Anda di halaman 1dari 25

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

“ELEH” (ERGONOMIC LETTUCE HARVESTER): RANCANG


BANGUN ALAT PEMANEN SELADA BERBASIS ROTARY CUTTER
MOTOR BENSIN

BIDANG KEGIATAN:
PKM KARSA CIPTA

Diusulkan oleh:

Maulana Syafiq Karuniawan


an F14150011 2015
Aulia Taufid Ridha F14140096 2014
Radis Selfiana Sari A24140051 2014
Adnan Tagor Harahap F14120113 2012

INSTITUT PERTANIAN BOGOR


BOGOR

2016

i
ii
DAFTAR ISI

PENGESAHAN PROPOSAL PKM-KARSA CIPTA ........................................... ii


DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
DAFTAR TABEL .................................................................................................. iv
DAFTAR GAMBAR .............................................................................................. v
BAB 1. PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 1
1.3 Tujuan Kegiatan ....................................................................................... 2
1.4 Luaran yang Diharapkan .......................................................................... 2
1.5 Manfaat Kegiatan ..................................................................................... 2
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................ 3
2.1 Selada (Lactuca sativa) ................................................................................. 3
2.2 Pisau Rotari .................................................................................................... 4
2.3 Motor Bakar (Engine) ....................................................................................4
BAB 3. METODE PELAKSANAAN .................................................................... 5
3.1 Perencanaan ................................................................................................... 5
3.2 Analisis .......................................................................................................... 6
3.3 Gambar Teknik .............................................................................................. 7
3.4 Proses Pabrikasi ............................................................................................. 7
3.5 Rencana Pengembangan ................................................................................ 7
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ...................................................... 8
4.1 Anggaran Biaya ............................................................................................. 8
4.2 Jadwal Kegiatan ............................................................................................. 8
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 9
LAMPIRAN .......................................................................................................... 10
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota dan dosen pendamping .................... 10
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan ...................................................... 16
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas .............. 17
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Kegiatan .................................................. 18
Lampiran 5. Gambaran Teknologi yang Hendak Diterapkembangkan ............. 19

iii
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Rancangan Biaya ..................................................................................... 8


Tabel 2. Jadwal Kegiatan ....................................................................................... 8

iv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Tahapan perancangan alat pemanenan selada “ELEH” ...................... 5


Gambar 2. Alat “ELEH” tampak samping ........................................................... 19
Gambar 3. Alat “ELEH” tampak atas .................................................................. 19
Gambar 4. Pisau tipe-3 (Gantina, 2011)............................................................... 20

v
1

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Tanaman selada (Lactuca sativa) merupakan tanaman hortikultura atau
tanaman sayuran. Selada merupakan tanaman yang memiliki prospek dan nilai
komersial yang cukup baik. Tanaman ini termasuk tanaman yang disukai
masyarakat Indonesia karena selada mempunyai penampilan yang sangat
menarik minat konsumen dengan warna hijau segar, mengandung gizi berupa
mineral yang tinggi, dan mudah ditemukan dipasaran dengan harga yang
terjangkau (Sastradiharja, 2011). Semakin bertambahnya penduduk Indonesia
yang sadar akan kebutuhan gizi menyebabkan bertambahnya peminat akan
sayuran ini.
Budidaya tanaman selada di Indonesia masih mengandalkan budidaya
dengan media tanam berupa tanah. Pemanenan selada yang dibudidayakan
dengan media tanah dapat dilakukan dengan cara memotong bagian batang di
bawah daun pertama atau dengan cara mencabut tanaman berikut akarnya.
Pemanenan dengan cara konvensional tersebut tidak ergonomis dan
membutuhkan tenaga yang besar, karena petani harus mencabut satu persatu
tanaman selada dan mengumpulkannya dikeranjang. Pemanenan secara
konvensional juga tidak efisien atau memerlukan waktu yang relatif lama, hal
ini dapat menurunkan kualitas selada karena, selada adalah salah satu jenis
tanaman sayuran yang sangat mudah rusak akibat tingginya kadar air yang
dikandungnya (Setyaningrum, 2011).
Berdasarkan uraian di atas, dibutuhkan suatu teknologi baru dalam
proses pemanenan selada agar lebih ergonomis, efektif, dan efisien. Maka dari
itu dilakukanlah penelitian rancang bangun alat pemanen selada berbasis
rotary cutter mesin bensin yang bernama “ELEH” (Ergonomic Lettuce
Harvester).

1.2 Rumusan Masalah


Permasalahan yang menjadi latar belakang proposal ini adalah:
1. Pemanenan selada secara konvensional (tradisional) tidak efektif atau
membutuhkan tenaga yang besar.
2. Pemanenan selada secara konvensional (tradisional) kurang ergonomis.
3. Pemanenan selada secara konvensional (tradisional) tidak efisien atau
memerlukan waktu yang relatif lama.
2

1.3 Tujuan Kegiatan


Tujuan pembuatan teknologi ini adalah:
1. Membantu masyarakat khususnya petani selada dalam proses pemanenan.
2. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pemanenan selada menggunakan
alat “ELEH” (Ergonimic Lettuce Harvester).
3. Membantu para petani selada agar proses pemanenan lebih ergonomis.

1.4 Luaran yang Diharapkan


Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah:
1. Desain suatu alat pemanen selada yang ergonomis.
2. Menghasilkan prototip alat pemanen selada yang dapat diaplikasikan
dengan lebih efektif dan efisien di kebun selada.
3. Menghasilkan produk paten dan publikasi tingkat nasional maupun
internasional.

1.5 Manfaat Kegiatan


Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah:
1. Untuk Pribadi
Menjadikan pribadi yang dapat menerapkan ilmu pengetahuan dalam
menciptakan teknologi dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat
khususnya bagi para petani dan memajukan pertanian Indonesia.
2. Untuk Kelompok
Menumbuhkan jiwa bekerjasama antara anggota kelompok dan sebagai
media transfer ilmu pengetahuan dari masing-masing anggota kelompok.
Selain itu sebagai media untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab antara
anggota kelompok.
3. Untuk Masyarakat
Menyediakan sebuah alat panen untuk petani selada yang ergonomis dan
mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pemanenan selada.
3

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Selada (Lactuca sativa)


Selada dalam sistematika tumbuhan diklasifikasikan sebagai berikut:
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Asterales
Keluarga : Asteraceae
Genus : Lactuca
Spesies : Lactuca sativa
Tanaman selada (Lactuca sativa) merupakan tanaman yang biasa tumbuh
di dataran sedang sampai tinggi, seperti selada telor, selada daun, selada rapuh,
dan selada batang. Namun, ada pula beberapa jenis selada yang dapat tumbuh di
dataran rendah, seperti selada daun. Tanaman selada dibudidayakan untuk diambil
daunnya dan dimanfaatkan terutama untuk lalapan, pelengkap sajian masakan, dan
hiasan hidangan. Daun selada mempunyai bentuk yang menarik karena ujung
daunnya keriting sehingga sering digunakan sebagai penghias hidangan. Di
dataran tinggi selada dapat membuat bulatan krop yang besar sedangkan di
dataran rendah, daun selada berbentuk krop kecil dan berbunga (Rubatzky dan
Yamaguchi, 1998).
Menurut Setyaningrum 2011, tanaman selada memiliki akar serabut.
Daunnya berwarna hijau segar dan batangnya keriting. Tanaman selada
mengandung vitamin A, B, C, iodium, fosfor, besi, tembaga, kobalt, seng,
kalsium, mangan, serta potassium. Tanaman selada dapat tumbuh baik pada jenis
tanah lempung berdebu, lempung berpasir, dan tanah berhumus dengan PH 5-6,5.
Tanaman ini dapat tumbuh baik pada suhu udara 15-250C. Kebutuhan sinar
matahari untuk tanam selada antara 200-400 footcandle dan kelembaban udara
lebih dari 60%. Tipe selada yang yang banyak diusahakan di Indonesia adalah
selada mentega (telor), selada tutup dan selada potong (Zulkarnain, 2013).
Tanaman selada dapat dipanen dalam waktu pendek, yaitu sekitar dua
bulan setelah tanam. Ciri tanaman siap panen yaitu memiliki lebar daun sekitar 10
cm dan panjang sekitar 25 cm dengan warna daun hijau tua. Cara memanen selada
(konvesional) adalah dengan memotong bagian tanaman diatas permukaan tanah
atau dengan mencabut tanam hingga keakarnya (Setyaningrum, 2011).
4

2.2 Pisau Putar (Rotary Cutter)


Pisau adalah alat yang digunakan untuk memotong sesuatu. Pisau
umumnya terbuat dari baja. Proses pemotongan yang baik adalah menggunakan
pisau yang tajam karena dapat mempercepat proses pemotongan dan
membutuhkan energi yang sedikit (Pratomo dan Irwanto, 1983). Terdapat
berbagai macam jenis pisau, salah satunya adalah pisau putar. Pisau putar atau
rotary cutter termasuk kedalam pisau pencacah yang sistem kerjanya berputar
pada suatu poros.
Pisau putar (rotary cutter) dipasang pada rotor secara melingkar hingga
beban terhadap mesin merata dan dapat memotong secara bertahap. Pada waktu
rotor berputar dan alat bergerak maju pisau akan memotong bagian pangkal buah
selada. Buah selada yang terpotong tergantung pada kecepatan maju. Gerakan
putaran rotor yang memutar pisau disebabkan daya dari motor yang diteruskan
melalui sistem penerusan daya khusus sampai ke rotor tersebut. Sistem penerusan
daya biasanya menggunakan sistem hubungan roda cakra dengan rantai (Yono,
2014).

2.3 Motor Bakar (Engine)


Motor adalah suatu alat yang dapat mengubah suatu bentuk energi tertentu
menjadi suat kerja mekanis. Apabila suatu motor dapat menghasilkan kerja
mekanik dari perubahan energi kimia melalui proses pembakaran maka disebut
dengan motor bakar. Secara umum motor bakar dibedakan menjadi dua, yaitu
motor bakar dalam, yaitu bila proses pembakarannya di dalam ruang yang sama
dengan terjadinya pengubahan tenaga panas menjadi kerja mekanik. Sedangkan,
motor bakar luar, yaitu bila proses pembakarannya diluar tempat terjadinya
pengubahan tenaga panas menjadi kerja mekanis (Purwadi, 2009). Motor bakar
merupakan salah satu sumber tenaga penggerak yang banyak dipakai di bidang
pertanian. Motor bakar mempunyai peran penting di bidang pertanian. Motor
bakar banyak dipakai pada berbagai pemanfaatan, antara lain: traktor, pompa air,
bengkel pertanian, gilingan padi / gabah / beras, penggerak pada mesin-mesin
pengolah hasil pertanian, sarana angkut di perkebunan untuk pengangkutan alat,
bahan, dan hasil pertanian (Smith, 2003). Terdapat bagian utama dalam motor
bakar, yaitu piston atau torak.|Fungsi piston adalah menerima tekanan dari proses
usaha hasil pembakaran dan mengubah tenaga tekanan tersebut menjadi gerak
lurus. Selain itu piston merupakan bagian utama dari motor yang melakukan kerja
siklus motor yaitu pengisian, kompresi, usaha dan pembuangan sisa-sisa
pembakaran (Purwantana, 1999).
5

BAB 3. METODE PELAKSANAAN

3.1 Perencanaan
Rancang bangun alat ini akan membutuhkan proses pabrikasi dan
ketersediaan alat serta bahan yang dibutuhkan.
Alat yang dibutuhkan adalah: Bahan yang dibutuhkan adalah:
1. Las karbit 1. Motor Bakar
2. Las listrik 2. Besi poros
3. Gerinda listrik 3. Plat besi
4. Mesin bor 4. Flexible shaft
5. Tool box 5. Rantai
6. Roda
Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah metode
pendekatan rancangan secara umum yaitu berdasarkan pendekatan rancangan
fungsional dan pendekatan rancangan struktural. Adapun tahapan penelitian
terdapat pada gambar 1. di bawah.

Gambar 1. Tahapan perancangan alat pemanen selada “ELEH”

Setelah melakukan konsep desain, maka dilakukan pembuatan prototipe.


Pembuatan prototipe ini memerlukan proses pabrikasi hingga selesai. Setelah itu
dilakukan pengujian stationer dan fungsional. Uji stasioner adalah menguji alat
pemanen selada “ELEH” yang dioperasikan di tempat dengan tujuan mengetahui
apakah alat telah berfungsi dengan baik. Sedangkan uji fungsional dilakukan
untuk menguji alat pemanen selada “ELEH” langsung di kebun selada.
6

3.2 Analisis

3.2.1 Analisis Rancangan Fungsional


Alat pemanen selada “ELEH” ini terdiri dari beberapa bagian utama yang
mendukung fungsional dari sistem. Kinerja fungsional dari alat ini meliputi :

1. Rangka alat dan handle


Rangka alat berfungsi sebagai dudukan dari mesin (motor bakar)
sehingga memudahkan dalam penggunaan dan pemasangan. Bagian yang
di topang meliputi pisau putar (rotary cutter) dan dudukannya, sistem
transmisi poros, serta motor bakar. Handle pada alat ini berfungsi sebagai
bagian yang menerima gaya dorong untuk akselerasi dan pengereman
dari operator serta sebagai pengatur kemudi saat alat digerakkan.
2. Konveyor
Konveyor berfungsi memindahkan selada hasil potongan pisau rotari
ke bak penampungan. Selada hasil potongan akan langsung terkumpul di
bak penampungan.
3. Mesin bensin (motor bakar)
Mesin yang digunakan adalah motor bakar bensin yang berfungsi
sebagai sumber daya penggerak pisau putar (rotary cutter) dalam
pengoperasian alat ini. Mesin ini akan menghasilkan daya berupa putaran
poros dan kemudian dilakukan modifikasi dalam sistem transmisi poros.
4. Sistem transmisi poros
Sistem transmisi poros berfungsi untuk menyalurkan daya yang
dihasilkan mesin atau motor bakar ke poros pisau putar (rotary cutter).
5. Pisau putar (rotary cutter)
Mekanisme pemotongan selada dilakukan menggunakan pisau
putar (rotary cutter). Pisau tersebut berputar dengan kecepatan putar
tertentu.

3.2.2 Analisis Rancangan Struktural


Analisis rancangan struktural terdiri dari bagian utama rancangan alat
pemanenan selada “ELEH”. Bagian-bagian tersebut adalah:
1. Rangka alat dan handle
Alternatif desain rangka yang dipilih mempertimbangkan beberapa
aspek, antara lain bahan yang digunakan, ketersediaan bahan dipasaran,
dan harga bahan. Desain rangka dibuat menyerupai alat pemotong
rumput tipe dorong. Handle dibuat dengan pertimbangan ergonomika
yang dapat disesuaikan dengan tinggi badan dan kenyamanan operator.
2. Konveyor
Konveyor yang digunakan berukuran lebih kecil dari lebar rangka
luar alat pemanen selada “ELEH”. Putaran konveyor dihasilkan dari
putaran mesin dan kecepatan konveyor diatur agar tidak terlalu cepat.
7

3. Mesin (motor bakar)


Mesin yang di gunakan adalah motor bakar yang tersedia
dipasaran dengan daya 1-2 HP (Horse Power). Mesin tersebut
menggunakan bahan bakar berupa bensin atau solar.
4. Sistem transmisi poros rotari
Sistem transmisi poros berfungsi untuk menyalurkan tenaga dari
poros mesin yang berputar ke poros pisau putar (rotary cutter). Pemilihan
poros transmisi ini akan mengikuti poros trowel engine yang akan
dimodifikasi agar cocok untuk pemanenan selada. Sistem transmisi
tersebut terintegrasi dalam gearbox trowel. Sistem transmisi ini masih
akan dilakukan pengujian agar mendapatkan sistem transmisi yang
terbaik untuk alat pemanenan selada ini.
5. Pisau putar (rotary cutter)
Pisau yang digunakan pada alat pemanen selada “ELEH” ini
adalah pisau putar (rotary cutter). Dasar digunakannya pisau putar adalah
karena pertimbangan kontruksi rangka alat. Desain pisau yang digunakan
mengacu pada penelitian Gantina (2011). Hasil penelitian tersebut
menyimpulkan bahwa pisau tipe-3 (gambar 3.) memberikan 71,4%
potongan yang baik dengan kecepatan putar pisau 500 rpm, dan
kecepatan maju 0,3 m/s (pitch pemotongan 4.5 mm). Jumlah mata pisau
yang digunakan pada pisau putar (rotary cutter) ini adalah sebanyak 8
mata pisau.

3.3 Gambar Teknik


Pembuatan gambar teknik harus memperhatikan dimensi dari alat dan
skala. Gambar teknik dilakukan dengan bantuan software AutoCAD. Gambar
teknik dilakukan 2 tahap yaitu pada perancangan ide awal dan setelah dilakukan
analisis bahan material serta penyempurnaan ide rancangan. Berikut gambar
teknik dari alat yang dibuat dan untuk gambaran teknologi yang lebih jelas
terdapat pada lampiran 5.

3.4 Proses Pabrikasi


Proses pabrikasi akan dilakukan di Laboratorium Metanium Departemen
Teknik Mesin dan Biosistem-Institut Pertanian Bogor, Leuwikopo, Bogor. Proses
pabrikasi diperkiran membutuhkan waktu mencapai 5 bulan hingga proses
pembuatan selesai.

3.5 Rencana Pengembangan


Rencana pengembangan alat ini adalah alat ini dapat diaplikasikan dan
dimanfaatkan oleh kelompok petani selada. Pengembangan yang dapat dilakukan
adalah dengan penambahan kontrol otomatik agar alat pemanenan dapat berjalan
otomatis.
8

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya

Tabel 1. Rancangan Biaya


No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
1. Peralatan Penunjang ditulis sesuai kebutuhan 3.450.000
2. Biaya Habis Pakai ditulis sesuai kebutuhan 6.390.000
3. Perjalanan, jelaskan kemana dan untuk tujuan
apa 1.000.000
4. Lain-lain; administrasi, publikasi, seminar,
laporan 660.000
Jumlah 11.500.000

4.2 Jadwal Kegiatan

Tabel 2. Jadwal Kegiatan


Bulan Ke
No Nama Kegiatan 1 2 3 4 5
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Identifikasi
1.
Permasalahan
Merumuskan Ide Awal
2.
Rancangan Fungsional
Menyempurnakan ide
3.
rancangan structural
4. Gambar teknik
5. Konsultasi rancangan
6. Pemilihan elemen mesin
Analisis dan gambar
7.
teknik revisi
Pembuatan alat
8.
(manufaktur)
9. Pengujian alat
10. Evaluasi
11. Pembuatan laporan
9

DAFTAR PUSTAKA

Gantina I. 2011. Daya dan Kualitas Pemotongan Tunggul Tebu pada Beberapa
Bentuk Pisau dan Pitch Pemotongannya [Skripsi]. Bogor(ID): Institut
Pertanian Bogor.
Pratomo, M. dan K. Irwanto. 1983. Alat dan Mesin Pertanian. Jakarta(ID):
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Purwadi, Tri, dkk. 2009. Buku Panduan Praktikum Azas Konversi dan
Konservasi Energi. Yogyakarta(ID): Universitas Gadjah Mada.
Purwantana B. 1999. Motor Penggerak. Yogyakarta(ID): Universita Gadjah
Mada.
Rubatzky, V. E dan M. Yamaguchi, 1998. Sayuran Dunia 2 Prinsip, Produksi,
dan Gizi. Bandung(ID): ITB Press.
Sastradiharja, S. 2011. Praktis Bertanam Selada dan Ansewi Secara Hidroponik.
Bandung(ID): Penerbit Angkasa Bandung.
Setyaningrum, Hesti D. dan Saparinto, C. 2011. Panen Sayur Secara Rutin di
Lahan Sempit. Jakarta(ID): Penebar Swadaya.
Smith dan Wilkes, 2003. Mesin dan Peralatan Usaha Tani. Jakarta(ID): Tiga
Serangkai.
Yono, A. 2014. Proses Pengerasan Permukaan Untuk Meningkatkan Nilai
Kekerasan Dan Ketahanan Aus Pada Pisau Bajak Rotari. Jurnal Ilmiah
Mustek AnimHa Vol.3 No. 1, April 2014, ISSN 2089-6697.
Zulkarnain. 2013. Budidaya Sayuran Tropis. Jakarta(ID): Penerbit Bumi Aksara.
10
11
12
13
14
15
16

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan


1. Peralatan Penunjang
Harga
Harga
Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Satuan
(Rp)
(Rp)
Takometer Mengukur putaran mesin 1 buah 300.000 300.000
Katoda las Mengelas sambungan rangka baja 1 kotak 100.000 100.000
Tool set Merakit mesin dan rangka 1 buah 700.000 700.000
Bor listrik Melubangi besi 1 buah 900.000 900.000
Palu Membentuk besi plat 2 buah 50.000 100.000
Lem Merekatkan kabel kontrol dan 1 buah 100.000 100.000
Tembak saklar pada mesin
Memotong rangka dan mengasah
Gerinda 1 buah 1.000.000 1.000.000
mata pisau
Memotong besi rangka alat
Gergaji 5 buah 50.000 250.000
besi
SUB TOTAL (Rp) 3.450.000

2. Bahan Habis Pakai


Harga
Harga
Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Satuan
(Rp)
(Rp)
Engine
Motor penggerak dan kerangka
bensin 1 buah 3.000.000 3.000.000
mesin “ELEH”
bekas
Mata pisau Memotong pangkal batang selada 8 buah 90.000 720.000
Besi Kerangka tambahan untuk
3 buah 200.000 600.000
hollow menopang mata pisau
Mereduksi putaran motor ke mata
Gear box 1 buah 620.000 620.000
pisau
Pelindung mata pisau dan rangka
Akrilik 2 lembar 300.000 600.000
mesin
WD 40 Melumasi bagian yang berputar 2 buah 65.000 130.000
Bearing
diameter Dudukan mata pisau 4 buah 70.000 280.000
20 mm
Roda Media gerak akselerasi alat 4 buah 90.000 360.000
Mur dan Mengencangkan sambungan alat 1 box 80.000 80.000
baut
SUB TOTAL (Rp) 6.390.000
17

3. Perjalanan
Harga
Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Satuan Harga (Rp)
(Rp)
Perjalanan Perjalanan IPB ke Glodok 4 250.000 1.000.000
ke tempat
pencarian
alat dan
bahan
SUB TOTAL (Rp) 1.000.000

4. Lain -lain
Harga
Harga
Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Satuan
(Rp)
(Rp)
Biaya Penyempurnaan alat 1 kali 300.000 300.000
upgrade dan
revisi alat
Komunikasi Koordinasi antar anggota 3 bulan 100.000 300.000

Pembuatan Mencetak proposal dan laporan 3 kali 20.000 60.000


proposal dan
laporan akhir
SUB TOTAL (Rp) 660.000

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas

No Nama/NIM Program Bidang Alokasi Uraian Tugas


Studi Ilmu Waktu (jam
/minggu)
1 Maulana Syafiq Teknik Teknik 10 Mengkoordinasi
Karuniawan/ Mesin dan Mesin dan penugasan dan
F1415001 Biosistem Biosistem memeriksa hasil
pekerjaan anggota
kelompok
2 Aulia Taufid Teknik Teknik 10 Menyelesaikan
Ridha/ Mesin dan Mesin dan gambar desain alat
F14140096 Biosistem Biosistem
3 Radis Selfiana Agronomi Agronomi 10 Menyelesaikan
Sari/ A24140051 dan dan pembuatan usulan
Hortikultura Hortikultura proposal kegiatan
4 Adnan Tagor Teknik Teknik 10 Menyelesaikan
Harahap/ Mesin dan Mesin dan manufaktur alat
F14120113 Biosistem Biosistem
18

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana


19

Lampiran 5. Gambaran Teknologi yang Hendak Diterapkembangkan

Gambar 1. Alat “ELEH” tampak samping

Gambar 2. Alat “ELEH” tampak atas


20

Gambar 3. Pisau tipe-3 (Gantina, 2011)