Anda di halaman 1dari 20

APLIKASI MODEL TRANSPORTASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Makalah

Disusun untuk memenuhi tugas

Mata kuliah Bahasa Indonesia yang dibina oleh Mokhamad Jainuri, S.S., M.Hum.

Oleh

Zulfira Giri Putri

145090400111016

JURUSAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

Desember 2016

1
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................3

1.1 Latar Belakang..................................................................................................3

1.2 Rumusan Masalah.............................................................................................4

1.3 Tujuan Penulisan...............................................................................................4

BAB II PEMBAHASAN......................................................................................5

2.1 Pengertian Model Transportasi........................................................................5

2.2 Kegunaan Model Transportasi.........................................................................5

2.3 Contoh Kasus Model Transportasi...................................................................6

BAB III PENUTUP..............................................................................................20

3.1 Kesimpulan.....................................................................................................20

3.2 Saran...............................................................................................................20

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................20

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam era ini, masyarakat disibukkan dengan kegiatan ekonomi

untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kegiatan ekonomi terdiri dari

produksi, distribusi, dan konsumsi yang pasti membutuhkan transportasi

dalam pelaksanaannya. Model transportasi ini akan sangat membantu

dalam meminimumkan total biaya transportasi sehingga akan memberikan

keuntungan.

Model transportasi adalah suatu model penentuan lokasi untuk

menentukan pola pengiriman dari beberapa titik penawaran atau sumber

ke beberapa titik permintaan atau tujuan dengan maksud untuk

meminimumkan total biaya transportasi dan biaya produksi. Sumber dapat

berupa pabrik, gudang, kantor perwakilan yang menunjukkan asal barang

akan dikirimkan. Sedangkan tujuan adalah beberapa tempat yang

menerima barang-barang kiriman tersebut. Metode transportasi dirancang

untuk melakukan optimalisasi variabel yang digunakan dalam

memecahkan masalah transportasi. Disamping itu, metode transportasi

juga dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah di dunia usaha

lainnya, seperti masalah yang meliputi pengiklanan, pembelanjaan modal

dan alokasi dana investasi, analisis lokasi, keseimbangan nilai perakitan

dan perencanaan serta perencanaan produksi.

3
1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana aplikasi model transportasi pada kehidupan sehari-hari?

2. Bagaimana cara meminimumkan biaya transportasi?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Mengetahui aplikasi model transportasi padal kehidupan sehari-hari

2. Mengetahui cara meminimumkan biaya transportasi

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Model Transportasi

Model transportasi merupakan suatu teknik riset operasi yang dapat

membantu dalam pembuatan keputusan-keputusan lokasi pabrik atau gudang.

Model transportasi adalah suatu model penentuan lokasi untuk

menentukan pola pengiriman dari beberapa titik penawaran atau sumber ke

beberapa titik permintaan atau tujuan dengan maksud untuk meminimumkan total

biaya transportasi dan biaya produksi dimana setiap sumber mempunyai kapasitas

tertentu dan setiap tujuan mempunyai permintaan tertentu pula.. Sumber dapat

berupa pabrik, gudang, kantor perwakilan yang menunjukkan asal barang-barang

akan dikirimkan. Sedangkan tujuan adalah beberapa tempat yang menerima

barang-barang kiriman tersebut.

2.2 Kegunaan Model Transportasi

 Model transportasi digunakan bila perusahaan yang mempunyai beberapa

pabrik dan beberapa gudang bermaksud menambah kapasitas satu

pabriknya atau realokasi pelayanan dari setiap pabrik serta penambahan

pabrik atau gudang baru

 Untuk menentukan lokasi pabrik dimana harus dipilih beberapa lokasi dari

beberapa alternatif lokasi yang ada.

Data yang diperlukan dalam penggunaan model transportasi yaitu :

1. Tiap-tiap sumber beserta kapasitas atau penawaran per periode

2. Tiap-tiap tujuan beserta permintaan per periode

5
3. Biaya pengiriman per unit dari masing-masing sumber ke masing-

masing tujuan

2.3 Contoh Kasus Model Transportasi

PT. Logam memproduksi suku cadang yang diperlukan untuk

beberapa jenis kendaraan bermotor. Sekarang ini perusahaan mempunyai tiga

pabrik : Bandung, Jakarta, dan Semarang. Pabrik ini memasok empat pabrik

perakitan mobil yang terdapat di Surabaya, Magelang, Tegal, dan Cirebon.

Akhir-akhir ini ternyata hasil produksi ketiga pabrik suku cadang tadi belum

mampu memenuhi permintaan kebutuhan keempat pabrik perakitan mobil

yang ada, sehingga diputuskan untuk menambah pabrik suku cadang baru

untuk meningkatkan kapasitas produksi. Saat ini sedang dipertimbangkan dua

tempat untuk lokasi pabrik tambahan ini, yaitu Banten dan Surakarta.

Biaya produksi dan jumlah produksi yang dibutuhkan diberikan pada tabel

berikut :

Permintaan
Pabrik Pabrik Jumlah Biaya
Pabrik
Perakitan Produksi Produksi Produksi
Perakitan

Unit/bulan Unit/bulan Satuan

Cirebon 9000 Bandung 6000 4800

Tegal 10000 Semarang 14000 5000

Magelang 12000 Jakarta 15000 5000

6
Surabaya 15000

Total 46000 35000

Dari tabel di atas dibutuhkan 46.000-35.000=11.000 unit/bulan

Biaya produksi diperkirakan

Surakarta : Rp. 4.900/satuan

Banten : Rp.5.300/satuan

Biaya transportasi per unit barang ke setiap pabrik perakitan dilihat pada tabel

berikut :

Dari ke Tegal Magelang Surabaya Cirebon

Jakarta 250 550 400 600

Bandung 350 300 500 400

Semarang 360 450 260 660

Banten 600 380 650 270

Surakarta 350 300 410 500

Persoalan yang dihadapi PT. Logam ini adalah pemilihan lokasi untuk

mendirikan pabrik baru yang akan memberikan biaya keseluruhan termurah.

Jawab

1. Perisapkan tabel matriks ongkos lengkap dengan nama asal dan tujuan

serta persediaan dan permintaan pada asal dan tujuan tersebut.

2. Pilihlah dan tandai dua elemen terkecil pada masing-masing baris dan

kolom

7
( ) : tanda dua elemen terkecil dalam baris

{ } : tanda dua elemen terkecil dalam kolom

3. Carilah selisih kedua elemen terkecil tersebut dan tuliskan pada kolom

tambahan di sebelah kanan tabel dan baris tambahan di bawah tabel, diberi

nama kolom D.

4. Pilihlah satu harga D paling besar (tandai dengan tinta merah) dan tandai

elemen terkecil pada kolom atau baris (tandai dengan stabilo kuning)

dimana D berada. Bila ada lebih dari satu D dengan harga yang sama dan

paling besar, maka pilihlah salah satunya, dimana terdapat paling kecil.

Lakukanlah alokasi pada sel yang mempunyai harga elemen terkecil dari

tabel dengan ketentuan 𝑥𝑖,𝑗 = min⁡(𝑎𝑖 , 𝑏𝑗 ).

5. Bila 𝑎𝑖 − 𝑥𝑖,𝑗 > 0, isikan harga baru 𝑎𝑖 = 𝑎𝑖 − 𝑥𝑖,𝑗 .

Bila 𝑎𝑖 − 𝑥𝑖,𝑗 = 0, coretlah baris ke-i tersebut .

Bila 𝑏𝑖 − 𝑥𝑖,𝑗 > 0, isikan harga baru 𝑏𝑗 = 𝑏𝑗 − 𝑥𝑖,𝑗.

Bila 𝑏𝑖 − 𝑥𝑖,𝑗 = 0, coretlah kolom ke j.

Karena kita akan mempertimbangkan dua kota , maka kita akan membuat

tabel terpisah antara kota Banten dan Surakarta.

Perhitungan biaya keseluruhan di Kota Banten.

Matriks ongkos Kota Banten disajikan dalam tabel berikut :

Dari ke Tegal Magelang Surabaya Cirebon

Jakarta 250 550 400 600

8
Bandung 350 300 500 400

Semarang 360 450 260 660

Banten 600 380 650 270

Keterangan :

P1 : Tegal A1 : Jakarta

P2 : Magelang A2 : Bandung

P3 : Surabaya A3 : Semarang

P4 : Cirebon
A4 : Banten
𝑎𝑖 : ongkos pada baris ke- i 𝑏𝑗 : ongkos pada kolom ke-j

Iterasi 1

P1 P2 P3 P4 𝑎𝑖 D1

A1 {(250)} 550 {(400)} 600 15.000 150

A2 {(350)} {(300)} 500 {400} 6.000 50

A3 (360) 450 {(260)} 660 14.000 100

A4 600 {(380)} 650 {(270)} 11.000 110

𝑏𝑗 10.000 12.000 15.000 9.000

D1 100 80 140 130

𝑥1,1 = min(𝑎1 , 𝑏1 ) = min(15.000,10.000) = 10.000

𝑎1 − 𝑥1,1 = 15.000 − 10.000 = 5.000 > 0,⁡maka isikan harga baru 𝑎1 =

5.000.

𝑏1 − 𝑥1,1 = 10.000 − 10.000 = 0,⁡maka coretlah kolom ke 1.

9
Iterasi 2

P2 P3 P4 𝑎𝑖 D2

A1 (550) {(400)} 600 5.000 150

A2 {(300)} 500 {(400)} 6.000 100

A3 (450) {(260)} 660 14.000 190

A4 {(380)} 650 {(270)} 11.000 110

𝑏𝑗 12.000 15.000 9.000

D2 80 140 130

𝑥3,2 = min(𝑎3 , 𝑏2 ) = min(14.000,15.000) = 14.000

𝑎3 − 𝑥3,2 = 14.000 − 14.000 = 0,⁡maka coretlah baris ke 3.

𝑏2 − 𝑥3,2 = 15.000 − 14.000 = 1.000 > 0,⁡maka isilah harga baru 𝑏2 =

1.000.

Iterasi 3

P2 P3 P4 𝑎𝑖 D3

A1 (550) {(400)} 600 5.000 150

A2 {(300)} {500} {(400)} 6.000 100

A4 {(380)} 650 {(270)} 11.000 110

𝑏𝑗 12.000 1.000 9.000

D3 80 100 130

𝑥1,2 = min(𝑎1 , 𝑏2 ) = min(5.000,1.000) = 1.000

𝑎1 − 𝑥1,2 = 5.000 − 1.000 = 4.000 > 0,⁡maka isilah harga baru

𝑎1 = 4.000.

10
𝑏2 − 𝑥1,2 = 1.000 − 1.000 = 0,⁡maka coretlah kolom ke 2.

Iterasi 4

P2 P4 𝑎𝑖 D4

A1 (550) (600) 5.000 50

A2 {(300)} {(400)} 6.000 100

A4 {(380)} {(270)} 11.000 110

𝑏𝑗 12.000 9.000

D4 80 130

𝑥3,2 = min(𝑎3 , 𝑏2 ) = min(11.000,9.000) = 9.000

𝑎3 − 𝑥3,2 = 11.000 − 9.000 = 2.000 > 0,⁡ maka isilah harga baru 𝑎3 =

2.000.

𝑏2 − 𝑥3,2 = 9.000 − 9.000 = 0,⁡maka coretlah kolom ke 2.

Iterasi 5

P2 𝑎𝑖 D5

A1 550 5.000

A2 {300} 6.000

A4 {380} 2.000

𝑏𝑗 12.000

D5 80

𝑥2,1 = min(𝑎2 , 𝑏1 ) = min(6.000,12.000) = 6.000

𝑎2 − 𝑥2,1 = 6.000 − 6.000 = 0,⁡maka coretlah baris ke 2.

11
𝑏1 − 𝑥2,1 = 12.000 − 6.000 = 6.000 > 0,⁡maka isilah harga baru 𝑏1 =

6.000.

Iterasi 6

P2 𝑎𝑖 D6

A1 {550} 5.000

A4 {380} 2.000

𝑏𝑗 6.000

D6 170

𝑥2,1 = min(𝑎2 , 𝑏1 ) = min(2.000,6.000) = 2.000

𝑎2 − 𝑥2,1 = 2.000 − 2.000 = 0,⁡maka coretlah baris ke 2.

𝑏1 − 𝑥2,1 = 6.000 − 2.000 = 4.000 > 0,⁡maka isilah harga baru

𝑏1 = 4.000.

Iterasi 7

P2 𝑎𝑖 D7

A1 550 5.000

𝑏𝑗 4.000

D7

Pada Iterasi 7 ini hanya tersisa satu kolom dan satu baris sehingga

iterasi dihentikan. Daftarkan nilai minimal 𝑥𝑖,𝑗 pada kolom atau baris yang

sudah dicoret sesuai dengan posisi asalnya sehingga menghasilkan sebuah

Matriks Distribusi sebagai berikut :

12
Matriks Distribusi

C’ P1 P2 P3 P4 𝑎𝑖

A1 10.000 4.000 1.000 + 15.000

A2 + 6.000 + + 6.000

A3 + + 14.000 + 14.000

A4 + 2.000 + 9.000 11.000

𝑏𝑗 10.000 12.000 15.000 9.000 46.000

𝐶′14 = 𝐶14 − 𝐶12 + 𝐶24 − 𝐶44 = 600 − 550 + 380 − 270 = 160

𝐶 ′ 21 = 𝐶21 − 𝐶11 + 𝐶12 − 𝐶22 = 350 − 250 + 550 − 300 = 350

𝐶′23 = 𝐶23 − 𝐶13 + 𝐶12 − 𝐶22 = 500 − 400 + 550 − 300 = 350

𝐶′24 = 𝐶24 − 𝐶44 + 𝐶42 − 𝐶22 = 400 − 270 + 380 − 300 = 210

𝐶′31 = 𝐶31 − 𝐶11 + 𝐶13 − 𝐶33 = 360 − 250 + 400 − 260 = 250

𝐶′32 = 𝐶32 − 𝐶12 + 𝐶13 − 𝐶33 = 450 − 550 + 400 − 260 = 40

𝐶′34 = 𝐶34 − 𝐶44 + 𝐶42 − 𝐶12 + 𝐶13 − 𝐶33

= 660 − 270 + 380 − 550 + 400 − 260 = 360

𝐶′41 = 𝐶41 − 𝐶11 + 𝐶12 − 𝐶42 = 600 − 250 + 550 − 380 = 520

𝐶′43 = 𝐶43 − 𝐶13 + 𝐶12 − 𝐶42 = 650 − 400 + 550 − 380 = 420

Karena semua nilai dari 𝐶′𝑖𝑗 positif, itu mendandakan bahwa biaya sudah

optimal.

Biaya :

10.000(250) + 4.000(550) + 1.000(400) + 6.000(300) +

14.000(260) + 2.000(380) + 9.000(270) = 13.730.000

13
Jadi , PT. Logam akan mengeluarkan biaya keseluruhan sebesar

Rp.13.730.000 untuk mendirikan pabrik baru di Kota Banten.

Perhitungan biaya keseluruhan di Kota Surakarta

Matriks ongkos Kota Surakarta disajikan dalam tabel berikut :

Dari ke Tegal Magelang Surabaya Cirebon

Jakarta 250 550 400 600

Bandung 350 300 500 400

Semarang 360 450 260 660

Surakarta 350 300 410 500

Keterangan :

P1 : Tegal A1 : Jakarta

P2 : Magelang A2 : Bandung

P3 : Surabaya A3 : Semarang

P4 : Cirebon
A5 : Surakarta
𝑎𝑖 : ongkos pada baris ke- i 𝑏𝑗 : ongkos pada kolom ke-j

Iterasi 1

P1 P2 P3 P4 𝑎𝑖 D1

A1 {(250)} 550 {(400)} 600 15.000 150

A2 {(350)} {(300)} 500 {400} 6.000 50

A3 (360) 450 {(260)} 660 14.000 100

14
A5 (350) {(300)} 410 {500} 11.000 50

𝑏𝑗 10.000 12.000 15.000 9.000

D1 100 0 140 100

𝑥1,1 = min(𝑎1 , 𝑏1 ) = min(15.000,10.000) = 10.000

𝑎1 − 𝑥1,1 = 15.000 − 10.000 = 5.000 > 0,⁡maka isikan harga baru 𝑎1 =

5.000.

𝑏1 − 𝑥1,1 = 10.000 − 10.000 = 0,⁡maka coretlah kolom ke 1.

Iterasi 2

P2 P3 P4 𝑎𝑖 D2

A1 (550) {(400)} 600 5.000 150

A2 {(300)} 500 {(400)} 6.000 100

A3 (450) {(260)} 660 14.000 190

A5 {(300)} (410) {500} 11.000 110

𝑏𝑗 12.000 15.000 9.000

D2 0 140 100

𝑥3,2 = min(𝑎3 , 𝑏2 ) = min(14.000,15.000) = 14.000

𝑎3 − 𝑥3,2 = 14.000 − 14.000 = 0,⁡maka coretlah baris ke 3.

𝑏2 − 𝑥3,2 = 15.000 − 14.000 = 1.000 > 0,⁡maka isilah harga baru 𝑏2 =

1.000.

15
Iterasi 3

P2 P3 P4 𝑎𝑖 D3

A1 (550) {(400)} 600 5.000 150

A2 {(300)} 500 {(400)} 6.000 100

A5 {(300)} {(410)} {500} 11.000 110

𝑏𝑗 12.000 1.000 9.000

D3 0 10 100

𝑥1,2 = min(𝑎1 , 𝑏2 ) = min(5.000,1.000) = 1.000

𝑎1 − 𝑥1,2 = 5.000 − 1.000 = 4.000 > 0,⁡maka isilah harga baru

𝑎1 = 4.000.

𝑏2 − 𝑥1,2 = 1.000 − 1.000 = 0,⁡maka coretlah kolom ke 2.

Iterasi 4

P2 P4 𝑎𝑖 D4

A1 (550) (600) 4.000 50

A2 {(300)} {(400)} 6.000 100

A5 {(300)} {500} 11.000 200

𝑏𝑗 12.000 9.000

D4 0 100

𝑥3,1 = min(𝑎3 , 𝑏1 ) = min(11.000,12.000) = 11.000

𝑎3 − 𝑥3,1 = 11.000 − 11.000 = 0,⁡maka coretlah baris ke 3.

𝑏1 − 𝑥3,1 = 12.000 − 11.000 = 1.000 > 0,⁡maka isilah harga baru

𝑏1 = 1.000.

16
Iterasi 5

P2 P4 𝑎𝑖 D5

A1 {(550)} {(600)} 4.000 50

A2 {(300)} {(400)} 6.000 100

𝑏𝑗 1.000 9.000

D5 250 200

𝑥2,1 = min(𝑎2 , 𝑏1 ) = min(1.000,6.000) = 1.000

𝑎2 − 𝑥2,1 = 6.000 − 1.000 = 5.000 > 0,⁡maka isilah harga baru

𝑎2 = 5.000.

𝑏1 − 𝑥2,1 = 1.000 − 1.000 = 0,⁡maka coretlah kolom ke 1.

Iterasi 6

P4 𝑎𝑖 D6

A1 {600} 4.000

A2 {400} 5.000

𝑏𝑗 9.000

D6 200

𝑥2,1 = min(𝑎2 , 𝑏1 ) = min(9.000,5.000) = 5.000

𝑎2 − 𝑥2,1 = 5.000 − 5.000 = 0,⁡maka coretlah baris ke 2.

𝑏1 − 𝑥2,1 = 9.000 − 5.000 = 4.000 > 0,⁡maka isilah harga baru

𝑏1 = 4.000.

17
Iterasi 7

P4 𝑎𝑖 D7

A1 600 4.000

𝑏𝑗 5.000

D7

Pada Iterasi 7 ini hanya tersisa satu kolom dan satu baris sehingga

iterasi dihentikan. Daftarkan nilai minimal 𝑥𝑖,𝑗 pada kolom atau baris yang

sudah dicoret sesuai dengan posisi asalnya sehingga menghasilkan sebuah

Matriks Distribusi sebagai berikut :

Matriks Distribusi

P1 P2 P3 P4 𝑎𝑖

A1 10.000 + 1.000 4.000 15.000

A2 + 1.000 + 5.000 6.000

A3 + + 14.000 + 14.000

A4 + 11.000 + + 11.000

𝑏𝑗 10.000 12.000 15.000 9.000 46.000

𝐶 ′12 = 𝐶12 − 𝐶22 + 𝐶24 − 𝐶14 = 550 − 300 + 400 − 600 = 50

𝐶 ′ 21 = 𝐶21 − 𝐶11 + 𝐶14 − 𝐶34 + 𝐶22 = 350 − 250 + 600 − 400 + 300

= 600

𝐶′23 = 𝐶23 − 𝐶13 + 𝐶14 − 𝐶24 = 500 − 400 + 600 − 400 = 300

𝐶′31 = 𝐶31 − 𝐶11 + 𝐶13 − 𝐶33 = 360 − 250 + 400 − 260 = 250

18
𝐶′32 = 𝐶32 − 𝐶33 + 𝐶13 − 𝐶14 + 𝐶24 − 𝐶22

= 450 − 260 + 400 − 600 + 400 − 300 = 90

𝐶 ′ 34 = 𝐶34 − 𝐶14 + 𝐶13 − 𝐶33 = 660 − 600 + 400 − 260 = 200

𝐶′41 = 𝐶41 − 𝐶11 + 𝐶44 − 𝐶24 + 𝐶22 − 𝐶42

= 350 − 250 + 600 − 400 + 300 − 300 = 300

𝐶 ′ 43 = 𝐶43 − 𝐶13 + 𝐶14 − 𝐶24 + 𝐶22 − 𝐶42

= 410 − 400 + 600 − 400 + 300 − 300 = 210

𝐶′44 = 𝐶44 − 𝐶24 + 𝐶22 − 𝐶42 = 500 − 400 + 300 − 300 = 100

Karena semua nilai dari 𝐶′𝑖𝑗 positif, itu mendandakan bahwa biaya sudah

optimal.

Biaya :

10.000(250) + 1.000(400) + 4.000(600) + 1.000(300) + 5.000(400)

+ 14.000(260) + 11.000(300) = 14.540.000

Jadi , PT. Logam akan mengeluarkan biaya keseluruhan sebesar

Rp.14.540.000 untuk mendirikan pabrik baru di Kota Surakarta.

Dari kedua perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa biaya

keseluruhan di Kota Banten lebih sedikit daripada Surakarta . Maka dari

itu, PT. Logam sebaiknya memilih Kota Banten sebagai lokasi untuk

mendirikan pabrik baru.

19
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Model transportasi merupakan suatu teknik riset operasi yang

dapat membantu dalam pembuatan keputusan-keputusan lokasi pabrik

atau gudang. Masalah transportasi membicarakan cara pendistribusian

suatu komoditi dari sejumlah sumber ke sejumlah tujuan.

3.2 Saran

Dari makalah saya yang singkat ini semoga bermanfaat bagi kita

semua. Saya sadar makalah ini belum sempurna, masih banyak

kesalahan dari berbagai sisi. Oleh karena itu saya harapkan saran dan

kritik yang bersifat membangun untuk perbaikan makalah-makalah

selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Abusini, Sobri.2012. Riset Operasi I. Malang:UB Press

Blogspot.com.2014.Transportasi(Riset Operasi), (online), (http://

tintahati32.blogspot.co.id/2014/10/transportasi-riset-operasi.html,

diakses 19 Desember 2016).

20