Anda di halaman 1dari 10

20

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode diskriptif dengan rancangan cross

sectional, untuk mengetahui persepsi masyarakat pengguna pelayanan kesehatan

terhadap peran perawat di Poli umum Puskesmas Tanjung Puri. Pengumpulan data

dilakukan dengan metode kuantitatif dilengkapi dengan kualitatif.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Poli Umum Puskesmas Tanjung Puri, Sintang,

Kalimatan Barat, dari tanggal 8 Agustus sampai dengan tanggal 19 Agustus 2005.

C. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang berkunjung ke Poli

Umum Puskesmas Tanjung Puri pada minggu ke 2 dan ke 3 bulan Agustus 2005.

Sampel penelitian adalah masyarakat yang berkunjung ke Poli Umum Puskesmas

Tanjung Puri pada minggu ke 2 dan ke 3 bulan Agustus 2005, dengan kriteria

inklusi : bersedia menjadi responden, umur 15 tahun ke atas, bisa membaca dan

menulis, dapat berkomunikasi secara lisan, pernah berkunjung ke Poli Umum

minimal 2 kali dalam 1 tahun terakhir. Sedangkan kriteria eksklusi penelitian

adalah pasien sakit berat, pasien yang dirujuk ke rumah sakit.


21

Pemilihan sampel dengan accidental sampling, dan penentuan besarnya

sampel menggunakan rumus :

N
n =
1 + N (d2)

Keterangan :

N = Besarnya populasi

n = Besarnya sampel

d = Tingkat kepercayaan/ketepatan yang diinginkan (0,05)

(Notoatmodjo, 2002)

Besar populasi 169 orang, sehingga dengan perhitungan statistic d = 0,005, N =

169; sehingga d2 = 0,025 maka besarnya n (sampel) adalah :

169
n = = 40
. 1 + 169 . 0,025

Dengan asumsi 10% sebagai antisipasi, maka besarnya sampel yang diperlukan

menjadi : n = 1/(1-0,10) x 40 = 44,44. Dari perhitungan tersebut didapatkan

besarnya sampel dalam penelitian ini adalah 45 orang, sedangkan yang dilakukan

wawancara sebanyak 5 orang.

D. Variabel Penelitian

Penelitian ini menggunakan variabel tunggal, yaitu persepsi masyarakat

pengguna pelayanan kesehatan terhadap peran perawat di Poli Umum Puskesmas,

dengan sub variabel penelitian peran perawat sebagai pelaksana dan peran

perawat sebagai pendidik.


22

E. Definisi Operasional

1. Persepsi masyarakat pengguna pelayanan kesehatan adalah tingkatan

pendapat atau pandangan pasien terhadap peran perawat di Poli Umum, dapat

diukur dengan skala ordinal.

2. Peran pelaksana merupakan seperangkat tingkah laku/tindakan yang

dilaksanakan oleh perawat di poli umum Puskesmas Tanjung Puri, yang

meliputi : bersikap ramah (senyum, salam, sapa), menanyakan keluhan utama,

mengukur tekanan darah, suhu, nadi, menimbang berat badan, mengukur

tinggi badan, mengatur ruangan (menutup gorden), menjelaskan prosedur dan

tidakan yang akan dilakukan, mendampingi pasien saat diperiksa oleh dokter,

menjaga rahasia, memberikan pengobatan, mencatat hasil pemeriksaan

pasien, diukur dengan skala ordinal.

3. Peran pendidik adalah perawat memberikan informasi/penyuluhan kepada

pasien/keluarga tentang penyakit yang diderita, cara penggunaan dan efek

samping obat, pencegahan penyakit, upaya-upaya yang dilakukan untuk

membantu proses penyembuhan, diukur dengan skala ordinal.

4. Persepsi masyarakat terhadap peran perawat secara umum adalah bagaimana

pandangan masyarakat terhadap pelayanan yang dilakukan perawat.

F. Instrumen Penelitian

1. Alat ukur

Penelitian ini dilakukan dengan pengukuran persepsi masyarakat

pengguna pelayanan kesehatan terhadap peran perawat, dengan menggunakan:


23

a. Kuesioner

Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif. Kuesioner

dikembangkan sendiri oleh peneliti berdasarkan konsep teori dan definisi

operasional, terdiri dari pernyataan-pernyataan tentang data demografi :

jenis kelamin, umur, dan pendidikan. Pertanyaan terstruktur yang

berhubungan dengan persepsi peran perawat sebagai pelaksana 12

pernyataan, dan peran perawat sebagai pendidik 10 pernyataan. Setiap

pernyataan disediakan empat alternatif jawaban menggunakan skala

likert dengan skor sesuai tabel berikut :

Tabel 1. Pedoman Pemberian Skor pada Kuesioner

Nilai
Pilihan Jawaban Keterangan
Favorable Unfavorable
SS 4 1 Sangat setuju
S 3 2 Setuju
TS 2 3 Tidak setuju
STS 1 4 Sangat tidak setuju

b. Pedoman Wawancara

Wawancara mendalam dimaksudkan untuk mengetahui persepsi

masyarakat pengguna pelayanan terhadap peran perawat secara umum, dan

sebagai triangulasi dari data kuesioner. Untuk memperoleh data yang

valid, lengkap dan tidak keluar dari topik yang diteliti dilakukan

penyusunan pedoman wawancara yang terdiri dari 6 pertanyaan.

2. Uji validitas dan reliabilitas

Untuk memperkecil terjadinya bias dalam pengukuran, maka dilakukan

uji validitas dan reliabilitas. Uji coba dilaksanakan tanggal 6 Juli sampai
24

tanggal 8 Juli 2005, pada responden yaitu masyarakat yang berkunjung ke Poli

Umum Puskesmas Tanjung Puri sebanyak 20 orang. Data diolah dengan

menggunakan program statistik korelasi “Pearson Correlation”, untuk uji

reliabilitas dengan menggunakan Cronbach-Alpha dengan program yang

sama. Uji kuesioner dikatakan valid apabila nilai r = 0,004 (Sugiono, 2004),

dari 26 item pernyataan, dinyatakan sahih 22 pernyataan dan 4 pernyataan

dinyatakan gugur, 2 pernyataan peran perawat sebagai pelaksana dan 2

pernyataan peran perawat sebagai pendidik..

Uji pemahaman pedoman wawancara yang akan digunakan dilakukan

dengan rekan peneliti, dari diskusi dicari petunjuk pertanyaan yang harus

diperbaiki, dieliminasi dan ditambahkan.

G. Cara Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti sendiri, data kuantitatif pada

penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Pada saat

pendaftaran di loket peneliti mengidentifikasi mana yang sesuai dengan kriteria

inklusi. Responden diberi penjelasan tentang tujuan penelitian, selanjutnya

responden diminta menandatangani informed consent, kuesioner diberikan kepada

responden, selanjutnya responden mengisi kuesioner sesuai petunjuk pengisian

dan setelah selesai dikembalikan langsung kepada peneliti.

Untuk melengkapi instrumen kuesioner dan mendapat data tentang

persepsi masyarakat pengguna pelayanan kesehatan terhadap peran perawat secara

umum di Poli Umum peneliti melakukan triangulasi dengan wawancara kepada 5


25

responden yang dipilih dari 45 orang yang mengisi kuesioner. Pelaksanaan

wawancara dilakukan berdasarkan pedoman wawancara yang telah disusun,

dengan menggunakan alat bantu tape recorder setelah meminta izin kepada

responden, alat tulis dan note book untuk mencatat tanggapan dan pendapat

responden.

H. Jalannya Penelitian

Pelaksanaan penelitian dimulai setelah dilakukan pengujian instrumen

penelitian. Semua item yang valid dan reliabel digunakan untuk penelitian

sebenarnya. Pengumpulan data dimulai saat pendaftaran di loket untuk

menyeleksi pasien yang dapat dijadikan subjek penelitian, kemudian melakukan

pendekatan dengan responden.

1. Pelaksanaan pengumpulan data kuantitatif

Pengumpulan data dilakukan pada 45 responden secara accidental. Peneliti

memberikan penjelasan maksud dan tujuan pelaksanaan penelitian,

memberikan lembar permohonan menjadi responden dan lembar persetujuan

menjadi responden untuk di isi bila bersedia. Menjelaskan cara pengisian

angket. setelah kuisioner di isi dan dikumpulkan kembali serta diperiksa

apabila ada item yang belum di isi, responden dipersilahkan mengisi kembali.

2. Pelaksanaan pengumpulan data kualitatif

Pengumpulan data kualitatif dengan wawancara, dilaksanakan di ruang

Laboratorium, dipilih secara acak 5 orang dari 45 responden yang telah

mengisi kuesioner.
26

I. Pengolahan dan Analisis Data

Jenis data yang ditampilkan adalah dari kuesioner atau data primer dimana

data hanya didapatkan langsung dari responden dan masih dalam keadaan mentah,

oleh karena itu perlu diolah agar dapat memberikan arti dalam menyimpulkan

problem penelitian. Hasil pengolahan data disajikan dalam bentuk tabel dan

narasi. Adapun langkah-langkah pengolahan dan analisa data kuantitatif adalah

sebagai berikut :

1. Seleksi data

Setelah angket terkumpul, maka angket tersebut diseleksi untuk mengetahui

kemungkinan apakah angket diisi dengan tidak sesuai petunjuk sehingga akan

menyulitkan kelancaran penelitian.

2. Pengkodean

Pemberian kode terhadap data-data yang sudah diedit untuk mempermudah

dalam mentabulasi data.

3. Tabulasi data

Mentabulasi data yang diperoleh dari pengisian kuesioner oleh responden,

meliputi:

a. Memberikan skor (scoring) terhadap item-item yang perlu diberi skor

dengan cara mengubah tingkat persetujuan ke dalam nilai kuantitatif.

b. Setelah data terkumpul dalam tabel dilakukan pengolahan data.

c. Menghitung jumlah skor jawaban dan mempersentasi tiap pertanyaan.

d. Menghitung persentasi rata-rata per sub variabel

e. Menghitung persentasi total dari semua jawaban kuesioner dengan rumus :


27

ΣX
X =

N
Keterangan :

X = Nilai persentasi

Σ X = Jumlah nilai jawaban

N = Jumlah total skore

f. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan statistik sederhana

yaitu analisis prosentase dengan kriteria Baik (76-100%), cukup (56-75%),

Kurang baik (40-55%) dan tidak baik (kurang dari 40%) (Arikunto, 2002).

g. Melakukan analisa dan interpretasi data sesuai perhitungan dari variabel

sehingga mendapatkan gambaran tentang hasil penelitian.

h. Selanjutnya dilakukan triangulasi dari hasil wawancara mendalam, untuk

data yang diperoleh dari wawancara akan dibuat transkrip atau kutipsn

kemudian dianalisis dalam bentuk open coding, kategori dan core kategori

untuk menyimpulkan hasil.

J. Pelaksanaan Penelitian

1. Tahap persiapan

Tahap persiapan meliputi konsultasi dengan dosen pembimbing, mengurus ijin

studi pendahuluan, studi pendahuluan di Puskesmas Tanjung Puri, studi

kepustakaan, menyusun proposal dan jadwal kerja, menyusun instrumen

penelitian.
28

2. Tahap uji coba penelitian

Pada tahap ini, peneliti melakukan uji coba alat ukur pada masyarakat yang

datang ke poli umum Puskesmas Tanjung Puri yang mempunyai karakteristik

sama dengan subyek penelitian.

3. Tahap pelaksanaan

Menentukan responden yang akan diteliti yang memenuhi kriteria inklusi,

Kuesioner dibagikan kepada responden, setelah kuesioner terkumpul semua

di cek kelengkapan data yang ada, setelah itu dilakukan pengolahan dengan

memberi kode/nilai dan dijumlah kemudian dilakukan analisa data.

Wawancara mendalam dilaksanakan di ruangan tata usaha Puskesmas

Tanjung Puri selama 15 menit per responden. Wawancara diawali dengan

perkenalan pada tiap-tiap respoden yang diwawancarai. Responden yang

diwawancarai diambil secara acak dari sebagian sampel , pertanyaan yang

diajukan sesuai dengan pedoman wawancara medalam yang terdiri dari 5

pertanyaan. Selama wawancara, dilakukan perekaman menggunakan alat

bantu tape recorder setelah mendapat persetujuan responden dan dilakukan

pencatatan tentang hal-hal yang penting.

K. Hambatan Penelitian

Pelaksanaan Penelitian mengalami keterlambatan dari jadwal semula yang

dijadwalkan pada minggu ke 3 dan ke 4 bulan Juli 2005 baru dapat terlaksana

minggu ke 2 dan ke 3 bulan Agustus 2005 dikarenakan prosedur perizinan

penelitian yang mengalami sedikit hambatan karena panjangnya birokrasi .


29

Masih ada pasien tidak memiliki Family Forder (Register), akibatnya ada

pasien yang seharusnya telah berkunjung lebih dari 2 kali tidak dapat dijadikan

responden, bila petugas loket belum datang biasanya pasien langsung dibawa ke

poli umum untuk diberikan pelayanan, hal ini menyulitkan untuk mengidentifikasi

pasien mana yang dapat dijadikan responden.

L. Kelemahan Penelitian

Kelemahan penelitian ini adalah :

1. Tidak membandingkan perbedaan persepsi antara responden yang baru

pertama kali berkunjung dengan yang sering berkunjung, sehingga tidak

menggambarkan bagaimana pengaruh seringnya berkunjung dengan persepsi

pengguna pelayanan kesehatan.

2. Peneliti tidak menggunakan asisten dalam menyebarkan kuesioner dan

wawancara, sehingga responden mengetahui status peneliti sebagai perawat/

mahasiswa perawat, hal ini bisa menyebabkan bias.

3. Responden yang diwawancarai hanya 5 orang, sehingga hasilnya kurang

mewakili dan tidak semua persepsi dapat dieksplorasi oleh peneliti.