Anda di halaman 1dari 7

NAMA : MHD.

SYAFRI

NIM : 14402016

MK : KONSTRUKSI KAYU

SEMESTER : V (LIMA)

Sambungan pada Komponen Kayu

Terdiri atas :

1. Elemen penyambung : pelat buhul, pelat penyambung, pelat pengikat, dsb

2. Alat sambung : cincin belah, pelat geser

3. Alat pengencang : paku, pasak, sekrup, baut, dsb

Harus didesain sesuai dengan arah gaya yang bekerja pada batang :

1. Tahanan terhadap gaya lateral

2. Tahanan terhadap gaya aksial

a. Tahanan tarik alat pengencang

b. Tahanan cabut batang

A. Kegagalan Pada Sambungan


B. Keseimbangan Daktilitas Dan Kekuatan

C. Perencanaan Sambungan Terhadap Gaya Lateral


Sambungan harus direncanakan sedemikian sehingga :

Z u  .z .Z '

Dimana :
Zu = Tahanan perlu sambungan
λ = Faktor waktu
Φz = Faktor tahanan sambungan = 0,65
Z’ = Tahanan terkoreksi sambungan.

D. Perencanaan Sambungan
Tahanan terkoreksi untuk sambungan paku/pasak :

Z ' Z .Cd .Ceg .Ctn

Dimana :

Z = Tahanan lateral acuan diambil dari nilai terkecil

Cd = Faktor koreksi kedalaman penetrasi ( Memperhitungkan reduksi penetrasi

paku/pasak )

Ceg= Faktor koreksi serat ujung (memperhitungkan reduksi tahanan paku/pasak yang

dipasang pada serat ujung )

Ctn= Faktor koreksi paku miring, khusus untuk sambungan paku.


E. Faktor Koreksi Kedalaman Penetrasi
Penetrasi efektif batang ke dalam komponen pemegang

p harus > 6D ( D = diameter paku )

cd = p/12 D untuk 6 D < p < 12 D

cd = 1.0 untuk p > 12 D

 Faktor koreksi serat ujung : ceg = 0.67 untuk paku yang ditanamkan kedalam
serat ujung kayu
 Faktor koreksi paku miring : ctn = 0.83 untuk sambungan paku miring.

F. Tahanan Lateral Acuan Satu Paku Dengan Satu Irisan yang Menyambung Dua
Komponen

3,3.D.t s .Fes
Z
KD Mode I
s

3,3.k1.D p .Fem
Z
K D . 1  2.Re  Mode III
s

Mode III
m

3,3.D 2 2.Fem .Fyb


Z Mode IV
KD 3(1  Re )

G. Tahanan Lateral Acuan Satu Paku Dengan Satu Irisan yang Menyambung Dua
Komponen

2.Fyb .(1  2.Re ).D 2


k1  1  2.(1  Re ) 
3.Fem . p 2

2.(1  Re ) 2.Fyb .(1  2.Re ).D


2

k2  1  
Re 3.Fem .ts 2

D = Diameter paku ( mm )

ts = Tebal kayu penyambung ( mm )

Fes = Kuat Tumpu Kayu Penyambung ( Mpa )

Fem = Kuat Tumpu Kayu Utama ( Mpa )


p = Kedalaman Penetrasi (mm)

Fyb = Tegangan Leleh Paku ( Mpa )

Re = Fem/Fes

KD = 2.2 untuk D < 4.3 mm

= 0.38D+0.56 untuk 4.3 mm < D < 6.4 mm

= 3 untuk D > 6.4 mm

H. Perencanaan Sambungan Terhadap Gaya Aksial


Tahanan tarik alat pengencang/penyambung : Didasarkan atas kuat leleh alat
penyambung pada penampang intinya. Tahanan cabut paku :

Z w  31,6.D.G 2,5 . p.n f

Dimana :

Zw = Tahanan cabut ( N )

D = Diameter paku ( mm )

G = Berat jenis komponen

p = Panjang penetrasi efektif batang paku ( mm )

nf = Jumlah alat penyambung/paku

I. Spasi Alat Penyambung Paku


1. Spasi Dalam Satu Baris

> 10 D Pelat sisi dari kayu


> 7D Pelat sisi dari baja

2. Spasi Antar Baris

Spasi Min. = 5 D

3. Jarak Ujung
Untuk beban tarik lateral :
15 D untuk pelat sisi dari kayu
10 D untuk pelat dari baja

Untuk beban tekan lateral :

10 D untuk pelat sisi dari kayu

5 D untuk pelat sisi dari baja.

J. Perencanaan Sambungan
Tahanan terkoreksi untuk sambungan baut ( 6.3 mm < D < 25 mm ), sekrup kunci :

Z '  Z .C g .C
Dimana :

Z = Tahanan lateral acuan diambil dari nilai terkecil

Tabel18, hal 84 SNI, untuk satu irisan

Tabel 19, hal 85 SNI, untuk dua irisan


Cg = Faktor koreksi aksi kelompok, untuk memperhitungkan pembebanan

yang tidak merata dari baris baut

C = Faktor koreksi geometri, untuk memperhitungkan geometri sambungan

K. Faktor aksi kelompok, Cg

nr
1
Cg 
nf
a
i 1
i

 m(1  m 2 ni )  1  REA 
ai   2 ni  
. 
 (1  REAm )(1  m)  1  m   1  m 
ni

m  u  u 2 1
s 1 1 
u  1    
2  ( EA) m ( EA) s 

Keterangan :

nf : jumlah total baut

nr : jumlah baris

ni : jumlah baut dengan spasi yang seragam pada baris i

 = 0.246 D1.5 kN/mm untuk baut dalam sambungan kayu-kayu

= 0.369 D1.5 kN/mm untuk baut dalam sambungan kayu-baja

s : spasi dalam baris ( jarak pusat ke pusat )

(EA)m : kekakuan aksial komponen kayu utama

(EA)s : kekakuan aksial komponen kayu penyambung

REA : (EA)min/(EA)max= 1 bila modulus elastisitas dan penampang sama

L. Faktor Geometri, C
Bila jarak ujung baut : a > aopt C  =1.0
: aopt/2 < a < aopt C  =a/aopt

aopt = 7.D Komponen tarik beban sejajar serat

= 4.D Komponen tekan beban sejajar serat/beban tegaklurus arah serat


Bila spasi dalam baris baut : s > sopt C  =1.0

: 3.D< s < sopt C  =s/sopt

sopt = 4.D Beban sejajar arah serat

M. Tahanan Lateral Acuan Satu Baut Dengan Satu Irisan yang Menyambung Dua
Komponen
0,83.D.t s .Fes
Mode Is Z
K

N. Tahanan Lateral Acuan Satu Baut Dengan Dua Irisan yang Menyambung Tiga
Komponen
0,83.D.t m .Fem
Mode Im Z
K