Anda di halaman 1dari 14

JENIS – JENIS INFORMASI

Disusun untuk Memenuhi Tugas Kelompok pada Matakuliah


Informasi dalam Konteks Pendidikan

Disusun Oleh :

Alfianus Deo

Ramadhan
Ramadhan Saukani

PROGRAM STUDI D3 PERPUSTAKAAN


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS TANJUNGPURA

2017
Kata Pengantar
Puji syukur penulis ucapkan ke hadirat Allah SWT. yang telah memberikan
kekuatan dan ketabahan bagi hamba-Nya. Serta memberi ilmu pengetahuan
yang banyak agar kita tidak merasa kesulitan. Tujuan penulisan makalah ini
yaitu memenuhi tugas mata kuliah Informasi dalam Konteks Pendidikan.
Dalam penyusunan makalah ini penulis banyak mendapat bantuan dan
sumbangan pemikiran, serta dorongan dari berbagai pihak, oleh karena itu,
penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen Informasi dalam Konteks
Pendidikan yaitu Aryani, M.Pd.
Penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan makalah
selanjutnya. Semoga makalah ini bermanfaat.

Pontianak, Oktober 2017

Penulis
Daftar Isi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Informasi dalam bahasa inggris “Information”. Informasi dalam KBBI


artinya penerangan; pemberitahuan; kabar atau berita tentang sesuatu. Dapat
diartikan informasi mempunyai arti sebagai penerangan atau pemberitahuan
untuk menjelaskan tentang sesuatu.
Informasi sendiri memiliki banyak rupa atau jenis – jenis. Peninggalan
pada situs zaman dulu seperti prasasti, monumen, candi dan lainnya.
Peninggalan tersebut juga dapat dikatakan informasi yang menggambarkan
suatu peristiwa pada zaman tersebut.

Seiring perkembangan zaman, informasi memiliki peran pada semua


bidang. Informasi itu juga memiliki kriteria – kriteria yang harus diperhatikan
di dalam kualitas informasi. Yang akan dibahas di dalam makalah ini secara
singkat.

B. Rumusan Masalah
1. Apa itu pengertian informasi ?
2. Apa saja jenis – jenis informasi ?
3. Apa itu kualitas informasi ?

C. Tujuan Pembahasan
1. Mengetahui apa itu pengertian informasi
2. Mengetahui jenis – jenis informasi
3. Mengetahui kualitas dari suatu informasi
1.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Informasi

Menurut Yusuf & Subekti, Informasi adalah kumpulan data yang diproses
dan diolah menjadi data yang memiliki arti bagi penerimanya yang
menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai
alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan. Suatu sistem tidak akan
berjalan dengan baik tanpa adanya informasi.
Menurut Lasa HS, kata informasi berasal dari kata informare (bahasa latin)
berarti membentuk melalui pendidikan. Dalam ilmu perpustakaan diartikan
berita, peristiwa, data maupun literatur. Sedangkan dalam ilmu komunikasi,
informasi diartikan keterangan maupun pesan yang berupa suara, isyarat,
maupun cahaya yang dengan cara tertentu dapat diterima oleh sasaran baik
berupa mesin maupun makhluk hidup.

B. Jenis – Jenis Informasi


Ada bermacam-macam jenis informasi dilihat dari sudut pandang yang
berbeda. Salah satunya melalui kegiatan yang dilakukan oleh manusia.
1. Jenis informasi berdasarkan bidang - bidang
Jenis informasi untuk kegiatan manusia menurut Soetaminah (1991) terdiri
atas hal – hal berikut :
a. Informasi untuk kegiatan politik.
Informasi ini digunakan oleh para politikus dalam melakukan kegiatan
politiknya. Misalnya, informasi yang didapat oleh anggota partai politik
A mengenai akan adanya reshuffle kabinet. Kemudian, informasi ini
digun akan oleh partai politiknya untuk menyusun strategi mendekati
kepala negara agar mendapatkan kursi di kabinet. Akan tetapi, oleh
partai politik B yang juga mendengar informasi itu, digunakan untuk
melemahkan kinerja pemerintahan agar menggoyangkan kabinet yang
sedang berjalan dan mereka berusaha menggulingkan pemerintahan.
b. Informasi untuk kegiatan pemerintahan.
Informasi ini digunakan para pejabat untuk menyusun rencana, membuat
keputusan, dan kebijakan-kebijakan pemerintah. Misalnya, informasi
dari para menteri kepada presiden tentang daerah yang terkena bencana
alam. Informasi ini digunakan oleh presiden untuk menyusun strategi
membuat kebijakan tentang penanggulangan bencana alam secara
menyeluruh.
c. Informasi untuk kegiatan sosial.
Informasi ini digunakan oleh pemerintah untuk menyusun rencana-
rencana, membuat keputusan dan kebijakan, serta menentukan program
kerja, antara lain untuk program-progam kerja kesehatan, pendidikan,
atau di luar kegiatan utama dari departemen yang membawahinya.
d. Informasi untuk dunia usaha.
Informasi yang dibutuhkan untuk dunia usaha mencakup masalah-
masalah :
1) Pemupukan modal usaha melalui pinjaman dari bank;
2) Investasi;
3) Lokasi pabrik;
4) Berbagai macam hal yang terkait dengan produksi, seperti jenis
produksi, kualitas dan kuantitasnya, pemasaran hasil produksi, dan
distribusi hasil produksi;
5) Hubungan perusahaan dengan pemerintahan;
6) Serta persaingan, alih teknologi, dan lain-lain.
e. Informasi untuk kegiatan militer.
Informasi ini diperlukan oleh pejabat militer agar selalu mengikuti
informasi kemiliteran yang meliputi perubahan sistem persenjataan,
perubahan sistem logistik, perubahan sistem administrasi, perencanaan
strategi, dan pembinaan pasukan.
f. Informasi untuk penelitian.
Untuk melakukan penelitian, seorang peneliti perlu mengetahui berbagai
macam penelitian yang pernah dilakukan oleh peneliti lain, termasuk
hasilnya. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari duplikasi penelitian.
Di samping itu, peneliti perlu mengetahui dari mana sumber-sumber
informasi itu diperoleh, misalnya melalui jurnal-jurnal, baik tercetak
maupun online.
g. Informasi untuk pengajar.
Pengajar, baik guru maupun dosen, membutuhkan informasi untuk
menambah pengetahuan mereka. Untuk memperluas cakrawala
pengetahuan, mereka dapat membacanya dari bukubuku, majalah, atau
hasil-hasil penelitian, baik tercetak maupun elektronik.
h. Informasi untuk tenaga lapangan.
Tenaga lapangan, baik penyuluh pertanian maupun penyuluh kesehatan,
adalah orang-orang yang bekerja memberikan informasi kepada
masyarakat. Oleh karena itu, mereka butuh informasi yang praktis dan
mudah, misalnya petunjuk bergambar untuk identifikasi hama padi atau
petunjuk bergambar untuk membersihkan sarang nyamuk, cara
memberantas sarang-sarang nyamuk, dan sebagainya. Petunjuk-petunjuk
itu bisa mereka dapatkan dari buku-buku praktis.
i. Informasi untuk individu
adalah informasi yang dibutuhkan seseorang sesuai dengan statusnya
dalam masyarakat, pendidikannya, dan kegiatannya. Sebagai contoh,
seseorang yang membutuhkan informasi untuk membantu kegiatannya
dalam dunia perdagangan, misalnya informasi tentang kurs dolar ke
rupiah; orang yang ingin bepergian ke Arab Saudi, misalnya kurs real ke
rupiah; atau informasi tentang keberangkatan pesawat terbang, kereta
api, dan sebagainya.
j. Informasi untuk pelajar dan mahasiswa.
Pelajar dan mahasiswa membutuhkan informasi guna mengembangkan
pengetahuannya. Mereka mencari informasi dari buku teks, buku wajib,
majalah, dan sebagainya guna memperoleh tambahan pengetahuan.

2. Berdasarkan Jenis Format


Dari besar dan banyaknya informasi yang ada di alam ini, hanya sebagian
yang berhasil dirasakan, didengar, dilihat, dan direkam oleh manusia. Akan
tetapi, informasi yang sempat direkam dalam berbagai bentuk perekaman
inilah yang kelak bisa dikembangkan dalam kinerja kehidupan manusia.
Informasi terekam ini banyak dicari dan dimanfaatkan oleh manusia sesuai
dengan kepentingannya (Yusup, 2002: 91).
Terkait dengan hal itu, ada pembagian jenis informasi lain yang terkait
dengan dokumentasi, seperti yang disebutkan oleh Pramanto (2004) dalam
Wulandari, dkk (2007), yaitu informasi yang terekam dan informasi tak
terekam.
a. Informasi terekam
Informasi terekam adalah informasi yang dapat direkam melalui
berbagai alat atau media, antara lain :
1) media grafis,
2) media elektronik,
3) dan media audiovisual,
4) tak terkecuali media cetak.
Selanjutnya, jenis informasi ini disebut dokumen. Contohnya,
informasi tentang suatu artikel tentang suatu subjek tertentu
dimasukkan dalam jurnal ilmiah, kemudian disimpan dalam CD-
ROM.
b. Informasi yang tak terekam.
Merupakan informasi yang belum atau tidak dapat direkam karena
situasi dan kondisi serta nilai kepentingan yang dikandung informasi itu.
Misalnya, informasi informal mengenai kecelakaan kereta api atau
pesawat.

C. Kualitas Informasi
Tiga hal penting dalam menentukan kualitas suatu informasi :

1. Akurat
Informasi harus bebas dari kesalahan, dapat digunakan sesuai dengan
kebutuhan penggunanya pada situasi tertentu, disajikan secara lengkap, hanya
yang dibutuhkan saja yang disajikan, dapat disajikan pada lingkup yang luas
maupun terbatas, menunjukkan kinerja yang maksimal dengan pengukuran
aktivitas yang telah diselesaikan sampai kemajuan yang telah dicapai dari
sumber daya yang terkumpul.

2. Tepat Waktu

Informasi harus ada saat dibutuhkan, selalu up-to-date, dapat disajikan


berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan, dan dapat disajikan pada periode
sekarang, masa lalu, dan masa yang akan datang.
3. Mudah Dimengerti
Informasi harus dapat disajikan dalam bentuk yang mudah dimengerti,
dapat disajikan secara detail atau ringkasan, dapat diatur dalam urutan
tertentu, dapat disajikan secara naratif baik dalam bentuk angka, grafik dan
lainnya, dapat disajikan dalam bentuk cetak, video display dan media lainnya.
(Yusup & Subekti).
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Dari jenis – jenis informasi yang sudah kita ketahui sangat memiliki
banyak manfaat. Hampir seluruh bidang seperti kesehatan, ekonomi,
pendidikan dan lain-lain. Bentuk dan kualitas informasi pada bidang tersebut
disesuaikan menurut kebutuhannya.

B. Saran

Sesuatu informasi memiliki sesuatu keuntungan dan kelebihan tersendiri.


Tetapi semua itu kembali kepada diri kita masing-masing. Misalnya pada
pendidikan dengan menerapkan “Literasi Informasi” untuk membuat
masyarakat yang melek akan informasi. Sedangkan negatifnya informasi
dapat digunakan untuk menyebarkan konten mengandung Hoax yang
dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Daftar Pustaka
Ati, S., & et, a. (2014). Dasar-dasar Informasi. Universitas Terbuka. Diambil
kembali dari http://repository.ut.ac.id/4042/1/ASIP4204-M1.pdf (25
Okt 17)
HS, L. (2009). Kamus Perpustakaan Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Book
Publisher. Diambil kembali dari
http://www.jurnal.uinsu.ac.id/index.php/jipi/article/download/101/66
(25 Okt 17)

KBBI. (Online). Pengertian Informasi. Diambil kembali dari Kamus Besar


Bahasa Indonesia Online: http://www.kbbi.web.id (26 Okt 17)

Yusup, M. (2010). Teori dan Praktik Penelusuran Informasi. Jakarta:


Kencana. Diambil kembali dari
http://www.jurnal.uinsu.ac.id/index.php/jipi/article/download/101/66
(25 Okt 17)