Anda di halaman 1dari 2

Sampah adalah material sisa yang sudah tidak dipakai dan harus

dibuang, sampah pada umumnya dihasilkan oleh aktifitas manusia (Widarti


dkk, 215). Sumber sampah dihasilkan industri, pasar, rumah tangga, dan lain-
lain. Sampah yang dihasilkan berupa sampah organik maupun non organik.
Salah satu penghasil sampah organik adalah pasar, pada suatu data
diperoleh hampir 40 m3/hari sampah organik dihasilkan oleh salah satu pasar
yang berada di Cirebon. Ini merupakan angka yang cukup besar dan belum
lagi ditambahkan dengan jumlah sampah organik yang dihasilkan dari pasar-
pasar lain diCirebon (Nurdianti dkk, 2017). Pengelolaan sampah perlu
mendapatkan perhatian lebih, salah satunya adalah pengelolaan sampah
organik.

Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik dengan


cara fermentasi. Pupuk organik adalah pupuk yang terdiri atas bahan-bahan
organik yang berasal dari tumbuhan maupun hewan. Sampah organik yang
diolah menjadi pupuk organik dengan cara fermentasi disebut kompos
(Yuniawati dkk, 2012). Proses pembuatan kompos dapat berjalan secra aerob
dan anaerobik. Kompos yang baik kompos yang sudah mengalami pelapukan
mempunyai ciri-ciri warna yang berbeda dengan warna bahan yang
membentuknya, tidak berbau, kadar air rendah, dan mempunyai suhu ruang.
Pupuk kompos memiliki keunggulan dapat mempertbaiki sifat fisik, kimia, dan
biologi tanah( Yuniawati dkk, 2012).

Pengomposan memanfaatkan mikrooranisme, melalui proses tersebut


bahan-bahan organik diubah menjadi pupuk kompos yang kaya akan zat
hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman ( Widarti dkk, 2015). Pembuatan
kompos dengan cara fermentasi menggunakan EM4, bahan dicampurkan
dengan EM4 dan ditempatkan disuatu tempat atau wadah tertutup diruangan
gelap agar terjadi pengomposan anaerob ( Yuniarti dkk, 2012).

Larutan EM4 mengandung organisme fermentasi yang jumlahnya


snagar banyak. EM4 merupakan larutan cair yang berwarna kuning
kecoklatan, dengan bau yang sedap, rasa asam manis dan tingkat keasaman
pH kurang dari 3,5 dan apabial cairan memiliki pH lebih dari 4,0 mka cairan
tersebut tidak bisa digunakan. EM4 sma sekali tidak berbahaya bagi
lingkungan karena EM4 tidak terbuat dari kultur campuran , bahakan Em4
bisa diminum langsung. Dengan menggunakan EM4 waktu pengomposan
dapat dipercepat (Yuniwati dkk, 2012). Sebelum dicampurkan dengan larutan
EM4, sampah organik harus dihancurkan menjadi butiran kecil terlebih dahulu
dengan cara pencacahan menggunakan alat pencacah.. pencacahan
dilakuakan untuk mempercepat proses dekomposisi ( Muktiningsih dkk, 2016).