Anda di halaman 1dari 14

Pengertian Teks Prosedur Kompleks

Teks prosedur kompleks sendiri merupakan sebuah teks yang berisikan langkah-langkah atau
tahap-tahap untuk melakukan suatu hal baik melakukan kegiatan tertentu ataupun membuat
sesuatu yang disajikan dengan urutan-urutan tertentu.

Tujuan Teks Prosedur Kompleks


Tujuan dari teks prosedur kompleks adalah untuk memperoleh hasil akhir yang akan dicapai.

Struktur Teks Prosedur Kompleks


Teks prosedur sendiri memiliki tiga struktur dalam pembentukannya. Dalam hal ini ketiga struktur
tersebut adalah bagian tujuan, bagian material, dan bagian langkah-langkah. Untuk mengetahui
penjelasan dari setiap struktur tersebut kalian bisa simak langsung berikut ini.

 Bagian Tujuan, bagian tujuan dari teks prosedur dapat berupa judul dan juga berisikan
tujuan dari pembuatan teks prosedur tersebut atau hasil akhir yang akan di capai jika kita
melakukan tahapan pada teks prosedur tersebut.
 Bagian material, berisikan bahan-bahan, alat-alat, atau material yang diperlukan, namun
tidak tidak semua teks prosedur terdapat bagian ini. Pada umumnya penggunaan bagian
material terdapat pada teks prosedur tentang pembuatan suatu hal seperti makanan dan
sebagainya.
 Bagian langkah-langkah, bagian ini berisikan langkah-langkah yang harus ditempuh
untuk memperoleh hasil sesuai dengan tujuan teks prosedur. Pada bagian ini setiap langkah
harus dilakukan secara urut tidak boleh secara acak dalam melakukannya.
Kaidah Kebahasan Teks Prosedur Kompleks

Seperti teks lainnya teks prosedur juga memiliki ciri kaidah kebahasaan sendiri sebagai berikut.

1. Konjungsi temporal, Pada teks prosedur akan banyak sekali dijumpai kata
konjungsi temporal atau kata penghubung yang menyatakan waktu kegiatan yang hadir
dan berisifat kronologis seperti selanjutnya, berikutnya, kemudian, lalu, dan setelah itu.
2. Kata kerja imperatif atau kata perintah, dalam teks ini juga akan banyak dijumpai
perintah-perintah dan larangan yang harus ditaati dalam pelaksanaan teks prosedur.
Contoh: Ambilkan Ayah koran di atas meja belajarmu! (Perintah)
3. Verba material dan tingkah laku, verba material merupakan sesuatu yang
mangacu pada tindakan fisik seperti potong ikan, haluskan bumbu dan lain-lain.
Sedangkan verba tingkah laku merupakan tindakan yang dilakukan dengan ungkapan.
4. Partisipan manusia, merupakan semua manusia yang ikut serta dalam teks
prosedur tersebut.
5. Terdapat bilangan sebagai penanda urutan.
6. Terdapat kalimat introgatif atau kalimat yang berisikan pertanyaan.
7. Terdapat kalimat deklaratif atau kalimat yang berisikan pernyataan
Macam-Macam atau Jenis Kata Rujukan

Kata rujukan sendiri terbagi menjadi 3 jenis kata rujukan:

1. Kata Rujukan Benda atau hal : Ini, itu, tersebut


2. Kata Rujukan Tempat : Disini, disana, disitu.
3. Kata Rujukan Orang atau Personil atau yang kedudukannya sama seperti
orang/makhluk hidup. Contohnya: Dia, Ia, beliau, mereka.

Pengertian Ide pokok, Kalimat Utama, dan Kalimat Penjelas

 Ide pokok adalah ide/ gagasan yang menjadi pokok pengembangan paragraf. Ide pokok ini terdapat
dalam kalimat utama. Nama lain ide pokok adalah gagasan utama, gagasan pokok. Dalam satu paragraf
hanya ada satu ide pokok.
 Kalimat utama adalah kalimat yang di dalamnya terdapat ide pokok paragraf. Kalimat utama ini
dijelaskan oleh kalimat-kalimat lain dalam paragraf tersebut, yang disebut dengan kalimat penjelas.
Nama lain untuk kalimat utama adalah kalimat topik.
 Kalimat penjelas yaitu kalimat yang menjelaskan kalimat utama.

selanjutnya, dimanakah kita dapat menentukan letak ide pokok atau pikiran utama? agar lebih jelasnya,
perhatikan penjelasan berikut!

Contoh Pada Paragraf Deduktif

Pada paragraf deduktif kalimat utama terletak di awal paragraf. Gagasan pokok/kalimat utama dinyatakan lebih
dahulu baru diikuti kalimat penjelas. Kalimat utama Contoh :

1. Seseorang akan diuji dengan apa yang ia memiliki. Ketika ia memiliki ilmu, maka dia akan diuji dengan
ilmu tersebut sejauh mana ilmu itu bermanfaat. Ketika seseorang mempunyai harta maka dia akan diuji
dengan sejauh mana ia mampu mendistribusika n hartanya kepada orang lain.
2. Menkomin fo Tifatul Sembiring mengancam akan menutup layanan Blackberry di Indonesia bila
produsennya, Research in Motion (RIM), menolak untuk memblokir konten pornografi. Kami sudah
memanggil RIM yang sudah bekerja sama dengan enam operator di Indonesia, kata Tifatul di Jakarta,
Selasa. Ia mengatakan, bila ternyata konten pornografi Internet masih dapat diakses melalui Blackberry,
pihaknya akan dengan tegas memberikan teguran kepada pabrikan ponsel pintar tersebut. Menteri
menyatakan tidak akan segan-segan menutup layanan Blackberry di Indonesia bila RIM menolak
memblokir pornografi.

Kalimat (1) kalimat utamanya adalah Seseorang diuji dengan apa yang ia miliki. Ide pokoknya adalah ujian untuk
seseorang (atau bisa juga ujian untuk seorang manusia).
Kalimat (2) kalimat utamanya adalah Menkominfo Tifatul Sembiring mengancam akan menutup layanan
Blackberry di Indonesia bila produsennya, Research in Motion (RIM), menolak untuk memblokir konten
pornografi. Ide pokoknya adalah ancaman Menkominfo Tifatul Sembiring.
Kanker masih menjadi pembunuh nomor 1 di Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak baik,
pola makan yang tidak teratur, merokok, dll. Setiap manusia beresiko untuk terkena penyakit kanker, karena di
dalam setiap tubuh manusia terdapat sel kanker pasif yang sewaktu- waktu bisa menjadi aktif akibat dari
penurunan antibodi yang disebakan gaya hidup yang tidak baik.

kalimat utamanya adalah Kanker masih menjadi pembunuh nomor 1 di Indonesia.

Ide pokoknya adalah Kanker masih menjadi pembunuh nomor 1 di Indonesia.

Setiap hari selalu terjadi kemacetan di Jakarta. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain yang
pertama, jumlah armada yang banyak tidak seimbang dengan luas jalan. Kedua, kedisiplinan pengendara
kendaraan sangat minim. Ketiga, banyak tempat yang memunculkan gangguan lalu lintas, misalnya pasar, rel
kereta api, pedagang kaki lima, halte yang tidak difungsikan, banjir, dan sebagainya. Keempat, kurang tegasnya
petugas yang berwenang dalam mengatur lalu lintas serta menindak para pelanggar lalu lintas.

Ide pokoknya adalah Setiap hari selalu terjadi kemacetan di Jakarta.

jenis jenis Kalimat Opini

1. Opini perorangan/individu
Kalimat opini perorangan/individu adalah kalimat opini yang pendapat atau gagasannya dikemukakan
oleh satu individu tertentu.
Contoh : Sepertinya nanti sore akan turun hujan.
2. Opini Umum
Kalimat opini umum adalah kalimat opini yang pendapat atau gagasannya diakui banyak orang atau
semua orang.
Contoh : Sering mandi di malam hari dipercaya dapat menyebabkan penyakit rematik.

Ciri ciri Kalimat Opini

1. tidak dapat dibuktikan kebenarannya


2. bersifat subjektif dan biasanya disertai dengan pendapat, saran dan uraian yang menjelaskan
3. tidak memiliki nara sumber
4. berisi pendapat tentang peristiwa yang terjadi
5. menunjukkan peristiwa yang belum pasti terjadi atau terjadi dikemudian hari

Pengertian Paragraf Argumentasi

Paragraf argumentasi adalah sebuah paragraf yang gagasan utamanya dikembangkan


dengan cara menjabarkan pendapat, ulasan, bahasan, atau ide pribadi penulisnya.
Tujuan dari paragraf ini adalah untuk menyakitkan, atau mempengaruhi pembaca agar
memiliki pendapat yang sama dengan pendapat penulis.

Ciri-ciri Paragraf Argumentasi


Berdasarkan pengertian di atas, suatu paragraf dapat dikatakan paragraf argumentasi
jika memiliki ciri-ciri berikut ini.

1. Berisi pendapat, pandangan, atau keyakinan penulis terhadap suatu


permasalahan.
2. Memiliki data-data faktual yang digunakan untuk meyakinkan pembaca.
3. Menjabarkan suatu permasalahan dengan cara menganalisa dan menganalogikan.
4. Diakhiri dengan kesimpulan berupa pendapat yang lebih luas bukan merupakan
penegasan kembali topik utama.
Paragraf Argumentasi Sebab-Akibat
Paragraf ini diawali dengan pendapat-pendapat yang berupa sebab-sebab dari
suatu permasalahan tertentu yang pada akhirnya diarahkan pada satu
kesimpulan umum yang disebut juga dengan akibat dari sebab-sebab tersebut.

PARAGRAF ARGUMENTASI AKIBAT–SEBAB


Diartikan sebagai kebalikan dari pengembangan paragraf argumentasi dan berpola sebab–
akibat. Untuk paragraf argumentasi akibat-sebab pengembangannya diawali dari
menjabarkan suatu kondisi dan merupakan efek dari sebuah permasalahan.Dari sini lalu
paragraf dikembangkan menuju inti permasalahan serta menjadi penyebab ataupun pemicu
munculnya kejadian tadi

Tujuan dari paragraf argumentasi yakni untuk meyakinkan serta mempengaruhi pembaca
agar mempunyai pendapat yang sama dengan pendapat penulis.

Penjelasan Anak Kalimat dan Induk Kalimat Lengkap

1. Pekerjaan itu sudah selesai,ketika ayah datang dari kantor dan ibu sudah menidurkan
adik.
1. Pekerjaan itu sudah selesai (Induk kalimat)
2. Ayah datang dari kantor (Anak kalimat)
3. Ibu sudah menidurkan adik (Anak kalimat)
2. Ayah memberitahukan bahwa aku mendapat juara pertama dan ibu sangat terkejut.
1. Ayah memberitahukan berita itu.(Induk kalimat)
2. Aku mendapat juara pertama. (Anak kalimat)
3. Ibu sangat terkejut (Anak kalimat)
3. Ketika aku terjatuh dari sepeda di halaman, adik sedang bermain di kamarnya
sedangkan ibu menyiapkan makanan di dapur.
1. Adik sedang bermain di kamarnya.(Induk kalimat)
2. Ibu menyiapkan makanan di dapur. (Anak kalimat)
3. Aku terjatuh dari sepeda di halaman. (Anak kalimat)
1.Paman datang : kalimat tunggal
2. Ayah membaca : kalimat tunggal
3. Ketika paman datang, ketika ayah membaca : kalimat majemuk bertingkat
Keterangan
Paman datang : induk kalimat
Ketika ayah membaca : anak kalimat

1. Kalimat majemuk hubungan waktu,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi sejak, sewaktu, ketika, setelah, sampai, manakala, dan
sebagainya.

Contoh :

a. sejak saya masih sekolah SD, ibu saya sudah mengajar di sana.

b. Sewaktu kakek datang kerumah, ayah sedang pergi ke kantor.

c. Manakala ibu datang, saya sedang sibuk dengan hewan piaraan saya.

2. Kalimat majemuk hubungan syarat

Kalimat maemuk ini ditandai oleh konjungsi jika, seandainya, andaikan, asalkan, apabila.

Contoh :

a. Jika saya lulus nanti, ayahku akan memberikan saya hadiah.

b. Kami akan segera berangkat, seandainya hujan tidak turun begitu derasnya.

c. Hatiku bertambah ciut apabila aku teringat bahwa aku yang tertua.

3. Kalimat majemuk hubungan tujuan

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi agar, supaya, biar.

Contoh :

a. Saya harus belajar sungguh-sungguh agar saya bisa naik kelas.

b. Kakak bercerita tentang harapannya supaya aku memiliki pekerjaan yang lebih layak.

c. Saya bekerja sampai malam biar anak saya dapat melanjutkan sekolahnya.
4. Kalimat majemuk hubungan konsesip,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi walaupun, meskipun, biarpun, kendatipun, sungguhpun.

Contoh :

a. Walaupun hatinya sangat sedih, ia tak pernah menampakannya di hadapan ayahnya.

b. Hidup harus terus berjalan, meskipun banyak cobaan yang menghadang.

c. Perjuangan berjalan terus, kendatipun musuh terus bergerak menyerang.

5. Kalimat majemuk hubungan perbandingan,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi daripada, ibarat, seperti, bagaikan, laksana, sebagaimana,
alih-alih.

Contoh :

a. Daripada hanya berdiam diri dirumah, lebih baik membantu orang tua di
sawah1. Kalimat majemuk hubungan waktu,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi sejak, sewaktu, ketika, setelah, sampai, manakala, dan
sebagainya.

Contoh :

a. sejak saya masih sekolah SD, ibu saya sudah mengajar di sana.

b. Sewaktu kakek datang kerumah, ayah sedang pergi ke kantor.

c. Manakala ibu datang, saya sedang sibuk dengan hewan piaraan saya.

2. Kalimat majemuk hubungan syarat

Kalimat maemuk ini ditandai oleh konjungsi jika, seandainya, andaikan, asalkan, apabila.

Contoh :

a. Jika saya lulus nanti, ayahku akan memberikan saya hadiah.

b. Kami akan segera berangkat, seandainya hujan tidak turun begitu derasnya.

c. Hatiku bertambah ciut apabila aku teringat bahwa aku yang tertua.
3. Kalimat majemuk hubungan tujuan

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi agar, supaya, biar.

Contoh :

a. Saya harus belajar sungguh-sungguh agar saya bisa naik kelas.

b. Kakak bercerita tentang harapannya supaya aku memiliki pekerjaan yang lebih layak.

c. Saya bekerja sampai malam biar anak saya dapat melanjutkan sekolahnya.

4. Kalimat majemuk hubungan konsesip,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi walaupun, meskipun, biarpun, kendatipun, sungguhpun.

Contoh :

a. Walaupun hatinya sangat sedih, ia tak pernah menampakannya di hadapan ayahnya.

b. Hidup harus terus berjalan, meskipun banyak cobaan yang menghadang.

c. Perjuangan berjalan terus, kendatipun musuh terus bergerak menyerang.

5. Kalimat majemuk hubungan perbandingan,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi daripada, ibarat, seperti, bagaikan, laksana, sebagaimana,
alih-alih.

Contoh :

a. Daripada hanya berdiam diri dirumah, lebih baik membantu orang tua di

sawah.

b. Bu santi menyayang semua


anak asuhnya seperti beliau menyayang anaknya sendiri.

c. Perbedaan yani dan kakaknya bagaikan langit dan bumi.

6. Kalimat majemuk hubungan penyebaban,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi sebab, karena, oleh karena.

Contoh :
a. saya mengundurkan diri dari perusahaan, sebab saya ingin melanjutkan kuliah saya.

b. Karena dua hari tidak masuk kantor, kakak mendapat surat teguran dari atasannya.

7. Kalimat majemuk hubungan akibat,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjunggsi sehingga, sampai-sampai, maka.

Contoh :

a. Andi menarik tali itu terlalu keras sehingga talinya putus.

b. Kakak berjalan terburu-buru sampai-sampai tidak menghiraukan ada motor didepannya.

8. Kalimat majemuk hubungan cara,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh kata penghubung dengan.

Contoh :

a. Dengan cara menggendongnya, ibu itu menenangkan anaknya yang menangis.

b. Dengan alat seadanya, ia berusaha membuka koper itu.

9. Kalimat majemuk hubungan sangkalan,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi seolah-olah, seakan-akan.

Contoh :

a. Suasana didalam rumah sangat gaduh, seolah-olah ada seratus orang didalamnya.

b. Daritadi dia hanya diam saja, seolah-olah tidak tahu apa yang sedang terjadi.

10. Kalimat majemuk hubungan kenyataan,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi padahal, sedangkan.

Contoh :

a. Para murid sudah datang daritadi, sedangkan belum satu gurupun yang datang.

b. Adik menangis sangat keras, padahal hanya digigit semut.

11. Kalimat majemuk hubungan hasil


Klimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi makanya.

Contoh :

a. Hujannya sangat deras, makanya sungai diseberang rumah meluap.

b. Lantainya sangat licin, makanya kakak terpeleset.

12. Kaimat majemuk hubungan penjelasan

Kalimat majemuk ini ditandai dengan kata penghubung bahwa, yaitu.

Contoh:

a. Ayah menjelaskan kepada ibu, bahwa hari ini ayah akan pulang terlambat.

b. Ayah telah memanen pohon pisang, yaitu dengan parang yang tajam.

13. Kalimat majemuk hubungan atributif

Kalimat majemuk in ditandai dengan konjungsi yang.

Contoh :

a. Orang yang duduk disebelah ibu itu adalah kaka dari ayah.

b. Bibi yang bekerja di jakarta itu, sedang menderita sakit kanker.

b. Bu santi menyayang semua


anak asuhnya seperti beliau menyayang anaknya sendiri.

c. Perbedaan yani dan kakaknya bagaikan langit dan bumi.

6. Kalimat majemuk hubungan penyebaban,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi sebab, karena, oleh karena.

Contoh :

a. saya mengundurkan diri dari perusahaan, sebab saya ingin melanjutkan kuliah saya.

b. Karena dua hari tidak masuk kantor, kakak mendapat surat teguran dari atasannya.

7. Kalimat majemuk hubungan akibat,


Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjunggsi sehingga, sampai-sampai, maka.

Contoh :

a. Andi menarik tali itu terlalu keras sehingga talinya putus.

b. Kakak berjalan terburu-buru sampai-sampai tidak menghiraukan ada motor didepannya.

8. Kalimat majemuk hubungan cara,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh kata penghubung dengan.

Contoh :

a. Dengan cara menggendongnya, ibu itu menenangkan anaknya yang menangis.

b. Dengan alat seadanya, ia berusaha membuka koper itu.

9. Kalimat majemuk hubungan sangkalan,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi seolah-olah, seakan-akan.

Contoh :

a. Suasana didalam rumah sangat gaduh, seolah-olah ada seratus orang didalamnya.

b. Daritadi dia hanya diam saja, seolah-olah tidak tahu apa yang sedang terjadi.

10. Kalimat majemuk hubungan kenyataan,

Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi padahal, sedangkan.

Contoh :

a. Para murid sudah datang daritadi, sedangkan belum satu gurupun yang datang.

b. Adik menangis sangat keras, padahal hanya digigit semut.

11. Kalimat majemuk hubungan hasil

Klimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi makanya.

Contoh :

a. Hujannya sangat deras, makanya sungai diseberang rumah meluap.

b. Lantainya sangat licin, makanya kakak terpeleset.


12. Kaimat majemuk hubungan penjelasan

Kalimat majemuk ini ditandai dengan kata penghubung bahwa, yaitu.

Contoh:

a. Ayah menjelaskan kepada ibu, bahwa hari ini ayah akan pulang terlambat.

b. Ayah telah memanen pohon pisang, yaitu dengan parang yang tajam.

13. Kalimat majemuk hubungan atributif

Kalimat majemuk in ditandai dengan konjungsi yang.

Contoh :

a. Orang yang duduk disebelah ibu itu adalah kaka dari ayah.

b. Bibi yang bekerja di jakarta itu, sedang menderita sakit kanker.

SUDUT PANDANG
Sudut pandang adalah cara pengarang menempatkan dirinya terhadap cerita atau dari
sudut mana pengarang memandang ceritanya. Berikut ini beberapa sudut pandang
yang dapat digunakan pengarang dalam bercerita.

a. Sudut pandang orang pertama, sudut pandang ini biasanya menggunakan kata ganti
aku atau saya. Dalam hal ini pengarang seakan-akan terlibat dalam cerita dan
bertindak sebagai tokoh cerita.

b. Sudut pandang orang ketiga, sudut pandang ini biasanya menggunakan kata ganti
orang ketiga seperti dia, ia atau nama orang yang dijadikan sebagai titik berat cerita.

c. Sudut pandang pengamat serba tahu, Dalam hal ini pengarang bertindak seolah-olah
mengetahui segala peristiwa yang dialami tokoh dan tingkah laku tokoh.

d. Sudut pandang campuran, (sudut pandang orang pertama dan pengamat serba tahu).
Pengarang mula-mula menggunakan sudut pandang orang pertama. Selanjutnya serba
tahu dan bagian akhir kembali ke orang pertama.

 Sudut Pandang Pengarang Cerpen / Novel


1. Sudut Pandang Orang Pertama sebagai Pelaku Utama
Dalam sudut pandang teknik ini, si ”aku” mengisahkan berbagai peristiwa dan tingkah
laku yang dialaminya, baik yang bersifat batiniah, dalam diri sendiri, maupun fisik,
hubungannya dengan sesuatu yang di luar dirinya. Si ”aku”menjadi fokus pusat
kesadaran, pusat cerita. Segala sesuatu yang di luar diri si ”aku”, peristiwa, tindakan,
dan orang, diceritakan hanya jika berhubungan dengan dirinya, di samping memiliki
kebebasan untuk memilih masalah-masalah yang akan diceritakan. Dalam cerita yang
demikian,si ”aku” menjadi tokoh utama (first person central).
Contoh:
Pagi ini begitu cerah hingga mampu mengubah suasana jiwaku yang tadinya penat
karena setumpuk tugas yang masih terbengkelai menjadi sedikit teringankan. Namun,
aku harus segera bangkit dari tidurku dan bergegas mandi karena pagi ini aku harus
meluncur ke Kedubes Australia untuk mengumpulkan berita yang harus segera aku
laporkan hari ini juga.

2. Sudut Pandang Orang Pertama sebagai Pelaku Sampingan

Dalam sudut pandang ini, tokoh ”aku” muncul bukan sebagai tokoh utama, melainkan
sebagai tokoh tambahan (first pesonal peripheral). Tokoh ”aku” hadir untuk
membawakan cerita kepada pembaca, sedangkan tokoh cerita yang dikisahkan itu
kemudian ”dibiarkan” untuk mengisahkan sendiri berbagai pengalamannya. Tokoh
cerita yang dibiarkan berkisah sendiri itulah yang kemudian menjadi tokoh utama,
sebab dialah yang lebih banyak tampil, membawakan berbagai peristiwa, tindakan,
dan berhubungan dengan tokoh-tokoh lain. Setelah cerita tokoh utama habis, si
”aku”tambahan tampil kembali, dan dialah kini yang berkisah.
Dengan demikian si ”aku” hanya tampil sebagai saksi saja. Saksi terhadap
berlangsungnya cerita yang ditokohi oleh orang lain. Si ”aku” pada umumnya tampil
sebagai pengantar dan penutup cerita.
Contoh:
Deru beribu-ribu kendaraan yang berlalu-lalang serta amat membisingkan telinga
menjadi santapan sehari-hariku setelah tiga bulan aku tinggal di kota metropolitan ini.
Memang tak mudah untuk menata hati dan diriku menghadapi suasana kota besar,
semacam Jakarta, bagi pendatang seperti aku. Dulu, aku sempat menolak untuk
dipindahkan ke kota ini. Tapi, kali ini aku tak kuasa untuk menghindar dari tugas ini,
yang konon katanya aku sangat dibutuhkan untuk ikut memajukan perusahaan
tempatku bekerja.
Ternyata, bukan aku saja yang mengalami mutasi kali ini. Praba, teman satu asramaku
, juga mengalami hal yang sama. Kami menjadi sangat akrab karena merasa satu
nasib, harus beradaptasi dengan suasana Kota Jakarta.
“Aku bisa stress kalau setiap hari harus terjebak macet seperti ini. Apakah tidak upaya
dari Pemkot DKI mengatasi masalah ini! Rasanya, mendingan posisiku seperti dulu
asal tidak di kota ini!” umpatnya.

3. Sudut Pandang Orang Ketiga Serba tahu


Dalam sudut pandang ini, cerita dikisahkan dari sudut ”dia”, namun pengarang,
narator dapat menceritakan apa saja hal-hal yang menyangkut tokoh ”dia” tersebut.
Narator mengetahui segalanya, ia bersifat mahatahu (omniscient). Ia mengetahui
berbagai hal tentang tokoh, peristiwa, dan tindakan, termasuk motivasi yang
melatarbelakanginya. Ia bebas bergerak dan menceritakan apa saja dalam lingkup
waktu dan tempat cerita, berpindah-pindah dari tokoh ”dia”yang satu ke ”dia” yang
lain, menceritakan atau sebaliknya ”menyembunyikan” ucapan dan tindakan tokoh,
bahkan juga yang hanya berupa pikiran, perasaan, pandangan, dan motivasi tokoh
secara jelas, seperti halnya ucapan dan tindakan nyata.
Contoh:
Sudah genap satu bulan dia menjadi pendatang baru di komplek perumahan ini. Tapi,
belum satu kali pun dia terlihat keluar rumah untuk sekedar beramah-tamah dengan
tetangga yang lain, berbelanja, atau apalah yang penting dia keluar rumah.
“Apa mungkin dia terlalu sibuk, ya?” celetuk salah seorang tetangganya. “Tapi, masa
bodoh! Aku tak rugi karenanya dan dia juga tak akan rugi karenaku.”
Pernah satu kali dia kedatangan tamu yang kata tetangga sebelah adalah saudaranya.
Memang dia sosok introvert, jadi walaupun saudaranya yang datang berkunjung, dia
tidak bakal menyukainya.

4. Sudut Pandang Orang Ketiga Sebagai Pengamat

Dalam sudut pandang ”dia” terbatas, seperti halnya dalam”dia”mahatahu, pengarang


melukiskan apa yang dilihat, didengar, dialami, dipikir, dan dirasakan oleh tokoh
cerita, namun terbatas hanya pada seorang tokoh saja atau terbatas dalam jumlah yang
sangat terbatas. Tokoh cerita mungkin saja cukup banyak, yang juga berupa tokoh
”dia”, namun mereka tidak diberi kesempatan untuk menunjukkan sosok dirinya
seperti halnya tokoh pertama.
Contoh:
Entah apa yang terjadi dengannya. Datang-datang ia langsung marah. Memang
kelihatannya ia punya banyak masalah. Tapi kalau dilihat dari raut mukanya, tak
hanya itu yang ia rasakan. Tapi sepertinya ia juga sakit. Bibirnya tampak kering,
wajahnya pucat,dan rambutnya kusut berminyak seperti satu minggu tidak terbasuh
air. Tak satu pun dari mereka berani untuk menegurnya, takut menambah amarahnya.

Jenis jenis Kalimat Fakta

1. Fakta umum
Kalimat fakta umum adalah kalimat fakta di mana kebenarannya berlaku selamanya atau sepanjang
zaman.
Contoh : Matahari terbit disebelah timur dan terbenam disebelah barat.
2. Fakta khusus
Kalimat fakta khusus adalah kalimat fakta yang kebenarannya hanya berlaku sementara atau dalam
kurun waktu tertentu.
Contoh : Saat ini Doni duduk di kelas 3 SMP Negeri 1 Semarang.
Ciri ciri Kalimat Fakta

1. dapat dibuktikan kebenarannya


2. berisi data-data yang sifatnya kuantitatif (berupa angka) dan kualitatif (berupa pernyataan)
3. mempunyai data yang akurat baik waktu, tanggal, tempat dan peristiwanya
4. dikumpulkan dari nara sumber yang terpercaya
5. bersifat objektif, yakni data yang sebenarnya, bukan dibuat-buat dan dilengkapi dengan gambar
objek
6. biasanya dapat menjawab rumus pertanyaan 5W + 1H
7. menyatakan kejadian yang sedang atau telah dan pernah terjadi
8. informasi berasal dari kejadian yang sebenarnya

fakta adalah sesuatu hal yang benar-benar ada dan terjadi. Fakta sering juga disebut dengan
kenyataan. Fakta dapat diperoleh melalui suatu pengamatan terhadap suatu objek atau
peristiwa/kejadian tertentu. Kalimat fakta adalah suatu kalimat yang didalamnya terdapat sebuah
informasi yang sebenarnya dan dapat dibuktikan kebenarannya.