Anda di halaman 1dari 7

STUDI AWAL: EFEK DARI INTERVENSI PERILAKU KOGNITIF PENGELOLAAN MANDIRI,

DUA SESI PEMERIKSAAN SENDIRI

Diana Maier1, Jonathan Savelle2, Valerie Vidana3 dan Richard Shane4 *

1Independent Peneliti dan Kualitas dan Peningkatan Kinerja Konsultan, Denver, Amerika Serikat

2Independent Peneliti dan Konsultan statistik, Cheyenne, Amerika Serikat

3Independent Penelitidan data Organisasi Spesialis, Boulder, Amerika Serikat

4Founder dan Manager, Sleep Mudah LLC, Boulder, Amerika Serikat

* Sesuai penulis: Richard Shane, Pendiridan Manager, Sleep Mudah LLC, Boulder, AmerikaSerikat, Telp:
303-304-9933; E-mail: drshane@sleepeasily.com

Diterima tanggal: 19 Februari 2016; Tanggal diterima: 26 Maret 2016; Diterbitkan tanggal: 29 Maret
2016

Copyright: © 2016 Maier D, et al. Ini adalah sebuah artikel akses terbuka didistribusikan di bawah
persyaratan Lisensi Creative Commons Attribution, yang memungkinkan penggunaan tak terbatas,
distribusi, dan reproduksi dalam media apapun, asalkan penulis asli dan sumber dikreditkan.

Abstrak

Latar Belakang: Diperkirakan bahwa 1- dari - 3 (84 juta) orang dewasa di AS menderita satu atau
lebih gejala insomnia. Hal Ini memiliki efek yang merusak hamper setiap bidang kehidupan. Terapi
farmakologis dapat mengakibatkan bahaya kecanduan dan efek samping. Terapi perilaku mahal dan tidak
banyak terapis yang menawarkan pengobatan tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan ini, Studi ini
menyelidiki efektivitas dua sesi, intervensi terapi perilaku.

Peserta: personilPolisi, pemadam kebakaran, pilot maskapai penerbangan komersial, veteran, pasien dari
dokter dan anggota masyarakat umum.

Desain: Data dikumpulkan secara on-line, dengan desain pre-post dalam subyek.

Sumber data: Hasil utama adalah total skor Insomnia Severity Index dan dua nilai faktor.

Analisis data: T-tesdan / statistic kontingensi chi-square, yang sesuai.

Hasil: Baseline ISI adalah 13,8 +/- 4,1 (kisaran = 0-28). Skorfaktor: 5.2 +/- 1.8 (kontinuitas tidur
[SC]) dan 8,5 +/- 3,1 (efek siang hari [DE]). Post pengobatan ISI adalah: 9,8 +/- 4,7 dan factor skor yang
3,7 +/- 2,1 (SC), dan 6,1 +/- 3,0 (DE). Perubahan yang di amati signifikan (p <0,0001) dan telah sesuai
efek ukuran besar (Jumlah ISI = 0,89, SC = 0,76, dan efek siang hari = 0,81). 40 dari 49 peserta (81,6%)
memiliki Post-Treatment Ringkasan Score yang lebih rendah (yaitu, terkait dengan kualitas tidur yang
lebihbaik) Ringkasan dari Pre-treatment Score mereka.

Pada penilaian pasca perawatan, 71,4% melaporkan tidur mereka mulai membaik dalam lima malam
pertama. 65,3% melaporkan metode ini mudah digunakan. 55,1% melaporkan merasa lebih baik pada
siang hari dan 36,7% dilaporkan mengurangi kecemasan dan / atau stress siang hari. 64% dari subyek
menggunakan obat tidur dilaporkan berkurang dosis atau frekuensi zat-zat tersebut.

Kesimpulan: Intervensi ini menghasilkan perubahan yang signifikan dan efek yang besar dalam jangka
waktu singkat. Hasil penelitian menunjukkan Metode tidur dengan mudah mungkin ideal sebagai
"langkah pertama" dalam pendekatan manajemen insomnia.

Studidi masa yang akan dating harus menilai metode ini dalam konteks skala yang lebih besar 1) studi
terkontrol dan / atau studi 2) pembongkaran di mana bagian-bagian komponen dari metode ini dinilai
untuk kontribusi mereka yang unik untuk hasil pengobatan.

Kata kunci: Insomnia; Terapi perilaku kognitif; stress ; Kegelisahan; Depresi; trauma; hypervigilance;
nonfarmakologis; Pikiran-tubuh pengobatan tubuh-pikiran.

Pendahuluan

Meskipun bukti efektivitas Terapi perilaku Kognitif untuk Insomnia (CBT- I) [1-21], sebagian besar
pasien tidak akan menerima bentuk pengobatan ini.

Hal ini mungkin berlaku untuk berbagai alas an termasuk kemudahan dan akseptabilitas farmako terapi
dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang CBT-I.

Pertimbangan lain termasuk komitmen waktu dan biaya, dan stigma psikoterapi. Bahkan jika faktor-faktor
ini biasa terpenuhi, tetap akan ada penghalang besar untuk mendapatkan pengobatan: yaitu Sangats edikit
terapis yang telah terlatih, dan menyediakan perawatan, CBT-I.

Journal of GangguanTidur&Terapi

Maier et al, J Sleep DisordTher 2016, 5:. 2 http://dx.doi.org/10.4172/2167-0277.1000241

PenelitianPasal Open Access

J Sleep DisordTher ISSN: 2167-0277 JSDT, aksesterbuka

Volume 5 • Issue 2 • 1.000.241 Citation: Maier D, Savelle J, Vidana V, Shane R (2016) Pengaruh Self-
Diperintah, DuaSesi, Intervensi Kognitif-Behavioral untuk

Insomnia: pilot Study. J Sleep DisordTher 5: 241. doi: 10,4172 / 2167-0.277,1000241

Mengingat pertimbangan yang menakutkan ini, tetap dianjurkan untuk melakukan langkah perawatan
diperlukan [22,23]; langkah pertama yang mungkin dapat dilakukan adalah laporan singkat intervensi self
administered.

Tujuan dari studi ini adalah untuk meneliti kelayakan dan keefektifan dari Dua sesi, Dua minggu,
intervensi terpai perilaku kognitif yang disebut sebagai “Tidur Dengan Mudah.
MetodedanMaterisebuah

Ikhtisar

Studi ini didesain sebagai desain pengukuran berulang yang digunakan secara bersamaan dengan
intervensi duasesi yang dilakukan selama dua minggu perawatan.

RekrutmenSubjek

Sampel target untuk studi ini adalah orang-orang yang dilaporkan mengalami kesulitan tidur.
Terutama dar ikelompok sebagai berikut: Polisi, Pemadam kebakaran, Pilot maskapai penerbangan
komersial, dan veteran, pasien dari dokter dan anggota masyarakat. Tidak ada kriteria Inklusi dan
Eksklusi yang ditampilkan. Agar diperoleh sampel, subjek direkrut dari United Airlines, departemen
kepolisian Denver, Damkar Boulder, Grup yang membantu para veteran yang menderita PTSD, pasien
dari dokter ACLM, dan masyrakat umum.

Informasi lengkap mengenai studi ini telah dikirim ke Manejer Quality Control dari United Airlines,
Kepala Unit kesehatan kepolisian Denver, ketua Damkar Boulder, Direktur ACLM, dan dierektur veteran
membantu veteran.. Para menejer ini diminta untuk mereview proposal, dan jika menyetujuinya, mereka
diharapkan untuk menyampaikan informasi tersebut kepada staff dan karyawan di masing-asing
Organisai.

Direktur dan menejer tersebut diatas berbicara secara pribadi dan penulis melalui telepon.

Para Direktur dan Maneje menyetujui studi ini (kepala kepolisian Denver meneruskan proposal studi ini
kepada pimpinan tertinggi untuk disetujui) dan mengedarkan email permintaan untuk berpartisipasi yang
memperlihat kankeseriusan dari studi ini, persyaratan studi ini, dan menyatakan bahwa berpartisipasi
secara sukarela dan segala informasi yang dibutuhkan akan dijaga kerahasiaannya.

Untuk menggambarkan secara akurat keadaan populasi. Subjek studi tidak dibayar jika ikut berpartisipasi
dalam studi ini.

Kerja Intervensi dan Subjek

Karena intervensi insomnia dilakukan secara mandiri, jadi tidak ada ketemu tatap muka atau
komunikasi lewat telepon dengan para partisipan. Semua interaksi dilakukan melaui email dan survei
online.

Para calon peserta mempelajari studi ini melalui email dari para Direktur dan Manaejer tersebut
diatas. Yang berisi pengumuman tentang instruksi bagi orang-orang yang tertarik untuk berpartisipasi
dalam studi ini harus mengirimkan email permohonan mereka kepada salah satu investigator independen
yang akan mengirimkan link email untuk mengisi kuesioner pra pengobatan secara online yang dilakukan
melalui survei monkey.
Peserta diminta untuk mengisi kuesioner pra perawatan. Peserta yang menyelesaikan survey akan
dikirimkan paket yang terdiri dari surat pengantar dan bahan-bahan studi seperti buku kecil, dua keeping
CD training, dua CD tidur, dan kartu rangkuman, dua earplug khusus. Booklet dan CD disediakan sebagai
petunjuk dasar kegunaan dari metode ini, dan instruksi langkah-langkah dasar yang harus diikuti dalam
menggunakan metode ini.

Booklet menyediakan instruksi untuk 1) kebersihan tidur, yaitu kebiasaan dan praktek yang
berhubungan dengan cara tidur nyenyak secara teratur.2) Kontrol stimulus, yaitu langkah-langkah yang
didesain untuk menghubungkan tempat tidur dengan tidur dan batas kaitannya dengan menstimulasi
perilaku yaitu dengan cara pergi tidur hanya jika pada saat capek, batasi kegiatan di tempat tidur untuk
tidur dan sex. 3)Informasi yang dapat membantu peserta untk merekstruktusasi pola pikir mengenai
gangguan tidur.CD tidur secara lisan membimbing peserta melalui langkah-langkah versi dasar dan
lanjutan dari metode SE. Earplug digunakan untuk memperkuat suara pernapasan dalam pada saat tidur,
agak dapat didengar dengan mudah. Kartu ringkisan memungkinkan peserta menggunakan metode ini
tanpa mendengar rekaman.

Intervensi mandiri disusun untuk memasukkan dua sesi informasi dan training dan menggunakan
setiap malam kontrol stimulus dan intervensi SE. Komponen dari intervensi SE terdiri dari serangkaian
langkah yang mendorong peningkatan kesadaran dari 4 indra tubuh (lidah,tenggorokan,jantung, dan
perut). Suara pernapasan dan sensasi yang tampak terjadi secara alami selama transisi saat bangun tidur.
Kesadaran akan sensasi tubuh ini dimaksudkan untuk menciptakan pengalaman subjektif tentang
keamanan yang akan membantu menenangkan pikiran, emosi, serta tubuh dan gagasan ini berfungsi
untuk membantu individu tertidur. Earplug digunakan untuk membantu individu mendengar pola
pernapasan selama tidur. Intervensi tersebut disampaikan melalui 2 sesi CD informasi/training yang
masing-masing berdurasi sekitar 45 menit untuk ditinjau. Booklet informasi tentang kebersihan
tidur,kontrol stimulus dan restrukturisasi dapat dibaca sekitar 1 jam. Penggunaan metode SE malam
dengan atau tanpa CD tidur yang disusun selama 20 – 30 menit.

10 hari setelah peserta menerima materi-materi mereka disurati melaui email reminder untuk mengisi
kuesioner post perawatan secara on-line. Kuesioner post perawatan ini singkat termasuk didalamnya
pernyataan bahwa tidur mereka mengalami peningkatan dan kapan pertama kali menyadari peningkatan
itu (diikuti dengan jawaban multiple choice malm pertama, malam kedua, dan seterusnya).

Banyak orang menggunakan metode tidur ini melaporkan tidur mereka mulai membaik pada malam
pertama penggunaan metode ini.Oleh karena itu kami mengirim kuesioner-kuesioer post perawatan ini
lebih awal untuk mendapatkan informasi dari peserta ketika masih segar dalam ingatan. 7 hari setelah
reminder pertama dikirim jika ada peserta yang tidak mengisi kuesioner post perawatan akan dikirimkan
email reminder yang kedua..

3 minggu setelah peserta menerima materi-materinya, mereka akan dikirimkan email reminder untuk
mengisi kuesioner post perawatan yang kedua. Jangka waktu ini dipilih karena metode ini membutuhkan
waktu 2 minggu penggunaan dan 3 minggu dianggap waktu yang cukup untuk memasukkan
keterlambatan dalam mulai mengunakan metode ini.

7 hari setelah reminder post perawatan ke 2 diisi secara on-line masih ada peserta yang tidak
menyelesaikannya akan dikirimkan reminder yang ke 2. Jika mereka tidak meresponnya maka peneliti
memutuskan untuk mengirimkan mereka email ke 4 yang mempertanyakan mengapa mereka tidak
menjawab 3 email sebelumnya, bisa sajaada hal yang mengganggu subjek penelitian yang mana akan
memberikan jawaban yang melenceng yang membuat data menjadi tidak akurat.

Data akuisisi, analisis, dan ringkasan

studi ini dilakukan sebagai kerjasama antara pengembang metode SE (sponsor penelitian) dan 3 peneliti
independen yang mengumpulkan, menganalisis, dan meringkas data. Tidak ada yang berhubungan dengan
SE, berinteraksi dengan subjek atau memiliki akses terhadap akuisisi atau analisis data. Semua data
dikumpulkan secara on-line melalui survei berbasis web yang terdiri dari beberapa kuesioner termasuk
ISI. Subjek studi dinilai 2 kali : 1) saat mengikuti studi, 2)2 minggu kemudian. Analisis dilakukan dalam
2 tahap : 1) analisis bersifat deskriptif dimana sampel dikarakterisasi berkenaan dengan variabel
demografi. Variabel kategoris dirangkum oleh frekuensi, sedangkan variabel kontinyu dirangkum dengan
perhitungan mean, median, standar deviasi dan rentang. 2) analisis kontinyu (mis.,skor total ISI dan
“faktor” skor) dan hasil kategoris (mis.,tanggapan dan pengulang tingkat) dengan cara uji t berpasangan
untuk pre-post means dan chi-square / statistik kontingensi untuk mengukur persentase dan tingkat.
Laporan hasil pengobatan awal ditulis oleh peneliti independen. Ringkasan ini ditulis oleh Penulis senior
berkonsultasi dengan dokter spesialis yang menangani perilaku tidur serta pengobatannya. Ringkasan ini
telah ditinjau dan disetujui oleh tiga peneliti independen.

Outcomes

Hasil utama dinilai dengan dengan Insomnia Severity Index. ISI telah divalidasi dibandingkan dengan
buku harian tidur dan pengukuran Polysomnographic yang telah terbukti sensitif dalam mengukur respons
pengobatan pada pasien. Dalam penelitian terbaru, ISI dinilai kedalam 3 skor: total skor dan dua factor
skor. Faktor skor pertama terdiri dari tiga item(gangguan kontinuitas tidur) dan skor faktor kedua terdiri
dari 4 item terakhir (efek day time dari insomnia). Data ISI juga digunakan untuk menggolongkan subyek
dalam hal respon dan remisi.

Hasil perawatan yang dinilai melalui jawaban pre dan post perawatan pada ISI. Hasil sekunder
dievaluasi post hoc dengan single
pertanyaan item dari akhir studi singkat survei termasuk item
tentang latency untuk respon, kemudahan penggunaan kembali: metode, dan perubahan dalam
penggunaan obat

Result

Subjek

Empat puluh sembilan dari 73 subjek menyelesaikan penelitian.Dari 67% subjek yang menyelesaikan
penelitian, sekitar 60% adalah laki-laki. Usia itu dinilai secara kategori berdasarkan dekade: Sekitar 90%
sampel berusia antara 20 dan 60. Tabel 1 berisi data ringkasan tentang demografi studi kohort. Gambar 1
menyediakan
belajar data konsorsium.
Treatment Outcome

Seperti dapat dilihat pada Tabel 2 dan Gambar 2, skor awal untuk
ISI total adalah 13,8 +/- 4.1 (kisaran = 0-28) dan skor awal untuk
Skor faktor adalah 5,2 +/- 1,8 (kontinuitas tidur [kisaran 0-12]) dan
8.5 +/- 3.1 (efek siang hari [kisaran 0-16]). Mengikuti Intervensi Dua sesi dua minggu, skor pasca-
pengobatan untuk ISI adalah
9.8 +/- 4.7 (skor skala penuh), 3.7 +/- 2.1. 6.1 +/- 3.0 (faktor efek siang hari). Efek yang diamati adalah
signifikan
(p <0,0001 untuk semua perbandingan pra-posting) dan sesuai
Ukuran efek yang besar (total ISI = 0,89, kontinuitas tidur = 0,76, dan siang hariefek = 0,81). Efeknya
pada faktor kontinuitas tidur dan siang hari efeknya sebanding (tidak berbeda nyata) (Tabel 2 dan
Gambar 2).

Dalam hal tingkat remitter responden : 16% sampel memperlihatkan efek dari pengobatan, dengan
perubahan skor skala total > 8 ; 26% dari total sampel memenuhi kriteria untuk remisi, dengan skor skala
total <7. hasil tersebut tidak ditemukan bervariasi menurut jenis kelamin atau usia. 71,4% pelengkap
melaporkan bahwa mereka tidur mulai membaik dalam 5 malam pertama, 65,3% melaporkan bahwa
penggunaan metode ini mudah digunakan. setelah menggunakan metode SE,55,1% dari peserta
melaporkan merasa lebih baik pada siang hari dan 36,7 % melaporkan kecemasan dan/ atau stres di siang
hari berkurang. Akhirnya, 64% dari subjek yang menggunakan obat tidur melaporkan berkurangnya
penggunaan (dosis atau frekuensi) dari zat tersebut pada penilaian pasca perawatan.

Diskusi

Penelitian ini memberikan data awal bahwa dua sesi,


Dua minggu, intervensi SE yang dikelola sendiri memberikan hasil signifikan untuk penderita insomnia.
Sedangkan hasil rata-rata kurang dari yang diharapkan dengan 8 minggu CBT-I pribadi (mis., jumlah
responden dari 70-80% dan tingkat remisi sekitar 40%), ini mungkin karena tingkat keparahan awal dari
sampel penelitian sederhana, singkatnya dan kesederhanaan dari intervensi, dan / atau efek dari stres kerja
yang sedang berlangsung.

tingkat gesekan yang diamati pada penelitian ini lebih tinggi dari pada uji klinis dengan CBT-I
(10-20%) mis., [24] dan setara dengan kedua program swadaya misalnya, [25] dan apa yang terjadi dalam
praktik klinis misalnya,

Akan keliru untuk mengasumsikan bahwa kegagalan untuk menyelesaikan penelitian berkorelasi
dengan hasil subyek dengan menggunakan metode ini. Beberapa dari Alasan untuk tidak menyelesaikan
studi mungkin bersifat logistik, seperti Tidak cukup waktu, kegagalan peralatan yang dibutuhkan untuk
bermain tidur rekaman audio, atau pekerjaan atau krisis kehidupan yang mengalahkan mereka kesediaan
untuk melanjutkan proyek pilihan seperti studi ini.
Ini mengatakan, intervensi tersebut menghasilkan perubahan yang signifikan (dan besar efek) dalam
jangka waktu singkat dan melakukannya dalam konteks singkat intervensi yang dikelola sendiri
Risiko hanya untuk komponen SE dari intervensi terkait dengan
yang mungkin memiliki reaksi merugikan atau paradoks terhadap
induksi relaksasi Umumnya, ini lebih sering terjadi di individu dengan skizofrenia, PTSD, dan / atau
orang yang selamat dari seksual serangan. Apakah ini, dan Axis 1 atau gangguan kesehatan
lainnya,merupakan kontraindikasi sejati yang harus ditentukan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan
bahwa metode SE mungkin memang demikian ideal sebagai "langkah awal" dalam pendekatan perawatan
melangkah ke manajemen insomnia kronis Penelitian selanjutnya harus dilakukan lebih besar sampel di
bawah kondisi terkontrol dan / atau fokus pada keluarga
kontribusi Stimulus Control, Sleep Hygiene, dan spesifik komponen metode SE, untuk hasil pengobatan
dan daya tahan pengobatan.