Anda di halaman 1dari 32

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.

S DENGAN POST OP HEMOROID


DI RUANG KANTIL 1 RSUD KARANGANYAR

DISUSUN OLEH :

1. ADDINI NUR FADLILLAH ( S13 001 )


2. ADITIYA KURNIAWAN ( S13 002 )
3. REDITA KURNIAWATI ( S13 045 )

PRODI S-1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

KUSUMA HUSADA SURAKARTA

2016

1
BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.S DENGAN POST OP HEMOROID
DI RUANG KANTIL 1RSUD KARANGANYAR

Tgl/Jam MRS : 25 April 2016 / 17:30 WIB


Tanggal/Jam Pengkajian : 26 April 2016 / 13.00 WIB
Metode Pengkajian : Autoanamnesa dan Alloanamnesa
Diagnosa Medis : Hemoroid
No. Registrasi : 209962
I. BIODATA
1. IDENTITAS KLIEN
Nama Klien : Ny. S
Alamat : Kerten Rt 03/08 Jantiharjo
Umur : 47 tahun
Agama : Islam
Status Perkawinan : Kawin
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Buruh
2. Identitas Penanggungjawab
Nama : Tn. S
Umur : 48 tahun
Pendidikan : SLTA
Pekerjaan : Buruh
Alamat : Kerten, Rt 03/08 Jantiharjo
Hubungan dengan Klien : Suami

II. RIWAYAT KEPERAWATAN


1. Keluhan Utama
Pasien mengatakan nyeri dibangian anus
2. Riwayat Penyakit Sekarang

2
Pasien mengakatakan nyeri saat BAB sejak 4 hari yang lalu, Pasien
periksa ke sebuah klinik dokter umum, kemudian di rujuk ke IGD
RSUD Karanganyar pada hari Senin, 25 April 2016 dengan kondisi
sadar dengan keluhan sakit saat BAB dengan TD : 120/80 mmHg,
N : 72 x/menit, RR : 36 x/menit, dan S : 370 C. Mendapat terapi
cairan infus RL : 20 tpm. Pasien di diagnosa Hemoroid, kemudian
pasien di pindah ke bangsal Kantil 1 dan dilakukan operasi pada
tangal 26 April 2016. Ketika dikaji post OP didapatkan data TD :
120/80 mmHg, Nadi : 70 x/menit, RR : 36 x/menit, dan Suhu : 370
C. Pasien mengeluh nyeri.
3. Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien mengakatakan tidak ada penyakit kronis.
4. Riwayat Penyakit Keluarga
Pasien mengakatakan tidak ada keluarga yang memiliki riwayat
penyakit kronis.
Genogram:

Keterangan :
: Laki-laki

: Perempuan

3
: Menikah

: Punya anak

: Pasien perempuan berumur 52 tahun

: Tinggal serumah

: Meninggal

5. Riwayat Kesehatan Lingkungan


Pasien mengatakan tinggal di desa. Terdapat tempat pembuangan
sampah. Air minum yang digunakan adalah air sumur.

III. PENGKAJIAN POLA KESEHATAN FUNGSIONAL


1. Pola Persepsi dan Pemeliharan Kesehatan
Pasien mengatakan bahwa kesehatan itu penting. Pasien juga
mengatakan bahwa penyakitnya mengganggu aktifitasnya untuk
pergi bertani. Pasien mengatakan periksa ketempat pelayanan
kesehatan (pukesmas/klinik/ dokter umum) dengan anjuran dokter.
2. Pola Nutrisi/Metabolik
a. Sebelum Sakit
Frekuensi : 3x sehari
Jenis : Nasi, lauk dan sayur, air putih, teh.
Porsi : 1 porsi habis
Keluhan :-
b. Selama Sakit
Frekuensi : 3x sehari
Jenis : Nasi, buah, air putih, dan susu
Porsi : ½ porsi habis

4
Keluhan :-
3. Pola Eliminasi
a. BAB
1) Sebelum Sakit
Frekuensi : 2x sehari
Konsistensi : Lunak berbentuk
Warna : Kuning Kecoklatan
Keluhan : Tidak ada
2) Selama Sakit
Frekuensi : 1x sehari
Konsistensi : Keras berbentuk
Warna : Kuning kecoklatan
Keluhan :Nyeri saat BAB
b. BAK
1) Sebelum Sakit
Frekuensi : 4-5x sehari
Jumlah Urine : 300 cc sekali BAK
Warna : Kuning Jernih
Keluhan : Tidak ada keluhan
2) Selama Sakit
Frekuensi :-
Jumlah Urine : 500cc/7 jam
Warna : Kuning keruh
Keluhan : Tidak ada keluhan

5
4. Pola Aktifitas dan Latihan Selama Sakit
Kemampuan perawatan 0 1 2 3 4
diri

Makan/minum √

Mandi √

Toileting √

Berpakaian √

Mobilitas ditempat tidur √

Berpindah √

Ambulasi √

Ket:
0: Mandiri, 1: dengan alat bantu, 2: dibantu orang lain,
3: dibantu orang lain dan alat, 4: tergantung total.
5. Pola Istirahat Tidur
a. Sebelum Sakit : 6-7 jam, tidak ada pengguanaan obat tidur,
tidak ada gangguan tidur.
b. Selama Sakit : 4-5 jam tidur dalam sehari, kadang
terbangun karena nyeri di anusnya..
6. Pola Kognitif – Perseptual
Pasien mengatakan mengetahui tentang penyakitnya. Pasien
mengatakan nyeri pada anus dengan skala nyeri 7. Nyeri dirasakan
ketika pasien buang air besar , nyeri terasa seperti ditusuk tusuk.
Pasien tampak meringis kesakitan, Pasien juga tampak gelisah.
Pasien mengatakan takut ketika melihat darah saat BAB. Pasien
takut jika terjadi apa-apa pada dirinya.
7. Pola Persepsi Konsep Diri

6
a. Gambaran Diri : Pasien mengatakan tidak mau sakit seperti
ini. Pasien ingin kembali menjadi ibu rumah tangga.
b. Ideal Diri : Pasien mengatakan ingin cepat sembuh dan
cepat pulang.
c. Peran Diri : Sebelum sakit, pasien adalah seorang ibu,
dan bekerja sebagai buruh.
d. Identitas Diri : Pasien menyadari sebagai seorang ibu.
e. Harga Diri : Pasien mengatakan tetap percaya diri dan
semangat untuk sembuh.
8. Pola Peran dan Hubungan
a. Sebelum Sakit : Pasien mengatakan hubungan dengan
warga sekitar baik-baik saja dan pasien mengatakan hubungan
dengan keluarga sangat harmonis.
b. Selama Sakit : Pasien mengatakanberhubungan dengan
pasien lain maupun tetangga dan tenaga kesehatan baik-baik
saja. pasien tampak dijenguk oleh keluarga dan tetangga
9. Pola Seksualitas Reproduksi
Pasien mengatakanmempunyaki 2 anak (1 anak laki-laki dan 1
anak perempuan) dan 1 suami.
10. Pola Mekanisme Koping
a. Sebelum Sakit : Pasien mengatakan ketika ada masalah
selalu dibicaraan dengan keluarganya.
b. Selama Sakit : Pasien mengatakan masuk rumah sakit
ingin berobat agar cepat sembuh dari penyakitnya dan
mengikuti segala perintah dari dokter.
11. Pola Nilai dan Kepercayaan
a. Agama : Islam
b. Sebelum Sakit : Pasien mengatakan sholatnya belum
lengkap.
c. Selama Sakit : Pasien mengatakan sholatnya belum
lengkap tapi berdoa terus ingin cepat sembuh.

7
IV. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan/Penampilan Umum
a. Kesadaran : Composmentis, GCS : 15, E : 5, V :
5, M : 5.
b. Tanda-Tanda Vital
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Nadi
- Frekuensi :70x/menit
- Irama : Teratur
- Kekuatan : Kuat
Pernafasan
- Frekuensi : 36 kali per menit
- Irama : Teratur dan cepat
Suhu : 37˚ C
Analisa : Tidak ada kelainan.
Kepala
Bentuk Kepala : Mesosefal
Kulit Kepala : Bersih
Rambut : Hitam, Putih
Analisa : Tidak ada kelainan.
2. Muka
a. Mata
Palpebra : Kehitaman
Konjungtiva : Merah muda
Sclera : Putih
Pupil : Isokor
Diameter ki/ka : 3mm
Reflek Terhadap Cahaya : Ada
Penggunaan alat bantu penglihatan : Tidak ada alat bantu
b. Hidung : Simetris, bersih, tidak ada pernapasan cuping
Hidung.

8
c. Mulut : Bibir hitam, mukosa mulut lembab, tidak sianosis,
tidak ada stomatitis.
d. Gigi : Kotor.
e. Telinga : Simetris, bersih, tidak ada gangguan pendengaran.
Analisa : Dalam keadaan baik (tidak terjadi gangguan)
3. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada
pembesaran limfe, tidak ada gangguan untuk
menelan.
Analisa : Tidak terjadi gangguan atau kelainan.
4. Dada (Thorax)
a. Paru-paru
Inspeksi : Simetris, tidak ada jejas, tidak adaotot bantu
pernafasan.
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan, tidak ada massa, vocal
fremitus sama.
Perkusi : Suara sonor.
Auskultasi : Suara nafas vesikuler.
Analisa : Tidak terjadi kelainan/gangguan pada paru-paru.
b. Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak, retraksi dada seimbang.
Palpasi : Ictus cordis tidak teraba.
Perkusi : Suara pekak.
Auskultasi : Bunyi B1 B2 normal tidak ada tambahan.
Analisa : Tidak ada gangguan pada jantung.
5. Abdomen
Inspeksi : Perut datar, kulit sawo matang, tidak ada strie,
umbilikus bersih, terdapat luka insisi pada
suprapubis.
Auskultasi : Bising usus 20x/menit.
Perkusi : Timpani.
Palpasi : Tidak ada distensi kandung kemih.

9
6. Genetalia :Bersih, Terpasang DC ukuran 16.
Analisa : Tidak terjadi gangguan saluran kemih
7. Rektum : Kemerahan, bengkak.
Analisa : Terjadi perubahan integritas kulit
8. Ekstremitas
Atas
Kekuatan otot kanan dan kiri : Seimbang dengan skala 5.
Terpasang infus di kiri RL makro 20 TPM
ROM kanan dan kiri : ROM aktif.
Perubahan bentuk tulang : Tidak ada.
Perabaan Akral : Akral hangat.
Pitting edema :-

Bawah
Kekuatan otot kanan dan kiri : Seimbang dengan skala 5.
ROM kanan dan kiri : ROM aktif.
Perubahan bentuk tulang : Tidak ada.
Perabaan Akral : Akral hangat
Pitting edema :-

10
V. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Hasil Laboratorium
Hari/Tan Harga Keterang
Jenis Pemeriksaan Hasil Satuan
ggal/Jam Normal an Hasil
Rabu, 07- 1. Hemoglobin 13.0 g/% 12.00-16.00 Normal
10-2015 2. Hematrokrit 40,4 vol% 37.00-47.00 Normal
3. Lekosit 8,17 /mm3 5-10 Normal
4. Trombosit 257 mm3 150-300 Normal
5. Eritrosit 4,27 juta/ul 400-500 Normal
6. MPV 8,5 fL 6,5-12.00 Normal
7. PDW 15,4 - 9,0-17.0 Normal
8. MCV 94,7 fl 82,0-92,0 Tinggi
9. MCH 30,4 pg 27,0-31,0 Normal
10. MCHC 30,1 % 32,0-37,0 Normal
11. Neutrofil% 71,2 % 50,0-70,0 Tinggi
12. Umfosit% 24,1 % 25,0-40,0 Normal
13. Monosit% 2,5 % 3,0-9,0 Normal
14. Eosinofil% 1,8 % 0,5-5,0 Tinggi
15. Basofil% 0,4 % 0,0-1,0 Normal
16. Masa 04,00 Menit 2-8 Normal
Pembekuan
(CT)
17. Masa 02,00 Menit 1-3 Normal
Pembekuan
(BT)
18. Glukosa darah 106 MG/DL 70-150 Normal
sewaktu
19. Creatinin 0,42 MG/DL 0,5-0,9 Rendah
20. Ureum 27 MG/DL 10-50 Normal

11
IV. TERAPI MEDIS
Hari/tgl/Jam Jenis Terapi Dosi Golongan Fungsi & Efek Samping
s & Farmakologi
Kandungan

1. Selasa/ Infus RL 20 K Mengembalik Panas,infeksi


26-04- tpm &Komposi an pada tempat
2016/ si: Per keseimbangan penyuntikan
1000 mL elektrolit pada
Natrium dehidrasi
laktat 3,1
gram, NaCl
6 gram,
KCl 0,3
gram, CaCl2
0,2 gram,
air untuk
injeksi ad
1,000 mL

1. Selasa/ Ciprofloxacin 2 x 1 Obat Resep Untuk tidak dianjurkan


26-04- (Injeksi) Fls mengobati pada wanita
2016/2 infeksi yang hamil atau
1.00 &
disebabkan menyusui,anak-
05.00
2. Rabu/ oleh kuman anak pada masa
27-04- patogen pertumbuhan,kare
2016/2 na pemberian
4.00 dalam waktu
3. Kamis yang lama dapat
/28- menghambat
04-
pertumbuhan
2016/1
0.00 tulang rawan.

1. Selasa/ Kalnex 3 x 1 Tranexamic Untuk Gangguan saluran


26-04- amp acid menghentikan cerna, mual,
2016/2 pendarahan muntah, pusing,
1.00/0
eksantema, sakit
5.00
2. Rabu( kepala,
Stop)
3. Kamis

12
/28-
04-
2016/1
0.00/1
8.00/0
2.00
1. Selasa/ Dexketoprofen 3 x 1 Dexketopro Penghilang Perdarahan
26-04- fen nyeri setalah lambung
2016/2 (Dri Trometamol operasi,obat
1.00/0 p) analgesik,
5.00
2. Rabu/ antiinflamasi
27-04- dan
2016/1 antipiretik
8.00/0 yang
2.00 termasuk
3. Kamis golongan
/28-
antiinflamasi
04-
2016/1 nonsteroid
0.00/1 (NSAID).
8.00/0
2.00

13
V. ANALISA DATA
No. Hari/ Data Fokus Problem Etiologi T

Tanggal/ T

Jam D

1. Selasa, DS : pasien Nyeri akut Agen cidera


26-04- mengatakan nyeri biologis (post
2016 op hemaroid)
seperti tertusuk-tusuk
13.00 di anus,
WIB
DO :
Pasien tampak gelisah
meringis kesakitan.
P = Nyeri ketika
bergerak
Q = Nyeri terasa
tertusuk-tusuk.
R = Pada rektum.
S = Skala 7
T = Terus-menerus

2. Selasa, DS : Intoleran Kelemahan


26-04- Pasien mengatakan Aktivitas umum (post
2016 op hemoroid)
lemah, susah untuk
13.10 bergerak
WIB
DO :
Aktivitas dibantu
orang lain (2)

3. Selasa, DS : Gangguan pola Post op


26-04- Pasien mengatakan tidur
2016
sering terbangun
13: karena nyeri .

14
20WIB DO :
- pasien tampak cemas
- pasien tampak
menguap
- jumlah jam tidur
dalam sehari 4-5 jam
- mata tampak sayup.

VI. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologis (post op
hemoroid).
2. Intoleran Aktivitas berhubungan dengan Kelemahan umum
(post op hemoroid).
3. Gangguan pola tidur berhungan dengan post op.

15
VII. RENCANA KEPERAWATAN
No. Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi TTD
Dx.

1. Setelah dilakukan tindakan 1. Pengelolaan nyeri


keperawatan selama 2x24 jam - Kaji secara
pasien menunjukkan tingkat komprehensif tentang
kenyamanan,dengan kriteria nyeri, meliputi lokasi,
hasil : karakteristik, dan onset,
Pain Control durasi, frekuensi,
Pain Level kualitas, intensitas/
- Mampu mengontrol beratnya nyeri dan
nyeri(tahu penyebab faktor-faktor
nyeri, mampu presipitasi.
menggunakan teknik - Observasi reaksi
nonfarmakologi untuk nonverbal.
mengurangi nyeri, - Ajarkan penggunaan
mencari bantuan) tehnik nonfarmakologi
 Melaporkan bahwa (ex: relaksasi, guided
nyeri berkurang imagery, terapi musik,
menjadi skala 2 dengan distraksi, aplikasi panas
menggunakan dingin, massage,
manajemen nyeri hipnotis, terapi
 Mampu mengenal bermain, terapi aktifitas
nyeri (skala, intensitas, akupresure).
frekuensi dan tanda - Kolaborasi pemberian
nyeri) analgetik.
2. Setelah dilakukan tindakan - Monitor respon fisik,
keperawatan selama 3x24 jam emosi, social dan
diharapkan masalah spiritual.
keperawatan intoleran aktivitas - Bantu pasien untuk

16
dapat teratasi dengan kriteria mengidentifikasi dan
hasil : aktivitas yang mampu
1. Energy conservation dilakukan.
2. Activity tolerance - Ajarkan pasien untuk
3. Self care : ADLs ADL kembali.
- Mampu melakukan - Kolaborasi dengan
aktivitas sehari-hari tenaga rehabilitasi
(ADLs) secara mandiri medic dalam
- Mampu berpindah : merencanakan program
dengan atau tanpa terapi yang tepat.
bantuan alat.
- Tanda-tanda vital
normal.

3. Setelah dilakukan tindakan - Sleep enhancement


keperawatan selama 3 x 24 jam - Monitor/ catat
diharapkan masalah Gangguan kebutuhan pasien setiap
pola tidur dapat teratasi dengan hari dan jam
kriteria hasil : - Ciptakan lingkungan
- Anxiety reduction yang nyaman
- Comfort level - Jelaskan tidur yang
- Rest : extent and adekuat
pattern - Kolaborasi pemberian
- Sleep : extent and obat tidur.
pattern .
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 3x24 jam
masalah keperawatan
gangguan pola tidur teratasi
dengan kriteria hasil :

17
- Jumlah jam tidur dalam
batas normal 6-8 jam/
hari
- Pola tidur , kualitas
dalam batas normal
- Perasaan segar sesudah
tidur
- Mampu
mengidentifikasi hal-
hal yang meningkatkan
tidur.

18
VIII. TINDAKAN KEPERAWATAN
No. Hari/ Implementasi Respon TTD
Dx. Tanggal/
Jam
1. Selasa, Mengkaji secara DS : Pasien
26/04/2016 komprehensif tentang mengatakan tidak
13.00 WIB nyeri, meliputi lokasi, mengetahui tentang
karakteristik, dan onset, penyakitnya.. Pasien
durasi, frekuensi, kualitas, mengatakan nyeri
intensitas/ beratnya nyeri pada anusnya dengan
dan faktor-faktor skala 7. Nyeri
presipitasi. dirasakan ketika
pasien beragerak,
nyeri seperti tertusuk-
tusuk.
DO : Klien tampak
lemas, terpasang
selang kateter pada
alat vital pasien.
Pasien tamak meringis
kesakitan.
TD: 120/80 mmHg
N: 70x/menit
RR: 36x/menit
S: 37˚ C
1. Selasa, Mengobservasi reaksi DS : Pasien
26/04/2016 nonverbal. mengatakan bersedia
13.10 WIB DO : Pasien tampak
meringis kesakitan
1. Selasa, Mengajarkan penggunaan DS : Pasien

19
26/04/2016 tehnik nonfarmakologi mengatakan ingin
(relaksasi nafas dalam). melakukan relaksasi
13.15 WIB
nafas dalam secara
mandiri.
DO : klien tampak
mengikuti istruksi
1. Selasa, Menginjeksi obat DS : Pasien
26/04/2016 Inj.IV Dexketoprofen 3 x mengatakan ingin
25 mg nyerinya segera
13.20 WIB
berkurang.
DO : Obat telah
diinjeksi.

2 Selasa, Monitor respon fisik, DS : Pasien


26/04/2016 emosi, social dan spiritual. mengatakan bersedia .
DO : Pasien tampak
13.25 WIB
kooperatif.
2 Selasa, Bantu pasien untuk DS : Pasien
26/04/2016 mengidentifikasi dan mengatakan bersedia.
aktivitas yang mampu DO : Pasien tampak
13.30 WIB
dilakukan. kooperatif.
2 Selasa, Ajarkan pasien untuk DS : Pasien
26/04/2016 ADL kembali. mengatakan bersedia.
DO : Pasien tampak
13.35 WIB
kooperatif dalam
melakukan ADL yang
telah diberikan oleh
perawat.
2 Selasa, Kolaborasi dengan tenaga DS : Pasien
26/04/2016 rehabilitasi medic dalam mengatakan bersedia.

merencanakan program DO : Pasien tampak

20
13.40 WIB terapi yang tepat. kooperatif.

3. Selasa, Mengkaji pola tidur DS : Pasien mengatak


26/04/2016 masih susah tidur
DO : Pasien
13.45 WIB
tampakmenguap
- jumlah jam tidur
dalam sehari 4-5 jam

- mata tampak sayup.


3. Selasa, Menginstruksikan pasien DS : Pasien
26/04/2016 menggunakan teknik mengatakan mampu
relaksasi (nafas dalam) melakukannya secara
13.50 WIB
mandiri.
DO : Pasien tampak
melakukan teknik
relaksasi (nafas
dalam).
3. Selasa, Memonitor kebutuhan DS : keluarga
26/04/2016 tidur pasien mengatakan pasien
sering terbangun
13.55 WIB
karena nyeri.
DO : pasien tampak
cemas
- Pasien tampak
menguap
- Mata tampak
sayup
- Jumlah jam
tidur dalam
sehari 4-5 jam

21
3. Selasa, Menjelaskan tidur yang DS : keluarga pasien
26/04/2016 adekuat mengatakan bersedia
DO :- keluarga
14.00 WIB
tampak
memperhatikan.
1 Rabu, Mengkaji secara DS : Pasien
27/04/2016 komprehensif tentang mengatakan tidak
nyeri, meliputi lokasi, mengetahui tentang
10.00 WIB
karakteristik, dan onset, penyakitnya.. Pasien
durasi, frekuensi, kualitas, mengatakan nyeri
intensitas/ beratnya nyeri pada anusnya dengan
dan faktor-faktor skala 5. Nyeri
presipitasi. dirasakan ketika
pasien beragerak,
nyeri seperti tertusuk-
tusuk.
DO : Klien tampak
lemas, terpasang
selang kateter pada
alat vital pasien.
Pasien tamak meringis
kesakitan.
TD: 120/80 mmHg
N: 70x/menit
RR: 36x/menit
S: 37˚ C
1 Rabu, Mengobservasi reaksi DS : Pasien
27/04/2016 nonverbal. mengatakan bersedia
DO : Pasien tampak
10.10 WIB
meringis kesakitan.

22
1 Rabu, Mengajarkan penggunaan DS : Pasien
27/04/2016 tehnik nonfarmakologi mengatakan ingin
(relaksasi nafas dalam). melakukan relaksasi
10.15 WIB
nafas dalam secara
mandiri.
DO : klien tampak
mengikuti istruksi.
1. Rabu, Menginjeksi obat DS : Pasien
27/04/2016 Inj.IV Dexketoprofen 3 x mengatakan ingin
25 mg nyerinya segera
10.20 WIB
berkurang.
DO : Obat telah
diinjeksi.
2. Rabu, Monitor respon fisik, DS : Pasien
27/04/2016 emosi, social dan spiritual. mengatakan bersedia.
DO : Pasien tampak
10.25 WIB
kooperatif.

2. Rabu, Bantu pasien untuk DS :Pasien


27/04/2016 mengidentifikasi dan mengatakan bersedia.
aktivitas yang mampu DO : Pasien tampak
10.30 WIB
dilakukan. kooperatif.
2. Rabu, Ajarkan pasien untuk DS : Pasien
27/04/2016 ADL kembali. mengatakan bersedia.
DO : Pasien tampak
10.40 WIB
kooperatif dalam
melakukan ADL yang
telah diberikan oleh
perawat.
2. Rabu, Kolaborasi dengan tenaga DS : Pasien

23
27/04/2016 rehabilitasi medic dalam mengatakan bersedia.
merencanakan program DO: Pasien tampak
10.45 WIB
terapi yang tepat. kooperatif.
3. Rabu, Mengkaji pola tidur. DS : Pasien mengatak
27/04/2016 masih susah tidur
DO : Pasien tampak
11.00 WIB
menguap
- jumlah jam tidur
dalam sehari 4-5 jam

- mata tampak sayup.


3. Rabu, Menginstruksikan pasien DS : Pasien
27/04/2016 menggunakan teknik mengatakan mampu
relaksasi (nafas dalam) melakukannya secara
11.10 WIB
mandiri.
DO : Pasien tampak
melakukan teknik
relaksasi (nafas
dalam).
3. Rabu, Memonitor kebutuhan DS : keluarga
27/04/2016 tidur pasien. mengatakan pasien
sering terbangun
11.15 WIB
karena nyeri
DO : pasien tampak
cemas
- Pasien tampak
menguap
- Mata tampak
sayup
- Jumlah jam
tidur dalam

24
sehari 4-5 jam.
3. Rabu, Menjelaskan tidur yang DS : keluarga pasien
27/04/2016 adekuat. mengatakan bersedia
DO :- keluarga
11.25 WIB
tampak
memperhatikan.
1. Kamis, Mengkaji secara DS : Pasien
komprehensif tentang mengatakan nyeri
28/04/2016
nyeri, meliputi lokasi, pada anusnya dengan
10.00 WIB karakteristik, dan onset, skala 3. Nyeri
durasi, frekuensi, kualitas, dirasakan ketika
intensitas/ beratnya nyeri pasien beragerak,
dan faktor-faktor nyeri seperti tertusuk-
presipitasi. tusuk.
DO : Klien tampak
lemas, terpasang
selang kateter pada
alat vital pasien.
Pasien tamak meringis
kesakitan.
TD: 120/80 mmHg
N: 70x/menit
RR: 36x/menit
S: 37˚ C
1. Kamis, Mengobservasi reaksi DS : Pasien
nonverbal. mengatakan bersedia
28/04/2016
DO : Pasien tampak
10.10 meringis kesakitan.
WIB

1. Kamis, Mengajarkan penggunaan DS : Pasien

25
28/04/2016 tehnik nonfarmakologi mengatakan ingin
(relaksasi nafas dalam). melakukan relaksasi
10.15
nafas dalam secara
WIB
mandiri.
DO : klien tampak
mengikuti istruksi.
2 Kamis, Monitor respon fisik, DS : Pasien
emosi, social dan spiritual. mengatakan bersedia.
28/04/2016
DO : Pasien tampak
10.20WIB kooperatif.

2. Kamis, Bantu pasien untuk DS : Pasien


mengidentifikasi dan mengatakn bersedia.
28/04/2016
aktivitas yang mampu DO : Pasien tampak
10.30 WIB dilakukan. kooperatif.

2. Kamis, Ajarkan pasien untuk DS : Pasien


ADL kembali. mengtakan bersedia.
28/04/2016
DO : Pasien tampak
10.40 WIB kooperatif dalam
melakukan ADL yang
telah diberikan oleh
perawat.
3. Kamis, Memonitor kebutuhan DS : keluarga
tidur pasien. mengatakan pasien
28/04/2016
sudah bisa tidur
10.50 WIB dengan nyenyakk.
DO :
Jumlah jam tidur
dalam sehari 6-7 jam

26
IX. CATATAN KEPERAWATAN
No. Hari/ Evaluasi TTD
Dx. Tanggal/
Jam
1. Selasa, S: Pasien mengatakan nyeri skala 7.
26/04/2016 O : Pasien tampak lemas . TD : 120/80 mmHg.
15.00 WIB N : 70x/menit. RR: 36x/menit. S : 370C
A : Masalah nyeri belum teratasi.
P : Lanjutkan intervensi.
- Pantau lokasi nyeri dan karakteristik nyeri.
- Ajarkan pasien tehnik relaksasi napas
dalam.
2. Selasa, S : Pasien mengatakan belum bisa melakukan
26/04/2016 aktivitas secara mandiri.
15.00 WIB O: Pasien belum bisa melakukan aktivitas
secara mandiri.
A : Masalah intoleran aktivias belum teratas.
P : Lanjutkan intervensi :
- Bantu pasien untuk
mengidentifikasi dan aktivitas
yang mampu dilakukan.
- Ajarkan pasien untuk ADL
kembali.
3. Selasa, S : Pasien mengatakan masih susah tidur.
26/04/2016 O : Mata pasien tampak sayup
15.00 WIB Pasien tampak menguap .
A : Masalah gangguan pola tidur belum
teratasi.
P : Lanjutkan intervensi.
- Monitor kebutuhan tidur pasien.

27
- Kaji pola tidur pasien.
1. Rabu, S: Pasien mengatakan nyeri skala 5.
27/04/2016 O: Pasien tampak lemah. TD : 120/80 mmHg,
18.00 WIB N : 70x/menit. RR: 36x/menit. S : 370C.
A: Masalah nyeri belum teratasi .
P: Lanjutkan intervensi.
- Pantau lokasi nyeri dan
karakteristik nyeri
- Ajarkan pasien tehnik relaksasi
napas dalam.
2. Rabu, S : Pasien mengatakan sudah sedikit melakukan
27/04/2016 aktivitas secara mandiri.
18.00 WIB O: Pasien terlihat berusaha untuk bisa
melakukan aktivitas secara mandiri.
A : Masalah intoleran aktivias belum teratas.
P : Lanjutkan intervensi :
- Bantu pasien untuk
mengidentifikasi dan aktivitas
yang mampu dilakukan.
- Ajarkan pasien untuk ADL
kembali.
3. Rabu, S: Pasien mengatakan masih susah tidur
27/04/2016 O: Pasien tampak lemah
18.00 WIB Pasien tampak menguap
Mata pasien tampak sayup
A: Masalah gangguan pola tidur belum teratasi.
P: Lanjutkan intervensi.
- Memonitor kebutuhan tidur
pasien
- Kaji pola tidur pasien

28
1. Kamis, S: Pasien mengatakan nyeri sudah berkurang
28/04/2016 menjadi skala 3
15.00 WIB O: Pasien tampak nyaman dan rileks
A: Masalah nyeri sudah teratasi.
P: Hentikan intervensi.
2. Kamis, S: pasien mengatakan bisa melakukan aktivitas
28/04/2016 secara mandiri.
16.00 WIB O: Pasien terlihat bisa melakukan aktivitas
secara mandiri.
A: Masalah intoleran aktivitas sudah teratasi.
P: Hentikan intervensi
3. Kamis, S: Pasien mengatakan dalam sehari tidur mulai
28/04/2016 dari 6-7 jam
10.00 WIB O: Pasien tampak segar dan rileks
A: Masalah gangguan pola tidur sudah teratasi.
P: Hentikan intervensi.

29
BAB IV
PEMBAHASAN

Setelah melakukan Praktik Klinik Koprehensif III Keperawatan Medikal Bedah I


di RSUD Karanganyar, kami menemukan kasus sistem Pencernaan yaitu
Hemaroid. Dalam melakukan pengkajian lebih mudah melaksanakan pengkajian
secara head to toe daripada melakukan pengkajian per sistem. Pada saat mengkaji
riwayat kesehatan klien, peran keluarga klien lebih dominan daripada klien
sendiri, peran keluarga sangat kooperatif dalam memberikan berbagai informasi
yang dibutuhkan untuk menegakkan diagnosa. Disamping itu berbagai dukungan
penulis dikatakan baik dari perawat ruangan, dokter, maupun petugas kesehatan
lainnya di Ruang Kantil 1. Sedangkan dalam diagnosa teori, terdapat diagnososa
Konstipasi berhubungan dengan pembesaran vena hemoroidalis. Berdasarkan
pengkajian penulis menemukan diagnosa nyeri akut berhubungan dengan agen
cedera biologis, nyeri berhubungan dengan adanya hemoroid pada daerah anal,
gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan spasme otot karena takut gerak.
Pada intervensi penulis mengacu pada buku NANDA, NOC, dan NIC.
Selanjutnya penulis melaksanakan asuhan keperawatan sesuai dengan
perencanaan yang telah disusun sebelumnya. Beberapa faktor mendukung
terlaksananya implementasi keperawatan diantaranya peranan klien dan keluarga
yang mendukung tersedianya alat-alat serta adanya bimbingan dari perawat
ruangan, CI, pembimbing dari akademik, serta adanya peran dokter yang
menentukan diagnosa medis. Alat-alat di lapangan ada seperti sesuai teori. Di
lapangan kami juga mendapatkan pengetahuan baru yaitu tentang perawatan
kateter. Tetapi di lapangan perawatan kateter menggunakan betadine, sedangkan
secara teori betadine sudah tidak boleh digunakan. Maka kami menyimpulkan ada
kesenjangan antara teori dan praktik.

30
BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Hemoroid adalah distensi vena di daerah anorektal.Sering terjadi
namun kurang diperhatikan kecuali kalau sudah menimbulkan nyeri dan
perdarahan.Istilah hemoroid lebih dikenal sebagai ambeien atau wasir oleh
masyarakat. Akibat dari adanya hemoroid adalah timbulnya rasa tidak
nyaman. Hemoroid bukan saja mengganggu aspek kesehatan, tetapi juga
aspek kosmetik bahkan sampai aspek sosial. Hemoroid mengakibatkan
komplikasi, diantaranya adalah terjadi anemia dan hipotensi. Hemoroid
juga dapat menimbulkan cemas pada penderitanya akibat ketidaktahuan
tentang penyakit dan pengobatannya.

B. SARAN
1. Klien dan Keluarga
Perlu penyuluhan yang inisiatif tentang penyakit, proses penyakit, dan
pengobatannya. Menginformasikan tentang pencegahan – pencegahan
terjadinya hemoroid dengan cara :
1. Minum banyak air, makan makanan yang mengandung banyak
serat banyak serat (buah, vitamin K, dan vitamin B12, sayuran,
sereal, suplemen serat, dll) sekitar 20-25 gram sehari.
2. Olahraga
3. Mengurangi mengedan
4. Menghindari penggunaan laksatif (perangsang penggunaan
buang air besar) membatasi mengedan sewaktu buang air besar.
5. Penggunaan celana dalam yang ketat dapat mencetuskan
terjadinya hemoroid dan dapat mengiritasi hemoroid yang
sudah ada.
6. Penggunaan jamban jongkok juga sebaiknya dihindari.

31
2. Mahasiswa
a. Diharapkan mahasiswa dapat lebih mempersiapkan diri baik dari
segi teori, skill, maupun mental dalam menghadapi klien agar
dapat memberikan kontribusi yang maksimal bagi peningkatan
status kesehatan klien.
b. Memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif bagi klien
melihat aspek bio, psiko, sosio, spiritual.

32