Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN

“PERAWATAN NEONATUS”

Oleh :

Herwana Haji Sujoko 17.07.3.149.033


Suferik Desintia Atmowiyoto 17.07.3.149.078
Sulis 17.07.3.149.080
Ula Wijayanti 17.07.3.149.085

SEKOLAH TINGGI KESEHATAN NAHDLATUL ULAMA TUBAN


PROGRAM PROFESI NERS
2017-2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN PERAWATAN NEONATUS

TOPIK : Perawatan Neonatus


HARI/TANGGAL : Senin, 11 Desember 2017
WAKTU : 1 x 30 Menit
PENYAJI : Mahasiswa Pfofesi Ners STIKES NU Tuban
TEMPAT : Ruang Multazam RS Muhammadyah Tuban

A. TUJUAN
I. TUJUAN PENYULUHAN UMUM
Setelah selesai mengikuti penyuluhan tentang perawatan neonatus selama 1 x 30
menit Keluarga mampu memahami dan dapat melakukan perawatan neonatus
secara mandiri.

II. TUJUAN PENYULUHAN KHUSUS


Setelah selesai mengikuti penyuluhan, keluarga mampu:
1. Keluaga mengetahui tanda bayi baru lahir sehat
2. Keluarga mampu meneyebutkan cara memandikan bayi yang benar
3. Keluarga mampu menyebutkan cara perawatan tali pusat
4. Keluarga mampu mengetahui cara menidurkan bayi
5. Keluarga mampu mengetahui cara menyusui bayi
6. Hal-hal yang perlu di hindari untuk bayi

B. SASARAN
Seluruh keluarga bayi di ruang Mulazam.

C. GARIS-GARIS BESAR MATERI


A. Pendahuluan
B. Perawatan Neonatus :
a. Keluaga mengetahui tanda bayi baru lahir sehat
b. Keluarga mampu meneyebutkan cara memandikan bayi yang benar
c. Keluarga mampu menyebutkan cara perawatan tali pusat
d. Keluarga mampu mengetahui cara menidurkan bayi
e. Keluarga mampu mengetahui cara menyusui bayi
f. Hal-hal yang perlu di hindari untuk bayi

III. PELAKSANAAN KEGIATAN


KEGIATAN
NO
WAKTU PENYULUH KELUARGA
1. 5 Menit Pembukaan
a. Salam pembukaan  Menjawab salam
b. Perkenalan  Memperhatikan
c. Apersepsi  Berpartisipasi aktif
d. Mengkomunikasikan tujuan  Memperhatikan

2. 15 Menit Kegiatan inti penyuluhan


a. Menjelaskan dan menguraikan  Memperhatikan dan
materi tentang: mencatat penjelasan
1. Pendahuluan penyuluh dengan
2. Tujuan perawtan cermat
neonatus
3. Cara melakukan
perawatan neonatus
b. Memberikan kesempatan
kepada keluarga yang disuluh  Menanyakan hal-hal
bertanya. yang belum jelas.
c. Menjawab pertanyaan
keluarga yang disuluh yang  Memperhatikan
berkaitan dengan materi yang jawaban dari penyuluh.
belum jelas.

Penutup
3. 10 menit a. Menyimpulkan materi yang
 Memperhatikan
telah disampaikan.
keterangan kesimpulan
b. Melakukan evaluasi
dari materi penyuluhan
penyuluhan dengan
yang telah
demonstrasi kegiatan.
disampaikan.
c. Mengakhiri kegiatan
 Melakukan demonstrasi
penyuluhan.
 Menjawab salam

IV. METODE
a. Ceramah
b. Tanya jawab
c. Demontrasi

V. MEDIA DAN ALAT


1. Leaflet
VIII. EVALUASI
a. Keluaga mengetahui tanda bayi baru lahir sehat
b. Keluarga mampu meneyebutkan cara memandikan bayi yang benar
c. Keluarga mampu menyebutkan cara perawatan tali pusat
d. Keluarga mampu mengetahui cara menidurkan bayi
e. Keluarga mampu mengetahui cara menyusui bayi
f. Hal-hal yang perlu di hindari untuk bayi
LAMPIRAN MATERI

A. TANDA BAYI LAHIR SEHAT


1). Bayi lahir yang sehat langsung menangis keras.
2). Tubuh bayi berwarna kemerahan.
3). Setelah lahir bayi bergerak sangat aktif.
4). Bayi langsung ingin menyusui dengan kuat pada ibunya.

B. CARA MEMANDKAN BAYI


Waktu yang tepat dalam melakukan observasi keadaan kulit neonatus adalah
pada saat memadikan sebab kulit neonatus sering kali kering dan mengelupas
beberapa hari setelah melahirkan. Salah satu teknik yang digunakan untuk
memendikan neonatus adalah dengan teknik “sponge bath”/ membersihkan
neonatus denngan membasuh seluruh bagian tubuh dari kepala sampai ujung kaki
tanpa di masukkan dalam bak mandi.
Sponge bath dilakukan pada neonatus sampai tali pusat mengering dan
putus dengan metode ini neonatus sudah mendapatkan perawatan kebersihan yang
adekuat. Disamping itu dengan menggunkan metode ini menjaga keadaan tali
pusat agar tidak basah dan membatu proses pengeringan tali pusat.
Pada saat perawatan memandikan neonatus, orang tua harus mendapatkan
kesempatan atau berpartisipasi dalam mendemonstrasikan teknik sponge bath.
Prinsip-prinsip memandikan diantaranya adalah prosedur memandikan di mulai
dari daerah yang paling bersih ke daerah yang paing kotor(genital dan daerah
perianal di bersihkan paling akhir), perawatan khusus dilakukan pada daerah
lipatan kulit, dan juga bahwa teknik sponge bath harus di teruskan sampai tali
pusat putus dan tidak terdapat tanda-tanda infeksi pada umbilicus. Cara terbaik
dalam menggunkan metode ini adalah di mulai denngann membasahi muka dan
kepala, menyabuni tubuh setelah itu menggunkan bak mandi bayi untuk
membilasanya.
Tujuan di lakukan prosedur memandikan pada bayi baru lahir adalah:
1. Membersihkan kulit dari darah dan amnion
2. mempertahankan kebersihan diri sehari-hari
3. memungkinkan nuntuk observasi keadaann kulit bayi

Langkah yanng perlu di lakukan


 Alasi meja atau permukaan yang datar seperti lantai dengan alas empuk yang
tahan air atau handuk lembut. Anda juga bisa melakukannya di meja untuk
mengganti popok bayi
 Baringkan bayi pada punggungnya, tahan bagian belakang kepala dan
lehernya dengan salah satu tangan Anda
 Usap tubuh, kepala, dan wajah bayi Anda pelan-pelan dengan waslap yang
sudah dibasahi dengan air yang cukup hangat
 Setelah tubuhnya basah, usap lagi dengan waslap dengan sabun yang sangat
lembut dan aman untuk bayi yang baru lahir
 Untuk membersihkan kedua kelopak matanya, siapkan dua lembar kapas
lembut yang tidak banyak seratnya. Mulailah dari bagian mata yang dekat
dengan hidung dan usap ke arah luar. Ulangi pada kelopak mata satunya
dengan kapas yang baru
 Pastikan Anda juga menyeka lekukan-lekukan tubuhnya seperti ketiak, leher,
belakang telinga, dan lutut bagian belakang
 Akhiri dengan membersihkan bagian alat kelamin dan pantat bayi, mulai dari
depan ke belakang
 Angkat bayi dengan kedua tangan Anda dan bungkus dengan handuk kering
 Sebelum memakai popok atau baju, peluk dan timang-timang si buah hati
karena hal ini bisa memberikan rangsangan bagi indra perabanya sekaligus
membangun ikatan yang kuat antara Anda dan bayi

C. CARA MERAWAT TALI PUSAR


Ujung tali pusat akan mongering 7-10 hari sesudah lahir bias juga 15-18
hari atau lebih. Saat menggunkan popok di anjurkan untuk dilipat di bawah
tali pusatdalam keadaan bersih dan kering. Tali pusat di bersihkan
menggunkan alkoholdimulai pada sekitar hubungan antara tali pusat dan kulit.
. untuk meningkatkan proses pengeringan dan penyembuhan pada saat
memandkan bayi barulahir tidak dianjurkan untuk mencelupkan dalam bak
mandi samapai tali pusat putus dan umbilicus sembuh, kita dapat menggunkan
teknik sponge bath setelah jaringan granulasi menutupi bagian tali pusat yang
lepas. Penutupan tali pusat tidak dianjurkan karena akan memperlambat proses
pengeringan. Warna merah dan pengeluaran bau yang tidak seap disekitar
umbilicus harus diperhatikan dan di laporkan untuk mendapatkan perawatan
dan pengobatan lebih lanjut.
Langkah yang perlu dilakukan:
a. Jangan menggunakan plester dalam membalut tali pusat bayi karena
dapat menyebabkan iritasi sekitar daerah tali pusat.
b. Daerah tali pusat dan sekitarnya harus selalu dalam keadaan kering dan
bersih
c. Jangan mengoleskan alkohol atau betadine pada tali pusat karena akan
menyebabkan tali pusat menjadi lembab.
d. Jangan membungkus pusat atau mengoleskan bahan atau ramuan apapun
ke puntung tali pusat.
e. Lipatlah popok di bawah puntung tali pusat
f. Bila terdapat tanda-tanda infeksi pada tali pusat, seperti kemerahan atau
mengeluarkan nanah atau darah dan berbau segera hubungi petugas
kesehatan.

D. CARA MENIDURKAN BAYI


1. Pasang kelambu pada saat bayi tidur siang atau malam hari
2. Jangan segera menggendong bayi saat terbangun tengah malam. Biarkan
beberapa menit agar ia kembali tidur sendiri. Jika tak berhasil, sentuh dan
peluk bayi di ranjang hingga tertidur. Jika sulit, gunakan ranjang goyang
untuk mengayunnya, demikian saran dr. Sears, dokter anak dari klinik
Sears Family Pediatrics, AS.
3. Pada prinsipnya, bayi berusia 6 hingga 8 minggu sudah dapat diajarkan
untuk kembali tertidur tanpa digendong, namun temani ia hingga tertidur.
4. Beri suara-suara, detak ritmis atau musik yang menenangkan bayi saat
jelang waktu tidur. Ulang-ulang setiap hari sehingga menjadi kebiasaan
tidur. Suara ritmis membuat bayi nyaman karena mirip detak jantung ibu
saat ia dalam kandungan.
5. Membedong bayi di usia 0-3 bulan dapat membantunya tak terbangun
saat terjadi refleks kejut di tengah tidurnya.
6. Beri ekstra ASI setelah bayi tidur dan sebelum bunda kembali tidur. Ini
akan memperpanjang waktu tidur bayi.
7. Jangan memandang mata bayi saat ia mulai mengantuk, ini akan
menstimulasi bayi tetap terjaga, demikian Claire Lerner, Director of
Parent Education, Zero to Three, AS.
8. Jika bayi tidur siang lebih lama dari malam hari, kondisikan agar ia tidur
lama di malam hari. Caranya, pasang ekstra lampu bercahaya putih
kebiruan di kamar bayi agar jam biologisnya nyaman seperti siang hari.
Redupkan lampu di sore hari, atau 2 jam sebelum waktu tidur, untuk
membiasakan tidur di malam hari, tulis Elizabeth Pantley, dalam buku
No-Cry Sleep Solution.

E. CARA MENYUSUI BAYI


a. Duduklah dalam posisi santai dan tegak
b. Bila perlu gunakan bantal dan atau selimut untuk menopang bayi
c. Basahi puting susu dan daerah areola dengan air susu
d. Tangan kanan menjaga payudara dengan keempat ibu jari menekan
payudara bagian areola
e. Sentuhlah mulut bayi dengan puting susu, tunggu sampai mulut bayi
membuka lebar
f. Masukkan secepatnya seluruh putting susu sampai bagian areola kedalam
mulut bayi, hingga terletak antara lidah dan langit-langit
g. Dekapkan bayi ketubuh ibu dengan tangan kiri hingga ujung hidung
menyentuh payudara
h. Tekanlah sedikit payudara bagian atas dengan tangan kanan sehingga
hidung bayi dapat bernafas dengan baik.
i. Bila akan selesai menyusui, untuk melepaskan puting susu dari mulut
bayi janganlah dengan tiba-tiba, tetapi dengan menekan dagu bayi atau
memencet hidung bayi dengan hati-hati
j. Sebelum diletakkan pada payudara yang satunya lagi, sendawakan
bayi terlebih dahulu dipundak ibu, perut bayi menghadap dada ibu
sedang dagunya menempel didagu ibu, pungggung bayi ditepuk-tepuk
lembut sampai bayi bersendawa

F. HAL-HAL YANG PERLU DI HINDARI UNTUK BAYI


Berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui dalam hal merawat si kecil
yang baru berumur beberapa bulan.
1. Hindarkan bayi dari asap dapur dan asap rokok
2. Hindarkan bayi dari orang sakit
3. Jangan mengasuh bayi sebelum mencuci tangan dengan sabun dan air
mengalir
4. Jangan mengobati sendiri bila bayi sakit
5. Banyak orang tua menggoyangkan bayi dengan tenaga kuat agar bayi
tenang dan berhenti menangis. Hal ini cukup berbahaya karena dapat
merusak organ internal bayi yang halus. Goyanglah tubuh mungil mereka
dengan lembut.
6. Para ahli mengungkapkan bahwa pemberhentian ASI secara dini dapat
membuat bayi menjadi malnutrisi dan timbul masalah pencernaan.
Meskipun didukung asupan gizi dari luar, ASI adalah makanan terbaik
bagi bayi.
7. Kebanyakan ibu lupa mengambil botol susu dari mulut bayi hingga si bayi
tertidur. Hal tersebut dapat membuat bayi tersedak tanpa disadari.
8. Menurut para ahli, bayi berusia di bawah enam bulan tidak disarankan
untuk diberi banyak minum air karena hal tersebut dapat menyebabkan
ketidakseimbangan elektrolit dan menguras kadar natrium yang
berkembang dalam tubuh.
9. Hindari membaringkan bayi dengan posisi perut di bawah atau di samping
karena hal tersebut dapat menghalangi jalannya udara sehngga terjadi
komplikasi kesehatan yang fatal. Baringkan mereka secara normal dengan
posisi perut di atas.
10. Pada usia awal bulan, bayi tidak disarankan menggunakan bantal saat
berbaring karena tulang leher dan tulang belakang bayi masih lentur dan
ketinggian dapat menyebabkan keseleo atau penyumbatan saluran
pernapasan,
11. Kebanyakan orang tua membiarkan bayi mereka menangis terus-menerus
karena berpikir itu adalah hal yang normal. Namun, ternyata para ahli
menyatakan bahwa kebiasaan itu dapat menginduksi trauma mental pada
anak, bahkan tuli.
DAFTAR PUSTAKA

Dewi, Vivian Nanny Lia. 2010. Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita.
Jakarta: Salemba Medika JNPK-KR, 2008.
Karyuni, dkk. 2008. Buku Saku Manajemen Masalah Bayi Baru Lahir
Panduan untuk Dokter, Perawat & Bidan. Jakarta: ECG
M. Kes, Sodikin. 2009. Buku Saku Perawatan Tali Pusat. Jakarta: EGC
Notoatmodjo, Dr. Soekidjo. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan.
Jakarta: Rineka Cipta Profil Dinas Kesehatan Lampung, 2012
Rahayu, Sri Dedeh. 2009. Asuhan Keperawatan Anak dan neonatus.
Jakarta: Salemba Medika
S. SiT, Rukiyah Ai Yeyeh dan MKM, Amd.Keb, Lia Yulianti. 2010.
Asuhan Neonatus, Bayi, dan Anak Balita. Jakarta. Perpustakaan Nasional:
Katalog Dalam Terbitan
Saminem, 2010. Dokumentasi kebidanan konsep dan praktik. Jakarta:EGC
Sarwono Prawirohardjo, 2011. Ilmu Kebidanan. Jakarta: EGC
Sulistyawati, Ari. 2012. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan.
Jakarta: Salemba Medika
Uliyah dan aziz. 2009. Keterampilan Dasar Praktik klinik. Jakarta: EGC