Anda di halaman 1dari 12

I.

Pendahuluan
Kota Tangerang merupakan salah satu kota yang berperan sebagai kota hinterland
atau penyangga daerah khusus ibu kota Jakarta. Sebagai daerah penyangga yang
memiliki peran penting didalamnya maka, segala jenis infrastruktur yang ada di
Kota Tangerang haruslah sesuai dengan kebutuhan kota dan masyarakat pada
umumnya. Berbagai kegiatan perkotaan harus diimbangi dengan ketersediaan dan
fasilitas penunjang, khususnya untuk prasarana jaringan pergerakan yang meliputi
jaringan jalan. Setiap Kecamatan di Kota Tangerang memiliki fungsi dan
perannya masing-masing untuk setiap kegiatan perkotaan. Berdasarkan Rencana
Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tangerang, Kecamatan Jatiuwung merupakan
kawasan yang diarahkan untuk pengembangan kawasan industri terpadu dengan
berbagai fasilitas penunjang kegiatan industri-pergudangan dan kawasan
perumahan.

Kecamatan Jatiuwung ini diarahkan sebagai pengembangan dan peralihan bagi


sektor perindustrian dan pergudangan di Kota Tangerang yang sebelumnya ada di
area sempadan sungai cisadane. Dengan adanya kegiatan industri yang ada di
Kecamatan Jatiuwung, tidak terlepas dari ketersediaan prasarana jaringan jalan
baik bagi angkutan barang maupun penumpang/orang. Oleh karenanya, tulisan ini
dimaksudkan untuk mengidentifikasi ketersediaan jaringan pergerakan yaitu
jaringan jalan untuk Kecamatan Jatiuwung sesuai dengan fungsi dan klasifikasi
jalan sebagai penunjang kegiatan di Kecamatan Jatiuwung.

II. Teori Prasarana Jaringan Jalan


Tujuan yang paling mendasar dari kajian teori dan kebijakan ini adalah
memberikan pemahaman-pemahaman mengenai penyediaan prasarana jaringan
jalan di perkotaan sesuai dengan standard dan kebijakan yang berlaku. Berikut ini
merupakan teori dan kebijakan mengenai jalan dari berbagai sumber.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) prasarana ialah segala sesuatu
yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (usaha,
pembangunan atau proyek). Prasarana merupakan kelengkapan dasar fisik
lingkungan yang memungkinkan lingkungan permukiman dapat berfungsi

Identifikasi Prasarana Jaringan Jalan Di Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang | 1


sebagaimana mestinya meliputi jalan, listrik, air bersih, telekomunikasi,
persampahan, drainase dan air kotor.
Jenis – jenis prasarana transportasi darat diantaranya
1. Jalan raya
2. Jalan rel
3. Jalur pedestrian

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1980 Tentang Jalan. ditetapkan pengertian


jalan adalah suatu prasarana perhubungan darat dalam bentuk apapun meliputi
segala bagian jalan termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang
diperuntukkan bagi lalu lintas

Menurut fungsi peranannya


Jalan arteri adalah jalan yang melayani angkutan jarak jauh dengan kecepatan
rata-rata tinggi dan jumlah jalan masuk (persimpangan) sebidang dibatasi secara
efisien atau ditiadakan.

Jalan kolektor adalah jalan yang melayani angkutan jarak sedang (angkutan
pengumpul atau pembagi) dengan kecepatan rata-rata sedang dan jumlah jalan
masuk (persimpangn sebidang) masih dibatasi

Jalan lokal adalah jalan yang melayani angkutan jarak sedang dengan kecepatan
rata-rata rendah dan jumlah jalan masuk (persimpangan sebidang) tidak dibatasi.

Jalan bebas hambatan/jalan tol/jalan cukai adalah jalan yumum yang kepada
penggunannya dikenakan kewajiban membayar (cukai) sesuai engan tariff yang
ditetapkan dan jarak tempuh (disebut system tertutup) atau sekali masuk tanpa
memperhatikan jalan ruas yang dilalui pengguna ketika melewati jalan tol tersebut
(disebut terbuka)

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang LLAJ


Jalan adalah seluruh bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan
perlengkapannya yang diperuntukkan bagi Lalu Lintas umum, yang berada pada
permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau
air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan rel dan jalan kabel.

Identifikasi Prasarana Jaringan Jalan Di Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang | 2


SNI 03-6967-2003 Persyaratan Umum Sistem Jaringan dan Geometrik Jalan
Perumahan

Badan Jalan bagian jalan yang meliputi seluruh jalur lalu-lintas, median dan
bahu jalan

Daerah Manfaat Jalan (DAMAJA) merupakan ruang sepanjang jalan yang


dibatasi oleh lebar tinggi dan kedalaman ruang batas tertentu. Ruang tersebut
diperuntukkan bagi median, perkerasan jalan, jalur pemisah, bahu jalan, saluran
tepi jalan, trotoar, lereng, ambang pengaman, timbunan dan galian, gorong-
gorong, perlengkapan jalan dan bangunan pelengkap lainnya

Daerah Milik Jalan (DAMIJA) merupakan ruang sepanjang jalan yang dibatasi
oleh lebar dan tinggi tertentu yang dikuasai oleh Pembina Jalan. DAMIJA ini
diperuntukkan bagi daerah manfaat jalan (DAMAJA) dan pelebaran jalan
maupun penambahan jalur lalu-lintas dikemudian hari serta kebutuhan ruang
untuk pengamanan jalan

Fidel Miro,2012 Prasarana dengan kata lain ialah infrastruktur merupakan


komponen berbentuk fasilitas fisik yang bersifat tetap yang menjadi media untuk
menjalani, memulai atau mengakhiri pergerakan pindah dari berbagai komponen
perkotaan. Jalan raya merupakan salah satu sub komponen prasarana system
transportasu yang paling dominan dan sering digunakan setiap hari oleh
masyarakat yang melakukan perjalanan. Jalan raya dapat dimanfaatkan dengan
memakai kendaraan bermotor (mobil atau sepeda motor) dan kendaraan tak
bermotor. Jalan raya berfungsi untuk mengalirkan arus pergerakan semua alat
transportasi yang memakainya.

Identifikasi Prasarana Jaringan Jalan Di Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang | 3


III. Standard dan Kebijakan Prasarana Jaringan Jalan
Pedoman XX-XX-2002 Panduan Penentuan Klasifikasi Fungsi Jalan Di
Wilayah Perkotaan Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah
Jalan arteri primer Untuk penentuan klasifikasi fungsi jalan arteri primer harus
memenuhi persyaratan sebagai berikut :
 Jalan arteri primer didesain berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 60
(enam puluh) km/jam
 Lebar badan jalan arteri primer paling rendah 11 (sebelas) meter
 Jumlah jalan masuk ke jalan arteri primer dibatasi secara efisien. Jarak antar
jalan masuk/akses langsung tidak boleh lebih pendek dari 500 meter.
 Persimpangan pada jalan arteri primer diatur dengan pengaturan tertentu yang
sesuai dengan volume lalu lintasnya
 Jalan arteri primer mempunyai kapasitas yang lebih besar dari volume lalu
lintas rata-rata.

Sifat-sifat jalan arteri sekunder: Jalan arteri sekunder menghubungkan kawasan


primer dengan kawasan sekunder kesatu.
 Lalu lintas cepat pada jalan arteri sekunder tidak boleh terganggu oleh lalu
lintas lambat.
 Kendaraan angkutan barang ringan dan bus untuk pelayanan kota dapat
diijinkan melalui jalan ini.
 Lokasi berhenti dan parkir pada badan jalan sangat dibatasi dan seharusnya
tidak diijinkan pada jam sibuk.

Kriteria-kriteria jalan kolektor primer terdiri atas :


 Jalan kolektor primer didesain berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 40
(empat puluh) km/jam.
 Lebar badan jalan kolektor primer paling rendah 9 (sembilan) meter
 Jumlah jalan masuk ke jalan kolektor primer dibatasi secara efisien. Jarak antar
jalan masuk/akses langsung tidak boleh lebih pendek dari 400 meter.
 Persimpangan pada jalan kolektor primer diatur dengan pengaturan tertentu
yang sesuai dengan volume lalu lintasnya.

Identifikasi Prasarana Jaringan Jalan Di Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang | 4


Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 dan PP Nomor 34 Tahun 2006
tentang Jalan
Klasifikasi badan jalan, garis sempadan dan ruang jalan minimal memiliki
perbedaan di setiap fungsi jalannya masing-masing. Berikut ini dijelaskan dengan
matriks tabel
Tabel Ruang Jalan dan Garis Sempadan

SNI 03-6967-2003 Persyaratan Umum Sistem Jaringan dan Geometrik Jalan


Perumahan

Jalan Arteri Primer. Didesain berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 60


km/jam dan dengan lebar badan jalan tidak kurang dari 8 meter. Mempunyai
kapasitas lebih besar daripada volume lalu-lintas rata-rata. Lalu-lintas jalan arteri
primer tidak boleh diganggu, persimpangan pada jalan ini perlu diatur. Jumlah
jalan masuk ke jalan arteri primer dibatasi. Jalan arteri primer tidak terputus
walaupun memasuki kota dan desa. Dawasja tidak kurang dari 20 meter.

Jalan Kolektor Primer. Didesain berdasarkan kecepatan rencana paling rendah


40 km/jam dan lebar badan jalan tidak kurang dari 7 meter. Mempunyai kapasitas
yang sama atau lebih besar dari volume lalu-lintas rata-rata. Jalan kolektor primer
tidak terputus walaupun memasuki desa. Dawasja tidak kurang dari 15 meter.

Jalan Lokal Primer. Didesain berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 20


km/jam dan dengan lebar badan jalan tidak kurang dari 6 meter.

Identifikasi Prasarana Jaringan Jalan Di Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang | 5


IV. Dinas Terkait Penyediaan Prasarana Jaringan Jalan Kota Tangerang
Kota Tangerang seperti kota-kota pada umumnya dengan memiliki berbagai
perangkat daerah atau SKPD. Dengan adanya berbagai dinas yang menjadi
stakeholder dari berbagai tanggung jawab perkotaan, untuk Kota Tangerang,
Dinas Perhubungan bertanggung jawab penuh atas segala aktifitas pergerakan
sarana dan prasarana transportasi di Kota Tangerang.

Berdasarkan Peraturan Walikota No. 66 Tahun 2014 tentang Tugas, Fungsi dan
Tata Kerja Dinas Perhubungan maka dijabarkanlah tugas pokok, fungsi dan uraian
tugas unsur organisasi Dinas Perhubungan Kota Tangerang antara lain: Dinas
mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan di bidang
perhubungan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan sesuai dengan visi,
misi dan program Walikota sebagaimana dijabarkan dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah.

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud diatas, Dinas


mempunyai fungsi:
1. Perumusan kebijakan teknis pelaksanaan urusan pemerintahan daerah di bidang
perhubungan
2. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah di
bidang perhubungan.
3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas pengembangan sistem transportasi,
pengelolaan angkutan dan lalu lintas, serta pengawasan dan pengendalian
operasional transportasi
4. Pelaksanaan Ketatausahaan Dinas
5. Pengelolaan UPT
6. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Walikota sesuai dengan lingkup tugas
dan fungsinya.

Dinas Perhubungan ini dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada di bawah
dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah. Untuk lebih
jelasnya maka Struktur Organisasi Dinas Perhubungan Kota Tangerang pada
gambar berikut:

Identifikasi Prasarana Jaringan Jalan Di Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang | 6


Sumber: Rencana Strategis Dinas Perhubungan Kota Tangerang 2014-2018
Gambar Struktur Organisasi Dinas Perhubungan

V. Identifikasi Awal Prasarana Jaringan Jalan di Kecamatan Jatiuwung


Secara umum jalan-jalan di wilayah di Kecamatan Jatiuwung membentuk pola
grid system. Kondisi ini selain dipengaruhi oleh kondisi eksisting yang telah ada
juga sangat dipengaruhi oleh kebijaksanaan RTRW Kota Tangerang tahun 2008-
2028 yang mengarahkan pembentukan pola grid system di seluruh bagian kota.

Kecamatan Jatiuwung merupakan kecamatan yang berbatasan dengan kabupaten


tangerang dimana terdapat kawasan industry Cikupa. Penyediaan sarana dan
prasarana merupakan prioritas di kecamatan ini untuk kelancaran berbagai jenis
kegiatan, khususnya kegiatan industry. Adanya kegiatan industry menjadikan lalu
lintas kecamatan ini ramai dilalui oleh kendaraan barang yang menuju ke arah
pabrik maupun keluar pabrik. Adanya jalan Gatot Subroto yang merupakan jalan
utama arteri primer menjadikan jalan ini ramai terutama pada jam sibuk (Peek
Hour). Jalan Prabu Siliwangi dan Padjajaran yang tergolong jalan arteri sekunder.
Selanjutnya, jalan dengan hirarki keetiga yang ada di kecamatan ini ialah jalan

Identifikasi Prasarana Jaringan Jalan Di Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang | 7


kolektor sekunder. Beberapa kelurahan yang memiliki zona industry besar seperti
di Kelurahan Pasir Jaya dan Manis Jaya dilalui oleh jalan penghubung koletor
sekunder yaitu jalan Gajah Tunggal dan Jalan Pabuaran. Jalan ini memiliki tingkat
keramaian yang cukup tinggi dengan adanya zona industry yang masih beroperasi
hingga saat ini.

Setiap kelurahan yang ada di kecamatan jatiuwung memiliki fungsi dan peran
tersendiri, setiap kelurahan yang ada di kecamatan jatiuwung tersebar berbagai
industry dari industry dengan kategori besar, sedang dan kecil. Hal ini menjadikan
setiap kelurahan haruslah terintegrasi dengan baik untuk menunjang kegiatan
distribusi.

Kondisi perkerasan atau kontruksi di beberapa ruas jalan sudah dalam keadaan
aspal dan cor, namun beberapa ruas jalan memiliki kontruksi paving block.
Dengan adanya mobil angkut barang yang lalu lalang menjadikan kontruks jalan
akan mempengaruhi terhadap kekuatan tekanan yang diberikan dari mobil angkut
barang yang sering melintas. Berikut ini merupakan tabel beberapa daftar nama
jalan yang ada di kecamatan jatiuwung yang tingkat keramaian yang cukup tinggi.

Tabel Klasifikasi Jalan di Kecamatan Jatiuwung


No Nama Jalan Panjang (m) DAMIJA (m) Fungsi Status
Jalan Arteri Primer
1 Jl. Gatot Subroto 6.402 26 Arteri Nasional
Jalan Arteri Sekunder
2 Jl. Prabu Kiansantang 1.020 26 Arteri Kota
3 Jl. Siliwangi 1.878 26 Arteri Kota
4 Jl. Padjajaran 1.117 26 Arteri Kota
Jalan Koletor Sekunder
5 Jl. Gajah Tunggal 1.393 18 Kolektor Kota
6 Jl. Kali Sabi 1 1.710 18 Kolektor Kota
7 Jl. Doyong 939 18 Kolektor Kota
Jalan Lokal
8 Jl. Industri Raya 1 557 11 Lokal Kota
Sumber: RTRW Kota Tangerang 2012-2032 dengan sedikit perubahan

Identifikasi Prasarana Jaringan Jalan Di Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang | 8


VI. Masalah
Sistem transportasi di wilayah perencanaan yang berada di Kecamatan Jatiuwung
dilewati oleh jalan utama yang membelah kawasan Jalan Gatot Subroto. Jalan ini
adalah jalan regional yang menuju Kabupaten Serang. Kondisi lalu lintas di jalan
utama pada jam-jam puncak tidak pernah lepas dari macet. Hal ini disebabkan
karena tingginya frekuensi lalu lintas akibat kegiatan industri sekitarnya. Jaringan
jalan lainnya yang ada di Kecamatan Jatiuwung adalah Jalan Siliwangi menuju
arah Barat dan Jalan Prabu Kian Santang menuju arah Utara. Sedangkan jaringan
jalan lainnya adalah jalan servis bagi kegiatan industri masing-masing. Umumnya
jalan-jalan tersebut adalah jalan yang terpenggal-penggal hanya berhenti pada
bangunan industri atau perumahan dan tidak terintegrasi dengan jaringan jalan
lainnya.

Adapun beberapa kondisi jalan yang menjadi hambatan kegiatan industry dan
kegiatan non industry di kecamatan jatiuwung ialah jalan rusak seperti pada
gambar berikut ini

Sumber: Dokumentasi Penulis 2017


Gambar Kondisi Jalan Rusak dan Kemacetan di Kecamatan Jatiuwung

Identifikasi Prasarana Jaringan Jalan Di Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang | 10


VII. Rekomendasi
Salah satu faktor penting dalam sistem transportasi kota adalah masalah arus lalu
lintas. Sebagai zona industry yang ramai, maka pada dasarnya pola arus lalu lintas
haruslah dipisahkan antara arus lalu lintas penumpang/orang dengan arus lalu
lintas barang. Pemisahan ini menjadi sangat penting mengingat kedua jenis lalu
lintas ini memiliki volume yang sama besarnya dan memberikan kontribusi yang
cukup signifikan pada penggunaan jaringan jalan di setiap zona industry yang ada
di peruntukan kawasan industry jatiuwung.

Adanya kemacetan lalu lintas pada ruas jalan utama di Jalan Gatot Subroto terkait
dengan banyak berkembangnya kegiatan selain kegiatan indsutri. Perdagangan
dan jasa telah membangkitkan arus lalu lintas pada jalan arteri primer. Kondisi ini
memerlukan penanganan seperti peningkatan hierarki jalan serta pelebaran
dimensi, dan dapat dilakukan rekonstruksi lalu lintas.

Dengan mempertimbangkan kondisi yang ada, kebutuhan yang ada serta


mempertimbangkan kebijaksanaan terkait yang ada maka untuk perkembangan di
masa datang arahan yang perlu dilakukan meliputi :

 Pembangunan jalan baru khususnya di Kawasan Industri Jatiuwung,


diarahkan untuk membuka akses di kawasan-kawasan yang belum terlayani.
Mempertimbangkan pola yang telah terbentuk maka pembukaan jalan baru ini
ditekankan pada pengembangan jalan kelas lokal primer atau lokal sekunder
 Pelebaran jalan untuk dapat memberikan akses bagi angkutan industri tanpa
menimbulkan gangguan pada kegiatan lain khususnya gangguan pada fungsi
hunian
 Pembangunan jalan-jalan tembus yang dilakukan dalam upaya meneruskan
jalan-jalan servis ke industri yang telah ada sehingga keberadaannya dapat
dimanfaatkan pula bagi kegiatan warga kota lainnya
 Penataan jaringan jalan meliputi pengadaan kelengkapan jalan serta
penyesuaian desain-desain bagian jalan yang disesuaikan dengan kebutuhan
angkutan industri.

Identifikasi Prasarana Jaringan Jalan Di Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang | 11


Daftar Pustaka:

Miro,Fidel. 2012. ”Pengantar Sistem Transportasi”. Jakarta. Erlangga PT


Gelora Aksara Pratama
Rencana Strategis Dinas Perhubungan Kota Tangerang Tahun 2014-2018
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tangerang Tahun 2012-2032
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota
Tangerang Tahun 2014-2018
Strategi Penanganan Kemacetan Kota Tangerang, September 2017,
Koran Kota Benteng Edisi 31.

Identifikasi Prasarana Jaringan Jalan Di Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang | 12