Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN EVALUASI

PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN


RUANGAN AL WILADAH RS AR BUNDA PRABUMULIH
TRI WULAN II (APRIL – JUNI 2017)

RUMAH SAKIT AR. BUNDA PRABUMULIH


Jl. Angkatan 45 KelGunungIbulPrabumulihTimur
TELP. 0713 – 322954FAX. 0713 – 323895
PRABUMULIH
LAPORAN EVALUASI PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN
RUANGAN AL WILADAH RUMAH SAKIT AR BUNDA PRABUMULIH

TAHUN 2017

I. PENDAHULUAN
Saat ini isu penting dan global dalam pelayanan kesehatan adalah Keselamatan Pasien.Isu ini
praktis mulai dibicarakan kembali pada tahun 2000-an,sejak laporan dan institute of medicine yang
menerbitkan laporan : to err is human ,building a safer health system. Keselamatan pasien adalah suatu
disiplin ilmu baru dalam pelayanan kesehatan yang mengutamakan pelaporan,analisis,dan pencegahan
medical error yang sering menimbulkan kejadian tidak diharapkan (KTD).
Dari berbagai Negara yang mengatakan bahwa dalam pelayanan pasien rawat inap di Rumah
Sakit ada sekitar 3-18 % kejadian tidak diharapkan (KTD/adverse event),maka perhimpunan rumah
sakit seluruh Indonesia mengambil inisiatif mengajak semua pihak rumah sakit untuk memperhatikan
keselamatan pasien rumah sakit.
Dirumah sakit terdapat ratusan macam obat,ratusan tes dan prosedur,banyak terdapat alat-alat
medis,bermacam-macam tenaga profesi dan non profesi yang siap memberikan pelayanan 24 jam terus
menerus.Kebersamaan dan kerutinan pelayanan tersebut apabila tidak dikelola dengan baik dapat
terjadi KTD.

II. LATAR BELAKANG

Di era globalisasi ini perkembangan ilmu dan tehknologi sangatlah pesat termasuk ilmu dan
tehknologi kedokteran. Peralatan kedokteran baru banyak ditemukan demikian juga dengan obat baru.
Keadaan tersebut berdampak terhadap pelayanan kesehatan,dimana di masa lalu pelayanan kesehatan
sangatlah sederhana sering kurang efektif namun lebih aman. Pada saat ini pelayanan kesehatan
sangatlah kompleks,lebih efektif namun apabila pemberi pelayanan kurang dapat berpotensi terjadinya
kesalahan pelayanan.
Keselamatan (safety) telah menjadi isu global termasuk juga untuk rumah sakit. Ada lima isu
penting yang terkait dengan keselamatan di Rumah Sakit yaitu: Keselamatan pasien (patient
safety),Keselamatan pekerja atau petugas kesehatan,keselamatan bangunan dan peralatan di rumah
sakit yang biasa berdampak terhadap keselamatan pasien dan petugas,keselamatan lingkungan yang
berdampak terhadap pencemaran lingkungan dan keselamatan bisnis rumah sakit yang terkait
kelangsungan hidup rumah sakit.Kelima aspek keselamatan tersebut sangatlah penting untuk
dilaksanakan disetiap di rumah sakit,namun harus diakui kegiatan intitusi rumah sakit dapat berjalan
apabila ada pasien.Karena itu keselamatan pasien merupakan prioritas utama untuk dilaksanakan dan
hal tersebut terkait dengan mutu dan citra rumah sakit.
Harus diakui pelayanan kesehatan pada dasarnya adalah untuk menyelamatkan pasien sesuai
dengan yang di ucapkan hipocrates kira- kira 2400 thn yang lalu yaitu ‘Primum non nocare” namun
diakuin dengan semakin berkembangnya ilmu dan tehknologi pelayanan kesehatan khususnya di
rumahsakit menjadi komplek dan berpotensi terjadinya kejadian tidak diharapkan apabila tidak
dilakukan dengan hati-hati.
Di indonesia data tentang KTD apabila kejadian nyaris cedera masih langka,namun di lain
pihak terjadi mal praktek yang belum tentu sesuai dengan pembuktian akhir.Mengingat keselamatan
pasien sudah menjadi tuntutan masyarakat maka pelaksanaan program keselamatan pasien rumah sakit
perlu dilakukan karena perlu acuan yang jelas untuk melaksanakan keselamatan pasien tersebut . Buku
panduan nasional keselamatan pasien rumah sakit yang terutama berisi standar keselamatan pasien
rumah sakit dengan enam langkah menuju keselamatan pasien rumah sakit diharapkan dapat membantu
rumah sakitdalam melaksanakan kegiatannya.
Keselamatan pasien rumah sakit adalah system dimana rumah sakit membuat asuhan
pasien.Sistem tersebut meliputi assessment resiko,identifikasi dan pengelolaan yang berhubungan
dengan resiko pasien,pelapor dan insiden.Kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya serta
implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya resiko.Sistem tersebut diharapkan dapat
mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh masalah akibat melaksanakan suatu tindakan atau
tidak melakukan yang seharusnya dilakukan.