Anda di halaman 1dari 6

NAMA : MHD.

SYAFRI

NIM : 14402016

MK : KONSTRUKSI BAJA II

SEMESTER : V (LIMA)

Sambungan las pada baja

A. Pengertian
Sambungan las adalah sambungan antara dua logam dengan cara pemanasan, dengan
atau tanpa logam pengisi. Sambungan terjadi pada kondisi logam dalam keadaan plastis
atau leleh. Sambungan las banyak digunakan pada : konstruksi baja, ketel uap dan tangki,
serta pemesinan.

B. Jenis-jenis sambungan las


1) Sambungan Sebidang
Sambungan sebidang dipakai terutama untuk menyambung ujung-ujung plat datar
dengan ketebalan yang sama atau hampir sarna. Keuntungan utama jenis sambungan
ini ialah menghilangkan eksentrisitas yang timbul pada sambungan lewatan tunggal.
2) Sambungan Lewatan
Sambungan ini mempunyai dua keuntungan utama, yaitu :
a. Mudah disesuaikan. Potongan yang akan disambung tidak memerlukan ketepatan
dalam pembuatannya bila dibanding dengan jenis sambungan lain.
b. Mudah disambung. Tepi potongan yang akan disambung tidak memerlukan
persiapan khusus dan biasanya dipotong dengan nyala (api) atau geseran.
3) Sambungan Tegak
Jenis sambungan ini dipakai untuk membuat penampang bentukan (built-up) seperti
profil T, profil 1, gelagar plat (plat girder), pengaku tumpuan atau penguat samping
(bearing stiffener), penggantung, konsol (bracket).
4) Sambungan Sudut
Sambungan sudut dipakai terutama untuk membuat penampang berbentuk boks segi
empat seperti yang digunakan untuk kolom dan balok yang memikul momen puntir
yang besar.
5) Sambungan Sisi
Sambungan sisi umumnya tidak struktural tetapi paling sering dipakai untuk menjaga
agar dua atau lebih plat tetap pada bidang tertentu atau untuk mempertahankan
kesejajaran (alignment) awal.
C. Jenis - Jenis Las
(a) Las tumpul (groove welds), las ini dipakai untuk menyambung batang-batang
sebidang.
(b) Las sudut (fillet weld), tipe las ini paling banyak dijumpai dibandingkan tipe las
yang lain, 80% sambungan las menggunakan tipe las sudut.
(c) Las baji dan pasak (slot and plug welds ), jenis las ini biasanya digunakan bersama-
sama dengan las sudut.
D. Pembatasan Ukuran Las Sudut
(a) Ukuran las sudut ditentukan oleh panjang kaki.
(b) Panjang kaki harus ditentukan sebagai panjang a1 dan a2

E. Pembatasan Ukuran Las Sudut


Pembatasan ukuran maksimum las sudut :
(a) Untuk komponen dengan tebal kurang dari 6,4 mm, diambil setebal komponen
(b) Untuk komponen dengan tebal 6,4 mm atau lebih, diambil 1,6 mm kurang dari
tebal komponen

Panjang efektif las sudut adalah seluruh panjang las sudut berukuran penuh dan paling
tidak harus 4 kali ukuran las, jika kurang maka ukuran las untuk perencanaan dianggap
sebesar ¼ kali panjang efektif.
F. Luas Efektif Las
(a) Kekuatan dari berbagai jenis las ditentukan berdasarkan pada luas efektif las.
(b) Luas efektif las sudut dan las tumpul adalah hasil perkalian antara tebal efektif ( te )
dengan panjang las.
(c) Tebal efektif las tergantung dari ukuran dan bentuk dari las tersebut, dan dapat
dianggap sebagai lebar minimum bidang keruntuhan.

G. Tahanan Nominal Sambungan Las


Filosofi umum dari LRFD terhadap persyaratan keamanan suatu struktur, dalam hal ini
terutama untuk las, adalah terpenuhinya persamaan :

f.R >R
nw u

dengan :

 adalah faktor tahanan


 Rnw adalah tahanan nominal per satuan panjang las
 Ru adalah beban terfaktor per satuan panjang las
H. Las Tumpul
Kuat las tumpul penetrasi penuh ditetapkan sebagai berikut :
(a) Bila sambungan dibebani dengan gaya tarik atau gaya tekan aksial terhadap luas
efektif, maka :

f.R = 0,90.t .f (bahan dasar)


nw e y

f.R = 0,90.t .f (las)


nw e yw

(b) Bila sambungan dibebani dengan gaya geser terhadap luas efektif, maka :

f.R = 0,90.t .(0,6.f ) (bahan dasar)


nw e y

f.R = 0,80.t .(0,6f ) (las)


nw e uw

(c) dengan fy dan fu adalah kuat leleh dan kuat tarik putus.

I. Las Sudut
Kuat rencana per satuan panjang las sudut, ditentukan sbb:

f.R = 0,75.t .(0,6.f ) ( las )


nw e uw

f.R = 0,75.t .(0,6.f ) ( bahan dasar )


nw e u

Tabel ukuran minimum las sudut

Tebal bagian paling tebal, t Tebal minimum las sudut, tw


(mm) (mm)
t<7 3
7 < t < 10 4
10 < t < 15 5
15 < t 6
J. Las Baji Dan Pasak
Kuat rencana bagi las baji dan pasak ditentukan :

f.R = 0,75.(0,6.f ).A


nw uw w

Dengan

A adalah luas geser efektif las


w

f adalah kuat tarik putus logam las


uw