Anda di halaman 1dari 2

BAB I

WAKAF
pengertian wakaf dan rukunnya
Wakaf ialah menyerahkan sesuatu benda yang kekal zatnya untuk diambil
manfaatnya, maupun oleh masyarakat ataupun perorangan. Wakaf ini sangat
dianjurkan oleh Allah SWT sehingga para sahabat banyak yang
mengamalkannya Allah berfirman:

‫ُو‬
‫ْا‬ ‫ْف‬
‫ِق‬ ُ ‫ّٰى‬
‫تن‬ ‫َت‬‫َّ ح‬ ْ ‫ْا‬
‫البِر‬ َُ
‫الو‬ ‫تن‬َ ْ
‫َلن‬
﴾٩٢:‫ٰل عمران‬ ‫َۗ ﴿ا‬
‫ْن‬‫ُّو‬ ُ ‫ِما‬
‫تحِب‬ َّ‫م‬
Artinya : “kamu sekali-kali tidak sampai pada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu
menafkahkan sebagian harta yang kamu sanyangi.”(Q.S. Ali ‘Imran, 3: 92)
Hal-hal yang termasuk rukun wakaf adalah sebagai berikut:
 Wakif (yang bertawakal) dengan syarat kehendak sendiri bukan karena di
paksa.
 Mauquf barang yang diwakafkan.
 Mauquf ‘alaihi (tempat berwakaf).
 Lafal atau ucapan wakaf.
Harta yang diwakafkan
Harta yang diwakafkan syaratnya adalah:
 Kekal zatnya walaupun manfaatnya diambil.
 Kepunyaan yang berwakaf dan hak miliknya dapat berpindah-pindah.
Ketentuan-ketentuan lain yang mengenai harta wakaf, yakni harta wakaf itu
terlepas dari milik orang yang berwakaf. Harta wakaf itu tidak boleh dijual,
tidak boleh diberikan (hibah), dan tidak boleh diwariskan .
Manfaat wakaf bagi yang menerima wakaf atau masyarakat, sangat banyak
antara lain:
 Dapat menghilangkan kebodohan.
 Dapat menghilangkan (mengurangi) kemiskinan .
 Dapat menghilangkan (mengurangi) kesenjangan sosial.
 Dapat memajukan serta menyejahterakan umat.