Anda di halaman 1dari 5

RESUME JOURNAL

1. Judul Jurnal
Evaluasi Metode Bonapace : Intervensi Edukasi Spesifik Untuk Mengurangi Nyeri Saat
Melahirkan
2. Latar Belakang Masalah
Nyeri didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak
menyenangkan terkait dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial. Nyeri terdiri dari
setidaknya dua komponen yang didukung oleh jalur neurofisiologis independen:
komponen sensorik-diskriminatif (intensitas) dan komponen afektif motivasi
(ketidaknyamanan),yang dapat dimodulasi secara selektif. Meski intensitas nyeri yang
dirasakan wanita pada persalinan biasanya tidak terkait dengan kerusakan jaringan,
penelitian sebelumnya merangkingkan dari bentuk paling beratnya nyeri yang pernah
tercatat dengan menggunakan McGill Pain Questionnaire atau skala analog visual (VAS).
Efek fisiologis dan psikologis pada nyeri saat persalinan dan melahirkan sangat banyak
dan tidak dapat disepelekan. Meskipun prosedur farmakologis baru untuk meredakan
nyeri persalinan terbukti efektif dalam mengurangi nyeri, tetapi biasanya sering dikaitkan
dengan insiden yang lebih tinggi dari distosia, instrumental melahirkan, dan
komplikasi. Misalnya, wanita yang menggunakan epidural lebih cenderung
membutuhkan rangsangan kontraksi persalinan untuk tahap kedua proses persalinan,
risiko tambahan proses melahirkan meningkat (ini tidak terkait dengan gawat janin)
sedangkan risiko operasi caesar untuk gawat janin meningkat.
Sebagaimana intensnya nyeri pada saat melahirkan, beberapa program edukasional
ada untuk mempersiapkan wanita dalam proses persalinan dan melahirkan. Program
tradisional pelatihan melahirkan (TCTPs) ditujukan untuk mempersiapkan orang tua
yang akan melahirkan sangat dikembangkan di negara-negara barat. Walaupun efek
pelatihan ini terhadap nyeri yang dirasakan masih belum meyakinkan atau
kontrovesial.beberapa studi telah menemukan bahwa pelatihan tidak mendemonstrasikan
efek pada nyeri itu sendiri, tetapi meningkatkan reaksi nyeri. Studi lain kepada wanita
dengan persiapan pengalaman yang adekuat dari nol hingga 30% merasakan nyeri yang
berkurang saat proses persalinan dan melahirkan dibandingkan dengan wanita tanpa
persiapan,
Sebagaimana yang telah ditemukan sebelumnya untuk pengukuran nyeri kronik,
penjelasan utama adanya perbedaan persepsi nyeri persalinan terkait (1) kurangnya
sensitivitas dalam pengukuran nyeri (2) ketidakadekuatan komponen pengukuran nyeri
(3) pengukuran berdasarkan memori dan (4) tidak terhitungnya modulasi nyeri dalam
waktu dan konteks.
Studi ini mengevaluasi keefektifan program manajemen nyeri secara spesifik.
Metode Bonapace (BM) ditujukan untuk mengurangi persepsi nyeri saat melahirkan.
Tindakan melibatkan suami atau pasangan yang spesifik ini didasari atas penemuan pada
studi sebelumnya yang menemukan bahwa nyeri persalinan intensitasnya tidak selalu
berkaitan dengan kerusakan jaringan atau secara fisiologisnya saja, tetapi juga efek dari
psikologis selama proses persalinan dan melahirkan.

3. Tujuan Penelitian
Studi ini mengevaluasi keefektifan program manajemen nyeri secara spesifik. Metode
Bonapace (BM), untuk mengurangi persepsi nyeri saat melahirkan.

4. Metodologi Penelitian
Studi case-control multisenter di Quebec membandingkan efektivitas program
pelatihan persalinan tradisional (TCTPs) dan Metode Bonapace (BM) terhadap persepsi
nyeri selama persalinan dan melahirkan. Skala analog visual digunakan untuk mengukur
persepsi nyeri selama persalinan. Subjek terdiri atas 25 orang wanita (TCTP: n = 12; BM:
n = 13) yang dikaji persepsi intensitas nyeri dan ketidaknyamanan setiap 15 menit. Subjek
penelitian ini merupakan pasien dari klinik medis, berafiliasi dengan rumah sakit umum,
di mana tidak ada kontinuitas program perawatan maternal di provinsi Quebec antara
tahun 1995 dan 1998. Subjek diberikan infromasi oleh perawat atau agen yang dibimbing
oleh protokol tertulis, mengenai keaslian penelitian yang melihat pemahaman nyeri
selama proses melahirkan, selama kunjungan rutin mereka ke dokter. Tidak ada yang
menyebutkan hubungan antara tipe pelatihan dan persepsi nyeri. Setiap subjek diberikan
instruksi bagaimana cara mengukur nyeri selama proses persalinan dan melahirkan
menggunakan VAS. Setiap peserta menandatangani formulir persetujuan dan menerima
kuesioner manajemen nyeri. Setelah melahirkan, mereka menyelesaikan bagian
demografis dari kuesioner (usia, paritas, keuangan, pendidikan, onset persalinan, dan
pelatihan persalinan).
Sesuai dengan Komite Etika Subjek Manusia Université du Québec en Abitibi-
Témiscamingue, setiap subjek diberitahu tentang haknya untuk tidak berpartisipasi dalam
penelitian. Kami memperbolehkan setiap subjek untuk memilih program yang sesuai
dengan preferensi mereka dan semua program tersedia pada fasilitas lokal dengan biaya
gratis.
Kelompok TCTP terdiri dari wanita yang secara sukarela dipilih mengikuti program
dengan pasangannya. Pelatihan dimulai sekitar minggu ke 23 kehamilan, dan
berlangsung total 8 jam selama periode 4 minggu. Kurikulum pembelajaran TCTP
sebagian besar didasarkan pada teori pemahaman tentang: (1) anatomi dan fisiologi
persalinan; (2) kesejahteraan fisik (latihan); (3) tahapan persalinan dan melahirkan; (4)
variasi dalam persalinan dan melahirkan; (5) analgesic farmakologi; dan (6) merawat
bayi yang baru lahir. Relaksasi, teknik visualisasi, pijat, dan posisi selama persalinan
tidak diajarkan di TCTP hanya praktik teknik pernapasan.
Kelompok BM terdiri dari perempuan yang secara sukarela memilih untuk
mengikuti program manajemen nyeri yang spesifik dengan pasangan mereka. Kurikulum
BM tergabung dalam pemahaman tentang mekanisme modulasi nyeri 21,36 dan
pengajaran teknik praktis yang berkaitan dengan mekanisme tersebut. (1) CNSC melalui
pernapasan, relaksasi, dan penataan kognitif (asal nyeri persalinan dan endogen
mekanisme modulasi nyeri); (2) Rangsangan tidak menyakitkan seperti ambulasi dan
pijatan ringan punggung diantara kontraksi persalinan oleh pasangan, yang mengaktifkan
serabut non-nociceptif dan menghasilkan penghambatan nyeri, dan (3) DNIC
hiperstimulasi analgesik, oleh pasangan selama kontraksi, menggunakan pijat dalam titik
akupunktur di punggung bagian bawah (yaitu, Shanglia BL 31, Cilia BL 32, Zhongliao
BL 33 dan Xialiao BL 34), bergantian dengan titik pemicu di tangan (Hegu LI4), kaki
(Taichong L 3), dan di bokong (Huantiao GB 30). Mitra diajari untuk menggunakan
mekanisme mana saja yang cocok. Program pelatihan berlangsung delapan jam selama
periode empat minggu.

5. Hasil Penelitian
Korelasi positif ditemukan antara proses persalinan dan nyeri (intensitas nyeri: P < 0,01;
nyeri ketidaknyamanan: P < 0,01). Bila dibandingkan dengan kelompok TCTP,
kelompok intervensi BM secara signifikan menunjukkan persepsi intensitas nyeri yang
jauh lebih rendah (45%; P<0,01) dan ketidaknyamanan (46%; P<0,01).

Peningkatan nyeri seiring dengan perkembangan proses persalinan


Korelasi positif antara nyeri dan perkembangan proses persalinan ditemukan pada
kelompok TCTP dan BM (intensitas nyeri: R = 0,33, F = 12,96, P = 0,0005; nyeri tidak
enak: R = 0,24, F = 6,58, P = 0,01) . Intensitas nyeri dan ketidaknyamanan meningkat
secara signifikan antara fase awal dan aktif dan antara fase aktif dan transisi, seperti yang
ditunjukkan pada Gambar 2 (F [3.72] = 23.957, P = 0.0001, dan F [3.72] = 26.892, P =
0.0001).

Efek dari metode terhadap nyeri


Secara keseluruhan, skor nyeri VAS menunjukkan bahwa ada perbedaan persepsi nyeri
yang signifikan antara kelompok BM dan TCTP (Tabel 3). Lebih spesifik lagi, kelompok
BM merasakan rata-rata intensitas sakit 44,6% (F [1,25] = 22,00, P = 0.0001) dan 46,5%
lebih sedikit ketidaknyamanan rasa sakit (F [1,25] = 11,26, P = 0,003), dibandingkan
dengan Kelompok TCTP (intensitas nyeri: BM = 44,14 ± 16,08 melawan TCTP = 79,13
± 25,81; dan ketidaknyamanan rasa sakit: BM = 39,82 ± 17,04 melawan TCTP = 74,42
± 41,70).

6. Analisa Pembahasan

7. Kesimpulan dan Saran


Perbedaan signifikan dalam persepsi nyeri antara TCTP dan BM ini menunjukkan bahwa
model dan teknik modulasi nyeri selama persalinan yang dikombinasikan dengan
partisipasi aktif pasangan merupakan variabel penting yang harus ditambahkan ke
program pelatihan persalinan tradisional untuk manajemen nyeri persalinan.

8. Implementasi Keperawatan
1. Perawat dapat menganjurkan