Anda di halaman 1dari 6

HIPERTENSI

A. Definisi
Hipertensi adalah sebagai peningkatan tekanan darah sistolik sedikitnya 140 mmHg
atau tekanan diastolic sedikitnya 90 mmHg. Hipertensi tidak hanya beresiko tinggi
menderita penyakit jantung, tetapi juga menderita lain seperti penyakit saraf, ginjal, dan
pembuluh darah dan makin tinggi tekanan darah, makin besar resikonya. (Sylvia
A.price)

B. Etiologi
Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi 2 golongan.
1. Hipertensi Primer (esensial)
Disebut juga hipertensi idiopatik karena tidak diketahui penyebabnya. Faktor yang
mempengaruhinya yaitu : genetik, lingkungan, hiperaktifitas saraf simpatis sistem
renin. Angiotensin dan peningkatan Na + Ca intraseluler. Faktor-faktor yang
meningkatkan resiko : obesitas, merokok, alcohol dan polisitemia.
2. Hipertensi Sekumder
Penyebab yaitu : penggunaan estrogen , penyakit ginjal, sindrom cushing dan
hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan.

Hipertensi pada usia lanjut dibedakan atas :


1. Hipertensi dimana tekanan sistolik sama atau lebih besar dari 140 mmHg dan / atau
tekanan diastolik sama atau lebih besar dari 90 mmHg.
2. Hipertensi sistolik terisolasi dimana tekanan sistolik lebih besar dari 16 mmHg dan
tekanan diastolik lebih rendah dari 90 mmHg.

Penyebab hipertensi pada orang dengan lanjut usia dengan adalah terjadi perubahan-
perubahan pada :
1. Elastisitas dinding aorta menurun
2. Katub jantung menebal dan menjadi kaku
3. Kemampuan jantung mmompa darah menurun 1% setiap setahun sesudah berumur
20tahun kemampuan jantung memompa darah menurun menyebabkan menurunnya
kontraksi dan volumenya.
4. Kehilangan elastisitas pembuluh darah, hal ini terjadi karena kurangnyaefektifitas
pembuluh darah perifer untuk iksigenasi
5. Meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer

Secara klinis derajat hipertensi dapat dikelompokkan yaitu :


No Kategori Sistolik (mmHg) Diastoli (mmHg)
1. Optimal < 120 <180
2. Normal 120 – 129 80 – 84
3. High Normal 130 – 139 85 – 89
4. Hipertensi
Grade 1 (ringan) 140 – 159 90 – 99
Grade 2 (sedang) 160 – 179 100 – 109
Grade 3 (berat) 180 – 209 100 – 119
Grade 4 (sangat berat) > 120 >120
C. Manifestasi Klinis
Tanda dan gejala pada hiperensi dibedakan menjadi :
a) Tidak ada gejala
Tidak ada gejala yang spesifik yang dapat dihubungkan dengan peningkatan
tekanan darah, selain penentuan tekanan arteri oleh dokter yang memeriksa. Hal ini
berarti hipertensi arterial tidak akan pernah terdiagnosa jika tekanan arteri tidak
terukur.
b) Gejala yang lazim
Sering dikatakan bahwa gejala terlazim yang menyertai hipertensi meliputi nyeri
kepala dan kelelahan. Dalam kenyataan ini merupakan gejala terlazim yang
mengenai kebanyakan pasien yang mencari pertolongan medis.

Beberapa pasien yang menderita hipertensi yaitu :


a. Mengeluh sakit kepala, pusing
b. Lemas, kelelahan
c. Sesak nafas
d. Gelisah
e. Mual
f. Muntah
g. Epistaksis
h. Kesadaran menurun

Pemeriksaan penunjang
1. Pemeriksaan Laboratorium
 Hb/Ht : untuk mengkaji hubungan dari sel-sel terhadap volume cairan
(viskositas) dan dapat menginikasikan faktor resiko seperti : hipokoagulabilitas,
anemia
 BUN/kreatinin : memberikan informasi tentang perfusi / fungsi ginjal.
 Glicosa : hiperglikemi (DM adalah pencetus hipertensi) dapat diakibatkan oleh
pengeluaran kadar ketokolamin.
 Urinalisa : darah, protein, glukosa, mengisyaratkan disfungsi ginjal dan ada
DM.
2. CTScan : mengkaji adanya tumor cerebral, encelopati
3. EKG : dapat menunjukkan pola regangan, dimana luas, peninggian gelombang
padahal salah satu tanda dini penyakitjantung hipertensi
4. IUP : mengidentifikasikan penyebab hipertensi seperti : batu ginjal, perbaikan
ginjal
5. Phoo data : menunjukkan destruksi klasifikasi pada area katup, pembesaran
jantung.

Penatalaksana

Modifikasi Gaya Hidup

Tak mencapai sasaran TD ( <140/90mmHg atau <130/80 mmHg


pada penderita DM atau penyakit ginjal kronik

Pilihan obat untuk terapi permulaan

Hipertensi tanpa Indikasi Khusus Hipertensi Indikasi Khusus

Hipertensi Derajat 1 Hipertensi Derajat 2 Obat-obatan untuk


indikasi khusus
(TD) sistolik 140-159 (TD sistolik ≥160
mmHg atau TD mmHg atau TD Obat anti hipertensi
diastolik 90-99 mmHg) diastolik > mmHg) lainnya (deuretik,
penghambat EKA,
Umumnya diberikan Umumnya diberikan penyekat ß, antagonis
diuretik gol Thaizide. kombinasi 2 macam Ca) sesuai yang
Bisa dipertimbangkan obat (biasanya deuretik diperlukan
pemberian penghambat gol. Tiazeda dan
EKA, ARB, penyekat ß, penghambat EKA, atau
antagonis Ca atau ARB atau penyekat ß,
Kombinasi atau antagonis Ca

Sasaran tekanan darah tak tercapai

Optimalkan dosis atau penambahan jenis obat sampai target tekanan darah tercapai.
Pertimbangkan konsultasi dengan spealis hipertensi
D. Masalah yang Lazim Muncul
1. Penurunan curah jantung b.d peningkatan afterload, vasokonstriksi, hipertrofi /
rigiditas ventrikuler, iskemiamiokard
2. Nyeri akut b.d peningkatan tekanan vaskuler serebral dan iskemia
3. Kelebihan volume cairan
4. Intoleransi aktivitas b.d kelemahan, ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan
oksigen
5. Ketidakefektifan koping
6. Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak
7. Resiko cidera
8. Defisiensi pengetahuan
9. Ansietas

E. Discharge Planning
1. Berhenti merokok
2. Pertahankan gaya hidup sehat
3. Belajr untuk rilek dan mengendalikan stress
4. Batasi konsumsi alcohol
5. Penjelasan mengenai hipertensi
6. Jika sudah menggunakan obat hipertensi teruskan penggunaannya secara rutin
7. Diet garam serta pengendalian berat badan
8. Periksa tekanan darah secara teratur
F. Patofisiologi

Faktor predisposisi : usia, jenis kelamin, merokok,


stress, kurang olahraga, genetic, alcohol, konsentrasi,
garam, obesitas Beban kerja jantung ↑ Aliran darah makin cepat keseluruh
tubuh sedangkan nutrisi dalam sek
sudah mencukupi kebutuhan
Kerusakan vaskuler pembuluh darah HIPERTENSI Tekanan sistemik darah ↑

Perubahan struktur Perubahan situasi Krisis situasional Metode koping tidak efektif

Penyumbatan pembuluh darah Informasi yang minim Defisiensi pengetahuan ansietas Ketidakefektifan koping

Vasokontriksi Resistensi pembuluh darah otak ↑ Nyeri kepala


Resiko ketidakefektifan perfusi
Gangguan sirkulasi Otak Suplai O² ke otak ↓ jaringan otak

Ginjal Retina Pembuluh darah

Vasokontriksi pemb. darah ginjal Spasme arteriol


sistemik Koroner
Blood flow darah ↓ Resiko cedera
Vasokonstriksi Iskemia miokard
Respon RAA Penurunan curah jantung
Afterload ↑ Nyeri
Merangsang aldos teron Kelebihan volume cairan
Fatigue
Retensi Na Edema
Intoleransi aktivitas