Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM FERMENTASI

PEMBUATAN KOMBUCHA TEH MURNI

Oleh kel 3 :

Mita Dewi (361541333008)

Yona Okta Linata (361541333007)

Ratnasari (361541333023)

Yoga Hadi Kusuma (361541333006)

Anggi Gunawan (361541333022)

DIV TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL TERNAK


POLITEKNIK NEGERI BANYUWANGI
2017
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Kombucha merupakan produk hasil fermentasi larutan teh dan gula dengan
menggunakan starter dari bakteri Acetobacter dan beberapa jenis khamir. Kombucha ialah
salah satu olahan teh fermentasi. Teh yang telah diseduh dengan air panas diberi tambahan
gula sebagai pemanis dan sebagai nutrien untuk menumbuhkan bakteri yang diinginkan.
Pembuatan kombucha, teh difermentasikan dengan bantuan ragi dan bakteri Acetobacter
xylinum. Teh yang telah ditambahkan kultur kombucha difermentasikan selama 4-13 hari
untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Kombucha memiliki rasa asam yang menyegarkan dan sehat untuk metabolisme tubuh.
Variabel keasaman pada kombucha dipengaruhi oleh lamanya waktu fermentasi, jumlah teh,
gula yang digunakan serta starter yang ditambahkan ke dalam media teh yang akan
difermentasi. Proses fermentasi akan terus berlangsung walaupun sudah disimpan dalam
botol maupun disimpan dalam lemari es. Kombucha sendiri memiliki banyak manfaat dalam
bidang kesehatan seperti meningkatkan resistensi terhadap flu dan pilek, bebas dari sembelit,
kondisi tubuh meningkat, berat badan seimbang, memiliki pola tidur yang lebih sehat dan
berbagai manfaat lain yang menguntungkan bagi kesehatan. Manfaat dalam kombucha perlu
diteliti lebih jauh untuk mengetahui apa saja manfaat yang dapat ditemukan dalam kombucha
dan efek sampingya dalam tubuh manusia. Konsumsi kombucha sendiri tidak boleh berlebih
untuk menghindari efek yang tidak diinginkan.
Pembuatan kombucha selama ini menggunakan teh hijau maupun teh hitam. Teh
sendiri memiliki banyak manfaat dan memiliki kandungan antioksidan yang berfungsi
sebagai penangkal radikal bebas. Kandungan polifenol dalam teh inilah yang berfungsi
sebagai radikal bebas penangkal polutan. Kandungan senyawa kimia dalam daun teh terdiri
dari tiga kelompok besar yang masing-masing memiliki manfaat bagi kesehatan antara lain
polifenol, kafein dan essential oil. Polifenol merupakan antioksidan jenis bioflavonoid yang
100 kali lebih efektif dari vitamin C dan 25 kali dari vitamin E. Unsur kafein dalam teh lebih
sedikit dibandingkan kopi, tetapi kafein dalam teh juga memliki manfaat yang baik bagi
kesehatan. Essential oil yang terdapat dalam teh hijau sendiri memiliki peranan dalam
pembentukan aroma.
Teh merupakan salah satu minuman yang mengandung senyawa antioksidan.
Kandungan polifenol dalam teh inilah yang berfungsi sebagai antioksidan. Minuman yang
berbahan dasar teh yang juga mempunyai aktivitas antioksidan adalah kombucha. Kultur
kombucha merupakan kumpulan dari bakteri dan jamur yang membentuk substansi gelatinoid
yang tumbuh mengikuti wadahnya. Mikroba dalam kombucha menghasilkan enzim yang
dapat mengubah kandungan gula menjadi berbagai jenis asam, vitamin, dan senyawa alkohol
yang berkhasiat. Daun teh hijau terdapat kandungan polifenol, kafein, dan essential oil yang
memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Manfaat teh hijau sendiri bagi kesehatan antara lain
menurunkan kadar kolestrol, mencegah kanker, memperlancar aliran darah, meningkatkan
daya ingatan, dan dapat memperlancar pencernaan. Teh juga mengandung vitamin E, C, dan
A.
1.2 TINJAUAN PUSTAKA

Teh merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan daunnya untuk minuman.
Tanaman teh termasuk keluarga Theaceae dengan dua spesies utamanya yaitu Camelia
sinensis yang merupakan varietas Cina dan Camelia assamica yang merupakan varietas
Assam (Lee, 1980). Bagian teh yang biasa digunakan adalah bagian pucuknya yang biasa
disebut peko. Daun teh yang baru dipetik mengandung 77 % air dan 23 % bahan kering
(Harler, 1963). Bahan-bahan yang larut dalam air berpengaruh terhadap mutu seduhan teh.
Daun teh mengandung 4.5-5.0 % nitrogen dari berat kering (Eden,1958). Komposisi kimia
daun teh segar sangat berpengaruh terhadap mutu teh yang dihasilkan. Hal ini disebabkan
oleh perubahan kimia selama proses
pengolahan. Polifenol yang terdapat pada daun teh sebanyak 30 % yang merupakan turunan
dari asam galat dan katekin, dan lebih dikenal sebagai tanin (Eden,1958). Kadar tanin dan
kafein sangat berpengaruh terhadap mutu teh hitam.Tanin akan memberikan rasa sepat
sedangkan kafein akan menimbulkan rasa segar dan menambah energi.
Kombucha berasal dari kata “kombu” dan “cha”. “Kombu” berasal dari nama seorang
tabib dari Korea dan “cha” berarti teh. Minuman kombucha diduga berasal dari Cina.
Pemanfaatannya dilakukan sejak tahun 220 SM. Dari negeri Cina, penyebaran kombucha
mengikuti jalur perdagangan dan akhirnya tersebar ke berbagai penjuru dunia. Di Cina,
kombucha lebih dikenal dengan julukan jamur teh manchuria. Kombucha merupakan
minuman kesehatan yang dihasilkan melalui proses fermentasi oleh mikroorganisme yang
terdapat di dalamnya (Frank,1995). Kombucha juga merupakan kumpulan bakteri dan kamir
yang sering ditumbuhkan dalam teh hijau maupun teh hitam (Williams, 2000). Kumpulan
bakteri dan kamir yang terdapat didalamnya merupakan hasil suatu simbiosis antara bakteri
dan kamir. Kultur simbiosis ini biasa disebut SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and
Yeasts) atau starter kombucha. Menurut Blanc (2000) starter kombucha ini terdiri dari paling
sedikit tiga mikroorganisme yaitu bakteri Acetobacter xylinum dan dua kamir
Zygosaccharomyces dan Candida sp. Menurut Williams (2000) starter kombucha ini adalah
simbiosis antara bakteri Acetobacter xylinum, Bacterium gluconicum, dan Acetobacter
ketogenum, sedangkan dari jenis kamir adalah Pichia fermentans, Saccharomyces ludwigii,
Schizosaccharomyces pombe dan Candida sp. Teh kombucha dapat menghasilkan asam
organik dalam suspensinya yang terdiri dari asam glukuronat, asam asetat, asam laktat, dan
asam folat selain itu menghasilkan asam amino (methionin, leusin, tirosin, isoleusin, lisin dan
valin), vitamin C, riboflavin, alkohol serta enzim dan produk lainnya. Kandungan nutrisi
yang terdapat pada teh kombucha menurut Novar (1996).
SCOBY adalah jamur kombucha yang bertugas memfermentasi gula pada teh manis
menjadi teh kombucha. Kumpulan bakteri dan kamir yang terdapat didalamnya merupakan
hasil suatu simbiosis antara bakteri dan kamir. Kultur simbiosis ini biasa disebut SCOBY
(Symbiotic Culture of Bacteria and Yeasts) atau starter kombucha. Menurut Blanc (2000)
starter kombucha ini terdiri dari paling sedikit tiga mikroorganisme yaitu bakteri Acetobacter
xylinum dan dua kamir Zygosaccharomyces dan Candida sp. Menurut Williams (2000) starter
kombucha ini adalah simbiosis antara bakteri Acetobacter xylinum, Bacterium gluconicum,
dan Acetobacter ketogenum, sedangkan dari jenis kamir adalah Pichia fermentans,
Saccharomyces ludwigii, Schizosaccharomyces pombe dan Candida sp.

1.3 TUJUAN
A. Mahasiswa dapat mengetahui cara membuat teh kombucha
B. Mahasiswa dapat menentukan metode fermentasi teh
C. Mahasiswa bisa memahami konsep biokimia aplikasi dalam fermentasi teh

1.3 TEMPAT DAN WAKTU


Praktikum pembuatan fermentasi Teh Kombucha pada hari Rabu, 27 September 2017
pukul 10.00 WIB di Laboratorium pengolahan, Politeknik Negeri Banyuwangi.
BAB II
METODOLOGI

2.1 ALAT DAN FUNGSI

1. Baskom/ ember : untuk tempat pendingin


2. Saringan teh : untuk menyaring teh
3. Panci : Untuk memasak air
4. Kompor gas : Untuk memanaskan air
5. Toples : Sebagai wadah untuk fermentasi kombucha
6. Sendok makan : Untuk mengambil bahan

2.2 BAHAN DAN FUNGSI

1. Teh 1 kotak : Sebagai bahan pembuatan fermentasi kombucha teh


2. Wortel 2 kg : Sebagai bahan pembuatan fermentasi kombucha wortel
3. Air : Sebagai pelarut bahan

2.3 SKEMA KERJA

a. Pembuatan kombucha dari teh

Mendidihkan air sebanyak 1 liter

Masukan gula sebanyak 10% dari total volume larutan dan 1 bungkus
teh, mencampur hingga baik dan mendidihkan lagi selama 5 menit

Memasukan teh hasil rebusan kedalam wadah kaca yang diisi


setengahnya dan menutup dengan kain saring, membiarkan hingga
dingin

Menambahkan potongan pelikel atau nata kombucha sebanyak 2,5%


b/v dan bibit cairan 20%

melakukan fermentasi selama 14 hari dan menghindarkan dari


goncangan dan sinar matahari
b. Pembuatan kombucha dari wortel

Mencuci wortel sampai bersih dengan air dan kemudian diparut.


kemudian hasil parutan diperas hingga mengahasilkan sari wortel. Lalu
sari wortel diencerkan dengan menambahkan air dengan
perbandingan 1:1

Menambahkan gula 10% kedalam larutan wortel dan dipanaskan


hingga mendidih selama 30 menit. Setelah itu memasukan sampel
kedalam wadah kaca sampai dingin.

Menambahkan kultur kombucha 10% (cairan kombucha hasil


fermentasi sebelumnya dan pelikel 2,5%).

Kemudian wadah ditutup dengan kain kasa untuk mencegah masuknya


serangga.

Melakukan fermentasi selama 14 hari


BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil uji spider

Perlakuan Rasa Aroma Alkohol


Teh murni 10% 2,7 2,3 1,9
Wortel 10% 1,3 2 1,8
Teh murni 20% 2,7 2,6 2
Wortel 5% 1,81 2,55 2

Chart Title
rasa aroma alkohol

teh murni 10%


3

Wortel 5% 0 Wortel 10%

teh murni 20%


3.2 Hasil pengamatan

No Nama kombucha Sebelum fermentasi Sesudah fermentasi


1 Teh kombucha

 Fermentasi
Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa
oksigen). Fermentasi dapat juga didefinisikan sebagai perubahan gradual oleh enzim
beberapa bakteri, khamir, dan kapang. Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk
respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan
fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron
eksternal (Buckle et al,2000)

Hal yang pertama dilakukan yaitu dengan teh ditambahkan kultur mikroba pada
campuran teh hitam (yang didinginkan) dan gula, kemudian melakukan fermentasi untuk
mengasamkannya. Kemudian campuran ini diinkubasi selama 1-2 minggu. Selama waktu itu,
Acetobacter dan jamur lainnya tumbuh untuk menghasilkan gumpalan seperti karet di atas
permukaan teh, dan perlu diperhatikan bahwa starter kombucha akan mati jika terkena oleh
alumunium, tembaga, atau logam-logamnya dan juga oleh adanya panas. Sebab jika starter
terkena oleh logam tersebut maka perkembangan Acetobacter xylinum akan terhambat begitu
juga oleh adanya panas.

Kultur kombucha hidup di lingkungan nutrisi larutan teh manis yang akan tumbuh
secara terus menerus hingga membentuk susunan yang berlapis. Kultur kombucha akan
memiliki bentuk menurut wadah yang digunakan (tempat pembiakan) pada proses pembuatan
minuman kesehatan teh kombucha. Pada pertumbuhannya, koloni pertama kombucha akan
tumbuh dilapisan paling atas dan pertumbuhannya akan memenuhi lapisan tersebut,
pertumbuhan berikutnya semakin lama semakin tebal, demikian seterusnya (Silaban, 2009)

Dalam media cair seperti halnya air teh manis ini, bakteri tersebut dapat membentuk
suatu lapisan atau massa berwarna putih agak transparan, bertekstur kokoh kenyal dan agak
liat (kial) dengan ketebalan yang dapat mencapai ± 1 cm dan berkembang secara bertahap.
Faktor yang mempengaruhi mengkerutnya medium agar yang dihasilkan oleh Acetobacter
xylinum adalah akrena adanya tannin. Sebab adanya tannin yang tinggi pada teh akam
menyebabkan mengkerutnya permukaan agar.

Kultur kombucha hidup di lingkungan nutrisi larutan teh manis yang akan tumbuh
secara terus menerus hingga membentuk susunan yang berlapis. Kultur kombucha akan
memiliki bentuk menurut wadah yang digunakan (tempat pembiakan) pada proses pembuatan
minuman kesehatan teh kombucha. Pada pertumbuhannya, koloni pertama kombucha akan
tumbuh dilapisan paling atas dan pertumbuhannya akan memenuhi lapisan tersebut,
pertumbuhan berikutnya semakin lama semakin tebal, demikian seterusnya (Silaban, 2009)

Suprapti (2003) menyatakan bahwa ada beberapa wadah yang dapat dijadikan media
pertumbuhan yang terbuat dari bahan-bahan tertentu, yaitu kaca (gelas), plastik PEs
(transparan), atau stainless steel. Ukuran wadah di samping disesuaikan dengan volume air
teh manis yang akan proses, juga disesuaikan dengan ukuran dan bentuk jaringan yang akan
diperoleh. Dan berdasarkan penelitian Siregar (2003) dari media kaca, plastik, dan kaleng
diperoleh media yang paling baik sebagai wadah fermentasi teh kombucha adalah wadah
yang menggunakan kemasan kaca.

 Uji anova

Praktikum kali ini ialah pem uatan kombucha teh dengan penambahan scoby
sebanyak 2,5% dan cairan sebanyak 20% dengan lama proses fermentasi 14 hari. Kemudian
dilakukan pengujian hedonik dengan skala numerik yang menggunakan 10 panelis untuk
menguji rasa, aroma, dan alkohol. Kemudian dari sidik ragam ANOVA yang telah kami
lakukan dapat disimpulkan bahwa hasil analisis sidik ragam ANNOVA dari perlakuan
tersebut Sig > 0,01 sehingga perlakuan pada panelis tidak berpengaruh nyata karena sig lebih
besar daripada 0.

 Uji rasa

Dari hasil uji spider dapat kita lihat bahwa rasa untuk teh murni 5% dan teh murni
10% rasa yang dihasilkannya ialah sama yaitu 2,7 ialah suka. Kemudian untuk rasa pada
kombucha wortel 10% ialah tidak suka. Kemudian untuk rasa pada perlakuan kombucha
wortel 5% ialah agak suka. Banyak panelis lebih suka dengan teh kombucha murni 20%
karena rasanya sedikit sedikit asam.jika proses fermentasi yang dilakukan semakin lama
maka rasa yang dihasilkan juga akan semakin asam karena khamir dan bakteri melakukan
metabilosme terhadap sukrosa dan menghasilkan sejumlah asam-asam organik. hal ini sesuai
dengan pendapat (Anugrah, 2005) semakin lama fermentasi pada kombucha rasa yang
dihasilkan akan semakin asam, hal ini dikarenakan khamir dan bakteri melakukan
metabilosme terhadap sukrosa dan menghasilkan sejumlah asam-asam organik seperti asam
asetat, asam glukoronat dan asam glukonat. Penambahan sukrosa sebagai sumber karbon
yang dibutuhkan medium pada saat fermentasi teh kombucha adalah 7%-15% b/v (Frank,
1995 dalam Napitupulu, 2014). Penambahan sukrosa ke dalam medium fermentasi bukan
untuk menghasilkan cita rasa manis tetapi untuk menciptakan kondisi medium yang sesuai
untuk pertumbuhan kultuf teh kombucha sehingga dapat dihasilkan zat hasil fermentasi
secara optimal (Kusnadi,2003)
Pada dasarnya teh kombucha ialah bukanlah teh murni, namun sejenis kultur
simbiotik antara bakteri dan khamir yang ditumbuhkan pada teh yang sudah jadi. Kombinasi
antara bakeri dan khamir ini biasanya disebut dengan SCOBY (Symbiotic Culture of Bactery
and Yeas). Yeast (Khamir) dalam hal ini adalah Saccarhomyces Cerevisae yang bagus dan
layak pakai sebagai media fermentasi dalam menghasilkan kombucha umumnya berwarna
putih bersih, mengkilap serta tidak terdapat bercak atau totol berwarna. Jika terdapat totol
merah, kemungkinan yeast ini sudah tercemar dan sebaiknya tidak diapakai sebagai media
fermentasi (Naland, 2004).

selama proses fermentasi ini berlangsung akan mengubah gula menjadi alkohol serta
memproduksi zat penting.hal ini sesuai dengan pendapat (Fontana et al, 1990) yaitu Selama
proses fermentasi dan oksidasi, kultur akan mengubah gula menjadi alkohol serta
memproduksi beberapa zat penting, diantaranya adalah asam glukurat, asam glukuronat,
asam asetat, asam laktat, vitamin, asam amino, dan zat zat Antibiotik. Setelah mengalami
fermentasi, minuman teh yang telah ditumbuhi kultur ini akan mempunyai rasa yang mirip
dengan vinegar atau cider. Teh kombucha diyakini mengandung beberapa khasiat yang
berguna bagi kesehatan. Asam glukoronat, digunakan oleh limpa dalam tubuh manusia
sebagai zat anti racun dan diyakini sebagai salah satu kandungan zat yang menguntungkan
(Fontana et al, 1990).

3.Uji aroma

Dari hasil uji uji spider teh kombucha dapat dilihat bahwa aroma yang lebih disukai
ialah aroma teh murni 10%,teh murni 20% dan wortel 5% ialah suka. Kemudian untuk wortel
3% ialah agak suka, karena scoby yang digunakan jumlahnya juga berbeda, dan lama
fermentasi juga mempengaruhi aroma pada hasil fermentasi kombucha tersebut, aroma pada
kombucha juga dipengaruhi oleh asam organik.Pada analisis uji organoleptik aroma semakin
lama fermentasi aroma yang dihasilkan kombucha akan semakin meningkat disebabkan
khamir dan bakteri melakukan metabolisme terhadap sukrosa dan menghasilkan sejenis asam
(Wistiana, 2015). Aroma yang dihasilkan oleh kombucha disebabkan karena adanya asam-
asam organik.
Menurut Pratama, dkk (2015) aroma asam pada kombucha disebabkan oleh adanya
aktivitas bakteri dan khamir dalam metabolisme gula, hasil metabolisme berupa asam-asam
organik seperti asam asetat, asam glukoronat dan asam glukonat serta alkohol yang
memberikan aroma yang khas. Namun aroma pada kombucha juga dapat disebabkan oleh
senyawa volatil yang terkandung didalam teh kombucha tersebut. Aroma kombucha
disebabkan oleh senyawa senyawa volatil yang terbentuk sehingga menimbulkan aroma yang
khas (Anugrah,2005).
 Uji alkohol

Kemudian untuk hasil uji alkohol yang lebih banyak yaitu pada kombucha teh murni
20% dan wortel 5% ialah terdapat alkohol didalamnya, hal ini terjadi karena Pada proses
fermentasi gula dalam minuman teh digunakan sebagai sumber nutrisi yang kemudian diubah
menjadi alkohol dan CO2. Gas karbondioksida tersebut selanjutnya bereaksi dengan uap air
dan membentuk asam karbonat. Asam karbonat inilah yang kemudian memberikan efek
karbonasi pada minuman beralkohol, seperti halnya pada minuman teh kombucha ini. Efek
karbonasi pada minuman beralkohol akan memberikan rasa yang segar (Eberl,
1987).Walaupun produk alkohol secara tradisional dibentuk oleh khamir,namun tidak semua
spesies khamir mampu memproduksi alkohol sebagai produk akhirnya, bahkan menurut Rose
(1987) bahwa alkohol merupakan senyawa antimikrobia.
Dinyatakan pula bahwa khamir mempunyai batas batas toleransi tertentu terhadap
kadar alkohol. Sukrosa merupakan salah satu substrat, tidak mengakibatkan pengaruh
kimiawi yang berbahaya bagi sebagian besar mikroorganisme, termasuk Acetobacter
xylinum¸ namun dapat menghambat pertumbuhan bila digunakan pada konsentrasi yang amat
tinggi. Proses pembentukan selulosa ekstraseluler oleh Acetobacter xylinum melalui proses
aerobic dengan menggunakan glukosa sebagai substrat. Acetobacter xylinum dapat
memanfaatkan fruktosa sebagai sumber gula untuk mensintesis selulosa.Penghambat oleh
senyawa polifenol teh terhadap pertumbuhan khamir dilaporkan oleh Neujuhr (1987).
Senyawa polifenol teh dapat menghambat pertumbuhan beberapa spesies khamir.
Namun pada beberapa spesies senyawa polifenol teh ternyata dimanfaatkan sebagai sumber
nutrisi dan energy. Sifat sebagai nutrisi atau antimikrobia untuk beberapa spesies khamir
tergantung konsentrasi senyawa tersebut.
BAB IV

KESIMPULAN

Dari hasil praktikum yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa, pada
penambahan starter ang berbeda jugadapat mempengaruhi uji organoleptik pada
kombucha yang dihasilkan. Aroma pada kombucha disebabkan oleh senyawa volatil
yang terbentuk didalamnya sehingga menimbulkan aroma yang khas oleh alkohol,
asam asetat, dan asam asam organik yang terbentuk. Pelarut dan konsentrasi pelarut
tidak memberikan Pengaruh yang berbeda nyata alkohol yang berkhasiat bagi tubuh.
Glukosa ini berasal dari inversi sukrosa oleh khamir menjadi glukosa dan fruktosa.
Daftar pustaka

Lee, F. A. 1980. Basic Food Chemistry. The AVI Publishing Company, Westport, Connecticut.

Harler, C. R. 1963. Tea Manufacture Its Theory and Practice in Ceylon. Times of Ceylon
Co.,Colombo.

Eden, T. 1958. Tea. Longmans, Green and Co., London, New York, Toronto.

Frank, G.W. 1995. Kombucha. Translated by Althea Tysndale. 8th Ed. Publishing House
Enssthaler Australia.

Buckle, KA, RA. Edward, G. H. Fleetdan M. Wooton. 2000. Ilmu Pangan. Penerjemah H. Purnomo
dan Adiono. Jakarta : UI Press

Silaban, M. 2009. Pengaruh Jenis Teh dan Lama Fermentasi pada Proses embuatan Teh
Kombucha.Medan : USU Respository.

Suprapti, M.L. 2003. Teh Jamsi dan Manisan Nata. Kanisius. Yogyakarta

Siregar, B.A. 2003. Studi tentang pengaruh jenis dan wadah fermentasi pada proses
pembuatan teh kombucha (Combucha Tea).Skripsi Jurusan THP, FP-USU, Medan.

Anugrah, S.T. 2005. Pengembangan produk kombucha probiotik barbahan baku teh hitam
(camellia sinesis). Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. IPB.

Naland, H. 2004. Kombucha Teh Ajaib Pencegah & Penyembuh Aneka Penyakit.Jakarta.
Agromedia Pustaka.

Fontana, J.D., V.C. Franco. S.J. deSouza, I.N. Lyra, dan M. deSouza. 1990.Nature of plant
stimulators in teh production of Acetobacter xylinum (“Tea Fungus”) biofilm used
in skin tehraphy. Appl. Biochem & Biotechnology

Wistiana, D., dan Elok, Z. 2015. “Karakteristik Kimiawi dan Mikrobiologis Kombucha Dari Berbagai Daun
Tinggi Fenol Selama Fermentasi”. Jurnal Pangan dan Agroindustri. Vol. 3 No. 4, 1446-1457.

Eberl. 1987. Use of Green Fluorescent Protein As A Marker for ecological studies of
Activated Sludge Communities. FEMS Microbiology Letters.

.
Lampiran

Tests of Between-Subjects Effects


Dependent Variable: Rasa
Type III Sum
Source of Squares df Mean Square F Sig.
Corrected
18,800a 12 1,567 4,807 ,000
Model
Intercept 176,400 1 176,400 541,227 ,000
perlakuan 15,200 3 5,067 15,545 ,000
Panelis 3,600 9 ,400 1,227 ,320
Error 8,800 27 ,326
Total 204,000 40
Corrected Total 27,600 39
a. R Squared = ,681 (Adjusted R Squared = ,539)

Tests of Between-Subjects Effects


Dependent Variable: Aroma
Type III Sum
Source of Squares df Mean Square F Sig.
Corrected
4,700a 12 ,392 ,734 ,707
Model
Intercept 220,900 1 220,900 414,187 ,000
perlakuan 2,100 3 ,700 1,312 ,291
Panelis 2,600 9 ,289 ,542 ,831
Error 14,400 27 ,533
Total 240,000 40
Corrected Total 19,100 39
a. R Squared = ,246 (Adjusted R Squared = -,089)
Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable: Alkohol
Type III Sum
Source of Squares df Mean Square F Sig.
Corrected
,800a 12 ,067 ,911 ,549
Model
Intercept 148,225 1 148,225 2026,367 ,000
perlakuan ,275 3 ,092 1,253 ,310
Panelis ,525 9 ,058 ,797 ,622
Error 1,975 27 ,073
Total 151,000 40
Corrected Total 2,775 39
a. R Squared = ,288 (Adjusted R Squared = -,028)