Anda di halaman 1dari 33

KURIKULUM

PELATIHAN BAGI PELATIH

UNTUK PELATIHAN
KETANGGUHAN MENTAL ANTENATAL BAGI IBU HAMIL
“MENJADI IBU TANGGUH DAN OPTIMIS (MITO)”

DIREKTORAT PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN MASALAH KESEHATAN JIWA


DAN NAPZA
DIREKTORAT JENDERAL PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT
KEMENTERIAN KESEHATAN RI
2016
DAFTAR ISI

Hal.
BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………. 1
A. Latar Belakang ………………………………………………….... 1
B. Filosofi Pelatihan ………………………………………………… 3

BAB II PERAN, FUNGSI DAN KOMPETENSI PESERTA ………………… 6


A. Peran …………………………………………………………......... 6
B. Fungsi ……………………………………………………………... 6
C. Kompetensi ………………………………………………………... 6

BAB III TUJUAN PELATIHAN ………………………………………… 8


A. Tujuan Umum …………………………………………………….. 8
B. Tujuan Khusus …………………………………………………….. 8

BAB IV STRUKTUR PROGRAM ……………………………………………. 9

BAB V GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP)… 10

BAB VI DIAGRAM PROSES PEMBELAJARAN …………………………… 38

BAB VII PESERTA DAN TIM PELATIH ……………………………………... 41


A. Peserta … 41
1. Kriteria Peserta ……………………………………………….. 41
2. Jumlah Peserta ………………………………………………... 41
B. Tim Pelatih……………………………………………………..…. 41

BAB VIII PENYELENGGARA DAN TEMPAT PENYELENGGARAAN.… 42


A. Penyelenggara …………………………………………………..... 42
B. Tempat Penyelenggaraan ……………………………………….... 42

BAB IX EVALUASI ……………………………………………………….… 43

BAB X SERTIFIKAT ……………………………………………………….. 45

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kehamilan dan melahirkan merupakan bagian dari proses reproduksi yang
penting dalam terciptanya generasi berkualitas. Seorang ibu menjalani sembilan bulan
masa mengandung anak, sepanjang itu ia mengalami beragam perubahan, baik yang
tampak maupun tidak. Perubahan fisik seperti kenaikan berat badan, membesarnya
perut, membengkaknya kaki, dan sebagainya. Perubahan psikologis seperti pergantian
suasana hati, bahkan kecemasan, kepanikan, stres, depresi.
Ragam perubahan pada masa kehamilan ini perlu mendapatkan perhatian
khusus supaya risiko masalah kesehatan fisik dan psikologis dapat diminimalisasi.
Pemeriksaan rutin ke dokter bisa menjadi upaya pencegahan risiko, terutama untuk
faktor fisik, sedangkan untuk faktor psikologis semisal depresi, tentu diperlukan upaya
lain.
Gejala depresi pada masa kehamilan (antenatal) antara lain perasaan sedih
yang berlebihan, mudah lelah, gangguan tidur, hilang minat dan kesenangan terhadap
aktivitas yang sebelumnya disukai dan kecemasan berlebihan, terjadi pada 10-20% dari
para perempuan hamil. Gejala tersebut bisa meningkat menjadi 80% pada hari ke-3
dan ke-4 setelah melahirkan yang dikenal dengan periode baby blues dan biasanya
akan hilang dengan sendirinya dalam jangka waktu dua minggu. Namun demikian pada
sebagian ibu, gejala depresi tersebut menetap lebih lama dan dapat menimbulkan
gangguan fungsi dan kemampuan beraktivitas sehari-hari.
Hasil penelitian menunjukan faktor biopsikososial berpengaruh terhadap
terjadinya depresi pada ibu (Pope, 2000), antara lain: (1). faktor biologis (faktor
keluarga dan riwayat adanya depresi, perubahan hormonal setelah melahirkan,
menyusui, kelelahan berkepanjangan, ketidakseimbangan neurotransmitter); (2). faktor
psikologis (hubungan yang kurang harmonis dengan orangtua, rendahnya kepercayaan
diri, pikiran negatif, kepribadian perfeksionis, kurangnya strategi mengatasi
permasalahan, perasaan gagal dan ketidakpuasan, merasa terjebak dalam suatu
situasi, persepsi negatif tentang persalinan, kepribadian tergantung); (3). faktor sosial
(mengalami pengasuhan dari orangtua yang depresif, lama berpisah atau terpisah dari
orangtua atau pasangan, permasalahan dalam perkawinan dan pekerjaan, kurang
mendapat dukungan sosial dan hidup dalam kemiskinan, mengalami berbagai peristiwa
yang menimbulkan tekanan seperti perceraian, kehilangan orang penting dalam hidup,
kesulitan keuangan, pengangguran, serta tekanan kronis yang dialami
berkepanjangan).
Pemberian psikoterapi sangat penting untuk memberdayakan
individu, memperkuat ketangguhan yang ia miliki agar mencegah gejala depresif
menjadi gangguan depresi klinis (Grote & Bledsoe, 2007). Periode trimester kedua
kehamilan ditemukan cukup efektif dalam mencegah muncul dan berkembangnya
depresi antenatal dan postnatal dengan penggunaan model cognitive-
behavioural (Cowan & Cowan, 2000).
Salah satu indikator yang dapat menurunkan risiko depresi antenatal dan setelah
melahirkan adalah ketangguhan. Ketangguhan merupakan suatu kondisi yang
menunjukkan kemampuan individu untuk bangkit dan keluar dari permasalahan dan
menemukan strategi untuk lebih efektif dalam menemukan solusi yang antisipatif.
Kemampuan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: kompetensi personal,
penerimaan atas perubahan, percaya atas intuisi, kontrol diri, dan pengaruh spiritual.
Menelaah pentingnya ketangguhan sebagai upaya mencegah faktor risiko pada
ibu hamil (bumil) di masa antenatal, maka perlu diselenggarakan pelatihan untuk
meningkatkan ketangguhan pada bumil dengan memanfaatkan jendela trimester kedua
kehamilan (12-28 minggu).
Demi mencapai hasil yang maksimal maka dibutuhkan tenaga fasilitator yang
memahami tujuan jangka panjang dalam pembentukan generasi yang lebih berkualitas
melalui intervensi dini pada bumil sebagai agen utama dalam mempersiapkan,
melahirkan, dan mengasuh calon generasi penerus bangsa.

B. Filosofi Pelatihan
Pelatihan ini diselenggarakan dengan memperhatikan:
1. Prinsip Andragogy, yaitu bahwa selama pelatihan peserta (fasilitator dan
nantinya para Ibu hamil) berhak untuk:
a. Didengarkan dan dihargai pengalamannya dalam hal yang berhubungan
dengan
b. Dipertimbangkan setiap ide, dan pendapat, sejauh berada di dalam konteks
pelatihan.
c. Diberi kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam setiap proses
pembelajaran.
d. Tidak dipermalukan atau diabaikan.

2. Berorientasi kepada peserta, dan peserta berhak untuk:


a. Mendapatkan satu paket bahan belajar yaitu bagi Fasilitator untuk
mendapatkan modul Ketangguhan Mental Antenatal dan bagi ibu hamil
mendapatkan buku kerja “Menjadi Ibu Tangguh dan Optimis”
b. Belajar dengan modal pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, serta
melakukan peningkatan agar sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan.
c. Mendapatkan fasilitator profesional yang dapat memfasilitasi, menguasai
materi dan dapat melakukan umpan balik yang konstruktif.
d. Melakukan diskusi kelompok, refleksi dan memberikan opini dan umpan balik
secara terbuka.
e. Melakukan evaluasi (bagi penyelenggara maupun fasilitator) dan dievaluasi
tingkat kemampuannya dalam membawakan pelatihan Menjadi Ibu Tangguh
dan Optimis.
3. Berbasis kompetensi, yang memungkinkan peserta untuk:
a. Mencapai penguasaan materi tentang mengenali gejala depresi dan
mengenal faktor-faktor ketangguhan mental.
b. Mencapai penguasaan materi tentang ketangguhan mental dan faktor-
faktornya, serta mampu memberi contoh nyata.
c. Meningkatkan keterampilan langkah demi langkah dalam memperoleh
kompetensi untuk mengidentifikasi gejala cemas dan depresi, mengenal
faktor ketangguhan mental, mampu menggiring cara berpikir antisipatif dan
membangun metafora ketangguhan mental.
d. Mendapatkan penilaian tentang keberhasilannya mencapai kompetensi yang
ditetapkan pada akhir pelatihan.
e. Mendapatkan sertifikat setelah dinyatakan berhasil mencapai kompetensi
yang diharapkan pada akhir pelatihan.
4. Learning by doing dan learning by experience yang memungkinkan peserta
untuk memperoleh kesempatan melakukan sendiri penerapan teori dalam praktik
melalui metode pembelajaran latihan/praktik di kelas dengan bimbingan,
sehingga pada akhirnya mampu melakukan secara mandiri dan kemudian
memfasilitasi pelatihan kepada ibu hamil dalam situasi yang sebenarnya.

BAB II
PERAN, FUNGSI DAN KOMPETENSI PESERTA
A. PERAN
Setelah mengikuti pelatihan, peserta berperan sebagai pelatih pada pelatihan
Asuhan Dan Dukungan Psikososial ODD bagi Caregiver

B. FUNGSI
Dalam melaksanakan perannya tersebut, peserta mempunyai fungsi sebagai
berikut:
1. Menjelaskan tentang Sindrom Demensia
2. Menjelaskan tentang gangguan perilaku dan psikologis pada ODD
3. Menjelaskan tentang gangguan fisik yang sering dialami ODD
4. Melakukan hubungan terapeutik caregiver dengan ODD
5. Melakukan pengelolaan ODD oleh caregiver
6. Melakukan manajemen stres pada caregiver
7. Melatih caregiver

C. KOMPETENSI
Untuk dapat menjalankan peran dan fungsinya tersebut maka setelah selesai
pelatihan ini para peserta memiliki kompetensi dalam hal:
1. Menjelaskan tentang Sindrom Demensia
2. Menjelaskan tentang gangguan perilaku dan psikologis pada ODD
3. Menjelaskan tentang gangguan fisik yang sering dialami ODD
4. Melakukan hubungan terapeutik caregiver dengan ODD
5. Melakukan pengelolaan ODD oleh caregiver
6. Melakukan manajemen stres pada caregiver
7. Melatih caregiver

BAB III
TUJUAN PELATIHAN

A. Tujuan Umum
Setelah mengikuti pelatihan peserta mampu melatih pada pelatihan Asuhan Dan
Dukungan Psikososial ODD Bagi Caregiver
B. Tujuan Khusus:
1. Menjelaskan tentang Sindrom Demensia
2. Menjelaskan tentang gangguan perilaku dan psikologis pada ODD
3. Menjelaskan tentang gangguan fisik yang sering dialami ODD
4. Melakukan hubungan terapeutik caregiver dengan ODD
5. Melakukan pengelolaan ODD oleh caregiver
6. Melakukan manajemen stres pada caregiver
7. Melatih caregiver

BAB IV

STRUKTUR PROGRAM

Untuk mencapai tujuan pelatihan, disusun materi pelatihan sesuai struktur program
dengan jumlah total jam pelajaran (JPL) sebanyak 51 (lima puluh satu) JPL sebagai
berikut:

No. MATERI WAKTU JUMLAH


T P PL
A. Materi Dasar
1. Kebijakan Kemenkes dalam program Kesehatan 1 0 0 1
Lansia
2 Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian 2 0 0 2
Demensia
Sub Total 3 0 0 3
B. Materi Inti
1. Konsep Demensia 2 1 0 3
a. Gejala dan tanda
b. Faktor Risiko
c. Beban Perawatan
2. Gangguan perilaku dan psikologis pada ODD 2 1 1 4
3. Gangguan fisik yang terjadi pada ODD 1 2 1 4
4. Membangun hubungan terapeutik caregiver 1 2 1 4
dengan ODD
5. Pengelolaan orang dengan demensia oleh 2 3 2 7
caregiver
6. Dukungan psikososial ODD 1 2 1 4
7 Manajemen stress bagi caregiver 1 2 1 4
8 Teknik Melatih 5 7 0 12
Sub Total 15 20 7 42
C. Materi Penunjang
1. Membangun komitmen belajar (BLC) 0 3 0 3
2. Budaya anti korupsi 2 0 0 2
3. Rencana Tindak Lanjut (RTL) 0 1 0 1
Sub Total 2 4 0 6
TOTAL 20 24 7 51

Keterangan:T = Teori, P/L = Penugasan (laboratorium), PL = Praktik Lapangan, 1 JPL = 45 menit.


Penugasan teknik melatih dilaksanakan paralel 3 kelas (10 orang/kelas) dengan masing-masing 1 pelatih
sehingga diperlukan 21 JPL.
BAB V
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP)

Nomor : MD.1
Materi : Kebijakan Kemenkes dalam program Kesehatan Lansia
Waktu : 1 JP (T: 1 JP, P: 0 JP, PL: 0 JP)
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) : Setelah mempelajari materi ini, peserta mampu memahami tentang kebijakan program kesehatan lansia

TUJUAN PEMBELAJARAN Pokok Bahasan/ Metode Media Dan Referensi


KHUSUS (TPK) Sub Pokok Bahasan Alat Bantu
Setelah mempelajari materi ini
peserta mampu:
1. Menjelaskan situasi terkini 1. Situasi terkini kesehatan  Ceramah  LCD Projector dan  World Health Report 2016
kondisi kesehatan lansia lansia Laptop  Undang-Undang Nomor 18 Tahun
a. Besaran masalah  Laser pointer 2014
kesehatan lansia global  Bahan tayang (slide  Permenkes Nomor 25 Tahun 2016
dan nasional ppt) Tentang Rencana Aksi Nasional
b. Sumber daya kesehatan Kesehatan Lanjut Usia 2016-2019
lansia  Permenkes Nomor 67 Tahun 2015
Tentang Penyelenggaraan
2. Menjelaskan Kebijakan 2. Kebijakan Kesehatan lansia Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia
program kesehatan lansia a. Regulasi kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat
lansia  Permenkes Nomor 79 Tahun 2014
b. Kegiatan pendukung Tentang Penyelenggaraan
program kesehatan Pelayanan Geriatri di Rumah Sakit
lansia  Riset Kesehatan Dasar 2013
Nomor : MD.2
Materi : Kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Demensia
Waktu : 2 JP (T: 2 JP, P: 0 JP, PL: 0 JP)
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) : Setelah mempelajari materi ini, peserta mampu memahami tentang kebijakan program Pencegahan
dan Pengendalian Demensia

TUJUAN PEMBELAJARAN Pokok Bahasan/ Metode Media Dan Referensi


KHUSUS (TPK) Sub Pokok Bahasan Alat Bantu
Setelah mempelajari materi ini
peserta mampu:
1. Menjelaskan situasi terkini 1. Situasi terkini demensia  Ceramah dan  LCD Projector dan  Strategi Nasional Penanggulangan
demensia a. Besaran masalah tanya jawab Laptop Penyakit Alzeimer dan Demensia
demensia secara global  Laser pointer Laiinya : Menuju Lanjut Usia Sehat
dan nasional  Bahan tayang (slide dan Produktif Tahun 2015
b. Sumber daya kesehatan ppt)  World Alzeimer Report 2016
dalam penangganan  Undang-Undang Nomor 18 Tahun
demesia 2014
 Permenkes Nomor 25 Tahun 2016
2. Menjelaskan Kebijakan 2. Kebijakan Pencegahan Tentang Rencana Aksi Nasional
Pencegahan dan dan Pengendalian Kesehatan Lanjut Usia 2016-2019
Pengendalian Demensia Demensia  Permenkes Nomor 67 Tahun 2015
a. Deteksi Dini Demensia Tentang Penyelenggaraan
b. Pengendalian Faktor Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia
Risiko di Pusat Kesehatan Masyarakat
 Permenkes Nomor 79 Tahun 2014
Tentang Penyelenggaraan
Pelayanan Geriatri di Rumah Sakit
 Riset Kesehatan Dasar 2013
Nomor : MI.1
Materi : Kehamilan dan Perawatan Antenatal
Waktu : 3 JP (T: 2 JP, P: 1 JP, PL: 0 JP)
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) : Setelah mempelajari materi ini, peserta mampu memahami kehamilan dan perawatan antenatal

TUJUAN PEMBELAJARAN Pokok Bahasan/ Metode Media Dan Referensi


KHUSUS (TPK) Sub Pokok Bahasan Alat Bantu
Setelah mempelajari materi ini
peserta mampu:
3. Menjelaskan tentang 1. Kehamilan  Ceramah, tanya  LCD Projector dan World Health Organization.
kehamilan a. Trimester 1, 2 dan 3 jawab Laptop
b. Hal-hal yang perlu  Curah pendapat  Laser pointer K. L. Connor, K.L., Vickers, M.H.,
diperhatikan pada  Pemutaran Video  Bahan tayang (slide Beltrand, J., Meaney, M.J., and
trimester 2  Diskusi ppt, video) Sloboda, D.M. (2012). Nature,
 Buku Kerja MITO nurture or nutrition? Impact of
 Buku Panduan untuk maternal nutrition on maternal care,
2. Menjelaskan tentang 2. Perawatan antenatal Fasilitator offspring development and
perawatan antenatal a. Faktor-faktor utama untuk reproductive function. Journal of
‘menghasilkan’ generasi Physiology, 590 (9), 2167-2180.
yang sehat dan cerdas:
 Nature
 Nurture
 Nutrisi
b. Pemeriksaan yang rutin
dan teratur pada masa
kehamilan
Nomor : MI.2
Materi : Peran Sebagai Ibu dan Orangtua
Waktu : 4 JP (T: 2 JP, P: 2 JP, PL: 0 JP)
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) : Setelah mempelajari materi ini, peserta mampu menjelaskan peran sebagai ibu dan orangtua

TUJUAN PEMBELAJARAN POKOK BAHASAN/ METODE MEDIA DAN REFERENSI


KHUSUS (TPK) SUB POKOK BAHASAN ALAT BANTU
Setelah mempelajari materi ini
peserta mampu menjelaskan:
1. Peran sebagai seorang ibu 1. Peran Sebagai Seorang Ibu  Ceramah, tanya  LCD Projector dan Winson, N. (2009). Transition to
jawab Laptop motherhood. In C. Squire (Ed). The
a. Gambaran umum tentang  Curah pendapat  Laser pointer Social Context of Birth. (pp. 145-
peran sebagai seorang  Diskusi (hasil  Bahan tayang 160). Oxford: Radcliffe Publishing.
ibu curah pendapat) (slide ppt)
b. Faktor-faktor yang  Flipchart
memengaruhi peran  Spidol
sebagai seorang ibu  Kertas notes
c. Hal-hal yang harus  Pena/Pensil
dipersiapkan untuk
 Buku Kerja MITO
menjalankan peran
 Buku Panduan
sebagai seorang ibu
untuk Fasilitator
2.Peran sebagai orang tua 2. Peran Sebagai Orangtua
a. Gambaran umum tentang
peran sebagai orangtua
b. Tantangan dan
implementasi pola
pengasuhan cerdas
Nomor : MI.3
Materi : Kepercayaan, Mitos dan Berpikir Antisipatif Seputar Kehamilan dan Kelahiran
Waktu : 4 JP (T: 2 JP, P: 2 JP, PL: 0 JP)
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) : Setelah mempelajari materi ini, peserta mampu membangun cara berpikir antisipatif

TUJUAN POKOK BAHASAN/ METODE MEDIA DAN REFERENSI


PEMBELAJARAN SUB POKOK BAHASAN ALAT BANTU
KHUSUS (TPK)
Setelah mempelajari materi
ini peserta mampu : Kuliahbidanonline. (2010). Aspek sosial
1. Menjelaskan sumber- 1. Sumber-sumber  Ceramah, tanya  LCD Projector dan budaya pada setiap trimester kehamilan.
sumber informasi informasi jawab Laptop Retrieved from
kepercayaan dan  Curah pendapat  Laser pointer http://kuliahbidanonline.blogspot.com/2010/
kepercayaan dan mitos
mitos selama masa  Bahan tayang 11/aspek-sosial-budaya-pada-setiap.html
seputar kehamilan dan kehamilan dan (slide ppt)
kelahiran yang ada di kelahiran anak  Buku Kerja MITO Setyowati. (2010). An ethnography study of
masyarakat nutritional conditions of pregnant women in
 Kasus-kasus
 Skenario/panduan Banten Indonesia. Makara, Kesehatan,
bermain peran 14(1), 5-10.
 Buku Panduan
2. Menjelaskan contoh- 2. Contoh-contoh
untuk Fasilitator
contoh ragam kepercayaan ragam kepercayaan
dan mitos seputar
dan mitos seputar
kehamilan dan
kehamilan dan kelahiran kelahiran yang ada
yang ada di masyarakat di masyarakat

3. Membangun cara berpikir 3. Cara berpikir antisipatif  Diskusi kasus


antisipatif dan bermain
peran
Nomor : MI.4
Materi : Optimisme yang Realistik
Waktu : 6 JP (T: 2 JP, P: 2 JP, PL: 2 JP)
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) : Setelah mempelajari materi ini, peserta mampu meningkatkan optimisme yang realistik

TUJUAN PEMBELAJARAN POKOK BAHASAN/ METODE MEDIA DAN REFERENSI


KHUSUS (TPK) SUB POKOK BAHASAN ALAT BANTU
Setelah mempelajari materi
ini peserta mampu: Morrow, R. (2012). A Journey from
1.Menjelaskan hubungan 1. Model A-B-C (Aktivasi  Ceramah, tanya  LCD Projector dan Optimism to Hope. Retrieved 3 February
antara proses berpikir, peristiwa-Bentuk pikiran- jawab Laptop 2015, from
perasaan dan perilaku Cetusan Perasaan)  Curah pendapat  Laser pointer http://www.pspl.com.au/pdf/From
menggunakan model A-B-  Bahan tayang %20optimism%20to%20hope%20.pdf
C (slide ppt)
2. Menjelaskan jebakan 2. Jebakan Berpikir  Buku kerja MITO Seligman, M. E. P. (1990). Learned
berpikir  Flipchart Optimism. Sydney: Random House.
 Pikiran otomatis
 Gaya jebakan berpikir  Spidol
 Kasus
3. Meningkatkan 3. Optimisme yang Realistik  Diskusi kasus  Panduan Praktek
optimisme yang realistik a. Pengertian optimisme  Praktek Lapangan
dan pesimisme serta lapangan  Ibu hamil trimester
perbedaan optimisme 2
individual
b. Kaitan antara
optimisme/ pesimisme
dengan depresi
c. Cara menumbuhkan
optimisme pada masa
kehamilan

Nomor : MI.5
Materi : Kecemasan dan depresi pada masa antenatal, postnatal dan dampak jangka panjang
Waktu : 7 JP (T: 3 JP, P: 2 JP, PL: 2 JP)
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) : Setelah mempelajari materi ini, peserta mampu memfasilitasi relaksasi untuk mengatasi kecemasan dan
depresi antenatal dan postnatal

TUJUAN PEMBELAJARAN POKOK BAHASAN/ METODE MEDIA DAN REFERENSI


KHUSUS (TPK) SUB POKOK BAHASAN ALAT BANTU
Setelah mempelajari materi ini
peserta mampu:
1. Menjelaskan pengertian 1. Pengertian dan faktor yang
dan faktor yang mempengaruhi kecemasan  Ceramah,  LCD Projector dan Elvira, S.D. (2011). Depresi Pasca
dan depresi pada periode tanya jawab Laptop Persalinan, Jakarta: Badan Penerbit
mempengaruhi kecemasan
 Curah  Laser pointer FKUI.
dan depresi pada periode antenatal dan postnatal
d. Pengertian pendapat  Bahan tayang (slide
antenatal dan postnatal Pope, S. (2000). Postnatal
e. Faktor yang  Pemutaran ppt, video)
video  Cerita kisah sejati Depression: A systematic review of
mempengaruhi
 Diskusi  Buku Kerja MITO published scientific literature to 1999.
(Biopsikososial)
 Buku Panduan Canberra: National Health and
2. Menjelaskan faktor 2. Faktor pelindung dan faktor untuk Fasilitator Medical Research Council
pelindung dan faktor risiko risiko kecemasan dan depresi (NHMRC).
kecemasan dan depresi pada antenatal dan postnatal
pada antenatal dan a. Faktor pelindung
postnatal b. Faktor risiko

3. Menjelaskan dampak 3.Dampak jangka panjang


jangka panjang kecemasan kecemasan dan depresi bila
dan depresi bila tidak tidak dilakukan intervensi.
dilakukan intervensi.
4. Membuat rencana 4. Intervensi dan rujukan  Tugas  Hasil screening ibu
intervensi dan rujukan kesehatan jiwa individual hamil
a. Intervensi awal (analisa hasil  Formulir screening
b. Kriteria dan alur rujukan screening) (DASS, EPDS, CD
Risc)
5. Memfasilitasi relaksasi 5. Teknik Relaksasi  Praktek  Panduan Praktek
relaksasi Lapangan
 Praktek  Musik untuk
Lapangan relaksasi
 Panduan praktek
relaksasi
 Ibu hamil trimester 2
Nomor : MI.6
Materi : Ketangguhan mental antenatal yang efektif
Waktu : 7 JP (T: 2 JP, P: 3 JP, PL: 2 JP)
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) : Setelah mempelajari materi ini, peserta mampu meningkatkan ketangguhan mental antenatal yang efektif
pada ibu hamil

TUJUAN PEMBELAJARAN POKOK BAHASAN/ METODE MEDIA DAN REFERENSI


KHUSUS (TPK) SUB POKOK BAHASAN ALAT BANTU
Setelah mempelajari materi ini
peserta mampu:
1. Menjelaskan konsep 1. Konsep ketangguhan  Ceramah,  LCD Projector dan Antenatal and Postnatal Psychology Network
ketangguhan a. Definisi tanya jawab Laptop (2014). Pregnancy. Retrieved from
b. Manfaat membangun  Curah  Laser pointer http://www.antenatalandpostnatalpsychology.
ketangguhan pendapat  Bahan tayang (slide com.au/pregnancy.html
2. Menjelaskan faktor-faktor 2. Faktor yang membangun ppt)
yang membangun ketangguhan  Buku Kerja MITO Connor, K. M., & Davidson, J.R.T. (2003).
ketangguhan a. Kompetensi personal  Buku Panduan Development of a new resilience scale: The
b. Percaya pada intuisi diri untuk Fasilitator Connor-Davidson Resilience Scale (CD-
sendiri RISC). Depression and Anxiety, 18(2), 76-
c. Menerima perubahan
82. doi: 10.1002/da.10113
d. Kontrol personal
e. Pengaruh Spiritual
3. Menjelaskan karakteristik 3.Karakteristik individu tangguh  Pemutaran Video
individu tangguh dan optimis dan optimis video

4. Meningkatkan ketangguhan 4.Cara meningkatkan  Tugas  Kartu, alat tulis dan


mental antenatal ibu hamil ketangguhan mental antenatal individual alat warna (krayon,
efektif (membuat kartu spidol, dll)
metafora  Panduan Praktek
ketangguhan) Lapangan
 Praktek  Ibu hamil trimester 2
Lapangan
Nomor : MI.7
Materi : Teknik Melatih
Waktu : 12 JP (T: 5 JP, P: 7 JP, PL: 0 JP)
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) : Setelah mempelajari materi ini, peserta mampu melatih pada pelatihan Ketangguhan Mental Antenatal
“Menjadi Ibu Tangguh dan Optimis (MITO)”

Tujuan Pembelajaran Pokok Bahasan/Sub Pokok Media dan Alat


Metode Referensi
Khusus (TPK) Bahasan Bantu
Setelah menyelesaikan materi
ini, peseta mampu:
Modul pelatihan Training of trainer’s (TOT),
Pusdiklat aparatur Badan PPSDM
1. Menerapkan Pembelajaran 1. Pembelajaran Orang Dewasa  Ceramah tanya  LCD
Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, 2011
Orang Dewasa jawab  Laptop
2. Membuat Satuan Acara 2. Satuan Acara Pembelajaran  Curah pendapat  Whiteboard
Pembelajaran  Simulasi:  Spidol
3. Menentukan Metoda,Media 3. Metode, media dan alat bantu Microteaching;  Flipchart
dan Alat Bantu Pelatihan  Slide presentasi
4. Menerapkan tehnik 4. Teknik presentasi efektif
 Petunjuk
presentasi interaktif.
microteaching
5. Melakukan evaluasi hasil  Instrumen penilaian
5. Evaluasi hasil belajar
belajar

Nomor : MP.1
Materi : Membangun Komitmen Belajar
Waktu : 3 JP (T: 0 JP, P: 3 JP, PL: 0 JP)
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) : Setelah mempelajari materi ini, peserta mampu membangun komitmen belajar dalam rangka
menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif selama proses pelatihan berlangsung.

Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) Pokok Bahasan/ Metode Media dan Alat Bantu Referensi
Sub Pokok Bahasan
Setelah mengikuti materi ini peserta  Permainan
mampu: 1. Perkenalan  Diskusi  LCD Projector dan  Buku Panduan Dinamika
1. Mengenal sesama warga kelompok Laptop Kelompok (LAN 2010 dan
pembelajar pada proses pelatihan  Laser pointer Pusdiklat Aparatur)
2. Menyiapkan diri untuk belajar 2. Pencairan (ice  Bahan tayang (slide  Depkes RI, Pusdiklat
ppt) Kesehatan, 2004, Kumpulan
bersama secara aktif dalam breaking)
 Flipchart/ papan tulis
suasana yang kondusif Games dan Energizer, Jakarta.
 Spidol
 Munir, Baderal, 2001, Dinamika
3. Merumuskan harapan- harapan 3. Harapan-harapan  Panduan permainan
Kelompok, Penerapannya
yang ingin dicapai bersama baik dalam proses
pembelajaran dan Dalam Laboratorium Ilmu
dalam proses pembelajaran
hasil yang ingin Perilaku, Jakarta
maupun hasil yang ingin dicapai di
dicapai
akhir pelatihan.
4. Merumuskan kesepakatan norma 4. Norma kelas dalam
kelas yang harus dianut oleh pembelajaran
seluruh warga pembelajar selama
pelatihan berlangsung.
5. Membentuk organisasi kelas 5. Organisasi kelas
Nomor : MP.2
Materi : Budaya Anti Korupsi
Waktu : 2 JPL (T = 2 JP ; P = 0 JP ; PL= 0 JP)
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) : Setelah mengikuti materi ini peserta mampu memahami Budaya Anti Korupsi

Tujuan Pembelajaran Khusus Pokok Bahasan dan Metode Media dan Alat Referensi
(TPK) Sub Pokok Bahasan Bantu
Setelah mengikuti materi ini, peserta
mampu:

1. Menjelaskan Konsep Korupsi 1. Konsep Korupsi  Ceramah  Bahan tayang  Undang-undang Nomor
a. Definisi Korupsi tanya jawab  Papan dan kertas 20 Tahun 2001 tentang
b. Ciri-ciri Korupsi  Pemutaran flipchart Perubahan Atas Undang-
c. Bentuk/Jenis Korupsi film  LCD projector undang Nomor 31 Tahun
d. Tingkatan Korupsi  Laptop 1999 tentang
e. Faktor Penyebab Korupsi  White board Pemberantasan Tindak
f. Dasar Hukum tentang Korupsi  Spidol Pidana Korupsi
 Film dokumenter/  Instruksi Presiden
2. Menjelaskan Konsep Anti Korupsi 2. Konsep Anti Korupsi kartun animasi Nomor 1 Tahun 2013
a. Definisi Anti Korupsi  Keputusan Menteri
b. Nilai-nilai Anti Korupsi Kesehatan Nomor
c. Prinsip-prinsip Anti Korupsi 232/MENKES/SK/VI/201
3 tentang Strategi
3. Menjelaskan Upaya Pencegahan 3. Upaya Pencegahan Korupsi dan Komunikasi Pekerjaan
Korupsi dan Pemberantasan Pemberantasan Korupsi dan Budaya Anti Korupsi
Korupsi a. Upaya Pencegahan Korupsi
b. Upaya Pemberantasan Korupsi
c. Strategi Komunikasi Anti Korupsi

4. Menjelaskan Tata Cara Pelaporan 4. Tata Cara Pelaporan Dugaan


Dugaan Pelanggaran Tindak Pelanggaran Tindak Pidana Korupsi
Pidana Korupsi a. Laporan
b. Pengaduan
c. Tatacara Penyampaian Pengaduan
5. Menjelaskan Gratifikasi 5. Gratifikasi
a. Pengertian Gratifikasi
b. Aspek Hukum Gratifikasi
c. Gratifikasi merupakan Tindak
Pidana Korupsi
d. Contoh Gratifikasi
e. Sanksi Gratifikasi
Nomor : MP.3
Materi : Rencana Tindak Lanjut (RTL)
Waktu : 2 JP (T: 1 JP, P: 1 JP, PL: 0 JP)
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) : Setelah mempelajari materi ini peserta mampu menyusun perencanaan pelatihan Ketangguhan Mental
Antenatal ”Menjadi Ibu Tangguh Optimis (MITO)” di wilayah masing-masing.

TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS POKOK BAHASAN/ METODE MEDIA DAN REFERENSI


(TPK) SUB POKOK BAHASAN ALAT BANTU
Setelah mempelajari materi ini peserta
mampu:
1. Menjelaskan pengertian dan  Ceramah, Tanya  LCD Projector dan  Buku Dinamika Kelompok
1. Pengertian dan Ruang
ruang lingkup RTL Lingkup RTL
Jawab Laptop  Buku Team Building
2. Menjelaskan unsur-unsur RTL 2. Unsur-unsur RTL  Diskusi  Laser pointer
3. Menjelaskan langkah-langkah 3. Langkah-langkah kelompok  Bahan tayang
penyusunan RTL Penyusunan RTL  Pleno (slide)
4. Menyusun RTL untuk kegiatan yang 4. Formulir Isian RTL  Flipchart/ papan
akan diselenggarakan di wilayah tulis
masing-masing  Spidol
 Lembar penugasan
BAB VI
DIAGRAM PROSES PEMBELAJARAN

Berikut adalah alur proses pembelajaran yang dimulai dari pembukaan sampai dengan
penutupan pelatihan:

PEMBUKAAN

PRE TEST

Membangun Komitmen Belajar

Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan


tentang:
WAWASAN:
E 1. Kehamilan dan perawatan antenatal
2. Peran sebagai Ibu dan orangtua
v Kebijakan kesehatan jiwa
3. Kepercayaan, mitos dan berpikir antisipatif
a maternal seputar kehamilan dan kelahiran
l 4. Optimisme yang realistik
5. Kecemasan dan depresi pada masa antenatal,
u Metode : postnatal dan dampak jangka panjang.
a Ceramah tanya jawab, curah 6. Ketangguhan mental antenatal yang efektif.
pendapat 7. Teknik melatih
s
i Metode :
Curah pendapat, ceramah dan tanya jawab,
diskusi kelompok, pemutaran video, bermain
peran, praktek lapangan dan microteaching.

Evaluasi :
- Evaluasi substansi (post-test)
- Evaluasi penyelenggaraan

PENUTUPAN
Rincian rangkaian alur proses pelatihan sebagai berikut :
1. Pembukaan
Proses pembukaan pelatihan meliputi beberapa kegiatan berikut:
a. Laporan ketua penyelenggara pelatihan dan penjelasan program pelatihan.
b. Pengarahan dari pejabat yang berwenang tentang latar belakang perlunya
pelatihan dan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan pelatihan
Ketangguhan Mental Antenatal “Menjadi Ibu Hamil Tangguh dan Optimis
(MITO)”.
c. Perkenalan peserta secara singkat.

2. Pelaksanaan Pre Test


Pelaksanaan pre test dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman
awal peserta terhadap materi yang akan diberikan pada proses pembelajaran.

3. Membangun Komitmen Belajar


Kegiatan ini ditujukan untuk mempersiapkan peserta dalam mengikuti proses
belajar mengajar selanjutnya dan menciptakan komitmen terhadap norma-norma
kelas yang disepakati bersama oleh seluruh peserta serta membentuk struktur
kelas sebagai penghubung antara peserta, pengendali diklat, dan panitia
penyelenggara. Kegiatannya antara lain:
a. Penjelasan oleh pelatih tentang tujuan pembelajaran dan kegiatan yang
akan dilakukan dalam materi membangun komitmen belajar.
b. Perkenalan antara peserta dan para pelatih dan panitia penyelenggara
pelatihan, dan juga perkenalan antar sesama peserta. Kegiatan perkenalan
dilakukan dengan permainan, dimana seluruh peserta terlibat secara aktif.
c. Mengemukakan kebutuhan/harapan, kekhawatiran dan komitmen masing-
masingpeserta selama pelatihan.
d. Kesepakatan antara para pelatih, penyelenggara pelatihan dan peserta
dalamberinteraksi selama pelatihanberlangsung, meliputi: pengorganisasian
kelas, kenyamanan kelas, keamanan kelas, dan yang lainnya.

4. Pengisian wawasan
Setelah materi Membangun Komitmen Belajar, kegiatan dilanjutkan dengan
memberikan materi sebagai dasar pengetahuan/wawasan yang sebaiknya
diketahui peserta dalam pelatihan ini yaitu Kebijakan Kesehatan Jiwa Maternal.
Pengisian wawasan menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan curah
pendapat.

5. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan


Pemberian materi peningkatan pengetahuan dan keterampilan dari proses
pelatihan ini mengarah pada kompetensi yang akan dicapai oleh peserta, yaitu
mampu memahami dengan baik topik-topik yang berkenaan dengan: kehamilan
dan perawatan antenatal, peran sebagai ibu dan orangtua, kepercayaan, mitos dan
berpikir antisipatif seputar kehamilan dan kelahiran, optimisme yang realistik,
kecemasan dan depresi pada masa antenatal, postnatal dan dampak jangka
panjang, ketangguhan mental antenatal yang efektif, teknik melatih. Pelatihan ini
menggunakan beberapa metode, yaitu: curah pendapat, ceramah dan tanya jawab,
diskusi kelompok, pemutaran video, bermain peran dan micro teaching.

6. Evaluasi
a. Evaluasi tiap hari (refleksi) disampaikan oleh peserta dengan cara me-review
kegiatan proses pembelajaran yang sudah berlangsung, sebagai umpan balik
untuk menyempurnakan proses pembelajaran selanjutnya.
b. Evaluasi terhadap fasilitator dilakukan oleh peserta pada saat fasilitator telah
mengakhiri materi yang disampaikannya. Evaluasi dilakukan dengan
menggunakan form evaluasi terhadap fasilitator.
c. Proses umpan balik juga dilakukan dari pelatih ke peserta berdasarkan
penilaian penampilan peserta, baik di kelas maupun pada waktu penugasan.
d. Evaluasi kepada peserta dilakukan berupa post-test untuk mengetahui sejauh
mana peserta dapat menyerap materi selama pelatihan.
e. Evaluasi penyelenggaraan dilakukan untuk mendapatkan masukan dari
peserta tentang penyelenggaraan pelatihan dan akan digunakan untuk
penyempurnaan penyelenggaraan pelatihan Ketangguhan Mental Antenatal
“Menjadi Ibu Tangguh dan Optimis (MITO)”.

7. Penutupan
Acara penutupan dapat dijadikan sebagai upaya untuk mendapatkan masukan
dari peserta ke penyelenggara dan pelatih untuk perbaikan pelatihan yang akan
datang.
BAB VII
PESERTA DAN PELATIH

A. PESERTA
Kriteria Khusus:
TOT Provinsi:
1. Psikolog/Psikiater/Sarjana Psikologi/Dokter/Bidan/Perawat, diutamakan PNS.

TOT Kabupaten/Kota
1. Psikolog/Psikiater/Sarjana Psikologi/Dokter/Bidan/Perawat/Guru/Tim Penggerak
PKK/PAUD
2. Pendidikan minimal D3

Kriteria Umum:
1. Bersedia mengikuti pelatihan secara penuh
2. Bersedia mengikuti peraturan yang ditetapkan
3. Bersedia menjadi pelatih pada pelatihan Ketangguhan Mental Antenatal “Menjadi
Ibu Tangguh dan Optimis (MITO)”.

Jumlah peserta:
20 – 30 orang per kelas

B. PELATIH
Pelatih pada “pelatihan bagi pelatih” tentang Ketangguhan Mental Antenatal
“Menjadi Ibu Tangguh dan Optimis (MITO)”:

Kriteria:
1. Psikolog/Psikiater/Dokter Kebidanan dan Kandungan, atau
2. Telah mengikuti pelatihan TOT Ketangguhan Mental Antenatal “Menjadi Ibu
Tangguh dan Optimis (MITO)”, atau
3. Berpengalaman melatih/mengajar, pengalaman bekerja atau tugas yang
berkaitan dengan materi yang diajarkan.

BAB VIII
PENYELENGGARA DAN TEMPAT PENYELENGGARAAN

A. Penyelenggara
Penyelenggara Pelatihan Ketangguhan Mental Antenatal “ Menjadi Ibu Tangguh
dan Optimis (MITO)” adalah Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Masalah
Kesehatan Jiwa dan Napza atau Organisasi Profesi yang bekerja sama dengan
Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) /Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes)
/Insitusi Penyelenggara Pelatihan yang Terakreditasi.

B. Tempat Penyelenggaraan
Tempat penyelenggaraan pelatihan adalah di Balai Besar Pelatihan Kesehatan/
Balai Pelatihan Kesehatan/Institusi penyelenggara pelatihan kesehatan yang
terakreditasi/tempat lain yang memiliki sarana pendukung pelatihan.
BAB IX
EVALUASI

A. Evaluasi Peserta
Evaluasi dilakukan untuk mengukur keberhasilan dan pencapaian tujuan pelatihan
yang telah ditetapkan. Evaluasi mencakup :
1.Indikator Proses Pembelajaran
a. Minimal 95% wajib menghadiri pelatihan yang telah dijadwalkan.
b. Aktif selama proses pembelajaran (dinilai dari pengisian buku kerja,
pelaksanaan penugasan dan praktek lapangan)
2.Indikator Hasil Pembelajaran
a. Kemampuan kognitif dengan pre
dan post test.
b. Hasil penilaian micro teaching

B. Evaluasi Pelatih/Fasilitator
Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh penilaian yang
menggambarkan tingkat kepuasan peserta terhadap kemampuan pelatih dalam
menyampaikan pengetahuan dan/atau keterampilan kepada peserta dengan baik,
dapat dipahami dan diserap oleh peserta, meliputi:
a. Penguasaan materi
b. Ketepatan waktu memulai dan mengakhiri pembelajaran
c. Sistematika penyajian materi
d. Penggunaan metode dan alat bantu pembelajaran
e. Empati, gaya dan sikap terhadap peserta
f. Penggunaan bahasa dan volume suara
g. Pemberian motivasi belajar kepada peserta
h. Pencapaian Tujuan Pembelajaran (TPU/TPK)
i. Kesempatan tanya jawab
j. Kemampuan menyajikan
k. Kerapihan berpakaian
l. Kerjasama antar tim pengajar

C. Evaluasi penyelenggara
Evaluasi dilakukan oleh peserta terhadap pelaksanaan pelatihan. Obyek evaluasi
adalah pelaksanaan administrasi dan akademis, yang meliputi:
a. Tujuan pelatihan
b. Relevansi program pelatihan dengan tugas
c. Manfaat setiap materi bagi pelaksanaan tugas peserta di tempat kerja
d. Manfaat pelatihan bagi peserta/instansi
e. Hubungan peserta dengan pelaksana pelatihan
f. Pelayanan sekretariat terhadap peserta
g. Pelayanan akomodasi dan lainnya
h. Pelayanan konsumsi
i. Pelayanan komunikasi dan informasi
BAB X
SERTIFIKASI

Sertifikat dikeluarkan oleh Pusat Pelatihan SDM Kesehatan, Badan PPSDM


sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku maka bagi peserta yang telah
menyelesaikan proses pelatihan Ketangguhan Mental Antenatal “Menjadi Ibu Tangguh
dan Optimis (MITO)” selama 51 JP dengan kehadiran minimal 95 persen dan
dinyatakan lulus berdasarkan hasil evaluasi pelatihan akan diberikan sertifikat dengan
angka kredit 1 (satu). Sertifikat akan ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dan
panitia penyelenggara minimal eselon IV atau setara.