Anda di halaman 1dari 1

Sit up merupakan latihan yang dilakukan untuk meningkatkan ketahanan serta kekuatan

otot-otot abdominal. Otot-otot yang digunakan pada saat melakukan sit up adalah sebagai
berikut:
a. M. internal oblique yang berperan sebagai penggerak utama dalam pembengkokkan
punggung.
b. M. external oblique yang berperan sebagai fleksor punggung dan rotasi punggung
menuju arah yang berlawanan.
c. M. transverses abdominis yang berperan untuk menstabilkan batang tubuh ketika
melakukan kerja berat.
d. M. rectus abdominis yang berperan sebagai fleksor utama punggung dan membantu
memfleksikan punggung ke lateral

Latihan sit up menggambarkan efek dari perubahan panjang lengan beban dengan
usaha yang dilakukan. Ketika punggung difleksikan,gerakan ini dikenai gaya yang
berlawanan, yang berasal dari berat badanpada pusat gravitasi. Ketika badan mendekati suhu
horizontal, lenganbeban menjadi lebih panjang, oleh karena itu usaha yang dibutuhkan
untukmenggerakkan badan menjadi lebih besar.Selain itu, lengan beban dapatdibuat menjadi
lebih panjang, jika memindahkan pusat gravitasi dari pusatbatang tubuh menjadi lebih d ekat
ke kepala, dengan memindahkan lengankebelakang leher atau dengan menambah massa
tubuh.
Gerakan sit-up dilakukan dalam posisi setengah badan terlentang dengan kaki dilipat,
posisi lipatan kaki dan rentangan punggung membentuk sudut 90o, tangan di belakang
kepala, dan kemudian mengangkat setengah badan sampai siku menyentuh lutut. Tetapi
pada prakteknya, sit-up dapat dilakukan dengan beberapa modifikasi besar sudut seperti
dengan sudut 45̊ͦ derajat dan120 derajat . Adapun latihan sit-up konvensional tidak hanya
mengurangi diameter sel lemak di daerah perut namun juga di daerah penyimpanan lemak
lainnya. Aktivitas sit up termasuk dalam latihan resistensi. Latihan resistensi memberikan
manfaat tambahan yang tidak ditemukan pada aktivitas aerobik. Manfaat latihan resistensi
meliputi peningkatan kekuatan tulang dan kebugaran otot. Latihan resistensi juga dapat
membantu mempertahankan massa otot selama program penurunan berat badan. Ketika
latihan resistensi digunakan untuk meningkatkan kekuatan otot, satu set 8-12 repetisi setiap
latihan tergolong efektif, meskipun dua atau tiga set mungkin lebih efektif. Kekuatan dan daya
tahan otot semakin progresif dari waktu ke waktu. Meningkatkan jumlah intensitas atau hari
berolahraga dalam seminggu akan menghasilkan otot yang lebih kuat.

1. Hamilton, Luttgens K. Kinesiology. 10th ed. New York: Mc. Graw Hill Companies;
2002.
2. Raja T. Todingan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal e-Biomedik
(eBm), Volume 4, Nomor 1, Januari-Juni 2016