Anda di halaman 1dari 20

BAB 2

KAJIAN TEORI

2.1. Tinjauan Tentang Radiasi

Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua menyatakan bahwa radiasi adalah
pemancaran dan perambatan gelombang yang membawa tenaga melalui ruang atau
antara, misal pemancaran dan perambatan gelombang elektromagnetik, gelombang
bunyi; gelombang lenting; penyinaran. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa
radiasi bukan hanya radiasi nuklir, tetapi juga radiasi lain seperti gelombang radio,
gelombang televisi, pancaran sinar matahari, dll.

Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk
panas, partikel atau gelombang elektromagnetik atau cahaya (foton) dari sumber
radiasi. Ada beberapa sumber radiasi yang kita kenal disekitar kehidupan kita,
contohnya adalah televisi, lampu penerangan, alat pemanas makanan (microwave
oven ), komputer, handphone dan lain-lain. Selain benda-benda tersebut ada
sumber-sumber radiasi yang bersifat unsur alamiah dan berada di udara, di dalam air
atau berada di dalam lapisan bumi. Beberapa diantaranya adalah uranium dan thorium
di dalam lapisan bumi; karbon dan radon di udara; serta tritium dan deuterium yang
ada di dalam air.

Radiasi dalam bentuk gelombang elektromagnetik atau disebut juga dengan foton
adalah jenis radiasi yang tidak mempunyai massa dan muatan listrik. Misalnya adalah
gamma dengan simbol  dan sinar- X, dan juga termasuk radiasi tampak seperti
sinar lampu, sianr matahari, gelombang microwave, radar, dan handphone.

2.1.1. Radiasi Gelombang Elektromagnetik

Radiasi elektromagnetik adalah salah satu bentuk utama menyampaikan


informasi dari satu titik ke titik lainnya, dari orang ke orang, komputer ke komputer,
telepon untuk menelepon dan menyiarkan stasiun radio ke penerima radio. radiasi
yang digunakan dalam sistem komunikasi ini biasanya terletak pada frekuensi.
Sebagai contoh, radiasi ELF (pita frekuensi 3 HZ sampai 3 KHz) digunakan dalam

2
propagasi melalui bumi dan modem telepon. Frekuensi UV dan UV biasanya
digunakan dengan serat optik dan kadang-kadang di udara terbuka. Radiasi
elektromagnetik dapat terjebak dan diarahkan, kabel konduktif (jalur transmisi), pipa
dielektrik yang melakukan pipa (panduan gelombang), dan pada pipa dielektrik yang
dilapisi dengan bahan dielektrik dengan konstanta dielektrik yang lebih rendah (serat
optik) ( dalam buku handbook pengenalan kimia )

Gelombang radio dan TV dipancarkan oleh antena ( dan diterima oleh antena
pula ), gelombang cahaya oleh atom-atom yang mengalami alihan energi sehingga
mengalami perubahan dalam distribusi muatan dan arus listriknya. Ada dua cara
untuk menjabarkan rumus daya pancaran oleh sistem muatan yang mengalami
percepatan. Cara pertama adalah dengan terlebih dahulu mencari perangkat besaran
medan yang memenuhi diferensial yang langsung terkait dengan sumbernya tanpa
bergantung pada anggota perangkat yang lain. Dari struktur sistem persamaan
Maxwell hal ini dimungkinkan dan diperlukan hanya sebuah vektor-3 A dan sebuah
skalar untuk deskripsi lengkap medan elektromagnet yang masing-masingnya
memenuhi persamaan gelombang tak homogen ( dengan suku sumber ). Salah satu
penyelesaian yang berbentuk potensial tertunda merupakan penyelesaian yang
memenuhi syarat fisis pembangkitan gelombang. Dari penyelesaian tertunda untuk
medan potensial ( A ) ini dapat diturunkan observabel medan yaitu perangkat vektor
( E,B ) dan akhirnya melalui vektor poynting dapat dihitung daya pancaran dari suatu
sistem muatan atau arus listrik yang mengalami percepatan, lengkap dengan profil
radiasinya atau distribusi angularnya.

Cara kedua adalah tanpa menggunakan konsep potensial elektrodinamik tetapi


dengan peninjauan langsung terhadap medan listrik dan imbas magnet yang
ditimbulkan oleh suatu muatan yang mengalami percepatan sesaat; peninjauan
dipusatkan pada daerah alihan yang belum menerima dan sudah menerima informasi
mengenai adanya percepatan sesaat terhadap muatan yang semula rehat tersebut.
Dalam bab ini kedua pendekatan tersebut akan dibahas secara bergantian.

2.1.2. Rambatan Gelombang Radio

Dalam suatu sistem radio, gelombang elektromagnetis berjalan dari pemancar ke


penerima lewat ruang, dan diperlukan antena (aerial) pada kedua ujung tersebut untuk
keperluan penggandengan (coupling) pemancar dan penerima ke hubungan ruang

3
(space link). Untuk fungsi pemancaran dan penerimaan, karakteristik-karakteristik ini
penting untuk suatu antena tertentu dan banyak yang identik, dan sering digunakan
antena yang sama untuk kedua fungsi tersebut.

Komunikasi radio menggunakan gelombang elektromagnetis yang dipancarkan


lewat atmosfer bumi atau ruang bebas untuk membawa informasi melalui jarak-jarak
yang panjang tanpa penggunaan kawat. Gelombang radio dengan frekuensi yang
berkisar dari kira-kira 100 Hz dalam jalur ELF sampai lebih dari 300 GHz dalam
jalur EHF ( Extra high frequency = frekuensi ekstra tinggi ) telah digunakan untuk
tujuan-tujuan komunikasi, dan dalam waktu akhir-akhir ini radiasi pada dan dekat
dengan daerah gelombang-gelombang yang dapat terlihat ( dekat dengan 1000 THz,
atau 1015 Hz juga sudah digunakan. Untuk dapat melontarkansuatu gelombang
elektromagnetik ke dalam ruang angkasa, muatan listrik harus diberi percepatan,yang
dalam praktek berarti bahwa arus dalam radiator harus berubah dengan waktu
(misalnya, bolak-balik atau alternating).

2.1.3. Ragam Rambatan

Mula-mula tinjaulah suatu daya rata-rata PT , yang dimisalkan terpancar sama ke


semua arah (isotropis). Ini akan menyebar dalam bentuk bola ketika daya bergerak
menjauhi sumbernya, sehingga pada jarak d, kerapatan daya pada gelombang, yang
adalah daya per satuan luas permukaan gelombang, akan menjadi

PT
PDi  W / m2 (1)
4d 2

Ini diperoleh karena 4d 2 adalah luas permukaan bola yang berjari-jari d, dan
berpusat pada sumber. PDi berarti kerapatan daya isotropik.

Telah diketahui bahwa semua antena yang praktis mempunyai karakteristik arah
(directional characteristic); yang berarti bahwa antena memancarkan lebih banyak
daya ke beberapa arah, dengan mengurangi pancaran ke arah-arah yang lain.
Perolehan keterarahan (directivity gain) adalah perbandingan dari kerapatan daya
yang sesungguhnya pada arah sumbu utama dari radiasi antena, dan yang akan
ditimbulkan oleh sebuah antena isotropis pada jarak yang sama,dan yang diumpan
dengan daya masukan yang sama. Misalkan bahwa GT adalah perolehan

4
keterarahan maksimum dari antena pemancar ; maka kerapatan daya di sepanjang
arah dengan radiasi maksimum adalah

PD  PDi GT

PT GT
 (2)
4d

Sebuah antena penerima dapat ditempatkan sedemikian sehingga


akanmenangkap daya yang maksimum dari gelombang. Bila ditempatkan demikian,
misalkan PR adalah daya yang diberikan oleh antena ke beban (penerima) dalam
keadaan sesuai, maka antena dapat dianggap sebagai mempunyai suatu luas efektif
(atau “aperture’= tingkap,celah) Aeff ,dimana

PR  PD Aeff

PT GT Aeff (3)

4d 2

Dapat ditunjukkan bahwa untuk setiap antena, perbandingan dari perolehan


keterarahan maksimum dan luas efektif adalah

Aeff 2 (4)

G 4

Disini,  adalah panjang gelombang yang dipancarkan. Dengan memisalkan


bahwa GR adalah perolehan keterearahan maksimum dari antena penerima,maka
dari persamaan (3) dan (4) ,

  
2
PR
 GT GR  2 
(5)
PT  4d 

Ini adalah persamaan dasar untuk transmisi ruang-bebas. Biasanya ini dinyatakan
ini dinyatakan dalam frekuensi f, dalam MHz, dan jarak d dalam kilometer, seperti
ditunjukkan dalam apendiks B, f  c , dan dengan memasukkan ini ke dalam
persamaan (5) sehingga hasil yang diperoleh

PR 0,57 x10 3
 GT GR (6)
PT df 2
5
Dengan menyatakan perbandingan daya dalam decibel, persamaan (6) dapat ditulis
sebagai

   GT dB  GR dB  (32,5  20 log 10 d  20 log 10 f ) GT dB


 PR  (7)
 PT  dB

2.2. Baterai

Baterai adalah elemen (sel) sumber arus listrik searah. Baterai merupakan alat
untuk mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Baterai biasanya terdiri atas
beberapa buah sel listrik. Jika dalam sel listrik itu terjadi reaksi kimia, maka pada kedua
elektrodanya akan timbul beda potensial. Baterai adalah perangkat catu daya yang
berfungsi sebagai catu daya back-up (cadangan) dalam sistem catu daya diperkantoran,
industri, hotel, Rumah Sakit, dll. apabila catu utama PLN atau Genset mengalami
gangguan. Untuk beberapa hal baterai juga menjadi sumber catu daya utama, seperti
untuk starter mobil/motor, hp, kamera digital, camdig, dll.

Adapun fungsi baterai pada suatu sistem catu daya :

 Menjaga agar catuan tetap kontinu meskipun terjadi gangguan-gangguan pada


sumber daya utama

 Mengatasi perubahan-perubahan beban jika sumber daya utama tidak dapat


mengontrol

 perubahan-perubahan beban atau output sumber daya utama tidak dapat


mencukupi apabila terjadi beban puncak (peak-load) Menjadi filter arus searah
yang paling halus.

2.2.1. Jenis-Jenis Baterai

Secara umum baterai dibagi atas baterai primer dan baterai sekunder. Baterai
primer adalah baterai yang hanya dapat dipakai sekali atau satu siklus saja karena reaksi
kimianya hanya satu arah (‘discharge’). Jadi reaksi kimianya irreversibel. Baterai
sekunder adalah baterai yang dapat diisi ulang ketika muatan listriknya sudah habis
dipakai (bisa di ‘charge’ kembali). Jadi reaksi kimianya reversibel

6
2.2.1.1 Baterai Primer

Ada 6 jenis baterai primer yang saat ini beredar di pasaran :

1. Baterai Leclenche (Zn MnO2), Baterai kering / Dry Cell

2. Baterai sel kering Magnesium (MgMnO2)

3. Baterai MnO2 Alkaline

4. Baterai Mercury

5. Baterai Oksida Perak

6. Baterai Lithium

1. Baterai Leclenche (Zn MnO2), Baterai kering / Dry Cell

Sel kering lechlanche telah dikenal lebih dari 100 tahun yang lalu dan sampai saat ini
masih merupakan sel kering yang sering digunakan untuk membuat baterai satu sel
baterai berkapasitas 1,5 V. Berikut fitur dari baterai leclenche

 Murah, banyak tersedia di pasaran

 Tidak efisien pada pada aliran arus besar

 Kurva pengosongan kurang baik (miring)

 Kinerja pada suhu rendah kurang baik

Gambar 2. Baterai Leclanche

2. Baterai sel kering Magnesium (MgMnO2)

7
Konstruksinya hampir sama dengan sel kering seng, hanya bedanya kontainernya
bukan seng tapi magnesium.

Kapasitas 1 sel = 1,5 V

Anoda (+) : Mg

Katoda (-) : MnO2

Gambar 3. Sel kering magnesium

3. Baterai MnO2 Alkaline

Konstruksi, Elektrolitnya dan Tekanan dalam (lebih kecil) , sebab kerapatan bahan
katodanya dan permukaan Anoda yang lebih luas kontak dengan elektrolitnya.

Elektroda : Zinc (-), manganese dioxide (+)

Elektrolit : Potassium hydroxide aqueous electrolyte

Fitur :

 memiliki energi 50-100 % lebih daripada zink karbon

 Keawetan baterai hingga 10 tahun

 Bagus untuk arus lemah ( < 400 mA)

8
Gambar 4. Baterai alkaline

Karekteristik discharge baterai Alkaline tampak pada grafik . Dari gambar tersebut
tampak bahwa kurva discharge dari baterai alkaline sangat curam.

Gambar 5. Kurva discharge baterai alkaline

Kelebihan dari baterai ini adalah

Pada proses pemakaian akan tetap pada rating yang dimiliki, meskipun

pemakaian tak menentu.

Pada pembebanan tinggi dan terus menerus, mampu memberikan umur

pelayanan 2-10 kali dari sel Leclanche.

9
Sangat baik dioperasikan pada temperature rendah samapai -20° C.

2.2.1.2. Baterai Sekunder

Ada 2 jenis baterai sekunder yaitu baterai sekunder basah dan baterai sekunder
kering.

Baterai Sekunder (Basah) :

1.Baterai Lead Acid (Accumulator)

Akumulator (accu, aki) adalah sebuah alat yang dapat menyimpan energi (energi
listrik) dalam bentuk energi kimia. Aki termasuk elemen sekunder basah, yaitu elemen
elektrokimia yang dapat diperbaharui bahan-bahan pereaksinya sehingga harus diberi
muatan terlebih dahulu sebelum digunakan.

2.Baterai Ni-MH (Nickel Metal Hydride)

Sebuah nikel-metal hidrida baterai, disingkat NiMH, adalah jenis baterai isi ulang
mirip dengan baterai nikel-kadmium (NiCd), tetapi memiliki hidrogen yang menyerap
paduan untuk elektroda negatif bukan kadmium. Seperti dalam baterai NiCd, elektroda
positif adalah nikel oxyhydroxide (NiOOH). Sebuah baterai NiMH bisa memiliki dua
sampai tiga kali kapasitas dari NiCd ukuran setara dan efek memori tidak begitu
signifikan. Namun, dibandingkan dengan baterai lithium-ion, kepadatan energi
volumetrik lebih rendah dan selfdischarge yang lebih tinggi. Reaksi elektroda negatif
yang terjadi dalam baterai NiMH adalah sebagai berikut:

H2O + M + e-↔ OH-+ MH.

Elektroda dibebankan dalam arah yang benar dari persamaan ini dan dibuang ke arah
kiri. Nikel oxyhydroxide (NiOOH) membentuk elektroda positif dan reaksi yangsesuai
adalah:

Ni (OH) 2 + OH-↔ NiOOH + H2O + e-.

10
Perbandingan antara baterai Ni-Cd dan Ni-MH

Baterai NiCD

 Generasi pertama dari baterai sekunder

 ukuran dan beratnya yang besar

 Digunakan untuk ponsel – ponsel lama

 Memiliki permanent memory effect (di charge hanya saat baterai

benar2 habis

Baterai NiMH

 Generasi ke dua dari baterai sekunder

 Ukuran dan beratnya lebih ringan

 Digunakan untuk ponsel menengah ke bawah

Tabel 1. perbandingan baterai NiCd dengan baterai NiMh

2.2.2. Tahanan dalam baterai

Baterai tanpa beban

11
Rangkaian (1). Baterai terukur 12 V

Baterai dibebani

Rangkaian (2). Setelah ditambahkan R tegangan terukur < 12 V

karena ada tahanan dalam baterai rd, Sehingga rangkaian pengganti adalah sebagai
berikut

12
i (8)
R  rd

Rangkaian (3). dengan hambatan dalam (rd)

Jika rd ada ,maka nilai v terukur < 12 v

12
Vterukur  ixR
12
Vterukur  R (9)
R  rd

2.2.3. Kapasitas baterai

Contoh : Baterai dengan 12 V, 40 Ah. Artinya energi yang bisa dsimpan baterai
dalam waktu 1 jam adalah

12 V x 40 Ah x 1 h = 480 W.h (VAh)

Dalam SI : 480 W x 3600 s = 1.728.000 Joule= 1728 KJ

Tipe Kapasitas (mAh) Density (Wh/kg)

Alkaline AA 2850 124

NiCd AA 750 41

NiMH AA 1100 51

Lithium ion 1200 100

Lead acid 2000 30

Tabel 2. Kapasitas baterai

Seperti yang di rekomendasikan oleh CCIR untuk penggunaan pada sistem catu
daya telekomunikasi, terdapat dua jenis baterai, yaitu baterai basah dan baterai kering.

Baterai Basah

Baterai Timbal-sulfat (Lead-acid) dan Baterai Alkali (Alkaline Baterai)

Baterai Kering

13
Baterai jenis ini tidak memerlukan pemeliharaan rutin

2.3. Sistem Catu daya pada perangkat elektronik

Gambar 6. sistem catudaya elektronik

Sistem power supply mempunyai input AC atau DC dan mempunyai output DC,
untuk suplai rangkaian elektronik seperti pada gambar 7. Pada sistem power suply
terdapat beberapa bagian utama sehingga dapat menghasilkan keluaran supply yang
terregulasi. Bagian pertama adalah rectifier yang bertugas menyearahkan suplai, pada
rangkaian inidihasilkan keluaran daya DC yang belum terregulasi. Untuk itu,
diperlukan regulation circuit yang berfungsi meregulasi keluaran akhir.

14
Gambar 7. Blok sistem catu daya

Rectifier

 Mengubah bentuk sinus AC menjadi DC pulsa.

 Ada banyak macam bentuk rcetifier, tetapi yang umum dengan dioda.

 Macam dan type rectifier dibahas kemudian.

Filter

 Hasil dari rectifier yang sudah DC namun masih berupa pulsa pulsa dalam nilai
yang tetap, tidak seperti batere.

 Sebuah filter digunakan untuuk menghilangkan pulsa tersebut dan membuat output
konstan.

 Filter yang dipakai biasanya sebuah capacitor.

Regulator

 regulator adalah rangkaian yang membantu memelihara nilai output tegangan yang
constant.

 Perubahan beban atau input AC menyebabkan output yang bervariasi.

 Banyak perangkat elektronk tidak tahan terhadap variasi tegangan. Jadi harus pada
tegangan yang konstan.

 Walaupun input tegangan bervariasi, maka regulator tetap akan memberikan nilai

tegangan output yang fix.

15
Proses penyearahan (rectifier)

Gambar 8. Rectifier

Direkomendasikan menggunakan penyearahan gelombang penuh (sedikit ripple),


jika penyearah ½ gelombang tidak efisien dan menyebabkan magnetisasi DC pada
trafo.

2.4. Sistem Kerja Radiasi Pada Handphone

Dilansir CDC, Rabu (29/4/2015), ponsel menggunakan radiasi frekuensi radio


(RF) untuk mengirim sinyal. RF berbeda dari jenis radiasi lainnya seperti sinar-x yang
kita kenal bisa berbahaya.

Saat pengguna ponsel sedang melakukan komunikasi, gelombang sinyal suara


yang dihasilkan dari pengguna ponsel akan merambat di udara. Gelombang sinyal
suara tersebut akan diterima oleh microphone untuk diubah menjadi gelombang
elektromagnetik dan akan dilanjutkan kepada bagian audio processor untuk dikuatkan
dan diproses. Jika pengguna ponsel melakukan SMS, maka perintah yang diketik oleh
pengguna ponsel kepada keyboard akan di proses oleh CPU (Central Proccesor Unit).

Sinyal data informasi akan dicampur dengan sinyal pembawa oleh RF(Radio
Frequency) processor. Sinyal pembawa pada teknologi GSM mempunyai kisaran
frekuensi 900-1900 MHz. Sinyal data informasi yang sudah dicampur dengan sinyal
pembawa akan diterima oleh base station. Jarak ponsel kepada base station cukup jauh.

16
Maka sinyal tersebut harus betul-betul kuat agar dapat diterima oleh base station. Maka
sinyal tersebut harus diperkuat oleh PA (Power Amplyfier). Bila penguatan akhir pada
bagian pengiriman tidak berfungsi dengan baik maka ponsel tidak akan bisa
meregistrasikan jaringan kepada operator.

Setelah dikuatkan, sinyal akan dilanjutkan kepada antenna switch untuk


dihubungkan kepada antena. Antenna switch dapat dianalogikan seperti bandara, di
mana pada bagian transmisi data informasi pada ponsel terdapat dua jalur, yaitu
penerimaan dan pemancaran. Maka tanpa adanya antenna switch, sinyal yang diterima
dengan sinyal yang akan dipancarkan akan saling bertabrakan. Sinyal selanjutnya akan
dipancarkan melalui antena kepada base station.

2.4.1. Penerimaan Data Informasi.

Sinyal informasi yang dipancarkan base station akan diterima terlebih dahulu oleh
antena ponsel. Selanjutnya akan diteruskan kepada antenna switch untuk diteruskan
kepada LNA. Agar sinyal dapat diterima dengan baik oleh bagian RF, sinyal
yang dipancarkan oleh base station akan dikuatkan terlebih dahulu oleh LNA (Low
Noise Amplyfier). LNA juga dapat berfungsi sebagai pemotong noise (desah). Sinyal
yang dihasilkan oleh LNA masih tercampur dengan sinyal pembawa. Agar dapat
diproses oleh bagian DSP (Digital Signal Proccesor) maka sinyal data informasi harus
dipisahkan terlebih dahulu oleh RF processor. Sistem ini dinamakan dengan
demodulasi.

Sinyal data informasi akan dikonversikan menjadi berbentuk sinyal digital. Pada
bagian RF, sinyal masih menggunakan berbentuk analog sedangkan pada bagian
prosesor utama karakternya berbentuk digital. Selanjutnya sinyal data informasi yang
telah dikonversikan akan dilanjutkan kepada bagian prosesor utama (CPU). Bila sinyal
data informasi tersebut adalah suara maka akan dilanjutkan kepada audio amplifier.
Sinyal audio tersebut akan diubah menjadi gelombang elektromagnetik, selanjutnya
akan dihubungkan kepada speaker agar sinyal elektromagnetik tersebut menjadi sinyal
suara yang merambat di udara agar dapat didengar oleh telinga manusia.

2.4.2. Dampak Radiasi Handphone pada kesehatan

17
Ponsel menggunakan gelombang elektromagnetik dalam mengirim dan menerima
pesan. Gelombang elektromagnetik ini dapat menyebabkan pemanasan pada jaringan
tubuh. Jaringan tubuh dipanaskan oleh rotasi dari molekul polar yang disebabkan oleh
medan elektromagnetik. Pada saat seseorang sedang menelepon dengan ponsel, efek
pemanasan ini akan terjadi pada permukaan kepala dan mengakibatkan kenaikan suhu.
Otak memiliki kemampuan untuk membuang kelebihan panas melalui sirkulasi darah.
Namun, kornea mata tidak memiliki pengaturan suhu dan dari percobaan pada kelinci,
ditemukan bahwa radiasi ponsel dapat menyebabkan katarak.

Pengamatan lebih jauh mengenai dampak radiasi elektromagnetik ponsel terhadap


tubuh manusia, ternyata mempunyai kemiripan dengan dampak radiasi
elektromagnetik yang ditimbulkan oleh radar. Dampak tersebut adalah kemampuan
radar mengagitasi molekul air yang ada dalam tubuh manusia. Sel-sel yang terdapat
dalam tubuh manusia sebagian besar mengandung air. Agitasi ditimbulkan oleh radiasi
elektromagnetik. Kalau intensitas radiasi elektromagnetiknya cukup kuat, maka
molekul-molekul air terionisasi, dampak yang ditimbulkan mirip dengan akibat yang
ditimbulkan oleh radiasi nuklir. Peristiwa agitasi oleh gelombang mikro yang perlu
diperhatikan adalah yang berdaya antara : 4 mW/cm2 ~ 30 mW/cm2. Agitasi bisa
menaikkan suhu molekul air yang ada di dalam sel-sel tubuh manusia dan ini dapat
berpengaruh terhadap kerja susunan syaraf, kerja kelenjar dan hormon serta
berpengaruh terhadap psikologis manusia. Hal-hal inilah yang kemungkinan diduga
sebagai penyebab timbulnya penyakit Alzheimer atau kepikunan dini.

Penelitian ini dilakukan oleh 12 lembaga reset, 7 diantaranya ada di Eropa selama 4
tahun. 1996, Universitas of Washington, Seattle menemukan bahwa EMR dalam
bentuk energi gelombang radio rendah terbukt bisa merusak DNA. Kelompok risetb
Jerman, Verum mencoba mempelajari efek radiai HP terhadap sel-sel tubuh manusia.
Hasilnya sel-sel tubuh yang terkena paparan gelombang elektromagnetik seperti pada
HP mengalami kerusakan yang signifikan. Bahkan mutasi sel-sel ini bias menjadi
penyebab timbulnya kanker. Pancaran radiasi yang digunakan dalam penelitian berada
pada level 0,3-2 watt/kg, sementara pada HP memancarkan sinyal radio atau SAR
(Spesifik Absortion Rate) yang berada pada level 2 watt/kg. Beberapa akibat buruk
yang biasa terjadi pada tubuh manusia menurut sejumlah penelitian antara lain
meningkatkan resiko terkena tumor telinga , kanker otak, berpengaruh buruk pada

18
jaringan otak, mengakibatkan meningioma, neurioma akustik, acoustic melanoma dan
kanker ludah.

Sebenarnya semua handphone yang beredar masih bias dkategorikan “aman”


karena tingkat SAR-nya masih dibawah 1,6 watt/kg. Meskipun demikian ada beberapa
orang yang merasa agak pusing atau telinganya panas setelah menggunakan
handphone-handphone yang dikategorikan “aman” tersebut. Jadi yang betul-betul
aman (bukan sekedar aman saja) adalah tingkat radasinya dibawah 1 watt/kg. Maka
dari itu untuk memisahkan yang “aman” dan yang “betul-betul aman”, dibuatlah tabel
dibawah ini. Untuk lebih jelasnya lihat pengaruh posisi antenna terhadap resiko kanker
otak.

Beberapa institusi juga menyatakan bahwa radiasi dari penggunan HP tidak


berbahaya. Dan memang radiasi HP tersebut, yang tergolong gelombang RF, tidak
cukup berbahaya. Tapi bukan berarti kemungkinan adanya efek samping tidak ada.
Radiasi RF pada level tinggi dapat merusak jaringan tubuh. Radiasi RF punya
kemampuan untuk memanaskan jaringan tubuh seperti oven microwave memanaskan
makanan. Dan radiasi tersebut dapat merusak jaringan tubuh, karena tubuh kita tidak
diperlengkapi untuk mengantisipasi sejumlah panas berlebih akibat radiasi RF.
Penelitian lain menunjukkan radiasi non-ionisasi (termasuk gelombang RF)
menimbulkan efek jangka panjang.

Sungguh tragis mendapati bahwa handphone (HP) yang setiap hari kita pakai
ternyata memiliki radiasi yang cukup mematikan dalam jangka panjang kita tidak
berhati-hati menggunakannya. Yang juga mengejutkan adalah radiasi HP ternyata juga
bias dipakai untuk mematangkan sebutir telur seperti microwave.

Untuk membuktikannya, dibutuhkan:

 1 butir telur dan 2 HP. Telur diletakkan di tengah-tengah kedua HP.


 65 menit percakapan ke 2 HP tersebut.
 Telur tersebut telah matang dan siap dimakan. Otak kita jg akan menjadi
matang bila terus menerus ditempelkan pada HP. Otak dan telur sama-sama
mengandung jumlah air dan protein.
 Mulailah panggilan antara kedua HP selama kurang lebih 65 menit

19
 15 menit tidak terjadi apa-apa
 Setelah 25 menit telur mulai hangat, setelah 45 menit, buktikan sendiri!

Pada HP terdapat istilah transmitter yang mengubah suara menjadi gelombang


sinusoidal kontinu yang kemudian dipancarkan keluar melalui antenna dan gelombang
ini berfluktuasi melalui udara. Gelombang RF(radio frequency) inilah yang
menimbulkan radiasi elektromagnetik.

Berikut beberapa penyakit dan kelainan yang berpotensi timbul karena radiasi HP:

1. Kanker
2. Tumor otak
3. Alzheimer
4. Parkinson
5. Fatigue (terlalu capai)
6. Sakit kepala

Penelitian yang berbeda menghasilkan hasil yang berbeda. Ada yang menyatakan
radiasi HP lebih banyak menyebabkan kanker dan kelainan. Ada yang menyatakan
bahwa radiasi HP tidak berhubungan dengan kanker. Terlepas dari mana yang benar
atau salah tentu kita sebaiknya perlu untuk bersikap waspada dan mengantisipasi.

Beberapa pengguna ponsel telah melaporkan bahwa mereka merasakan berbagai


gejala saat menggunakan atau setelah penggunaan ponsel, yaitu panas dan kesemutan
pada kulit kepala, kelelahan, gangguan tidur, pusing, sakit kepala, malaise, dan
takikardiak(jantung berdebar-debar). Laporan ini sedang diteliti penyebabnya, apakah
benar karena radiasi ponsel atau karena stres.

Berbagai percobaan telah dilakukan oleh para ahli untuk mengatahui pengaruh
radiasi ponsel bagi kesehatan. Pada penggunaan jangka pendek, radiasi ponsel memang
tidak menyebabkan penyakit yang berarti. Tetapi pada penggunaan jangka panjang,
radiasi ponsel dapat memicu penyakit acoustic neuroma (sejenis tumor otak). Dr.
Lennart Hardell, seorang peneliti Swedia, mengemukakan bahwa penggunaan ponsel
selama satu jam per hari dalam kurun waktu sepuluh tahun dapat meningkatkan resiko
terkena tumor otak.

20
Penelitian mengenai pengaruh gelombang mikro terhadap tubuh manusia
menyatakan bahwa untuk daya sampai dengan 10 mW/cm2 masih termasuk dalam nilai
ambang batas aman. Nilai ambang batas aman sebesar 10 mW/cm2 ini berlaku di
Amerika, sedangkan untuk negara-negara lain belum dicapai kata sepakat berapa
sebenarnya nilai ambang batas aman tersebut. Sebagai contoh, Rusia menetapkan nilai
ambang batas aman adalah 0,01 mW/cm2, jauh lebih kecil (1/1000 nya) nilai ambang
batas aman yang ditetapkan oleh Amerika. Jadi mengenai penetapan nilai ambang batas
aman masih perlu diteliti lebih jauh lagi, demi keselamatan pemakai gelombang mikro
termasuk pula terhadap pemakaian ponsel.

21