Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) “PNEUMONIA”

  • DI UPT PUSKESMAS PUTER KOTA BANDUNG

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) “PNEUMONIA” DI UPT PUSKESMAS PUTER KOTA BANDUNG PROGRAM STUDI PROFESI NERS ANGKATAN

PROGRAM STUDI PROFESI NERS ANGKATAN XI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DHARMA HUSADA BANDUNG

2017

PENYUSUN

RULLY NASRULLOH S

4006170038

YUPIE ERIKAHAKI

4006170029

RANI SITI LAILASARI

4006170045

EKA LARASATI

4006170015

AGUS MULYADI

4006170040

REVI SUHAYA

4006170012

RENI PURNAMASARI

4006170016

ALI HIDAYAT

4006170019

RINI NOPITASARI

4006170027

LANDYOS OZAZI

4006170046

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan

: Pneumonia

Pemateri

: Kelompok V

Sasaran

: Pengunjung puskesmas

Waktu

: 07.30 WIB s/d 07.35

Tanggal

: 14 Desember 2017

Tempat

: Ruang tunggu puskesmas lantai 1

  • I. Tujuan Intruksional Umum

Setelah dilakukan penyuluhan, sasaran diharapkan mengetahui mengenai pneumonia

II. Tujuan Intruksional Khusus

Setelah dilakukan penyuluhan selama ± 5 menit, sasaran diharapkan dapat :

  • 1. Menyebutkan apa itu pneumonia

  • 2. Menyebutkan tanda dan gejala pneumonia

  • 3. Menyebutkan penyebab pneumonia

  • 4. Menyebutkan cara pencegahan pneumonia

  • 5. Menyebutka cara penenganan peumoia

III.

Materi Penyuluhan

 
  • 1. Pengertian pneumonia

  • 2. Tanda dan gejala pneumonia

  • 3. Penyebab pneumonia

  • 4. Pencegahan pneumonia

  • 5. Penanganan pneumonia

IV.

Kegiatan

  • 1. : ceramah dan demontrasi

Metode

 
 

Tahap

Kegiatann penyuluh

Kegiatan warga

Media

Kegiatan

 

1)

Mempersiapkan materi,

 

sound system

awal

2)

media dan tempat Kontrak waktu

leafleat

Pendahuluan

  • 1. Memberi salam

  • 1. Menjawab salam

Absen

  • 2. Perkenalan

  • 2. Mendengarkan

  • 3. Menyampaikan pokok

  • 3. Memperhatikan

bahasan

  • 4. Menjelaskan tujuan

Penyajian

  • 1. Penyuluhan memberikan

  • 1. Sound system

Memperhatikan

 

materi

2.

Mengingat

  • a. Definisi pneumonia

kembali apa yang

  • b. Tanda dan gejala

pneumonia

  • c. Penyebab pneumonia

  • d. Pencegahan pneumonia

telah disampaikan

  • 3. Menngerti apa

  • e. Penanganan pneumonia

 

yang

disampaikan

Penutup

 
  • 1. Menyimpulkan materi

 

Leafleat

 
  • 2. Memberi salam

1. Mendengarkan

  • 2. Menjawab salam

V.

Media dan Sumber

 

1.

Media

:

a.

Leaflet

b.

Sound sistem

 

VI.

Evaluasi

 

1.

Jenis tes

: tanya jawab

a.

Apa itu pneumonia ?

 
  • b. Tanda dan gejala apa saja yang disebabkan pneumonia?

  • c. Pencegahan seperti apa untuk pneumonia ?

MATERI

PNEUMONIA

A. DEFINISI

Pneumonia merupakan penyakit peradangan akut pada paru yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme dan sebagian kecil disebabkan

oleh penyebab non-infeksi yang akan menimbulkan konsolidasi jaringan

paru dan gangguan pertukaran gas setempat (Bradley et.al., 2011). Bronkopneumonia adalah peradangan pada parenkim paru yang

melibatkan bronkus atau bronkiolus yang berupa distribusi berbentuk

bercak-bercak ( patchy distribution) (Bennete, 2013). umonia (13-37%), Chlamydia pneumonia ( 17%). Patogen pada PK

rawat inap diluar ICU. Pada 20-70% tidak diketahui penyebabnya

Streptococus Pneumonia, Haemophilus influenza, Micobacterium pneumonia, Chlamydia pneumonia, Legionelladan virus sebesar 10%.

Sedangkan pada PK rawat inap di ICU yang menjadi etiologinya adalah

Streptococus pneumonia, Enterobacteriacae, Pseudomonas Aeuroginosa

(IPD, 2009).

  • B. TANDA & GEJALA

Dalam

pemeriksaan

fisik

penderita

pneumonia

khususnya

bronkopneumonia ditemukan hal-hal sebagai berikut (Bennete, 2013) :

Tanda dan gejala dari pneumonia antara lain:

  • 1. Demam, sering tampak sebagai tanda infeksi yang pertama. Paling sering terjadi pada usia 6 bulan-3 tahun dengan suhu mencapai 39,5- 40,5 bahkan dengan infeksi ringan. Mungkin malas dan peka rangsang atau terkadang eoforia dan lebih aktif dari normal, beberapa anak bicara dengan kecepatan yang tidak biasa.

  • 2. Meningismus, yaitu tanda-tanda meningeal tanpa infeksi meninges. Terjadi dengan awitan demam yang tiba-tiba dengan disertai sakit kepala, nyeri dan kekakuan pada punggung dan leher, adanya tanda kernig dan brudzinski, dan akan berkurang saat suhu turun.

  • 3. Anoreksia, merupakan hal yang umum yang disertai dengan penyakit masa kanak-kanak. Seringkali merupakan bukti awal dari penyakit. Menetap sampai derajat yang lebih besar atau lebih sedikit melalui tahap demam dari penyakit, seringkali memanjang sampai ke tahap pemulihan.

  • 4. Muntah, anak kecil mudah muntah bersamaan dengan penyakit yang merupakan petunjuk untuk awitan infeksi. Biasanya berlangssung singkat, tetapi dapat menetap selama sakit.

  • 5. Diare, biasanya ringan, diare sementara tetapi dapat menjadi berat. Sering menyertai infeksi pernafasan. Khususnya karena virus.

  • 6. Nyeri abdomen, merupakan keluhan umum. Kadang tidak bisa dibedakan dari nyeri apendiksitis.

  • 7. Sumbatan nasal, pasase nasal kecil dari bayi mudah tersumbat oleh pembengkakan mukosa dan eksudasi, dapat mempengaruhi pernafasan dan menyusu pada bayi.

  • 8. Keluaran nasal, sering menyertai infeksi pernafasan, mungkin encer dan sedikit (rinorea) atau kental dan purulen, bergantung pad tipe dan atau tahap infeksi.

  • 9. Batuk, merupakan gambaran umum dari penyakit pernafasan, dapat menjadi bukti hanya selama fase akut.

10. Bunyi

pernafasan,

seperti

batuk,

mengi,

mengorok. Auskultasi

terdengar mengi, krekels.

  • 11. Sakit tenggorokan, merupakan keluhan yang sering terjadi pada anak yang lebih besar, ditandai dengan anak akan menolak untuk minum dan makan per oral.

  • C. PEYEBAB PNEUMONIA

Pneumonia

dapat

disebabkan

oleh

berbagai

macam

mikroorganisme, yaitu bakteri, virus, jamur dan protozoa. Dari kepustakaan pneumonia komuniti yang diderita oleh masyarakat luar negeri banyak disebabkan bakteri gram positif, pneumonia di rumah sakit banyak disebabkan bakteri gram negatif sedangkan pneumonia aspirasi banyak disebabkan oleh bakteri anaerob (PDPI, 2003). Pada rawat jalan jenis patogen tidak diketahui pada 40% kasus. Dilaporkan adanya Streptococus Pneumonia pada (9-20%), Micobacterium pneumonia (13-37%), Chlamydia pneumonia ( 17%). Patogen pada PK rawat inap diluar ICU. Pada 20-70% tidak diketahui penyebabnya Streptococus Pneumonia, Haemophilus influenza, Micobacterium pneumonia, Chlamydia pneumonia, Legionelladan virus

sebesar 10%. Sedangkan pada PK rawat inap di ICU yang menjadi etiologinya adalah Streptococus pneumonia, Enterobacteriacae, Pseudomonas Aeuroginosa (IPD, 2009).

  • D. PENCEGAHAN

    • 1. Istirahat cukup untuk meningkatkan imunitas tubuh

    • 2. Minum banyak air putih

    • 3. Mengkonsumsi makanan yang sehat

    • 4. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan

    • 5. Hindari merokok dan menghirup asap rokok

    • 6. Pemberian vaksin hb, pneumonococcal

    • 7. Imunisasi pada anak

  • E. PENANGANAN

    • 1. Pemberian antibiotik ( penisillin & amoksilin)

    • 2. Perhatikan hidrasi.

    • 3. Berikan cairan i.v sekaligus antibiotika bila oral tidak memungkinkan.

    • 4. Perhatikan volume cairan agar tidak ada kelebihan cairan karena seleksi ADH juga akan berlebihan.

    • 5. Setelah hidrasi cukup, turunkan ccairan i.v 50-60% sesuai kebutuhan.

    • 6. Disstres respirasi diatasi dengan oksidasi, konsentrasi tergantung dengan keadaan klinis pengukuran pulse oksimetri.

  • DAFTAR PUSTAKA

    Bennete M.J. 2013. Pediatric Pneumonia http://emedicine.medscape.com/article/

    967822-overview

    Bradley J.S., Byington C.L., Shah S.S, Alverson B., et al. 2011. The Management of Community-Acquired Pneumonia in Infants and Children Older than 3 Months of Age: Clinical Practice Guidelines by the Pediatric Infectious Diseases Society and the Infectious Diseases Society of America Clin Infect Dis 53 (7): 617-630 Dahlan, Zul. 2007. Pneumonia : Buku Ajar Penyakit Dalam Edisi 2 Jilid 4 . Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2012. Panduan Pelayanan Medis Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : Penerbit IDAI.