Anda di halaman 1dari 9

LATAR BELAKANG, RUMUSAN MASALAH, TUJUAN DAN

KEGUNAAN

TUGAS

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mengikuti Mata Kuliah Metode
Penelitian Administrasi Publik Pada Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
Raja Haji

OLEH

ANDRO
15101004

Dosen Pengajar :
FERIZON. MPM

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI PUBLIK


SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
RAJA HAJI
TANJUNGPINANG
2017
BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Administrasi Kependudukan menjadi semakin penting karena selalu


bersentuhan dengan setiap aktivitas kehidupan di Indonesia. Apabila kita akan
berdomisili pada suatu wilayah maka kita harus memiliki tanda domisili yang di
buktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Saat ini seiring dengan
berkembangnya tuntutan agar pelayanan administrasi yang di berikan oleh
penyelenggara pemerintahan tersebut haruslah pelayanan yang prima yang
mempunyai sistem pelayanan yang berorientasi kepada kepentingan pengguna
jasa dan dapat memberikan kepuasan kepada pengguna jasa tersebut sehingga
dapat di katakan penyelenggaraan pelayanan tersebut berhasil.

Administrasi Kependudukan merupakan suatu hal yang sangat penting di


dalam kehidupan masyarakat saat ini. Kependudukan selalu bersentuhan dengan
setiap aktivitas kita diantaranya adalah saat pemilu legislatif, pemilu presiden,
pilkada, mengurus surat-surat kendaraan, surat-surat tanah, dan lain sebagainya.
Apabila kita akan berdomisili pada suatu wilayah maka kita musti memiliki tanda
domisili yang di buktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Setiap penduduk melaporkan peristiwa kependudukan dan peristiwa


penting yang di alaminya kepada instansi pelaksana. Sebab, setiap kejadian /
peristiwa penting yang dialami (seperti kelahiran, kematian, dan perkawinan)
akan membawa akibat terhadap penerbitan atau perubahan Kartu Keluarga (KK),
Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan atau surat keterangan kependudukan lain
yang meliputi pindah datang, perubahan alamat, atau status tinggal terbatas
menjadi tinggal tetap.

Karena laju pertumbuhan penduduk dan perpindahan penduduk yang


begitu pesat di Kabupaten Kepulauan Anambas, maka perlu adanya kebijakan
atau peraturan yang lebih spesifik dan lebih mengatur pelayanan administrasi
kependudukan. Implementasi terhadap kebijakan yang berkualitas oleh aparatur
pemerintahan di perlukan dalam memberikan sebuah pelayanan publik kepada
masyarakat. Sehingga masyarakat mendapatkan kepuasan atas pelayanan yang
diberikan oleh aparatur pemerintahan.

Di dalam organisasi publik / pemerintah visi utama yang di emban adalah


tercapainya kesejahteraan masyarakat melalui pemberian pelayanan yang prima
kepada masyarakat sebagai pemangku kepentingan, baikitu bersifat pelayanan
yang di berikan secara langsung maupun pelayanan yang di nikmati masyarakat
secara tidak langsung. Namun demikian citra publik di nilai masih belum
memenuhi kebutuhan masyarakat serta pelayanan yang masih belum memberikan
kepuasan kepada masyarakat. Kondisi demikian tidak dapat di biarkan terus
berlangsung, oleh karena itu upaya Pemerintah untuk mereformasi sistem
penyelenggaraan Pemerintah terus di lakukan melalui berbagai macam kebijakan
yang mendorong kearah kebaikan.

Pelayanan publik merupakan suatu titik strategis dalam pengembangan


good governance. Menurut Dwiyanto (2005:20) pilihan strategis untuk
mengembangkan good governance di Indonesia adalah melalui pengembangan
penyelenggaraan pelayanan publik. Pelayanan publik erat kaitannya dengan
pelaksanaan tugas-tugas pemerintah. Salah satu dari tugas-tugas pemerintah
yaitu pelayanan pembuatan Kartu Tanda Pendududuk (KTP), dan dalam
pelaksanaannya berkaitan erat dengan hak bagi setiap warga Negara Indonesia.
Sebagaimana yang di katakan oleh Masrin (2013:68) Salah satu dari tugas-tugas
umum pemerintahan adalah sistem administrasi kependudukan, yang dalam
pelaksanaannya berkaitan erat dengan hak sipil atau hak perdata penduduk.

Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka


pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan
bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, atau pelayanan
administratif yang di sediakan oleh pemerintah. Berbagai pelayanan administratif,
seperti pelayanan KTP, akte kelahiran, sertifikasi tanah, dan perizinan, merupakan
pelayanan yang di selenggarakan untuk menjamin hak dan kebutuhan dasar warga
negara. Pelayanan KTP dan akte kelahiran sangat penting dalam kehidupan
warga karena keduanya menjamin keberadaan, identitas warga dan hak-hak sipil
lainnya. Pelayanan seperti itu tentu sangat penting dan menjadi bagian dari
pelayanan publik yang harus di selenggarakan oleh negara (Dwiyanto, 2010: 20).

Kinerja pelayanan masyarakat di bidang administrasi kependudukan


terutama pelayanan yang menyentuh masyarakat banyak seperti pelayanan Kartu
Tanda Penduduk (KTP), Surat Keterangan Keluarga, Akte Kelahiran, dan lain-
lain, Adapun masih kurangnya kinerja pelayanan masyarakat tersebut
dampaknya sangat besar terutama terhadap bidang sosial dan ekonomi.
Masyarakat pada era reformasi sekarang ini semakin kritis dan semakin
menyadari akan hak-haknya untuk memperoleh pelayanan yang baik, sedangkan
Pemerintah yang berkewajiban memberikan pelayanan yang baik kepada
masyarakat belum mampu memenuhi tuntutan tersebut.

Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan


(Adminduk) dan Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan
UU No.23/2006 menjamin hak seorang / kelompok penganut Penghayat
Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk mendapatkan hak-hak
administrasi kependudukan seperti pencantuman kepercayaan dalam KTP, akte
kelahiran, perkawinan dan dokumen kematian yang di jamin dalam UU No.
23/2006 tentang Adminduk. Ada juga payung hukum lain yakni Peraturan
Presiden (Perpres) No.25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara
Pendaftaran Penduduk dan Catatan Sipil.

Program e-KTP di luncurkan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik


Indonesia pada bulan Februari 2011 di mana pelaksanannya terbagi dalam dua
tahap. Tahap pertama di mulai pada tahun 2011. Secara sederhana, e-KTP berasal
dari kata electronic - KTP, atau Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau sering di
singkat e-KTP. Lebih rincinya, menurut situs resmi e-KTP, KTP elektronik
adalah dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan / pengendalian
baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada basis
data kependudukan nasional.

E-KTP atau KTP Elektronik adalah dokumen kependudukan yang memuat


sistem keamanan pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi
informasi dengan berbasis pada database kependudukan nasional. Penduduk
hanya di perbolehkan memiliki 1 (satu) KTP yang tercantum Nomor Induk
Kependudukan (NIK). NIK merupakan identitas tunggal setiap penduduk dan
berlaku seumur hidup.

Penerapan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di latar belakangi


oleh sistem pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) konvensional di Indonesia
yang memungkinkan seseorang dapat memiliki lebih dari 1 (satu) Kartu Tanda
Penduduk (KTP). Hal ini di sebabkan belum adanya basis sistem pelayanan
terpadu yang menghimpun data penduduk dari seluruh Indonesia. Kenyataan
penggunaannya dapat di salah gunakan dan tidak dipertanggung jawabkan.
Misalnya, untuk menghindari pajak, sengaja menyembunyikan identitas aslinya
guna melakukan kegiatan teoritis, dan lain-lain. Untuk mengatasi duplikasi
tersebut, sekaligus menciptakan kartu indentitas tunggal maka diterapkan Kartu
Tanda Penduduk (KTP) Elektronik bersasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Kartu Tanpa Penduduk Elektronik (e-KTP) yang berbasis Nomor Induk


Kependudukan (NIK) Nasional memuat kode keamanan dan rekaman elektronik
sebagai alat ferifikasi dan validasi data jati diri seseorang. Rekaman elektronik
ini berisi biodata, pas photo, tanda angan dan sidik jari tangan penduduk yang
bersangkutan. Program penerapan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP)
yang berbasis Nomor Induk Kependuduk (NIK) Nasional tersebut dimaksud
untuk digunakan sebagai identitas jati diri seseorang yang bersifat tunggal.

Jadi e-KTP ialah kartu tanda penduduk yang dibuat secara elektronik,
berfungsi secara komputerisasi dan memiliki spesifikasi dan Format KTP
Nasional yang dilindungi dengan sistem pengamanan khusus sebagai identitas
resmi penduduk yang di terbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan
Sipil Kabupaten / Kota. Pelayanan dalam pembuatan e-KTP pada berbagai
daerah di Indonesia memiliki tingkat kualitas yang berbeda-beda. Hal ini terjadi
karena pemerataan dan perkembangan pembangunan yang berbeda-beda di setiap
daerah di seluruh Indonesia.

Kabupaten Kepulauan Anambas adalah kabupaten hasil pemekaran dari


Natuna, dan merupakan kabupaten termuda di Provinsi Kepulauan Riau
berdasarkan Undang Undang No.3 tahun 2008. Anambas memiliki potensi alam
dan potensi geografis yang dapat di andalkan. Anambas memiliki beberapa
infrastruktur seperti jalan, pelabuhan laut, bandara khusus, air bersih,
telekomunikasi dan jaringan listrik. Kabupaten Kepulauan Anambas terdiri dari
Luas Wilayah, Jumlah Penduduk,dan Pendapatan Menurut Kecamatan di
Kabupaten Kepulauan Anambas 2014.

Tabel 1.1
Daftar Luas Wilayah, Jumlah Penduduk,dan Kepadatan Menurut
Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Anambas 2014

Kecamatan Luas (Km2)


Jumlah Kepadatan
Penduduk (Jiwa) (Jiwa/Km2)
Jemaja 78.26 6832 87.3
Jemaja Timur 154.24 2554 16.56
Siantan Selatan 115.48 3931 34.04
Siantan 45.39 13406 295.35
Siantan Timur 88.92 4141 46.57
Siantan Tengah 22.14 3394 153.3
Palmatak 129.94 12951 99.67
Sumber : BPS Kepulauan Anambas Dalam Angka 2015

Penerapan e-KTP di Kabupaten Kepulauan Anambas berjalan awal tahun


2012 Hal ini di sebabkan karena Anambas masuk pada tahap ke-2 dalam
pelaksanaan program e-KTP. Kepala Bidang Pendaftaran dan Informasi. Catatan
Sipil (Capil) Kabupaten Kepulauan Anambas saat ini sedang dilaksanakan
pemberitahuan NIK kepada pemilik KK. Untuk menjalankan data tersebut, Capil
membentuk tim-tim yang berada di desa-desa. Penyebaran NIK ini bertujuan
untuk menyesuaikan berdasarkan e-KTP dengan data yang sebenarnya, Penerapan
e-KTP ini memang berat karena wilayah Anambas terdiri dari pulau-pulau,
Sementara itu listrik juga tidak mendukung. Dinas Capil Kabupaten Kepulauan
Anambas akan mengadakan sosialisasi penerapan e-KTP.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Nomor 6


Tahun 2011 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah
Kabupaten Kepulauan Anambas di jelaskan bahwa Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah
berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang kependudukan dan
pencatatan sipil serta tugas lain yang diberikan oleh Bupati.

Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pembuatan e-KTP


menjelaskan mulai dari pengisian formulir permohonan oleh penduduk sampai
dengan penerbitan. Dalam SOP lokasi pelayanan seperti pihak Kelurahan
menyampaikan data ke pihak Kecamatan kemudian di teruskan oleh Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk di kirim ke pusat. Proses Penertiban
e-KTP sepenuhnya menjadi kewenangan dan di tangani oleh Pemerintah Pusat.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sejak tahun 2014 lalu


memberikan target kepada Kabupaten Kepulauan Anambas untuk perekaman e-
KTP sebanyak 27.000 blanko. Namun, per Juli 2016, target tersebut sudah di
penuhi. Bahkan telah melebihi target yang di tentukan oleh Kemendagri.
Sebanyak 585 orang wajib KTP belum melakukan perekaman berdasarkan data
terakhir pada bulan Juli 2016. Dari jumlah penduduk per bulan Juli 2016
mencapai 43.129 orang, terdapat wajib KTP sebanyak 28.848 orang, dengan
28.263 orang di antaranya sudah melakukan perekaman, sementara 585 orang
belum melakukan perekaman. (Disduk Kabupaten Kepulauan Anambas, 2016
sumber:http://m.batamtoday.com/detail2.php?id=76975-Anambas-Telah
Lebihkan-Target-Perekaman-e-KTP-dari-Kebijakan-Kemendagri).

Tetapi pada penerapan dan proses pembuatan e-KTP di Kabupaten


Kepulauan Anambas masih terjadi permasalahan, salah satu gejala yang di
akibatkan dalam proses pembuatan program e-KTP di Kabupaten Kepulauan
Anambas adalah permasalahan e-KTP, ada seorang warga Anambas yang sudah
melakukan perekaman e-KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Kabupaten Kepulauan Anambas tetapi e-KTP tersebut tidak bisa di cetak dari
Disduk, alasan dari kepala kantor disdik Kabupaten Kepulauan Anambas
menyebutkan bahwasannya pencetakan e-KTP untuk tahun anggaran ini sudah
tidak ada lagi, tetapi pada kenyataannya yang saya ketahui saat ada seseorang
yang saya kenal dia sudah memiliki e-KTP, padahan orang yang sudah melakukan
perekaman e-KTP tersebut sudah lama hampir 3 tahun yang lalu sedangkan yang
sudah mendapatkan e-KTP Cuma 1-2 bulan e-KTP nya sudah di cetak dari Disduk
Kabupaten Kepulauan Anambas. penulisan alamat dalam e-ktp, padahal jika di
lihat secara tugas, sebelum di kirim ke pusat Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil Kabupaten Kepulauan Anambas terlebih dahulu memasukan
atau menginput data, sehingga jika ada kesalahan pendataan sebagian besar di
karenakan input yang salah dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kemudian penerimaan e-KTP memakan waktu penyelesaian yang lama


juga tidak merata, percetakan e-KTP membutuhkan waktu yang lama, tergantung
kesiapan pusat. Petugas tidak dapat memastikan kapan e-KTP itu selesai.
Kemudian Berdasarkan observasi awal yang di lakukan penulis terlihat adanya
beberapa permasalahan dalam pemberian pelayanan e-KTP dan masih terjadinya
antrian panjang masyarakat pada saat pengurusan e-KTP hal ini di karenakan
kurangnya peralatan perekaman di kantor Disdik.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat di rumuskan
permasalahan dalam penelitian ini kedalam perumusan masalah sebagai berikut :
“Bagaimana Implementasi program elektronik kartu tanda penduduk (e-ktp) di
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kepulauan Anambas ?
C. Tujuan dan Kegunaan
Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah : untuk mengetahui
implementasi di dalam program elektronik kartu tanda penduduk (e-ktp) di Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kepulauan Anambas.
1. Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Bagi Akademik
Untuk menambahkan ilmu pengetahuan terutama ilmu yang
mengenai implementasi program e-ktp sebagai referensi atau literatur
untuk penelitian sejenis dalam pengembangan ilmu administrasi.
b. Bagi Praktis
Dapat di jadikan bahan masukan bagi dinas terkait, terutama pada
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk) di pemerintah
kabupaten kepulauan anambas dalam implementasi e-ktp.