daerah sambungan melintang maupun membujur.
- Adhesive material yang digunakan harus mengikuti
persyaratan dari ASC-A-7001A-1971 Adhesive
Sealant Council atau standard lain yang setaraf
dan disetujui.
- Lining material tersebut selanjutnya diikat dengan
pin (mechanical fastener) dengan bahan yang
sesuai dengan MF-1-1971 Mechanical Fastener
Standard atau standard lain yang setaraf dan
disetujui.
- Pada sisi-sisi sudut saluran, bahan lining tersebut
harus dipotong sedemikian rupa sehingga dalam
pemasangannya akan terjadi sistem pemasangan
saling tindih dan tekan (overlapped and
compressed).
 Pemasangan Noise Silencer
- Noise silencer harus dipasang pada tempat yang
telah diberi indikasi pada gambar.
- Noise silencer harus memiliki flange-end dan
berlubang untuk baut pengikat dengan ducting.
- Ducting yang akan disambung dengan noise
silencer harus diberi flange - end dengan cara
menekuk dan diperkuat menggunakan besi strip
dengan ukuran yang sesuai terhadap flange end
dari silencer.
- Dimensi ducting yang akan dihubungkan dengan
flange dari noise silencer harus sama, dalam arti
diperbolehkan adanya taper offset maupun adapter
untuk pemasangan noise silencer.
- Pada sela-sela antara flange noise silencer dan
ducting harus diisi dengan gasket untuk menjamin
kerapatan sambungan, tidak diperkenankan
adanya kebocoran pada sambungan antara duct
dengan silencer.

132 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
- Noise silencer harus diberi penggantung khusus ke
pelat beton atau dudukan khusus,dalam arti bahwa
silencer tidak boleh membebani saluran udara.
- Besaran dan dimensi sistem rangka penggantung
silencer dibuat sesuai dengan besaran dan
dimensi silencer dengan konstruksi sesuai dengan
konstruksi silencer.
 Filter
Filter/Pree Filter
- Harus dari jenis Semi cleanable low velocity filter
tebal ½ inchi.
- Filter harus dipilih dari kelas effisiensi 55-75 %
pada dop test.
- Filter harus dipasang pada konstruksi, rangka
bajagalvanis, sehingga membentuk panel-panel.
- Filter harus dari jenis yang dapat mampu
menyaring lemak.
 Pemasangan Filter Housing
- Filter housing harus dipasang pada tempat yang
telah diberi indikasi pada gambar.
- Filter housing harus memiliki flange-end dan
berlubang lubang untuk tempat baut pengikat filter
housing tersebut dengan ducting.
- Ducting yang akan disambung dengan filter
housing harus diberi flange-end dengan cara
menekuk ducting, dan diperkuat dengan besi strip
dengan ukuran yang sesuai terhadap flange-end
dari housing.
- Dimensi ducting yang akan dihubungkan dengan
flange dari filter housing harus sama, dalam arti
diperbolehkan adanya taper offset maupun adapter
untuk pemasangan filter housing.
- Pada sela-sela antara flange filter housing dan
ducting harus diisi dengan gasket untuk menjamin
kerapatan sambungan, tidak diperkenankan
adanya kebocoran pada sambungan antara duct
dengan filter housing.
- Filter housing harus diberi penggantung khusus
ke pelat beton atau dudukan khusus, dalam arti

133 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
bahwa housing tidak boleh membebani saluran
udara.
- Accees-door ditentukan dari samping.
- Rangka penggantung tidak boleh menghalangi
access-door dari filter housing.
 Pemasangan Alat Sensor/Alat Ukur
- Peralatan ukur harus dipasang pada daerah
dimana pada daerah tersebut tercapai kepadatan
aliran seragam dan mudah dibaca.
- Daerah dengan aliran udara yang seragam adalah
daerah yang berjarak (minimum) 2 kali diagonal
terhadap belokan terdekat atau percabangan yang
terdekat.
- Peralatan ukur atau peralatan sensor harus
ditempatkan di tengah saluran dengan dudukan
dari baja sirip yang cukup kuat (bila perlu diberi
penguatan dengan konstruksi khusus) tetapi tidak
boleh mengakibatkan hambatan terhadap aliran
udara tersebut kecuali untuk peralatan ukur
tekanan dan kecepatan udara.
- Lubang-lubang untuk kabel harus berbentuk
bundar dengan diameter 5 (lima) kali diameter
seluruh kabel yang akan dilewatkan lubang
tersebut, kemudian sisi-sisi tajam dari lubang
tersebut diberi pelindung dari bahan karet yang
berbentuk lingkaran dengan lubang ditengahnya.
- Lubang tersebut di atas untuk selanjutnya
dirapatkan dengan pita perekat sehingga cukup
rapat dalam arti tidak terjadi kebocoran aliran udara
melalui lubang tersebut.

g. Pekerjaan Tata Suara


1) Pekerjaan ini dilaksanakan oleh aplikator yang resmi dan
berpengalaman.
2) Penyedia Jasa Konstruksi harus menambahkan peralatan
pembantu yang perlu untuk pekerjaan ini meskipun tidak
disebutkan dalam persyaratan teknis khusus untuk mencapai
performance yang dikehendaki.
3) Penyedia Jasa Konstruksi harus melakukan semua

134 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
pengujian untuk mendemonstrasikan bahwa bekerjanya
kabel dan material yang telah selesai dipasang memang
benar-benar memenuhi persyaratan. Penyedia Jasa
Konstruksi harus menyediakan personil dan peralatan yang
perlu untuk melakukan pengujian.

h. Pekerjaan Giant Screen (Videotron)


1) Seluruh material harus mendapatkan persetujuan dari
Konsultan Pengawas.
2) Pekerjaan ini dilaksanakan oleh aplikator yang resmi,
bersertifikat, dan berpengalaman.
3) Pipa conduit instalasi dipasanng diseusaikan dengan jalur
instalasi yang ada pada Gambar Kerja.
4) Pemasangan harus sesuai dengan titik yang sudah
tergambar di Gambar Kerja.

24. PEKERJAAN 24.1. Lingkup Pekerjaan


MEKANIKAL Lingkup pekerjaan ini meliputi:
a. Pekerjaan Peralatan Saniter
b. Pekerjaan Intalasi Air Bersih, Bekas dan Kotor
c. Pekerjaan Sumur Peresapan
d. Pekerjaan Bak Kontrol
e. Pekerjaan Rumah Biofill
f. Pekerjaan Saluran Lingkungan dan Penutupnya

24.2. Spesifikasi Bahan


a. Pekerjaan Peralatan Saniter
1) Bahan sanitair
a) Roof drainsekualitas lokal cor logam.
b) Floordrain, type : HN 508 P with locking plate sekualitas
San-Ei.
c) Closet Jongkok, Sekualitas INA.
d) Kran Ø 0.5”, type Y 20 JRN sekualitasSan-Ei.
e) Partisi urimoir, type AW 115 J 100x350x760 mm
Sekualitas TOTO.
f) Paper Holder, type : WN 30 Sekualitas San-Ei.
g) Wastafel, type : L 521 V1A Self Limming (540x490 mm)
warna putih, Sekualitas TOTO

135 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
h) Pompa air bersih sekualitas Shimitzu
i) Clean Out Ø2”
2) Semua material harus memenuhi ukuran standart dan
mudah didapatkan dipasaran kecuali bila ditentukan lain.
3) Semua peralatan dalam keadaan lengkap dengan segala
perlengkapannya, sesuai dengan yang telah disediakan
oleh pabrik.

b. Pemasangan Intalasi Air Bersih, Bekas dan Kotor


1) Pipa air bersih
Pipa distribusi air bersih menggunakan pipa PVC
sekualitas Wavin, Paralon, RUCIKA dengan dimensi
sesuai dengan gambar kerja yaitu menggunakan ukuran Ø
1‟‟, dan Ø 3/4‟‟.
2) Pipa air kotor
Pipa air kotor dari setiap alat plambing(fixture) ke pipa
tegak yang terletak di shaft terbuat dari pipa PVC tipe AW
tekanan kerja 10 Kg/cm2, dengan uk. Ø 4‟‟.
Pipa PVC tipe AW Sekualitas Wavin, Paralon, RUCIKA.
3) Pipa air bekas
Pipa air bekas dari setiap alat plambing(fixture) ke pipa
tegak yang terletak di shaft terbuat dari pipa PVC tipe AW
2
tekanan kerja 10 Kg/cm . Dengan uk. Ø 4‟‟, dan Ø 3‟‟.
Pipa PVC tipe AW Sekualitas Wavin, Paralon, RUCIKA.
4) Semua pipa, fixture, dan fitting yang berada di luar dinding
dan kelihatan, harus terbuat dari bahan stainless stell.
5) Setiap bahan pipa, fitting, alat plambing dan peralatan-
peralatan yang akan dipasang pada instalasi harus
memiliki merk yang jelas dari pabrik pembuatnya, merk
yang digunakan sekualitas RUCIKA.
6) Tower dengan roof tank kap. 1000 liter sebanyak 2 buah.
Jenis roof tank yang digunakan adalah fiberglass yang
dilengkapi water levelip abs. Roof tank setara dari merk :
sekualitas Penguin, Exel, Diamond.

c. Pekerjaan Sumur Peresapan


1) Pasir

136 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
Pasir yang digunakan sesuai dengan spesifikasi SDP ini
yang disebutkan pada bagian lain.
2) Semen
Semen yang digunakan sesuai dengan spesifikasi SDP ini
yang disebutkan pada bagian lain.
3) Agregat kasar ( Krikil )
Krikil yang digunakan sesuai dengan spesifikasi SDP ini
yang disebutkan pada bagian lain.
4) Batu koral
Batu koral yang digunakan sesuai dengan spesifikasi SDP
ini yang disebutkan pada bagian lain.
5) Tahu beton
Tahu beton menggunakan beton campuran 1 PCC : 3
Pasir : 5 Krikil
Tebal tahu beton 5 (lima) cm.
6) Ijuk
7) Penutup Sumur Resapan
Penutup sumur menggunakan beton dengan dimensi,
desain, dan detail tulangan yang digunakan sesuai
Gambar Kerja.
8) Buis beton
Buis beton yang digunakan Ø 800 mm harus berkualitas
baik dengan ukuran diameter disesuaikan dengan Gambar
Kerja.

d. Pekerjaan Bak Kontrol


1) Pasir
Pasir yang digunakan sesuai dengan spesifikasi SDP ini
yang disebutkan pada bagian lain.
2) Semen
Semen yang digunakan sesuai dengan spesifikasi SDP ini
yang disebutkan pada bagian lain.
3) Batu bata
Bahan batu harus memenuhi syarat-syarat.
a) Bermutu, matang, keras, ukuran-ukuran sama rata,
seragam dan saling tegak lurus, tidak retak-retak tidak
mengandung batu dan tidak berlubang-lubang.
b) Ukuran :
panjang : 22 cm – atau disesuaikan dengan

137 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
ukuran di Kabupaten Lombok Tengah.
Lebar : 11 cm – atau disesuaikan dengan
ukuran di Kabupaten Lombok Tengah.
Tebal : 5 cm – atau disesuaikan dengan
ukuran di Kabupaten Lombok Tengah.
c) Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan sample
bata yang akan dipakai untuk mendapatkan
persetujuan dari Konsultan Pengawas. Batu bata yang
ternyata tidak memenuhi syarat harus segera
dikeluarkan dari site. (jika sudah didatangkan ke lokasi
proyek).
Bata bata merah yang digunakan mempunyai toleransi
ukuran sesuai dengan 138ip a 27-1 dan 27-2 PUBI
tahun 1982 dan 138ip a 27-3 PUBI tahun 1982
(tentang kuat tekan) sedang bagian yang pecah tidak
boleh lebih dari 10%.
4) Agregat kasar (Krikil)
Krikil yang digunakan sesuai dengan spesifikasi SDP ini
yang disebutkan pada bagian lain.
5) Besi tulangan
Besi Tulanan yang digunakan sesuai dengan gambar kerja
dan sesuai dengan spesifikasi SDP ini yang disebutkan
pada bagian lain.

e. Pekerjaan Rumah Biofill


1) Semua bahan harus sesuai dengan spek dalam SDP ini
2) Bentuk serta ukuran untuk rumah biofil harus sesuai
dengan gambar kerja.
3) Rumah biofil dilengkapi dengan plat beton dengan ukuran
dan ketentuan sesuai gambar kerja.

f. Pekerjaan Saluran Lingkungan dan Penutupnya


1) Spesifikasi bahan penutup saluran lingkungan
a) Penutup saluran dibuat tiga tipe ukuran, diantaranya :
1. Penutup saluran ukuran (600 X 1400 X 120) mm
2. Penutup saluran ukuran (600 X 800 X 120) mm
3. Penutup saluran ukuran (600 X 600 X 120) mm
Detail posisi penutup saluran disesuaikan dengan
Gambar Kerja.

138 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
b) Setiap 10 penutup beton terdapat pengait Ø 10”
c) Tulangan plat beton P10-100
d) Pasir
Pasir yang digunakan sesuai dengan spesifikasi SDP ini
yang disebutkan pada bagian lain.
e) Semen
Semen yang digunakan sesuai dengan spesifikasi SDP
ini yang disebutkan pada bagian lain.
f) Agregat kasar (split)
Split yang digunakan sesuai dengan spesifikasi SDP ini
yang disebutkan pada bagian lain.

2) Spesifikasi bahan saluran lingkungan


a) Batu Kali
Batu kali yang digunakan sesuai dengan spesifikasi
SDP ini yang disebutkan pada bagian lain .
b) Pasir
Pasir yang digunakan sesuai dengan spesifikasi SDP ini
yang disebutkan pada bagian lain.
c) Semen
Semen yang digunakan sesuai dengan spesifikasi SDP
ini yang disebutkan pada bagian lain.
d) Agregat kasar (split)
Split yang digunakan sesuai dengan spesifikasi SDP ini
yang disebutkan pada bagian lain.
e) Lengkung saluran lingkungan difinishing plester aci,
sesuai Gambar Kerja.
f) Dalam pengerjaan saluran lingkungan, Penyedia Jasa
Konstruksi harus memastikan untuk didalam lengkung
saluran harus dibuat jari-jari R=100 (seratus) mm (sisi
utara) dan jajri-jari R= 50 (lima puluh) mm (sisi barat).
Dengan desain dan bentuk saluran harus sesuai seperti
Gambar Kerja.
Kemiringan saluran keliling dibuat 0,5%. Detail posisi
Kemiringan saluran keliling disesuaikan dengan
Gambar Kerja.

24.3. Pelaksanaan Pekerjaan


a. Pemasangan peralatan saniter

139 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
1) Semua barang sebelum terpasang harus ditunjukkan
kepada Konsultan Pengawas beserta
persyaratan/ketentuan pabrik untuk mendapatkan
persetujuan. Bahan yang tidak disetujui harus diganti tanpa
biaya tambahan.
2) Jika setelah dipasang perlu diadakan penukaran /
penggantian, maka bahan pengganti harus disetujui
Konsultan Pengawas terlebih dahulu berdasarkan contoh
yang diajukan Penyedia Jasa Konstruksi.
3) Sebelum pemasangan dimulai, Penyedia Jasa Konstruksi
harus meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi di
lapangan, termasuk mempelajari bentuk, pola,
penempatan, cara pemasangan dan detail-detail sesuai
gambar.
4) Bila ada kelainan dalam hal apapun antar gambar dengan
gambar, gambar dengan spesifikasi dan sebagainya, maka
Penyedia Jasa Konstruksi harus segera melaporkannya
kepada Konsultan Pengawas.
5) Penyedia Jasa Konstruksi tidak dibenarkan memulai
pekerjaan di suatu tempat bila ada kelainan perbedaan di
tempat itu sebelum kelainan tersebut diselesaikan.
6) Selama pelaksanaan selalu diadakan
pengujian/pemeriksaan untuk kesempurnaan hasil
pekerjaan.
7) Penyedia Jasa Konstruksi wajib
memperbaiki/mengulangi/mengganti bila ada kerusakan
yang terjadi selama masa pelaksanaan dan masa garansi,
atas biaya Penyedia Jasa Konstruksi, selama kerusakan
bukan disebabkan oleh tindakan
Pemilik/Pemakaian/Pemberi Tugas.

b. Pemasangan intalasi air bersih, bekas dan kotor


1) Perancangan
a) Pengisian tangki atas dilakukan dengan 1 (satu) buah
pompa yang terletak diatas sumur bor yang bekerja
secara otomatis yang dihubungkan dengan Water Level
Control (WLC). Pompa akan Off bila ketinggian air pada
tangki atas telah mencapai ketinggian tertentu yang
telah ditetapkan atau air pada reservoir bawah tidak

140 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
mencukupi (habis).
b) Air bersih yang sudah di tampung di tangki atas
kemudian didistribusikan secara gravitasi ke setiap alat
plambing yang membutuhkan air bersih. System pompa
ini akan bekerja dan berhenti secara otomatis bila
permukaan dalam tangki atas mencapai ketinggian
tertentu. Pompa juga dapat diaktifkan manual.
c) Untuk maintenance tangki air dipasang stop kran
disetiap pipa yang berhubungan langsung dengan
tangki air.
2) Pemasangan
a) Pelaksanaan pemasangan harus direncanakan dengan
baik, dan semua pembongkaran bagian-bagian
bangunan lainya hanya boleh dilaksanakan setelah
mendapatkan ijin tertulis dari konsultan pengawas.
Gambar-gambar pemasangan harus dibuat secara rinci
oleh Penyedia Jasa Konstruksi. Hal ini agar dapat
diketahui dengan tepat letak/ukuran lubang-lubang
pada dinding yang diperlukan untuk jalur-jalur pipa.
Penyedia Jasa Konstruksi bertanggung jawab atas
ukuran(dimensi)dan lokasi lubang-lubang tersebut.
Apabila diperlukan, dilakukan pembobokan/penambalan
tanpa tambahan biaya.
b) Penyedia Jasa Konstruksi bertanggung jawab atas
penyediaan lokasi pemasangan yang tepat.
Pemasangan pada lokasi bangunan yang dicor dengan
beton dilakukan oleh Penyedia Jasa Konstruksi struktur,
atas petunjuk Penyedia Jasa Konstruksi plambing.
c) Selama pemasangan berlangsung, Penyedia Jasa
Konstruksi harus menutup ujung pipa yang terbuka
untuk mencegah tanah, debu, dan kotoran lain masuk
ke dalam pipa.
d) Semua sambungan-sambungan yang menghubungkan
pipa dengan ukuran yang berbeda harus menggunakan
reducing fitting. Sedapat mungkin dilaksanakan
belokan-belokan dengan jenis long radius. Belokan-
belokan short radius hanya boleh digunakan apabila
kondisi setempat tidak memungkinkan memakai long
radius, dan Penyedia Jasa Konstruksi harus

141 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
memberitahukan hal ini kepada pengawas. Fiting dan
alat–alat yang menimbulkan tahanan aliran yang tidak
wajar tidak boleh digunakan.
e) Penggantung atau penumpu pipa harus terikat secara
kuat pada bangunan dengan menggunakan Dynabolt
atau fischer dilengkapi dengan kontruksi baja bila
memang diperlukan.
f) Setiap pipa cabang utama yang masuk ke lantai harus
dilengkapi dengan katup penyetop (gate Valve).
g) Semua peralatan dan perlengkapan yang diperlukan
dalam pekerjaan ini harus disediakan dan dilaksanakan
oleh Penyedia Jasa Konstruksi tanpa menuntut biaya
tambahan.

c. Pekerjaan Sumur Peresapan


1) Semua bahan harus sesuai dengan spek dalam SDP,
yaitu: buis beton Ø 800 mm tinggi 500 mm, ijuk, koral
dengan penutup dari plat beton 80 mm
2) Bentuk serta ukuran harus sesuai dengan gambar kerja,
atau dengan ukuran lain disesuaikan dengan lapangan dan
disetujui oleh semua pihak yang terkait.

d. Pekerjaan Bak Kontrol


1) Semua bahan harus sesuai dengan spek dalam SDP ini
2) Bentuk serta ukuran dari saluran harus sesuai dengan
gambar kerja, atau dengan ukuran lain disesuaikan dengan
lapangan dan disetujui oleh semua pihak yang terkait.
3) Campuran perbandingan beton yang digunakan sesuai
gambar kerja.
4) Clean Out untuk maintenance, Clean Out pada bak control
ditutup menggunakan Dop.

e. Pekerjaan Saluran Lingkungan dan Penutupnya


1) Semua bahan harus sesuai dengan spek dalam SDP ini
2) Bentuk serta ukuran dari saluran keliling dan penutup
saluran keliling harus sesuai dengan Gambar Kerja, atau
dengan ukuran lain disesuaikan dengan lapangan dan
disetujui oleh semua pihak yang terkait.
3) Campuran beton yang digunakan disesuaikan dengan

142 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
RAB.
4) Pengerjaan baja tulangnan disesuaikan dengan
pengerjaan baja tulangan yang sudah dijelaskan dibagian
sebelumnya didalam dokumen ini.

25. PEKERJAAN 25.1. Lingkup Pekerjaan


LETTER Meliputi bahan, peralatan, tenaga kerja untuk melaksanakan
pekerjaan pemasanganletter (tulisan).

25.2. Persyaratan Bahan


Spesifikasibahan yang dibutuhkan pekerjaan letter :
a. Bahan letter: acrylic susu 3 (tiga) mm, acrylic sekualitasAN.
b. Tebal letter perhuruf 100 (seratus) mm.
c. Dudukan letter menggunakan stainless 1,6 mm
d. Perkuatan dudukan, perhurufdibaut Ø 8 mm sebanyak 4 buah.
e. Letter finishing sticker.
f. Masing-masing huruf pada letter dilengkapi lampu LED Strip 5
Watt per meter; lampu sekualitas Philips. Untuk perkuatan
lampu menggunakan isolasi bolak balik sekualitas 3M.

25.3. Pelaksanaan Pekerjaan


a. Semua bahan harus sesuai dengan spek dalam SDP ini.
b. Pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan oleh aplikator yang
berpengalaman, bersertifikat, dan resmi.
c. Dimensi dan desain tulisan harus disesuaikan dengan Gambar
Kerja.
d. Penyedia Jasa Konstruksi harus benar-benar memperhatikan
perkuatan letter sesuai Gambar Kerja.

26. PEKERJAAN 26.1. Lingkup Pekerjaan


PASANGAN Pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan pasangan paving
PAVING
26.2. Spesifikasi Bahan
Bahan yang dipakai pada paving, menggunakan mutu K-200.
Paving menggunakan typeHolland sekualitas Mutiara, Diamond,
Cisangkan. Tebal pada paving 80 (delapan puluh) mm.

143 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
26.3. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Pelaksanaan Pekerjaan Paving:
1) Sebelum melaksanakan pekerjaan Penyedia Jasa
Konstruksi harus berkoordinasi dengan Konsultan
Pengawas.
2) Semua material yang dikerjakan harus mengacu pada
spesifikasi teknis yang tertulis dalam dokumen Pengadaan
ini.
3) Persiapan pemasangan.
4) Pekerjaan ini harus dilaksanakan oleh aplikator yang
resmi.
5) Pasir alas seperti yang dipersyaratkan segera digelar
diatas lapisan base. Kemudian diratakan dengan jidar kayu
sehingga mencapai kerataan yang seragam dan harus
mengikuti kemiringan yang sudah dibentuk sebelumnya
pada lapisan base.
6) Penggelaran pasir alas tidak melebihi jarak 1 (satu) meter
didepan paving terpasang dengan tebal screeding.
7) Pemasangan paving harus dimulai dari satu titik/garis
(starting point) diatas lapisan pasir alas (laying course).
8) Tentukan kemiringan dengan menggunakan benang yang
ditarik tegang dan diarahkan melintang sebagai pedoman
garis A dan memanjang sebagai garis B, kemudian dibuat
pasangan kepala masing-masing diujung benang tersebut.
9) Pemasangaan paving harus segera dilakukan setelah
penggelaran /pasir alas. Hindari terjadinya kontak langsung
antar block dengan membuat jarak celah/naat dengan
spasi 2-3 mm untuk pengisian joint filler.
10) Memasang paving harus maju, dengan posisi pekerja
diatas block yang sudah terpasang.
11) Profil melintang permukaan paving minimal mencapai 2%
dan maksimal 4% dengan toleransi cross fall 10 (sepuluh)
mm untuk setiap jarak 3 (tiga) meter dan 20 (dua puluh)
mm untuk jarak 10 (sepuluh) meter garis lurus.
Pembedaan maksimum kerataaan antar block tidak boleh
melebihi 3 (tiga) mm.
12) Pengisian joint filler harus segera dilakukan setelah
pamasangan paving dan segera dilanjutkan dengan
pemadatan paving.

144 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
13) Pemadatan paving dilakukan dengan menggunakan alat
plat compactor yang mempunyai plat area 0,35 s/d 0,50
m2 dengan gaya sentrifugal sebesar 16 s/d 20 kN dan
getaran dengan frekwensi 75 s/d 100 MHz. Pemadatan
hendaknya dilakukan secara simultan bersamaan dengan
pemasangan paving dengan minimal akhir pemadatan
meter dibelakang akhir pasangan. Jangan meninggalkan
pasangan paving tanpa adanya pemadatan, karena hal
tersebut dapat memudahkan terjadinya deformasi dan
pergeseran garis joint akibat adanya sesuatu yang
melintas melewati pasangan paving tersebut.
14) Pemadatan sebaiknya dilakukan dua putaran, putaran
yang pertama ditujukan untuk memadatkan/pasir alas
dengan penurunan 5 - 15 mm (tergantung/pasir yang
dipakai). Pemadatan putaran kedua, disertai dengan
menyapu/pasir pengisi celah/naat block, dan masing-
masing putaran dilakukan paling sedikit 2 (dua) lintasan.

b. Penyedia Jasa Konstruksi harus menyertakan hasil uji abrasi


dan hasil uji kuat tekan baik untuk paving.

27. PEKERJAAN 27.1. Penjelasan Umum


LIGHTNING a. Lingkup Pekerjaan
PROTECTION Pekerjaan ini meliputi pengurusan perizinan/pengesahan dari
SYSTEM (Sistem badan yang berwenang, pengadaan bahan, peralatan dan
Proteksi Bahaya tenaga pekerja, pemasangan, pengujian dan perbaikan selama
Petir) masa pemeliharaan untuk suatu sistim penangkal petir yang
lengkap. Sistem proteksi petir dengan penyalur petir aktif ESE
(Early Streamer Emission System). Lingkup pekerjaan ini
termasuk pengadaan semua material peralatan, tenaga kerja,
dan lain – lain untuk pemasangan, pengetesan, commisioning
dan pemeliharaan yang sempurna untuk seluruh instalasi
sistem penangkal petir dengan jangkauan proteksi 110
(seratus sepuluh) m seperti ditunjukkan pada Gambar
Perencanaan. Dalam pekerjaan ini harus termasuk juga
pekerjaan–pekerjaan kecil lain yang berhubungan dengan
pekerjaan ini yang tidak mungkin disebutkan secara terinci di
dalam buku ini, tetapi dianggap perlu untuk keselamatan dan

145 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
kesempurnaan fungsi dan operasi instalasi sistem penangkal
petir.
b. Item – item pekerjaan yang harus dilaksanakan adalah sebagai
berikut:
1) Elektroda penangkal petir ini termasuk batang penangkap
petir (air termination), dudukan air termination dan peralatan
bantulainnya yang dibutuhkan untuk kesempurnaan
instalasi sistem penangkal petir.
2) Hantaran turun. Item ini termasuk juga pipa pelindung,
penyangga dan klem untuk dudukan dan pemasangan
hantaran turun.
3) Elektroda pembumian, terminal penyambungan, bak kontrol
dan material – material bantu lainnya.
c. Instalasi sistem penangkal petir harus mengikuti Peraturan
Umum Instalasi Penangkal Petir atau peraturan lainnya yang
berlaku di Indonesia, serta harus mendapat rekomendasi dari
Departemen Tenaga Kerja RI.
d. Gambar-gambar sesuai Pelaksanaan (As Built Drawings)
Pemborong harus membuat catatan yang cermat dari
pelaksanaan dan penyesuaian-penyesuaian di lapangan.
Catatan-catatan tersebut harus dituangkan dalam satu set
gambar lengkap (kalkir) sebagai gambar-gambar sesuai
pelaksanaan (As Build Drawing). As Build Drawings harus
diserahkan kepada Konsultan Pengawas segera setelah
pekerjaan ini selesai.

27.2. Standar/Rujukan
a. Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL 2000)
b. Peraturan Umum Instalasi Penangkal Petir (PUIPP 1983)
c. British Standard (BS)
d. Standar Nasional Indonesia (SNI)
e. Japanese Industrial Standard (JIS)
f. Institute Electrotechnical Commision (IEC)
g. Beton Cor di Tempat

27.3. Spesifikasi Bahan dan Alat


Spesifikasi bahan dan alat yang digunakan untuk semua jenis

146 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
pekerjaan Lightning Protection System dalam proyek ini adalah
sebagai berikut:
a. Air terminal : sekualitas EF radius 110 m
2
b. Kabel coaxial 2 x 35 mm
c. Kabel pentanahan BC 50 mm2
d. copper rod
a. Pipa galvanis médium Ø2”
b. Bak Kontrol/Terminal Penyambungan dan sumur arde
1) Bak kontrol berfungsi sebagai tempat penyambungan
antara hantaran penyalur petir dengan elektroda
pembumian (terminal pembumian) dan sebagai tempat
untuk melakukan pengukuran tahanan pembumian.
2) Dimensi konstruksi bak kontrol sesuai dengan Gambar
Kerja.
3) Dinding dan tutup bak kontrol terbuat dari konstruksi beton.
4) Bak kontrol mempunyai tutup yang dilengkapi dengan
handle. Tutup bak kontrol ini harus dapat dibuka dengan
mudah.
5) Sumur Arde menggunakan sumur bor sampai dengan
menemui batas kelembapan tanah sehingga mencapai
tahanan pentanahan ≤ 5 (lima) Ohm.

27.4. Pemasangan
a. Cara-cara pemasangan sistem penangkal petir harus sesuai
dengan gambar dan harus mengikuti petunjuk
KonsultanPengawas.
b. Down Conductor disepanjang konstruksi penyangga harus
dipasang memakai klem dengan jarak setiap 75 (tujuh puluh
lima) cm.
c. Down Conductor diatas permukaan tanah sampai pada
ketinggian 2 (dua) meter dari permukaan tanah harus dipasang
didalam pipa PVC tipe AW sekualitas Wavin.
d. Pada Elektroda pentanahan harus dibuat terminal pentanahan
dengan baut dan ring. Sambungan pada elektroda pentanahan
harus memakai junction box.
e. Elektroda pentanahan dari batang tembaga diameter ¾” dan
panjang tembaga harus dilindungi terhadap korosi dengan
serbuk arang disekitar batang tembaga.

147 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
27.5. Pelaksanaan Pekerjaan
Pemasangan pipa penyangga dilas dengan dudukan nok dengan
plat tebal 10 (sepuluh) cm, kabel penyalur coaxial 2x35
2
mm dibawah gording diteruskan lewat shaft elektrikal ke bak
2
kontrol dan disambung dengan kabel BC 50 mm menggunakan
clamp sebelum diteruskan dengan grounding rod didalam sumur
arde. Terminal pentanahan harus terletak dalam bak kontrol
khusus untuk keperluan tersebut dan untuk pengecekan tahanan
tanah secara berkala, tahanan pentanahan maksimum 3 (tiga)
Ohm.

27.6. Pengujian Dan Pemeriksaan


Sistem penangkal petir akan diperiksa oleh Konsultan Pengawas
untuk memastikan dipenuhinya persyaratan ini. Semua bagian dari
instalasi ini harus diperiksa oleh Pengawas terlebih dahulu
sebelum tertutup atau tersembunyi. Setiap bagian yang tidak
sesuai dengan persyaratan gambar harus segera diganti, tanpa
membebankan biaya tambahan pada pemberi tugas. Untuk
mengetahui baik atau tidaknya sistem penangkal petir yang
dipasang, maka harus diadakan pengetesan terhadap instalasinya
maupun terhadap sistem pentanahannya, agar diperoleh suatu
jaminan.Pengetesan tahanan tanah baru bisa dilakukan setelah
tidak turun hujan selama 2 (dua) hari berturut-turut.

148 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
28. PENUTUP 28.1. Pekerjaan lain diluar lingkup dokumen ini, yang ternyata timbul
dalam pelaksanaan pekerjaan, harus dilaporkan kepada panitia
penerima hasil pekerjaan (PPHP), dan boleh dilakukan setelah
memperoleh perintah dari pemberi tugas.
28.2. Semua bagian pekerjaan harus selesai 100% dan setelah itu
penyerahan pertama dapat dilaksanakan.
28.3. Penyedia Jasa harus selalu menjaga ketertiban dalam lokasi
pekerjaan.
28.4. Penyedia Jasa harus menjaga kerusakan-kerusakan dari fasilitas
yang ada. Dan apabila ada kerusakan yang diakibatkan oleh
pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa wajib memperbaiki atas
biaya dan tanggungan Penyedia Jasa.
28.5. Penyedia Jasa harus membersihkan sisa-sisa bahan material dan
sisa bongkaran, sehingga lokasi proyek betul-betul bersih.
28.6. Apabila penyerahan pertama dapat dilaksanakan maka dibuat
Berita Acara Serah Terima Pekerjaan yang Pertama.
28.7. Serah terima kedua (terakhir) dapat dilaksanakan dengan syarat
semua pekerjaan yang cacat atau kurang sempurna dalam masa
pemeliharaan pekerjaan telah dilaksanakan dengan baik dan
sempurna dan dibuat Berita Acara Serah Terima Pekerjaan yang
kedua.

Demikian Dokumen Pengadaan Penyedia Barang/Jasa dapat kami


sampaikan.

149 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
A. Tabelisasi spesifikasi Teknis

NO URAIAN PEKERJAAN BAHAN SPESIFIKASI / MERK

1 Pekerjaan Anti Rayap


Bahan anti Rayap Sekualitas Prevail 100EC,
Premise200SL, Wazary10FL
Metode anti rayap untuk galian (pada dasar dan dinding galian)
menggunakan metode spray, sedangkan pada tanah urug
menggunakan metode inject atau suntik.
2 Pekerjaan Beton
Pasir Sekualitas lokal
Semen Sekualitas PCC
Split Sekualitas lokal
Baja Tulangan Sekualitas Krakatau Steel,
Waterstop (Masterflex 610) sekualitas BASF
3 Pekerjaan Bata Ringan
Bata Ringan sekualitas Primacon, Citicon
Pasangan bata ringan sekualitas Mortar Utama (MU)
tipe MU-301
Perekat/pemasangan bata sekualitas Mortar Utama (MU)
ringan
type MU-380
Acian sekualitas Mortar Utama (MU)
tipe MU-200
4 Pekerjaan Pintu
a. PekerjaanKusen
Alumunium
Kusen Pintu 4” Sekualitas Alexindo
Warna kusen alumunium :
warna Natural
Rangka daun pintu Barecore lapis mega sungkai 4
mm finishing melamine, fency
polyurethane.
Khusus pintu area kamar Sekualitas AN
mandi bagian belakang
dilapisi acrylic 3 mm
Kaca Tempered 12 mm Sekualitas Asahimas, Miralux,
Mulia
Kaca bening 5 mm Sekualitas Asahimas, Miralux,
Mulia
Pull Handle Sekualitas Solid, Dekson,
(untuk pintu kaca) Alco
Type : P 64.11
Pull Handle Sekualitas Solid, Dekson,
(untuk pintu barecore) Alco
Type : P 91.05
Lever Handle Sekualitas Solid, Dekson,
(untuk pintu kayu) Alco
Type : HRE 61.41
Over Panel Pivot Patch Sekualitas Solid, Dekson,

150 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
NO URAIAN PEKERJAAN BAHAN SPESIFIKASI / MERK
Fitting Alco
Type : PT 30
Top Patch Fitting Sekualitas Solid, Dekson,
Type : PT 20 Alco
Bottom Patch Fitting Sekualitas Solid, Dekson,
Type : PT 10 Alco
Floor Hinge Sekualitas Solid, Dekson,
Type : FH 84 Alco
Door Closer Sekualitas Solid, Dekson,
(untuk pintu barecore) Alco
Type : DC 20 SLD
Bottom Look Fiiting Sekualitas Solid, Dekson,
Type : US 10 Alco
Aksesoris Boven Window Casement Sekualitas Solid, Dekson,
Type : 701 8” Alco
Rambuncis Sekualitas Solid, Dekson,
Type : spring knip 378 Alco
b. PekerjaanPintu Kamar Mandi
Spesifikasi bahan yang sekualitas Eterna
diperlukan :
a. Pintu kamar mandi
menggunakan sistem
Cubicle Toilet
b. Partisi dan pintu
menggunakan bahan
PVC board yang tahan
air dan cuaca
14 Pekerjaan GRC
Spesifikasi bahan yang dibutuhkan :
a. GRC
b. Lisplang beton 120 mm
c. Perletakkan per-1500 mm
d. Perkuatan GRC menggunakan :
- Besi siku 40.40.4 mm
- Rangka hollow 40.40.4 mm
- Screw
17 Pekerjaan Pengecatan
Cat Dinding Luar SekualitasJotun
type Jotashield Extreme
Cat Dinding Dalam SekualitasJotun
type Jotaplast Acrylic Emultion
Paint
Cat Melamin Sekualitas IMPRA
Cat zink chromate Sekualitas Jotun
Cat Besi Sekualitas EMCO
18 Pekerjaan Atap
Kuda-kuda menggunakan : pipa BS Ø 5” tebal 4 mm
Gording menggunakan : pipa BS Ø 4” tebal 3 mm

151 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
NO URAIAN PEKERJAAN BAHAN SPESIFIKASI / MERK

: pipa BS Ø 3” tebal 3 mm
: pipa BS Ø 1,5” tebal 1,2 mm
Balok pengaku : pipa BS Ø 3” tebal 3 mm
menggunakan
Roofing Lysaght flex-lok 0.60 mm TCT
Colorbond
Flashing Fascia capping 0,45 mm TCT
Colorbond
Accessories a. Galvanised screw cteks 12-
14x30 HWFS (for roofing)
b. Flex-lok halter clip (for roofing)
c. Gable end channel -1,5m (for
fascia capping)
d. Colored screw CSP 10-16x16
HWFS(for flashing)
Pengaku antar kuda-kuda a. Plat plendes 15 mm
b. Plat dudukan gording 8 mm
c. Angkur sekualitas HILTI HAS-E
(5.8) M20 + HIT-RE 500
d. Talang BJLS 30 rangka siku
50.50.5 m
Spesifikasi penutup atap a. Profil : 50/429, tinggi : 50mm,
alumunium (Aluform) : lebar : 429mm, tebal : 0,9mm
b. Bahan : AlMn 1 Mg 0.5
c. Standard : DIN-EN AW 3005
d. Warna : Vasco
19 Pekerjaan Elektrikal
Panel Sekualias Saka
MCB dan MCCB sekualitas Schneider
Sekualitas sekualitas Supreme,
Kabel instalasi
Kabelindo, Tranka
Lampu Sekualitas Saka
Armatur Sekualitas SAKA
Sekualitas Broco, Clipsal,
Saklar
Panasonic
Sekualitas Broco, Clipsal,
Kotak Kontak
Panasonic
Kontak Kontak Khusus Sekualitas Schneider
20 Pekerjaan Tata Udara
sekualitas Fujitsu, Toshiba, Sanyo
Unit Air Conditioning VRV

Pipa Refrigerant sekualitas Wavin,Paralon,Banlon


Pipa Pengembunan Sekualitas Armafalex,Thermaflex
(PVC)
Isolasi Pipa sekualitas TD Duct, MG Duct,First
Refrijran,Pengembunan Duct
PolyUrethan

152 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
NO URAIAN PEKERJAAN BAHAN SPESIFIKASI / MERK

21 Pekerjaan Tata Suara


Mixing Console 32 Ch, type :
sekualitas TOA
ONYX 32.4
Digital Processor, type : DP-
sekualitas TOA
0206
CD Recorder, type : LG sekualitas TOA
Multichannel Power Amplifier
sekualitas TOA
4x550W, type : DA-550F
Dual Power Amplifier, type :
sekualitas TOA
ZA-D500
Line Array Speaker, type :
sekualitas TOA
SR-C8L
Line Array Speaker, type :
sekualitas TOA
SR-C8S
Subwoofer, type : SR-C15B sekualitas TOA
Rigging frame, type : SR-
sekualitas TOA
RF8
Stage Speaker System, type
sekualitas TOA
: ZS-HS150B
Headphone, type : AKG sekualitas TOA
Cabinet Rack w/Acc, type :
sekualitas TOA
CR-392P
Speaker System 15” (Side
sekualitas TOA
Field), type : ZS-HS 1500B
Sub-woofer Speaker (Side
sekualitas TOA
Field), type : Z-120BFB
Handheld Wireless Mic
sekualitas TOA
w/Receiver, type : WM-4200
Lavalier Wireless Mic
sekualitas TOA
w/Receiver, type : WM-5320
Wireless Antenna Distributor
w/Wireless Antenna, type : sekualitas TOA
WD-4800
Dynamic Microphone, type :
sekualitas TOA
DM-1300
Condenser Microphone, type
sekualitas TOA
: E-914
Snake Cable 16CH dengan
sekualitas TOA
Multipin
Patch 16 CH dengan
sekualitas TOA
Multipin
Floor Stand Mic sekualitas TOA
Deck Stand Mic sekualitas TOA
Reverb, type : MX-400XL sekualitas TOA
Power Sequencer sekualitas TOA
23 Pekerjaan Mekanikal
Roofdrain sekualitas lokal cor logam
Floordrain, type : HN 508 P sekualitas San-Ei

153 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
NO URAIAN PEKERJAAN BAHAN SPESIFIKASI / MERK
whit locking plate
Closet Jongkok, Sekualitas TOTO
Jet Washer sekualitas TOTO
Kran Ø 0.5”, type Y 20 JRN sekualitasSan-Ei
Urinoir, type : UW 447 JT 1 Sekualitas TOTO
M (moslem tape)
444x356x685 mm.
Ditambah Acrylic Protection
Spray
Partisi urimoir, type AW 115 Sekualitas TOTO
J 100x350x760 mm
Paper Holder, type : WN 30 Sekualitas San-Ei
Wastafel, type : L 521 V1A Sekualitas TOTO
Self Limming (540x490 mm)
warna putih,
Pompa air bersih sekualitas Shimitzu
Clean Out Ø2”
Roof tank sekualitas Penguin, Exel,
Diamond
24 Pekerjaan Lansekap
Tanaman yang akan ditanam :
a. Penamanan rumput gajah mini
b. Penanaman tanaman perdu (irish dan tikel balung)
c. Pohon Kiara t: 2 m
d. Pohon Belimbing Wuluh t: 2 m
e. Pohon Sawo Kecik t: 2 m
26 Pekerjaan Letter
acrylic susu 3 mm, sekualitas AN
Dudukan letter menggunakan stainless 1,6 mm
Perkuatan dudukan, perhuruf dibaut Ø 8 mm sebanyak 4 buah.
Masing-masing huruf pada leter dilengkapi lampu LED Strip 5
Watt per meter ; lampu sekualitas Philips. Untuk perkuatan lampu
menggunakan isolasi bolak balik sekualitas 3M
Letter finishing stiker
28 Pekerjaan LIGHTNING PROTECTION SYSTEM (Sistem Proteksi Bahaya Petir)

Air Terminal: sekualitas EF


Sekualitas Kurn
radius 110m
2
Kabel coaxial 2 x 35 mm

Kabel pentanahan BC 50
2
mm

Copper Rod

Pipa galvanis médium Ø2”

154 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design
B. Tabelisasi pekerjaan yang disubconkan :

NO MACAM PEKERJAAN YANG DISUBCONTKAN SYARAT SUBCONT


1 Pekerjaan Anti Rayap Syarat bagi subcont diantaranya,
2 Pekerjaan Plafon harus memiliki :
3 Pekerjaan Baja Atap a. Company profil
4 Pekerjaan Ready Mix b. Pengalaman pekerjaan sejenis
5 Pekerjaan Elektrikal dan Mekanikal c. Sertifikat keahlian
5 Pekerjaan khusus lainnya.

155 DED PEMBANGUNAN GEDUNG KONI PRAYA | CV. Geo Techno Design